~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 8)

Kamus :

Arigatou = terima kasih (cukup dibaca arigato)

Masaka = tidak mungkin (digunakan ketika terkejut)

Itetete = aw aw aw (sama dengan kata “itai” tapi diperpanjang, digunakan untuk menyerukan sakit)

A/N : Sengaja memasukkan sedikit kata bahasa Jepang dan Korea sedikit supaya reader tidak lupa dengan situasi dalam cerita 😀

~enjoy~

Sunny berlari keluar dari cafe sambil menangis. Dia melewati orang-orang yang berlalu lalang. Mereka semua melihat saat Sunny melewati mereka sambil menghapus air matanya, tapi tidak ada yang menegurnya, karena Sunny berjalan cepat. Sunny sendiri bahkan tidak memikirkan suatu tujuan. Terus berjalan tanpa arah dengan perasaan berkecamuk.

Sampai Sunny merasa ada sesuatu yang kurang. Dia baru teringat kalau benda yang seharusnya berada di punggungnya tidak ada. Tas miliknya! Di dalamnya ada ponsel, dompet, dan paspor berharganya. Bisa celaka dia kalau sampai kehilangan semua itu!

Cepat-cepat Sunny mengubah haluan dan berusaha menemukan jalan kembali ke cafe tadi. Dia berlari melewati jalan yang dia ingat sampai akhirnya melihat kafe itu dari jauh. Sunny langsung masuk kembali ke dalam. Kemudian segera menuju ke tempat duduknya tadi. Disana dia melihat tasnya masih berada di tempat dan seorang pelayan hendak mengambilnya.

“Ah, itu milik saya!” seru Sunny dalam bahasa Korea.

Pelayan itu tidak paham tapi dia menyerahkan tas itu ke Sunny karena menganggap itu miliknya.

“Arigatou!” ucap Sunny sambil membungkukkan badannya. Setidaknya dia bisa mengucapkan salam yang paling dasar dalam bahasa Jepang karena dia sudah membacanya selama berada di pesawat terbang.

Sunny membuka isi tasnya. Ponsel cek, paspor cek, dompet cek. Sunny menghembuskan nafas lega karena semua barang-barangnya masih utuh. “Syukurlah…” Sunny memeluk tasnya kemudian memakainya di punggungnya kembali. Dia berjalan ke luar dari cafe. Berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia memandang sekelilingnya sambil menimbang berbagai kemungkinan. Antara pergi mencari hotel yang layak untuk ditinggali, pergi jalan-jalan, atau makan.

Saat sedang menebarkan pandangannya ke sekeliling, dia melihat sosok yang tidak asing. Itu Sooyoung! Sunny dapat memastikan bahwa figur itu Sooyoung meski hanya melihat sosok belakangnya dari jauh, terutama karena dia masih memakal syal pemberiannya barusan.

Di samping Sooyoung berdiri seorang wanita yang tidak Sunny kenal sedang memeganginya.

Jadi begitu, dia sudah punya kekasih, makanya dia menolakku.

Sunny tidak tahu apa yang dia lakukan tapi dia melangkah ke arah gadis jangkung itu. Jalan mereka sangat lambat, sampai Sunny dapat mengejar mereka dengan cepat. Tahu-tahu dia sudah berada di belakang mereka. Tapi tampaknya keduanya tidak menyadari kehadirannya. Bahkan ketika mereka berdiri menunggu lampu hijau bagi penyeberang jalan.

Sunny berdiri tepat di belakangnya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam jaketnya, mematai lekat-lekat punggung Sooyoung dan Marina. Herannya keduanya masih tidak sadar ditatap seintens itu. Barangkali bila tatapan bisa mematikan, punggung mereka berdua sudah terbakar.

Sunny merasa sangat cemburu, terutama melihat cara wanita itu memegang Sooyoung, seolah dia tidak akan melepaskan Sooyoung.

Warna lampu berubah menjadi merah, orang-orang dari kedua sisi mulai bergerak dengan langkah cepat. Jalanan seketika dibanjiri oleh manusia yang memiliki tujuan masing-masing. Sunny masih mengikuti di belakang. Seorang pria besar tidak sengaja menyenggol bahu Sooyoung dengan kasar dan Sooyoung terjatuh.

Sunny yang cemas langsung menghambur ke samping Sooyoung dan memegangnya. Dia yang lebih dulu membantu Sooyoung berdiri sebelum Marina sempat melakukannya.

“A-ah, arigatou, Marina.”

Sunny menaikkan alis dan menatapnya dengan tatapan heran. Kenapa Sooyoung mengira dirinya seseorang bernama Marina? Sementara tangan Sunny masih memegangi lengan Sooyoung.

Marina sangat kaget ketika menyadari siapa orang asing yang telah membantu Sooyoung berdiri. Dia sampai menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangan.

“Ngg, Marina? Ayo kita jalan.”

“Su-Suyon-chan…!”

“Marina, ada apa? Kenapa nggak jalan? Nanti lampunya keburu merah.”

Wajah Sooyoung berkerut. Dia merasa bingung. Rasanya dia mendengar suara Marina dari samping kiri, tapi perasaannya seperti merasa tangan yang memegangnya berada di depan atau di samping kanan?

Sunny tersadar kalau mereka masih berada di tengah jalan. Dia menengok dan melihat detik hingga lampu berubah warna tinggal 10 detik lagi.

Tanpa berkata lebih jauh Sunny menarik tangan Sooyoung dan membawanya ke seberang. Dia bahkan tidak memedulikan wanita di samping Sooyoung tadi.

“Eh-eh! Marina! Jangan jalan cepat-cepat!”

Alis Sunny semakin berkerut di sepanjang langkahnya. Walau dia tidak mengerti apa yang dikatakan Sooyoung tapi kenapa dia merasa Sooyoung terus memanggil dirinya dengan nama Marina. Tidak mungkin itu karena kacamata hitam yang dikenakannya kan? Walau lebih gelap seharusnya dia masih dapat membedakan dirinya dengan wanita itu.

“Hei! Pelan sedikit!” Sooyoung sampai tersandung selama berjalan karena menginjak aspal yang sedikit cekung ke dalam, tapi dia tidak sampai terjatuh karena tangannya masih dipegangi oleh Sunny.

Mereka sudah sampai di seberang 4 detik sebelum lampu berubah.

“Apa lampunya sudah merah?”

Pertanyaan Sooyoung membuat Sunny mengernyit sekali lagi. Walau dia tidak mengerti bahasa Jepang, Sunny jelas merasa Sooyoung seperti tidak sedang berbicara dengannya. Karena kalau bicara dengan dirinya, seharusnya Sooyoung mengubah bahasanya kembali ke bahasa Korea. Seperti saat di kafe tadi.

Karena membangkitkan kecurigaannya, Sunny sengaja tidak membuka suara untuk menjawabnya.

Sementara Sooyoung yang berada dalam kegelapan merasa resah karena tidak mendapatkan jawaban.

“Hei, Marina, kenapa diam saja dari tadi? Apa barusan terjadi sesuatu? Jangan membuatku kepikiran nih.”

“Suyon-chan!”

Marina sampai di seberang 1 detik sebelum warna lampu berubah.

Kali ini Sooyoung yang bingung karena merasa mendengar suara Marina dari arah belakang. Huh? Jadi siapa ini yang sedang menggenggam tangannya? Jangan-jangan firasatnya benar bahwa yang menggenggam tangannya saat ini adalah orang lain selain Marina.

Genggaman di tangannya terasa lebih erat sekarang.

“Kenapa kamu tidak melihatku…?” tanya Sunny dengan mata berkaca-kaca sambil terus menatap wajah Sooyoung.

“!” Mendengar suara berbahasa Korea yang sangat dikenalnya itu membuat jantung Sooyoung panik.

Marina pun hanya bisa gigit jari melihat drama keduanya dari samping.

“Masaka…! Sunny?!”

“Ne jawab, kenapa kamu tidak tahu ini aku?”

“I-itu…”

“Sooyoung… kamu buta?”

“!”

“Kamu benar-benar buta?!” Sunny meninggikan suaranya karena dia masih tidak mau percaya bahwa orang yang dicintainya buta.

Sooyoung mengalihkan pandangan dari sumber suara yang meneriakinya dari depan. “Aku cuma salah lihat, maaf…”

Salah lihat?! Sunny sama sekali tidak akan tertipu!

“Sekarang katakan aku memakai baju warna apa Sooyoung.”

Sooyoung berkeringat dingin.

“Tidak bisa? Berarti kamu memang buta!”

“A-ah, iya aku memang buta warna.” Sooyoung sendiri tidak tahu kenapa dia masih bersikeras. Dan dia sekarang bingung, bukan karena tiba-tiba berganti-ganti antara bahasa Korea dan Jepang.

“Jangan berdalih Choi Sooyoung! Aku tidak akan tertipu! Kalau memang kamu buta warna, sekarang katakan baju model apa yang kukenakan!”

Sooyoung menggigit bibirnya.

“Suyon-chan, sudahlah…” kata Marina walau dia tidak mengerti bahasa mereka, tapi dia bisa memahami apa yang sedang terjadi.

“Marina.”

“Katakan saja yang sebenarnya pada Sunny.”

Sooyoung mengepalkan tangannya dan mengakuinya dengan berat hati. Sunny adalah orang terakhir yang paling ingin dia beritahu saat ini. Mungkin ini kesalahannya sendiri karena keinginannya bertemu dengan Sunny lebih kuat melebihi apa pun.

“Iya, aku memang buta…”

Sunny melepaskan tangannya dari Sooyoung. Perasaan realita ini menghancurkannya. Membuatnya susah bernapas.

“Marina, ayo kita pulang.”

“Sooyoung!” panggil Sunny.

“Aku tahu, ikutlah ke rumah kami, akan kuceritakan semua yang ingin kamu ketahui.”

**

Ketiganya sudah berada di apartemen Sooyoung dan Marina. Mereka bertiga duduk di sofa ruang tengah.

“Kerusakan kornea?”

“Benar, karena kecelakaan yang kualami 2 minggu yang lalu.” Sooyoung melepas kacamata hitamnya, kemudian melepas kontak lens warna yang dikenakannya di kedua matanya.

Sunny menahan napas melihat warna bola mata Sooyoung yang keputihan. “Ta-tapi, dengan operasi kamu masih bisa sembuh kan? Masih bisa melihat seperti sedia kala.” tanya Sunny tidak mau berhenti berharap dulu.

“Bisa, tapi aku tidak punya biayanya dan-”

“Kalau begitu pakailah uangku berapa pun itu dan segera operasi!”

“Belum ada donor kornea…”

“Kalau begitu ambil salah satu korneaku!”

Sooyoung kaget karena kata-kata Sunny persis seperti Marina.

“Dokter tidak bisa mengambil kornea dari pendonor yang masih hidup.”

Sunny menggigit bibir dengan frustasi. Kedua tangannya meremas celana panjangnya di atas pahanya.

**

Malamnya.

Di ruang tengah.

Sunny menginap di apartemen mereka karena usul Marina.

Sudah 1 jam Sunny berbaring di atas sofa, tapi dia tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan tentang keadaan Sooyoung. Ditambah lagi Sooyoung tidur sekamar dengan perempuan itu.

“Sunny…”

Sunny kaget ketika melihat Sooyoung berdiri tidak jauh darinya. Tapi dia tidak menatap ke arahnya.

“Ke-kenapa kamu disini?”

“Kata Marina kamu tidak bisa tidur, makanya aku datang kemari untuk memeriksa keadaanmu.”

Sooyoung berjalan sangat pelan sambil menjulurkan tangannya dan meraba-raba sekitarnya. Melihat itu Sunny langsung berinisiatif bangun dari tempatnya dan menghampiri Sooyoung untuk menolongnya. Tapi sebelum Sunny sempat memeganginya, yang terjadi malah kedua dadanya terpegang oleh Sooyoung.

“!” Sunny kaget dan refleks tubuhnya menegang.

“Ngg?” Sooyoung penasaran benda apa yang dipegangnya ini. Kenapa terasa lembut?

Sooyoung meremas-remasnya untuk mengira-ngira.

Sunny gemas dan melayangkan pukulan ke lengannya.

Buk!

“Itetete! Yah! Kenapa aku dipukul?!” kata Sooyoung sambil mengusap-usap lengannya.

“Kamu meremas dadaku!” ujar Sunny dengan paras memerah.

“Uhh, maklumi aku dong, aku kan tidak sengaja. Kamu kan tahu kondisiku.”

“Iya deh.”

Sunny membantu Sooyoung duduk di sofa, kemudian baru duduk di sebelahnya.

“Aku juga tidak bisa tidur…” kata Sooyoung.

“Karena ada aku disini?”

“Iya, aku sendiri bahkan tidak percaya sekarang bisa mengobrol bersama dengan kamu disini, di ruangan ini.”

“Aku juga tidak percaya. Kupikir setelah kita berpisah tadi siang kita tidak akan bertemu lagi…” ujar Sunny sedih.

“Maaf aku selalu menyakitimu…”

“Jangan meminta maaf lagi.”

“Tapi aku selalu saja menyakiti perasaanmu…”

“Aku akan selalu memaafkanmu karena aku sayang kamu.”

Sooyoung merasa jantungnya berdebar-debar. Dia menoleh ke samping. Meskipun dia tidak dapat melihat Sunny, tapi sekarang ini dia merasakan tatapan penuh kasih sayang yang dipancarkan oleh Sunny.

Sooyoung menahan napas ketika dia merasakan napas Sunny menerpa pipinya. Kemudian dua detik berikutnya dia merasakan sentuhan yang lembut di bibirnya.

Sooyoung mengetahui dengan sangat jelas apa yang dilakukan oleh Sunny saat ini. Tapi hatinya seperti merindukan kehadiran Sunny. Maka Sooyoung tutup mata dan menikmati ciuman dengan Sunny.

Seluruh pikirannya kosong. Saat ini dia tidak bisa memikirkan apa pun selain Sunny, terutama ketika Sunny mengulum bibirnya. Rasanya menghanyutkan. Jantungnya berdebar seperti saat pertama kali merasakan ciuman pertama. Di detik itu Sooyoung menyadari kalau dia telah jatuh cinta pada Sunny.

Sunny menghentikan ciumannya ketika dia membutuhkan udara.

“Rasanya tidak percaya kalau 3 tahun yang lalu kamu adalah kekasih bayaranku. Waktu berlalu begitu cepat.”

Sooyoung mengangkat tangannya, menempel dengan hati-hati di leher Sunny kemudian merambat ke pipinya.

Ibu jari Sooyoung mengelus bibir Sunny. Sooyoung mendekat, memiringkan kepalanya sedikit, dan mendaratkan ciuman di bibir Sunny. Dalam dan menghayati.

Seusai ciuman, mata Sunny berkaca-kaca.

“Kenapa kamu balas menciumku…? Bisa-bisa aku mengira kamu memiliki perasaan yang sama denganku…”

Tapi Sooyoung menciumnya sekali lagi dengan singkat dan berkata. “Aku mencintaimu Sunny. Sungguh.”

“Benarkah…? Sekarang kamu bukan hanya sekedar berakting seperti ketika kamu masih menjadi kekasih bayaranku kan?”

“Tidak, aku sadar sekarang, kalau aku memiliki perasaan yang sama denganmu.”

Sunny menangis sekarang. Air matanya mengalir turun membasahi tangan Sooyoung.

“Sunny, kamu nangis?”

“Ahaha… ini air mata haru.” Sunny meremas kedua tangan Sooyoung.

Sooyoung menyeka air matanya dengan ibu jarinya. Melalui indera perasanya, Sooyoung dapat merasakan bibir Sunny bergerak menyunggingkan sebuah senyum dan dia pun ikut tersenyum.

“Seandainya aku bisa melihat wajahmu sekarang… senyummu pasti sangat manis seperti terakhir kali aku mengingatmu di Korea.”

“Ah, aku masih sama seperti 3 tahun yang lalu.”

“Tidak terjadi sesuatu padamu kan?”

“Tidak, aku sehat-sehat saja.”

“Bolehkah aku menyentuh wajahmu?

“Lakukan saja Sooyoung.”

Sunny memejamkan mata dan membiarkan Sooyoung meraba-raba wajah Sunny dengan hati-hati. Kening, kelopak mata, hidung, bibir, dan rahang.

“Wajahmu mulus sekali.”

“Gomawo, aku selalu merawatnya.”

Kemudian berlanjut ke telinga dan mengusap, membelai rambutnya hingga ke ujung rambutnya. Semua itu dilakukan sambil Sooyoung membayangkan Sunny yang terakhir kali dilihatnya.

“Rambutmu lebih panjang.”

“Iya.”

Sooyoung jadi mendapatkan gambaran seperti apa wajah Sunny sekarang. Yang jelas dia bisa lega karena wajah Sunny tidak cacat dan rambutnya lebih panjang dibanding 3 tahun yang lalu.

Sementara itu dari balik pintu kamar, Marina diam-diam mengintip keduanya dan merasa sedih. Dia juga melihat mereka berciuman tadi, yang dilakukan oleh Sooyoung sendiri.

Ternyata memang benar hati Sooyoung telah berpaling pada gadis itu, batinnya sambil menutup pintu pelan-pelan supaya keduanya tidak menyadari.

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Paid for (Chapter 8)" (36)

  1. Soo hadooh buta d jadi-in alasan biar bisa pegang melon Sunny.. Soo pikir-in perasaan ny Mariana jg dunk.. pasti sakit bingit itu liat Soosun ciuman.. klo w jd Mariana pasti w udah histeris and kosot kosotan d lantai

  2. hennyhilda said:

    Haduhh sooyoung bz j modusnya amp salah megang pny nya sunny ckckck
    N ngomong2 sooyoung knp jd plin plan gt.sedikit2 sk marina n skr sk m sunny dsaat sunny udh da pacar n yuri m marina mw dkemanain tuh >.<
    Ehhh kirain mereka ciuman bkl lanjut da nc nya hehehe :p

    • Wkwkwk itu sih modusnya author XD
      Skrng sih bisa kuyakinkan kalau Soo suka Sunny
      Mana mgkin bisa bebas NC selagi masih ada Marina 😛

  3. ciah.. Soo cari kesempatan ajee.. dah jadian sana.. terus balik ke korea.. ketemu ma ortunya Soo

  4. Tinggalin jejak dulu.

    • Hmmm….. Chapter ini tidak trlalu spektakuler.
      Karna jalan critanya mudah ditebak. :p #Bawel
      Jadi yah intinya akhirnya Soo sudah mnyadari prasaannya yang sbnarnya adalah untuk Sunny.
      Entah mngapa baca chaptr ini pun, aku masih ttap gak suka ama Soo.
      Jadi critanya prtama dia suka Marina sampai2 ngjar2 k Jepang n tinggalin Sunny, trus hatinya mulai mendua slama di Jepang. Trus stlah brtmu langsung ama Sunny, jadilah dia skarang pindah hati k Sunny dan terabaikanlah Marina. Yang bnaran aja. -_-
      Yah entah mngapa klo mata buta dalam FF itus udah klise.
      Biasanya sih (klo gak ada twist tentunya), salah satu dari yeoja yang mncintai Soo akan mninggal n pada akhirnya mndonorkan matanya k Soo.
      Nah, skarang tinggal antara Marina atau Sunny aja.
      Berhubung (lagi2) author-nya SooSun shipper, amka mungkin yang akan di-die-kan dalam FF ini adalah Marina.
      Tapi bisa jadi juga sad ending, dimana Sunny yang mninggal n donorin matanya k Soo.
      Atau klo twist mungkin akhirnya Soo dapat pendonor dari orang lain n kisah cintanya brakhir 3some dngan Marina n Sunny.
      Tapi kayaknya gak mungkin bangt yah. :p

  5. khfflovers said:

    Cie elah tuh syoo tangannya udah trlatih kyknya huahah
    udah si marina sama yuri aja wakakakak

  6. chincilla said:

    Author,, hubungan marina sma sooyoung gmna sih??

  7. Wah authornya nakal nihhhh. Buta aja byun. Apalagi melek? Hahahaha. Duh udah kiss kiss aja nihh dirumah orang~ balik gih ke rumah bunny~ terus nc nc an dah sampe puas~ LOL.

  8. Prince Katou Boy said:

    Anyeong Author 🙋🙋🙋
    Aku reader baru td buka” eh nemu nih ff
    keren thor lanjutkannn!!!! 😀😀😀

  9. k200999 said:

    Waaoo keyen tor…. Kapan nih NC bebasnya? Kangen ff NCnya author :v

  10. Lilis alawiyah said:

    Huwwaaa kasian marina, marina jodohin ajah thor sama citra. Kasian dia sendiri.

    Yuwwrii mana yuwwrii.

    Yah dia smbunyi di chap ini.

  11. Kimrahmahwang said:

    Sooyoung modus megang2 dada nya sunny, gimana tuh rasanya?enak?kenyel2 yaa haha lol
    Akhirnya soo ngakuin perasaan nya juga. Yeayy soosun bersatu. Duhh Marina sabar yaa, mungkin belom jodoh…

  12. beninsooyoungsters said:

    sooyoung antara enak dan gak enak tuh jadi buta wkwkwk
    eyaaaa cinta segi empat sekarang makin riweuh 😀

  13. Marina sabar ya. Nanti sy marahi author ya hehehe

  14. soo modus bener megang2 dadanya sunny hahaha…
    itu namanya musibah membawa berkah ya soo

  15. Wah baru buka web lagi nih hehehehe. Aduh sooo enak banget bisa remes remes punya Sunny,nanti pas bagian real nc nya yang hot ya thor XD

  16. snsd lover said:

    akan ku tunggu bahagian NC nya..hahahahaha

  17. Lilis alawiyah said:

    Ya ampun, aku udah bintitan ngintip wp nya huhu 😥

  18. dirgaYul said:

    Auww.. Sad mak.. Cinta bersegi2 jadiy.. hmm..Kasian jg Marina yg liat lgsg. Bsok lg lah bcay.. sdh ngantuk. Yukk bbok..

  19. nindz84 said:

    wohoo…
    ternyata akhirnya soo cinta juga ke sunny..
    hmm hmm…
    penasaran..

  20. darkart said:

    setelah bertahun-tahun akhirnya
    soo membalas cinta nya sunny jg
    walau keadaan soo udh seperti itu
    daebak prok prok prok

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: