~Thank you for your comments~

Only U (Chapter 3)

enjoy~

Tangan Jessica menelusuri wajah Seohyun dengan lembut. Mulai dari sepanjang garis rahang lalu naik ke pipinya. Lalu dia mendekat dan mendaratkan ciuman yang lembut ke bibir Seohyun. Jessica menyelipkan tangannya di bawah rambut Seohyun, dan mengusap telinganya sambil terus berciuman.

Seohyun yang sejak tadi terus memejamkan matanya mulai merasa tidak nyaman. Dia memundurkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari ciuman yang masih berlanjut.

“Te-ternyata aku memang tidak bisa, Sica eonnie!”

“Kenapa nggak? Aku sudah melakukannya dengan sangat lembut, bahkan lebih lembut daripada namja yang mencium kamu di atas panggung,” kata Jessica dengan sorot mata dingin.

“I-iya, tapi…”

Ide mereka jadian sebenarnya masih belum dapat diresapi ataupun diterima oleh hati Seohyun. Dia dapat melakukan adegan ciuman di atas panggung semata-mata karena menganggap kalau itu hanya demi akting, tidak berarti lebih. Setidaknya dia bersyukur kalau berita mereka jadian tidak meluas setelah pengakuannya pada teman Jessica yang bernama Kim Hyoyeon.

Jessica menghela nafas. “Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Minumlah untuk menenangkan dirimu.”

Jessica menyodorkan secangkir teh. Seohyun meminumnya untuk merilekskan diri.

Flash Back

Seohyun POV

“Ngg… apa Sica eonnie tidak pernah berpikiran untuk berubah?”

“Apa maksudmu?”

“Berubah menjadi pribadi yang lebih baik maksudku.”

“Kenapa? Kalau aku berniat mengubah diriku sendiri, aku harus melakukannya atas dasar kebahagiaanku sendiri dan bukan untuk membuat orang lain bahagia. Jika aku tidak merasa kurang, aku tidak perlu mengubah diriku. Aku mencintai diriku sendiri apa adanya. Orang lain yang sepatutnya menyukai diriku apa adanya.”

Ha-harus bagaimana lagi menyikapi orang berpikiran seperti ini?

Memang kata-katanya tidak sepenuhnya salah, tapi kalau dia tidak menyadari perbuatan salahnya seperti ini…

“Daripada itu, malam ini kamu ada acara, Hyunnie?” tanya Jessica sambil bermanja-manja di lenganku.

“Aku sibuk, eonnie.”

“Kenapa? Acara musikalmu sudah selesai kan?”

“Ya…”

Akhirnya teman-teman di klub berusaha menutupi ketidakhadiranku dalam musikal dengan menggunakan pengganti dadakan. Untungnya sisa peranku hanya tinggal sedikit. Dan walau aku merasa tidak enak sama mereka, tapi mereka memaklumiku karena percaya saat itu aku memang punya urusan darurat. Walau aku tidak mengatakan apa urusan darurat itu.

“Ayolah, kita kan baru saja jadian,” katanya sambil mengguncang tanganku. “Mainlah ke rumahku, ya? Ya?”

Mendengar dia mengundangku ke rumahnya, aku pikir itu bukan ide yang baik mengingat apa yang dia lakukan waktu kami pergi ke kolam renang.

“Oh gitu ya.” Sorot mata dan nada suaranya berubah seketika. Aku tidak mau membayangkan dia pergi ke atas gedung untuk melompat lagi.

“1 jam saja ya?”

“Yeeeeeee~!”

Tenanglah, asal aku menjaga diriku.

**

Belum sampai 5 menit aku menginjakkan kaki di kamar apartemennya. Setelah dia menyuguhkan minuman padaku.

“Kiss me.” Dia mengangkat wajahnya dan menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk dan meminta dengan penuh tuntutan.

“Eonnie…”

Melihat ekspresiku yang enggan dia melanjutkan. “Kenapa kamu nggak mau menciumku? Katamu aku kekasihmu.”

“Kalau begitu lebih baik aku minum obat penenang saja.” Kulihat dia mengeluarkan sebuah botol obat dari dalam lacinya.

“Sica eonnie, kumohon jangan bertindak gegabah,” kataku cepat-cepat menghentikannya dengan merampas botolnya. Aku melirik botolnya sekilas. Labelnya kelihatan asli.

Me-mengerikan. Ancamannya sungguh nyata, dia benar-benar punya obat semacam ini.

“Ya-yang penting kan kita pacaran, ciuman atau enggak itu nomor dua kan?”

“Kalau kamu tidak mau mencium aku, biarkan aku yang mencium kamu.”

“Eh…”

Dia menekan kedua bahuku ke bawah, memaksa aku untuk duduk di ranjangnya.

“Pejamkan matamu.”

End of Flash Back

Apa lebih baik aku pulang saja ya, pikir Seohyun ketika meletakkan kembali cangkir tehnya.

Kemudian aku menyadari dia tersenyum dengan sangat ganjil. Sudah kuduga bukan ide yang baik untuk terus menetap disini.

“Sica eonnie, sepertinya aku lupa memberi makan Dubu, anjingku, jadi aku harus pulang.”

“Oh no you don’t.”

Jessica menarik tangan Seohyun dan

Klik

Klik

“!”

Mendadak saja tangan kiri Seohyun diborgol ke tepi ranjang dengan borgol mainan.

“Eonnie, apa yang kau pikirkan?” Seohyun mencoba menarik tangannya. Tapi meski hanya berupa mainan, borgolnya masih terlalu kuat untuk ditarik lepas, malahan tangannya yang sakit sendiri. Dan juga borgolnya tidak bisa dilepas tanpa kunci.

“Hmm? Ani~ aku cuma ingin mencegah kekasihku pulang terlalu dini.”

Butiran keringat mulai terbentuk di pipi Seohyun.

“Eonnie, tolong lepaskan. Walau eonnie ingin aku tetap disini, tapi bukan begini caranya.”

“Habis kamu nggak mau nurut sih.” Jessica mendudukkan Seohyun di tepi ranjang sekali lagi. Lalu lututnya ikut naik ke tepian ranjang. Jessica menempatkan kedua lengannya di atas bahu Seohyun.

“Hehe.”

Seohyun memundurkan tubuhnya ke belakang. Wajahnya mengernyit.

“Hyunnie~ kamu nggak merasa panas?”

“?”

“Tubuhmu…” Jessica berbisik di dekat telinganya. Tangannya menyelinap di balik baju Seohyun.

“Hentikan!” Seohyun langsung menepis tangannya dengan satu tangannya yang masih bebas.

“Hehe, kamu masih bisa melawan sekarang. Tapi apa kamu tidak merasakan hasrat tubuhmu?”

Seohyun semakin merasa aneh. Rasanya sejak tadi tubuhnya terasa panas tapi bukan karena pendingin ruangan dalam kamar dimatikan. Darahnya seperti berdesir. Dan di daerah privatnya terasa gelisah.

“A-apa yang eonnie lakukan padaku?”

“Tidak, hanya kuberi sedikit obat perangsang dalam teh yang kamu minum tadi.”

“!”

Saking polosnya sampai Seohyun tidak sadar kalau telah dijebak melalui minuman.

“Jadi Hyunnie, apa sekarang kamu ‘kepingin’ ?”

“Aku nggak ngerti apa yang eonnie katakan.”

“Jangan pura-pura.”

“He-hei! Apa yang eonnie lakukan?!”

Jessica tiba-tiba mencoba untuk membuka celana panjangnya.

“Eonnie! Berhenti!”

Seohyun menggeliat berusaha mencegahnya semampu mungkin. Tangannya menepis, kakinya menendang-nendang. Tapi Jessica lebih keras kepala. Akhirnya walau dengan susah payah, Jessica berhasil meloloskan celana panjangnya. Lalu dia melemparnya ke sudut kamar.

“Sica eonnie!” Seohyun merapatkan kakinya.

“Hmm, pahamu mulus sekali Hyunnie…”

Jari-jari Jessica menelusuri paha Seohyun mulai dari lutut lalu perlahan naik ke atas.

“!”

Seohyun merasa terangsang dan geli oleh sentuhan jarinya. Sekali lagi tangan Jessica ditepis Seohyun ketika dia bermaksud menyelipkan tangannya ke celah pahanya. Nafas Seohyun semakin berat dan panas. Terutama bagian bawahnya sangat gelisah. Sangat menuntut ingin dipuaskan sekarang juga.

“Kamu pasti sangat basah di bawah sana sekarang.”

Seohyun memalingkan wajahnya yang merona. Kedua kakinya tetap merapat dengan erat. Jari-jari kakinya menekan lantai, kaki yang sebelahnya menindih kaki yang satunya sekuat tenaga. Tangannya meremas seprai dengan erat juga.

Jessica memperhatikan seluruh gesture kecil yang dibuat Seohyun.

“Akuilah kalau kamu sudah nggak tahan lagi Hyunnie.”

Dalam diri Seohyun akal sehatnya sedang berperang melawan hawa nafsunya.

Jessica mengambil bantal dan duduk di bawah lantai seolah-oleh ini adalah pertunjukan. “Masturbasilah dihadapanku, Hyunnie. Aku ingin melihatnya.”

“Ke-kenapa eonnie melakukan ini?”

“Cepat atau lambat kamu akan mengalaminya. Kamu tidak perlu malu. Semua manusia punya hawa nafsu. Dan semua manusia punya keinginan untuk memuaskan hawa nafsunya. Makanya masturbasilah bila kamu sangat membutuhkannya.”

“Aku… tidak… akan…”

Jessica berpangku tangan. “Kamu kelihatan sangat tersiksa, tidak usah ditahan lagi.”

Tangan kanan Seohyun yang masih bebas sangat menggoda untuk digunakan memuaskan dirinya. Seohyun menarik nafas dalam dan menggigit bibirnya sendiri untuk menenangkan dirinya.

“Keras kepala.” Jessica beranjak dari dudukan bantalnya dan melemparkan sebuah senyum menggoda padanya. “Bagaimana kalau kubantu?”

Jessica membuka kedua kakinya dengan paksa.

“!”

“Lihatlah, celana dalammu sudah basah sekali.”

Sebelum Seohyun sempat mencegah, Jessica keburu menggosok area privatnya.

“A-ah!” Tubuh Seohyun bergetar karena sensasi yang dirasakannya. Darah memompa dengan cepat ke seluruh tubuhnya. Area privatnya terasa sangat panas.

“Tuh kan, kamu jadi sensitif sekali gara-gara terlalu menahannya.”

“Eonnie… hentikan…” mata Seohyun berair. “Emph?!”

Jessica membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman sambil mendorong tubuh Seohyun hingga dia terhempas ke atas kasur. Tangan kirinya menahan tangan Seohyun yang masih terbebas di atas ranjang. Sedangkan tangan yang satunya masih bergerak menstimulasi organ privatnya.

Mulut Seohyun terbuka sedikit karena rangsangan yang didapatnya, Jessica tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memasukkan lidahnya. Menjelajahi semua yang bisa ditemui di dalamnya.

“Engg…! Mmph…!”

Tekanan dari jari-jari Jessica dibalik celana dalamnya membuat tubuhnya tidak tahan lagi. Dia sudah mencapai batas. Akal sehatnya sudah berkabut.

Jessica melepaskan tautan bibirnya untuk menghirup oksigen karena paru-parunya mulai terasa sesak setelah sesi french kiss yang panas barusan. Seutas benang saliva menghubungkan mulut mereka berdua.

Seohyun merasa berkecamuk. Di satu sisi, hatinya ingin beranjak dari sana, tapi borgol ini menahannya. Tapi di sisi yang lain, tubuhnya menginginkan lebih, ingin merasakan lebih banyak apa yang diberikan oleh Jessica.

Seohyun tidak melawan lagi ketika Jessica melepaskan celana dalamnya yang sudah sangat basah. Karena rasanya ada kain basah yang menghalangi sudah membuatnya sangat tidak nyaman.

Jessica mengangkat baju Seohyun naik ke atas dadanya. Tangannya berusaha menyelinap ke bawah punggung Seohyun. Seohyun sendiri tidak menyangka kalau dia akan mengangkat sedikit punggungnya untuk memberi tangan Jessica akses untuk melepaskan kaitan branya.

Jessica menyibakkan branya ke atas dan tersenyum ketika bisa melihat area privat lain Seohyun yang indah. Jessica ingin sekali mengaguminya lebih lama, tapi kalau terlalu lama diam nanti Seohyun memberontak lagi. Maka dia tidak membuang waktu lagi dan langsung melahap putingnya yang sudah menegang.

“Ahh! Ahhh…! Eonnie…!”

Seohyun merasa seperti menemukan pemuas dahaga di gurun yang gersang. Karena sejak tadi tubuhnya terus menahan diri. Rasanya nikmat sekali ketika Jessica memainkan lidahnya di daerah dadanya. Tangan kirinya mencubit dan menggelitik puting sebelahnya.

Seohyun tidak sadar lagi akan desahan-desahan sensual yang keluar dari mulutnya.

“Ahh… Sica eonnie… mmhh…”

Jessica berganti ke dadanya yang sebelah. Membasahinya dengan ludah. Menghembuskan nafas hangat ke putingnya. Dan lidahnya bergerak naik turun menggodanya.

Seohyun tidak pernah membayangkan kenikmatan yang begitu membikin candu seperti ini. Rasanya seperti diawang-awang. Dia tidak ingin berhenti sampai kepuasannya mencapai puncak.

“Hyunnie, kamu milikku…”

Tiba-tiba Seohyun merasakan sakit yang menyengat di bawah sana.

“Ahhhh!”

Jessica masih menahan tangan Seohyun yang mencoba memberontak. Kakinya juga ditindih dengan berat tubuhnya.

“Tenang Hyunnie, rileks badanmu. Nanti juga sakitnya reda.”

“Apooo! Apo, Sica eonnie! Cepat cabut! Mmph?!”

Bibirnya dikulum sampai tidak ada suara erangan sakit yang bisa lolos keluar. Bersamaan dengan itu, Jessica menggerakkan jarinya keluar masuk organ intimnya.

Seohyun meneteskan air mata karena perih. Sekaligus merasa terluka karena kehormatannya baru saja direnggut.

*~To Be Continued~*

A/N : *bow

maafkan author #plak

jujur aku bingung juga gimana nasib Hyunnie #plak

yah begitulah, see you next chap, and don’t forget to comment

Advertisements

Comments on: "Only U (Chapter 3)" (45)

  1. begrippen_yoong said:

    Naughty Sicca, pemaksaan banget untuk bisa memiliki hyunnie. Seperti ambisi saja

    Semangat Author-nim

  2. ya ampun..seohyun diperkaus ama jess #plakkkk
    tega nian jess kyk begono..ini jess sifatny kyk di two heart juga nih thor wakakaka..aduh g tega seohyun diperkaus tapi knp tbc sih thor #loh next next thor…

  3. Wah, imajinasi lo ini bahaya juga thor wkwkwkwk kesian amat hyunnieeee~ selametin lah thor~ *lempargolok*

  4. Kimrahmahwang said:

    Yahh seohyun diperkosa secara paksa sama sica._.sica bener2 liar, bahkan taeyeon yg byun aja kayanya kalah sama sica haha lol
    Entah gimana tuh nasibnya hyuni, udah gak perawan dia wkwk

  5. lilis alawiyah said:

    aduh pengen baca tapi mepet tugas

    unnie aku boleh gak pinjam salah satu ff oneshoot punya unnie, aku di suruh kirim cerita bahasa inggris via email. aku janji cantumin unnie …. boleh gak unnie … aku mohon.. bukan flagiat unnie. aku payah soal cerita. kata guru boleh liat ke internet. tapi menurut aku ff unnie yang bisa aku percaya aku mohon unnie.

  6. lilis alawiyah said:

    2 bahasa nanti aku terjemahin ke inggris… nanti aku bilangin sama guru aku bahwa ceritanya di buat di WP ini….. aku pinjem ff yang posesive sica yah unnie. aku mohon aku mau cepet cepet baca ff yang di atas. aku takut gak dapet nilai unnie . guru aku agak galak unnie, please,please,please

    • Ya ampun
      Waduh susah nih buat aku
      Tp masa cerita itu bagus? Cuma posesif biasa gak ada bagus2nya
      Genre Yuri pula
      Sudah gitu singkat banget pula 😛
      Tp terserah km sih

  7. lilis alawiyah said:

    aku sih gak ambil pusing soal genre, ah masalah ceritanya yah baguslah . semua yang telah di ciptakan. itu bagus. kalau singkat sih kebetulan guru aku mintanya short story. jadi di ijinin nih…..

  8. lilis alawiyah said:

    aku memang anak aneh di sekolah, yang di sayangi semua guru dan teman aku. setiap hari di cari, walau aneh aku pinter loh di kelas . hehe #narsis terima kasih yah unnie, terima kasih YOU ARE MY HERO

  9. Sica jd sikopat.. Sereem bangeet,
    Seo jd orng terlalu baik sh heheheh, jd nya sica ngancam mulu

  10. Lilis alawiyah said:

    Aku udah bca beberapa komentar, malah ketawa ketawa, abis lucu lucu komennya hihi. Pas baca ceritanya ngeri juga. Ahh

  11. kwonyurivers said:

    Thor itu nc nya gantung sangat ‘-‘ lanjut thorrr

  12. Nyerah tangan. Maafkan aku gak bs tolong km ya

  13. hennyhilda said:

    OMG br bgn tdr iseng2 bk hp udh dpt bacaan yg bqn panas j >.< cusss k kmr mnd #nyalain air bwt brendem..aigoo -.-"
    Sica ox bgt lgsg gerak cpt k hyunnie XD
    Gtw napa aq jd bharap bgt klo hyunnie bkl blz prasaan sica #biasanya c hyunnie bkl blz ketika sica milih menjauh krn g dpt blsn jg dr hyunnie 😀
    Lnjt author

    • Hahaha XD
      Mandi dulu sana *mandi cairan cinta #plak
      Bales perasaan setelah dipersaus? Drama banget XD

      • hennyhilda said:

        Udh thor..lmyn brendem ngademin badan,hati n pikiran hahaha 😀
        Biasanya kn jg gt.qt g bkl ngerasa khilangan sblm yg biasanya sll da dsekitar qt even cm ganggu,perlahan menjauh #sumpah u ngo paan c gazebo bgt -.-”
        Next chap NC nya dlanjutin y thor hehehe XD #dsr otak yadong :p
        Pai pai ^0^

      • Chapter depan no yadong wkwkwk XD

  14. HjohnBossanova said:

    haha emang jago author bikin cerita seperti ini, saya suka penggambaran karakter SIca yang jadi possesif dan mendekati psikopat… semoga sih happy ending hehe

  15. Jessica oh jessica. Tapi beneran deh walau agak nyebelin sica keren bgt disini menurut gua lol.
    NC ny tanggung bgt nih chinggu :p
    Btw ditunggu Lanjutannya ya 😀

  16. Knp Jessie jd semenakut kn itu.. pantesan ajj Yul kabur.. ternyata Jessie preak.. iih

  17. jung febryliu said:

    Anyeong…

    Aduh gue bcanya agk ksian sma hyunie, d paksa gtu.. Di ff in jessica nggak jdi orang psikopat kan??

  18. Rachmalia said:

    Aduhhhh Kesian ama Seobaby 😦
    Kenapa Njess disini jadi begitu??
    Apakah tuntutan peran??

  19. Omooooo kasian hyunnie 😦 semoga sica sadar dengan kelakuannya yg salah. Atau semoga seo jadi nakal juga kaya eonnie nyaaaa hahaha :*

  20. khfflovers said:

    Saking polosnya sampai Seohyun tidak sadar kalau telah dijebak melalui minuman.—>nah ini nih! Karena itu kita harus melindungi maknae #maknaeprotectionsquad
    aaaah sumpah pengen nabok sica! Omooo uri maknae yg malang @@

  21. yoong hyun said:

    ya ampunm sicaaaa…napa kau perkaos Hyunie..aigo,benar2 licik klo caranya sperti itu..nggk so sweet jadinya,coz hyunie nolak walaupun pengen #plakk
    malang sekali nasibmu hyunie 😦

  22. Sbnarnya sjak awal2 baca prolognya klo Hyunnie diajakin k rumahnya Sica dan pringatan di awal chapter, suidah bisa diduga sih jalan crita n nasib Hyunnie bagaimana.
    Apalagi pas dikasih minum ama Sica, sudah pasti gak bnar itu.
    Hyunnie mang trlalu polos, gampang aja jatuh dalam jbakan Sica itu.
    Juga gak tegaan ama orang lain.
    Jadi diri sndiri yang rugi deh.
    Tapi yah kjadian kali ini siapa tahu aja akan mnjadi titik balik hubungan SeoSica.
    Entah k arah yang smakin buruk atau bisa juga k arah yang lbih baik (????????)
    Yah yang mana pun juga, ibaratnya takdir yang dirncanakan untuk manusia, takdir yang ditentukan untuk tokoh FF pun pasti sudah ditentukan dan ada tujuan di baliknya.
    Itu mnurutku sih.

  23. geli sendiri bacanya.. bisa-bisanya sica seagresif itu hahaha XD

  24. chincilla said:

    Sica kyk yandere.. Kasihan seo,,
    Next thor

  25. Febylia Lie said:

    sicaaaa! bberani beraniiiiiinya kao memperllakukan hyunnie ku seeperti ituuu! itu milik yoona bukkkkkaan milikmu sica..:@

  26. dirgaYul said:

    Huaaaa… Hyunie.. huhuhuhuu.. Sica kok gtu sm Seobaby?? Jgn nakal dong Sica.. Kasian Seobaby huhuhuhuu.. Lanjut tapilah .. Penasaran

  27. novilrs said:

    Sica ganas bener di part ini. Kasian seo, kepolosannya di hancurin sama sica

  28. wkwk.. ga nyangka Hyunie mnkmatiny..
    wa ga jdi protess dchh..

  29. dtggu updateny thor..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: