~Thank you for your comments~

Sekarang Sunny telah sampai di depan apartemen kecilnya. Dia membuka kunci pintu dan langsung disambut dengan bau tidak sedap karena kamarnya sudah berhari-hari dalam keadaan tertutup.

Sunny menyalakan saklar lampu terdekat, merasa seolah sudah lama sekali sejak terakhir dia pulang. Memang sudah hampir 3 minggu sejak dia ditawan di rumah Sooyoung.
Dia membuka jendela supaya ada ventilasi udara. Setelah meletakkan tas tangannya, Sunny mengecek akun banknya melalui smartphone dan ternyata benar. Sisa 520000 USD telah dimasukkan ke dalam akunnya dalam kurs won. Dan selain itu terdapat bonus sejumlah 200000 USD lagi di akunnya.
Jadi ini kompensasi yang dia maksud? Pikir Sunny.
Tapi anehnya walau sudah melihat uang beratus-ratus juta di akunnya, Sunny sama sekali tidak merasa senang. Walau hidupnya kurang mampu tapi entah kenapa dia sama sekali tidak merasa tergiur untuk membeli ini itu untuk memuaskan keinginannya. Malah merasa hampa. Perasaan itu sudah dia rasakan sejak dia menyalakan kembali smartphonenya yang ternyata masih berisik baterai sebanyak 24%. Tidak ada satu pesan pun yang masuk selain operator. Tidak ada satu pun yang menanyakan kabarnya meski sudah lama dia tidak menyentuh smartphonenya. Dia memang sudah tidak memiliki keluarga, namun bahkan tidak ada seorang teman pun yang menghubunginya. Membuktikan hidup sepi yang dia miliki.
Sunny mencharge smartphonenya dan pergi mandi. Setelah itu dia pergi membuka lemari dapurnya untuk mengambil ramyun. Saat itu dia jadi teringat betapa terbiasanya dia memasak ramyun di dapur rumah Sooyoung dan sekarang dapur rumah malah jadi agak asing.
Bahkan saat menonton TV pun dia juga teringat suasana rumah Sooyoung.
Setelah selesai makan, Sunny pergi jalan-jalan keluar. Sudah lama dia tidak cuci-cuci mata. Sekaligus untuk menghilangkan suasana hati buruk yang sejak tadi terus mengganggunya. Sunny bertekad akan memakai sejumlah uang yang dia dapatkan untuk belanja.
Sunny pergi mengambil uang dalam jumlah banyak dan berkeliling ke berbagai toko baju. Mencobai baju-baju yang menurutnya bagus dan bahkan membeli sejumlah baju bermerek yang bila orang biasa pasti sudah menangis karena tabungannya membengkak. Walau sudah menenteng beberapa tas plastik belanja di tangannya, Sunny masih merasa belum puas. Karena itu berikutnya dia pergi makan dessert di restoran mahal. Dia memanjakan dirinya dengan makanan-makanan yang manis di mulut. Selama beberapa saat, perasaannya membaik, tapi kemudian dia teringat Sooyoung lagi.
Setelah menghabiskan dessert, Sunny pulang ke rumah. Meletakkan semua baju belanjaannya dan menyibukkan diri dengan membersihkan rumah. Saat sedang mengepel lantai Sunny masih merasa seolah dia seperti tidak berada pada tempatnya.

Sunny POV
Aneh, kenapa aku merasa seperti ini?
Kubuka media sosialku dan menenggelamkan diri pada Twitter dan Instagram. Tapi yang terpikirkan olehku malah sebuah pertanyaan. “Apa nama Sooyoung di media sosial?”
Kenapa aku ingin tahu? Bukannya itu berarti sama saja aku ingin berhubungan dengannya?

Malam harinya, aku sudah menggosok gigi dan bersiap-siap untuk tidur. Ketika aku berbaring di kasur lamaku, tubuhku secara otomatis merasakan perbedaannya dengan ranjang di rumah Sooyoung. Ranjang di rumah dia jelas lebih mahal dan berkualitas. Sementara di ranjangku, aku sudah merasakan kawat-kawat yang menonjol di dalamnya.
“Mungkin aku harus beli kasur baru.”
Yang lebih besar dan berkualitas, seperti ranjang rumah Sooyoung…
Tiba-tiba saja aku membayangkan Sooyoung berada di atas tubuhku. Kemudian tangannya mulai meraba tubuhku.
“Ah…”
Kenapa aku malah berpikir seperti itu?
Tapi, disini sepi ya…
Tidak ada siapa-siapa yang mengajakku bicara…
Juga tidak ada seorang pun yang menyentuhku…
“Apa aku kangen…?”
Padahal belum juga ada sehari. Tidak boleh begini, sebaiknya besok aku mencari pekerjaan baru supaya ada aktivitas. Ya, aku harus positif menyambut hari esok.

Third Person POV

Tapi rupanya motivasi di malam hari sebelum tidur tidak terbawa di esok harinya. Paginya, Sunny merasa malas sekali bangun. Bahkan meski hari sudah siang pun dia belum juga beranjak dari tempat tidur selain hanya untuk menuntaskan panggilan alamnya. Makanan juga hanya dipesan melalui delivery.
“Ah, hari ini malas sekali rasanya.”
Sunny sendiri tidak tahu kenapa dia sama sekali tidak punya motivasi untuk melakukan apa-apa hari ini.
Dan begitu saja, malam pun kembali menyapa dari balik jendela. Malam semakin larut membuat perasaan sepi semakin berakar di hatinya.
Direngkuhnya guling erat-erat, Sunny membenamkan wajahnya dan berusaha tidak banyak berpikir. Tapi tidak bisa, wajah Sooyoung sesekali muncul dalam benaknya. Mengusik hatinya yang galau.
“Sooyoung…”

**

Sooyoung menguap lebar sambil membuka pintu rumahnya, bermaksud berangkat kuliah pagi. Dia tertegun ketika melihat siapa yang pagi-pagi sudah berdiri di depan rumahnya.
“Kamu…”
Penampilannya rapi dan manis. Kelihatannya juga bukan baru saja datang.
“Bisakah kamu mengijinkan aku untuk tinggal disini lagi?”
“Eh?”
“Kumohon.” Sunny membungkukkan badannya. “Sementara saja juga tidak apa-apa. Tolong ijinkan aku tinggal.”
Sooyoung masih tercengang. Sama sekali tidak menyangka gadis ini tiba-tiba akan kembali, bahkan memohonnya segala. Dikiranya gadis ini pasti sudah trauma dengan segala macam hal yang telah dilakukannya padanya.
Sooyoung menyandarkan tangannya di ambang pintu dan bertanya dengan nada serius. “Kamu tahu apa arti dari perkataanmu sendiri bukan?”
Sunny mengangkat wajahnya. “Tentu saja, aku mengatakan ini dengan kesadaran penuh atas semua konsekuensinya.”
“Ya, kalau di rumah ini akulah yang berkuasa.”
“Tentu, aku bersedia mengikuti semua arahanmu, Sooyoung-ssi.”
Sooyoung menyeringai. “Baiklah, kuterima. Kamu boleh tinggal disini selama apapun sampai kamu puas.”
“Benarkah?” Wajah Sunny menjadi cerah.
“Benar, tapi seperti yang sudah kukatakan. Dan kamu tidak bisa menarik kembali kata-katamu yang barusan.”
“Ne, arraseo.”
“Silakan masuk.” Sooyoung menyingkir untuk memberi Sunny jalan.
Sunny berjalan masuk.
“Sekarang aku mau ke kampus. Jadi kamu jaga rumah. Kamu bebas memakai rumah ini dan segala isinya selama tidak merusak. Dan ini kunci rumah kutitipkan padamu. Kamu kunci dari dalam. Ketika aku pulang nanti, kamu harus bukakan aku pintu.”
“Ya.” Sunny menerimanya dan melakukan seperti apa yang disuruh oleh Sooyoung dengan patuh.

Sunny POV

Rumah Sooyoung. Barang-barang Sooyoung. Seisi rumah ini penuh dengan keberadaannya.
Perasaan familier yang nyaman ini…
Dan debaran jantung ini… perasaan seolah aku dilahirkan kembali.
Kubuka kamar tempatku tinggal dan aku langsung disambut oleh hawa yang sangat akrab ini. Tata letak ruangan ini masih sama seperti terakhir kali aku meninggalkannya. Cermin seluruh badan itu juga masih disana. Kujatuhkan diriku ke atas kasur. Tekstur lembut kasur yang kurasakan seolah menyambut kedatanganku.
Ah, syukurlah aku datang kembali.

**

“Ahh… emph…”
Sooyoung dan Tiffany sedang bercumbu di toilet kampus. Sooyoung mendorong tubuhnya lebih merapat ke Tiffany, hingga punggung Tiffany melekat dengan tembok di belakangnya. Dia seperti terperangkap dan dihujani oleh ciuman-ciuman Sooyoung yang penuh gairah.
“Sooyoung ah… bukannya kamu ada kelas?”
“Sepuluh menit lagi,” kata Sooyoung di sela-sela menghisap leher Tiffany. Tangannya menyusup masuk ke balik baju dan bra Tiffany dan meremas gunungan kembarnya dengan gemas.
Tiffany meremas rambutnya saat Sooyoung menstimulasi putingnya yang mulai menegang. Napasnya memburu dan tampaknya pembawaannya sangat menikmati sesi bercinta yang kilat ini.
Sepuluh menit kemudian, Sooyoung menepati janjinya supaya tidak membuat Tiffany marah. Tiffany membetulkan kembali kerah bajunya sambil mematut cermin besar yang terpasang di toilet.
“Duh, nanti meninggalkan bekas tidak ya?” Tiffany menatap lekat daerah di sekitar lehernya. Saat ini memang belum tampak, tapi ada kemungkinan bekasnya muncul setelah beberapa saat.
Tiba-tiba sebuah choker dipasangkan ke lehernya.
“Eh? Ini.”
“Choker milikku, kupinjamkan padamu.”
“Gomawo^^”
“Haha, kukira kamu akan bilang kenapa bukan pink?”
“Hahaha, sebenarnya sih pingin bilang begitu. Kamu seperti bisa membaca pikiranku.”
“Yah…”
“Tapi terima kasih,” kata Tiffany sambil menyentuh choker pemberiannya.
“Lain kali akan kubelikan warna pink untukmu.”
“Gomawo.” Tiffany mengecup pipi Sooyoung.

**

“Fuhh…” Sunny menyeka keringat yang mulai bercucuran. Dia baru saja selesai membersihkan rumah.
Tepat setelah Sunny mengembalikan tongkat pel terdengar suara bel rumah.

Sooyoung POV
Tidak ada salahnya aku menekan bel. Menunggu gadis pendek yang pagi ini datang untuk membukakan pintu. Walau jujur kepalaku masih belum sepenuhnya meresapi kehadirannya kembali.
Cklek.
Pintu terbuka lebar dan aku segera melihat sosoknya.
“Selamat datang.”
Tanpa membalas perkataannya aku langsung melangkah masuk ke dalam. Melepas sepatu dan lagi-lagi aku menyadari perubahan tata letak posisi.
“Ini, kamu membersihkan rumah ya?”
“Iya.”
“Jadi kamu serius mau tinggal disini?”
“Iya, aku berpikir setidaknya aku ingin melakukan sesuatu sebagai ganti karena telah diperbolehkan tinggal disini.”
“Makanya kamu membersihkan rumah?”
“Iya,” jawab Sunny sambil mengangguk.
“Hem.” Aku tersenyum.
Sepertinya enggak jelek juga kubiarkan dia tinggal disini. Selain karena dia bisa bantu membereskan rumah, aku bisa menguasainya lagi di ranjang dan-
Mendadak sosok Tiffany sekilas muncul dalam pikiranku.
Ah, soal Tiffany lain lagi. Tidak ada hubungannya dengan gadis ini.
Dia kan akan menginap, makan, dan memakai fasilitas rumahku. Sayang kalau tidak dimanfaatkan.
“Umm, jadi aku boleh pakai kamar itu lagi?”
“Silakan. Kan sudah kukatakan kalau kamu bebas memakai rumah ini dan segala fasilitasnya selama tidak merusak. Perlakukan barangku dengan baik seperti kamu menjaga barang-barangmu sendiri.”
“Iya, gomawo.”
Jadi tidak sabar apa lagi yang bisa kulakukan dengan gadis ini.
Ah, aku harus memikirkan fantasi yang ingin kucoba.

**

Sunny POV

Sooyoung tiba-tiba memepetku ke tembok. Postur tubuhnya yang tinggi membuat sosoknya tampak mendominasi karena aku harus menengadah ke atas untuk bertemu pandang dengannya.
Aku melihat senyuman nakal tersungging di bibirnya.
Deg deg deg
Mungkinkah aku menginginkan ini?
Inikah sebabnya aku sama sekali tidak merasa keberatan walau harus ‘ditawan’ disini?
Tangannya menyusup masuk ke balik bajuku kemudian merayap naik ke atas.
Ah, tangannya terasa hangat. Aku merindukan sentuhan ini.
Saat itu merasakan seperti ada sesuatu yang keluar di bawah sana.
Eh tunggu, masa aku sudah basah? Padahal belum juga apa-apa.
Mendadak aku teringat akan tanggalan bulan ini. Celaka… jangan-jangan!

Sooyoung POV

Ketika aku hendak menyentuhnya mendadak dia mendorong tubuhku. Belum sempat aku berkata apa-apa, dia sudah lari terbirit-birit menuju kamar mandi.
Kenapa dengannya?
Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah tampak bermasalah.
“Soo-Sooyoungie… bisakah aku minta pembalut?”
Oh, rupanya begitu. Pantas saja. Jadi dia baru datang bulan ya?
Hemph, lucu!

Sunny POV

Aku merasa sedikit tidak nyaman. Tapi syukurlah dia mau memberiku pembalut, baik untuk yang siang dan malam.
“Fufufu…”
Dari tadi masih menahan tawa sendiri begitu. Sampai berair mata segala.
“Be-berhentilah tertawa.”
“Habis kamu lucu, ekspresimu waktu minta pembalut tadi. Aku jadi geli kalau mengingatnya lagi.”
Huh, padahal dia sendiri perempuan tapi dia menertawakan ini seperti anak kecil.
Eh, tunggu. Berarti ini artinya dia tidak jadi menyentuhku dong?
“Haha, kamu mau makan malam apa? Biar kupesan.”
“Eh? Aku sih terserah.”
“Hmm, coba kalau aku bisa makan kelinci.”
Bilangnya mau makan kelinci tapi kenapa dia melirikku dengan tatapan mata keranjang seperti itu? Memangnya aku kelinci?
Kemudian dia tersenyum-senyum dengan bodoh lagi.
Hahh… tapi entah kenapa aku tidak bisa membencinya.
Mendadak debaran jantungku bertambah kencang setelah berpikir demikian.
Mungkinkah aku menyukai Sooyoung? Tapi bagaimana bisa?

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Stockholm Syndrome (Chapter 5)" (35)

  1. snsd lover said:

    wowww..sweetnya jln ceritanya..walaupn soo nakal tp aku suka cara soo terima permohonan sunny utk tinggal samanya..mohon soo putuskan fany..beri aja fany ke taetae n terus sama sunny..lanjutin thor..i will be waiting..saranghae..

  2. O ye~ sunny bunny… comeback ke sooyoung… but moment nya… … kenapa bulan bertamu di waktu yang tidak tepat~ oh noouuu~ 😱😱😱 but hell yeah i love this story!!! 🙆🙆😄

  3. Hahaha….. Tumben Soo baik n gak ganas. Soo sama sunny aja, jgn ama fanny. Fanny kan punyanya tae. 😁😁😁

  4. Sunny ngerasa sepi tinggal sendiri kkk
    Kangen ama belaian nya soo kkk
    Akhirnya sunny balik ke rumahnya soo, di sambut baik lagi
    Lah kenapa tanggal merah nya pake dateng segala wkwk kan nggak jadi begituan wkwkwk
    Aduh kalo masalah ppany sih aku no ya
    kalo buat soosun aku sih yes kkk
    ppany selalu buat tae kok always wkwk
    Lanjut Thor di tunggu

  5. Ambil tmpat dulu.

  6. Eitssaa soofany di ig juga makin akrab ya thor jadi berasa banget nih bacanya.

    Aaahh soo awas ketauan fany, bisa busa “you die” hahaha
    Sunny memang mancing sooyoung :*

  7. Yaa soo knp sm fany jg sih,mang gak puas ya sm sunny

  8. Duh suny udah ketagihan di apa apain sooyoung fix deh suny kena syndrome stockholm kyk di judul
    Ayo thor bikin sooyoung kena syndrome lima hahaha

  9. S merah datang pada saat yang tidak tepat
    Sunny jadi ketagihan belaiannya soo nih

  10. Love Twin Trooper said:

    Haiyaaaa, So Sweet..
    Tiffany jadi pacarnya Sooyoung ya? or?

    Pokoknya mereka berdua so sweet..

  11. Kimrahmahwang said:

    Soo jadi berubah lembut gitu ke sunny biasanya mah ganas bgt. Fix bgt itu mah sunny jatuh cinta ke suyong tp perasaannya syoo masih blm jelas…
    Syo sama fany gimana sih ga cinta yaa??
    Yaudah lah fany nya buat taetae aja. Syo sama sunny aja haha

  12. riestakim said:

    Wah sunny galau karna gak tinggal dirumah syo :v ,tpi untung bisa tinggal dirumah syo lagi :3
    wkwk ditunggu next chap thor 😀

    Fighting!!

  13. Soo unnie nya genit…. XD
    Sunny unnie nya bener-bener yah…
    Siap” sakit hati lah dirimu Sunny unnie ku

  14. khfflovers said:

    Wah si syoo punya sidejob nih skr
    siang sama fany kalo malem sama sunny hahaha
    si sunny juga, rela mempersembahkan dirinya sendiri ke si byunsoo. Yah mungkin udah terlanjur klepek2 soalnya hehe
    lanjut!

  15. Uuhhhh sunny udh ketergantungan (?) nih sama soo, sampe2 rela untuk balik lagi ke rumah sooyoung dngn segala konsekwensinya,
    Hahahaha sunny ada2 ajah, disaat seperti itu malah datang bulan, btw soosun udh mulai bsa becandaan nihh, smoga abis ini timbul cinta di hati soo, fany kasih taeng ajahhh, 😀😁

  16. ppany sama soo nakal udahlah balik kepasangan masing masing taeny sana soosun , eh tapi gaada taeyeon ya? siapa tau muncul terus ppany berpaling ke taeyeon ahqhaha jahatnya

  17. ey c sunny y orng mh ga mao klo d paksa malah dy yg nyodorin diri..hadeh

  18. dirgayul said:

    Wiihhhh..ada y org yg minta d tawan ahahahaa.. Sunny sdh jatuh cinta sm Soo.. Tp Soo ad Paneehh?? Yg mna d plih?? Aq plih Yul ajaaa yaaa*bletakk ouucchh..

  19. byun913 said:

    sunny terperangkap pesona si tiang…
    ya dibandingin sma fany sunny msi mnang bnyak udh sering maen2 d ranjang wong fany aja msi d toilet gtu2 doank…

  20. sunny jadi punya perasaan sama soo. ditunggu lanjutanya thor ^_^

  21. “mungkinkah aku menyukai sooyoung,….?” sunny say.
    Iya kamu suka sooyoung, sunny..
    “…, tp bagaimana bisa?” sunny say.
    bisa aja, karna cinta datang dgn sendirinya xD
    hehe maaf hnya bantu jawab pertanyaannya sunny.. xD

  22. hennyhilda said:

    Wuahh sunny mulai jatuh cinta walo soo mzh blm kynya tp sunny yg sbr y

  23. rkrystal24 said:

    Sunny ud ktgian sma prmainannya si shikshin 😀 lanjut thor keren bgt 🙂

  24. Jenong judes yul poenya said:

    Jiaaaahhhh… Gara2 ff ini q jd soosunatic (y) sebenarnya selain yulsic,q ga pernah baca ff yuri (terutama nc) but… Ff ini jjang 😀 otakku terkontaminasi lagi -_- #maygawd

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: