~Thank you for your comments~

A/N : Maaf karena lama nggak publish.
Enjoy

**

“Ahh…! Ahh…! Ahh…!”
Ada suatu perasaan puas yang tak dapat dijabarkan dengan kata-kata di kala dirinya mendominasi gadis itu di ranjang. Melihat gadis itu memejamkan mata dengan pasrah menahan nikmat dan mendengar desahan-desahan yang keluar dari bibir seksinya.
Kemudian dia menambah kecepatan, menghempaskan tubuhnya dengan lebih kasar terhadap gadis di bawahnya. Ranjang mengeluarkan bunyi derit mengikuti ritme gerakannya.

Sunny membuka matanya. Menatap wajah si pemerkosa yang bercucuran peluh. Sunny sendiri tidak pernah menyangka.
Sudah hari ke-12 sejak dia dikurung disini, di kamar ini. Setiap hari dia selalu didatangi dan diperkosa oleh gadis yang sama.

Semuanya berawal dari 24 hari yang lalu.

Sunny adalah seorang yatim piatu yang sejak kecil diasuh oleh keluarga pamannya yang tidak mempunyai anak. Setelah istrinya meninggal, Lee Soo Man membesarkan Sunny seorang diri.
Tapi ternyata Lee Soo Man terlibat utang besar hingga akhirnya bisnisnya dijual. Dia menjadi depresi dan akhirnya meninggal. Dia meninggalkan Sunny yang seorang diri dengan setumpuk utang yang tidak mungkin bisa sanggup dibayar seumur hidupnya.
Sedangkan, sekarang para penagih utang itu terus mendesak Sunny yang merupakan satu-satunya keluarga Lee Soo Man untuk membayarnya. Sunny tidak punya siapa-siapa lagi untuk dimintai tolong. Sampai suatu hari dia membaca suatu artikel di internet. Cara untuk melunasi utangnya.
Melihat itu kemudian Sunny merasa ini satu-satunya jalan untuk terlepas dari utang.
Dia membuat situs untuk melelang keperawanannya. Dia berniat akan memberi keperawanannya pada yang menawarkan dengan harga tertinggi. Dia memasukkan data tinggi dan berat badannya. Lalu juga menyertakan fotonya yang hanya mengenakan pakaian dalam, namun bagian wajahnya disensor demi alasan menjaga privasi. Dia hanya akan membongkar identitasnya pada penawar yang dia pilih nantinya. Lalu juga menjamin keperawanannya dengan pemeriksaan fisik dan alat pendeteksi kebohongan.
Sunny menambahkan kalau dia akan menawarkan kencan romantis selama 12 jam pada penawar yang dia pilih. Dan dalam waktu 12 jam itu, keperawanannya akan ditawarkan.
Karena waktunya cukup mendesak, Sunny berniat hanya akan memberi waktu 12 hari saja. Kemudian Sunny berusaha menyebarkannya ke media sosial lainnya sebisa mungkin dengan cara anonim.
Ini hanya sekali saja, jika hanya sekali namanya bukan pelacuran. Begitu kata Sunny terus berulang-ulang dalam hati untuk meyakinkan dirinya. Biarpun dia tahu ini tidak benar, tapi saat ini dia sangat membutuhkan uang, dia merasa tidak ada jalan lain.
Dan bukan berarti dia akan memilih penawar tertinggi dengan ceroboh. Orang itu harus memiliki bukti bahwa dia tidak memiliki penyakit dan dari dokter yang tidak berbias padanya.
Selama berhari-hari, Sunny terus memantaunya. Sunny sudah menetapkan harga minimalnya 280000 US$ sejak hari pembukaan. Supaya dia bisa membayar utangnya. Dan sejak itu harganya terus bertambah.
Ternyata penyebarannya memang manjur. Semakin banyak orang mulai bermunculan untuk mengajukan harga tertinggi. Sunny sempat terperanjat melihat harga yang mereka tawarkan jauh melebihi penawarannya. Keperawanannya memang tak ternilai harganya bagi dirinya. Tapi Sunny tetap berpikir bagaimana bisa mereka mau menghamburkan uang sampai segitunya hanya demi melakukannya dengan seorang gadis perawan, kenapa tidak mencari kekasih saja.
Sunny menggeleng, mencoba menepis pikiran itu dari kepalanya. Setiap orang punya situasi masing-masing. Dan aku tidak boleh menganggap diriku murah meski di mata orang lain sekalipun, batin Sunny.
Akhirnya tibalah hari ke 12. Menuju detik-detik terakhir sebelum pelelangan ditutup.
Jantung Sunny berdebar-debar.
“Penawar tertinggi Song Joong Ki, dengan harga 450000 US$.”
Ada juga 2 orang yang namanya bukan nama asli Korea. Di antara semuanya, nama yang baru saja disebutkan adalah penawar tertinggi.
Sunny membuka situs lain di smartphonenya untuk mengkonversi mata uangnya ke won saat ini.
“Kira-kira 490 juta won.”
Utang Sunny sebesar 300 juta won. Artinya kalau dia menerima orang ini, sisa uangnya sudah menjamin untuk kelangsungan hidupnya.
Sunny menarik nafas dalam.
“Oke, masih ada 8 menit lagi tapi mungkin kututup saja sekarang.”
Walau berkata begitu entah kenapa Sunny masih berlama-lama disana. Masih terpaku di halaman yang sama. Seakan dia masih belum siap menerimanya. Lalu dia mengeklik tombol refresh dan seketika halamannya diperbarui.
Mata Sunny melebar ketika melihat ada penawar baru.
“Choi Sooyoung dengan harga… 800000 US$ ?!”
Dan bukan hanya itu. Choi Sooyoung ini juga mengajukan berani membayar 280000 dimuka. Kemudian total 520000 akan dibayar setelah Sunny telah menyerahkan miliknya.
Gila! Batin Sunny. Itu bahkan hampir mendekati dua kali lipat dari penawar tertinggi. Padahal untuk naik dari 280000 hingga 450000 saja sepertinya sudah susah. Karena Sunny terus memantaunya maka dia sangat tahu. Persaingannya sangat ketat sejak memasuki angka 380000.
Dan sudah tentu setelah ada yang menawar dengan harga setinggi itu, tidak ada lagi yang berani membayar melebihinya hingga waktu pelelangan berakhir.
Sunny bertanya-tanya siapa orang ini sebenarnya.
Lalu Sunny mencoba menghubunginya melalui email.
“Halo, ini Lee Sunny dari situs pelelangan xxx.”
Sebenarnya nama asli Sunny adalah Lee Soon Kyu. Namun sudah tentu Sunny akan merahasiakan identitasnya demi privasi. Dia baru akan membongkarnya setelah orang ini terpilih.
“Anda kemungkinan memiliki peluang yang besar sebagai calon pemenang. Untuk itu saya ingin mewawancarai Anda mengenai hal ini untuk mengetahui sedikit tentang Anda. Apa Anda bisa menyanggupi soal menyediakan bukti kalau Anda tidak memiliki penyakit menular/tidak menular dari dokter yang bukan kenalan Anda? Dari situs, Anda mengajukan bahwa akan membayar saya 280000 US$ di muka, Anda sungguh-sungguh dengan itu? Maaf apabila pertanyaan saya kurang berkenan. Saya perlu memastikan. Terima kasih.”
Setengah jam kemudian datang balasannya.
“Tentu saja saya bisa. Tunggulah, tidak lama lagi hasil kesehatanku akan keluar. Setelah itu akan langsung kukirim ke kamu buktinya. Berapa nomor akun bank kamu? Akan kukirim uangnya bersama dengan bukti kesehatanku.”
Sepertinya orangnya sedikit arogan, begitu kesan pertama yang ditangkap oleh Sunny ketika membaca balasannya. Tapi yah aku juga tidak tahu umurnya. Ini penting! Aku harus menanyakan hal ini. Karena mana mungkin aku akan melakukannya dengan anak di bawah umur.
Sunny memberikan nomor dan nama akun banknya disertai pertanyaan.
“Berapa umur Anda?”
“26 tahun. Aku lahir 10 Februari 1990. Tinggi 170 cm.”
Berarti lebih muda hampir 1 tahun dariku. Tapi kan aku tidak bertanya tinggi badannya, batin Sunny.
“Yah, aku nggak boleh diskriminasi. Asal dia menyediakan bukti kesehatannya dan membayarku itu sudah cukup.”
Beberapa jam kemudian Sunny mendapat balasan lagi. File bukti kesehatan bersama nomor ponsel, dan kalimat yang berkata bahwa uang mukanya sudah dikirimkan.
Sunny segera memeriksanya. Tak lupa juga m-banking untuk memeriksa keuangannya. Dan ternyata benar, sejumlah lebih dari 300 juta won telah dia dapatkan.
“Sepertinya sekarang dia adalah klienku. Sebaiknya sekarang kulunasi utangku.”
Setelah membayar utang lunas, Sunny menghubungi lewat nomor ponselnya.
“Dimana kamu tinggal?”
Sejak mengetahui umurnya, Sunny berhenti memakai bahasa formal. Supaya merasa lebih nyaman juga.
“Di Seoul.”
“Kebetulan sekali, aku juga tinggal di Seoul. Bagaimana kalau besok ketemu di taman jam 10?”
“Oke, tidak masalah bagiku.”
“Besok aku akan mengenakan baju putih. Bagaimana dengan kamu? Supaya gampang menemukan kamu.”
“Besok aku akan membawa seikat mawar merah sebagai tanda.”
Membaca kalimatnya membuat Sunny tersenyum. Memang Sunny tidak mau ini jadi sekedar melakukan seks. Dia menginginkan kencan yang romantis. Sekalipun orang yang dikencaninya adalah orang asing.
“Sebaiknya aku mempersiapkan batin.”
Sunny mulai berdoa. Biasanya dia jarang melakukannya.
“Semoga besok semuanya berjalan dengan lancar setelah itu aku mendapatkan sisa uangku.”
Kemudian Sunny menebah dadanya.
“Tidak apa-apa, semua pasti akan baik-baik saja. Lagipula utangku juga sudah lunas. Sekarang aku akan mempersiapkan baju untuk dipakai besok.
Sunny membuka lemari bajunya dan mencari baju putih yang bagus.
“Kurasa yang ini manis.” Sunny mengambil gantungan baju dan memposisikan bajunya tepat di bawah lehernya sambil mematut diri di cermin seluruh badan.

Keesokan harinya.
Sunny bangun pada jam 8. Lalu pergi mandi dan berpakaian. Kemudian sedikit merias diri. Sunny memperhatikan wajahnya. Untung lingkaran hitam di bawah matanya tidak begitu jelas. Setidaknya dia masih bisa tidur sekitar 7 jam semalam.
Sunny menepuk kedua pipinya.
“Baiklah.”

**

Sunny sudah tiba 10 menit lebih awal dengan penampilan yang rapi dan manis.
“Sekarang tinggal menunggu Sooyoung.”
Sunny terus penasaran seperti apa penampilan Sooyoung. Pada akhirnya dia tidak sempat meminta fotonya.
Katanya sih tingginya 170 cm. Sunny menengok ke kiri dan ke kanan. Saat itu matanya menangkap sosok seorang yeoja sedang berdiri bersandar di bawah pohon dengan sebelah tangannya dimasukkan ke dalam saku. Dia mengenakan jaket kulit hitam dan celana panjang kotak-kotak hitam putih. Tapi yang menarik perhatian adalah seikat bunga mawar merah yang dipegangnya.
Yeoja jangkung itu terus menatap Sunny tanpa menunjukkan tanda-tanda isyarat ataupun akan berpindah dari sana.
Sekali lagi Sunny mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tapi dia tidak melihat ada orang lain disana yang membawa mawar merah.
Ma-masa sih? Tapi tinggi gadis itu kelihatannya mencapai 170 cm menurut perkiraan Sunny.
Sunny berjalan mendekati gadis jangkung itu dengan ragu-ragu.
“Choi Sooyoung?”
Sooyoung menghembuskan nafas sambil menatapnya datar. “Akhirnya nyadar juga, Lee Sunkyu.”
Sunny menutup mulutnya yang terbuka kaget. Dia tahu nama aslinya berarti dia tidak salah orang.
Choi Sooyoung itu perempuan?!
Sunny tidak pernah menyangka ini. Tadinya dia kira semua orang yang menawarnya pasti adalah namja.
Seolah bisa menebak isi pikirannya, Sooyoung berkata. “Memangnya namaku kedengaran seperti nama namja ya?”
“Ah bukan.” Sunny takut terdengar menyinggung.
“Ini buat kamu.” Sooyoung menyodorkan bunga mawar yang dipegangnya.
“Gomawo.”
Choi Sooyoung adalah perempuan. Entah kenapa Sunny merasa sedikit lebih lega meskipun dia menganggap dirinya adalah straight.
“Jadi sekarang mau kemana? Kamu yang tentukan.”
Sunny menggandeng lengan Sooyoung. Terasa kurus tapi kencang dalam genggamannya. Dia masih mendongak pada Sooyoung untuk mempelajari sejenak bentuk wajah kliennya.
Kemudian keduanya menjalani kencan yang normal dan cukup romantis. Pergi nonton musikal bersama dan makan siang bersama.
Sunny merasakan sedikit getaran di dadanya selama mereka berkencan. Walau dia tidak bisa melenyapkan pikiran bahwa sebentar lagi dia akan menyerahkan pertama kalinya pada Sooyoung.
Karena itu Sunny ingin lebih mengenalnya. Supaya hatinya tidak dirundung perasaan salah ketika dia menyerahkan keperawanannya nanti. Tapi Sooyoung tampaknya seperti membangun tembok di sekelilingnya. Dia tidak banyak membicarakan tentang dirinya sendiri. Singkatnya, Sooyoung menolak pembicaraan yang dianggapnya tidak perlu.
Waktu berjalan dengan cepat. Hingga tak terasa mereka telah melalui waktu makan malam dan Sunny masih juga belum berinisiatif memulainya.
Sooyoung belum memintanya, tapi Sunny tahu apa yang diinginkannya.
Bagaimanapun dia sudah berjanji. Apalagi sebagian uangnya sudah dibayar dimuka.
Tangan Sunny berkeringat dingin. Sebentar lagi momen yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya akan segera terjadi. Dia memberanikan diri berkata.
“Hei, kamu mau kita melakukannya dimana?”
“Rumahku.”
“Kalau begitu ayo. Bawalah aku ke rumahmu.”
“Ya.”
Sooyoung memanggil taksi dan keduanya diantar menuju rumah Sooyoung.
Sunny merasa semakin terasing, apalagi setelah mereka masuk kamar privat. Di dalam kamar ada ranjang double bed. Setelah pintu terkunci, suasana kamar menjadi lebih sunyi lagi.
“Ini kamarmu?” Tanya Sunny mencoba berbasa-basi sedikit untuk mengurangi kesunyian.
“Lepas seluruh bajumu dan berbaring di kasur sana.”
“I-iya.” Menyadari Sooyoung tidak berniat berbasa-basi, Sunny pun menuruti perintahnya.
Sunny membelakangi Sooyoung ketika dia melepas busananya.
Omo, jantungku tidak bisa berhenti berdebar, batin Sunny. Pertama kalinya aku berada dalam situasi semacam ini.
Setelah melepas seluruh busananya, Sunny berpindah ke atas kasur dengan hati-hati.
Dia terus menonton selama Sooyoung bertelanjang lalu kemudian menaiki kasur, hingga berada di atasnya.
Semoga jangan kasar.
Semoga jangan kasar.
Ulang Sunny dalam hati berkali-kali.
“Tubuhmu mulus sekali.”
“I-iya.”
Apa itu pujian? Batin Sunny.
Sooyoung meletakkan kedua tangannya di atas dada Sunny dan meremas-remasnya.
Sunny mengerang secara refleks.
Sooyoung menyandarkan kepalanya di antara dada Sunny dan terkekeh. “Heh, fufufu.”
“?”
“Kelihatannya aku tidak salah pilih.”
DEG!
Sunny dapat mendengar debaran jantungnya sendiri ketika merasakan sesuatu yang hangat dan basah menyesap dadanya.
“Ukh, ahh…!” Punggungnya sedikit terangkat sampai Sooyoung menahan kedua tangannya di atas kasur.
Karena kedua tangannya tidak bisa digerakkan. Mereka hanya bisa mengepal disana.
Jilatan dan hisapan Sooyoung membuat Sunny merasa diawang-awang. Sunny seperti baru dikenalkan pada dunia yang belum pernah dicicipinya. Merasakan nikmatnya seks pertama kali.
Sunny sendiri tidak menyadarinya, dia mulai basah di bawah sana.
Tapi Sooyoung sudah tidak sabar untuk merenggut keperawanan gadis yang dibayarnya ini.
Dia menelusuri daerah selangkangan Sunny dengan jarinya dan kemudian langsung memasukkan jarinya tanpa peringatan.
Sunny merasakan sesuatu seperti menerobos masuk dan itu rasanya menyakitkan. Apalagi karena Sooyoung menambah jarinya. Sekarang jadi 3 jari.
“Ah! Sakit! Sakit!”
Sunny ingin menarik tangan Sooyoung supaya jarinya dicabut keluar. Tapi lalu dia teringat kalau dia sekarang berada disini untuk mempersembahkan keperawanannya pada klien yang membayarnya ini. Jadi Sunny menghentikan tangannya yang sudah mendarat di tangan Sooyoung dan mencoba untuk menahan perih. Lagipula Sunny bukannya tidak pernah mengantisipasi rasa sakit ini.
Sooyoung menarik jarinya keluar dan merasa puas melihat darah yang keluar bersamanya.
Sunny melihat warna merah melumuri jari Sooyoung yang baru saja dimasukkan ke dalamnya tadi.
Ah, selaput daraku sudah dipecahkannya. Kalau begitu sudah selesai kan? Harap Sunny.
Sooyoung menyeringai dan mengambil tisu yang berada di atas meja samping tempat tidur. Dia mengelap darah Sunny di jemari-jemarinya dengan tisu tersebut hingga sebagian permukaannya berubah merah.
“Sekarang ronde kedua.”
Eh? Masih ada lagi? Sunny bertanya-tanya dalam batin.
Sooyoung membuka laci meja di sebelah kasurnya dan mengambil mainan seks.
Mata Sunny membelalak terkejut ketika melihat benda apa yang hendak dipakai Sooyoung. Double ended strap on.
Pa-pakai strap on?! Dia akan menyetubuhiku dengan itu?!
Sooyoung membasahi telapak tangannya dengan saliva miliknya kemudian melumuri strap onnya dengan salivanya. Menggosoknya di kedua sisi supaya merata sebelum memakainya. Sooyoung sama sekali tidak tampak sakit saat dia memakainya ke dalam miliknya sendiri. Sunny berpikir tidak mungkin dirinya tidak akan merasa sakit.
Ti-tidak! Masih sakit ini!
Sunny merapatkan pahanya untuk menunjukkan penolakannya.
“Tidak apa-apa, kamu akan segera merasa nikmat.”
Ti-tidak!
Sunny menatapnya dengan campuran rasa takut dan antisipasi.
“Seandainya aku namja pun kamu tetap akan mengalaminya.” Sooyoung memegang kedua lutut Sunny dan membuka paksa kedua kakinya. Lalu dia memposisikan dirinya di antara kaki Sunny.
“Setidaknya bersyukurlah karena aku tidak akan bisa membuatmu hamil.”
Selesai berkata begitu Sooyoung mendorong tubuhnya maju dengan paksa. Sunny sekali lagi dikejutkan oleh benda asing yang masuk ke dalamnya. Terasa sesak dan penuh di bawah sana. Apalagi masih terasa menyakitkan setelah dimasuki jari Sooyoung barusan.
“A-akh…!”
“Hah? Gak bisa masuk semuanya ya?” Sooyoung menyadari sebagian strap onnya masih belum tertanam sepenuhnya dan mencoba untuk mendorong lebih dalam lagi.
“A-auhh…!”
Sunny merasa ngilu karena ujung rahimnya seperti didorong-dorong dengan paksa.
“Huh, mungkin karena kamu pendek, makanya bagian dalammu juga pendek ya. Tapi sayangnya aku tidak punya yang lebih pendek.”
Belum sempat Sunny mulai menyesuaikan diri dengan ukuran benda itu, Sooyoung sudah mulai bergerak.
Sunny merasa nyeri seperti ditusuk tusuk saat Sooyoung menarik keluar dan kemudian masuk ke dalamnya lagi. Begitu terus berkali-kali.
Suatu perasaan baru singgah di hatinya. Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru, Sooyoung merasa senang bisa menguasai seperti ini di ranjang.
Tangan Sunny meremas seprai dengan kuat. Berharap mimpi buruk ini segera berlalu. Tapi kemudian rasa sakit itu berganti menjadi rasa enak. Sampai Sunny sendiri merasa bingung.
Sebelum dia sendiri menyadarinya, dia sudah mengerang nikmat.
“Nah kan, kubilang juga apa.” Sooyoung menyeringai.
Sunny memejamkan matanya, tidak sanggup menahannya lagi. Akhirnya dia melepaskan desakan dalam dirinya.
Sesaat Sooyoung menghentikan penetrasinya setelah membaca ekspresi Sunny. “Apa? Kamu sudah klimaks?”
Sunny tidak bisa menjawab karena napasnya masih tersengal-sengal.
“Tapi aku belum puas.”
Sooyoung melanjutkan pergerakan pinggulnya. Dia sendiri merasakan kenikmatan dari melakukan ini.
“Ungg…!”
Orgasmenya diperpanjang. Tapi lama kelamaan Sunny mulai merasa mengantuk. Dia tidak membuka matanya sama sekali, juga tidak memberi reaksi lagi.
Sooyoung yang menyadari itu merasa tidak seru.
Dia mencabut alat itu keluar dari Sunny lalu melepaskannya.
“Huh, seenaknya tidur.”
Dia merasa kesal karena dirinya sendiri belum mencapai klimaks dan berjalan keluar meninggalkan Sunny membawa strap onnya yang masih bernoda darah Sunny.

**

Keran air dinyalakan. Air hangat mengalir dengan deras. Sooyoung berdiri di bawahnya untuk membersihkan diri. Dia sedikit terkena darah Sunny. Sekalian dia hendak membersihkan strap on yang dikenakannya.
Dia kembali teringat momen yang barusan terjadi. Dia merasa excited sendiri.
“Fufufu… mana boleh kubiarkan gadis itu pergi. Sebagai klien aku masih belum merasa puas.”

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Stockholm Syndrome (Chapter 1)" (50)

  1. Woah, soosun yadong!! good banget, intens sangat penulisannya, mudah dipahami dan diresapi, sampe sampe ane nosebleeding, next chapie dua, ditunggu~ ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

  2. Omg eonni……. wkwkwkwkkwkwkwwkkwk gatau deh mau ngomong apa wakakakak. Update-an nya ditunggu~

  3. Mrs.Tn said:

    anyeong thor gue reader baru..
    gila koq ada ya yg lelang perawan kkkk
    sooyoung agresif, jgn biarin sunny lepas dr lu ya hahahaha
    so hot

  4. cerita yg bklan aku ikuti pertamakali dari awal disini hehehe mudah2an selalu tambah semangat ya bkin lanjutannya.. kalau jodoh memang ga kmna ya, dilihat dari sikapnya mgknkah sooyoung punya sisi kelam? moga2 mrka langgeng terusss

  5. hennyhilda said:

    Ettt busettt baca ginian aq ampe bela2in gugling bwt tau gambar double strap on ky gmn n hasilnya AMAZING ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜จ #cara ngomongnya ky taeng ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Wewww wewww HOT BANGGETTTTTTTT tp stocholm syndrome itu pa y ๐Ÿ˜ฎ search lg ahhhh
    Annyeong author ๐Ÿ˜˜

    • Annyeong
      Wkwkwk XD
      *mata gak inosen lagi*

      Sudah search kah artinya sindrom Stockholm ?

      • hennyhilda said:

        Sudah sudah sudah ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ
        Secara garis besar dmn sunny jg menikmati yg ternyata dirinya “disekap” oleh soo ini hahaha wewwww ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜
        Dan bisa kali klo next chapter full nc smua hahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ #mode on pembaca yadong ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      • Oh tenang aja, chapter2 ke depannya banyak yadong
        Sampai aku khawatir entar reader sanggup atau gak bacanya wkwkwk XD

      • hennyhilda said:

        Wuohhhh tenang aja,aq n yg lain bakalan sanggup utk ff mu yg yadong seperti itu secara readersnya yadong akut smua hahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
        Klo begitu ditunggu deh kelanjutannya
        Annyeong author ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  6. Wooohoo ff baru dan yg terpenting c Yadong.. xixixi..
    Thor only you ny lanjut dunk

  7. Gile thor hot n bgg mau komennya

  8. Omegat !! soosun egen wkwkwk… soo ngurung sunkyu untuk โ€˜ituanโ€™ ? wajar sih kan udah bayar mahal wkwkwk… seru2 next thor ^^

  9. kimrahmahwang said:

    gileee, soosun yg biasanya jadi pasangan lawak disini malah hot parah. mungkin melebihi taeny hot nya…
    behhh sooyoung mah demen kalo begituan, pastilah dia ga puas kalo cuma sekali wkwk

  10. Derby407 said:

    Soo jd agresif bgt hha
    Kasian sunny
    Lanjuuuttyy

  11. istrinya taeyeon said:

    astaga pagipagi thor , youngie haghag

  12. Lilis alawiyah said:

    Pelelangan kep*****nan emang ada yah. Aku juga pernah baca artikelnya. Tpi lupa namanya . Katanya dia melelang anu(?)nya untuk biaya ibunya yang sedang sakit. . . Tpi dipikir pikir, apa gak ada cara lain.

    Ahh soo jangan kasar gitu dong sunny kan masih virgin, kasian bnget.

    Oh author aku kngen ff mu yg two heart.

  13. tinakwon123 said:

    seneng author update bawa ff baru kereeeenn ceritanya seru…. tp ff yulsic kapan thor…. ^_^

  14. wao

  15. SoShiPrecious9 said:

    Absen dulu deh.

  16. love twin trooper said:

    waw, next chapter mudah2an, Sooyoung akan lebih baik ke Sunny..

  17. Syifa said:

    Wah thor untung aja update anu nya sekarang, coba kalo pas puasa, bisa batal saya ><
    Lanjut thor penasaran nihh sama sooyoungnya

  18. Omaigat soosun yadong amat,mereka melebihi taeny and yulsic
    Bakal seru nih,kayaknya isi ceritanya yadong #Lol
    Gue tunggu thor

  19. gaega said:

    OMG .
    baru juga chap 1 tp udah seru .
    kyaa SooSun !!!!!!!!!

  20. kyril fadillah said:

    ditunggu lanjutannya aja thor gw makin penasaran siapa soo sebenernya

  21. Taengo said:

    Soosun yadong neeeh….

  22. It’s amazing, ff kali ini bkin deg deg an. ๐Ÿ˜€ soosun yadongan. Wajib lanjut cepet nih thor, di tunggu loh chapt 2 nya. ๐Ÿ˜€

  23. byun913 said:

    uhhh… soo kunap sangat

  24. khfflovers said:

    Huh, mungkin karena kamu pendek, makanya bagian dalammu juga pendek ya. Tapi sayangnya aku tidak punya yang lebih pendek.โ€—>ngakak
    tunggu2 sindrom stockholm kyknyaaa pernah denger… di james bond kyknya.. itu kalo g salah jatuh cinta sama penculiknya kan?
    Lanjut kakakakaakakakak~ udah g sabar sama lanjutannya, penasaran~
    Btw auranya serasa 50 shades of grey, untung sunny ga di spank gara2 ktiduran di tengah ronde
    hho

  25. dirgaYul said:

    Weiii..ktinggalan ceritaaa aiihh.. Seruuu nih. Dr awal sdh kbayang hot meleee ufufufufuu*ala soo.. kira2 gmna cray sunny lepas dr soo?? Hmmm..lanjut aahh

  26. beliveintaeyeon said:

    soosun ๐Ÿ˜€
    saya suka saya suka ๐Ÿ˜€
    apapun saya suka asal ada NC nya wkwkwkkkkkkkk #jujurituindah ๐Ÿ˜€

    lelang perawan ngeri bngettt yah smpe sgtu nya kah ……
    ini mirip slave tpi jujur lbih suka soo yg kasar dibnding sunny ๐Ÿ˜€
    krna sunny kasar trllu mainstrem au ah tulisan nya bner kagak …..

    • Lol
      Iya memang mirip, kayak karma wkwkwk
      Haha tp Sunny gak kasar
      Intinya km lbh suka Soo yg dominan ๐Ÿ˜›

  27. New reader
    Sunny keenakan tuh . udah dapet uang .dapet kenikmatan pula wkwk
    Keren ff nya thor ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ ๐Ÿ˜€

  28. Annyeong reader baru
    Eh lha da lah eh buset ๐Ÿ˜จ
    Ini ff yadong nya full.. nc nya hot super deh Thor *byun mind ๐Ÿ˜
    Hehe ijin menyelam di wp nya ya Thor
    Salam kenal Thor

  29. Dewik said:

    speeclesh ๐Ÿ˜ฎ
    SooSun yadong wawaaaaa

  30. wuahh tragis bener nasib sunny.heum youngie pasti tuhh yg rela bayar dgn lebihhh hhahhahha soosun ..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: