~Thank you for your comments~

Paid for (Chapter 1)

Pairing : SooSun

Sepasang insan sedang duduk di sofa empuk depan TV. Dengan film romantis diputar pada DVD player di samping TV, menyajikan kisah asmara yang menghanyutkan. Malam itu khusus milik keduanya. Tidak ada orang lain. Ponsel keduanya sudah dinonaktifkan. Telepon juga sudah dicabut. Tidak ada siapa-siapa yang dapat mengganggu keintiman keduanya.

Salah seorang dari mereka berbaring menyamping di paha sang kekasih. Yang kemudian dimanjakan dengan belaian lembut di kepalanya. Sunny merasa nyaman ketika merasakan sentuhan tangan yang sudah tidak terasa asing di kepalanya. Tidak seperti kemarin-kemarin, hatinya terasa dingin ketika dia tidak merasakan kehangatan seseorang di dekatnya.
Kemudian, film yang berdurasi hampir 2 jam itu pun akhirnya selesai. Pada bagian kredit film yang menampilkan deretan nama-nama orang yang terlibat dalam pembuatan film, Sooyoung mematikannya dengan remote di sebelahnya.
“Menurut kamu gimana film barusan?”
“Hmm…”
“Kamu pasti nggak konsentrasi nonton ya?” Sooyoung menatap lembut gadis yang berbaring di pahanya.
Sunny mengubah posisi tubuhnya hingga sekarang bertatapan langsung dengan mata Sooyoung. Sepanjang film, Sunny lebih sadar diri daripada menyimak cerita film. Menyadari sekarang dia sedang merasakan adegan romantis yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Berbaring di paha sang kekasih sambil menonton film romantis. Merasakan kehangatan dan keempukan paha sang kekasih. Dan tangan sang kekasih yang membelai-belai rambutnya. Dengan hanya memikirkan itu saja hatinya menghangat.
“Sekarang kita mau ngapain?” Sooyoung melihat jam dinding. Sekarang baru pukul 8.17. Masih terlalu dini buat tidur. “Atau mau lanjut nonton film yang lain?”
“Ngg…” Sunny menggeleng pelan.
“Jadi kita mau ngapain?”
“Hmm…”
Sooyoung tersenyum ramah. “Apa? Kalau tak dikatakan dengan jelas aku tidak akan mengerti.”
Sunny memandangnya dengan matanya yang bulat menggemaskan. “Bisa bikin aku tersenyum?”
Sooyoung tidak bertanya lebih jauh meski permintaan Sunny cukup ambigu, dia hanya tersenyum penuh arti. “Oke, kalau begitu bisa lewat dulu?”
Sunny menyingkir dari paha Sooyoung. Lalu Sooyoung berjalan ke depan kulkas.
“Boleh aku mengambil barang dari kulkas?”
“Ne.”
Sooyoung mengambil sesuatu dari kulkas, sambil menggunakan badannya untuk menghalangi apa yang diambilnya.
“Sebentar ya,” katanya. Lalu dia berjalan ke arah dapur. Terdengar suara peralatan dapur seperti suara diletakkan dan sesuatu diambil dari rak.
Apa mungkin dia mau membuat sesuatu? Makanan? Tapi memangnya itu bisa membuatku tersenyum?
Sunny berdebar-debar penuh antisipasi. Tanpa dia sadari sebenarnya dia sendiri sudah tersenyum memikirkannya.
Dua belas menit kemudian, Sooyoung kembali dari dapur dengan membawa piring putih dengan sesuatu berwarna garis-garis merah di atasnya. Sooyoung duduk di sebelah Sunny dan menunjukkannya.
“Nih, gimana?”
Sunny hampir tak berkedip, tak percaya melihat apa yang disuguhkan oleh Sooyoung. Ternyata itu adalah potongan apel, tapi dibentuk menyerupai angsa.
“Aku bikin 2 ekor. Satunya kamu dan satunya aku.”
Ada juga potongan ekstra berbentuk hati warna merah menyala di samping kedua angsa yang saling berhadapan.
“……………..”
“Kenapa?” Mendadak wajah Sooyoung tampak kesusahan karena kebisuan Sunny. “Atau seharusnya aku bikin bentuk kelinci atau bunga saja?”
“Ani, bukan begitu.” Sunny tersenyum. “Aku sama sekali tak menyangka… ini sangat indah, Sooyoung. Sampai-sampai barusan kupikir ini dibuat oleh seorang ahli.”
“Ah.” Senyuman Sooyoung bersarat nada kebanggaan.
Sunny mengangkat piringnya dan memeriksa hasil kerjanya lebih dekat. Kulit apelnya yang masih menempel pada daging apel. Empat lapis sayapnya. Dan mata si angsa pada bagian dekat paruhnya dari biji apel yang ditekan ke dagingnya. Sooyoung membuatkan ini khusus untuknya. Sunny merasa sangat tersentuh. “Lagipula angsa itu kan hewan yang sangat romantis dan setia, makanya aku suka…”
“Kamu tersenyum.”
“Ne^^”
Mereka saling berpandangan dengan mesra. Tatapan keduanya melembut.
“Gomawo, Sooyoungie, kamu memberiku lebih dari yang kuharapkan.”
“Apapun demi kamu, jagiya,” bisik Sooyoung mesra.
Sunny memejamkan matanya, isyarat kalau dia minta dicium. Sooyoung mendekatkan wajahnya perlahan dan menempelkan bibirnya di bibir Sunny lalu memejamkan matanya. Dia tidak langsung menarik diri, melainkan mengulum bibir Sunny cukup lama, mulai dari bibir bawah, lalu bibir atas.
Ketika mereka berpisah, keduanya membuka matanya kembali.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Sooyoung berinisiatif mengambil potongan hati di samping angsa. Dia menggigitnya di ujung, lalu membawanya mendekat ke bibir Sunny, seolah memberi isyarat mau menyuapinya. Sunny menerimanya dengan mulutnya. Apelnya terasa manis dalam gigitannya. Semanis perlakuan Sooyoung padanya.
“Apel hatiku, dari aku ke kamu.”
Sunny merasa ingin meleleh saking romantisnya perlakuan kekasihnya.
Kemudian mereka melanjutkan saling suap menyuap sampai kedua apel angsa itu habis.
Sooyoung membawakan piring kosongnya ke dapur, juga mengambilkan minum untuk mereka berdua. Setelah keduanya meneguk air.
“Sekarang mau ngapain?”
“Gendong aku ke kamar.” Pinta Sunny manja sambil membuka lengannya.
“Haha, baiklah.”
Sooyoung membungkuk dan menggendong Sunny dengan kedua tangannya. Sunny mengalungkan tangannya di leher gadis jangkung itu selama dia berjalan menuju ke kamarnya. Dalam hatinya Sunny merasa sedikit terkagum melihat Sooyoung yang walau lengannya kurus tapi masih sanggup menggendongnya ala bridal style ini. Sunny yang membantu membuka pintu kamar, lalu juga menutupnya. Sooyoung membaringkan Sunny dengan hati-hati di atas ranjang. Sunny tidak melepaskan tangannya yang masih berada di leher Sooyoung, malah menarik gadis jangkung itu hingga dia jatuh menindih dirinya.
Sunny tidak menghiraukan berat tubuhnya, malah merasa nyaman ditindih Sooyoung. Dia mengeratkan pelukannya di punggung Sooyoung.
“Eh Sunny, nanti kamu keberatan.”
“Biar.”
“Nanti kamu sesak.”
“Biar.”
Sunny ingin meresapi momen ini ke dalam relung hatinya.
“…………….”
Sooyoung menyentuh bahu Sunny dan mengusap-usapnya.
Cukup lama mereka berada dalam posisi begitu, sekitar sembilan menit, sampai Sunny melonggarkan pelukannya di punggung Sooyoung.
Sooyoung mengangkat tubuhnya dan memandang wajah Sunny.
“Jangan pergi…” mohon Sunny dengan wajah memelas.
“Aku akan datang lagi besok,” Sooyoung tersenyum meyakinkan.
“Besok bisa bawakan aku kejutan?”
“…tentu saja, jagiya.” Sooyoung memberi kecupan di kening Sunny. Lalu dia berpindah ke posisi duduk.
“Bisakah temani aku sampai aku tidur? Baru kamu boleh pergi.”
“Ne.”
Sunny memejamkan matanya, tapi dia merasa tidak tenang.
“…………….”
“Ada apa Sunny?”
“Aku… mau pipis.”
Tanpa bertanya, Sooyoung sudah langsung menggendong Sunny seperti tadi lagi. Membawanya menuju kamar mandi.
“Cukup disini saja.”
Sooyoung menurunkan Sunny tepat di samping dudukan toilet. Lalu dia berjalan keluar untuk memberi Sunny privasi. Sooyoung menunggu beberapa saat sambil bersandar di samping pintu. Dia mendengar suara Sunny menggosok gigi setelah flush toiletnya. Dia tetap menunggu dengan sabar.
Ketika Sunny keluar, dia langsung memeluk leher Sooyoung.
“Ahaha, manjanya.”
Sooyoung menggendongnya lagi dan membawanya masuk kamar. Kembali Sooyoung menunggui Sunny dengan posisi yang sama seperti tadi.
Sunny memejamkan matanya, tapi tangannya menggenggam tangan Sooyoung seolah tidak mau melepaskan.
Sooyoung tetap berada disana selama hampir setengah jam. Dengan tangan sebelahnya yang bebas, dia mengambil ponsel dan menghidupkannya. Karena sudah disetel silent untuk jaga-jaga, maka dia tidak perlu khawatir suara menyalanya membangunkan Sunny. Dia memeriksa jam atau barangkali ada seseorang yang menghubunginya. Ada beberapa orang yang mengirim pesan menggoda padanya, Sooyoung hanya membacanya, tidak membalasnya. Tujuh belas menit lagi jam 10 malam. Sooyoung merasa sudah waktunya untuk pulang. Dan lagi dia masih harus menyiapkan kejutan untuk Sunny besok. Sunny juga sudah tertidur lelap.
Sooyoung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sunny yang telah melonggar. Dengan pelan-pelan supaya Sunny tidak bangun. Sooyoung berjalan mengendap-endap keluar kamar dan apartemen. Dia tidak perlu khawatir karena apartemen Sunny bisa otomatis mengunci dari dalam ketika pintu ditutup. Lalu dia pulang ke rumah.

**

Sepasang yeoja sedang duduk berhadapan di kantin kampus. Dari sorot mata mereka terlihat seperti hendak membicarakan sesuatu yang serius, namun sebenarnya.
“Aku akan biarkan kamu menyentuh salah satu dadaku.”
“Dua-duanya.”
“Hanya satu.”
“Sentuh dan remas,” tawar gadis byuntae itu.
“Hanya sentuh.”
“Sentuh dan sandarin wajah di dada.”
“Hanya sentuh.”
“Remas-remas boleh?”
“Taeyeon ah.”
“Ya sudah, hanya sentuh.”
“Ya, hanya sentuh.”
“Selama sejam.”
“Hanya 20 detik.”
“20 menit, dua-duanya.” Taeyeon tetap ngotot.
“30 detik, satu dada.”
“4 menit, dua-duanya, tiga kali remas.”
“Tawaran akhir, 2 menit, dua-duanya, dua kali remas, deal?”
“Oke, deal.” Taeyeon tersenyum mesum sambil mencoba berbahasa inggris.
“Hahh… kalian, aku bisa mendengarnya dengan jelas tahu. Memangnya tidak ada tempat yang lebih privat untuk merundingkan hal semacam itu?”
Keduanya berpaling pada seorang yeoja yang baru saja bilang begitu.
“Oh Sunny.”
“Fany ah, apa kamu yakin si byuntaeng ini akan ikut sesuai kesepakatan?”
“Aish, masa aku dibilang byuntaeng,” tapi Taeyeon malah cengar-cengir.
“Kalau melebihi kesepakatan sudah jelas dia harus membayar dua kali, ani, tiga kali lipat.”
“Ahhhh, jangan begitu dong~” Taeyeon merengek.
“Huh, aku sudah kasih lebih murah ke kamu 10%.”
“Kurang~”
Sunny geleng-geleng melihat keduanya yang terkadang tidak tahu malu meski berada di tempat umum.
“Ngomong-ngomong, kamu sendiri gimana? Kamu cocok sama Sooyoung?”
“Ah, ne. Malah dia terlalu perfect untukku…”
Mata Sunny bersorot sayu. Ya benar, Sooyoung adalah seseorang yang dia bayar dengan mahal untuk menjadi kekasihnya, sejak 3 hari yang lalu. Dengan harga 2 lembar 50000 won per hari. Bukan kekasihnya yang sesungguhnya. Tapi meski begitu, selama berpacaran dengan Sooyoung, Sunny merasa puas. Sooyoung tidak pernah menolak kemauannya, jika masih berada dalam batas yang wajar dan sanggup dilakukan, dan selalu memperlakukannya dengan lembut seolah dia benar-benar memiliki rasa seperti seorang kekasih. Benar-benar layak akan semua uang yang dikeluarkannya.
“Yah, kamu kan bilang kalau kamu pingin seseorang yang bertubuh jangkung dan punya karisma. Makanya aku mengenalkanmu ke Sooyoung.”
“Tapi kenapa Sooyoung?”
“Aku kenal dia cukup baik. Dan setahuku dia selalu menangani kliennya dengan lembut seperti kekasihnya sendiri, makanya aku lebih tenang kalau kamu sama Sooyoung daripada kukenalkan kamu sama namja nggak dikenal, entar kamu malah diapa-apain lagi.”
“Fa-Fany ah!”
“Ahaha, maaf, maaf.”
Sunny pernah bilang ke Tiffany kalau orientasi seksualnya adalah bi. Makanya ini juga yang membuat Tiffany mengenalkan Sooyoung padanya.
“Tapi tahu nggak? Sooyoung cukup populer lho, jadi sebenarnya agak susah memesannya.”
“Oh ya?”
“Ne, selain itu sebenarnya kalau kamu minta Sooyoung bergaya maskulin, dia juga bisa melakukannya. Kamu tinggal bilang saja.”
“Hmm, begitu ya.”
“Tapi Sunny, walau mungkin kamu terlena oleh perlakuannya yang lembut, jangan sampai kamu jatuh cinta dengannya.”
“Kenapa?”
“Malah tanya kenapa lagi. Sudah jelas karena walau bagaimanapun juga dia bukan kekasih sungguhan kamu. Kamu tidak akan tahu hatinya yang sesungguhnya milik siapa. Jadi lebih baik batasi perasaanmu, anggap saja kamu hanya bermain-main dengannya.”
“Hmm.”
“Apa kamu mengerti?”
“Ya, tapi misalnya bagaimana kalau Sooyoung yang jatuh cinta padaku?”
“Itu mustahil.”
“Kenapa mustahil?”
“Dia cukup banyak yang mengantri. Dan lagi bisa saja dia straight, makanya aku tidak yakin.”
“Hmm.”
“Apa hari ini kamu juga ada pacaran dengannya?”
“Ya, dia akan datang nanti sore.”
“Fany ah, kalian bicara terus sampai melupakanku.”
“Ah, mianhae Taeyeon ah. Jadi nanti kita sepakat melakukannya di apartemen kamu?”

**

Sunny POV

Aku mengeluarkan ponselku untuk mengecek saldo bank. Lagi-lagi paman mengirimiku banyak uang.
Uuuu… padahal sudah kubilang sudah cukup untuk bulan ini. Kalau begini kan bisa-bisa aku jadi tergoda ingin menggunakannya untuk membayar Sooyoung lebih lama.
Sejak orangtuaku tiada dan aku diasuh oleh pamanku, aku seperti menjadi anak favoritnya. Atau mungkin paman kelebihan uang untuk dihabiskan. Aku tidak menuntut lebih dari yang sewajarnya, tapi paman suka mengirimiku jauh lebih banyak dari yang kuminta. Bahkan apartemen mewah yang kutinggali pun semuanya adalah desakan paman. Kalau kukirim balik uangnya, paman akan mengirimiku kembali dengan keras kepala. Katanya aku yang masih muda ini lebih membutuhkannya.
Apa boleh… aku memakainya untuk membayar Sooyoung?
Deg deg deg
Habisnya dia sangat lembut dan romantis, punya kekasih seperti itu rasanya bagai mimpi. Hanya memikirkan semua perlakuan lembut Sooyoung padaku saja sudah membuatku senang.
Kemudian aku teringat perkataan Tiffany.
Hatinya yang sesungguhnya milik siapa ya. Bagaimana kalau kujadikan hatinya bertaut padaku?
Aku kan punya senjata aegyo yang manis, jadi mungkin aku bisa membuat Sooyoung sungguh-sungguh tertarik padaku.

*~To be Continued~*

A/N : Ideku suka seliweran, sama cepet bosan. Jadi maaf kalau mengharapkan updatean ff lain 😛

Tapi untuk yang SeoSic sudah sebagian kutulis.

Thanks for reading 🙂

Advertisements

Comments on: "Paid for (Chapter 1)" (46)

  1. hennyhilda said:

    Wuahh g nyangka klo sunny “bi” 😮 😀
    N pa2an it psgn taeny,ngomong bgtuan enteng bgt dt4 umum hahahaha koplak 😀
    Owhh jd ceritanya soo kekasih bayaran.kirain bnrn abzn romantis bgt
    Hmm mnqn kekasih bnrnnya sica #plakk sotoyy bgt u XD

    • hTaeNy nongol buat sekedar komedi XD (tp kasihan TaeNy entar makin dicap byun couple deh wkwkwk)
      haha iya sotoy nih 😛

  2. hennyhilda said:

    Ehh br kali ni jd yg pertama 😮
    Yeayyy XD

  3. Pertama kirain si sooyoung pacarnya sunny.-.
    Si taeyeon wkwkwk xD jdi pengen baca pairing taeny lagi nih thor 😀 nnti bikin ff taeny lagi ya wwkwk

  4. Heehh ?!! Kirain soosun beneran pacaran , ketipu nh wk
    Trus si taeny juga nh ??

    Bagian mesum taeny wk kocak , seharus nya dlanjutin tuh haha

  5. Kimrahmahwang said:

    Kirain sooyoung pacar benerannya sunny, ternyata cuma pacar bayaran toh…
    Yaampun taeny, urat malu kalian udah putus apa gimana. Di tempat umum masih sempet2nya ngomongin begituan haha lol
    Btw sunny kalo kelebihan duit, sumbangin ke gue aja. Gue ikhlas menerima dengan lapang dada xD wkwk

  6. tae memang byuntae. gak bsa di rgukan lgi.

  7. hoho.. ati ati tu Sunny.. Fany juga ati ati.. ati ati Taeng kebablasan.. kk~ next

  8. udah taeny yadongan aja….. #plak

  9. kyril fadillah said:

    ternyata soo hanya pacar bayaran sunny begitu pun dgn taeny yg berhubungan dgn bayaran pula tapi taeyeon ga pernah lepas dari penyakit byun yg akut

  10. Oooaaallaaahh teany nongol sambil diskusi kaya gitu di depan umum gi mana ga mau di bilang pasangan byun coba soo pacar bayaran nya sunny

  11. Waah.. Kak, jd penasaran ama ke lanjutan nya taeny hihihihi

  12. Ih ko jd aneh yak Soo yg td ny rame orng ny.. udh kaya tom &Jerry sama Sunny.. mendadak lembut gto.. tp lanjut deh thor

  13. Hihi sempet tertipu sama soosun tapi ceritanya menarik hihi bisa kali thor tar d bikin taeny vers tiff kaya pacar bayaran juga ya XD

  14. Sewa jasa sooyoung sbg kekasih. Hmm ixe bagus. Km sewa sooyoung saja.
    Aku juga mau booking taeny hohihahehu

  15. yeeaaahhh akhirnya author post ff soosun lagii 😀
    semoga ide buat ini gak ilang muncul,
    ealaahh ternyata soo pacar bayarann tahh, kirain pacar beneran, padahal soo sweet banget ituhhh,
    busyet dahh itu taeny tawar menawar kya begituan kya lagi nawar bawang ajahh haahahahaha
    di tunggu kelanjutannya thor 😀

  16. jung febryliu said:

    Anyeong….

    Taeny sking byunnya smpai bcarain hal2 gtu di depan umum, apa nggak mlu??
    Jdi Soo cma pcar byarannya sunny, kcewah deh 😦

  17. Pantas aja sjak awal brasa aneh baca FF SooSun yang bernuansa romantis mellow bgini. Trnyata Soo ‘bayaran’ toh? :p
    Agak kurang terbiasa membaca sikap Sooo yang romantis bgitu.
    Tapi aku suka bagian TaeNy itu. Lucu. 

  18. Sooooooooooio astaga swit amat gakuadh wkwkwwk. Kocak dah ide lo yg satu ini thor..pacar bayaran. Ck. Ceritanya si soo orang susah atau gimana nih?.wah ceritain bagian susah2nya soo juga ya thor wkwk

  19. jungjaerin said:

    yuhuuu soosun again~ couple kocak selalu… dan si soo selalu dapat peran menyedihkan fufufu

  20. Aahh akhirnya ngepost SooSun lagii,aku ketularan kamu thor jadi ngeship SooSun,mereka cocok bangey,gabisa bayangin Soo bener bener kaya gitu XD padahal asli nya suka jailin Sunny 😀 . Itu Taeyeon minta apaan astagaa,ngomongin dikantin,kalau kedengeran ibu kantin nya gimana XD

    • Haha semakin menular terus jadinya

      Tapi kadang SooSun bisa so sweet banget juga >.<
      Jangan khawatir karena biasanya kantin itu berisik, jd sudah ketutup suara2 lain wkwkwk XD

      • Aku jadi SooSun shipper sekarang,tapi susah thor nyari ff SooSun romance atau nc wakakak XD padahal kan seru kalo SooSun nc:3

      • Bener susah
        Makanya aku buat, karena susah nemu ff SooSun yg fokus utamanya ke mereka, karena aku jg SooSun shipper
        Tp aku dah buat banyak NC SooSun wkwkwk XD

        Kalau SooSun NC an disini entar Soo merasa dirinya murahan hahaha

  21. Rachmalia said:

    Kirain aku Soo itu pacar beneran!! Ternyata cuma pacar bayaran…
    Taeyeon kayak lagi nawar harga. ck ck ck…. ditempat umum lagi nawarnya 😐

  22. khfflovers said:

    Uwah blm pernah baca yg model begini
    penasaran
    hehe lanjut kak! 🙂

  23. chincilla said:

    Bkalan keren ni..
    Annyeong.. New reader thor,. XD

  24. javier janetti said:

    soosun nya maniss banget tapi sayang bukan official .. eh taeny bener2 ye, nape mesti di kantin itu transaksi , XD

  25. soneforever said:

    Jdi soosun gk bneran pcran q kra bner trnya gk, jdi sooyoung tu cmn dbyar gitu ma sunny.
    Dsar psngan byun q kra mrka mau bhas ttang hal yg srius trnyata cmn bhas tu

  26. dirgaYul said:

    Bru bca yg awaly ini..Mahal jg s Soo y?? Tp rupanya dy bs jg romantis klo d pesenin y.. Bs g y pesen Soo ut kencan jg??*ngayal banget

  27. darkart said:

    hei thor, wow tema nya keren tentang kekasih bayaran kekekkk
    hati2 nanti sunny kebablasan suka ama soo *eeeh*

  28. nindz84 said:

    hmm akhirnya nemu ff soosun juga
    kangen sama pasangan yg satu ini…
    woooaaa kirain pacarnya beneran…
    eh ternyata…..
    fighting sunny…hehehe

    • Terima kasih buat komentar2nya ya 🙂
      Kalau km nyari ff SooSun, di wordpress ini ada buanyak sekali~ hehe, maklum aku SooSunatic :3
      Jadi silakan dijelajah, dijamin worth baca, karena aku suka bikin plot twist^^

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: