~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 4)

A/N : Happy Valentine Day ❤

Enjoy~

Sooyoung POV

Hari minggu.

“Sooyoungie, cepat~ cepat~”

“Ne!”

Hari ini kami pergi kencan diluar. Di taman hiburan. Sunny bersemangat sekali karena sudah lama sekali dia tidak datang kesini. Dia menyeretku ke berbagai wahana yang berbeda. Dirinya yang dipenuhi energi tampak seperti anak-anak yang lincah, membuatku senang melihatnya.

Aku mendongak ke langit biru.

Marina…

Aku hanya bisa berharap semoga dia masih sehat-sehat saja di suatu tempat.

Tiba-tiba aku disodori oleh gumpalan kapas berwarna pink.

“Jjang!”

Aku tersenyum melihat siapa yang berada di baliknya dengan eye smilenya yang manis.

“Hmm, dasar, harusnya kan aku yang membelikannya untukmu.”

“Tidak, sekali-kali aku juga ingin melakukannya^^”

Dia mencubit sepotong gulali dan membawanya ke depan mulutku.

“Aaa~”

Aku memakannya sambil tersenyum. Aku tahu Sunny pasti sedang bermaksud menghiburku. Dia sangat baik. Dia bahkan tidak memaksaku untuk cerita mengenai apa yang kutangisi semalam. Dia jauh lebih manis dibanding gulali pink ini.

“Sekali lagi, aaa~”

Karena dia tampak sangat menggemaskan, aku jadi ingin menggodanya sedikit. Aku memegang pergelangan tangannya. Kumakan potongan gulali yang dipegangnya sambil mencuri kesempatan untuk menghisap dan mengemut jarinya.

Kulihat pipinya merona. Aku tersenyum menggoda dan sama sekali tidak melepaskan pandanganku dari wajahnya saat kujilat jari-jarinya supaya bersih dari gulali tersebut.

Dia menarik tangannya. “Sooyoung! Itu kan kotor!”

“Ahaha.”

Dia meremas pegangan gulali berwarna putih itu sambil menunduk. Tampaknya berusaha ingin menyembunyikan wajahnya yang malu. Tingkahnya yang seperti itu justru malah membuatku jadi tambah ingin menggodanya.

Kuangkat ujung dagunya supaya mata kami bertemu pandang. “Tapi jari-jarimu enak. Kira-kira bagian tubuh mana lagi yang enak darimu, hmm?” Aku menjilat bibirku untuk tambahan efek menggoda.

Paras Sunny memerah sampai ke telinganya. “Ya! Byuntae!” Kemudian dia memalingkan badannya.

Aku terkikik geli. Aku nggak peduli walau seandainya ada yang memandang kami dengan aneh. Karena ini seharusnya hanya momenku berdua dengan Sunny, klienku. Tak akan kubiarkan ada siapapun yang merusaknya.

Kurangkul bahunya dari belakang lalu mencubit secuil gulali dan memberikan ke mulutnya. Ketika dia membuka mulutnya dan makan, dia tampak sangat imut.

“Kamu tidak membalasku?” tanyaku sekedar untuk menggodanya.

“Kekanakan.”

“Bilang saja kamu malu.”

Setelah kubilang begitu ketika yang berikutnya aku menyuapinya, jariku digigitnya. Bukan diemut, tapi benar-benar digigit dengan giginya.

“Adadadaw!”

Kemudian dia merong padaku. “Salah sendiri.”

“A-ahahahaha.”

Aku menggosok-gosok tanganku yang bekas digigitnya. Tapi aku sama sekali tidak marah. Kutarik tubuhnya mendekat dan kukecup kepalanya dengan gaya seperti sedang berbisik di telinganya supaya tidak obvious. Dia kembali tersenyum. Kemudian kami menghabiskan sisa gulali sambil mengantri untuk menaiki wahana cangkir.

………………………………..

Tapi selesai naik aku malah mabuk karena Sunny terlalu bersemangat memutarnya.

“Kamu nggak apa-apa, Sooyoung? Sepertinya aku terlalu bersemangat memutar.”

“Ah, istirahat sebentar juga sembuh kok.”

“Wajahmu agak pucat. Sebentar, kubelikan minuman.”

Lalu dia berjalan pergi meninggalkanku yang masih duduk di kursi untuk umum. Ini sih malah jadi seperti aku yang kliennya.

Tapi lebih baik aku berdiam diri sejenak. Daripada muntah disini dan malah bikin repot.

Aku menyandarkan tubuhku dengan rileks dan merasakan sejuknya angin. Aku melihat ponsel di tasku. Harusnya ini sudah jamnya makan. Pantas area makan disana terlihat lebih ramai. Sudah lama Sunny tidak kembali juga. Katanya hanya mau beli minum. Sedang apa dia?

Aku adalah kekasih bayarannya, aku tidak bisa diam saja kalau terjadi sesuatu padanya. Aku beranjak setelah energiku pulih kembali.

Tak jauh dari food court, aku melihat Sunny. Dia bersama dengan seorang namja yang tak kukenal. Tangan namja itu dengan seenaknya mendarat di pundak Sunny, membuatku merasa tidak terima.

Sunny POV

Mudah-mudahan aku tidak terlalu memaksa Sooyoung mengikuti kehendakku. Meski aku adalah kliennya, tapi tetap saja…

Saat aku sedang menunggu giliran.

“Lee Sunny keponakan Lee Soo Man kan?”

“Eh?”

Seorang namja menyapaku tidak jauh dari tempat aku berdiri. Aku kenal dia. Namanya Henry Lau. Satu jurusan denganku di kampus tapi berbeda kelas.

“Ternyata benar kamu. Aish, untung saja aku nggak salah orang, nanti aku bisa malu,” katanya sambil tersenyum jenaka.

“Annyeong.”

“Kebetulan, kamu lagi sendiri? Bagaimana kalau menemaniku naik? Satu wahana saja.”

“Eh? Tapi-”

“Ayolah, kasihani aku. Aku datang kesini sama teman-temanku tapi sekarang aku ditinggal sendirian. Kalau naik satu wahana saja temanmu tidak akan keberatan menunggu kan?”

Tiba-tiba saja dia merangkul pundakku dan mengajakku beranjak dari sana. Langsung menuju ke antrian wahana bianglala yang tidak jauh dari food court.

“Mereka jahat. Ah, teman-temanku maksudku. Mereka masing-masing pada bawa pacar lalu asyik-asyik sendiri. Kalau tahu mereka ada bawa pacar, aku tidak akan mau ikutan.”

Aku ingin menolaknya dengan halus tapi dia terus saja berbicara. Tidak memberiku kesempatan sama sekali untuk menjelaskan.

“Henry oppa-”

“Ah, tapi aku beruntung bertemu dengan kamu disini Sunny. Oh ya, aku baru saja menemukan gagasan yang bagus.”

“?”

“Kamu masih single kan? Kalau aku jadian sama kamu artinya aku akan jadi keponakan Lee Soo Man dong.”

“Ehh…”

Aku semakin merasa tidak nyaman oleh cara pendekatannya.

Apa yang harus kulakukan supaya bisa keluar dari situasi ini?

“Silakan naik.”

Ucapan petugas yeoja itu mengejutkanku, kalau ternyata sudah tiba giliran kami untuk naik. Benar, semua karena ini sedang jam makan siang jadi antriannya tidak sepanjang yang kuperkirakan. Kalau aku naik berduaan dengannya aku akan semakin terjebak dalam situasi ini!

Tiba-tiba seseorang berdiri di tengah-tengah kami.

Eh?

Tanpa berkata apa-apa yeoja jangkung itu menyampirkan Henry oppa ke belakang, lalu dia menggandeng tanganku dan masuk ke dalam bianglala tanpa berkata apa-apa.

Henry oppa tampak tercengang diluar saat yeoja petugas itu menutup kubik bianglala kami.

Aku memberinya senyum permintaan maaf, berharap dia mengerti dan memaklumi.

“Fuhh… untung masih keburu.” Sooyoung duduk di tempat duduk sisi kanan dari pintu masuk. “Tahu nggak? Aku sampai diomelin sama yang ngantri di belakang, terutama ahjumma-ahjumma. Tapi begitu kubilang aku harus mencegah pacarku naik berduaan sama orang lain, mereka langsung mengijinkanku lewat. Ah drama banget. Serius deh, orang-orang di negara kita terlalu suka drama.”

“Hihihi.” Aku tersenyum dan duduk di seberangnya. Merapatkan kedua kakiku, duduk layaknya seperti seorang perempuan feminin.

Bianglalanya mulai bergerak. Lalu berhenti lagi untuk memberi tumpangan pada penumpang lain di kubikan lain.

“Dan kurasa mereka bakal kaget karena ternyata aku malah naik sama kamu, bukan sama namja yang bareng kamu.”

“Kamu khawatir?”

“Aku nggak kenal mereka jadi aku nggak khawatir. Lagian, pacarku jauh lebih penting daripada pandangan mereka. Mana mungkin kubiarkan pacarku naik berduaan sama orang lain di depan mataku.”

“Sooyoung…”

“Lagian ini juga mengajarkannya pada namja itu. Kalau dia tidak bisa seenaknya mengajak seorang yeoja untuk naik wahana dengannya.”

“Gomawo, aku senang sekali kamu datang untukku^^”

“Sudah jelas kan, karena aku pacarmu.”

Setelah bergeser dan berhenti beberapa kali, akhirnya mulai naik semakin tinggi. Angin bertiup kencang melalui celah-celah kubikan kami.

“Eh Sunny… kamu nggak merasa serem?”

“Hmm? Jangan-jangan kamu takut?”

“Eng, sebenarnya…” Sooyoung meremas sebelah lengannya. “Aku jadi agak paranoid gara-gara baru-baru ini melihat berita buruk mengenai bianglala di internet.”

“Ayy~ kamu lucu, Sooyoungie. Nggak akan jatuh kok, karena wahananya kokoh. Jadi jangan khawatir.”

“Iya.”

Senyum mengembang di wajahku. “Kamu tahu apa impianku, Sooyoung?”

“Apa?”

“Impianku adalah naik bianglala bersama dengan pacarku, orang yang kucintai.”

Sesaat wajahnya tertegun.

“Meskipun bertepuk sebelah tangan, aku senang impianku akhirnya terkabul.”

“…………….”

“…………….”

Kami sama-sama tenggelam dalam kebisuan. Tapi aku suka kediaman ini. Hanya melewatkan waktu memandangi wajah Sooyoung seperti ini dengan latar belakang yang indah.

“Sooyoung, lihat pemandangan diluar.”

“Ahh… pemandangan dari atas cantik sekali ya.”

“Tapi mereka tak lebih cantik dari kamu.”

Sooyoung tersenyum dan menyilangkan kakinya. Dia melempar balik perkataanku dengan tenang. “Kamu sedang merayuku?”

“Ani, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kamu sangat cantik Sooyoung.”

“Sudah jelas.”

“Aish, kepedean sekali.”

“Kalau nggak pede bukan Choi Sooyoung namanya.”

“Tapi aku menyukai dirimu yang seperti itu. Ups, lagi-lagi aku mengatakannya. Mianhae… aish, aku perlu menjaga mulutku.”

“Ani, kamu bebas mengatakan apapun.”

Aku melihat ke samping, ke pemandangan diluar sekali lagi. Kurasa sekarang kami tepat berada di titik puncak.

“Biasanya sepasang kekasih yang naik bianglala akan berciuman sekarang.”

“…kamu sungguh-sungguh punya banyak impian ya.” Matanya menyipit dan senyumnya terlihat seperti mengejek.

Rasanya perlahan aku mulai bisa memahaminya sedikit. Sepertinya Sooyoung ini sebenarnya orangnya suka usil.

“Apa salahnya? Aku yeoja dan aku menyukai hal-hal yang romantis.”

Aku berpindah tempat duduk. Sekarang lenganku bersentuhan dengan lengannya.

“Kamu boleh menciumku sekarang,” kataku sambil menatap langsung ke dalam matanya.

Tangannya mendarat dengan lembut di pipiku. Ibu jarinya mengelus pipiku.

“Pejamkan matamu, Sunny…” bisiknya ketika dia menutup jarak di antara kami.

Aku memejamkan mataku dan merasakan sapuan lembut di bibirku. Kemudian bibirku dikulumnya. Nafasnya menerpa pipiku. Aku membuka mataku lagi. Sekedar ingin melihat Sooyoung yang menciumku dari dekat. Momen manis ini tidak akan pernah kulupakan.

**

Sooyoung POV

Usai berciuman mataku tertuju pada bentuk bibirnya yang setengah membuka. Di antara semua klienku, barangkali Sunny lah pemilik bibir terseksi yang pernah kutemui.

“Cium aku sekali lagi.”

Baiklah jika itu bisa membuatmu ketagihan.

Warna bibir merah mudanya tampak berkilat setelah ciuman…

Kupagut bibirnya sekali lagi. Aku suka akan rasa kelembutan bibirnya di bibirku. Biasanya aku harus berusaha keras untuk menghayati tiap kali berciuman dengan klienku. Bahkan terkadang aku tidak merasakan apa-apa sama sekali. Tapi bersama dengan Sunny, dengan sendirinya aku menghayatinya. Dan jantungku juga berdebar sedikit lebih cepat, padahal aku bukanlah pemula lagi dalam berciuman.

Apa mungkin aku mulai menyukainya? Ataukah ini hanya efek karena berada di tengah suasana romantis? Ataukah aku hanya lemah sama aegyonya?

Begitu kami turun, namja itu sudah tidak ada lagi. Aku sedikit lega, karena tidak perlu menghadapinya lagi. Bagaimanapun aku hanyalah seorang yeoja.

Setelah itu kami berdua pergi membeli burger sebagai makan siang. Karena mudah dimakan dan ternyata kami sama-sama menyukainya. Dengan segelas cola besar untuk diminum berdua. Kami memasang dua sedotan. Tapi setelah 2 kali minum. Kami sama-sama bingung yang mana sedotan yang punya kami.

Aku sih tidak mempermasalahkannya. Aku meminumnya tanpa peduli itu punya Sunny atau punyaku.

“Nnn.”

Sunny memberi isyarat supaya aku memberikan cola yang kupegang. Karena dia masih mengunyah makanannya.

Aku menonton selagi dia menghisap sedotan dengan lucunya.

“Habis ini kita kemana?”

“Ke rumah hantu yuk?”

“Eh…”

“Kajja.” Sunny membuang plastik burgernya lalu menggandeng tanganku.

**

Third Person POV

“Ah-ah-ahhhh!!”

Jerit Sooyoung dalam 3 tahap ketika ada hantu yang mendekat seperti mau menyerangnya.

“Mereka tidak akan menyerangmu sungguhan, ahaha.”

Sejak awal masuk Sooyoung sudah terus bersembunyi dibalik pundak Sunny.

“Aku tidak tahu kalau kamu takut hantu, Sooyoung.”

“Uuuuu…”

“Tenang saja, mereka bukan hantu sungguhan.”

“Tapi mereka suka ngagetin…” Sooyoung meremas pundak Sunny.

“Ahaha Sooyoung, kamu yang seharusnya melindungiku. Berdirilah di sampingku, ne?”

“Mianhae… aku agak lemah sama hal begini.”

“Karena kalau kamu terus berdiri di belakangku, gimana aku bisa menggenggam tanganmu?” Sunny menolehkan kepalanya ke belakang. “Aku ingin kekasihku menyertaiku di samping melewati jalan yang gelap ini, bisakah?”

Sooyoung yang mengerti perkataannya kemudian mengangguk. Dia berpindah ke samping Sunny dan menggenggam tangannya.

Sunny tersenyum senang menatap gadis jangkung itu.

Sooyoung berusaha menenangkan debar jantungnya sambil meyakinkan dirinya. Genggaman tangan Sunny cukup meyakinkannya untuk melangkah maju.

“Ayo.”

**

Keduanya berada di taman hiburan sampai malam. Kemudian setelah itu pulang dengan taksi. Sunny ketiduran dalam perjalanan. Merasa lelah setelah beraktivitas seharian. Sewaktu tiba, Sooyoung tidak ingin membangunkan Sunny, jadi dia menggendongnya ke kamar. Dia juga menekan nomor kunci kamar Sunny.

900210

Masih terbuka.

“Menyenangkan sekali hari ini. Istirahatlah yang nyenyak,” kata Sooyoung sambil menyelimuti Sunny.

**

Keesokan harinya.

“Bagaimana menurut kamu, Sooyoung?”

DEG!

“Ee… kurasa tampak sangat manis dengan imejmu, Sunny.”

“Benarkah?^^”

Barusan sekelebat bayangan seseorang terlintas dalam kepala Sooyoung. Saat ini Sunny sedang memamerkan bikini yang dipakainya.

“Syukurlah, karena aku beli ini secara online. Kalau bukan karena rusak atau sobek, aku tidak bisa mengembalikannya, haha.”

Sooyoung membisu. Di masa lalu, ada seorang gadis yang juga berpose dengan bikini dan menunjukkannya di hadapannya.

“Aku ingin pergi berenang. Kalau bisa, aku juga ingin kamu ikut.”

Sooyoung tersenyum simpatik. “Aku tidak bisa berenang.”

“Jinjja? Meskipun namamu Sooyoung?”

“Ne.”

“Aku sama sekali tidak menyangka ini…” Tapi Sunny tetap ingin mencoba bertanya. “Tapi kita masih bisa bermain di tempat yang dangkal kan? Nanti aku juga akan menyewakan pelampung untukmu.”

“Mianhae Sunny, kurasa aku tidak ingin berenang…”

“O-oh begitu… ya sudah, nggak apa-apa, aku nggak maksa juga kok. Lagipula aku juga sudah bertanya pendapatmu mengenai baju renang yang kubeli. Kalau begitu aku mau ganti dulu.”

Sooyoung POV

Aku beranjak dari sofa dan langsung memeluk Sunny dari belakang ketika dia bermaksud pergi mengganti baju. Kulingkarkan tanganku di perutnya yang terbuka.

“Eh? Sooyoung?”

Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan dia…

Kenapa juga belakangan ini banyak hal yang membuatku teringat sama dia?

“U-um, Sooyoung? Bisa lepaskan? Aku mau ganti baju-”

Saat dia menoleh begitu, aku langsung menekankan bibirku ke bibirnya.

“Umh?”

Lupakan…

Lupakan!

Kupaksakan lidahku masuk ke dalam bibirnya.

“!”

Kujilat dan kukaitkan lidahku ke lidahnya. Kudominasi semua yang ada di dalam mulutnya. Tangan kiriku bergerak ke atas untuk meremas dadanya.

“Mmh…!” erang Sunny.

Rasanya sangat empuk. Begitu nyaman untuk diremas. Tanganku menyelinap masuk ke balik kain bikininya. Membuat tubuhnya seketika menjadi tegang dalam sentuhanku.

Tangan kananku yang masih berada di perutnya perlahan menurun ke bawah, ke antara sela-sela pahanya. Ketika tanan kananku hampir menyelinap masuk ke dalam, perutnya mengencang. Kemudian di detik berikutnya, Sunny menepis kedua tanganku dan berlari ke depan. Dia berbalik untuk menatapku. Kedua tangannya bersilang di depan dadanya untuk menutupi belahan dadanya.

“Ka-kamu aneh Sooyoungie! Ini tidak seperti kamu yang biasanya!”

Wajahnya merah padam. Matanya bersorot takut menatapku.

“Tidak seperti yang biasanya? Tahu apa kamu tentang aku?” kataku seperti mengejeknya.

Setelah itu Sunny berlari masuk ke kamarnya. Pintu kamarnya langsung dikunci.

Aku menjatuhkan tubuhku kembali ke atas sofa. Menghembuskan nafas dan mengusap wajahku dengan tangan.

Apa yang kulakukan barusan?

Bisa-bisanya aku berbuat seperti itu pada Sunny hanya karena ingin melupakan Marina. Baru kali ini aku melihat ekspresi wajah Sunny seperti itu. Meski katanya dia mencintaiku…

Aku menatap tanganku yang sekarang hampa.

Tapi sebenarnya kalau mau jujur. Sensasi barusan tidak buruk juga. Merasakan dada dan kulitnya di tanganku…

Sudah hampir setengah jam, Sunny tidak keluar dari kamarnya.

Aku memutuskan aku harus meminta maaf. Aku berjalan ke depan pintu kamarnya. Aku harus mempersiapkan hatiku selama beberapa detik di depan pintu sebelum mengetuknya.

Tok tok

“Sunny ah.”

“…………….”

Tidak ada jawaban dari dalam.

“Maafkan aku… aku tidak tahu apa yang merasukiku sampai berbuat seperti itu barusan. Tapi aku janji tidak akan mengulanginya lagi.”

“…………….”

“Kumohon maafkan aku…”

Sunny POV

Ketika hanya aku seorang diri di dalam kamar, aku bebas mau berwajah seperti apapun.

Tubuhku terasa panas di bagian yang disentuh Sooyoung barusan. Walau hatiku barusan menolak disentuh karena belum siap. Tapi sebagian lainnya merasa senang. Tapi ada juga sebagian lainnya lagi yang terasa sakit karena… Sooyoung mungkin barusan menyentuhku bukan karena memikirkanku.

Aku mengganti bajuku kembali. Tapi setelah selesai berpakaian aku belum bisa bertemu kembali dengannya.

Setelah setengah jam, dia mengetok kamarku dan meminta maaf.

Yah, aku juga tidak bisa hanya terus bersembunyi saja.

**

Sooyoung POV

Cklek

Kriet

Sunny mengintip dari celah pintu.

“Maaf…”

Sunny membuka pintunya lebih lebar. Dia sudah mengganti bajunya ke pakaian rumahnya yang biasanya.

“Tidak apa-apa, kumaafkan karena kamu Sooyoung.”

Aku merasa lega, dia tidak menghindari pandanganku.

“Mau makan es krim untuk ganti suasana?” tanya Sunny.

Aku mengiyakan. Kurasa aku butuh cemilan yang bisa mendinginkan otakku.

Saat kami berdua sedang menikmati es krim chocolate chip, tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi dari ponselku.

“Ah maaf.”

Biasanya ketika sedang melayani klienku, aku selalu mematikan ponselku supaya tidak ada yang mengganggu. Ini salah satu bentuk servis spesialku untuk klien.

“Aku ke kamar mandi sebentar.”

Aku membawa ponselku, lalu memeriksa di dalam.

Begitu terkejutnya aku ketika aku membacanya.

Benarkah ini?!

*~To be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Paid for (Chapter 4)" (58)

  1. Kimrahmahwang said:

    Ngebayangin sooyoung ngumpet dibelakangnya sunny, yg ketutup dari badannya sooyoung apaan.-. Haha lol
    Curiga nih kalo yg ngebohongin sooyoung itu si marina…badai sedang otw sepertinya..
    Jangan balik ke Marina ya syoo dia jahat udah ninggalin lu gitu aja, tetep sama sunny aja 😀

  2. Wahh jangan2 marina minta balikan? Wakakakak bikin sebel aja deh si marina~ minta di bejek deh ih~

  3. kyril fadillah said:

    lanjut lagi thor penasaran apa yg membuat soo sampai terkejut setelah menerima pesan dan siapa pengirimnya?apakah marina?

  4. Ah si thorthor bisa aja nih bikin penasaran,tbc nya pas lagi kaya gitu pula-.- terus nc nya nanggung nanggung,udah bablas aja thor/? Kan kasian sun nya kurang puas/?

  5. jung febryliu said:

    Ahh TBC muncul.. Nggak banget deh..

    Uda lah Soo lupain aj tuh si marina..

  6. sunny kenapa kamu polos bangeet, ah greget kalo liat sunny yang jatuh cinta huahahaha. cara tercepat jadi keponakan lee sooman, nikahi sunnyㅋㅋ
    kasian ah suyong, masa lalu nya selalu tersakiti ㅜㅜ sunny jadi romeo gara-gara sooyoung takut pas di rumah hantu itu yaa, ckck dasar juliet ㅋㅋ
    jangan-jangan nanti sms itu isinya “masa aktif anda akan berakhir, silahkan isi pulsa untuk memperpanjangnya”

  7. Lilis alawiyah said:

    Agak srekk bnget sama hati kalau maria sampai kembali.

    Terlukaa nih daku unni.

  8. Wah siapa itu yang kirim pesan ke soo?? Apa itu marina

  9. hoaa.. bayangin sooyoung sembunyi ditubuh sunny yg lebih mungil kayaknya ttp ga bs.. kkk~ sapa yg sms tuh ?? next

  10. chincilla said:

    jjang.. pasti itu marina..
    yaa thor jgn lama” ye.. XD

  11. Gregett!! Aaaaa wkwkwk

  12. Reader Kwon said:

    part yang ini pendek menurut aku,tpi kerennnnn….
    yang smssin sooyoung spa thor…?
    apakah si handbody MARINA ahahah #becanda

  13. 😉😝😳😁😄😃😭😰😩😨😱😠😡😛

  14. jangan bilang kalau marina balik lg ke korea .
    sunkyu pura2 gak mau nh , asli nya mah muahaha parah
    author lg kangen moment soosun yak wkwk sama saya juga nunggu ,

  15. eonii . . .
    .
    di.awal soosun romantis bgt pake suap2an segala
    mana makanya manis2 pula
    .
    tapi makin dibaca kok malah ke arah yadong.. hahaha
    .
    tp.overall Chap.4 ini oke kok
    ada sisi romance nya.. ada jg sisi yadong nya
    cuman tolong dung banyakin sisi romance nya
    .
    thanks eoni uda update FF nya

  16. hennyhilda said:

    Uhlalala dancer ~~ ^.^ hahaha
    Suka bgt suasana mereka saat naik bianglala,romantis bgt uhhh 🙂
    Nc nya nanggung bgt thor 😦
    Aq mzh blm familiar m mukanya marina jd aq search dl biar gmpg berimajinasi
    Hepi valentine author hahaha 😀

    • Bikin ngiri hahaha

      Chapter ini kan gak niat ada NC tp kok pada nanyain ya? Wkwkwk otak yadong semua XD
      Silakan search Marina temen duetnya Sooyoung di Jepang sebelum Sooyoung debut sbg SNSD

      Happy Valentine too 😉

  17. marina kah kembali..????!!!
    penasaran

  18. Sooyong kenapa bsa kelepasan begitu, ohh god. untung ajah sunny gak marahh, :I
    kenapa soo kaget yakk? marina mau kembali kahh? oh noo jangan yakkk, ntar sunny nya potekk 😦

  19. beninsooyoungsters said:

    NC yang tertunda 😦
    pasti Marina deh kenapa sih harus balik segala Marina nya 😦

  20. javier janetti said:

    lagi seru2 ya eh TBC muncul (≧▼≦)

  21. khfflovers said:

    Hahaha lucu mbayangin si syoo nyeret henry ke blkg wkwk
    Uwiiih bimbang galau hati si syoo. Semoga dia milih sunny beneran bkn dijadiin pelarian
    smsnya pasti dr marina
    isinya: choi syoo yuk kita duet route o bareng *plot twist

  22. Pasti Mariana yg sms.. aduh Soo nakal bgt tangan ny.. kata ny ga mao tp d embat jg

  23. Awal chapter terasa bgitu romantis.
    Mana pakai ada kissu2 sgala lagi.
    Dan soal Henry, memang akhir2 ini, dia lah yang suka ‘dijodoh2in’ ama Sunny sbagai gantinya SungMin.
    Gara2 lagi ada bbrapa moment mrka n SungMin sudah nikah juga kali. XD
    Tapi Soo bisa2nya suka bgitu ama Marina, sampai terngiang2 trus.
    Lalu klo dibaca chaptr lalu, ktika Marina tinggalin Soo juga ksannya akyak terpaksa atau karna keadaan gitu. Soalnya pakai minta maaf sgala.
    Brarti kan Marina juga ada hati ama Soo.
    Dan mungkin kah skarang dia kmbali lagi k Korea n ngabarin Soo?
    Yah sprtinya FF ini akan sgra mncapai puncak konfliknya.
    Jadi agak kasihan sih ama Sunny di sini, seolah2 jadi kayak ‘pelampiasan’ atau pun ‘pelarian.
    Yah tapi pasti endingnya ttap SooSun klo kamu yang buat FF-nya sih. XD
    Trlpas ending sad atau pun juga happy. 🙂

  24. /backsound/ te no ne no nett te no ne nonet…
    munculah orang ketiga~

  25. kwonyurivers said:

    Sooo jangan balik ke marina soo, sunny lebih sexy/plak
    Lanjut thor

  26. Lilis alawiyah said:

    Unni kapan update, udah lumutan nih. #alesan.
    Only you nya jangan lupa #kedipKEDIPmata

  27. eoni..
    .
    FF ini kapan update chap.5 nya.?
    .
    tolong usahakan minggu ini ya eoni..
    .
    thanks

  28. I posted Taeny fanfict on my blog. Can you visit my wp? I really do appreciate if you can visit my blog on https://swankyblack.wordpress.com/ i’m new author. thank you so much:]

  29. Lanjutan nya ditunggu min, klo bisa only u jga , udh lama nunggu nih takut lumutan wkwkwk

  30. jangan2 yang telp soo itu marina lagi minta balikan sama soo

  31. darkart said:

    wkwkwk soo udh mulai yadong nih ya ckckck nakal
    huft soo lupakan lah si marina marina itu
    dan tatap lah sunnymu itu *cielaaaaah*

  32. nindz84 said:

    wohoo..
    hot hot mulai…hehehehehehehe
    hem hem.sunny kaget2 gimana gitu ya…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: