~Thank you for your comments~

Sooyoung ingin mencoba berbagai posisi. Terkadang aku merasa seperti direndahkan. Kali ini pun dia memakai double ended strap onnya.
“Nungging.”
Sekarang ini ia ingin mempraktekkan gaya anjing dan aku menuruti kemauannya. Aku berlutut sambil meletakkan kedua tanganku di atas kasur sejajar dengan lututku.

Dia menggosok-gogokkan ujung strap onnya yang membuatku geli kenikmatan sebelum memasukiku dari belakang.
“Auhh!”
“Uwah posisi seperti ini hot juga. Pantas banyak dilakukan dalam film porno.” Sooyoung menyeringai, tangannya gatal meremas pantatku. Dia mulai bergerak maju mundur. Setiap hentakannya membuat tubuhku bergoyang mengikuti gerakannya. Sekarang sudah tidak terasa sakit lagi dan rasanya nikmat. U-ukh tapi aku masih belum terbiasa dengan perasaan nikmat ini. Apakah memang seperti ini rasanya berhubungan intim?
“Baiklah, selanjutnya kamu yang bergerak.”
“?”
“Kalau mau, kamu yang harus bergerak sendiri.” Sooyoung menyunggingkan senyum yang terlihat menyebalkan. Dia tidak menggerakkan tubuhnya lagi.
Ja-jahat, padahal dia yang memaksa melakukan ini tapi sekarang dia mau aku yang bergerak?
Aku mengerang frustasi. Karena rasa nikmat ini terhenti di tengah-tengah sementara tubuhku seperti gurun yang haus akan oasis kenikmatan ini.
“Ayo Sunny, goyangkan pinggulmu.”
Dia benar-benar mengejekku. Tanganku meremas seprai mencoba untuk tidak mendengar pancingannya. Tapi pada akhirnya aku kalah oleh hasrat ini. Aku menggerakkan pinggulku pelan.
“Anak baik. Begitu dong.” Dia mengelus kepalaku seolah aku adalah binatang peliharaannya. “Lebih cepat lagi.”
“Ukh…”
Tidak, aku melakukan ini demi kenikmatanku sendiri, bukan karena terpancing suruhannya.
“Lihatlah bayanganmu di cermin.”
Sebelum kami melakukannya, Sooyoung telah memasang cermin seluruh badan yang cukup lebar di kamar ini. Disana terlihat bayangan diriku dan Sooyoung dalam keadaan telanjang bulat. Aku sendiri agak terkejut melihat ekspresi yang saat ini kutunjukkan. I-itu aku?
Dia menelungkup di atas tubuhku dan berbisik di dekat telingaku. “Lihatlah, pipi yang kemerahan.” Jemarinya mengelus pipiku. “Dan rambut yang berantakan.” Matanya kembali tertuju pada bayangan kami yang terpantul di cermin. “Bibir yang setengah membuka seolah mendambakan kenikmatan seks.” Jemarinya berhenti tepat di dekat bibirku. “Kamu benar-benar tampak seperti gadis nakal.”
Tidak… itu tidak benar.
Jarinya masuk ke dalam mulutku. Jadi sekarang aku terpaksa mengemut jarinya. Kurasakan jari dalam mulutku bergerak pelan keluar masuk.
“Lihat, bahkan goyangan pinggulmu pun mulai bagus.”
Kapan kamu akan berhenti menggodaku…
Dia mencabut jarinya dari mulutku dan kulihat ada seutas benang saliva yang terhubung dari mulutku ke jarinya sampai akhirnya jarak memutuskannya.
“Baiklah, ini sebagai hadiahnya.”
Dia memegang pinggulku dan mendorong masuk dengan kasar.
“A-ahhh!”
Dia mulai bergerak dengan cepat dan liar. Bahkan gerakannya diberi variasi, kadang dia hanya masuk sedikit, kemudian tiba-tiba dalam dan disertai dengan gerakan memutar. Sampai aku merasa diaduk-aduk.
Ke-kenapa melihat bayanganku sendiri yang digituin Sooyoung malah membuatku semakin terangsang? Aku dapat merasakan denyutan di bawah sana tiap kali melihat di cermin Sooyoung yang menggerakkan tubuhnya menyebadaniku.
Gawat… jangan-jangan aku memang mulai kecanduan.
Lalu tiba-tiba dia mencabutnya begitu saja. Padahal aku belum mencapai klimaks.
“Ah capek! Sekarang aku berbaring deh. Kamu naik di atasku.”
Seringai menyebalkan itu kembali tersungging di wajahnya, membuatku merasa sebal. Tapi lagi-lagi aku kalah. Kenapa badanku tidak mau menuruti logikaku…
Aku berjongkok di atasnya. Mengarahkan benda yang sudah berlendir oleh cairan cintaku lalu kemudian mendudukinya hingga benda itu tertanam ke dalam.
“Uhh…”
Rasanya sesak seperti sampai ke perutku. Mungkin karena ganti posisi.
“Hem, begitu Sunny, sekarang gerakkan pinggulmu naik turun.”
Badanku terasa panas sampai dapat kurasakan di pipiku. Kucoba untuk menggerakkan tubuhku ke atas, lalu turun dengan pelan.
Ah, aku masih belum terbiasa dengan posisi seks begini.
Tubuhku bergetar akibat rangsangan yang kurasakan. Sehingga aku harus meletakkan tanganku di atas perutnya untuk menopang sebagian tubuh atasku.
“Mmh… ahh…”
Masih dengan kedua tangan di atas perutnya aku mencoba untuk bergerak turun naik dengan gerakan perlahan.
Dia tersenyum, tampaknya menikmati sekali usahaku yang baru pertama kali melakukan dalam posisi woman on top. Kedua tangannya terangkat untuk meremas-remas payudaraku. A-ah jarinya mencubitku…
“Hehe.”
Aku dapat merasakan tubuhku sebentar lagi hampir klimaks, jadi aku mempercepat gerakanku. Sampai tubuhku mulai memproduksi keringat.
“Tidak sabaran sekali.” Dia terus menggodaku, tapi itu tidak memperlambat gerakanku.
“Seksi.” Nafasku semakin memburu disertai dengan usapan jarinya pada payudaraku, tidak lama kemudian aku mencapai klimaks. Aku mendesah panjang kemudian jatuh menimpa tubuhnya karena lututku terasa lemas sehabis klimaks.
Saat sedang mengatur nafasku, aku dapat mendengar dia bernafas berat. Mungkinkah barusan dia juga orgasme? Selama hampir semenit kami berada dalam posisi seperti itu sampai kelopak mataku mulai terasa berat.
“Baiklah, sudah cukup untuk hari ini.”
Aku berusaha mengumpulkan tenaga ke tanganku untuk bangun dan menyingkir dari atas tubuhnya. Ada perasaan aneh ketika benda itu tercabut dari tubuhku. Kemudian dia bangun, melepas strap onnya dan meninggalkanku seorang diri. Aku tidak berpikir panjang lagi dan kemudian tertidur lelap.

**

Sooyoung POV

Bodoh sekali kemarin aku menangisi gadis seperti dia, hanya karena dia memposting sudah punya pacar di media sosialnya. Sudah kuputuskan untuk tidak akan menangisinya lagi dan move on.
Aku akan mencari orang lain. Tapi pertama-tama aku akan memanjakan diri dengan makan dulu.
Aku menempati salah satu tempat di kantin dan mulai memakan semua makanan yang kupesan, hamburger bic mac, kentang, dan segelas pepsi.
Sialan, Jessica. Dia pikir dirinya bahagia. Akan kutunjukkan kalau aku bisa lebih bahagia tanpa dirinya, pikirku sambil menggigit kentang dengan gemas, lalu memakan bic mac dengan gigitan besar. Ah, setidaknya makanan yang nikmat ini sedikit menghibur hatiku.
Saat itu mataku menangkap sosok yang berjalan dengan feminin. Pantatnya bergoyang dengan seksi sewaktu dia jalan. Rambutnya yang panjang berkibar tertiup angin sampai aku sempat melongo.
Hmm, target baru ditemukan, pikirku sambil menyeruput pepsi dengan sedotan.

**

Sunny POV

“Hahh…”
Aku bosan karena tidak ada yang bisa kulakukan. Sudah dari pagi aku hanya duduk menonton TV, sama sekali tidak ada acara yang menarik.
Berapa lama lagi aku akan dikurung disini? Semua jalan keluar terkunci, jendela juga memiliki pengaman jeruji besi, walau kupecahkan sekalipun tubuhku tidak akan bisa melewatinya.
Tapi kenapa aku juga sepertinya tidak terlalu keberatan?
Mungkin lebih baik aku baca buku saja, mungkin dia punya novel yang menarik. Setelah berpikir demikian aku mengambil remote TV dan mematikannya lalu menekan tombol off pada stop kontak.
Aku pergi ke lemari bukunya dan melihat isi pilihan bukunya.
“Roman juga tidak apa-apa deh.”
Saat itu aku melihat buku album. Karena penasaran, aku mengambilnya bersama dengan novel.
“Ini pasti album miliknya.”
Penasaran seperti apa masa lalu Sooyoung.
Kubuka halamannya dan mulai kucermati foto-foto di dalamnya.
“Hmm, kelihatannya cuma berasal dari keluarga biasa-biasa saja.”
Momen keluarga yang tampaknya normal. Sepertinya Sooyoung hanya anak orang kaya yang hidupnya normal.
“Ada foto masa kecil enggak ya?”
Yah tunggu, kenapa aku malah jadi ingin mengetahui latar belakangnya.
Setelah sampai pada halaman terakhir, kututup buku itu dan kuletakkan kembali ke tempat.
Ada satu album lain, tapi kesimpulannya tetap sama seperti tadi. Tapi sejak aku tinggal beberapa hari ini tidak ada siapa pun di rumah selain Sooyoung. Aku juga tidak menemukan tanda-tanda ada orang lain yang tinggal serumah dengannya, dari sepatunya, dari baju-baju yang berserakan di ruang tengah. Berarti mungkin rumah ini memang untuk ditinggali Sooyoung seorang diri.
Kemudian aku kembali duduk di atas kasur. Menata beberapa bantal untuk tempat punggungku bersandar kemudian duduk tenang dan mulai membaca. Tapi setelah lebih dari 20 halaman, aku merasa ceritanya mulai menjurus ke arah situ.
Masa sih ini… novel erotis?
Kedua karakter utamanya sesama perempuan. Diawali dengan ciuman kemudian mereka mulai bercumbu dan mendadak aku jadi tidak bisa melepaskan diriku dari novel itu. Mataku membaca kata demi kata sambil membayangkan adegan panas tersebut dalam benak. Kenapa aku malah jadi semakin tertarik? Mungkin karena ini pertama kalinya aku membaca novel seperti ini. Akibatnya tubuhku mulai bereaksi. Apalagi selama beberapa hari ini tubuhku merasakan nikmatnya seks.
Kuselipkan tanganku di balik celana dan kemudian menyentuh di bawah sana dengan jemariku. Ternyata sudah basah…
Perlahan, kusentuh tekstur yang basah itu. Kemudian mencoba menggerakkannya naik turun sampai aku menemukan titik yang membuatku panas seperti dialiri listrik.
“A-ahh!”
Apa ini? Rasanya luar biasa padahal aku bahkan tidak memasukkan jariku.
Kuusapkan jariku di sekitar area itu dan sensasi itu datang kembali.
Kulanjutkan membaca tanpa berhenti menggerakkan jariku. Karena kurasakan jariku semakin basah hingga aku berpikir ingin melepaskan celanaku supaya tidak basah.
“Aku baru saja pulang kampus dan disuguhkan pemandangan seperti ini.”
“Soo-Sooyoungie?!” Aku kaget melihat dirinya sudah berada di ambang pintu. Kenapa aku sama sekali tidak mendengar kedatangannya sedari tadi?!
“Ternyata kamu memang nafsuan.”
“A-ani!”
Cepat-cepat aku menarik tanganku dari dalam celana, menutup bukunya, dan meletakkannya di sebelah. Diam-diam mengusap jariku yang basah di ujung baju.
“Tertarik sama novel erotis, Sunkyu?”
“Aku cuma mencoba membacanya sekilas karena tidak sengaja menemukannya!”
“Membaca sambil masturbasi, apa itu bisa disebut baca sekilas? Bilang saja kalau sekarang kamu kecanduan seks, kamu gadis nakal.”
“Aku bukan gadis nakal!”
“Tapi aku suka gadis nakal.”
Deg!
Saat itu walau dia tersenyum mengejek, namun auranya memancarkan keseksian yang sulit ditepis dari hatiku. Aku seperti terbawa oleh feromonnya saat dia menaiki tubuhku dan mulai melucuti pakaianku. Kemudian akhirnya aku menyerah dan semua berjalan sesuai kemauannya.

β™‘To be Continuedβ™‘

Advertisements

Comments on: "Stockholm Syndrome (Chapter 3)" (41)

  1. Woooohh~ panas euy~ kebakar nih, tolong 911 panggilkan siram ane sebelum gosong~ wkwkwkwk
    As usual, keren… walau agak ngambang antara ch 2 ke ch 3 nya hehe *menurut ane sih* Good job lah pokoknya πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  2. snsd lover said:

    no comment but i like this..pingin tahu lanjutannya..semoga thor slalu mndpt idea utk bikin ff yg lain2

  3. Wuah wuah wuah. Gile πŸ˜€ Nggak tau mau bilang apa kak πŸ˜€ Daebak XD
    Grogi sendiri aku bacanya :v

    Makasih yah kak, karna kakak udah sambung ceritanya. Buat chap selanjutnya, aku akan setia nungguin πŸ™‚ Semangat kakak Maifateeeeeee πŸ˜€

  4. Ambil tmpat dulu.

  5. aarrrggghhhhh soo bad girl! sakit hati yang bikin frustasi dan akhirnya melampiaskan ke orang lain~ hahahaha! aku suka cerita ini terlepas dari adegan ehem seksinya. haha ditunggu update-an selanjutnyaa~~~

  6. hennyhilda said:

    Haduhhh ni nc jjang bgt!! 😘😘😘
    Nih author kece bgt klo bikin ff yg nc-an,oke bgt hahahaha πŸ˜€

  7. Njiiir sunny dibuat ngefly mulu dah dimari XD… soosun yang full β€˜anuan’ cuma di wp lu thor plus yg paling hot πŸ˜€

  8. Kimrahmahwang said:

    Selalu yaa soosun. Tiap hari apa mereka kek gitu??._.
    Lanjut aja dah lanjut. Bingung mau komen apaan haha πŸ˜€

  9. tuYUL_SICk said:

    ngak sunkyu jd ketagihan sooyoung seneng dah :v

  10. Gila . gaya itu pun dicoba . sooyoung what’s wrong with u xD
    Kasian sunny nya itu . dia jadi kecanduan .
    Gimana berentinya kalo gitu .

  11. Lilis alawiyah said:

    Greget bnget nunggu klimaks ceritanya kapan?? Sunkyu tinggalin soo ajh. . . Nanti dia nyesel trus ngejer kmu juga. . . .

  12. Oh my god

  13. byun913 said:

    bkn kemauanya lgi sunkyu… sunny bner2 terbuai belaian soo

  14. Hehe sunny jadi kecanduan noh..
    jadi sunny cuma buat pemuas nafsu nya soo aja ya
    Lanjut deh Thor di tunggu lho

  15. Sunny udah keenakan di gitukan. Kekekeke. Tapi kasian juga sunny di buat jadi mainan nya soo. Sesuka hati di pakek. Udah deh soo di lepas aja deh sunny. Suruh pulang ke asalnya.

  16. dirgaYul said:

    Uuhh jd ikutan byun jg kyaaaa Sunkyu…ojooo toohhhh..huaaaa.. ktinggalan trs critanya.. Tp ttep semangat bacanya dong ahahaaha.. makasih..

  17. Uwaaah,,gile lu thor,,gue jadi keringetan nih bacanya
    Gue jadi suka soosun setelah baca ini
    Lu itu paling jago kalo udah buat ff kek gini,,dan gue salulu nunggu wkwkwk #plak
    Pokoknya daebak dah

  18. beliveintaeyeon said:

    NC nya mNtap wkwwkkkkk..
    gwe mah jujurr gwe suka krna ini bnyak NC nya dan soosun yg main wkwkkkkkk….
    sunny udh kecanduan itu . mana soo dpat mangsa baru lagiiii …
    nanti nasib suny gmna …….?????
    gwe curiga mngsa bru soo psti si tippany kan -,-
    tebKan gwe ke nyonya kim sih wkwkkkkkk

    oke lah di tunggu next NC nya πŸ˜€ πŸ˜€
    #eh next chapter mksudnya…
    ngeles akaakkkkkkkkk

  19. khfflovers said:

    Woih nih chapter hot banget seharusnya pake font merah biar lbh menjiwai hot nya hhoho

  20. sooyoung nakal, kasian sunny jd hnya seperti dimainin mudah2an bibit2 cinta diantara mreka cepat tumbuh dan terus tumbuh dgn subur dgn semakin berjalannya waktu ck komen jenis apa ini -?- mian author aku bingung mau komen apa hehe yg pasti harus dilanjut sampai end ya chayoo bytw ncnya howt thor :3

  21. riestakim said:

    Seseorang plis siram gue pakek air panas #plak
    OMG Soo pervert banget ya :v kasian Sunny bunny xD wkwk tpi gue suka kok #lah

  22. claireen said:

    aku baca ff ini jadi ikutan panas dingin 😨
    jadi ikutan basah

    .
    .
    .
    .
    gelasnya basah aku isi es batu soalnyaπŸ˜„

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: