~Thank you for your comments~

Only U (Chapter 1)

A/N : Pairing : SeoSica

Belakangan ini lagi kurang termotivasi untuk bikin ff padahal ada idenya, tapi akhirnya nulis juga ff pairing SeoSica ini. Roman ngejar-ngejar maksa klise mirip ff Loveless, walau kemungkinan tak seekstrim Loveless, tapi entahlah kalau aku berubah pikiran 😛 #plak gimana sih XD

Semoga sesuai dengan karakter mereka dan semoga feelnya cukup dapet.

enjoy~

 

**

 

Terdengar suara dering notifikasi. Seorang gadis menghentikan aktivitas belajarnya sejenak, kemudian melepas smartphone yang tadinya di charge dan membuka aplikasi Kakao Talknya.
“Joohyun sayang, lagi apa? Kangen nih
Seohyun geleng-geleng kepala begitu melihat di bawah tulisannya terpampang foto seksi si pengirim dalam balutan kimono mandi berwarna pink dengan belahan dada yang rendah dan memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
“Sudah berapa kali dibilangin.” Seohyun bergumam sendiri. Lalu berlanjut mengetik balasannya.
“Sica eonnie, jangan mengirim foto seperti ini lagi.”
Dalam waktu singkat dia sudah mendapat balasannya.
“Eh kenapa? Atau kamu lebih suka melihat foto nudeku? Hehe.”
Seohyun geleng-geleng sekali lagi dan ingin mengurut keningnya sendiri.
“Tidak sepantasnya eonnie mengirim foto semacam itu ke orang lain. Apalagi ke orang yang belum lama eonnie kenal. Ah tidak, walau kenal sekalipun juga tidak baik. Bisa-bisa seseorang menjahati eonnie dan menyebar foto-foto eonnie. Memangnya eonnie tidak pernah dengar berita-berita soal kejahatan lewat internet?”
“Tapi Joohyun kan baik. Aku percaya kamu tidak akan berbuat seperti itu ke aku.”
“Tapi tetap saja eonnie tidak boleh begitu. Tidak semua orang punya niat baik.”
“Aku tidak melakukan ini ke siapa-siapa. Aku cuma ke kamu saja kok. Aww, atau jangan-jangan kamu mengkhawatirkan aku?

Seohyun merasa sakit kepala sendiri.
Harus bagaimana menerangkannya supaya gadis ini mau mengerti?

**

Semuanya berawal dari 2 minggu yang lalu.

Di kampus.
Seohyun sedang berdiskusi dengan seorang namja dan yeoja yang merupakan satu klub dengannya. Klub musikal.
“Jangan memaksakan diri.”
“Ah, aku tak memaksakan diri kok, oppa,” jawab Seohyun sopan.
“Dia benar, kamu sebaiknya istirahat Joohyun ah, kamu barusan sembuh dari demam kan?”
“Ah, itu karena kemarin aku kehujanan.”
“Tapi tetap saja kamu harus beristirahat. Kamu jatuh sakit pasti karena sejak awal kamu kecapekan dengan latihan musikal.”
“Benar, lupakan soal latihan hari ini.”
“Apa benar tidak apa-apa?”
“Ya, kurasa tidak ada salahnya beristirahat sehari. Kamu telah berusaha sangat keras, baik latihan vokal maupun berakting.”
“Iya, pulanglah ke rumah.”
“Tapi 1 setengah jam lagi aku masih ada kelas. Kalau aku pulang sekarang sudah terlalu tanggung dan menghabiskan ongkos untuk kembali.”
“Begitu ya? Kalau begitu pergi beristirahat saja di ruang kesehatan.”
“Ide yang bagus, kamu bisa tidur disana karena biasanya tidak ada siapa-siapa disana. Lagipula disana sangat tenang, tempat yang bagus kalau ingin menghindari suasana bising.”

Jadi akhirnya Seohyun pun berjalan menuju ruang kesehatan setelah setengah didorong-dorong oleh yeoja itu.
“Oh, jangan lupa ini juga. Buat jaga-jaga kalau demam kamu kambuh.”
Yeoja itu menyelipkan plester demam yang masih terbungkus ke tangannya tanpa mendengar jawaban dari Seohyun. Ketika Seohyun tampaknya ingin mengembalikan, dia berkata.
“Tidak apa-apa, itu buat kamu, bawa pulang saja meski sudah tidak pakai.”
“Iya deh.” Seohyun tersenyum berterima kasih dan menyimpannya.

Lalu dia sendirian menuju ke ruang kesehatan. Sebenarnya dia bisa saja menunggu di tempat lain, tapi karena sudah dekat, jadi dia sekalian ingin memeriksa tempatnya.
Seohyun membuka ruangannya dan langsung disambut dengan suasana terang dan hawa sunyi di dalam, apalagi ketika pintu ditutup. Sama sekali tidak terdengar suara dari luar.
Benar juga, disini jauh dari keramaian, pikirnya.
“Tidak ada siapa-siapa disini?”
Tempatnya juga tidak bau.
Mungkin bagus juga menunggu disini sambil beristirahat atau membaca buku, pikir Seohyun.
“Nngh…”
“Hmm?”
Ternyata dia tidak sendirian. Ada seseorang yang tidur di salah satu ranjang. Seohyun terlambat menyadarinya karena letaknya di paling pojok.
“Hahh….”
Seohyun berjalan mendekatinya sambil berusaha untuk tidak menimbulkan suara.
Tidurnya tampak gelisah.
“Uhhh…”
Dia kelihatan kesakitan, pikir Seohyun ketika melihat wajahnya mengerut.
Ketika Seohyun sedang menimbang apa yang harus diperbuatnya untuk menolong gadis ini. Tiba-tiba dia mendengar rintihan gadis itu.
“Dingin…”
Dengan hati-hati Seohyun menempelkan tangannya di kening gadis itu.
“Panas, demam?”
Lalu Seohyun ingat dengan plester demam yang dikasih barusan. Seohyun segera mengeluarkannya dan membuka bungkusannya. Setelah menyingkirkan rambut yang menghalangi, dia menempelkannya dengan lembut di kening lebar gadis itu.
Seohyun tersenyum penuh perhatian dan merapikan selimutnya.
Gadis itu setengah membuka matanya.
“Ah…?” suaranya lemah.
“Apa sudah lebih enakan?”
“Yuri…?”
“Eh?”
Tiba-tiba saja gadis itu merangkulnya dengan erat.
“Yuri… Yuri…” Seohyun mendengar suara bisikannya di dekat telinganya.
Seohyun sempat kebingungan sesaat. Lalu akhirnya melepaskan diri dengan lembut. “Anda salah orang, saya bukan Yuri.”
Gadis itu memperhatikan wajahnya. Entah sedang menyipit atau bukan Seohyun tidak tahu.
Lalu dia tertidur kembali.
Seohyun kembali menyelimutinya.
“Semoga lekas sembuh.”
Seohyun tidak begitu mempermasalahkan kejadian barusan.
Tapi ternyata setelah itu gadis ini malah mengejar-ngejar dirinya. Dia sering berusaha menemui Seohyun di kampus. Dan seolah masih belum puas, sudah sampai di rumah pun setiap hari dia terus saja mengajaknya mengobrol lewat Kakao Talk. Dan kalau lama baru dibalas, dia bisa ngambek. Karena bukan tipe yang bisa cuek, Seohyun terpaksa menanggapinya. Gadis bernama Jessica Jung ini.

“Joohyun ah, kamu simpan namaku di hpmu dengan nama apa? Kalau aku simpan namamu dengan nama ‘Joohyun sayang’ .”
“Sepertinya lebih baik tidak.”

“Kenapa?”

“Karena aku merasa agak risih dipanggil begitu, lagian kita kan belum kenal lama, eonnie.”
“Kalau begitu mulai sekarang kamu harus belajar untuk lebih mengenalku, Joohyun ah
Kembali ke topik tadi, kamu simpan namaku dengan apa?”
Sudahlah, kalau kutanggapi terus, bisa-bisa aku tidak belajar terus, pikir Seohyun.

Dia membuat silent smartphonenya dan melanjutkan belajar. Ketika sudah memasuki mode serius, beberapa pesan dari gadis itu tidak dia hiraukan lagi.

Jessica ngambek ketika merasa dia dicuekin. Lalu dia berusaha mencari perhatian dengan mengirim begini.

“S”

“E”

“O”

“J”

“O”

“O”

“H”

“Y”

“U”

“N”

“Huh, dicuekin.”

 

Setelah selesai belajar, Seohyun hanya melihatnya sekilas, tapi karena sudah terlalu lelah otaknya, dia memilih tidur.

 

Keesokan harinya di kampus.

“Seo Joo Hyun.”

“Hmm?”

Setelah Seohyun berpaling, Jessica langsung memeluknya. Tapi bukan pelukan sembarangan. Karena Jessica dengan nakalnya melakukan sesuatu di punggungnya melalui bajunya. Seohyun merasa Jessica seperti berbuat sesuatu di pungungnya, tapi dia tidak tahu apa. Dan beberapa detik kemudian, Seohyun merasa lebih lapang di bagian dadanya. Eh tunggu?

“!”

Seohyun baru menyadari kalau Jessica baru saja melepaskan kaitan branya!

“Eonnie!” Wajahnya merona merah. Dia segera pergi ke kamar mandi.

Jessica tertawa mesum, sekaligus merasa puas mengerjainya. Dia mengikutinya ke kamar mandi dengan santai.

Setelah Seohyun memasang kembali, dia merengut di hadapan Jessica, yang membuatnya justru tampak menggemaskan di mata Jessica.

“Eonnie! Lain kali jangan melakukan hal seperti ini lagi! Itu tidak sopan namanya!”

Di hadapan dirinya yang bersungut-sungut, Jessica malah menyeringai.
Seohyun POV

 

“Apa eonnie masih marah soal kemarin?”

“Hmm, mungkin.”

“Eonnie, jadwalku padat. Aku tidak bisa mengobrol berlama-lama dengan eonnie untuk hal yang tidak penting.”

“Joohyun ah, besok kamu mau dibawakan bekal apa?”

O-omonganku tidak didengarkan.

“Aku ingin memasak buat kamu.”

“Itu… tidak usah repot-repot.”

“Aha! Aku sudah terpikirkan sesuatu!”

Eh?! Lagi-lagi aku tidak didengarkan?!

“Yang simple dan mendunia, hmm-hmm itu saja.”

“Eonnie, sungguh, tidak usah repot-repot.”

“Baiklah! Aku akan berusaha.”

Lagi-lagi tidak didengarkan…

 

Keesokan harinya.

“Silakan, bekal cinta dariku ♡ “

Jessica menyodorkan sebuah kotal bekal berwarna merah muda yang masih hangat ketika disentuh.

Ternyata benar-benar serius. Duh, padahal aku belum pernah menerima bekal dari siapa-siapa. Haruskah kuterima? Tapi kalau dia sudah bersusah payah, tidak enak menolaknya. Meskipun aku tidak mengharapkannya.

“Terima kasih.”

“Silakan dicoba, aku sudah meletakkan sendoknya di dalam.”

Ternyata isinya ada telur mata sapi dan di bawahnya ada nasi, tapi apa ini nasi goreng?

“Hehe, aku mencoba bereksperimen nasi goreng dengan berbagai macam bahan.”

Aku mencobanya sesuap.

“!”

Rasanya sangat tidak enak. Barangkali makanan paling tidak enak yang pernah kumakan. Bahkan aku tidak bisa mengira-ngira bahan apa saja yang dipakainya. Sampai-sampai aku bertanya-tanya bagaimana ada orang yang bisa membuat makanan dengan rasa separah ini?

Bagaimana dengan telur mata sapinya?

“!”

Ada rasa cuka!

Rasanya perutku jadi tidak enak. Makanan buatannya ini benar-benar tidak layak untuk dimakan, tapi aku tidak bisa mengatakannya terus terang.

“Eh eonnie, memangnya eonnie tidak punya teman lain di kampus? Setiap hari selalu menemuiku…”

“Joohyun ah, bagaimana kalau mulai sekarang kamu kupanggil Hyunnie?”

Lagi-lagi omonganku tidak didengarkan…

“Sepertinya lebih manis begitu, baiklah sudah kuputuskan. Ngomong-ngomong, hari minggu nanti kamu ada waktu?”

“Aku mau belajar.”

“Berarti kamu luang.”

Eh?!

“Kita pergi sore hari saja. Eh, kok nggak dilanjutkan makan?”

Masa eonnie benar-benar mengharapkan aku makan semua ini?

“Sini kusuapin ya?”

Tanpa meminta ijin, dia sudah mengambil bekal yang kupegang dan menyodorkan sesendok nasi goreng ke depan mulutku.

“Aaaaaaa~”

I-ini agak memalukan…

Tapi yang paling parah rasanya itu…

“Apa eonnie sudah mencoba masakan buatan eonnie sendiri?”

“Belum, habisnya kalau kucoba semua masakan yang kubuat, aku bisa tambah gendut! Apa kamu tahu sudah berapa banyak aku berlatih memasak?”

A-apa aku benar-benar harus menghabiskan nasi goreng rasa misteri itu?

Akhirnya aku pun berusaha menghabiskannya walau perutku berasa seperti mau menolak habis-habisan. Dan setelah beberapa menit semuanya menjadi gelap.

Bruk

“Eh?! Hyunnie?!”

___________________________________________________________________________

 

“Mianhae Hyunnie!”

“A-ahaha, tidak apa-apa.”

Orang-orang memang bilang aku tipe penyabar. Dan lagi karena dia sudah berusaha keras membuat masakannya, aku tidak bisa marah padanya.

“Biar aku yang membayar biasa pengobatannya sebagai permintaan maaf.”

Tidak pernah kubayangkan aku akan pernah pingsan gara-gara mencobai makanan. Sampai berakhir di rumah sakit juga. Sekarang perutku sudah lebih enakan setelah diberi obat.

“Humm, tapi aku tak menyangka kalau rasa masakanku separah itu. Padahal tadinya kupikir aku berhasil menemukan resep baru…”

Aku tersenyum miring mendengar kata-katanya.

“Baiklah, aku akan berlatih lebih giat.”

Aduh, mudah-mudahan aku tidak dijadikan kelinci percobaan lagi.

 

**

 

Hari minggu.

Ah, akhirnya aku benar-benar menyetujui kemauannya. Aku melihat ke penampilanku sendiri.

Apa memang bikini itu seterbuka ini ya? Padahal aku sudah memakai yang tidak memperlihatkan belahan dada. Tapi mungkin aku terlalu menampakkan bagian punggungku. Soalnya potongan di bagian belakangnya rendah sih. Rasanya malu, banyak yang melihat terutama namja-namja. Lebih baik aku cepat masuk ke air biar tidak dilihat lebih lama lagi.

Aku duduk di tepi kolam dan masuk ke dalam air dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan cipratan untuk orang di sekeliling. Ketika sudah masuk sepenuhnya, kulihat ketinggian airnya hanya mencapai bagian dadaku.

“Hyunnie.”

Aku menoleh dan melihat Sica eonnie berdiri di tepi kolam.

“Bagaimana penampilanku?”

“Kurasa Sica eonnie cocok memakai baju renang itu. Warna putih terlihat sangat serasi dengan eonnie.”

“Bukan itu.”

“Eh?”

“Maksudku bukan itu reaksi yang kuharapkan darimu. Maksudku, apa kamu tidak berdebar-debar melihatku dalam penampilan ini, Hyunnie?”

“Aku tidak mengerti apa yang eonnie katakan.”

“Huh, gitu ya, jadi pesonaku belum cukup untuk membuatmu berdebar-debar. Padahal dari tadi kuperhatikan banyak namja maupun yeoja yang ngiler memandangku dengan bikini.” Dia memainkan ujung rambutnya dengan jari telunjuknya sambil bergumam sendiri.

“A-ahaha.” Aku tertawa hambar.

Ma-masa Sica eonnie serius ingin mengejarku lebih dari sekedar sisterly love? Mungkin sebaiknya aku menjauh…

“Eh-eh? Mau kemana? Tunggu aku Hyunnie! Jangan tinggalkan aku sendirian.”

Dia cepat-cepat turun ke kolam. Tapi aku tidak mau menunggunya. Aku menyelam dan berenang menjauh. Tampaknya dia tidak bisa berenang, makanya tertinggal. Dan lagi suasana di kolam itu cukup ramai.

 

**

 

Cuaca mendung tapi tidak hujan.

Aku membiarkan tubuhku mengambang di kolam arus sambil menatap langit-langit. Di bagianku sini sepi karena kebetulan tidak ada seorangpun selain aku, jadi suasana cukup tenang.

Kenapa juga aku mau pergi berenang? Malah sendirian begini. Padahal kalau di rumah, pasti sekarang aku lagi belajar. Apa aku pulang saja ya? Baiklah, aku akan menemui Sica eonnie dan pamitan.

Baru saja aku kembali berdiri di kolam, seseorang menangkap dan memelukku dari belakang. Aku merasakan hembusan nafasnya menggelitik telingaku.

“Hyunnie…”

Karena di daerah itu sangat sensitif bagiku aku sempat tidak bisa berpikir jernih.

“Kamu tega… meninggalkan seorang diri padahal aku tidak bisa berenang.”

“Sica eonnie, maaf, tapi kurasa sudah cukup hari ini, aku mau pulang.” Aku menyentuh tangannya yang melingkar di perutku sebagai isyarat supaya dia mau melepaskan.

“Tidak boleh, Hyunnie.” Dia menggigit telingaku.

“A-ah!”

Bibir dan lidahnya bermain di daun telingaku, menelusuri lekukannya. Sementara hembusan nafasnya menggelitik kulitku.

“To-tolong hentikan…”

Suaraku sampai kedengaran sangat kecil, ini pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini.

“Kamu tidak boleh pulang karena aku membutuhkanmu untuk menutupi tubuhku, kalau kamu tidak ada, bagaimana aku bisa menyembunyikan rasa maluku…?”

A-apa maksudnya? Aku tidak mengerti.

 

Third Person POV

 

Karena Jessica tadinya berlatih berenang di kolam arus, pikirnya dengan begitu dia bisa berenang maju. Tapi yang terjadi malah bikininya tidak sengaja terlepas dan terbawa arus. Karena bikininya hanya mengandalkan simpul tali. Jessica terlalu malu untuk mengejar bikininya dengan telanjang dada. Dan kebetulan Seohyun berada di dekat sana. Jadi beginilah dia sekarang, menempel pada Seohyun. Dengan dada terbuka, menyentuh langsung punggung Seohyun yang terbuka.

“Hyunnie, saranghae…”

Seohyun merasakan sebuah desiran dalam dirinya ketika Jessica dengan sengaja menggesek-gesekkan dadanya di punggungnya dengan irama yang teratur.

Ke-kenapa rasanya seperti bersentuhan dengan kulit? Dan apa yang eonnie lakukan di belakangku?! Begitu batin Seohyun.

“Ahh… ahhh… Hyunnie…” Jessica mendesahkan namanya.

Wajah Seohyun merah padam. Tubuhnya terasa panas ketika akhirnya menyadari kalau Jessica tidak memakai bikini atasnya.

A-apa yang harus kulakukan? Apa aku harus meninggalkannya? Tapi mana aku tega membiarkan eonnie telanjang di depan umum!

Seohyun berkelut dengan pikirannya sendiri sampai akhirnya Jessica menghentikan aksinya karena ada seorang pengawas yeoja berjalan di dekat mereka.

“Ah, maaf! Bisakah tolong bantu kami? Bikini atasnya terlepas…” kata Seohyun sedikit malu.

“Oh, baiklah, akan kucarikan” jawabnya setelah melihat Jessica yang sembunyi-sembunyi di belakang Seohyun.

Ah, lega, akhirnya ada bantuan, pikir Seohyun.

 

**

 

Hari sudah hampir senja ketika keduanya berjalan pulang dari kolam renang.

“Hari ini aku sangat senang, Hyunnie.”

“I-iya, syukur kalau begitu.”

“Ada satu lagi.” Jessica meletakkan tangannya di dekat mulut dan mengisyaratkan Seohyun untuk mendekat dengan tangan yang satunya seperti mau berbisik sesuatu.

“?” Seohyun yang tak punya firasat apa-apa mendekatkan telinganya.

Saat itu Jessica menggunakan kesempatan itu untuk mengecup pipinya.

“Eonnie ya!”

“Hehe, lumayan walau hanya cium di pipi. Ya, sudah, sampai besok, dadahh~”

Jessica melambai dan memberinya flying kiss sebelum berbalik dan pergi ke arah yang berlawanan.

Seohyun mengusap-usap pipinya. Ekspresi wajahnya terlihat bermasalah. “Aku harus gimana menyikapi semua perbuatannya… aku tidak menganggapnya lebih dari sekedar sister…”

 

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Only U (Chapter 1)" (52)

  1. ahahahaha
    Walaupun sica nya dtolak tp kenpa gua gk kasian ya , malah kasihan si joohyun .
    Padahal joohyun dapet ‘hadiah’ tp sayang ckckck

  2. Kimrahmahwang said:

    Kasian sama seohyun, duhh sica dia masih polos jangan di anu2in dulu haha. Dijadiin kelinci percobaan juga pula sampe masuk rumah sakit. Penasaran sama rasa masakannya sica, sebegitu ancur nya kah?._.

  3. begrippen_yoong said:

    Hello Author-nim, nice to know your update…

    Wah, hanya karena dikasih plester demam Sicca jadi nguber2 Seohyun?? Lalu yuri itu siapanya sicca? Seohyun serba salah tapi pasrah karena tidak ingin menyakiti.
    Asal jgn jadi korban salah paham yuri saja, hahahhahahahahah………

  4. Tinggalin jejak dulu.

    • Hmmm….. Rupanya genre cinta ngjar22 maksa macam Loveless juga walau gak seekstrem itu.
      Padahal aku malah maunya klo seekstrem Loveless, karna di sini cast-nya ada Hyunnie.
      Jadi pnasaran sprti apa klo Hyunnie yang dikjar2 dngan ekstrem sprti itu. XD
      Tapi bnar2 kasihan sih Hyunnie. Bisa2nya makan makanan Sica sampai masuk rumah sakit.
      Trus kjadian di kolam renangnya juga lucu.
      Klo aja pnjaga kolam yeoja itu gak datang, bisa2 Hyunnie sudah dijadikan ‘objek fantas’ ama Sica tuh. XD

  5. ggab_yul said:

    segitu parahnya masakan jessica sampai seohyun pingsan-_-
    tapi kan sekarang jessica udah bisa masak ._.

    mungkin yuri mantan jessica. karena seohyun mirip yuri jadi jessica terobsesi sama seohyun hahaha. ngarang banget. susah ya jadi seohyun selalu ga enakan -_-“

  6. hahahaa… sica kayak bolot, seo ngomong apa dia ngomong apa..

  7. kyril fadillah said:

    lanjut lagi thor penasaran apakah seo berhasil lepas dari sica yg selalu mengejarnya dan bahkan mulai melakukan hal yg belum dimengerti hyunie

  8. Ya ampun sica lo bner2 deh,ckck couple yg …..? Ahh gmn ya nyebutx,bner2 wp yg brisi smua cast yg tak terduga deh,pa da ntar yg castx taeseo? Q pngen tw kombinasi mrk br2,hehe

  9. annyeong thor reader baru.
    jessica disini bener2 parah.. kayanya walaupun hyunnie nolak. jessica gk peduli lol
    gk tau knp. gk kasian sama sica. sama hyunnie juga.. malah dukung sica terus kejar hyunnie lol
    ditunggu ff lainnya xD

  10. yoong hyun said:

    hahaha..ya ampun gedekk deh ma ni couple,,sica nya centil dan seronok bgt ama joohyun yg innocent bgitu,,jadinya gmn gtu.tapi lucu juga nih ,.next chaptny ditunggu thor

  11. hahaha.. horror yah dek juhyun.. sica parah banget XD

  12. Keren nih keren , jessica nya agresif wkwkw sukasuka 😀

  13. love twin trooper said:

    Hehehe, lucu. Aigoo, poor hyuni.ssica agresif banget nih.

  14. Hahhaa sica wow baanget yaaa perrannya. Semoga seo mau tuh sama sica, kesmpetan banget gesek gesek, sayang gak berlanjut *yadong*
    Ahaha semangat thor ngelanjutinnya

  15. Parah sica, hyuni dpaksa terus hehheh

  16. kwonyurivers said:

    Duh thorr keren seosica lagi ♥ nc nya kurang thor /plak..
    Lanjutkan karya nc mu/gg

  17. Akhirnya chinggu update juga ud ditunggu” nih soalnya kekeke.
    Yeay kali ini ada seosic, salah satu pairing yg jarang.
    Ditunggu Lanjutannya ya 🙂

  18. beninsooyoungsters said:

    wah Jessi siapa menodai pikiran polos Seohyun ini wkwkwkwk
    kalo kayak Loveless gak tega sama si Seohyun thor, tapi itu terserah author sih hehehe

  19. khfflovers said:

    Hahaha
    belum selevel loveless aja udah kasian bgt seohyunnya
    puk2
    susaaah bgt bayangin seohyun melakukan adegan -piiip-
    Imagenya emg bener2 polos sih
    *meskipun udah berkali2 liat adegan kiss di musicalnya

    Semangat kakak!

  20. Suruh yoona datang nolongi seohyun
    Suruh yuri kembali ke sica.
    Suruh tyler dipelet.
    Suruh monica diobati atas depresi

  21. Wahhh baru liat ff ini thor wkwkwk. Ckck bener2 model loveless. Gue kebayang bgt muka seobaby LOL! sabar yah nak! Wkwkwkek

  22. hennyhilda said:

    Wahh da pairing seosica lg XD
    Turut berduka pas hyunnie pingsan gr2 bekal dr c jenong sica n jd ingt jg m yuri yg nahan mati2an bekal rasa sabun d loveless hihihi 😀
    Wahh enk bgt th hyunnie dpt “melon” dr sica 😉
    Hwaiting author >.<

  23. Hahahaha.. Sica sengklek bgt c d ff ini.. Seobaby emng trlalu baik dah ah

  24. chincilla said:

    Character sica dsni lucu bngt..
    Seo jga., xD

  25. Febylia Lie said:

    annyeong.. wahh sudah lama gak main kesini banyak cerita baru yang terlewatkan xixi mian thor wifi akhir” ini suka ilang”n.. itu adegan kolamnya kurang thor #plak wkwkwk semua karnnna bapak pengawas itu *huh

  26. lvn_jung said:

    Kyaaa.. eonni.. ff mu byun sekaleee -_-
    Pairingnya boleh juga nih.. kalo gasalah ini ff kedua seosica yah? ^^
    daebak eonni!!

  27. dirgaYul said:

    Wiihh Sica agresifff bnget, aslii.. Klo aq d kjer2 mah d tagih hutang akakakaakk*plakk.
    Jadian g mreka y?? Iihh ktinggalan bnyak FF nya yaa… Lompat2 tp bacay oraapopo.. Staycool*cocolidungpakesambel wehh pedesss ahahahahaa.. Baca lagi y thoorr

  28. novilrs said:

    Baru pertama baca ff yg pairing utama nya bkn yulsic / taeny. Lucu jd nya klo bayangin seosica wkakkkw

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: