~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 5)

A/N : Maaf lama nggak update *bow ff Only U pun masih 400an kata T_T

yah, yang penting enjoylah ff ini^^

Sunny POV

“Akhirnya jadi.”

Aku memeluk syal buatanku sendiri di dada. Ini syal buatanku yang kedua. Karena buatan yang pertama kurang rapi. Aku selalu menyempatkan diri merajutnya tiap ada waktu luang. Meski ini bukan berarti cintaku akan terbalas, tapi aku tetap ingin memberikannya.

Kalau dia datang nanti pertama-tama akan langsung kupakaikan ke lehernya dan kuucapkan selamat ulang tahun. Jadi tidak sabar lagi, hehe.

**

Sudah lewat dari jamnya, tapi entah kenapa Sooyoung belum datang juga. Aku melihat ke jam dinding sekali lagi entah untuk yang keberapa kalinya dalam hari ini. Sudah jam 8 malam lebih.

Apa dia tidak bisa datang?

Ah tidak, siapa tahu dia ada urusan penting makanya telat. Kucoba tunggu saja dengan sabar.

Dua jam kemudian.

Kuambil smartphoneku dan mengirim pesan padanya.

“Huh? Kenapa nggak terkirim?”

Apa lebih baik kutelpon langsung? Aku sebenarnya tidak ingin mengganggunya, tapi ini penting. Ulang tahunnya akan berakhir kurang dari 2 jam lagi. Aku sudah susah payah bikin syal demi momen ini.

Tapi walau sudah kucoba menelpon beberapa kali tetap tidak tersambung.

“Apa yang dia lakukan?? Kenapa nggak diaktifin?!”

**

Sementara itu di ketinggian sekitar 3000 m dari atas permukaan laut, seorang yeoja sedang duduk di dekat jendela memandang ke awan-awan putih diluar dengan latar langit gelap sambil berpangku tangan. Tentu saja karena berada di atas pesawat, ponselnya lagi di airplane mode.

“Omma, aku tidak sabar lagi merayakan ulang tahun Paman.”

Terdengar suara anak kecil yang berkata pada Ibunya dari tempat duduk belakang.

Sooyoung POV

Ulang tahun?

Aku mengecek sobekan tiket pesawatku. Lalu tersenyum kecil.

Benar juga, aku sampai lupa kalau hari ini ulang tahunku gara-gara mengurus kepergian ini.

Tapi itu tidak penting sekarang. Karena mungkin aku bisa benar-benar bertemu dengan Marina…

**

Sunny POV

Tik

Tik

Tik

Kuperhatikan terus jam di dinding hingga jarumnya yang panjang akhirnya bertemu dengan jarum yang pendek.

“Sekali lagi yang terakhir, saengil chukha hamnida Sooyoung.”

Syal rajutanku berada di atas pangkuanku.

Dan walau ulang tahun Sooyoung sudah lewat, aku masih tidak beranjak dari atas sofa. Tetap terduduk dengan lemas.

Kalau sudah begini, tidak ada yang lagi bisa kuperbuat juga kan? Aku tahu itu, tapi tetap saja…

Aku tidak bisa berhenti memikirkannya.

Apa dia ada janji dengan orang lain? Tentu saja, aku kan sudah ditolaknya. Sudah tentu dia ingin melewatkan malam yang istimewa baginya bersama dengan seseorang yang dicintainya.

Uhh, lagi-lagi hatiku sakit… Kenapa mencintai seseorang saja begitu berat?

Rasanya aku menjadi lemah karena cinta…

**

Nagoya, Jepang.

Seorang wanita menatap terkejut seseorang yang berdiri di depan pintu rumahnya.

“Nggak mungkin…!”

“Marina… ternyata benar kamu tinggal disini.”

“Sooyoung…” Mata Marina berkaca-kaca.

“Akhirnya… setelah hampir 4 tahun berlalu.” Sooyoung melepas koper yang dibawanya dan langsung memeluk tubuh wanita yang masih terpaku di tempat itu. “Akhirnya bisa bertemu.” Bisik Sooyoung di dekat telinganya.

Marina menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.

**

Marina mempersilakan Sooyoung duduk di ruang keluarga.

“Silakan, meski tempatnya sempit.”

“Okasan.” Seorang anak perempuan berusia sekitar 3 tahun datang menghampiri dan menarik ujung bajunya.

“Ah, kenapa belum tidur?” Marina membungkuk dan membujuk anaknya dalam bahasa Jepang.

Sooyoung hanya duduk di sofa dan terus mengawasi ketika Marina membawa anak itu masuk ke dalam kamar kemudian keluar beberapa saat kemudian.

“Jadi begitu… kamu sudah berkeluarga ya. Kenapa kamu tidak cerita-cerita ke aku?” Sooyoung sendiri terkejut dia bisa menghadapi kenyataan ini dengan tenang. Betapapun menyakitkannya kenyataan, dia merasa lebih baik mendapat penjelasan daripada selamanya berada dalam kegelapan. Penuh dengan prasangka atas pikirannya sendiri. Barangkali jauh di dalam lubuk hatinya dia sudah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk ketika memutuskan untuk pergi menemui Marina.

“……………..”

“Ah bukan, lebih tepatnya, kenapa kamu memutuskan kontak denganku?”

Marina menggigit bibir. Tidak berani bertemu pandang dengan Sooyoung. Dia pergi membuatkan teh. Dapur rumahnya tidak terbatasi dengan dinding, berada dalam satu ruangan dengan ruang keluarga. Marina kembali ke hadapannya dan meletakkan dua cangkir teh hangat di atas meja. “Silakan, kamu pasti haus.”

Marina duduk di sofa depannya. “Aku sempat menduga kalau suatu saat hari seperti ini akan tiba. Hari dimana kamu akan datang menemuiku. Tapi aku tidak menyangka akan secepat ini, 4 tahun benar-benar berlalu dengan cepat…”

“Aku menunggu penjelasan, Marina.”

Marina mengambil secangkir teh, tapi tidak benar-benar meminumnya. Hanya melihat asap yang mengepul dari cangkirnya. Tanpa sadar dia menghembuskan nafas panjang.

“Saat itu aku tidak bisa menceritakannya padamu… tapi kurasa sekarang aku bisa mengatakannya.”

“……………..”

“……………..”

“Marina? Kenapa tidak dilanjut?”

“…tadinya kupikir aku bisa berkata terus terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi… tapi ternyata menyakitkan sekali…”

Marina meletakkan kembali tehnya, tidak jadi meminumnya. Dia menarik nafas untuk menenangkan dirinya.

Sooyoung memandang wajah wanita yang duduk di depannya dengan lebih cermat. Wajah itu tidak lagi ceria seperti Marina yang dikenalnya 4 tahun yang lalu. Yang dulunya selalu menyambut kedatangannya dengan ceria meski deretan giginya tidak rapi. Wajahnya terlihat seolah memendam penderitaan hidup. Dia tampak lebih dewasa dan lebih matang dari usianya yang seharusnya. Melihat ekspresi Marina, wajah Sooyoung melunak.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Sampai kamu tidak bisa menceritakannya…”

Marina menunduk dan meremas lengannya. “Kamu mungkin akan terluka mendengar ini, Sooyoung… apa kamu yakin masih ingin mengetahuinya?”

“Iya, jangan ditutup-tutupi lagi.”

“Sebenarnya, waktu aku masih tinggal di Korea… aku diperkosa…”

Mata Sooyoung membulat. Jantungnya seperti merosot jatuh ke perutnya. Sooyoung menebah dadanya yang terasa menyakitkan.

“Ma-Marina, ka-kalau begitu, jangan bilang anak yang barusan-“

“Itulah yang terjadi…” Air mata bertumpahan dari wajah Marina. “Aku hamil oleh anak orang itu. Aku tidak sanggup mengatakannya ke kamu… makanya aku berbohong ingin kita putus dan menghindari kamu…”

“……………..”

“Aku tidak pantas untukmu lagi, Sooyoung. Makanya seharusnya kamu lupakan aku…” kata Marina di sela-sela isak tangisnya.

“Sudah, jangan dikatakan lagi.” Sooyoung beranjak dan langsung memeluk Marina. “Aku mengerti… dan jangan salahkan dirimu lagi. Aku tidak mau melihat kamu tersiksa, Marina.”

Marina mengangguk. Ketika melepas pelukan, Sooyoung mencium keningnya.

“Sooyoung?”

“Aku masih sayang kamu Marina. Sekarang ada aku disini, makanya kamu tidak perlu bersedih seorang diri lagi.”

“Iya…”

**

Jam 2.07 malam.

Sooyoung masih duduk di sofa, melihat pesan Sunny di layar ponselnya. Tidak tahu mau membalas apa. Tiba-tiba Marina menyajikan sepiring mi goreng di meja.

“Selamat ulang tahun Sooyoung, walau sudah lewat.”

Sooyoung tersenyum kecil. “Ternyata kamu masih ingat kalau kemarin hari ulang tahunku. Tapi kenapa kamu nggak tidur saja? Kamu pasti capek harus mengurus anak.”

“Karena aku ingin memasak ini untuk ulang tahun kamu.”

“Terima kasih.”

Sooyoung memakan mi goreng di hadapannya.

“Enak?”

“Ya.”

“Tadi kamu melamun terus sambil menatap ponsel, apa ada sesuatu yang mengganggu kamu?”

“Eh? Tidak, hanya pesan dari seseorang yang kukenal.”

“Apa katanya?”

“Mau tahu saja. Kamu cemburu?”

“Ahaha, aku hanya mau tahu saja.”

“Dia hanya mengucapkan selamat ulang tahun dan bertanya kenapa hari ini aku tidak datang.”

“Sooyoung, kamu masih menjalani profesi kamu sebagai pacar bayaran?”

“Iya, aku perlu uang saku lebih untuk makan, begitulah.” Sooyoung mencoba berkelakar untuk menghidupkan suasana.

“Ahaha dasar, kamu masih belum berubah.”

Sooyoung melanjutkan makan.

“Apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Eh maksudku, kapan kamu akan pulang?”

“Marina… aku sudah memutuskan untuk tinggal di Jepang.”

“Eh?!”

“Aku akan melanjutkan kuliahku di Jepang.”

“Tunggu, Sooyoung, apa kamu memutuskan ini karena aku?”

“Sebagian iya, tapi sebagiannya karena sebenarnya memang sudah dari dulu aku ingin tinggal di Jepang.”

**

Kepala Sunny terantuk-antuk di sofa yang dia duduki. Sampai bunyi notifikasi membangunkannya.

From Sooyoung ❤

Tidurlah.

“Hanya itu saja?”

Sunny kecewa.

“Huh, kamu nyuruh aku tidur tapi malah kamu sendiri yang bangunin aku.”

Sunny melihat jam, sudah jam 2.24.

“Kenapa dia sendiri belum tidur jam segini?”

Sunny bangun dari sofa dan pindah ke kamar tidurnya.

**

Sejak saat itu Sooyoung tidak pernah menginjakkan kaki di apartemen Sunny lagi. Sudah 3 bulan berlalu. Walau Sunny sudah mengirim pesan padanya tapi tak pernah dibalas. Karena Sooyoung sudah mengganti nomor ponselnya dengan nomor ponsel Jepang, jadi tidak bisa dilacak.

Sunny kebingungan. Dia tidak tahu apa-apa tentang Sooyoung. Termasuk dimana tempat tinggalnya sewaktu di Korea Selatan. Karena Sooyoung tidak pernah memberitahu alamat rumahnya pada klien demi alasan privasi. Bahkan ketika menanyai Tiffany, dia juga tidak tahu apa-apa. Karena Tiffany bukan kenalan akrab Sooyoung.

“Mungkin sudah saatnya dia pergi dari hidupmu, Sunny. Sudah, relakan saja. Dia juga bukan kekasih sungguhan kamu kan. Masih banyak yang lain, gimana kalau kukenalkan pada seseorang?”

Sunny menunduk. “Aku hanya mau Sooyoung. Aku hanya menginginkan dia…”

Tiffany geleng-geleng. “Kamu sudah terobsesi sama dia. Itu tidak sehat.”

“Aku mencintainya, Fany ah. Salahkah kalau aku mencintainya?”

“Yah, aku bukannya berhak untuk menilai kamu. Tapi dia bahkan tidak berinisiatif menghubungi kamu lagi kan? Maaf kalau aku berkata begini, tapi itu artinya dia tidak menginginkan berhubungan lagi dengan kamu. Karena itu sudah terima saja keinginan dia dan relakan. Memang tidak ada hubungan yang kekal, apalagi kalau kalian bukan official.”

Saat itu untuk pertama kalinya sejak Sooyoung tidak bisa dihubungi lagi, Sunny meneteskan air mata. Barangkali memang sudah terlambat, tapi sekarang kenyataan pahit itu baru berasa menamparnya dengan keras.

“Yah, mau bagaimana lagi.” Tiffany merangkul Sunny, membiarkannya menangis di pundaknya sambil mengelus-elus punggungnya.

**

Bulan-bulan silih berganti. Sunny melakukan sesuatu yang tidak pernah disangkanya tahun-tahun lalu. Dia sendiri menjadi kekasih bayaran!

“Eonnie… tolong ajarkan aku lebih cara untuk berciuman.”

Sunny tersenyum dan menempelkan jari telunjuknya di bibir gadis yang 2 tahun lebih muda itu.

“Jangan tergesa-gesa, baby, perlahan-lahan kamu pasti akan menguasainya.”

“Ah, Sunny eonnie bikin aku mabuk kepayang… Aku ingin eonnie menyentuhku.”

“Chorong baby, aku menghormati dirimu, karena itu aku tidak akan melakukan perbuatan yang tidak senonoh pada tubuhmu.”

“Anggg, eonnie~” rengek Chorong manja. “Tapi Sunny eonnie luar biasa, daripada namja-namja diluar sana yang akan memakai kesempatan kalau aku mengatakan hal itu.”

“Ups, aku harus pamit, ini sudah jam malam,” kata Sunny ketika melihat jam dinding.

“Ah eonnie, tidak apa-apalah sesekali, tetaplah disini. Nginap saja.”

“Maaf Chorong baby, tapi aku harus, supaya kita tidak dicap sebagai pasangan tak bermoral yang melanggar jam malam, oke?” Sunny mengedipkan sebelah mata. Kemudian dia keluar dari kos-kosan yang ditinggali Park Chorong.

Sunny POV

Sudah hampir setengah tahun sejak aku menjadi kekasih bayaran. Ternyata tidak buruk juga. Selain karena dapat uang, aku memang menyukai perhatian yang didapatkan dari profesi ini. Tentu saja aku selalu menepati komitmenku sendiri untuk tidak pernah melanggar jam malam. Aku juga tergolong memilih-milih klienku, aku berusaha memilih klien yang kelihatannya baik, untuk melindungi diri sendiri. Khususnya jika mengencani namja, pokoknya harus selalu berada di tempat umum, tidak boleh berada di tempat privat. Walau kebanyakan aku lebih memilih mengencani yeoja karena merasa lebih aman. Dan sejauh ini aku baik-baik saja. Walau mungkin ada yang menganggap profesi ini sama buruknya dengan pelacur, tapi bagiku tidak. Karena aku tahu batas. Aku tidak memanfaatkan ataupun merayu klienku demi dibelikan sesuatu. Kalau mereka hendak membelikanku barang mahal, biasanya kutolak dengan halus. Aku sudah merasa cukup dengan upahku. Dan kalau aku ditawari makanan, aku tidak makan jika tidak terjamin keamanannya. Karena itu sampai sekarang aku masih tetap perawan.

Aku hanya mau melakukannya jika dengan Sooyoung.

DEG

Lagi-lagi dadaku berdebar tiap kali memikirkannya.

Kira-kira sekarang apa yang sedang dilakukan Sooyoung? Seandainya dia bisa merasakan betapa kangennya aku padanya…

**

Third Person POV

“Ah, enak Sunny… iya, disana.”

“Disini?”

“Ne, ahhh… tekan lebih keras.”

Sunny sedang memijat punggung kliennya yang lain.

Seringnya, yang dilakukan Sunny malah membuatnya teringat sama seorang gadis jangkung. Tapi dia tidak berusaha mengenyahkan pikiran tentang gadis jangkung itu. Karena dia berpikir percuma saja berusaha memaksakan diri.

“Ahh… ahhh…”

Gadis itu mendesah selama punggungnya dipijat. Entah dia sendiri menyadarinya atau tidak. Tapi itu tidak membuat Sunny bergairah.

Sudah hampir setengah jam dan Sunny sudah pegal.

“Yuri ah, boleh istirahat sebentar.”

“Ah iya, ahhhh… enak sekali. Gomawo Sunny.”

Sunny tersenyum. “Kamu masih sering melakukan yoga?”

“Iya, aku kan instruktur yoga. Apa kamu mau kuajari juga?”

“Ah, tubuhku tidak selentur itu.”

“Manfaat yoga bukan hanya itu. Tapi yoga bermanfaat untuk membakar kalori dan membentuk otot. Selain itu juga menenangkan pikiran-pikiran kita. Bahkan studi menunjukkan kalau yogi lebih sedikit menderita kadar stres, kecemasan, dan tekanan darah rendah.”

“Yogi?”

“Ah, yogi adalah sebutan untuk orang yang mempraktekkan ilmu yoga dalam hidupnya.” Ketika sudah membicarakan soal yoga mendadak Yuri jadi sedikit bersemangat. “Apa kamu tertarik untuk mencobanya sekali saja?”

“Hmm, kurasa boleh juga.”

“Bagus!”

Yuri menempatkan dua matras untuk yoga. Satu untuk Sunny. Sunny belajar mengikuti gerakan-gerakan yoga yang dipraktikkan Yuri. Berdiri dengan kaki melebar.

“Tarik nafas. Hembuskan.”

Lalu gerakan berikutnya, memiringkan badan hingga telapak tangan menyentuh dasar.

Yoga yang mereka lakukan berlangsung selama 45 menit. Selama itu, Sunny merasa agak aneh karena ada gerakan-gerakan yang dibantu oleh Yuri. Gerakan yang mengharusnya mereka untuk saling bersentuhan. Membuat Sunny jadi iseng berpikir kotor.

Sunny POV

Seusai yoga, kami berdua minum.

“Eh Sunny, aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk mengatakannya, tapi… maukah kamu menjadi kekasih resmiku?”

Lagi-lagi aku dijumpai permintaan yang sering diajukan oleh klienku. Aku akhirnya mengerti seperti apa rasanya jadi Sooyoung. Mianhae Sooyoung, waktu itu aku sudah memaksamu…

Ternyata aku hanya lebih memikirkan perasaanku sendiri.

“Kamu tidak perlu harus langsung menjawab sekarang. Aku akan sangat menghargainya kalau kamu mau mempertimbangkannya.”

Kemudian setelah minum, kami pergi mandi. Tentu saja mandi sendiri-sendiri di kamar mandi yang berbeda.

Sambil berdiri di bawah pancuran, aku berpikir.

Yuri adalah yeoja yang baik dan gentle. Padahal semua klienku adalah orang-orang yang minta dimanja atau dirayu. Tapi hanya Yuri yang berbeda. Dia cool dan dominan tapi tidak memaksa. Juga tidak pernah mencoba berbuat macam-macam denganku. Aku merasa aman dengannya. Makanya aku tidak merasa takut menumpang mandi di apartemennya begini. Kurasa aku juga cocok dengannya.

Tapi… apa boleh aku melangkah maju sambil membawa cinta lama?

Kalau Yuri tahu, apa dia akan terluka?

**

Setelah aku mandi, aku kembali ke ruang keluarga. Tapi dia tidak ada. Aku mendengar suara dari arah dapur, lalu aku berjalan kesana.

“Hei, sudah selesai mandinya? Aku lagi memasak untuk makan malam.”

“Yuri, mengenai kamu memintaku untuk jadi pacar…”

“Ah, aku tidak memaksa kok, tidak perlu merasa tertekan.”

“Ka-kalau aku mau tapi dengan syarat bagaimana?”

Mendengar kata-kataku, Yuri menghentikan aktivitasnya dan berpaling padaku.

“Apa syaratnya?”

“Emm… sebenarnya bukan syarat juga. Aku mau jadi pacarmu, tapi aku ingin kamu tahu kalau aku masih mencintai orang lain. Dan kalau kamu tidak apa-apa dengan itu…”

“Begitu ya? Oke, aku tidak keberatan kamu masih mencintai orang lain. Ayo kita jadian.”

“Eh? Ta-tapi, apa kamu tidak sakit hati dengan itu?”

“Ya, karena tidak ada perasaan yang abadi. Jadi walau sekarang kamu tidak mencintaiku tapi suatu saat ada kemungkinan kamu akan bisa berubah jadi mencintaiku kan?”

“Itu bisa jadi…”

“Ya, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan.”

Masa depan…

Yuri optimis sekali. Mungkin karena pengaruh yoga rutinnya juga. Kalau aku bersamanya mungkin aku akan merasa lebih optimis.

“Fiuhh… aku lega. Kukira syaratnya adalah aku harus membolehkanmu tetap jadi pacar bayaran untuk orang lain.”

“Ah, ani, aku tidak akan begitu. Karena aku sudah resmi jadi pacarmu Yuri ah, aku akan berhenti jadi pacar bayaran.”

“Itu bagus.”

Yuri menarikku ke dalam rangkulannya dan mengecup pipiku. “Tunggulah, sekarang aku akan membuatkan masakan yang sangat lezat untuk kekasih resmiku.”

Aku tersenyum. “Memangnya kamu bisa masak?”

“Jangan remehkan, Kwon Yuri.”

Selain itu, dia juga jenaka.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Paid for (Chapter 5)" (39)

  1. Tinggalin jejak dulu.

    • Untuk chapter ini mang Sunny bagiku lbih kayak ‘korban’ sih.
      Yah gak kbayang aja ditinggalin ama orang yang dicintaio tiba2 aja bgitu tanpa ada kabar sebelumnya.
      Terlebih ktika kita sudah capek2 nyiapin hadiah atau kejutan di hari ulang tahunnya.
      Sudah menunggu lama dan taka da yang muncul, hanya sbuah psan singkat.
      Dan itu pun mnjadi psan ‘terakhir’, stlah itu hilang deh orangnya.
      Perpisahan yang model bgini nih yang biasanya bikin sussah move on-nya.
      Tapi entah yah, pas tahu Sunny ikutin jejak SooYoung jadi ‘pacar bayaran’, aku juga gak trlalu kaget amat.
      Biasanya yang kayak bgitu mang suka nyari ‘pelarian’ sih.
      Aku malah lbih kaget karna ‘pelariannya’ ke Yuri.
      Tadinya aku malah ngira klo ‘pelariannya’ k ChoRong itu lagi.
      YulSun couple kan agak langka itu. XD
      Yasudah lah masih lbih baik ama sesame member SoShi daripada ama member group lain klo mnurutku sih. XD

  2. choileesyaa said:

    anyyeong eonnie mian baru komen di chap ini 😦

    kasian sunny nungguin soo sampe tengah malem 😦 sunny jadian sama yul btw itu marina temennya debutnya soo di jepang ya?

  3. uhhh.. kuharap Soo dan Sunny bahagia dengan kekasih masing masing

  4. jung febryliu said:

    akhirnya update juga….

    sunny gntiin sooyoung jadi pcar byaran yah… keren dong…
    bgi kontaknya dong biar entar gue sewa sunny jga… 🙂 🙂

  5. Wahhh bunny mendadak jadi sama yul? Kyaaaaa kyeoptaaaa~

  6. Akhirny update jg tor….
    Baru kali ini bca ff sunny sm yuri…tp lbh suka sunny sm soo tor hehe…
    Smga sunny bsa move on dr soo

  7. hennyhilda said:

    Wahh author akhirnya km nongol jg..
    3 minggu aq nungguin km hehehehe
    G nyangka sunny bkl ngelanjutin profesinya c soo n sooyoung parah banget prg gitu j tnp da kejelasan pdhl sunny udh nyiapin hadiah bwt dy 😦
    N aq br x ni nemuin sunny m yuri,kirain bkln m taeng hehehe

  8. Reader Kwon said:

    akhirnya update juga authornya…..
    ko’ pendek yahh di chapter ini..?
    ciee sunny mulai move to the on

  9. chincilla said:

    Lanjut thor.. Jdi penasaran gmna pas sooyoung blik lagi.. Mudah”an ad sica pas sunny milih sooyoung nanti xD

    …..,Authorrrr.. Only u dong update.. Onegai.. 😄

  10. Kimrahmahwang said:

    Marina sama soo gimana tuh?jadian mereka akhirnya?gaada kabarnya, kek ditelan bumi. Hilang gitu aja
    Woah sunny sama yul jadian, selamat ya kalian. Tapi gak yakin kalo perasaannya sunny bakal berubah buat cinta sama yul._.

  11. Thooorrr aku atiitt kau update lama sekali dan pas baca si SooSun malah begitu,baca Sun sama Yul garelaaaa mau nya SooSuunnn huueeeeeee 😥 aku udah kangen moment SooSun setengah mati thor-_- jangan hancurkan perasaan ini/? Hayati lelah thor/? #abaikan

  12. Ey.. itu Soo tega bnr ninggalin Sunny yak.. pasti nyesek bgt tu.. kacian Mariana d pelkuca.. OMG Sunny ko ngikutin jejak Soo c jd pacar bayaran.. thor ko w kga dapet Peel ny yak Yuri Sunny.. aneh gmna gto.. xixi

  13. Penantian cinta nya soosun thor? Oh okey siap aku tungguin soosun nembak aku/? Kkkkkk~ btw thor boleh bagi pw petting nya 2ny?

  14. Lilis alawiyah said:

    Aisshh eonnie tiap hari aku cek , gak update. Pas eonnie update aku lupa gak buka wp eonnie, telat bacakan. Malah Udah lumutan duluan.

    Wahh, gimana ya kalau sunny suka yuri sama kaya yang di alamin sooyoung. Soo nanti di tolak sunny. Gak nyangka juga. Di tunggu only u 😉

  15. itu sooyoung kenapa malah tinggal di jepang sihh,
    kasian sunny, malah skarang dia jadi pacar bayaran, tp jangan jadian ama yul dongg,

  16. beninsooyoungsters said:

    Waaaah Sunny udah move on dari Soo 😦
    Penasaran nih sama kehidupannya Sooyoung Marina :3 next chapter ya author :3

  17. kyril fadillah said:

    sunny akhirnya mengikuti jejak sooyoung menjadi kekasih bayaran dan merasakan apa yg sooyoung rasakan ketika memaksanya menjadi kekasihnya karena sunny juga ingin dijadikan kekasih resmi kliennya yaitu yuri
    lanjut lagi thor penasaran kira2 sunny bisa melupakan soo dan memulai hal yg baru dg yuri

  18. Udahlah sunny. Move on aja deh dari soo. Biarkan soo di jepang dengan pilihan hatinya. ahahahha. Bisa juga deh sama kwon yuri

  19. khfflovers said:

    Uwih si soo berhasil jd guru yg baik. Tuh buktinya si sunny berhasil jd pacar bayaran wkwk
    pengen pesen sunny ah *siapin hp
    Betewe jarang2 banget nih moment sunyul. nih couple jd hot sejak di FMDate itu wkwk
    penasaran nih soosun bakal bersatu apa ga
    semangat kakak! :)))

    • Hahaha, pdhal Sunny gak ada bilang minta diajarin buat mengikuti jejak XD
      Aku juga mau *hp mendadak dicuri Sooyoung
      Thanks 🙂

  20. Sica terdepak ya??? Yuri memilih sunny ya?

  21. yuri nya gentle bgt /?
    tapi bagaimanapun sunny cocoknya sama soo
    yuri sama jessica.. kpn2 bikin ff yulsic knp thor.

  22. taenyfanficivaydiwa said:

    woa~ sunkyu ikutan jadi pacar bayaran dan jadian sama yuri.
    ntr sakit hati lagi sunkyu kan soosun hihi

  23. yulsun, baru x ini nemu pengiring ini di ff indo

  24. dirgaYul said:

    Yuri n Sunny?? Wew..pairing bru bca.. Ihhh gmn y gaya mrk pcaran?? Hihihihi..

  25. nindz84 said:

    waaaaaaaaaaaaa..
    yul jadian sama.suny..
    heheheheheh lucu pasti…
    tpi kasihan yulnya….sabar ya yul

  26. darkart said:

    aduh soo knp harus ama marina sih ckckck
    si sunny udh cape2 buat syal jg huhu…
    and ada couple baru nih

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: