~Thank you for your comments~

Only U (Chapter 4)

A/N : Annyeong *bow 😀

aku sendiri sebenarnya nggak ngerti kenapa ceritanya jadi begini #la??

tapi yah aku mau sekedar memberi peringatan juga (kurasa nggak perlu dikasih tau peringatan soal apa, silakan skip sendiri) 😛

enjoy~

**

“Jangan bilang siapa-siapa ya.”

Berikutnya terdengar suara jepretan-jepretan dari smartphone yang dipegang Jessica.

“Selamat atas hilangnya keperawananmu, Hyunnie. Ups, lupa ini bukan di Amerika.”

“……………..”

“Kenapa? Jangan berwajah seperti itu dong. Lain kali aku akan menghadiahimu keperawananku, tapi tidak sekarang. Karena aku belum siap, hehe. Tapi jika saat itu tiba kuharap kamu akan mengenang momen itu selamanya.”

**

Seohyun akhirnya pulang kembali ke apartemennya. Dia langsung menuju ke depan kamar mandi, melepas semua busana yang dikenakannya dengan terburu-buru dan sengit, dan melemparnya ke keranjang yang berisi baju-baju kotor. Dia masuk dan menyalakan shower sederas mungkin. Air hangat mengalir keluar. Membasahi kepalanya lalu mengalir turun ke sekujur tubuhnya. Seohyun memejamkan matanya, mencoba untuk tetap tenang. Jantungnya masih berdebar lebih cepat. Tapi dalam kegelapan, bayangan perkosaan itu malah kembali menghantuinya. Seohyun cepat-cepat membuka matanya kembali, lalu mengambil sabun batangan dan menggosok tubuhnya dengan kasar. Seperti berusaha mengenyahkan kenangan buruk itu dari tubuhnya. Daerah tubuhnya yang bekas disentuh, digosoknya berulang-ulang meski seharusnya sudah bersih. Sampai air matanya tergenang kembali, berbaur dengan air shower yang mengalir deras di atasnya.

Seohyun mulai menangis terisak-isak. Dia menumpahkan semua air matanya dalam balutan air hangat yang menerpanya.

**

Seohyun sudah berpakaian. Dia berbaring tengkurap di atas kasur. Bantal menjadi tempatnya untuk melanjutkan tumpahan air matanya yang tidak mau juga berhenti. Sampai akhirnya dia tersadar sendiri.

“Menangis terus pun juga percuma. Aku harusnya mencari solusi untuk masalah ini.”

Seohyun bangun dan menghapus sisa-sisa air matanya. Mencoba untuk menguatkan dirinya. Apalagi dalam keadaan seperti ini, tanpa punya siapapun untuk bersandar, dia harus tegar. Dan yang terpenting, karena dia tinggal sendiri maka dia harus menjaga dirinya sendiri. Akal sehatnya masih dapat berpikir meski menghadapi situasi yang membuatnya tertekan.

Pertama dia harus mengisi perutnya yang kosong. Jadi dengan enggan Seohyun memaksa dirinya ke dapur. Memasak nasi sedikit dan menggoreng telur. Lalu dia memakannya dengan sangat pelan, lebih pelan daripada balita makan. Karena meskipun dia lapar, tapi sebenarnya dia sangat tidak nafsu makan. Tapi bagi dia tidak ada yang lebih buruk daripada membiarkan dirinya kelaparan di tengah suasana yang stres.

Sambil makan dia berpikir apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi kelakuan Jessica. Baginya ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Selesai makan, dia meletakkannya di samping cucian piring. Kemudian kembali ke kamarnya. Seohyun langsung membuka laptopnya, kemudian menggoogle solusinya. Setelah mengetikkan kata-kata kunci dan membaca beberapa saran. Akhirnya dia tahu apa yang harus dilakukan.

Seohyun menghubungi layanan darurat khusus untuk daerah Korea Selatan. Kemudian Seohyun menguatkan batin dan menceritakan mengenai apa yang terjadi. Lalu juga menjelaskan tentang ancaman yang dibuat Jessica dengan detail. “Dia benar-benar berdiri di tepi gedung dan mengancam akan melompat kalau aku menolaknya. Aku ketakutan sekali, sampai terpaksa kuterima.”

“Baiklah, Seohyun-ssi, kami mengerti.”

Kemudian Seohyun meminta Jessica dibawa untuk ditangani karena dia sudah tidak tahu bagaimana menyikapinya lagi.

**

Kemudian seperti harapan Seohyun, Jessica dibawa untuk diterapi, walau dengan cara yang sedikit memaksa.

Seohyun pun berusaha memberi pengertian pada keluarga Jessica. Walau pada mereka, dia tidak bisa mengatakan semua detailnya. Beberapa rahasia terkadang memang lebih baik tidak diutarakan. Setidaknya begitulah pemikirannya.

Hari itu benar-benar hari yang panjang dan melelahkan bagi Seohyun. Meski hanya memberi penjelasan pada orangtua Jessica supaya mereka mau mengerti keadaan putrinya. Tapi dia merasa lega, karena setelah sekian lama hari itu dia bisa pergi ke kampus dengan tenang.

Begitu juga dengan keesokan harinya. Tak ada gangguan sama sekali dari Jessica.

Seohyun mulai bisa menarik nafas lega. Sudah lama dia merindukan bisa kembali ke kehidupannya yang tenang sebelum mengenal Jessica Jung.

Seohyun POV

 

Memang melaporkannya adalah tindakan yang tepat, setidaknya sekarang aku bisa fokus kembali pada studiku. Pokoknya aku harus lulus tepat waktu, itulah komitmenku pada diri sendiri.

Kelas dibubarkan dan aku pulang dari kampus seperti biasanya, lewat jalan seperti biasanya juga. Saat aku sedang menatap lurus ke depan dan menunggu angkutan umum, tiba-tiba aku merasakan sesuatu dihujamkan ke pinggangku.

Third Person POV

Hari itu, ketika sedang menunggu di tempat pemberhentian bis. Seohyun menjadi korban penusukan acak oleh seorang namja yang stres. Sesaat sebelum kejadian, Seohyun tidak berfirasat apa-apa saat ada seseorang yang berdiri di sampingnya. Dikiranya dia juga hanya salah satu dari penumpang yang menunggu bis. Sampai tiba-tiba dia mengeluarkan pisau lipat dari saku jaketnya. Sebelum ada siapapun yang menyadari, pinggang Seohyun sudah tertikam. Pisau itu juga menggores lengan kirinya.

Orang itu segera ditahan dan Seohyun cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Nyawanya tertolong karena tusukannya tidak mengenai organ vital.

**

Seohyun POV

Perlahan aku membuka mataku. Mengerjapkannya beberapa kali ketika melihat wajah yang kukenal menatapku. Apakah ini mimpi? Atau…

“Hyunnie, sudah sadar ya?”

Eh?!

Tangannya yang meremas tanganku terasa nyata. Rasa kantukku hilang. Kesadaranku kembali sepenuhnya.

“Sebentar, biar kupanggilkan orang tuamu.”

Yeoja itu keluar kamar. Tangan kananku meremas selimut.

Kenapa dia bisa ada disini?

Aku mencoba mengingat kembali. Seseorang menikamku ketika aku sedang menunggu bis. Lalu aku dilarikan ke rumah sakit. Untuk mengkonfirmasinya, aku melihat lengan kiri dan pinggangku yang masih terbalut perban dibalik baju rumah sakit yang kupakai.

Tidak lama kemudian pintu terbuka dan beberapa orang masuk ke dalam. Mereka adalah orangtuaku.

Wajah mereka tampak sangat lega dan mereka segera mengekspresikan rasa bersyukurnya. Bagaimanapun juga aku adalah putri semata wayang mereka. Aku pun tersenyum dan ikut bersyukur karena mereka sangat mencintaiku. Kemudian aku juga melihat gadis itu berdiri di dekat mereka. Orang tuaku tidak pernah tahu apa yang telah terjadi pada putrinya ini sebelum kejadian hari ini. Karena aku memang belum sanggup untuk menceritakannya.

Mereka tetap disini selama 2 jam, lalu mereka pamit untuk pulang. Tapi gadis itu masih ada disini, dan dia menawarkan diri untuk menemaniku menggantikan mereka. Kenapa juga dari tadi dia belum pergi dari sini?

Mendadak aku jadi sinis.

Eonnie, kau yakin bilang akan menjagaku? Bukannya aku yang malah berada dalam bahaya diapa-apain jika berduaan dengan kamu?

Pintu tertutup dan suara orang tuaku sudah terdengar jauh.

Dia tersenyum dan duduk di kursi yang tidak jauh dari ranjang.

“Kenapa Sica eonnie disini?”

“Kenapa? Kaget, Hyunnie?”

“Bukan, tapi aku berharap Sica eonnie juga segera pergi dari sini dan biarkan aku beristirahat,” jawabku tanpa mau melihat wajahnya. Aku juga tidak peduli meski kata-kataku terdengar dingin.

“Aww, jangan dingin begitu dong, Hyunnie. Kita sudah bercinta juga. Lagipula rumah sakit ini kan juga tempat aku terapi, jadi sementara ini aku tinggal disini.”

Sesaat tubuhku menjadi kaku.

Jadi dia dirawat disini?!

“Bukankah aku sudah menyanggupi keinginanmu untuk melakukan terapi? Aku anak yang baik kan? Puji aku dong?”

“…………….”

“Jangan-jangan kamu tidak tahu aku dirawat disini? Berarti kejutan buat kamu dong, hehe.”

Tanganku mulai berkeringat dingin.

“Tapi Hyunnie, berarti kita memang berjodoh. Lihat saja kita kembali dipersatukan begini dengan cara yang tak terduga. Berarti takdirmu memang tidak jauh-jauh dariku. Meskipun kamu terluka, ternyata memang ada kebaikan dalam setiap musibah.“

Aku memejamkan mataku erat-erat.

Oh Tuhan… beginikah nasibku?

“Benar, kita kan harus selalu memandang dari sisi yang positif.”

Aku juga selalu berusaha memandang segalanya dari sisi yang positif. Tapi saat ini, aku tidak bisa memandang ini dari sisi yang positif selain hanya beryukur aku masih hidup.

“Aku pun tak keberatan jika aku yang berada di posisimu selama aku bisa bersama denganmu, Hyunnie.” bisiknya dengan mesra di telingaku selagi duniaku masih gelap. Aku membuka mataku kembali dan memandangnya. Jarak di antara wajah kami sangat dekat hingga aku bisa merasakan nafasnya di pipiku.

Apakah ini memang sudah takdir? Apa aku memang tidak bisa lepas darinya? Apa memang aku harus menerimanya?

Aku tidak menghindar ketika dia menanamkan ciuman di bibirku dan mengulum bibirku. Setelah sekitar sepuluh detik dia menyudahi ciumannya.

“Hyunnie, aku akan membuatmu merasa lebih baik.”

Gimana bisa… pikirku acuh tak acuh.

Tiba-tiba dia melepaskan atasannya.

“Aku pernah bilang kalau aku akan memberikan keperawananku padamu kan? Aku sudah siap sekarang.”

Dia tersenyum seolah-olah ini adalah hal yang wajar dilakukan.

Dia juga melepaskan bawahannya dan sekarang telanjang bulat sepenuhnya. Sekarang aku baru tersentak.

“E-eonnie tidak mungkin serius kan?!”

“Eh, tapi aku serius,” katanya sambil naik ke atas ranjang dan sekarang mengangkangiku dengan tangan dan kakinya menyentuh ranjang.

Aku ingin menyingkir tapi aku khawatir kalau bergerak terlalu banyak atau memaksa mengeluarkan tenaga akan membebani luka di pinggangku yang masih belum menutup. Walau selama painkiller ini masih bekerja, aku tidak akan merasa sakit, tapi aku tidak mau kalau sampai memperparah keadaanku.

“Ingat-ingatlah momen ini Hyunnie, karena pertama kaliku hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Nah, sekarang lakukanlah dengan lembut.”

“Sica eonnie, jebal… aku ini masih sakit,” kataku mencoba beralasan.

Walau sebenarnya meski aku tidak sakit pun aku tidak akan mau melakukannya. Kalau orang berpikir ini adalah kesempatan untuk membalas dendam, aku tetap tidak akan mau.

“Apakah masih sakit lukanya, Hyunnie?” ekspresinya menunjukkan simpatik ketika bertanya begitu.

“Ne…” aku mengangguk dengan lemah.

“Baiklah kalau begitu, biar kubantu.” Dia mengambil tangan kananku dan memajukan badannya sedikit, berhati-hati agar tidak menyenggol pinggang kiriku. Kemudian dia memegangkan tanganku di dada kirinya.

Tapi maksudku bukan begini juga! Kenapa eonnie tidak mau mengerti sih kalau aku tidak ingin melakukannya?!

“Ahhh… apa kamu merasakan detak jantungku Hyunnie? Sekarang aku sedang berdebar-debar karena melakukannya denganmu.”

Aku memejamkan mataku sekali lagi. Supaya tidak melihat tubuh telanjangnya di atasku. Tapi aku tidak bisa mengenyahkan rasa kulitnya yang terasa sangat lembut di telapak tanganku. Dan ini membuat mukaku terasa panas karena malu. Pertama kalinya tanganku meraba-raba dada seorang perempuan.

“Tatap aku, Hyunnie.”

“Sica eonnie, sudah cukup…”

“Kenapa? Aku melakukan ini demi kamu. Tidakkah kamu merasakan kasih sayangku?”

“Iya, tapi tidak harus memberikan kasih sayang dengan cara begini kan…”

“Hyunnie, hargailah perasaanku. Tahukah kamu berapa banyak keberanian yang kukeluarkan untuk melakukan ini?”

“……………..”

“Juga tahukah kamu seberapa khawatirnya aku ketika mendengar kamu tertusuk?”

Indera perasa di tangan kananku merasakan tetesan-tetesan air berjatuhan di atasnya dan mengalir turun. Kubuka mataku kembali dan ternyata dia sedang menangis.

“Waktu operasimu belum selesai, aku takut sekali selama berdiri di depan kamar operasi. Aku tidak bisa tenang sampai mendengar kabar operasimu. Kupikir kamu akan meninggalkanku selamanya… Karena itu sekarang bisa mengobrol dan melakukan ini bersamamu, kebahagiaan ini tak ternilai harganya bagiku, Hyunnie…”

Apakah sebesar itukah perasaanmu padaku, Sica eonnie?

Mendadak hatiku luluh. Baru kali ini ada yang berkata seperti ini padaku. Sesaat bahkan aku merasa tidak keberatan dengan semua hal buruk yang pernah dilakukannya padaku.

“Aku mengerti Sica eonnie, jangan nangis lagi ya…”

Walau hanya sesaat, aku merasa ingin merengkuhnya.

“Karena itu biarkan aku melakukannya, Hyunnie. Supaya aku bisa memuaskan keinginanku untuk membuktikan rasa cintaku padamu.”

Aku tidak berkata apa-apa tapi aku hanya mengangguk.

Kemudian dia pun melanjutkan.

Dia menggunakan jari-jari tanganku untuk menstimulasi putingnya.

Sekali lagi aku memejamkan mataku karena merasa sangat malu memandang ekspresi wajahnya yang tampak berada di tengah kenikmatan. Sesekali desahan halus keluar dari bibirnya.

Bagian dalam diriku juga ikut merasa panas.

“Saranghae…”

Dia membawa tanganku turun ke bawah dan menyentuh tempat lain yang hanya bisa kutebak, karena aku masih memejamkan mata. Tapi aku punya dugaan yang kuat dimana tanganku berada sekarang. Dia menggosok-gosokkan jariku dengan irama yang teratur disana, dan walau baru sebentar aku merasa sedikit takjub dengan betapa basahnya Sica eonnie di bawah sana.

Nafasnya terdengar semakin berat.

Kuberanikan diri untuk mengintip sedikit dari celah-celah mataku. Dan ternyata memang benar, tanganku berada disana. Gosokan-gosokan jariku disana menimbulkan suara-suara yang semakin lama terdengar semakin kotor dan mesum.

“Ahhh… Hyunnie… aku sudah basah sekali… sekarang masukin jarimu…”

“……………..”

Aku masih ragu dengan hal ini. Kalau aku masukin jariku berarti aku benar-benar akan mengambil keperawanannya.

“Jebal… aku sudah nggak tahan…”

Sepertinya aku sudah tidak bisa lolos lagi. Lagipula sudah terlambat untuk mundur sekarang.

Jantungku berdebar kencang. Kupejamkan mataku rapat-rapat dan mengandalkan indera perasa di ujung jariku. Aku meraba-raba dan menggerakkan jariku menuju lubang pembukaannya. Cairan yang dikeluarkannya melicinkan jariku untuk masuk ke dalam. Jariku benar-benar dapat meluncur masuk dengan mudah dan sangat lancar sampai mungkin masuk terlalu dalam.

“Ngghhh…! A-aww…”

Aku membuka mataku karena kaget mendengar erangannya, aku hendak menarik jariku keluar tapi ditahannya.

“Jangan dikeluarkan! Jebal… nanti juga aku akan terbiasa.”

Kuperhatikan ternyata jariku benar-benar telah tertanam di dalam area privatnya. Jari tengahku terasa seperti dijepit di dalam. Rasanya juga hangat. Benar-benar perasaan yang aneh…

“Dengan begini, keperawananku sudah jadi milikmu, Hyunnie.”

Dia tersenyum. Kulihat ada sedikit butiran keringat di pipinya.

“Saranghae Hyunnie.” Masih dengan menahan tanganku di tempat, dia menunduk dan mengecup bibirku.

Malam ini aku sungguh-sungguh bingung dengan semua ini.

*~To Be Continued~*

A/N : Gimana? Apakah super yadong? wkwkwk maklum XD

Advertisements

Comments on: "Only U (Chapter 4)" (40)

  1. Kurang yadong :p
    Sica maksa banget kan kasian sama hyunnie nya kan sampe kaya gitu mana lagi sakit lagi hyunnie nya kan kasian 😦
    Di tunggu deh kelanjutan ff nya thor

  2. choileesyaa said:

    err sica -_- tuh anak kenapa sih kayaknya otaknya bermasalah deh -_-

  3. Lilis alawiyah said:

    Entah kenapa aku berdebar debar. . .

  4. haha parah2

  5. astaga benar benar mengerikan ……

  6. Diantara loveless yg lain, kenapa gue ngerasa ini yg paling ngenes yah thor? Wkwkwl duh kesian hyunnie! Malu2 tapi mau hahaha~ byunhyun~

  7. Jah Jessie Hyunie kn lg sakit.. tp klo w Hyunie udh w gares tu Jessie.. wlpun masih sakit.. hahaha

  8. hennyhilda said:

    OH MY GOSH >.<
    knp jd gini thor..haduhhh
    WTH…OMO 😮
    sica parah bgt tp gw sk hahahaha *pletakk
    Hmm sbnrnya c nc nya kurang bgt *tp u kok jd panas c bacanya hihihihi 😀
    Ehh thor km tw g c,yg plg aq tunggu th ff ni..
    Dr kmrn bolak balik k wp ni bharap only u nya da terbarunya cz aq sk bgt m sica dsni arghhh *tenang tenang hhhh
    Bharap kdepannya bkl da nc yg fullllll *dsr readers plg yadong gw 😀

    • Karena kasihan Hyunnie kalau NC full XD #plak alasan
      Sbnarnya cuma mau menyampaikan kalau Hyunnie dikasih keperawanan Sica aja, bukan bertujuan yadong full yg bikin hot 😛

      Jangan2 malah ada yg ‘basah’ #plak

      Kalau begitu makasih karena sudah bersabar menunggu ff ini :3

  9. Kimrahmahwang said:

    Sica sebenernya kenapa dah?punya penyakit ato gimana. Pengen banget keperawanan nya diambil udah gitu maksa lagi. Sica terobsesi banget sama hyunnie, sifatnya menakutkan gitu, kaya psikopat……….

  10. wah.. ceritanya seru juga… ditunggu yah cerita selanjutnya yang lebih seru lagi dan hot tentunya… 🙂

  11. taenyfanficivaydiwa said:

    njirr sica si seobaby udah gak virgin diselamatin
    kan sakit ntu seobaby maincoblos wae -_-

  12. beninsooyoungsters said:

    speechless….Hyunnie yang malang

  13. chincilla said:

    Akhirnya only u update juga..
    Daebak thor.. Ska banget sma chara sica disni.. XD
    Lanjut thor.. Semangkaaa xD

  14. kyril fadillah said:

    ditunggu lanjutannya thor.gw pikir setelah sica diterapi akan menjadi lebih baik tapi sama aja

  15. k200999 said:

    Lama” menarik bikin kepo, ini nanti bakalan ada yg full NC ga ya? Kok rasanya pgn tau kalo seohyun ntar jd agresif/?

    • Hahaha XD
      Yah belum tentu jg, tergantung alur ceritanya nanti memungkinkan NC atau gak

      • k200999 said:

        Hehee aku tunggu lanjutannya min, kepo banget rasanya..
        Ni ff lumayan jg buat nemenin setelah belajar jd otaknya agak fresh ga berat/?
        Tolong dong min kapan” buat ffnya yg ada cast nya Hyoyeon sm sapa gitu sm Taeyeon apa Seohyun apa Tiffany gitu hehehe :v

      • Haha dulu dah pernah buat Hyo jadi tokoh utama
        Yah sbnarnya kadang pemeran ffnya tergantung ide yg kudapat jg

      • k200999 said:

        Ada min? Judulnya apa ya? Aku pengen baca deh hehee
        Oh gitu, aku jg dirumah sering iseng” nulis ff min tp kadang aneh hehe jd jarang aku ketik..
        Btw hepibesdey ya min maaf telat, semoga panjang umur dan makin sukses dengan karya”nya.. 😀

  16. khfflovers said:

    As expected uri maknae selalu bisa berpikir rasional di saat apapun hohoho~
    Hahahha ga usah dibritau pun, reader uda tau kok dimana tuh tangan diarahin hohoho
    ya ampun. Saya sendiri yg baca juga bingung kok ahahhaa

  17. Ambil tmpat dulu. 🙂

    • Yaelah si Sica ini pakai ambil ‘foto kenang2an’ sgala lagi.
      Jadi ingat FF SeoSica yang dulu itu. Yang tadinya Sica sama anak orang kaya pemilik sekolah n berkuasa pnuh, trus nyuruh anak buahnya pegangin Hyunnie trus bajunya dirobek. Waktu itu kan difoto juga Hyunnie. Bahkan sampai Hyunnie sudah die pun fotonya masih trsimpan di HP. XD
      Sica sama ini suka skali sih mlakukan pelecehan ama Hyunnie. -_-
      Tapi salut sih ama Hyunnie. Biasanya klo orang sudah dibegituin bakalan mrasa terpuruk, ini malah masih bisa berpikir jernih n sistematis. Pakai maksain makan, Googling, n telepon nomor darurat Korea Selatan juga. :p
      Tapi setahu aku sih itu bukan nomor untuk konsultasi atau menyelesaikan masalah sih. Lbih ke telepon darurat untuk nglaporin klo ada orang yang mau bunuh diri gitu. Klo gak salah.
      Untungnya pas diajakin untuk berobat, dia gak ngelawan atau parahnya lagi macam Sunny k Soo pas di FF ‘Loveless’. Malah balas ngejebak.
      Soal Hyunnie ditusuk, tadinya agak kaget sih, karna bingung ini maksudnya Hyunnie ditusuk pngaruhnya k jalan crita bakalan kayak apa. Dikiranya bakalan die tuh si Hyunnie. Trnyata maksud critanya untuk memprtmukan SeoSica dalam satu kamar lagi dalam keadaan Hyunnie tak berdaya n diajak berbuat yadong.
      Hmmm….. Air mata bnar2 ‘senjata’ yeoja. Terlepas dari sandiwara atau pun tulus (kayaknay sih tulus), ttap aja aku ngrasa Hyunnie kayak dijebak bgitu. Intinya sih situasinya mang bikin bingung dan aneh untuk Hyunnie. Tapi Sica ttap aja jadi pihak yang dipuaskan.

      • Haha bkn anak pemilik sih tp anak pendonor nomor satu di sekolah tepatnya
        Ya begitulah, entah knp malah kepikir Sica foto2 lagi wkwkwk 😛
        Ya memang, tp kurasa menurutku bisa jg dibantu (maybe)
        Kan biasanya kalau lapor mau bunuh diri pasti bakalan dibantu smp gak berpikiran ingin bunuh diri lagi

        Haha kasihan Hyunnie dibuat tak berdaya, jd merasa author yg kejam XD
        aku ngakak baca komentarmu
        Terutama kalimat terakhir
        Kesannya jd Sica yadong sekali

      • KAn mang iya, mau Hyunnie yang ‘ngelakuin’ pun ksannya dijebak ama Sica n dia sndiri yang senang, puas, n diuntungkan kok. :p

  18. lvn_jung said:

    Kyaaaaaa…. makin hot aja ff mu eonni
    ga sabar nunggu lanjutannya…
    aku kira seo nya ga bakal mau ‘ituin’ sica.. hehehe

  19. :/ koq jahat sih..
    NCnya gitu doang?
    wkwkwk padahal radarku lgsg on pas baca peringatanmu thor.. ternyata tak begitu hot wkwkwk

    eniweii.. hyunnie memang pintar buat bikin jessie pergi dr hidupnya wkwk tp spertinya TUHAN *author* berkata lain wkwkwk kalian di pertemukan kembali wohooo~ cukup lama juga ya nggu ff ini.. wkwk jgn lama” thor.. kl boleh req capt slanjutnya yg lebih hot NCnya kyk di slave wkwkwk

  20. dirgaYul said:

    Wihihihihii.. yadong yg maksa s polos Hyunnie.. Pake ngintip segala s Hyunnie. Auuww imut bnget y..

  21. Taeny407 said:

    Hahahhaa karena lupa jadi baca lagi chap 4 eeerrr basah thor..

    Thank you sudah mengingatkan thor

  22. novilrs said:

    Sica horor bgt, seo nya kasian jd korban sica mulu dr awal. Apa” kudu nurutin sica

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: