~Thank you for your comments~

Only U (Chapter 5)

Ketika aku membuka mataku hari sudah terang. Sinar matahari bersinar melewati celah-celah tirai jendela. Kemudian aku langsung teringat sama kejadian semalam.

Kyaaaaaaa!

Memalukan sekali! Kenapa juga semalam aku terbawa oleh air matanya dan melakukan hal seperti itu?!

“Dengan begini, keperawananku sudah jadi milikmu, Hyunnie.”

Kepalaku menjadi panas ketika kalimatnya terbayang sekali lagi. Bahkan perasaan di tangan kananku masih terasa sangat jelas.

Kututupi wajahku dengan bantal walau tidak ada seorang pun yang melihat.

A-andwae…! Bukan berarti semalam aku mau berbuat begitu…!

Akhirnya setelah beberapa menit kacau sendiri, aku mulai dapat berpikir kembali. Kukembalikan bantal ke tempat semulai, di bawah kepalaku.

Tapi bagaimana ini… kalau begini aku akan semakin terjebak olehnya.

Mungkin aku harus menjauh darinya. Seperti keluar negeri misalnya. Tapi luka ini masih belum sembuh…

Terdengar suara pintu terbuka dan aku cepat-cepat memejamkan mata, berpura-pura tidur kembali.

“Yaaaaa~ masih tidur? Nggak seru, ini kan sudah jam 10 pagi.”

Aku berusaha menenangkan diriku. Sudah jelas pemilik suara itu adalah Jessica!

Pintu tertutup dan terdengar suara langkah mendekat. Omo…

“Hyunnie~ bangun dong~”

“…………….”

“Jagiyaaa~”

Pura-pura tidak dengar.

Pura-pura tidak dengar.

Bisikku dalam batin seperti mantra.

“Huh, dipanggil kekasih tercinta seharusnya bangun dong.”

“…………….”

“Hmm, apa kucium saja ya supaya bangun?”

“Ne, eonnie…”

Aku menyerah.

“Ah, akhirnya bangun juga, hehe. Apakah kamu bermimpi indah semalam, Hyunnie?”

“Tidak juga…”

Aku malah terkejut masih bisa tidur setelah kejadian semalam. Mungkin aku kelelahan…

“Ngomong-ngomong, bagaimana penampilanku hari ini?” Dia menunjuk dirinya sendiri.

Ah, di sebelah kanan ada satu kepangan di antara helaian rambutnya.

“Manis kan? Aku sengaja mengubah sedikit tatanan rambutku demi kamu lho, Hyunnie, hehe.”

Aduh, aku jadi ingin tidur lagi…

“Ah, kamu pasti belum makan pagi kan, biar kusuapin.”

Kemudian dia membantu meninggikan posisi tempat tidurku dan pergi ke depan meja, membuka sarapan pagi yang sudah diletakkan disana sebelum aku bangun. Selama makan, dia terus membanjiri aku dengan cintanya yang berlebih. Barangkali karena kejadian semalam, dia jadi jauh lebih menempel sekarang, sampai membuatku sedikit ilfil.

“Ukh! Uhuk! Uhuk! Ahak! Ahak!”

“Hyunnie, kamu tersedak ya?!”

Aku terus batuk beberapa kali sampai kembali lega. “Gwenchana…”

“Ini air.”

Aku menerima gelas yang diberikannya dan minum.

“Yah, tapi aku bisa mengerti kalau kamu tersedak oleh pesonaku.”

“BRUTS! Ohok! Ohok!”

“Ya, ampun tersedak lagi ya?! Aduh, kasihan Hyunnie, makanya hati-hati dong.”

Sica eonnieeeee! Lama-lama aku bisa mati benaran ini!

 

**

 

Sorenya.

“Jreng!”

Aku menatapnya dengan sebelah mata. Sama sekali tidak terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba. Malahan aku berpikir ‘buat apa datang lagi?’

“Kupikir kamu pasti bosan, makanya aku bawakan beberapa buku dan novel buat kamu.”

Eh?

“Lalu juga fotoku kalau kamu lagi kangen aku,” ucapnya sambil memegang foto yang di pigura itu dengan kedua tangan di dekat wajahnya yang beraegyo.

Eng, yang itu nggak perlu…

Tapi aku tidak bisa menyuarakannya karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia meletakkan foto dirinya di atas meja.

“Nah, lumayan buat penghias ruangan.”

Kemudian dia duduk di kursi dekat ranjangku. “Mumpung aku ada waktu luang, biar kubacakan salah satu cerita.”

“Sica eonnie nggak perlu repot.”

“Tidak apa-apa, mumpung aku lagi tidak malas, biarkan aku mendongeng kamu.”

Tapi aku bukan anak kecil…

“Baiklah, judulnya Sunny Bunny. Eh apa ini?” alisnya bertaut. “Kenapa aku bisa punya buku seperti ini?” Dia memasukkannya ke dalam tas plastik dan ganti mengambil judul buku yang lain.

“Judulnya Mao Mao. Hmm, kurasa ini lebih sreg buat aku.”

Benar-benar aneh.

“Pada suatu ketika.”

Dan dia mulai bercerita panjang lebar tanpa kuminta. Buku aneh berjudul Mao Mao itu. Karena aku sudah banyak tidur sebelum dia datang, mataku sama sekali tidak bisa terpejam. Aku tidak punya pilihan lain selain mendengarkan.

Kisahnya adalah mengenai seorang hantu yang mengalami krisis identitas. Karena dia menemukan dirinya mati dan amnesia. Tapi dia memiliki kekuatan spesial dengan sosok barunya, yaitu dia bisa merasuki benda-benda dan menggerakkannya, walau hanya terbatas pada benda-benda yang tidak berat. Di sepanjang pencarian jati dirinya, dia telah menolong beberapa orang.

“Dan akhirnya Jessica pun menemukan jati dirinya, bahwa dia sebenarnya bukanlah manusia melainkan si kucing yang mati di dekat orang yang dikira sebagai sosok manusianya bernama Mao Mao.”

Jessica menutup bukunya.

“Huh, kenapa nama tokohnya sama denganku, dan ternyata sosok tokoh utama yang sebenarnya kucing pula.”

“Ahaha, kurasa Sica eonnie memang cocok dengan imej kucing.”

Karena kucing juga malas dan manja, tapi aku tidak menambahkan kalimat itu.

“Tapi syukurlah, kamu tertawa Hyunnie.”

Ah, benar juga. Barangkali seperti ini tidak buruk juga.

“Tapi sayang, aku sudah harus pulang.” Dia menggembungkan pipinya.

“Baiklah, aku akan jadi anak baik, aku pamit dulu.” Dia mengecup keningku. “Bye, Hyunnie~”

Aku memasang senyum bisnis dan balas melambainya. Pintu tertutup dan suasana di kamar ini kembali damai.

Hahh… akhirnya pergi juga, sekarang aku bisa tenang.

Lalu aku berpaling melihat tas plastik berisi buku-buku yang dibawanya.

Yah, tapi hari ini tidak buruk juga.

 

**

 

Akhirnya aku telah sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Walau ini bertentangan dari komitmenku yaitu lulus tepat waktu, terpaksa aku mengambil cuti kuliah lalu merencanakan tinggal di luar negeri. Hitung-hitung aku bisa sambil sekalian belajar disana. Dan bahasa inggrisku bisa jadi lebih lancar.

Rencanaku ini tidak bersifat selamanya, hanya sementara. Setidaknya aku ingin lepas dari Sica eonnie.

Aku sengaja tidak memberitahunya, bahkan tidak memberitahu teman sekampus.

Orang tuaku kaget dengan keputusanku yang mendadak, tapi aku sudah memikirkannya matang-matang selama dirawat di rumah sakit. Akhirnya mereka mengijinkannya.

Mungkin orang akan menyebut ini pelarian, tapi apa boleh buat. Setelah mencoba berbagai alternatif, yang semuanya tidak berhasil, aku hanya bisa melihat jalan ini sebagai jalan terakhir.

 

**

 

Seohyun sudah berada di bandara, di terminal menunggu pesawatnya, keberangkatannya tinggal 30 menit lagi. Saat sudah hampir tiba waktunya untuk diperbolehkan masuk pesawat, tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa penerbangannya dibatalkan karena ada ancaman bom.

Alis Seohyun berkerut tidak percaya. Sekaligus merasa lega karena pesawat belum terbang dan dia belum masuk ke dalam pesawat.

Karena mempunyai firasat, dia pun menerima pembatalan tersebut, mengambil kembali bagasinya dan akhirnya memilih pulang kembali ke rumahnya. Sampai di rumah, orang tuanya kaget karena melihat Seohyun yang berdiri di ambang pintu. Seohyun pun menjelaskan apa yang terjadi sewaktu dia di bandara.

Tapi ternyata esok harinya jauh lebih mengejutkan lagi.

Seohyun kaget bukan main ketika membaca berita di koran pagi itu. Pembatalan penerbangan kemarin terpampang besar-besar sebagai headline pagi itu. Bahwa ternyata ancaman bom itu hanya ancaman kosong dan bahwa pelaku pengancam bom itu adalah Jessica Jung! Dan dia sudah tertangkap!

Seohyun sendiri pun merasa seolah bom dijatuhkan ke hatinya. Dia berusaha mempertahankan kewarasan dirinya dan lanjut membaca. Ternyata alasan gadis muda itu melakukan ancaman kosong adalah untuk menghentikan kekasihnya yang hendak pergi meninggalkannya ke luar negeri.

Dan siapa lagi kalau bukan dirinya yang dimaksud?

 

**

 

Karena tidak bisa tinggal diam, Seohyun mencoba pergi mengunjungi Jessica.

Dia menunggu selama beberapa saat dan akhirnya melihat sosok gadis itu dibawa ke dalam ruangan dari balik jendela kaca di hadapannya. Melihat sosoknya di tempat seperti ini, menekankan perasaan realitanya. Tadinya dia masih tidak mau memercayai kenyataan ini.

“Ah Hyunnie, ternyata kamu benar-benar tidak jadi pergi.” Begitu kalimat yang pertama kali diutarakan Jessica disertai senyuman.

“Aku tidak habis pikir… apa yang Sica eonnie pikirkan?! Bagaimana bisa Sica eonnie berpikir melakukan hal seperti mengancam dengan bom palsu?!”

“Untuk apa lagi? Sudah jelas supaya kamu tidak pergi Hyunnie.”

“Tahukah Sica eonnie kalau mengancam dengan bom, meski tidak ada bom sungguhan, TETAP bisa dikenai sangsi berat?!”

“Ah, tapi masih lebih baik daripada Hyunnie pergi dariku. Nyatanya hari ini pagi-pagi kamu langsung pergi menemuiku bukan? Hehe.”

Seohyun hanya bisa mengatupkan rahangnya menahan marah. Dia sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi orang seperti ini.

“Pabo! Pabo! PABO!”

Tapi di detik berikutnya, Seohyun malah menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis.

“Hyunnie?”

Bahunya berguncang karena tangis. Seohyun sendiri tidak tahu untuk alasan apa dia menangis. Apakah karena Jessica tertangkap karena perbuatan nekatnya? Ataukah karena dia sedih tidak bisa lepas dari Jessica?

“Aku tidak apa-apa kok Hyunnie. 8 bulan lagi juga aku akan dibebaskan.”

“……………..”

“Hyunnie…”

“……………..”

Seohyun tidak berkata apa-apa, hanya melanjutkan menangis.

Jessica bersandar di tempat duduknya dan mendengus. “Sejujurnya aku juga tidak mau melakukan ini.”

“…lalu kenapa?”

“Tatap aku Hyunnie.”

Dengan susah payah, Seohyun mengangkat wajahnya dari balik tangannya. Matanya merah dan air mata masih membasahi pipinya. Mata mereka bertemu dalam satu garis lurus dan saat itu Seohyun merasakan getaran aneh ketika mendengar perkataan Jessica.

“Karena aku mencintaimu Hyunnie, karena itu kumohon jangan pergi lagi dari hadapanku. Kalau kamu pergi, aku tidak tahu lagi apa yang akan kulakukan.”

“…tahu nggak? Sica eonnie adalah orang paling menyusahkan yang pernah kukenal…”

Jessica hanya tersenyum, meski terlihat sedikit sedih. “Begitu pun juga tidak apa-apa, itu berarti sekarang aku berada di dalam hatimu kan?”

“Sungguh menyebalkan…” kata Seohyun sambil mengelap air matanya yang berjatuhan.

“Kunjungi aku setiap hari.” Begitu kata Jessica sesaat sebelum waktu kunjungan berakhir.

 

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Only U (Chapter 5)" (28)

  1. jadi kepingin punya pacar kaya jessie *,*
    jess jadi pacar aku aja ,

  2. hennyhilda said:

    Yess baca ff ni lg 🙂 seneng bgt pas balik k wp ni,update ttg ff ni udh da hehehe
    Sica cinta bgt y m hyunnie amp rela ngelakuin hal ky gitu n g mikirin konsekuensi dr perbuatannya hhhh dsni aq bz liat gmn sica gigih bgt bwt dapetin hati hyunnie wlw ia hrz nerima klo hyunnie keberatan dg smua perbuatan yg menurutnya sangat menganggu tp nanti lama kelamaan hyunnie bakal cinta jg m sica hohoho 😉

  3. Agak ngeri jg punya pacar kaya Jessie y.. Soebaby wlpun menyesal Ml sama Jessie tp masih Terbayang jg.. berarti Seobaby minikmati ny dunk.. Jessie ampun dah nekat abis demi cinta..

  4. chincilla said:

    Kkkk.. Lucu banget sifat sica..

  5. Lilis alawiyah said:

    Aahh, sica I LOVE YOU. . . Kalau aku jadi hyunie aku akan bejek bejek #eh. Peluk peluk sica.

    Only U pantas sajah judulnya memang nyangkut sama ceritanya. Chapter 6 , aku tunggu.

  6. Ambil tmpat dulu. XD
    BTW sorry kmarin malam aku baru lihat ada message dari kamu di FB.
    Langsung BBM aja. Akhir2 ini aku jarang main FB. Trutama klo Sabtu-Minggu. 😉

    • Hyunnie tlat nyadar deh. Payah. -_-
      Yah sbnarnya FF ini bisa juga disebut sbagai FF ‘Loveless’ versi SeoSica.
      Habis prbuatannya Sica smakin nekat aja.
      Tadinya aku bnar2 gak nyangka klo yang ancaman bom itu dalangnya Sica.
      Karna gak habis pikir, tahu dari mana dia soal rncana kbrangkatan Hyunnie k luar negeri itu. Kan Hyunnie cuma ngomong k orang tuanya aja.
      Masa orang tuanya ember k orang asing yanggak dikenal.
      Oh iya lupa, kan mrka ada knal Sica pas dia tungguin Hyunnie slama diopname yah. :p
      Trlbih di dunia FF kan yang tidak mungkin bisa aja jadi mungkin, trgantung kehendak authornya.
      Lalu smpat2nya ada ‘iklan’ Sunny Bunny nyempil.
      Dan tadinya aku juga kira crita arwah pnasaran Sica itu akan brdasarkan FF SunSica yang dulu itu, yang Sica gentayangin Sunny yang mahasiswi. Trnyata beda toh.
      Yah, apakah pada akhirnya hati Hyunnie sdikit tergerak dngan sgala ‘ketulusan’ (?) dan pengorbanan Sica?
      Kurasa iya walaupun pasti Hyunnie tak akan smudah itu mngakuinya. 🙂

      • Memang jadi sama dgn Loveless, hoho

        Yah aku memang gak sempat menceritakan gimana Sica bisa tau
        Tp ya spt katamu, tp ada 2 kemungkinan
        Sica bisa tau kalau tanya ke ortunya (Sica tanya karena Hyunnie tdk membalas pesannya misalnya)
        Atau Sica dgr rumor Hyunnie cuti kuliah di kampus

        Sengaja kusempilin Sunny Bunny biar kedengaran kocak aja XD
        Wkwkwk hantu Sica
        Tp kalau gitu entar gak jd Mao Mao deh
        (Biar judulnya kedengaran lucu dan aneh XD )

        Yah kalau gak entar reader malah sedih karena SeoSica gak bersatu

  7. taenyfanficivaydiwa said:

    etdah sica bener2 *tepok jidat sica
    masuk penjara kan tu jadinya ckckck

  8. Kimrahmahwang said:

    Sica bener2 cinta mati sama seohyun, sampe bikin pemberitaan tentang ancaman bom dan ternyata itu palsu. Rela masuk penjara demi mencegah hyunie biar gak pergi. Wohooo._. Hyunie beruntung tuh.-.

  9. yoong hyun said:

    hahah lucu binggo ini..
    sica sumpah jengkelin minta ampun.Hyunie kekeuh bgt,susah buat suka ma jess..aduh jess konyol banget sih..
    tapi lucu deh liat klian kyak gtu.wkwkwk

  10. beninsooyoungsters said:

    so sweet :3 tapi ngeri 😦

  11. khfflovers said:

    si jessica emang EDAN!
    Wkwk
    kalo aku jg reaksinya sama kyk seohyun… nangis frustasi wkwk
    tp ya repot juga sih. Gmn mau mau lepas dr jessica kalo seohyun orgnya peduli dan ga heartless gtu?
    Susah jg cari solusinya wkwk

  12. setuju ama yg di atas.. gue jg mau punya pacar macam jessica disini.. hihi XD

  13. Akhirnya update ff yang ini
    Sica bener bener deh,,masa nyebarin gosip di pesawat ada bom
    Kayaknya seohyun udah mulai ekhemm…
    Punya pacar kayak sica kayaknya seru tuh
    Semangat thor

    • Bkn nyebarin
      Tp langsung nelpon ke sasaran dan ngancam tepatnya
      wkwkwk yakin seru punya pacar kayak Sica disini? XD

  14. Wah seobaby perlahan mulai jatuh kedalam buaian cintanya sicachu~ lol. Lucu parah ngebayangin seo menderita *plak. Cute bgt tp kesian haha~ lanjut terus thooor~

  15. k200999 said:

    Asli jd sebel bgt sm sica disana, itu si jessicanya emang. digambarkannya punya gangguan jiwa gitu tor? Tapi kasian banget ya si seohyun

  16. aduhh.. seo mulai terbawa suasana tuh.. nanti kebawa perasaan lagi… hehehe
    nice thor, makin lama makin bikin geregetan…

  17. dirgaYul said:

    Kok bntar bnget y prsaan?? Demi menahan yg d cinta spya g prgi. Tp tw dr mn Sica klo Hyunnie mo prgi y?? Hayyoo lohh ad mata2??

  18. novilrs said:

    Buset dah, sica ky pyscho ah, nekat nya gk karuan. Tp mau deh pnya pcr kyk sica gt, udh cntk, syg bgt sama pcr lg

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: