~Thank you for your comments~

Tiffany baru saja selesai pemotretan sebagai model.
“Fany ah.”
“Kamu datang lagi. Ada perlu apa?”
“Kamu mau ke rumah Sooyoung lagi?”
“Ya, tadi Sooyoung mengirim pesan kalau dia sakit, aku akan pergi menjenguknya.”
“Jangan datang ke rumah dia.”
“Taeyeon ah, kamu bukan pacarku. Harus berapa kali aku menolakmu baru kamu mau menyerah?”

“Aku kan cuma mau memperingatkanmu saja.”
“Ah sudahlah, aku tidak mau memperkeruh suasana. Aku pergi.”
“Apa kamu tidak tahu kalau Sooyoung tinggal bersama dengan seorang gadis?!”
Tiffany menghentikan langkahnya. “Apa?”
“Dia sudah lama tinggal bersama dengan seseorang yang bukan keluarganya. Sooyoung bahkan tidak menyuruhnya pergi meski kamu sudah menjadi pacarnya. Kamu tidak tahu?”
“Ka-kamu bohong untuk mempermainkan perasaanku kan? Masa Sooyoung begitu…”
“Kalau enggak percaya, silakan datang sendiri ke rumahnya.”
Tiffany terdiam sesaat untuk menilai apakah dia memutuskan untuk memercayai perkataan Taeyeon atau tidak. Tapi akhirnya dia pergi tanpa berkata apa-apa.

**

Sementara itu, di rumah Sooyoung.
“Kamu kembali terlalu cepat, sana keluar lagi.”
“Aku ingin melihat seperti apa pacarmu.”
“Itu bisa menyusahkanku.”
“Kenapa? Karena aku tinggal di rumahmu?”
“Kalau sudah tahu kenapa masih tanya,” jawab Sooyoung sambil ngedumel. “Mending kamu keluar beli lauk buat makan malam atau kemana saja terserah. Huss huss!”
“Huh, ngusir.”
“Ini rumahku. Siapa yang waktu itu bilang ‘Aku bersedia mengikuti semua arahanmu, Sooyoung-ssi.’ ” Sooyoung mereka ulang perkataan Sunny di masa lalu dengan nada yang lebih tinggi, ekspresi, dan bahasa tubuh dibuat-buat yang berkesan agak menyebalkan. “Waktu memohon untuk tinggal sementara di rumah ini.”
“Ukh…” Sunny teringat kembali kalau dia dulu pernah berkata seperti itu. Akhirnya dia menyerah. “Iya deh… aku keluar.”
“Oke, byeee~” Sooyoung tersenyum sambil memberi lambaian. Kalau saja Sunny tidak mencintainya, sudah ingin Sunny tonjok mukanya yang tersenyum menyebalkan itu.
Saat Sunny sudah berada di ambang pintu, gadis jangkung itu menambahkan. “Kalau bisa kembalinya besok. Pulang saja untuk urus rumahmu dulu.”

**

Sunny membuka pintu rumah.
“Aku pulang…”
Di rumahnya yang sepi, tidak ada seorang pun yang menyambutnya.
“Ah ya, buat apa aku bilang sudah pulang. Kan aku tinggal sendiri.”
Sunny masuk ke kamar dan membuka jendela, lalu langsung berbaring di kasurnya.
“Rasanya aku ingin sekali datang ke rumahnya saat ini, tapi nanti aku dibenci olehnya…”
Sebuah pesan masuk ke ponsel cerdasnya.

Dari Taeyeon

Sunny ah, bisakah kamu main ke rumahku sekarang? Rasanya aku bisa gila kalau kamu tidak *tertawa*

**

Di rumah Taeyeon.
“Hahhh… Tiffany pergi ke rumah Sooyoung.”
“Ternyata kamu tahu.”
“Iya, dan aku juga tahu kalau Tiffany bermaksud mengajak Sooyoung pergi berenang kalau dia sudah sembuh nanti. Tadi dia kelihatan sangat bersemangat mencobai bikini-bikini di tempat pemotretan.”
“Wah, Taengoo, sekarang kamu terlihat seperti stalkernya.”
“Hahh… memang. Barangkali karena itulah makanya Tiffany tidak mau bersamaku.”
“Berenang ya… bagaimana kalau kita juga ikutan?”
“Itu juga rencanaku, tapi tadi kamu bilang aku seperti stalker.”
“Tidak apa-apa, aku juga mau ngestalk Sooyoung. Tidak peduli orang mau bilang apa. Pokoknya aku akan stalk Sooyoung,” kata Sunny sambil mengangkat tinjunya ke udara.
“Wah, semangat sekali. Kalau begitu aku juga.”
“Hwaiting!”
“Hwaiting!”
Keduanya membuat pose mengangkat tinju ke udara yang dilebih-lebihkan. Bahkan tetap mematung dengan pose itu selama beberapa saat.
“Eh tapi kenapa kita harus berpose seperti ini?” Tanya Taeyeon seakan baru tersadar.
“Biarlah, enggak ada yang lihat juga. Hmm-mm, enaknya aku mau pakai bikini apa ya.”

**

Di rumah Sooyoung.
“Gimana keadaanmu Sooyoung?” Tanya Tiffany lembut dengan wajah keibuan. Saat ini Sooyoung sedang membaringkan kepalanya di atas paha Tiffany.
“Duh, meriang nih,” kata Sooyoung sambil pura-pura menggigil.
Tiffany tersenyum karena menyadari akting Sooyoung. Lalu dia meraba kening Sooyoung.
“Tapi tidak panas tuh.”
“Tadi panas, tapi karena aku sudah minum obat…”
“Hihihi, kuharap kamu tidak bohong hanya untuk sekedar ingin aku datang ke rumahmu.”
“Aku enggak bohong~” rengek Sooyoung manja dan membuat Tiffany tertawa.
Tiffany merasa lega. Tadinya dia sudah was-was akan menemukan gadis asing di rumah Sooyoung seperti kata Taeyeon. Tapi rupanya Taeyeon cuma membual!
Dan setiap detik yang dia habis bersama dengan Sooyoung, membuat Tiffany semakin menyukainya.
“Eh Sooyoung, kalau kamu sudah sembuh. Mau enggak lusa kita pergi berenang?”
“Mau!”
“Kalau begitu lusa kita berenang, janji ya. Jangan mendadak ada acara lain, kamu sudah janji denganku.”
“Tentu saja.”

**

Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba.
“Taengoo, kamu enggak berenang?”
“Mianhae Sunny, mendadak aku dapat menstruasi pagi ini. Hahh… padahal kupikir masih lusa.”
“Yah, apa boleh buat. Setidaknya kamu masih mau datang.”
Sunny menghembuskan nafas. Terpaksa dia masuk ke kolam sendirian. Sementara Taeyeon hanya duduk dan menonton dari samping sambil memakai kacamata hitam dan memakai kain di atas kepalanya yang diikat di bawah dagu untuk penyamarannya.
Supaya tidak terlalu menonjol Sunny sesekali menahan napas dan menyelam hingga matanya tidak terbenam sambil mengawasi. Tadi dia sudah memakai topi renang untuk menutupi rambut warna merahnya yang menyala.
“Fany ah, ajarin aku berenang dong.”
“Eh? Sooyoung tidak bisa sooyoung?” Tanya Tiffany memasang wajah kaget.
“Yah, malangnya nasibku. Punya nama Sooyoung tapi tidak bisa berenang. Semua orang sering mengejekku karena itu,” kata Sooyoung sambil berpura-pura memaksakan wajah sedih.
“Tidak apa-apa, aku akan mengajarimu. Kita mulai di kolam yang cukup dangkal saja.”
Sunny merasa dihantam oleh rasa cemburu ketika melihat kedekatan keduanya. Tiffany menggenggam tangan Sooyoung. Berenang dari satu tepi ke tepian lainnya, mondar-mandir.
“Jangan injakkan kakimu di kolam dong. Sudah kupegangi kan. Kita latihan gerakan kaki dulu.”
Hal yang sama pun dirasakan oleh Taeyeon. Dia tidak dapat melepaskan pandangannya dari sosok Tiffany yang berbalut bikini. Tiffany tampak sangat memesona dalam bikini putihnya. Taeyeon bahkan tidak berpikir untuk cuci mata dengan melihat gadis-gadis cantik lainnya yang mengenakan bikini lebih berani.
Masih dengan wajah setengah terbenam air, Sunny menghembuskan udara dari mulutnya hingga membentuk gelembung-gelembung yang naik ke permukaan air.
Dia memperhatikan Sooyoung yang berekspresi dengan bebas. Termasuk Tiffany yang memegangi perutnya ketika Sooyoung berlatih menggerakkan tangan sekaligus kakinya.
“Fany ah, istirahat sebentar yuk? Bosan latihan terus.”
“Oh iya juga, maaf jadi keterusan, hehe.”
Kemudian pemandangan selanjutnya membuat mata keduanya lebih panas lagi. Tiffany dan Sooyoung berangkulan dalam air sambil bercanda. Tertawa dengan lepas.
Sunny kali ini tidak dapat menahannya lagi. Dia mendekati mereka diam-diam sambil menyelam.
“Hahahaha!”
“Kyahaha!”
“Ahaha!”
Sunny yang sudah dekat dengan mereka tiba-tiba menyembul ke permukaan dalam sekejap dan mengibaskan tangannya sekuat tenaga. Membuat keduanya kewalahan karena cipratan airnya masuk ke dalam mata.
Sunny cepat-cepat menyelam lagi dan pergi dari sana.
“Yah! Apa sih masalahmu?!” Protes Sooyoung, tapi dia tidak melihat siapa pelakunya.
“Haha, sudahlah, mungkin orang lain terganggu karena kita terlalu berisik barusan,” kata Tiffany mencoba maklum.
“Grrr, tetap saja tidak sopan tiba-tiba main ciprat! Sekarang mataku jadi perih nih.”
Tiffany memegang kedua pundak Sooyoung dan tiba-tiba mencium matanya. “Apa dengan begini sudah lebih baikan?^^”
“A-ah, iya,” kata Sooyoung dengan pipi merona.
Dari tepian kolam, Sunny menggigit bibir dengan kesal setelah melihat apa yang dia lakukan barusan malah mendekatkan keduanya.
“Sunny ah.”
Sunny berpaling dan melihat rupanya Taeyeon sedang berjongkok di sebelahnya.
“Bagaimana kalau sudah saja? Kita pulang.”
“Eh…”
“Seperti yang kamu lihat sendiri kan, mereka asyik dalam dunia mereka sendiri. Jujur, melihatnya dari tadi hanya membuatku sakit.”
“Aku tahu, tapi…” Sunny menunduk dan memperhatikan permukaan air kolam. “Tapi…”
“Yah, aku mengerti perasaanmu. Kalau kamu masih betah disini lebih lama tidak apa. Aku pulang ya.”
“Iya…”
Taeyeon berbalik dan berjalan pergi. Tangannya menarik lepas kain yang terikat di bawah dagunya dan melepaskan kacamata hitamnya untuk digantungkan di kerah bajunya. Sekitar 10 meter kemudian dia berhenti dan menoleh ke arah Sunny untuk melihat gadis itu sekali lagi. Tampaknya Sunny masih merasa sangat sedih. Dia masih berada di tempat yang sama dengan memasang sorotan mata yang sendu.
Taeyeon merasa tidak tega meninggalkannya. Lalu dia mendekati Sunny kembali.
“Sunny ah.”
“Ah Taengoo? Aku enggak apa-apa kok. Kalau mau pulang, pulang saja. Pulanglah tanpa perlu merasa tidak enak denganku.”
“Tidak, kurasa lebih baik kita pulang bersama.”
Taeyeon yang memperhatikan Sunny tidak mau menatapnya. Dia sempat melihat kilauan air mengalir di pipinya.
“Kamu menangis.”
“Ah, ini cuma air kolam yang menetes.” Sunny menunduk untuk menyembunyikannya.
Taeyeon melepas topi renang Sunny. “Kamu sudah tidak menyelam dari tadi, mananya yang air kolam. Lihat, rambutmu bahkan tidak basah.”
“Hiks…” Akhirnya Sunny tidak menyembunyikannya lagi. Dia memperlihatkan air matanya di depan Taeyeon.
“Sakit Taeyeon ah… rasanya sakit sekali…”
“Aku tahu, kamu sudah bersabar untuk hari ini.” Taeyeon mengulurkan tangannya dan Sunny menerimanya. Taeyeon membantu menarik Sunny keluar dari kolam. Kemudian dia menyeka air mata Sunny dengan jemarinya. “Sunny ah, aku sudah memikirkannya sejak semalam.”
“Apa?”
Taeyeon menggenggam tangan Sunny. “Bagaimana kalau kita jadi sepasang kekasih saja?”
“Eh?”
Sunny mempelajari ekspresi Taeyeon. Berusaha mencari celah yang menunjukkan bahwa gadis di depannya ini hanya sedang bercanda. Tapi raut wajah Taeyeon menunjukkan keseriusan yang belum pernah ditemuinya.
“Gimana? Kita bisa jalani dulu saja. Kalau kamu tidak cocok, kita bisa kembali berteman lagi.”
“Tapi rasanya ini seperti pelarian…” kata Sunny meragu.
“Tidak apa-apa, pelarian pun tidak apa. Kita tidak akan tahu kalau tidak mencobanya. Selain itu, aku percaya kita berhak mendapatkan lebih. Kita tidak perlu terus-terusan mengharapkan orang yang tidak mencintai kita.”
Sunny merasa perkataan Taeyeon mengenai hatinya, terutama pada kedua kalimat terakhir.
“Sudah cukup kita patah hati…” kata Taeyeon sambil memendam tangisnya yang hampir pecah.
Sunny melihat mata Taeyeon berkaca-kaca.
Sunny tidak tahu apa yang mendorongnya saat itu. Tapi dia mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Taeyeon. Mulanya Taeyeon agak kaget tapi tiga detik kemudian dia memejamkan matanya dan memasrahkan diri.
Kemudian sekitar mereka mulai terdengar bisik-bisik.
“Hei, lihat dua yeoja itu.”
“Oh, yang pirang dan yang rambut merah ya.”
“Wah, di depan umum.”
“Kyaaaaaa!!”
Mendengar beberapa petunjuk kata-kata itu membuat Sooyoung penasaran. Apalagi rambut merah mengingatkannya pada seorang gadis yang tinggal di rumahnya.
Sooyoung menoleh karena tertarik mendengarnya. Saat itu debaran jantungnya sempat berhenti ketika melihat siapa kedua gadis yang sedang berciuman di tepian kolam.
Sunny dan… siapa gadis itu?
“Apa?” Tiffany ikut menoleh setelah memperhatikan Sooyoung seperti terpaku menatap ke arah kiri. Begitu menoleh ke arah kanan, hatinya seperti tergetar saat melihat gadis pirang yang sangat dikenalnya sedang berciuman dengan seorang gadis berambut merah yang tidak dikenalnya.
Usai berciuman, keduanya berwajah merah padam.
“Maaf, jadi menarik perhatian.”
“Ma-mau pergi sekarang?” Tanya Taeyeon dengan suara sedikit canggung.
“Iya, tungguin aku ganti baju dulu.”
Mereka bergandengan dan berjalan pergi sambil menundukkan kepala.
Orang di sekitar masih bergosip setelah melihat pemandangan hangat barusan.
Sementara Sooyoung dan Tiffany masih terpaku di tempat dan kehabisan kata.
“Eh, eng mengejutkan ya yang barusan? Berani sekali.” Tiffany duluan yang membuka mulut walau sikapnya seperti agak dipaksakan.
“I-ya, mereka pikir tempat umum itu apa haha.”
Mereka lebih memilih tutup mulut mengenai mereka yang mengenali salah satu dari dua gadis yang berciuman barusan.

**

Taeyeon dan Sunny berjalan pulang sambil bergandengan. Mereka baru saja menghabiskan 2 setengah jam untuk makan-makan sambil mengobrol. Setelah banyak topik yang dibahas sekarang keduanya diam sejenak dalam kesunyian yang damai. Sudah hampir lima menit berlalu keduanya berjalan dalam keheningan.
“Rasanya tidak menyangka ya. Kejadian hari ini,” kata Sunny sambil menengadah dan memandang langit malam.
“Aku lebih tidak menyangka lagi.”
“Tapi lebih menarik rasanya. Sesuatu yang berjalan diluar dugaan seperti ini.”
“Iya.” Taeyeon menatap Sunny dengan tatapan yang lembut.
Keduanya saling bertatapan. Tanpa perlu diucapkan dengan kata-kata pun keduanya sudah tahu apa yang dipikirkan masing-masing.
“Kalau begitu sampai disini.”
“Aku akan mengantarmu pulang,” kata Taeyeon.
“Apa tidak apa-apa?”
“Tidak apa-apa, sekarang baru jam 8 kurang. Masih belum kemalaman.”
“Kalau begitu terima kasih.”

**

Sooyoung duduk di sofa sambil memangku popcorn dan menyalakan TV. Tapi pemandangan tadi sore masih sesekali membayanginya. Bahkan popcornnya masih belum disentuhnya. Bohong kalau bilang dia tidak penasaran.
Lalu terdengar suara pintu dibuka dengan kunci. Sooyoung tahu kalau itu pasti Sunny tanpa perlu melihatnya. Dia langsung memakan popcornya untuk terlihat sibuk.
“Aku pulang,” kata Sunny dengan nada yang terdengar biasa.
Sooyoung melirik saat Sunny melepas sepatu. Dia membawa tas yang sepertinya untuk berisi baju renang.
“Tadi kamu pergi berenang ya?” Tanya Sooyoung sekedar basa-basi.
“Kalau iya kenapa?”
“Tadi kamu ke kolam renang yang sama denganku,” kata Sooyoung tanpa menoleh ke arahnya.
“Memangnya aku enggak boleh pergi ke kolam renang yang sama? Kebetulan itu yang jaraknya paling dekat dengan rumah ini,” jawab Sunny acuh tak acuh.
“Aku melihatmu berciuman di tepi kolam.”
DEG!
“Wah, kalau iya kenapa?” Kata Sunny mencoba tetap terdengar tenang meski jantungnya berdebar kencang. Dia memasang indera pendengar dan mempertajam perasaannya untuk menyaring perkataan Sooyoung. Untuk menemukan apakah ada nada kecemburuan di dalamnya.
“Enggak, kalian seharusnya cari ruang, bukan melakukannya di hadapan umum,” kata Sooyoung kemudian memasukkan popcorn ke dalam mulutnya. “Kalian seperti pasangan tak tahu tempat.”
Itu kata orang yang mesra-mesraan pakai rangkul-rangkulan di dalam kolam renang dengan pacarnya, cibir Sunny dalam batin.
Sunny memasang wajah cemberut dan masuk ke dalam kamar.
Sooyoung penasaran dengan gadis berambut pirang itu tapi dia tidak bisa menanyakannya.
“Yah, buat apa aku tanya juga.”

β˜†To Be Continuedβ˜†

Advertisements

Comments on: "Stockholm Syndrome (Chapter 8)" (23)

  1. Ambil tmpat dulu.
    Hmmm….. aku sudah banyak ‘hutang’ comment tampaknya.
    Aakan kulunasi bgitu SoShi slsai comeback n update harian sudah lbih santai. πŸ™‚

  2. Kecewa kecewa kecewa~ sooyoung gak peka peka *nangis di pojokan pasar*

  3. Sumpah. Sooyoung nyebelin. Gak peka. Aiisshhh……
    Gw setuju sama idenya taesun buat pacaran. Hwaiting taesun…..

  4. sunbyung 4 efer said:

    Unnie sbnrnya unie itu pilih sunny apa sooyoung??? And knpa kok sunny sllu skit hti ???

  5. darkart said:

    hahaha ada sunyeon couple nih
    lbh baik mereka jd couple biar bisa
    buat tiffany dan sooyoung cemburu
    tp soo lama bgt sih cemburunya

  6. love twintrooper said:

    wah, udah ada kemajuan tuh. Sooyoung gak mo ngaku yah,, Hehe. Tapi kamu cemburu Sooyoungah, kamu harus peka.

    Taesun, mainnya terang2an nih.. Gimana sih duo Soofany gak liat, pasti Fany juga cemburu. Hehe

  7. soneimagination77 said:

    Rasain lu Syo ditinggalin Sunny nangis lu entar, Author buat Sunny sama Tae barengan dulu sampai Sooyoung beneran tahu arti Sunny baru nanti Sunny balik ke Sooyoung lagi hehehe

  8. riestakim said:

    Ciee yang cemburu dibawah alam sadar (?) :p #pelukSoo :v wkwkwk
    duh SunYeon kagak tau tempat :v
    next thor :3 wkwk

  9. Ahahaha sooyoung mulai cemburu.
    Taesun sampe segitunya
    Udahlah sunny sm taeyeon aja dulu biar syoo kebingungan hwhw

  10. viviMnj said:

    Cemburu tuh pastiπŸ˜€

  11. TaeSun >..<

  12. Sooyoung cemburuu yaaa hahaha,
    Tp ini nanti nakal soosun atau soofany? Ahhh penasarann

  13. omo!!! dandyu kissing..??

  14. hahahhahaa…. kyk na da sepasang kekasih yg merasa cmburu dg orng lain…mereka gk sadar siapa yg mrka cintai…. makin seru ja… kpn NC na lg..??? hahhahaha… gk sabar

  15. Lanjut kakkkkkkkkkk
    LANJUTTTTTTTTTTTTTTT

    Hayoooo lah kalian Soo dan Fany eonnie. Ho ho ho ho, amam tuh :p

    Lanjutkan aja terus kak, buat dua insan itu cemburu, gantian πŸ˜€
    Kwkwkwkw

    Jangan lama-lama yah kak, aku tunggu loh πŸ˜€

    Makin kesini ceritanya makin bikin deg-degan oiiiii πŸ˜€

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: