~Thank you for your comments~

Choi Sooyoung. Seorang gadis pecundang berusia 26 tahun. Masih lajang. Belum pernah bekerja, bahkan kuliahnya masih belum selesai. Motivasinya nol besar. Tidak punya ambisi selain berusaha menjalin hubungan dan meraih cinta sejati dengan seseorang.

Masih bergantung sepenuhnya pada finansial orang tuanya.
Sooyoung berciuman dengan gadis incarannya. Lama dan dalam. Ketika Sooyoung bermaksud memberanikan diri untuk melakukan french kiss, gadis itu keburu menyudahi ciuman mereka.
“Kamu memang pandai mencium, tapi masih kurang.”
Kemudian Sooyoung lagi-lagi ditolak. Ini sudah sering terjadi pada dirinya. Dia tidak pernah memiliki kesempatan menjalin hubungan dengan siapa pun. Karena merasa kesepian dan tidak suka dengan keadaannya yang seperti itu, makanya suatu hari Sooyoung mencari seseorang yang bisa dia jadikan untuk tempat pelampiasan rasa sepinya di internet. Saat itu secara kebetulan dia menemukan situs pelelangan Sunny. Ketika waktu pelelangan tidak lama lagi akan ditutup, karena tidak ingin kehilangan kesempatan itu makanya Sooyoung langsung berani membayar jauh lebih banyak daripada penawar tertinggi. Tentu saja dengan memakai uang pemberian orang tuanya.
Kemudian sekarang disinilah dia, masih menguasai gadis itu di rumahnya. Meski sudah berhari-hari berlalu sejak hari Sunny menyerahkan keperawanannya. Dia belum rela melepasnya. Apalagi setelah membayarnya begitu mahal, dan juga masih belum punya pacar.
“To-tolong istirahat sebentar…” erang Sunny, ingin sensasi ini segera berakhir.
Tapi Sooyoung tidak mengurangi kecepatannya. Menguasai gadis ini di atas ranjang telah menjadi kegiatan favoritnya di kala ingin melepas stres. Apalagi dia sendiri juga mendapat kenikmatan dari mencumbu Sunny.
Sooyoung masih belum berhenti padahal Sunny sudah orgasme 4 kali. Sunny sudah mencapai titik lelah.
Seandainya Sooyoung seorang namja, Sunny pasti sudah dibuatnya hamil. Tapi justru karena dia bukan seorang namja makanya Sooyoung merasa tidak tanggung tanggung. Setelah dirinya sendiri puas baru dia berhenti. Saat itu biasanya Sunny tidak lama kemudian tertidur lelap karena kelelahan. Kemudian Sooyoung akan memesan makanan lewat delivery, mandi, menerima delivery, dan meninggalkan Sunny di rumah seperti biasa dengan makanan yang tadi dipesannya.
Setelah Sunny bangun, biasanya dia akan langsung makan atau membersihkan diri dulu, seperti yang biasanya dilakukan beberapa hari ini. Sunny menyantap ayam goreng dengan seporsi nasi sambil nonton TV. Setelah 1 jam berlalu dia mulai bosan dan melakukan aktivitas lain. Karena melihat kondisi rumah semakin hari semakin berantakan maka hari ini dia terdorong untuk membersihkannya. Meski sama sekali tidak disuruh. Sebenarnya juga bukan karena mau, tapi hanya karena dia tidak tahan melihatnya. Sekalian dia juga melaundry pakaian Sooyoung serta pakaian yang dia pinjam dari Sooyoung.
Sunny merasa beres-beres rumah seperti ini lebih baik daripada terus bersantai, karena lama-lama dia bosan sendiri.
Saat hari sudah senja, semua pekerjaan rumah tangga sudah beres. Lantai rumah lebih enak untuk ditapaki. Tidak ada lagi pakaian-pakaian yang berserakan. Semua pakaian kotor sudah dicuci, tinggal menunggu kering. Tempat-tempat yang kurang rapi sudah dirapikan.
“Nah, kalau begini kan jadi lebih enak untuk ditinggali.” Sunny mengelap butiran peluh di dekat telinganya, merasa puas dengan hasil jerih payahnya.
Sekarang tinggal menunggu Sooyoung pulang, sekarang apa yang harus dilakukan? pikirnya.
Sunny berpikir ingin menggunakan waktu ini untuk membaca-baca saja. Dia kembali ke kamar. Saat itu dia menemukan novel kemarin di atas meja kamarnya. Pipinya langsung terasa panas membayangkan kejadian kemarin.
“Tidak, aku tidak akan membacanya kalau nanti kejadian seperti kemarin terulang kembali,” kata Sunny sambil menggelengkan kepala dan meraih buku itu untuk diletakkan ke lemari buku.
Tidak lama terdengar suara pintu terbuka dari arah depan.
“Apa itu Sooyoung?”
Sunny menuju ke ruang keluarga untuk menyambut kedatangannya. Setelah mengunci pintu Sooyoung melepas sepatunya, kemudian dia menyadari ada perubahan. Sepatu-sepatunya tertata rapi dalam rak sepatu. Ketika dia menapakkan kaki di lantai juga rasanya permukaannya lebih mulus dan nyaman, tidak ada noda. Pakaian-pakaian yang tadinya berserakan karena Sooyoung suka menanggalkan pakaiannya seenaknya seperti ular berganti kulit pun sudah tidak ada.
“Sudah pulang?” Sunny berdiri tidak jauh darinya.
“Ini, kamu bersihin rumah?”
“I-iya.” Sunny menunduk, mendadak merasa takut karena dia telah berbuat seenaknya tanpa ijin. Tapi dia berusaha mengatakan alasannya untuk membela diri. “Habis daripada aku bosan karena tidak ada kerjaan, makanya aku…”
Sooyoung tersenyum. “Anak baik.”
Tanpa disangka-sangka, Sooyoung meletakkan tangannya di atas kepalanya dan mengusap rambutnya dengan lembut. Sunny mengangkat kepalanya. Saat itu dia berkontak mata dengan Sooyoung dan senyumnya sekali lagi terpatri dalam benak Sunny. Rona warna merah menyembul di pipinya sebagai respon momen itu.
“Karena kamu sudah jadi anak baik maka aku punya suatu kejutan buat kamu.”
“Eh?”
“Mari kita ke kamar.” Sooyoung menarik tangan Sunny dan berjalan masuk ke kamar. Tas untuk ke kampus yang dibawanya diletakkan begitu saja di atas meja, kemudian dia berpaling menghadap Sunny.
“Sekarang, telanjang.”
“Eh? Anu… kejutan yang kamu maksud…” Sunny menatap Sooyoung dengan takut-takut bagaikan kelinci yang sedang terpojok oleh predator.
“Iya, aku bermaksud memberikannya, tapi pertama kamu harus telanjang dulu.”
Karena merasa tidak bisa menolak, Sunny mulai membuka bajunya. Mulai dari kancing bajunya yang paling atas, dalam gerakan slow motion karena masih merasa tidak yakin. Sooyoung sudah tidak sabar menunggu.
“Kelamaan.” Akhirnya dia sendiri yang turun tangan. Menyingkirkan tangan Sunny yang menghalangi dan membuka paksa semua busana yang dikenakannya dengan cekatan. Sampai Sunny merasa seperti sedang diperkosa.
Tubuhnya dihempaskan ke atas kasur kemudian kedua tangan dan kakinya diborgol. Tapi di atas semua itu, tiba-tiba sehelai kain dipasang menutupi kedua matanya.
“Eh? Eh?!”
Sunny kaget karena pandangannya menjadi gelap. Hanya terlihat sedikit celah di bagian bawah berkat hidungnya yang mancung. Tapi itu pun masih tidak terlihat apa-apa. Dia berusaha meronta, tapi borgolnya menahan tubuhnya di tempat.
“Karena kalau kamu bisa melihatnya bukannya namanya bukan kejutan.”
Kemudian dia merasa Sooyoung telah beranjak dari kasur dari goyangan yang dirasakannya.
“Kali ini apa lagi yang hendak dia lakukan padaku…” rengek Sunny dengan suara kecil.
Beberapa saat kemudian.
“Maaf lama menunggu.”
Dadanya berdebar-debar memikirkan apa yang hendak dilakukan gadis jangkung itu padanya. Beberapa detik kemudian Sunny merasakan sesuatu ditempelkan di atas dadanya.
“Dingin!”
Sooyoung mengusapkan benda itu di seputar putingnya.
“E-es?!” Tanya Sunny.
Sooyoung terus mengamati selama benda berbentuk kubus kecil itu perlahan meleleh oleh panas tubuhnya. Kemudian dia menggunakan bibirnya untuk membawa turun esnya ke perut Sunny. Kemudian membuatnya mengitari pusarnya.
“Anghh…” Sunny merasakan sensasi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Rasa dingin es mengusap permukaan kulitnya hanya pada bagian-bagian tertentu. Apalagi sambil diikat dan ditutup matanya seperti ini. Membuat sensasi yang mendebarkan itu efeknya jadi dua kali lipat.
Sooyoung menggodanya dengan memasukkan es itu ke dalam mulutnya. Mengusap perutnya yang basah dengan tangan hingga kering kemudian mengeluarkan es itu lagi ke atas perutnya.
Perut Sunny tampak mengencang karena terangsang, kali ini Sooyoung mengambil es yang lain untuk diletakkan disana.
Tidak lama kemudian, Sunny merasakan dinginnya es di daerah kewanitaannya. Sooyoung menempelkan dan menggosok-gosok klitorisnya dengan es.
“Uhhh…ahhh…”
Sooyoung tidak peduli meski es yang mencair itu membuat kasur basah kuyup. Dan hawa dingin esnya membuat jari-jarinya kaku.
Setelah esnya mencair hingga setengahnya, Sooyoung mendorong masuk es itu ke dalamnya. Es itu meluncur masuk dengan mudah karena basah dan licin.
Sekarang Sunny merasa bagian dalamnya ikut merasa dingin. Tak pernah terbayangkan seseorang akan memasukkan es ke dalam sana.
Karena licin, es itu meluncur keluar setelah Sooyoung mencabut jarinya. Sooyoung mendorong es itu masuk kembali ke dalam, dan kali ini tetap menghalanginya dengan jarinya.
Bibir Sunny membuka dan menutup, nafasnya tidak beraturan. Sooyoung tersenyum puas dan berniat ingin memasukkan es ke dalamnya lagi.
Di tengah sesi yang ‘dingin’ itu, tiba-tiba ponsel pintarnya yang berada dalam tas berbunyi.
Sooyoung merasa kesal karena terganggu, tapi dia tetap beranjak untuk menjawab panggilan masuk. Tapi begitu melihat nama pemanggilnya, mendadak suasana hatinya berubah.
“Yeoboseyo.” Sooyoung menjawabnya dengan nada riang.
“Uh, ya, enggak sibuk kok.”
Sementara Sunny berusaha mendengarkan dengan seksama sambil menajamkan pendengarannya. Dari yang dia tangkap, Sooyoung tampaknya senang menjawab pemanggilnya.
“Iya, tentu saja aku mau. Sekarang bisa. Hu uh, oke, aku akan segera kesana.”
Telepon ditutup.
Ada apa gerangan, pikir Sunny saat Sooyoung melepaskan borgol yang membelenggu tangan dan kakinya.
“Aku ada janji penting, jadi kalau mau makan malam, kamu masak sendiri. Kamu boleh pakai bahan apa saja, baik di dapur maupun di kulkas.”
Serius ini? Pikir Sunny saat dia melepaskan sendiri penutup matanya.
Dia sudah hampir tidak sempat melihat Sooyoung lagi karena gadis jangkung itu buru-buru keluar kamar.
Tidak sampai hitungan menit, Sunny sudah dibiarkan seorang diri di rumah ini.
“Padahal sedang asyik…” Sunny mengidamkan lanjutannya saat dia melihat rak plastik kecil berisikan es yang memancarkan hawa dingin di sampingnya duduk.
Tubuhnya sedikit menggigil, jadi akhirnya Sunny mengembalikan es itu ke kulkas dan pergi mandi air hangat. Di tengah mandi air hangat, Sunny merenung. Entah sejak kapan dirinya mulai betah tinggal di rumah ini. Ada sedikit rasa merindukan rumah dan kamar tidurnya.
Jalan pikirannya terhenti ketika hasrat yang sempat terhenti tiba-tiba datang kembali menerpa dirinya. Karena tidak ingin frustasi berkelanjutan, maka Sunny mulai meraba tubuhnya sendiri, dan akhirnya menggunakan semprotan air dari shower untuk memuaskan diri hingga mencapai klimaks.
Makan malam, Sunny memasak ramyun di dapur. Supaya tidak terasa sepi dia sudah menyalakan TV sedari tadi. Biarpun tidak ditonton, setidaknya suara-suara orang di TV dapat menjadi pengisi suara latar belakang.

**
Sementara saat itu, Sooyoung sedang menikmati makan di restoran berkelas bersama dengan gadis incarannya.
“Jujur aku tidak menyangka kamu akan benar-benar menghubungiku dan mengajakku duluan.”
“Hmm, apa kamu tidak suka gadis agresif sepertiku Sooyoung?”
“Justru sangat suka. Tidak pernah aku bertemu dengan gadis yang sangat menarik sepertimu, Tiffany.”
“Hahaha, kamu menggombal.” Tiffany tertawa dan memperlihatkan eye smilenya, yang menurut Sooyoung sangat cantik.
“Katakan apa yang ada pada diriku yang membuatmu tertarik.”

**

Setelah matang, Sunny membawa ramyunnya ke atas meja makan dengan menggunakan kain penahan panas.
“Baiklah, saatnya makan.”
Sunny menyeruput ramyunnya langsung dari panci. Dengan memakai sumpit dan makan dengan penutup panci selayaknya ciri khas orang Korea. Selama makan, Sunny masih ditemani oleh suara-suara obrolan dari TV.
Sunny berpikir saat ini Sooyoung mungkin sedang makan malam bersama dengan seseorang.

**

Sehabis makan malam, Sooyoung diajak Tiffany pergi karaoke. Disana Sooyoung mendengar suara merdu Tiffany dan dia menjadi semakin jatuh cinta. Tanpa terasa, 2 jam berlalu dengan cepat.
“Ahaha, malah jadi keasyikan begini. Kuharap kamu tidak bosan karena aku mengambil bagian lebih banyak.”
“Tidak sama sekali. Justru kalau bisa, aku ingin mendengar nyanyianmu lebih sering.”
“Duh Sooyoung, apa kamu terbiasa menggombal seperti ini?” Tiffany menepuk pundaknya dan menampakkan eye smilenya lagi.
“Rasanya jadi enggak ingin pulang sekarang…”
“Yah, malam masih panjang, bagaimana kalau kita karaoke sejam lagi? Itu juga kalau kamu tidak keberatan sih.”
“Usul yang bagus^^”
Setelah menambah waktu 1 jam lagi, Sooyoung mengantar Tiffany pulang ke rumahnya.
“Terima kasih, aku sangat senang bisa jalan denganmu malam ini.” Tiffany menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan langsung melumat bibirnya. Sooyoung sampai mabuk kepayang dibuatnya.
“Ayo kita jadian^^”
Ajakan Tiffany membuat hatinya melambung bahagia. Bisa dipastikan malam ini dia tidak akan bisa tidur karena ini.

**

Setelah selesai mengganti seprai kasur, Sunny langsung pergi tidur tanpa menunggu Sooyoung pulang lagi.

**

Sudah beberapa hari ini Sunny sama sekali tidak disentuh oleh Sooyoung. Tapi Sooyoung juga tidak pernah memperlakukannya dengan buruk.
“Kamu sudah makan?” Tanya Sooyoung sepulang dari kampus.
“Hem,” jawab Sunny sambil mengangguk.
“Oh.” Kemudian Sooyoung memalingkan tubuhnya dan berjalan masuk ke kamarnya.
Karena percakapannya tidak berlanjut, maka Sunny juga kembali ke kamarnya.
Saat sedang merapikan meja ternyata Sooyoung datang ke kamarnya.
“Ambillah.” Tiba-tiba sebuah tas tangan diberikan padanya.
“Ini…” Sunny memegang benda itu dengan tidak percaya. Tas ini adalah tas miliknya yang telah lama terlupakan.
“”Maaf sudah menahanmu terlalu lama. Sekarang kamu boleh pulang.”
Sunny kembali memandang Sooyoung dan dia menemukan segurat penyesalan terlukis di wajahnya.
“Aku sudah memberi biaya tambahan sebagai kompensasinya,” kata Sooyoung sesaat sebelum meninggalkan ruangan.
Setelah itu, Sunny membuka tas tangannya dan di dalamnya dia menemukan semua barangnya masih utuh, termasuk kunci rumah dan smartphonenya yang dalam keadaan mati.
Sunny bertanya-tanya dalam batin. Benarkah ini? Aku sungguh-sungguh boleh pulang sekarang?

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Stockholm Syndrome (Chapter 4)" (37)

  1. ninggalin jejak dulu…

  2. eh? ini nc nya kayak di film fifty shades of gray wkwkwk. but, bagus thor lanjuutt.. untung updatenya pas abis buka puasa kekeke #plak

    author jjang!

  3. snsd lover said:

    hahaha..untung hbis brbuka..soo jgn sruh sunny prgi..mohonn..

  4. Ini … Ya ampun aku baru baca, sepertinya seru apalagi cast nya soosun, ingin baca part awalnya tapi takut ketagihan isinya pasti soosun anuan semua xD

  5. byun913 said:

    sunny bklan kangen sentuhan soo nih atau mlh sunny gk mau pulang… jd bklan ada hot scene soofany thor

  6. Lilis alawiyah said:

    Aku bru denger nananina yang dingin , kan biasanya hangat malah panas.

    Yeyeye akhirnya soo lpasin sunny, gk sbar liat soo merana merindukan fany.

  7. yahh sunnynya dipulangin :3 hati2 ada ppani dibalik batu.. :3 ntar kalau ppani jahat soo pasti balik ke sunny lg. jgn ngasih sunny gitu aja ke youngie ya thor bkin sunny untuk susah didapatkan, sooyoung hrs jungkir balik pokonya buat dapetin sunny hehe
    Lanjut thor, fighting

  8. Wah… fifty shades of grey……….

  9. Ambil tmpat dulu.

  10. Fany? Huaaaa pasangan tak terduga. Suka sekali fany yg agresif 😍 soo stuck di fany gitu. Sunny mulai mau lebih cieee one more time cieee

    Gak sabar dengan sweet moment selanjutnya, ntah soofany atau soosun. Semuanya daebaaaakkk thor

    Semangat thor ceritanya seru dan gue bisa dengan mudah ngebayangin(?) lhooo wakakka

  11. Rachmalia said:

    Pasti nanti Sunny kangen sama Sooyoung atau sebaliknya πŸ˜€
    Gak nyangka ada SooFany :v
    Lanjut thor.. πŸ˜€

  12. Wah sunny mulai betah nih tinggal ama sooyoung, ntar sunny rindu lho ama sooyoung kkkk
    Lah kok jadinya malah soofany Thor πŸ˜₯
    Nggak kebayang ntar jadinya kayak gimana, soalnya kalo ada ppany stok nya cuma buat Tae wkwk

  13. Kimrahmahwang said:

    Authornya pasti terinspirasi sama fsog. Pas ditempat tidur adegannya sama
    Eh syoo udh dapet apa yg dimau. Sunny nya ditinggalin. Pasti sedih tuh dan bakalan kangen sama syo si sunny…

  14. Yah, kok sunny pulang~ yah~ yah~ yah~ but i like this, semoga next chapie ada sedikit kontra antara soo dan sun ^^

  15. Waduh kasian sunny . habis manis sepah dibuang πŸ˜‚

  16. Yeah akhirnya soo lepasin sunny juga. Awas lu soo ntar malah kangen

  17. Alahhh, Sunny unnie, jangan pulang…
    Sooyoung unnie pasti suatu saat butuh kamu
    Jangan pulang…..

    Iyeeeeee, Maifate unnie comeback! Senangnyaaaaa πŸ˜€
    Padahal semalam udah mampir di wp ini, masih aja ketinggalan. Huffttt -_-. Gara-gara baca ff SooSun yang lain nih
    Ahhhh, senangnya kalok tiap hari bisa baca ff SooSun kayak gini πŸ˜€
    Maifate unnie, semangat !

  18. beliveintaeyeon said:

    aduh gwe telat dan parah nya gwe baca skrnk itu jam 11 siang …
    gak bikin batal kan……???? gwe pan cma baca gak ada yg slahkan πŸ˜€

    tuh kan gwe blng psti ppany incran yg baru. kasian sunny habis manis sepah nya di lepeh wkwkkkkkk…
    knpa hrus ada ppany . biarin aja sunny yg dimainin nya thor ….??
    bahasa gwe apa coba mainan …..????

  19. riestakim said:

    Yah Soo ngelepasin Sunny gara2 udah ada ppany , ckck
    Author ini bukan fifty shades of Choi kan wkwk :v

  20. Hai thor :-D, di chap 4 ini NC nya lumayan bikin deg2an. πŸ˜€
    bentar thor, mau tnya kok soo jadian’a sma tiffany? Bkan’a yg diska itu njess?
    Sunny kecewa ya udh di bebasin, lanjut lg thor. πŸ˜€

  21. Uwow kyk fifty shared of grey di kasi es batu n ceweknya menikmati wkwkkw
    Belum bisa nebak kelanjutan ceritanya
    λŒ€λ°•!!! Good job!!!! Lanjut thor

  22. hennyhilda said:

    Huaaaa bgz utk hati yg sedang hancur #duhh qo jd curcol 😱
    Kynya fany bkl cm mw manfaatin soo j deh n nnt soo jg nysel krn udh biarin sunny pulang trz nyari sunny lg deh hohohoho πŸ˜€

  23. Yeaaa akhir ny Sunny bebas.. ayoo Sunny nunggu aplgi keluar dri rmh Soo.. hidup tenang dan cari cinta sejati d luar sana.. jgn ngarepin Soo lg.. siapa tao ketemu Hyomin..
    Soofany bagos deh.. Soo ny ga kesepian lg.. lanjut thor update ny cpt y thor

  24. khfflovers said:

    β€œPadahal sedang asyik…” —> nyahaha mulai betah nih sunny hehehe
    Itu suasana dingin kayaknya kurang tanda petik dua tuh hehe
    wah wah wah wah wah sunny jangan pergi. Jangan2 soo ntar kangen begituan sama sunny *-*

  25. Sunny makin nikmatin sentuhan soo hahaha

  26. Jadi keinget fifty shades of grex
    Gimana cara masukin esnya tuh wkwkwk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: