~Thank you for your comments~

Only U (Chapter 2)

Beberapa hari kemudian. Seohyun meluangkan waktu sejenak untuk mengecek sosial medianya.

Lalu terakhir, dia juga mengecek akun Facebooknya. Walau sudah lama tidak di update, tapi Seohyun sangat terkejut ketika menemukan status yang sangat janggal. Siapa lagi pelakunya kalau bukan dia.

Di kantin.

“Sica eonnieeeeeeee!”

“Hmm?” Jessica sedang mengaduk jus strawberry yang dipesannya pakai sedotan dengan wajah tanpa dosa.

“Waktu itu eonnie janjinya cuma mau lihat-lihat Hpku sebentar. Tapi kenapa eonnie malah seenaknya membuat status di akun sosialku?!”

Seohyun mencoba untuk terlihat marah, tapi terkadang dia malah lebih kelihatan seperti ngambek.

“Ehehe, mianhae, habis aku lagi bahagia sih.”

“Dasar…”

Seohyun geleng-geleng, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dengan status “in a relationship” jelas-jelas dipublikasikan di dinding Facebooknya. Dan begitu banyak orang mengucapkan selamat padanya. Lagian sejak kapan dia pacaran? Mana tidak jelas sama siapa pula. Tapi mungkin disitu untungnya.

Jessica mengangkat sedotannya dan menghisap jus yang berada di dalam sedotan dengan gaya manis. “Sayang sekali, kalau aku punya akun Facebook pasti aku bakal tulis dengan jelas in a relationship with Seo Joo Hyun.”

Lebih baik jangan sampai punya, doa Seohyun dalam batin, merasa ngeri.

“Kalau kamu tidak suka ya tinggal ganti saja.”

“Apa yang akan orang pikirkan… ganti status hubungan hanya dalam beberapa hari. Nanti dikira aku main-main atau serius.”

“Peduli amat sama yang orang lain pikirkan. Kita tidak seharusnya membiarkan orang lain mengatur hidup kita dengan berusaha menjaga nama. Cukup ikuti saja suara hatimu.”

“Itu sih Sica eonnie, tidak semua orang punya pemikiran yang sama. Aku tidak bisa tidak memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang aku.”

“Huh, nggak usah mikir repot. Sini biar aku gantikan saja.”

“Eh?”

Sebelum Seohyun sempat protes, Jessica sudah merebut ponselnya dan langsung menggantinya menjadi single.

“Nah, dengan begini kamu tidak akan protes lagi kan?”

Seohyun menunduk. Selama ini dia sudah berhati-hati tiap kali memposting sesuatu di akun sosialnya. “Kenapa eonnie melakukan ini padaku…”

“Jangan berwajah begitu dong Hyunnie.”

“Tidak, aku harus tegas. Aku tidak bisa menerima perasaan eonnie, bagiku eonnie hanya sekedar sahabat. Paling jauh, aku hanya bisa menganggap eonnie sebagai sisterku.”

“Aku tidak mau.”

“Memangnya apa yang eonnie harapkan? Kalau eonnie ingin kita pacaran itu tidak mungkin.”

“Bukan tidak mungkin, kamunya saja yang nggak mau.”

“Eonnie, jebal…”

“Aku yakin suatu saat kamu akan jatuh hati padaku, Seo Joo Hyun.”

Atas dasar apa dia bisa seyakin ini? Bicaranya ngelantur, batin Seohyun.

“Kenapa eonnie bisa menyukaiku… kalau eonnie menyukaiku gara-gara waktu itu memberi plester demam-”

“Karena waktu pertama kali aku memandangmu ketika aku sakit, kamu mirip dengan mantanku…”

“Eh?”

“Karena aku sudah tidak mungkin bersama dengan dia lagi, makanya-“

“Tapi berarti itu kan artinya aku cuma dianggap sebagai pengganti mantan eonnie.”

“Memangnya salah? Mencintai yang berawal dari mirip dengan mantan. Kalau kamu terganggu sama ini, berarti apa artinya kamu mulai suka sama aku, Hyunnie?”

Seohyun terenyak. “Eonnie jangan menyimpulkan seenaknya. Ini cuma perasaan normal sebagai seorang manusia!” suaranya sedikit meninggi walau Seohyun tidak bermaksud begitu.

“Hehehe, lucu, normal sebagai seorang manusia katamu. Tapi jangan khawatir, karena sifat kalian berbeda jauh. Waktu itu kelembutanmu cuma mengingatkanku pada dirinya saja…” Jessica tersenyum lembut. “Dan sekarang aku mencintaimu sebagai Seo Joo Hyun, juga pribadi Seo Joo Hyun, bukan mantanku.”

“Eonnie…”

“Kalau kubilang begitu kamu senang?”

“Jadi eonnie berkata begitu hanya untuk menggodaku?”

“Ya, untuk mengetes reaksi,” jawab Jessica dengan datar.

“…………….”

Tanpa berkata apa-apa Seohyun beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkannya.

“Ahaha, dia ngambek gara-gara aku bilang begitu?” Jessica tertawa geli sendiri. “Jangan-jangan dia sudah punya rasa sama aku tapi nggak mau ngaku? Hehehehe, terkadang berdelusi begini menyenangkan. Semoga delusiku menjadi kenyataan.”

Dan lagi Seohyun ceroboh kalau dia pergi tanpa mengambil kembali ponselnya. Masih di tangan Jessica. Dengan santainya dia membuka akun Facebooknya sekali lagi. Mata Jessica membelalak melihat status single Seohyun di Facebook yang barusan digantinya. Banyak orang yang menyukainya sampai notifikasinya membengkak.

“Hooo, banyak yang suka kalau Hyunnie single ya? Kurang ajar semuanya.”

Walau Jessica tadinya tidak memasang Seohyun in a relationship dengan siapa tapi dia merasa sangat tersinggung karena orang yang dibayangkan menjalin hubungan dengan Seohyun adalah dirinya sendiri. Singkatnya, cuma delusinya sendiri.

Jessica segera mengutak-atik, melakukan sesuatu pada akun Facebook Seohyun.

“Hyunnie milikku! Hmph! Kalian tidak akan bisa memilikinya!”

 

**

 

Ketika Seohyun membuka tas untuk mengambil ponselnya dia tidak menemukannya dimana-mana. Dia baru teringat kalau ponselnya terakhir masih di tangan Jessica. Seohyun cepat-cepat kembali ke kantin dengan panik.

“Huhuhu.” Jessica tersenyum puas sambil menikmati sisa jusnya yang terakhir.

“Sica eonnie, ponselku.”

Jessica menyerahkannya tanpa berkata apa-apa. Tepat saat itu di layarnya akun Facebooknya barusan selesai dihapus selamanya.

Seohyun kaget sekali.

“A-ahhhh! Disana ada teman-teman lamaku!”

“Teman-teman yang menyebalkan…” gerutu Jessica.

Seohyun menjadi murka.

“Eonnie sungguh-sungguh keterlaluan! Aku tidak akan mau sama Sica eonnie! Aku benci!”

“Kalau begitu aku lebih baik mati.”

DEG!

Sesaat Seohyun merasa seolah seperti mendapat serangan jantung ringan.

“Ja-jangan bicara seperti itu, tidak baik.”

“Aku serius. Bagiku daripada tidak bisa bersama dengan orang yang kucintai, tak ada artinya lagi hidup…”

“Eonnie, berhenti menggertak. Itu kekanakan.”

“Berarti kalau aku sungguh-sungguh mati itu salahmu, Hyunnie.”

Seohyun ingin sekali melayangkan tamparan ke wajahnya, kalau saja saat ini dia tidak sedang berada di tempat umum.

 

**

 

Keesokan harinya.

Seohyun mendapat pesan dari Jessica.

“Aku barusan buat akun Weibo, cepat kamu buat juga lalu follow aku.”

Lalu di samping kalimat itu terdapat emoticon yang manis.

“…………….”

Sejujurnya Seohyun masih kesal dengan Jessica yang seenaknya menghapus akun Facebooknya. Tapi akhirnya dia bikin karena beberapa temannya ada yang punya juga.

“Sudah eonnie.”

“Hehe, kamu harus komentarin setiap postku ya? Chuu~”

Seohyun menghembuskan nafas dalam tanpa disadarinya. Tapi dia tidak punya banyak waktu untuk memusingkan ini, karena jadwal tampil musikalnya sudah semakin dekat.

 

**

 

Akhirnya tiba harinya klub musikalnya tampil di salah satu acara besar. Seohyun sudah selesai didandanin dan memakai gaun yang didesain khusus untuknya.

“Wow, kamu tampak sempurna.”

“Ah tidak juga.”

Seohyun merasa khawatir, takut Jessica akan datang melihat musikalnya. Dia sengaja tidak pernah memberitahu Jessica karena ada adegan yang dia takutkan. Takut kalau Jessica melihatnya dia akan sangat syok, dan mungkin melakukan sesuatu yang nekad yang tidak bisa Seohyun bayangkan. Ini bukan acara yang diadakan di kampus, jadi seharusnya bukan mahasiswa yang menghadirinya.

“Fuhhh… tenang, aku pasti bisa melakukannya.”

Tapi ada satu hal fatal yang sempat Seohyun lupakan. Yaitu poster musikalnya yang beredar di kampus. Siapapun yang melihat papan buletin bisa melihatnya kalau dia adalah pemeran utama wanitanya.

Dan tentu saja, tanpa sepengetahuan Seohyun, Jessica datang untuk menontonnya. Karena dia berniat ingin memberi kejutan setelah acara berakhir dengan menemuinya di belakang panggung. Jessica bahkan sudah membawakan sebuket bunga dan bekal berisi masakan buatannya.

“Hehe, dia pasti lapar setelah pentas.”

Jessica memilih tempat duduk yang bisa melihat seluruh panggung dengan jelas. Tak lama setelah dia duduk, lampunya digelapkan. Mulai adegan pembukaan.

………………………………..

Jessica merasa sedikit cemburu tapi dia berusaha tetap menerima dan menontonnya dengan tenang. Sampai akhirnya tiba ke adegan yang membuat hatinya hancur.

Jessica membelalak kaget melihat Seohyun berciuman dengan namja lawan mainnya. Mereka tampak sangat menghayatinya di bawah sorotan sinar berwarna oranye dan dry ice di sekeliling mereka.

Hatinya seperti diremas-remas. Matanya berkaca-kaca. Jessica ingin sekali memukul dan menampar siapapun namja yang menikmati bibir Seohyun, meskipun ini hanya musikal. Dia sangat menyesal karena tidak lebih dulu mencium Seohyun di bibir. Padahal dia punya banyak kesempatan untuk melakukannya.

Jessica tidak ingin melihatnya lagi. Dia langsung pergi meski musikalnya belum berakhir, membawa semua barang bawaan yang seharusnya untuk Seohyun.

 

Di belakang panggung.

Seohyun sedang membaca naskah untuk adegan selanjutnya. Tiba-tiba ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja berbunyi. Iseng-iseng dia lihat. Notifikasi dari Weibo mengenai post Jessica yang terbaru.

Sebuah foto dengan pemandangan dari atas gedung berlantai tinggi, dengan tempat parkiran dan beberapa cahaya lampu di bawah, terlihat sedikit ujung sepatu Jessica di dekat tepian gedung. Dan caption bahasa inggris yang bertuliskan, “If my love won’t accept me there’s no point in life. Goodbye cruel world.”

Mata Seohyun membulat, kemudian dia secara refleks berdiri dari kursinya. Seohyun mengerti apa arti kalimat bahasa inggris itu dan kalau mengingat pembicaraannya dengan Jessica sebelumnya, dia mempunyai firasat buruk.

“Ada apa Joohyun?”

“Eonnie, maaf, aku harus pergi.”

“Tapi habis ini masih ada giliranmu.”

“Aku tahu. Tapi ini penting, ah bukan, melainkan darurat. Sekali lagi, maafkan aku, tapi aku tak bisa membiarkannya.”

Tanpa mengganti baju atau berkata lebih jauh lagi. Seohyun melepas sepatu haknya, menggantinya dengan sneaker miliknya yang kebetulan berada di dekatnya. Kedua tangannya mengangkat bagian depan gaun dan langsung berlari keluar.

“Sica eonnie, pabo!”

 

**

 

Angin berhembus sepoi-sepoi ketika Jessica menjatuhkan buket bunganya dari atas gedung. Ditatapnya dengan hampa sampai buket bunga itu menyentuh di aspal bawah. Kemudian kotak bekalnya juga. Dia tidak peduli lagi. Dibuangnya ke bawah dan kotaknya hancur berkeping-keping.

 

**

 

Nafas Seohyun mulai sesak, tapi kakinya terus berlari. Untungnya dia bisa mengidentifikasi darimana foto itu diambil. Tempatnya tidak jauh dari gedung tempat musikal dia.

Mudah-mudahan masih keburu, batinnya.

Dia tidak akan mau kalau sampai hal ini masuk ke headline besok.

Seohyun tiba di depan lift, tapi lampu yang menunjukkan nomor lantai di atas tombolnya tidak menyala. Dia sudah mencoba menekannya tapi lampu tombolnya tidak menyala.

“Omo! Liftnya rusak! Aduh disaat seperti ini!”

Seohyun segera mengambil alternatif lain, yaitu menaiki tangga.

 

**

 

Jessica masih menunggu. Berharap seseorang datang menghentikannya.

“Sepertinya tidak ada yang peduli ya…”

“Benar… karena semua orang menganggap orang yang bunuh diri demi cinta itu hanya orang bodoh…”

Angin mulai berhembus kencang ketika sayup-sayup dia mendengar suara seseorang menaiki tangga dan memanggilnya. Sampai akhirnya orang itu tiba di lantai yang sama dengannya.

“Sica eonnie!”

“……………..”

Seohyun merasa sedikit lega karena setidaknya dia tidak terlambat. Dia ingin bicara lebih lanjut, tapi dia harus menarik nafas untuk mengatur nafasnya yang memburu dulu.

“Kenapa kamu nggak bilang ke aku soal musikalmu, Hyunnie?”

“Eh?”

Alis Jessica bertaut. “Musikalmu! Kamu tidak bilang kalau kamu ada adegan ciuman di dalamnya! Bahkan kamu juga sama sekali tidak cerita-cerita kalau kamu berperan sebagai tokoh utama dalam musikal!”

“……….maaf…”

“Huh!”

“Tapi Sica eonnie, itu kan hanya musikal, bukan berarti apa-apa, dan aku juga tidak punya perasaan apa-apa terhadap lawan mainku…”

“Hanya katamu?! Tidakkah kamu sadar kamu sudah sangat melukaiku dengan ‘HANYA’ musikalmu?!”

“Terus Sica eonnie mau aku gimana?! Hal yang sudah berlalu tidak bisa dikembalikan!”

“Jadilah kekasihku.”

“…itu nggak mungkin.”

“Kalau begitu aku lompat saja.”

Aku tidak percaya eonnie bisa melakukannya. Seohyun sempat berpikiran begitu. Tapi cepat-cepat dibatalkannya karena dia tidak mau mengambil risiko.

“Eonnie, apa eonnie sadar apa yang eonnie lakukan itu salah? Meminta orang jadian dengan cara mengancam seperti ini… eonnie bersikap sangat tidak dewasa.”

“……………..”

“Sica eonnie, pikirkan keluarga eonnie. Tidakkah eonnie memikirkan betapa sedihnya mereka nanti kalau tahu eonnie bunuh diri?”

“Mereka sedih ya sedih… Tapi aku juga punya hidupku sendiri. Dan aku tidak mau membiarkan perasaanku tersiksa hanya karena tidak ingin menyakiti keluarga maupun orang lain. Hidupku seharusnya milikku sepenuhnya. Akulah yang paling berhak untuk menentukannya!”

Sepertinya sia-sia aku berusaha memikirkan cara untuk membujuknya, haruskah aku benar-benar jadian dengannya? pikir Seohyun sambil menggigit bibirnya.

“Hyunnie, sekali lagi kutanya kamu mau jadi kekasihku atau aku mati saja. Kalau kamu tidak mau buat apa lagi kamu disini?! Sana pergi! Nggak perlu cegah aku!”

“Ini tidak adil… eonnie mencoba membuat aku merasa bersalah dan menjadikan aku sandera atas ancaman eonnie.”

“Bukan itu yang kutanyakan!”

Seohyun menunduk. Kedua tangannya meremas erat gaunnya. “Baiklah… baiklah… sekarang aku adalah kekasih Sica eonnie…”

“Kamu cuma bilang begitu supaya aku nggak lompat, kamu nggak tulus mengatakannya dari lubuk hatimu, iya kan?!”

“Jadi Sica eonnie mau aku bagaimana?”

Jessica menyodorkan smartphonenya. Di layarnya tertulis sedang memanggil seseorang yang bernama Kim Hyoyeon yang sudah disetel loudspeaker.

“Aku sudah menelpon salah seorang temanku. Setelah dia angkat, kamu harus mengenalkan diri sebagai kekasihku.”

Seohyun merasa tangannya berkeringat dingin ketika menerima smartphone Jessica. Dia tidak pernah menyangka Jessica akan memaksanya untuk melakukan hal seperti ini sebagai bukti. Tanganya sedikit gemetaran.

“Ne, yeoboseyo?”

Telepon itu dijawab terlalu cepat sebelum Seohyun sempat menguraikan sebuah kalimat dalam otaknya.

“A-a…” suara Seohyun terbata-bata.

“Ya? Dari suaranya kamu bukan Sica ya?”

Jessica menatap Seohyun dengan tatapan sedingin es.

“N-ne, Seo Joo Hyun imnida.”

“Kenapa menelpon dengan hp Jessica?”

“Ka-karena aku ingin memberitahu sesuatu…”

“Apa? Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Jessica?!”

“Ani, Sica eonnie baik-baik saja…”

“Fuh, syukurlah. Lalu ada apa?”

Seohyun menelan ludah. Melirik sekilas ke arah Jessica. Jantungnya berdebar tak menentu.

“Perkenalkan, aku adalah kekasih Sica eonnie.”

Akhirnya aku mengatakannya… ajaibnya aku bisa mengatakannya tanpa terbata-bata, batin Seohyun merasa sebagian dalam dirinya tertekan, bukannya merasa lega.

“Huh? Yang benar ini? Bukannya dari suaranya… kamu ini yeoja?”

Kata-katanya tepat menusuk Seohyun.

“Emm…”

Jessica merebut hpnya dari tangan Seohyun tanpa membuang waktu lagi karena melihat keraguan kekasihnya.

“Ah, Hyoyeon, ya ini aku. Barusan itu pacarku, haha kamu syok ya? Tapi memang benar.”

Jessica melanjutkan mengobrol sedikit dengan Hyoyeon. Nada suaranya sama sekali berbeda dengan yang tadi. Terdengar riang seperti penuh dengan kebahagiaan.

Seohyun merasa seolah seluruh dunia tengah menindasnya. Menempatkannya di posisi yang tidak adil. Tapi mau bagaimana lagi. Dia bukan orang berhati dingin yang bisa cuek ketika orang lain mengatakan ingin bunuh diri. Hatinya tidak akan sanggup menahannya kalau sampai Jessica masuk dalam headline besok.

 

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Only U (Chapter 2)" (31)

  1. begrippen_yoong said:

    Morning Author-ssi…..

    Hmmmm…..kenapa ada beberapa bagian yg seperti de javu yach?? Hehehheh…….lupakan

    Sicca gak baik lho maksa kehendak sendiri terlebih menjadikannya kekasih, sampai bawa Hyo sebagai saksi??? Seperti Hyo adalah editor majalah saja.

    • good morning juga :3
      deja vu pengalaman pribadi atau gimana? 😛
      atau deja vu karena mirip ff Loveless? memang XD
      ngakak wktu baca Hyo editor majalah XD

  2. begrippen_yoong said:

    FF Loveless? Saya merasa belum baca ff tsb.
    Atau bisa juga lupa jika pernah koment disana dikarenakan lebih mudah mengingat ff dgn maincast YH atau YS. Hehehehe…author yg buat ff tsb juga sedikit. Kalau senggang saya baca ff loveless.

    Pengalaman pribadi? Tepatnya pengalaman salah satu teman saya, author-ssi

    • ya, di WP ini ff Loveless ada 2 versi, satu versi SooSun, satunya versi YulSic (dua2nya ceritanya beda)
      yah soalnya kurang suka YH dan YS sih, lagipula pingin bikin pairing yg kurang populer 😛
      haha pantes

  3. Hyo agak jleb jleb gimanaaa gitu komentarnya ekwkwkwk~

  4. Tinngalin jejak dulu.

    • Yah kasihan deh Hyunnie ditipu ama Sica tuh.
      Pakai bawa2 Hyo lagi jadi ‘saksi’.
      Untung aja Hyo gak bnaran ada di sana.
      Klo iya, bisa2 tar Hyo yang ada dijadiin ‘saksi’ pernikahan lagi. -_-
      Jadi Hyunnie dipaksa nikah di tempat ama Sica. XD
      Yah lagian sih Sica, sudah tahu itu musical tema-nya Romance.
      Pasti ada lah adegan kissu2 bgitu.
      Hanya pnasaran aja, klo ditrusin, Sica bakalan locat bnaran gak yah?
      Klo lihat roman2 nekatnya sih kayaknya iya. -_-

  5. bagian jessica bilang “Hooo, banyak yang suka kalau Hyunnie
    single ya? Kurang ajar semuanya.”
    mau ngakak. berasa kek jessica punya saingan banyak.. kasian jessica.
    tapi akhirnya mereka jadian. walaupun secara terpaksa.. penasaran sm cerita selanjutnya. semangat thor! XD

  6. Lilis alawiyah said:

    Entah kenapa aku ada di pihak sica, dan aku merasa seo lah yang salah. Dia terkesan memberi harapan.

    Ahh unnie . Aku mhon next partnya cepetan. Takut lupa.

  7. Kimrahmahwang said:

    Sica nekat banget gilee. Maksa2 org pula. Ada gitu ya mau pacaran tapi maksa org tsb buat jadi pacarnya kalo gamau bakalan bunuh diri haha lol
    Tetep sabar hyunie, kepala batu tuh emang sica wkwk xD

    • Biasanya adanya yg udah punya pacar, lalu ngancem supaya gak diputusin
      Kalau yg blm pacaran kurasa jarang kayak gini hahaha

  8. Suruh sica lompat saja.
    Gak usah peduli sica okay.

  9. yg bikin penasaran, kenapa sica nelpon hyo, pasti ada sesuatu dg mereka, trus hyo khawatir bnget pas nerima telpon dari sica,
    menunggu jwban di chapt slanjutnya.

  10. yoong hyun said:

    haha ngakak deh ma tingkah sica,,bikin idup orang menderita kyak gtu..ksian Hyunie jadi serba salah,idup mu ribet amat sica..cantik2 minta dipacarin orang?,ampe mau bunuh diri haha namanya juga. cinta :X
    hyuni lama2jatuh cintrong lo ma sica

  11. jung febryliu said:

    Anyeong…

    Ksian seo dpaksa sma sica
    Moga2 aj ad seseorng yg datang nyelametin seo

  12. choileesyaa said:

    annyeong thor itu si seo kasian banget dipaksa jadi pacarnya sica 😀 udah akun fb pake di tutup segala lagi #poormaknae

  13. hennyhilda said:

    “Hooo, banyak yang suka kalau Hyunnie single ya? Kurang ajar semuanya.” dan “Hyunnie milikku! Hmph! Kalian tidak akan bisa memilikinya!” →sk bgt aq m bagian yg ni n karakter posesif n agk psycho emank pas bwt sica :p
    Sebagian adegannya da yg hmpr mirip m loveless apalagi pas sica ngancem bkl mati klo hyunnie gmw jd pcrnya..
    Aq plg sk ff yg sprt ni 😀
    Oia da lg, “Akhirnya aku mengatakannya… ajaibnya aku bisa mengatakannya tanpa terbata-bata, batin Seohyun merasa sebagian dalam dirinya tertekan, bukannya merasa lega.” → jgn..jgn..wahhh 😀 lnjt author >.< XD

  14. Kasih’an banget kak.. Sama seo, di paksa gt hehehe

  15. Knp c Jessie memaksakan kehendak bgt.. ga baek tao Jessie.. Seo ikuti ajj mao ny Jessie ap.. tar klo udh merasakan enak pasti ga nyesel ko.. hahahah

  16. khfflovers said:

    Pagi2 baca ini berasa pengen nabok sica -_-

  17. ggab_yul said:

    sebenarnya karakter sica disini antara obsesi dan desperate dapetin hyuni karena mirip yuri

  18. dirgaYul said:

    Uwowowowow.. Ancaman seriussss ituuhh.. Kirain sdh hbs.. lanjut tah?? Hayuklahh..ahahahaha

  19. novilrs said:

    Gila sica seenak jidat sendiri. Tp klo aku yg di ancem gt sama sica malah seneng thor wkakwk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: