~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 9)

Sunny sungguh-sungguh melupakan Yuri sampai Sunny membaca sebuah pesan darinya yang dikirim kemarin malam baru pas keesokan harinya.
“Apa kamu sudah bertemu dengannya?”
Sunny hanya membalasnya dengan. “Ya.”
Dia tidak mau berkata banyak karena dia tahu apa pun yang dikatakannya saat ini hanya akan melukai Yuri.
Sunny ingin sekali pergi berkencan dengan Sooyoung. Sebenarnya Sunny tahu percuma saja mengajak Sooyoung keluar mengingat kebutaan Sooyoung. Tapi dia harus melakukannya karena di rumah ada Marina. Sunny menginginkan privasi. Apalagi ini adalah kencan pertama mereka berdua sebagai sepasang kekasih.
Sooyoung sendiri juga mengajaknya. “Ayo kita jalan-jalan. Kamu baru pertama kali datang ke Jepang kan? Kamu harus melihat-lihat pemandangan di negara ini. Tapi itu juga kalau kamu tidak keberatan membawaku dalam kondisi seperti ini…”
“Kalimat terakhirmu aku tidak suka.” Sunny memeluk lengan Sooyoung. “Jangan bilang begitu lagi. Karena aku tidak keberatan membawa kamu kemanapun juga.”
Perkataan Sunny memberikan senyuman kecil ke wajah Sooyoung.
“Ayo, tapi pertama, bisakah kamu pilihkan baju yang bagus untukku?”
“Siap, mana?”
“Ada di lemari.”
Sunny memilihkan baju yang kelihatan cocok dengan baju yang dikenakannya sekarang, supaya tampak serasi sebagai pasangan. Sunny tidak merasa malu sama sekali. Malah ingin menunjukkan pada dunia bahwa sekarang mereka berpacaran.
“Perlu kubantu gantiin?” tanya Sunny sambil cengar cengir.
“Nggak usah, aku bisa sendiri, byuntae.”
“Iya deh.” Demi rasa sopan Sunny berjalan keluar kamar. Sebenarnya dia bisa saja mencuri kesempatan mengintip Sooyoung mengganti baju, tapi dia tidak melakukannya.

**

“Jadi kamu ingin kemana?”
“Bisakah kita ke Kyoto? Ada suatu tempat yang ingin kukunjungi.”
“Apa itu?”
“Emm, candi Kiyomizu-dera.”
“Kalau dari Nagoya ke Kyoto naik Nozomi shinkansen maka bisa sampai dalam waktu 36 menit. Itu kereta yang tercepat, tapi juga yang paling mahal. Ada juga alternatif lain.”
“Tidak apa-apa, kita naik yang itu saja.”
“Kalau begitu, siap berangkat?”
“Ah tunggu, aku mau ambil barang sebentar.”
“Ada yang ketinggalan?”
“Iya.”
Sunny pergi mengambil syal rajutannya yang hampir terlupakan. Kemudian dia melilitkannya di leher Sooyoung.
“Ini…” Sooyoung meraba dengan jarinya.
“Syal rajutanku yang kuberikan padamu kemarin, di luar dingin kan?”
Sooyoung tersenyum lembut. “Terima kasih.”

Shinkansen_Nozomi_in_Tokyo

Sunny menuntun kekasihnya yang buta menuju candi Kiyomizu-dera dan tibalah mereka disana.
“Waaahhhh~”
“Seandainya datang saat musim semi pasti lebih indah lagi, karena pohon-pohon sakura dan momoji itu akan terlihat sangat memukau,” kata Sooyoung.

snow-kiyomizudera
Balai utamanya memiliki beranda besar, yang ditopang oleh tiang-tiang yang tinggi, yang menjorok di atas bukit dan menawarkan pemandangan kota yang mengesankan.
“Di jaman Edo banyak yang melompat dari sini.”
“Ehhh?!! Dari tempat setinggi ini?!”
“Ya, tepatnya 13 meter. Katanya kalau seseorang selamat melompat dari sini, keinginannya bisa terkabul.”
“A-apa bisa selamat melompat dari ketinggian segitu?”
“Di jaman Edo tercatat 234 lompatan telah dilakukan, dan 85,4% yang melompat selamat. Praktik itu sekarang sudah dilarang.”
“Ohh…”
“Kalau tidak dilarang memang kamu mau melompat?”
“Andwae, aku pasti sudah gila meski demi keinginan terkabul sekalipun. Tanpa pengaman, 13 meter itu tidak rendah.”
“Ya, tapi entah kenapa aku mendapat firasat kalau kamu mungkin bisa nekat melakukannya, Sunny.”
Sunny memeluk erat-erat lengan Sooyoung dan berkata dengan suara pelan. “Aku mungkin saja akan melompat bila itu demi mendapatkan cinta Sooyoung…”
“Jangan berkata sesuatu yang membuatku takut ah.” Sooyoung meletakkan satu tangannya di punggung Sunny. “Tanpa perlu kamu melakukan hal seperti itu pun sekarang aku sudah mencintaimu Sunny.”
Sunny meremas lengan baju Sooyoung, dia merasa sedih karena telah berkata sesuatu tanpa memikirkan perasaan Sooyoung. “Iya… maaf…”
“Tidak apa-apa. Ayo, ceria lagi. Kamu ingin kencan hari ini menyenangkan kan?”
“Iya^^”
Sunny kembali ceria lagi, Sooyoung bisa tahu dari nada pengucapannya.

Kemudian mereka menuju ke air terjun Otowa, yang terletak di bawah balai utama.

dscn0305

Di ujung bukit, air mengalir keluar dari struktur buatan manusia, beberapa kaki jauhnya dari platform. Setelah menunggu antrian dengan sabar, kini gilirannya Sunny dan Sooyoung. Keduanya mengambil tongkat logam dengan gelas melekat di ujungnya yang ditempatkan di Ultra Violet Strerilizer.

272576_10100504730088659_801183_58491586_6972887_o

“Sekarang tampung airnya, hanya pilih salah satu ya Sunny. Setiap aliran air memiliki manfaat tersendiri. Satu untuk umur panjang, satunya sukses di sekolah, dan satunya lagi kehidupan percintaan yang beruntung. Jangan ambil dari tiga-tiganya ya, karena disini itu dianggap tamak.”
“Cinta, sudah jelas yang cinta.”
“Sunny…”
“Supaya percintaanku dengan Sooyoung dikaruniai.”
Sooyoung merasa tersentuh, meski tidak memiliki penglihatan sekalipun. Hatinya dipenuhi dengan debaran yang membahagiakan. Diam-diam dia menitikkan air mata haru saat Sunny sedang sibuk menampung air.
“Aku juga cinta.”
Setelah Sunny selesai, Sooyoung menjulurkan tangannya untuk menampung aliran air untuk cinta, dan langsung dibantu dipegangi dan diarahkan oleh Sunny. Melalui kehangatan tangan Sunny yang membantu memegang tangannya, Sooyoung dapat merasakan hati Sunny menyatu dengannya. Sooyoung berdoa dalam hati demi hubungannya dengan Sunny.
Mereka berdua meminum airnya sampai habis.

Kompleks candi itu termasuk beberapa kuil, sekarang mereka menuju kuil Jishu. Disana terdapat batu cinta yang terpisah sejauh 18 meter.

timthumb

“Jika seseorang berhasil berjalan dengan mata tertutup dari satu batu ke batu lainnya, maka dia akan menemukan cinta sejatinya. Boleh juga dibantu diarahkan, tapi bila seperti itu artinya untuk mendapatkan cinta sejatinya diperlukan perantara.”
“Hmm.”
“Kamu mau mencobanya Sunny ah?”
“Kelihatannya agak sulit…”
“Memang, karena tidak boleh membuka mata sedikit pun. Dan aku tidak bisa membantu arahkan kamu…”
“Tidak usah deh, lagian aku kan sudah punya Sooyoung.”
“Hmm, rasanya sekarang aku jadi ingin mencobanya.”
“Eh?”
“Dulu padahal aku juga nggak yakin, tapi sekarang rasanya aku malah ingin mencobanya, haha.”
“Ka-kalau begitu aku bantu arahkan?”
“Tidak perlu. Bukannya sejak aku buta aku selalu berjalan tanpa penglihatan? Kalau hanya beberapa meter aku pasti bisa melakukannya.”
“Tapi…” Mendadak Sunny jadi khawatir. Takut Sooyoung akan gagal. Kalau itu terjadi berarti dia bukan cinta sejatinya. Meski bukan penduduk Jepang, tapi Sunny percaya. Dan rasa percaya itu membuat dirinya meragukan kekuatan hubungan mereka, apalagi mereka baru jadian kemarin.
“Baiklah, sekarang tuntun aku ke batunya.”
“Ka-kamu sungguh-sungguh tidak perlu dibantu diarahkan?”
“Ya, jaraknya kan hanya lurus.”

start stone
Sunny membantu Sooyoung hanya sampai dia menyentuh batu pertama. Kemudian dia melepaskannya dengan hati cemas.
Sooyoung menarik nafas dalam dan memusatkan konsentrasinya.
Jalan lurus. Hanya itu yang dia perlukan. Sooyoung mulai berjalan dengan kaki merapat.
Sementara Sunny terus berdoa dalam batin supaya Sooyoung berhasil.
Sooyoung berjalan pelan sambil terus memperhitungkan seberapa panjang yang telah dia lalui. Hawa dingin dan suara-suara di sekeliling tidak dihiraukannya. Dia tetap fokus pada langkah dan pikirannya. Berusaha tidak terkecoh oleh salju yang dia injak. Setelah nalurinya merasa sudah dekat, jalannya lebih pelan lagi.
Kaki Sooyoung menyenggol sesuatu. Lalu Sooyoung membungkuk dan mengusap teksturnya dengan tangan, mencoba menafsirkan apa yang dipegangnya. Ketika dia merasakan tekstur tali, dia cukup yakin.

Jishu Shrine (end stone)
“Inikah batunya?”
“!”
Sunny terkejut dan langsung menghampirinya. Hatinya melambung bahagia.
“Sooyoung, kamu berhasil!”
“Eh? Benarkah?!”
“Iya! Kamu berhasil sampai!” Sunny memeluk dan merengek di bahunya. “Syukurlah! Huweeeeee! Aku sudah khawatir kalau kamu akan gagal…!”
“Hei rileks Sunny, batu ini kan bukan penentu segalanya dalam percintaan. Kalau gagal pun kita masih bisa beli jimat.”
Sunny masih membenamkan wajahnya di bahunya.
Sooyoung tersenyum maklum. Dia benar-benar sayang pada gadis ini, sampai rasanya dia bisa mengerti perasaannya.
“Gimana kalau kita beli jimat? Supaya hubungan kita langgeng.”
“Iya…”

Setelah beli jimat, Sunny mengantarkan Sooyoung kemana-mana. Tidak peduli sama sekali walau mendapat pandangan dari orang lain mengenai kebutaan kekasihnya. Baginya ini sangat membahagiakan. Bisa melihat tempat-tempat yang baru bersama dengan orang yang sudah lama dicintainya.
Kini keduanya sedang duduk dengan santai di kursi umum.
“Sunny, kamu senang?”
“Sangat^^”
Sunny meminjam tangan Sooyoung, menggerak-gerakkan jari telunjuknya secara melingkar di telapak tangan Sooyoung seperti sedang mengusap sekaligus menggelitikinya.
“Sooyoungie…”
“Hmm?” Sooyoung menyadari perubahan nada pada suara Sunny.
“Malam ini aku tidak mau pulang, aku ingin berduaan lebih lama denganmu… Bisakah kita menginap di hotel?”
Sooyoung juga berpikir demikian. Karena dia tidak enak dengan kehadiran Marina di rumah.

**

Sunny menuntun Sooyoung ke hotel. Bukan love hotel, hanya hotel biasa. Sunny memilih hotel yang bersih. Karena baginya ini merupakan malam yang istimewa. Jadi dia memesan kamar dengan ranjang double bed untuk semalam di hotel berbintang.
Setelah proses pemesanan, mereka diberikan kunci kamar. Dan Sunny mengantar Sooyoung menuju ke kamar.
Setelah pintu kamar tertutup, seluruh suara yang berasal dari luar teredam. Suasananya menjadi sangat sunyi.
“Aku mau mandi dulu,” kata Sunny.
Sunny melepas sepatu dan kaus kakinya kemudian masuk ke kamar mandi. Setelah terdengar suara pintu kamar mandi tertutup, Sooyoung langsung menjadi gugup dan tegang.

Sooyoung POV

Setelah melepas sepatu dan kaus kaki, aku melepas syal rajutan Sunny dan duduk di atas ranjang. Aku mendengar suara air mengalir dari kamar mandi. Kedua tanganku meremas celana panjangku.
A-apa ini artinya sebentar lagi aku akan melakukan seks dengan Sunny?!
Iya, pasti begitu kan? Apalagi artinya jika sepasang kekasih menginap berduaan saja di hotel. Terutama setelah Sunny barusan bilang ingin berduaan, semalaman lagi.
Ta-tapi aku tidak bisa melihat, apa aku bisa memuaskan Sunny?
Da-dan Sunny juga akan melihat tubuh telanjangku, ya Tuhan, batinku belum siap!
Tenang dulu Sooyoung.
Tarik nafas dalam.
“Sshhhh….. haaaa…… sshhhh….. haaaa……”
Lakukan saja secara alami.

Third Person POV

Sunny keluar dari kamar mandi dengan hanya tubuh berbalutkan handuk. Air masih menetes di rambutnya yang setengah basah.
“Aku sudah selesai…”
DEG!
Jantung Sooyoung kembali berdebar dengan kecepatan tinggi. Perasaan belum juga ada 10 menit.
“A-ah! Kalau begitu aku juga mau mandi sekarang!”
Saat Sooyoung hendak beranjak ke kamar mandi, langkahnya terhenti. Ternyata Sunny menahan tangannya.
“Tidak perlu…”
Sooyoung diam menunggu seolah tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dalam situasi begini.
“Karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi.”
Sunny memegang lengan Sooyoung dan mendorongnya ke samping. Sooyoung terhempas ke atas kasur dan Sunny menaiki tubuhnya, masih memegangi lengannya.
“Sudah lama aku mengidamkan bisa memelukmu seperti ini Sooyoung…” bisik Sunny dengan suara parau. Sunny menatapnya dengan penuh kasih sayang.
Sooyoung menelan ludah dengan gugup, walau dia tidak bisa melihat, tapi dia bisa merasakan tatapan Sunny.
“Kubuka sekarang.” Ucap Sunny seolah meminta ijin.
Sooyoung mengangguk dan dengan dada berdebar-debar dia merasakan Sunny mulai melepas kancing kemejanya. Sunny melakukannya dengan pelan. Satu demi satu. Hingga semua terbuka. Kemudian disibakkan. Setelah itu branya. Sooyoung ikut bekerja sama untuk melepaskan.
Sunny menahan napas begitu melihat Sooyoung telanjang dada. Ini pertama kalinya.
“Dadamu…”
“Kecil kan ya…” kata Sooyoung merasa berkecil hati.
“Ini bukan soal besar atau kecil, bagiku kamu tetap seksi.”
Sooyoung merasa malu diperhatikan begitu. Pipinya memerah.
“Lagipula aku suka abs dan kulitmu yang kecoklatan.”
Sunny mengelus perutnya, membuat otot perut Sooyoung mengencang secara refleks.
“Hehe, apakah barusan geli?” Sunny tersenyum senang, kelihatan sangat menikmati reaksi Sooyoung.
“Sekarang kubuka bawahanmu.”
Sooyoung memejamkan matanya rapat-rapat saat merasakan Sunny meloloskan celana panjangnya beserta celana dalamnya. Lalu Sunny melemparnya ke samping ranjang.
“Sooyoung, kamu cantik,” kata Sunny setelah menatap tubuh Sooyoung dari atas sampai bawah.
“Kata orang aku kayak tiang…”
“Ahaha, tidak usah pedulikan apa kata orang lain. Bagiku Sooyoung is the best.”
Sunny menyingkap handuk yang melapisi tubuhnya dan membuangnya ke samping. Lalu dia menyelipkan jari-jari tangannya di sela-sela jari tangan Sooyoung dan menggenggamnya erat. Merasakan ikatan batin hanya dari bahasa tubuh sederhana itu.
Sooyoung merasa sedikit merinding saat beberapa tetes air jatuh dari rambut Sunny ke tubuh polosnya.
“Ah, netes.”
Sunny menunduk dan menjilat air yang menetes di perut dan dekat dadanya. Lalu sekalian menggodanya dengan menjilat puting Sooyoung.
Sooyoung menggeliat. “A-ah!”
Sekali lagi Sunny mengemut dan menghisap pucuk putingnya yang mulai menegang.
“Ahh…ahhhh!”
Lidah Sunny bergerak mengitarinya. Bahkan menggigitnya pelan dengan giginya.
“Nggh…!”
Sooyoung berusaha menahan diri untuk tidak melonjak saking gelinya akan sensasi yang baru ini. Bahkan jari-jari kakinya ikut meremas. Tapi mulut Sunny terasa hangat dan basah. Dan kulit lembut Sunny yang bergesekan dengannya terasa nikmat. Membuat Sooyoung rasanya ingin melebur dan menjadi satu dengannya.
“Tidak adil kamu bisa melihatku sementara aku tidak bisa melihatmu…”
“Kamu mau bertukar posisi?” goda Sunny.
“Iya, biarkan aku menyentuh kamu juga Sunny.”
Sunny menarik Sooyoung bangun, dan sekarang dia berbaring di sebelah. Tangannya mengusap lengan Sooyoung.
“Nah, sentuhlah.”
Sooyoung bergeser ke atas Sunny.
Sunny sendiri merasa berdebar dengan pengalaman pertamanya ini. Melakukannya bersama dengan kekasihnya yang buta. Akan jadi seperti apakah rasanya?
Sooyoung meletakkan tangannya di bahu Sunny, lalu bergeser ke dadanya.
Sekarang aku menyentuh tubuh telanjang Sunny, uwaahhh… lembut sekali, pikir Sooyoung terkagum sambil mengusap-usap tangannya disana.
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Ah tidak, hanya saja coba aku bisa melihat tubuhmu.”
“Suatu saat kamu pasti bisa.”
Sooyoung memulai dengan menanamkan ciuman lembut di leher Sunny. Lalu perlahan menjadi hisapan yang meninggalkan bekas. Sooyoung menjilat bekas ciuman yang ditinggalkannya.
Sooyoung meremas dada Sunny dengan kedua tangannya. Mengusap kedua putingnya dengan ujung telunjuknya.
“Mmhh… ahhh…”
Kemudian Sooyoung menunduk dan melakukan persis seperti yang Sunny lakukan padanya tadi.
Sunny memejamkan matanya sambil meremas seprai. Puting Sunny telah mengeras. Sooyoung dapat merasakan teksturnya.
Karena Sooyoung tidak bisa melihat, dia sama sekali tidak ragu. Bahkan ketika kecupannya turun hingga ke antara paha Sunny. Sunny melebarkan pahanya untuk memberinya akses. Dia sudah membuang rasa malunya, sekarang hanya ingin dipuaskan.
Sooyoung membuka bibir bawahnya dengan jarinya dan memberi Sunny apa yang diinginkannya. Desahan-desahan Sunny memenuhi ruangan. Terasa sangat merdu di telinga Sooyoung, terutama ketika Sunny mendesahkan namanya. Membuatnya makin bergairah. Karena dia tidak bisa melihat, dia hanya bisa mengandalkan sepenuhnya pada indera perasa dan indera pendengarannya.
Dan karena Sunny tahu itu, makanya dia sama sekali tidak berusaha meredam suara desahannya. Dia ingin Sooyoung mendengar dan merasakan.
Sunny meremas rambut Sooyoung. Merasakan kenikmatan yang amat sangat setiap kali lidah Sooyoung menyentuh tempat sensitifnya di bawah sana. Dia tidak bisa memikirkan hal lain selain fokus pada oral yang diberikan oleh Sooyoung.
Nafasnya terdengar semakin berat. Orgasme yang dia tahan tidak bisa dibendung lagi. Punggung atas Sunny sedikit terangkat ketika dia melepaskan desakan orgasme dalam tubuhnya, disertai dengan desahan yang cukup panjang dan sensual.
Sooyoung merasakan milik Sunny berdenyut dan semakin banyak cairan yang keluar. Sooyoung tahu Sunny telah klimaks.
“Apakah rasanya nikmat Sunny?”
Sunny masih diawang-awang selama beberapa saat. Dan baru sekitar dua puluh detik kemudian dia merespon.
“Iya, nikmat sekali…”
Perlahan dadanya yang naik turun dengan cepat mulai tenang kembali. Nafasnya pun mulai kembali teratur.
“Aku senang kamu menikmatinya. Sebenarnya itu pertama kaliku, haha.”
Sunny sedikit tidak percaya mendengarnya. Apa itu artinya Sooyoung belum pernah melakukannya pada orang lain?
“Karena kamu sudah melakukannya padaku sekarang gantian.”
Sunny memegang kedua bahu Sooyoung dan membaringkannya di sebelah.
“Aku juga ingin memuaskanmu.”
Sooyoung sekali lagi menelan ludah dengan gugup. Terutama ketika Sunny melebarkan kakinya. Dia sudah siap memberi tapi dia sendiri belum siap untuk menerima.
Sunny menyentuhnya dengan jarinya. “Sooyoung, kamu sudah basah sekali.”
Perkataan Sunny membuat paras Sooyoung merona merah.
“Padahal aku belum menyentuhmu di bawah sana, hehe, jadi kamu terangsang karena melakukannya padaku?”
Sooyoung tidak menjawab, tapi dari ekspresi wajahnya, Sunny sudah tahu. Dia suka sekali menggoda gadis jangkung ini.
“Meski kamu sudah sangat basah, tapi biarkan aku melakukannya.”
Napas Sooyoung tercekat ketika dia merasakan kehangatan lidah Sunny di tempat sensitifnya.
“A-ah! Sunny!”
Refleks Sooyoung merapatkan kakinya, membuat Sunny merasa kepalanya terjepit.
Tapi Sunny menahannya dengan tangan dan terus melanjutkannya. Dia ingin orang yang dicintainya juga merasakan kenikmatan yang baru saja dirasakannya. Malah dia menambahkan tekanan di lidahnya.
“Hahh…! Hahh…! Hahh…!”
Sooyoung menggigit bibirnya sendiri untuk meredam desahannya. Setiap stimulasi dari lidah Sunny semakin mengantarnya menuju klimaks.
“Su-Sunny…!”
Sooyoung meraih tangan Sunny dan meremasnya di saat dia mencapai klimaks.
Sunny senang karena telah berhasil membuat kekasihnya mencapai orgasme.
Kemudian dia mencium bibir Sooyoung.
Saat berciuman Sooyoung merasa mengecap rasanya sendiri. Tapi dia tidak keberatan karena dia mencintai Sunny. Dia membalas ciuman Sunny dengan mesra. Sama halnya dengan Sunny.
“Saranghae Sooyoungie.”
“Nado saranghae Sunny.”
Sunny berbaring di samping Sooyoung. Dia mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Lalu Sunny langsung meringkuk minta dirangkul sambil tidur oleh Sooyoung.
Ketika Sunny tertidur malam itu, bibirnya membentuk seulas senyum kecil. Begitu juga dengan Sooyoung.

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Paid for (Chapter 9)" (42)

  1. Ahhh.. bersatu juga dua sejoli ini.. Next

  2. hennyhilda said:

    Wahh akhirnya ada adegan nc jg mereka heheheh
    Manis bgt mereka melakukannya ahhhh

  3. Ambil tmpat dulu. XD

    • Tadinya kupikir di chapter ini, pikiran Soo klo bakalan mlakukan ‘itu’ ama Sunny Cuma pikiran dia sndiri aja alias mengkhayal gitu. Trus ujung2nya gak jadi. Biasanya kan suka sprti itu klo di FF2 lainnya. Apalagi tidak ada pringatan di awal chaptr sprti biasanya.
      Ehhh trnyata bnaran trjadi yah.
      Hmmm….. Gak apa2 lah. Hitung2 dapat baca FF NC yang gak disangka2. XD
      Trus klo soal jalan dari satu batu k batu seberang laginya itu, di Indonesia juga ada lho. Makanya pas baca aku mrasa sdikit ‘de ja vu’. Klo gak salah di makam mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) atau mantan Presiden yang lainnya (Soekarnao/Soeharto) lupa juga deh. Pokoknya di antara itu aja.
      Dan klo brhasil jalan lurus sampai k batu yang sbrangnya lagi, bakalan terkabul keinginannya klo gak salah. Yah kepercayaan aja sih.
      Chapter ini full SooSun. Lalu apa kabar nasib Marina? :p

      • Hahaha, tp kasihan jg yg di bawah umur kalau baca
        Lupa ngasih peringatan 😛
        Hmm aku gak tau malah di Indo ada yg mirip

        Marina mencak2 minta dipuaskan jg #plak

      • Memang ada kok.
        Yah tambahin pringatan aja klo bgitu.
        Yadong trus aja. :p

  4. Wahhh akhirnya update jugaaaa hahahaha. Ciye ciye cintanya udah kesampean nih yeee hahaha selamat untuk soosun! Huh tp kesian marina…

  5. Lilis alawiyah said:

    Omo . . . Aa. Mereka yang ngelakuin teeett *sensor* kok aku yang dag dig dug nya yah, rugi dong.

  6. Akhir ny kesampe’n jg becinta sama Soo.. walah ternyata Soo pertama jg toh.. lanjut thor

  7. Kimrahmahwang said:

    Ciee soosun akhirnya bisa jadian juga dan bahkan ngelakuin begituan. Tepuk tangan buat sooyoung, walaupun dia gabisa liat tapi tetep bisa memuaskan sunny haha 😀
    Manis juga kalian, langgeng yeaaa :p haha

  8. snsd lover said:

    yeahhhh~~akhirnya brsatu jugak..woww soo mmg daebak.tapi kalau soo bisa lihat lagi daebak..hahahaha..next chapter..gak sabar nungguin..please sambung ff yg belum ‘the end’lgi..lama udah nungguin smbungn horror party,itsumademo issho ni itai and only u..hwaiting !!!! dont stress 🙂

  9. chincilla said:

    Kyaa.. Keren thor..
    Jadi pengen ke jepang.. (Gak fokus sma soosun)

    Kok TBC thor.. Masi ad konflik lagi ya??
    Pdahl soosun udah aman” nie..??

    • Ke Jepang aja, pasti bagus 😉

      Ya belum end, karena Marina aja belum terpuaskan #eh
      Dan Soo masih buta

      • chincilla said:

        Bisa nebak thor.. Pasti sunny bkal ksi matanya buat sooyoung??
        Dan ap lgi ni marina blum terpuaskan??
        Thor jgn buat nambah penasaran dong..

  10. khfflovers said:

    JEPANG!!!! ♡♥♡
    chapter ini memuaskan semua pihak yaah.. *kecuali si yuri n marina, tuh dua org dijadiin couple aja biar sama2 seneng… YuMa FTW! :))))

  11. beninsooyoungsters said:

    Ya ampun!! Akhirnya mereka……
    Penasaran sama perasaan Marina yang sebenernya nih semoga Marina gak suka sama Soo kasian Sunny nanti 😦

  12. kip200999 said:

    huaaa keyeeenn :”D
    NCnya dapet tor.. aku terharu.. bisa diambil sisi positifnya, meskipun pacar punya kekurangan tp kita harus terima apa adanya kalo bener2 cinta, jgn cuma cinta dibibir doang tp jg lewat tindakan dan sikap :3

  13. dirgaYul said:

    Wihh deg2an jg bca pgi2.. Wiihh SooSun akhiry bs 1 jg. Legaahhhh.. trs gmn y ntar?? Yuri n Marina?? Akn ad hati yg bkal trsakiti lg nihhh hmmm.. eh Authory lg g smngat y?? Semangat doongg yaa..

    • Hahaha Yuri sama Marina lol
      Ya thanks

      • dirgaYul said:

        Lapor Thor.. Smua sdh d baca.. Seneng deh bs bca lg… Makasih sdh hibur kami.. Jangan capek y.. Hwating!!

      • Haha ya thank you
        Cepet banget kamu baca banyak ff dr kemarin kemarin 😛

      • dirgaYul said:

        Hobi bca dr kcil kok, jd smngat klo bca.. Naaahh yg With Every Heartbeat ituu yg pling kiki suka.. Soaly YoonYul n Yuri pinter bkin puisi, sm kyk kiki*gaktanya..
        Hehehehee..

  14. author nim,,jumpa lagi dgn sya…hahaha…eh y,ne h knpa gua lagi bca stlah skian lama gk mmpir langsung NC. pa ni tkdir gua jadi byun reader..huaa …T_T. thor,yg itsumademo isho no itai kapan lanjut?? gua udh kgen..FIGHTAENG!!

  15. Kim/Choi said:

    Ini nih kak, best fanfic menurutku. Sweet abis deh pokoknya. Apalagi yang chapter 1,2,3,4. Suka binggooooooooooowwwwwwwwww 😀

    Kak Maifate, kalok bisa dilanjut yah kak, jangan lama-lama. Aku bakalan terus nunggu deh. SooSun is the best (y) 😀

    • Hahaha berlebihan
      Tp memang sih ceritanya sweet bikin ngiri

      Ya kalau idenya dah terkumpul

      • Memang iya un. Aku suka banget, sumpah !
        Jadi pingin sewa pacar yang kayak Soo unnie 😀 pasti enak, bisa tiap hari dipeluk sama dikasih kejutan….
        Bisa jadi wanita paling bahagia aku di dunia ini 😀 ❤
        Jadi pengen pacaran……. XD Nasib sang jones *plak
        Buahahahahahaha XD
        Un, idenya udah terkumpul belum ? :p
        Aku gereget….. 😀

      • Sebetulnya tinggal bagian ending sih, masih agak bingung

  16. Ahhh, unnie, andwae…andwaeeeeeeeee…
    Aku nggak mau dipisahin secepat itu dari ff ini *plak
    Aku udah sayang banget loh un sama ff unnie yang satu ini….
    Sumpah. Tekewer kewer malah un XD
    Jangan di ending dong un… kasih lebih banyak episode lagi. JEBAAALLLLL….
    Ini ff SooSun karangan unnie yang paling aku cinta dengan segenap hati, jiwa, raga, dan isi dompetku XD *blep
    Ff ini kan un mendekati kata sempurna sama seperti Locksmith. Aku cinta 2 2 nya…………Semuanya deng XD
    Biarlah un yang ini ditambahin lagi chapternya. Ff manis SooSun unnie yang satu lagi, aku lupa judulnya apa, juga sama manisnya kayak Locksmith. Cuman yang itu udah diendingin sama kakak..
    Tapiiiiiii, semua terserah unnie lah. Nggak tau unnie termasuk orang yang nggak suka dipaksa atau tipe author yang suka dikejar-kejar. Tapi, kalok aku sih maunya nih ff lebih lama lagi tamatnya 😀 Malah berharapnya sampai berseason XD *plak
    Soalnya cinta sekali……. XD

    Monica unnie (kalok nggak salah) XD FIGHTING!!!

    • Lol komentarnya segenap jiwa bgt

      coba kalau bisa nyumbang ide juga XD #plak

      • Ahahahaha, aku memang sedikit hiperbola XD

        Ya udah un, aku bantu sumbang ide. Ummmm, kayak mana kalau adegan yadong yuhu nya ditambahin ???? XD *plakplakplak
        Sekalian tambah episode XD XD XD

      • Ee kalau adegan yuhu langsung semangat aja ni bocah 😛

      • Ahahahahahahahahahahahahahahahaha XD
        Buahahahahahahahahahahahahaha XD
        Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk XD

        Apa ? Eit, tunggu dulu, apa unnie bilang ? Bocah ? Yang bener aja un. Aku udah tua yak, walaupun memang bocah XD Setidaknya unnie yang lebih tua juga lebih bocah :p

        Yuhu karangan unnie soalnya kadang bikin aku greget nggak karuan sambil ngelirik kanan kiri. Takut ketauan sedang berdelusi aw aw XD
        Ah, Miafate unnie, virus yadongmu sudah menyerang sel-sel sarafku XD
        Aniyaaaaaaaaaaaaaaaaa XD
        #Aku kok sok nolak gini yah (?) XD

  17. Karena km lbh muda jadi kuanggap bocah 😛
    Takut ketahuan cengar cengir karena baca yuhu(?)
    Malu malu mau padahal 😛

  18. nindz85 said:

    wohooo akhir mereka ngelakuin juga hehehehe..
    mkin penasaran gimana endingnya

  19. darkart said:

    wow soo kyk nya bener2 cinta mati
    ya ama sunny ckckck
    dan finally mereka melakukan
    sesuatu yg luar biasa di akhir hehehe….

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: