~Thank you for your comments~

Chapter 4 : Balas Budi Seekor Kelinci

Keesokan harinya Sunny pergi mencari Sooyoung. Dia melihat gadis itu sedang bekerja di ladang. Sambil berjongkok dan mengenakan topi jerami. Meski hari itu terik dan keringat bercucuran di tubuhnya. Tapi dia mengerjakannya sambil tersenyum. Dia menyeka wajahnya yang berkeringat dengan punggung tangan, dan bahkan tampaknya tak keberatan tanah menempel di pipinya.
“Sooyoung…”
Topi jerami Sooyoung terlepas ketika seseorang memeluknya dari belakang.
“Eh?”
Sooyoung berpaling untuk melihat siapa gerangan.
“Sunny?”
Sunny tidak berkata apa-apa, hanya terus memeluknya.
Lalu Sooyoung menghentikan pekerjaannya dan dia berteduh sambil duduk dengan Sunny di sebelahnya.
“Kemarin maaf ya, aku meninggalkanmu.”
Tapi kamu tidak kedengaran menyesal, pasti sesuatu yang bagus terjadi padamu, batin Sunny.
“Jadi gimana? Kamu tinggal bersama dengan seseorang seperti aku juga kan?”
“……………..”
“Jadi manusia itu menyenangkan ya, lagipula manusia memang lebih superior dibandingkan binatang kan.”
“……………..”
“Sunny ah, kenapa kamu diam saja?”
“Aku rasa aku tidak cocok jadi manusia…”
“Hmm, kenapa? Entar kamu juga terbiasa.”
“Sooyoung… bagaimana kalau kita kembali saja seperti sediakala?”
“Eh?”
Sunny menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
“Bagaimanapun tempat terbaik adalah tempat asal kelahiran kita, di hutan belantara.”
Sooyoung menggeleng. “Tidak mau, aku suka disini. Aku tidak mau kembali.”
“Ini bukan diri kita yang sebenarnya. Ayolah Sooyoung. Tidakkah kamu merindukan hidup dikelilingi alam? Kita bisa kembali ke hidup kita yang lama. Berdua…” Saat mengutarakan kata yang terakhir, sebenarnya bercampur dengan perasaan penuh harap dalam hati Sunny.
Sooyoung sempat membayangkan gua tempat tinggalnya. Sungai biasa tempat dia minum. Dan berry-berry manis yang dia makan bersama Sunny. Juga semua kenang-kenangan indah lainnya, tapi berat semua kenangan itu tidak seberat kebahagiaannya selama menjadi manusia. Lagipula, meski menjadi manusia pun dia masih tetap dapat menikmati alam.
Sooyoung menggeleng sekali lagi. “Tidak mau! Aku suka jadi manusia! Aku merasa hidupku sempurna dengan menjadi manusia!”
“Begitu ya… benar, mungkin bagi kamu memang menyenangkan. Kamu sudah berubah… sejak bersama dengan namja itu…”
Sooyoung berdiri sambil menahan kesal. Lalu berjalan tiga langkah menjauh dari Sunny.
“Apapun katamu pokoknya aku nggak akan mau kembali. Terus kenapa kalau aku berubah? Manusia atau bukan, aku tetaplah makhluk hidup, wajar kalau aku berubah mengikuti situasi. Kalau kamu mau kembali, kembali sendiri saja.”
“Juga meskipun aku yang memohonmu untuk kembali? Aku yang membantu kamu menjadi manusia?” Sunny sendiri pun tidak menyangka kalau dia akan menggunakan perkataan ini. Sebagai bentuk permohonan terakhirnya.
Sooyoung mengepalkan tangannya. Dadanya terasa sakit. “Okelah! Aku memang sangat berterima kasih padamu. Tapi aku juga bebas memilih!”
“……………..”
“……………..”
“Ya… kamu memang benar. Bodohnya aku, sudah tentu kamu bebas memilih…” Sunny berusaha menahan air matanya yang hampir tumpah. Rasanya seolah dia baru saja ditolak cintanya oleh Sooyoung. Rasanya sangat menyesakkan.
Sunny beranjak dari tempatnya duduk dengan wajah tertunduk untuk menyembunyikan air matanya. Lalu dia bergegas pergi masih tetap sambil memalingkan wajahnya dari Sooyoung. Sooyoung hanya berdiam diri disana selama beberapa saat.

**

Chorong membuka pintu rumahnya.
“Siapa? Oh, Sunny unnie.”
Dia melihat mata Sunny berair.
“Eh? Kenapa? Apa yang terjadi unnie?”
Sunny menggeleng dan Chorong mempersilakannya masuk ke dalam.
“Ada apa unnie? Barusan terjadi sesuatu kan?”
“Iya…”
“A-apakah Sunny unnie di-?!” tanya Chorong khawatir ketika mengingat apa yang terjadi pada Sunny kemarin.
Sunny menggeleng jadi Chorong sedikit lega.
“Lalu kenapa?”
“Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya mau mengucapkan selamat tinggal padamu Chorong.”
“Eh?”
“Dari kemarin kamu sudah baik padaku. Tapi kini aku tidak akan merepotkanmu lagi. Aku akan pulang kembali ke tempat asalku.”
“Sunny unnie…”
“Jadi aku kesini untuk pamit. Juga terima kasih telah menjagaku, orang yang tak kamu kenal.” Sunny tersenyum tulus padanya.
“Sunny unnie!” Chorong tiba-tiba menggenggam tangannya sebelum Sunny sempat membalikkan tubuhnya.
“Sebenarnya aku mencintai unnie! Tinggallah bersamaku, aku tidak keberatan.”
Kali ini Sunny tertegun. Sama sekali tidak menyangka akan mendapat pengakuan cinta selama menjadi manusia. Apalagi dari gadis yang baru dikenalnya kemarin. Memang semalam Sunny bisa tidur berkat pelukan Chorong yang menenangkan.
Cinta? Benar juga, jadi perasaannya terhadap Sooyoung bernama cinta. Sunny baru mengerti.
“Atau kalau unnie hanya mau jadi kakak perempuanku juga aku tidak keberatan.”
Sunny memperhatikan paras Chorong merona sampai ke telinganya.
“Ta-tapi kalau unnie tidak mau juga tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa, yang penting Sunny unnie bahagia…”

Sunny POV

Begitu ya… jadi gadis ini mencintaiku seperti aku mencintai Sooyoung. Dan Sooyoung juga merasakan perasaan semacam ini ke namja itu.
Mendadak aku merasa bisa mengerti perasaan Sooyoung.
Chorong mengharapkan kebahagiaanku. Mungkin inilah sebabnya kenapa aku menyerah terhadapnya. Padahal tadinya aku tidak mengerti kenapa aku merasa seperti ini.
Aku meletakkan tanganku di atas tangannya.
“Terima kasih… tapi aku tetap tidak akan mengubah pikiranku.”
Kuperhatikan matanya mulai tergenang air.
“Iya… aku mengerti… sehat-sehat ya unnie.”
“Iya, kamu juga.” Aku meremas tangannya untuk yang terakhir kalinya sebelum melepaskannya.
Ketika tanganku terpisah dengannya dan aku merasakan hembusan angin dingin, aku pun berpikir.
Sooyoung. Sudah kuputuskan aku akan kembali hidup sebagai kelinci dan membiarkanmu menikmati hidupmu sebagai manusia bila itu memang keinginanmu.
Tapi aku tidak akan pernah melupakanmu. Karena itu kapanpun kamu merasa kesulitan atau merasa dunia manusia sudah tidak bersahabat denganmu lagi, kamu bisa selalu kembali ke hutan karena aku pasti akan menyambutmu dengan tangan terbuka.

Third Person POV

Dengan demikian Sunny pun pulang kembali ke habitatnya dan kembali menjadi seekor kelinci.
Sementara Sooyoung dari tadi masih belum melanjutkan pekerjaannya. Dia terus teringat betapa terlukanya Sunny barusan. Dia sendiri pun bingung apa yang harus diperbuatnya. Kenapa sekarang dia malah jadi bimbang? Bukannya menjadi manusia adalah keinginannya?
Tapi ketika bertemu Kyungho, kebimbangannya jadi berkurang. Dan sekali lagi, Sooyoung terbutakan oleh cinta.
Setelahnya, hari-hari seperti kembali normal lagi untuk keduanya. Walau Sunny menjalani hari-harinya dengan rasa sepi yang menusuk. Dan banyak dikejar-kejar oleh predator yang ingin memangsanya. Tapi Sunny sudah bertekad untuk mandiri meskipun dia tidak pernah bisa berhenti memikirkan Sooyoung.

Sekarang, sudah hampir genap satu bulan sejak Sooyoung menjadi manusia.
“Mereka bilang rubah itu hewan yang licik. Tapi aku rasa Sooyoung tidak begitu. Dia hanya ingin mengejar kebahagiaannya sendiri, bukankah begitu?” Sunny berbicara sendiri sambil menatap hujan rintik-rintik diluar sana. “Selain itu dia juga hewan yang cerdas. Mungkin karena itu dia cepat beradaptasi disana.” Sunny tersenyum sendiri.
Sementara saat itu Sooyoung sedang merasa tidak enak badan. Badannya entah kenapa terasa sakit. Dia beristirahat sebentar dari pekerjaannya.
“Ada apa ini… kenapa sejak tadi badanku terasa tidak enak… apa aku sakit?”
DEG!
Tiba-tiba detak jantungnya menjadi lebih cepat. Badannya terasa panas.
Sooyoung memaksa berdiri tubuhnya yang lemas, bermaksud ingin minta pertolongan pada seseorang. Tapi dia terjatuh, kedua tangannya menyentuh tanah. Badannya bercahaya sama seperti ketika dia berubah menjadi manusia. Dan ketika dia menyadarinya, baju yang dia pakai merosot. Tangannya berbulu lebat. Sooyoung kaget dan memperhatikan dirinya sendiri. Dia sudah berubah kembali menjadi rubah!
“!!”
Sooyoung menjadi panik. Lalu dia teringat kembali saat dia memohon di sumur itu. Kalau perubahan wujudnya tidaklah kekal. Dia begitu asyik dengan kehidupan barunya sampai-sampai melupakannya.
Gimana ini?! Gimana ini?!
Satu hal yang pertama kali terlintas dalam kepala Sooyoung adalah sumur tua itu. Dia harus kesana dan memohon sekali lagi!
Sooyoung melepaskan diri dari pakaiannya lalu mengendap-endap masuk ke dalam rumah meski saat itu tidak ada siapa-siapa di rumah. Dia mengambil uang simpanannya berupa recehan.
Tapi ketika dia sudah diluar, dia bertemu Tiffany.
“Rubah!”
Sooyoung langsung kabur dengan keempat kakinya. Dia melewati desa dan mendapat jeritan dari berbagai arah.
“Kyaaaaaaaa!!”
“Ada rubah berkeliaran di desa!”
Meskipun Sooyoung sama sekali tidak menyerang mereka, tapi mereka semua tampak ketakutan.
“Guk! Guk! Guk!”
Terdengar suara gonggongan anjing. Sooyoung menoleh sekilas ke belakang. Ternyata itu para anjing pemburu milik kekasihnya! Dan ternyata Kyungho juga mengejarnya dengan membawa senapan!
Sooyoung sama sekali tak mempercayainya. Apalagi mengingat dulu dia pernah ditolong oleh namja itu. Sooyoung berusaha menepis semua perasaan yang bergemuruh di dadanya dan mempercepat larinya.

Telinga Sunny terangkat ketika dia mendengar suara-suara yang datang dari arah desa.
“Sooyoung?!”
Firasatnya langsung tidak enak, dia cepat-cepat berlari ke arah asal suara.
Sooyoung merasa nafasnya sesak berlari dengan empat kaki ini. Rasanya dia sudah kehilangan kemampuannya sebagai rubah karena terlalu lama menjadi manusia.
“Sooyoung!”
Dia mendengar suara Sunny. Lalu dia melihat kelinci coklat itu tiba-tiba muncul di hadapannya. Dengan melihatnya saja Sooyoung seperti sudah merasa tertolong.
“Cepat kesini!”
Sunny berlari di sampingnya. Mereka berlari melewati jalan yang banyak halangan. Melintasi semak belukar maupun pohon besar yang akarnya mencuat di tanah. Sooyoung melompatinya dan Sunny akan menerobos di bawah akar itu. Sunny sempat melihat ke arah pengejar mereka. Saat itu dia melihat Kyungho yang terhalangi semak belukar mengangkat senapannya dan mengincar Sooyoung.
“Awas!”
Dengan segenap berat tubuhnya, Sunny mendorong tubuh Sooyoung ke samping.
DOR!
Sooyoung terus berlari sampai Kyungho dan anjing-anjing pemburu itu kehilangan dirinya.
Nafas Sooyoung masih memburu saat dia sudah sampai di rumah guanya yang lama. “Kita berhasil lolos, Sunny!”
Lalu dia baru menyadari kalau kelinci itu tidak berada di sisinya.
“Sunny?” Sooyoung melihat ke bawah tubuhnya. Tidak ada. Matanya berkeliling mencari sosoknya itu di berbagai arah. “Dimana kamu?”
Mendadak dia berfirasat buruk. “Omo, nggak mungkin kan? Sunny!!!”
Sooyoung panik dan berlari keluar gua. Diluar ternyata telah hujan deras turun. Membuat penciumannya menjadi tumpul. Dia tidak bisa mencium bau Sunny untuk mengetahui lokasinya!
Sooyoung tidak punya pilihan lain selain berlari melewati jalan-jalan yang tadi dilaluinya. “Sunny! Sunny! Plis jawab aku!”
Kyungho dan para anjing pemburu itu sudah tidak tampak lagi, walau Sooyoung masih agak berhati-hati. Lalu Sooyoung akhirnya menemukan kelinci coklat itu. Terbaring di atas tanah dengan tubuh kaku. Ada satu lubang bekas tembakan di tubuhnya. Air hujan menyapu darah di sekitarnya.
“Su…nny?”
Sooyoung mendekatinya dengan hati syok. Di tengah hujan deras, dia berusaha membangunkan Sunny, menggesernya dengan moncongnya. Tapi Sunny tak bergerak sedikit pun. Matanya terpejam. Dia juga tak bernafas. Air mata Sooyoung mengalir bercampur dengan air hujan di kala dia teringat sama perkataan Sunny di masa lalu.
“Aku janji. Suatu saat aku pasti akan membalas budi padamu.”
Perasaan sesal bercampur sedih menguasainya. Apalagi karena dia belum pernah sekalipun mengucapkan syukur yang tulus pada Sunny. Mengucapkan syukur pada Sunny karena dia berada di sisinya dan membuatnya tidak merasa kesepian. Karena Sunny telah membantu mewujudkan keinginannya menjadi manusia. Sekarang semuanya sudah terlambat.
“Sunnyyyyyyyyyyyyyy!!!”
Sooyoung menangis meraung-raung. Dia tetap berdiri disana, di bawah hujan deras meratapi nasibnya. Saat matanya berkabut oleh air mata, dia melihat ada sesuatu yang berwarna keemasan di dekat kakinya. Ternyata itu adalah koin recehan yang dijatuhkannya. Mendapat sebuah ide, lalu dia pun membawa koin itu ke sumur permohonan.
Sampai disana, sebelum Sooyoung sempat menjatuhkan koin itu ke dalam dia sudah mendengar suara yang bergema dalam hatinya.
“Wahai rubah, bila yang kamu inginkan adalah menghidupkan kembali sahabat kelincimu. Saya tidak bisa melakukannya. Karena sesuatu yang sudah mati tidak bisa dihidupkan kembali.”
Sooyoung kembali patah semangat. Hatinya masih belum bisa menerima kenyataan ini. Dia kembali ke sisi Sunny dengan jalan lunglai. Hujan sudah berhenti sejak tadi, tapi pepohonan di sekitarnya masih basah ketika sinar matahari mulai terik lagi.
Dia sudah dekat ketika hidungnya menangkap bau makhluk lain. Dia melihat seekor serigala berdiri di dekat Sunny dan sedang mengendus tubuhnya, tampaknya ingin memakannya.
Sooyoung marah dan segera berlari ke sisi Sunny menggeram ke serigala itu supaya dia pergi.
“Grrrrrrr!!”
Setelah serigala itu pergi, Sooyoung merasa tidak bisa meninggalkan tubuh Sunny begitu saja kalau tidak mau Sunny menjadi santapan hewan lain. Meski perutnya terasa lapar, Sooyoung menggondol Sunny dan membawanya pulang ke dekat rumah guanya. Di dekat sana, dia menggali-gali sebuah lubang dengan kedua kaki depannya sambil bercucuran air mata. Karena dia tidak pernah menyangka akan harus melakukan hal seperti ini. Menggali kuburan untuk sahabatnya sendiri. Setelah dirasanya cukup dalam, dia meletakkan tubuh kaku Sunny disana.
“Bye bye…” bisiknya dengan suara parau.
Lalu dia menggaruk-garuk tumpukan tanah di dekatnya. Sedikit demi sedikit tanah menutupi kelinci coklat itu sampai tertutup sepenuhnya. Sooyoung berusaha mengerahkan tenaganya menggeser beberapa batu berat ke atasnya. Walau dia sudah menggali cukup dalam, tapi untuk jaga-jaga supaya tidak digali hewan lain. Lalu dia juga memetik setangkai bunga dan meninggalkannya di sana.
“Beristirahatlah dengan tenang… sahabatku…”
Sooyoung memejamkan mata. Berdoa dan berharap doanya bisa mencapai Sunny.
Sekarang apa yang sebaiknya dia lakukan? Setelah kehilangan Sunny, rasanya Sooyoung seperti kehilangan semangat hidup. Perutnya kembali berbunyi. Tapi itu pun tak dihiraukannya lagi. Sooyoung masuk ke dalam guanya, karena sebentar lagi matahari sudah mau terbenam. Matanya terus memandang makam kelinci coklat itu dari dalam gua. Lalu dia kembali menangis.
“Kenapa harus Sunny… kenapa bukan aku saja…”
Dia menangis sampai tertidur.

Keesokan paginya. Keadaan masih tak berubah, walaupun Sooyoung terus berharap dari tadi malam kalau ini semua cuma mimpi. Seluruh kenangannya bersama Sunny berasa semakin menghantuinya apalagi ketika dia berada di rumah mereka. Dia merindukan suara Sunny yang mengucapkan selamat pagi setiap hari ketika dia bangun tidur. Dan saat pagi ini dia pergi mencari makan pun dia malah makan sayur-sayuran yang biasanya dimakan Sunny.
Setelah makan, Sooyoung berjalan kembali ke sumur permohonan. Dia melihat koin miliknya masih tergeletak di dekat sana. Sooyoung mencemplungkan koin itu ke dalam sumur dan berdoa.
“Kembalikan aku menjadi manusia.”
Keinginannya terkabul. Dan sekali lagi dia kembali ke desa itu dalam keadaan telanjang. Dia juga kembali ke rumah Tiffany.
“Sooyoung! Aku khawatir sekali karena kamu menghilang dari kemarin!”
“Maaf, tidak memberi kabar…”
“Apalagi kemarin ada rubah di rumah kita. Aduh, aku kaget sekali! Tapi untung saja ada Kyungho, dia seorang pemburu sekarang.”
Sooyoung sempat ingin membuka mulut, tapi membatalkannya. Biarlah, terkadang memang ada beberapa rahasia yang lebih baik tidak diungkapkan.
“Ah, sudahlah, yang penting kamu selamat.”
“…………….”
“Kenapa? Kamu kelihatan sedih.”
“Ya… kemarin sahabatku baru saja meninggal.”
“Omo! Maaf…”
“Tidak apa-apa. Yang lebih penting, Tiffany, aku ingin mengucapkan selamat tinggal.”
“Eh?”
“Aku akan pulang kembali ke rumah asalku.” Sooyoung memaksakan senyum.
“Apakah harus semendadak itu?” tanya Tiffany tiba-tiba merasa sedih. Walau Sooyoung hanya menumpang, tapi dia telah membuat suasana rumahnya jadi lebih ramai selama sebulan ini.
“Iya, aku tidak bisa selamanya tinggal disini…”
“Baiklah kalau itu memang keputusanmu, aku tidak akan mencegah. Tapi kalau lain kali kamu ada waktu, kamu selalu boleh mampir lagi kesini.”
Walau Sooyoung tahu kemungkinan dia tidak akan pernah kembali lagi, tapi dia tetap berbasa-basi. “Ya, terima kasih, Tiffany. Kamu benar-benar orang baik.”

**

Sooyoung masih harus menyelesaikan ikatannya dengan kekasihnya. Tapi ketika melihat wajah namja itu kemarahannya tiba-tiba meluap. Semua rasa cinta yang tadinya dirasakan untuk namja ini telah pudar sejak kemarin, hanya menyisakan akarnya yang rapuh. Kemarin ada skenario nekat membunuh namja ini terlintas dalam kepalanya. Tapi karena sudah lewat sehari, Sooyoung jadi bisa berkepala dingin. Lagipula Sooyoung yakin Sunny pasti tidak menginginkannya jadi pembunuh. Jadi akhirnya dia hanya melayangkan tamparan keras ke wajahnya.
PLAK!
“Aku benci kamu! Kita putus!”
Sooyoung merasa sedikit lega walau tangannya agak sakit. Sementara namja itu terheran-heran sambil memegangi pipinya yang sakit.
“Ke-kenapa tiba-tiba? Apa salahku ke kamu?!”
“Pokoknya putus! Titik!”
Kyungho berdecak kesal. “Cih! Cewek aneh! Dulu kamu yang mendekatiku lalu sekarang kamu juga yang minta putus. Ya sudah! Aku juga nggak mau lagi setelah melihat kelakuanmu!”

**

Sooyoung mengambil semua uang yang disimpannya di rumah Tiffany. Lalu dia pamit dan mengucapkan terima kasih banyak untuk yang terakhir kalinya dan membawa kantong uangnya berjalan keluar desa. Sebelum melangkah ke hutan, dia sempat memandangnya sekali lagi. Terutama rumah Tiffany.
Aku akan merindukan suasana disini, pikir Sooyoung sambil tersenyum melankolis.
Sooyoung tidak ingin menjadi manusia lagi. Karena perubahan wujudnya tidak kekal. Dia tidak yakin akan bisa terus menyembunyikan rahasianya kepada orang-orang di sekitarnya. Dan karena kalau dia berada di desa itu, dia pasti akan bertemu dengan namja itu lagi. Sooyoung tidak mau begitu. Lagipula alasan utamanya adalah karena Sooyoung merasa ingin menemani tempat peristirahatan Sunny. Hanya itu satu-satunya yang bisa dia lakukan sebagai bentuk rasa syukurnya yang tak sempat terucapkan pada Sunny.
Sooyoung berdiri di depan sumur permohonan. Masih dalam wujud manusia. Dia mengangkat sebuah kantong kain berisi penuh uang. Lalu membuka talinya dan menumpahkan semua isinya ke dalam sumur.
Plung plung plung plung
Suara berpuluh-puluh koin berjatuhan seolah tanpa akhir.
“Ini adalah semua harta yang kukumpulkan selama menjadi manusia. Terima kasih sumur permohonan. Tapi aku masih beberapa permintaan terakhir.”
Ini adalah resolusi yang Sooyoung dapatkan ketika hari fajar. Dan dia sudah mantap dengan keputusannya. Menyerahkan kembali hidup manusianya dan memohon ini pada sumur permohonan.
“Bila suatu hari nanti aku dan Sunny bereinkarnasi, kumohon tolong persatukan kami. Lalu permintaanku berikutnya adalah kembalikan aku menjadi seekor rubah.”
Sooyoung meneteskan air mata. “Mudah-mudahan di kehidupanku selanjutnya aku masih bisa mengingat kehidupanku yang sekarang supaya aku tidak akan menyia-nyiakan Sunny untuk yang kedua kalinya.”
Sooyoung memejamkan matanya dan tiba-tiba merasa damai saat dia diselimuti cahaya hangat. “Dan jika saat itu tiba nanti… kisah ini pun akan kukenang bagaikan kisah dongeng.”

Akhirnya, Sooyoung kembali ke sosok aslinya. Dia menjalani beberapa tahun sisa hidupnya sebagai rubah tanpa pernah mencoba berusaha kembali menjadi manusia. Dia senantiasa menjaga makam sahabatnya sampai tiba saatnya tutup usia.

**

“Dengan demikian, fabel ini pun berakhir.”
“Heee~ cerita yang sangat mengharukan. Rasanya hatiku jadi hangat…” Sunny meneteskan air mata haru.
“Iya…”
“Tapi apa yang terjadi pada Sooyoung setelah itu?”
“Sooyoung bertemu kembali dengan Sunny setelah sama-sama bereinkarnasi menjadi manusia.”
“Atas dasar apa kamu bilang begitu?”
“Nyatanya… sekarang kita bersama kan?”
“Pfft! Iya deh, menyamakan nama kita dengan nama karakter dongeng.” Sunny tersenyum miring sambil mengangkat bahu.
“Ahaha, soalnya saking menghayatinya… rasanya aku seperti menjadi Sooyoung dalam cerita ini…”
Melihat wajah Sooyoung yang begitu serius, Sunny memukul bahunya dengan gemas.
“Ish, padahal tadinya kamu ogah-ogahan mendongengi aku terus kenapa sekarang malah kamu yang jadi emosional begini, huh?”
“Haha, aku kan perlu menghayati kalau mau mendongeng.” Sooyoung melihat Sunny menggembungkan pipinya setelah dia berkata begitu. “Ih, Sunny unnie ngegemesin deh!” Sooyoung menarik Sunny dan merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluknya bagai memeluk boneka.
Sunny merasakan kepuasan hidup ketika berada dalam rengkuhan Sooyoung dan kasur empuk seperti ini. “Terima kasih sudah mau mendengarkan keegoisanku, meminta kamu mendongengku sebelum tidur seperti ini…”
“Sama-sama, Sunny unnie.”
“Geli kalau aku dengar kamu panggil aku unnie. Panggil aku chagiya saja.”
“Kyeopta.” Sooyoung menyandarkan wajahnya di rambut Sunny. “Ne, chagiya~”
Lama mereka berdiam dalam posisi berpelukan seperti itu. Sunny merenung. Kata-kata Sooyoung seperti mempunyai efek magis padanya, Sunny juga merasa seolah mengerti perasaan Sunny si kelinci dalam cerita itu.
“Eh, Sooyoung, aku merasa aneh…”
“Aneh?”
“Iya, kenapa ya… aku merasa seperti Sunny si kelinci dalam ceritamu barusan? Itu benar-benar hanya dongeng?”
Sooyoung tersenyum sedih. “Iya… anggap saja hanya dongeng.”
Hanya Sooyoung yang tahu bahwa cerita barusan lebih dari sekedar dongeng. Tapi dia memutuskan untuk membiarkan Sunny hanya memahaminya sampai segitu saja. Karena memang hanya dia yang tidak pernah melupakan kehidupan masa lalunya.
“?”
Sooyoung memberikan ciuman yang lama dan dalam di kening Sunny. “Mulai sekarang jangan terluka lagi. Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu…”
“Kamu aneh deh, tapi aku suka.” Sunny memejamkan matanya dan tersenyum bahagia. “Tentu saja kamu tidak boleh meninggalkanku, selamanya.”

*~The End~*

A/N : Postingan setelah tahun baru. Happy New Year^^ walau telat

Mudah-mudahan endingnya cukup memuaskan 🙂 entah sudah ketebak plotnya atau enggak

Tadinya sebenarnya agak lain plot setelah klimaks, tapi malah jadi stuck. Tapi begitu diganti mengarah kesini malah jadi lancar. Dan kurasa ending begini lebih bahagia 😛

Hmm, jadi pingin Sunny dan kelinci mungil yang lucu, aish, aku harus gimana kalau hatiku begitu ngidam Sunny begini ❤ *abaikan

yah segitu saja curhatnya, don’t forget to comment 😉

Advertisements

Comments on: "Wishing Well (Chapter 4 – End)" (30)

  1. Kimrahmahwang said:

    Ternyata yg suyong nyeritain cerita dongeng itu mereka udah bereinkarnasi. Kirain itu semua cuma dongeng biasa.-.yg penting Happy ending buat soosun, jgn disia2in lagi tuh sunny nya :33

  2. Ambil tmpat dulu.

  3. Ternyata mereka bereinkarnasi yaaa, wahhh gak ketebak endingnya daebakk (y)
    walau sempet kesel ama soo yg keras kepala, tp endingnya mereka bahagiaa yeeaahh,
    author di tunggu story2 selanjutnya.
    kalau buat lagi, buat soosun yakk *iniNgarep* xiixixixi

  4. jung febryliu said:

    Anyeong…

    Sunny rela brkorban buat sooyoung it romantis bnget, mdah2an stelah brenkarnasi nggak trjdi kayak gtu
    AMIN. 🙂 🙂

  5. khfflovers said:

    “Karena itu kapanpun kamu merasa kesulitan atau merasa dunia manusia sudah tidak bersahabat denganmu lagi, kamu bisa selalu kembali ke hutan karena aku pasti akan menyambutmu dengan tangan terbuka.”
    Huhuhu berasa dejavu yah hahaha #np roy kim-home

    Anyway bagus critanya, jadi ikutan emosional waktu baca haha
    ditunggu karya selanjutnya 🙂

  6. Reader kwon said:

    Yeyy author update .. #narigakjelas
    Udh lumutan nunggu setahun ahahaha
    Asik endingnya romantis…. hahah

  7. Hmmm….. Mang untuk ending smacam ini cukup bagus sih.
    Tapi klo mang bnar2 mau happy ending yah mrka gak prlu reinkarnasi sgala.
    Brsatu dalam wujud hewan atau manusia (intinya asal Sunny gak mati ditembak KyungHo deh) pasti akan lbih bahagia lagi.
    Hanya aja mang jadinya bakalan klise.
    Hmmm….. Biar pun gak knal2 amat, tapi jadi kasihan juga sih ama ChoRong.
    Ahhh jadi mau elus2 bunny putih yang dulu prnah aku plihara.
    Tapi klo bunny baru juga bolh kok.
    Bunny kan imut tuh. 😛

  8. memuaskan tapi jadinya gak menggebrakkan! hehe tapi gapapalah, setidaknya happy untuk kedua tokoh ^^ happy new year lagi thor :p

  9. beninsooyoungsters said:

    asik akhirnya SooSun gak tragis tragis amat dah haha
    tapi gue suka endingnya thor lucu 😀

  10. Rachmalia said:

    Kirain aku endingnya Soo sama Sunny masih jadi binatang dan hidup bahagia…
    Gak taunya mereka bereinkarnasi jadi manusia. Trus Sunny lupa ingatan??
    Tapi endingnya memuaskan. hehehe 😀
    Ditunggu ff yang lain ya thor 😀

  11. Beli kelinci di puncak saja. Di sana banyak jualan kelinci imut lho.
    Kok gak nyambung komen harus tentang ff ini. Ya udahlah

  12. lee young sun said:

    Anyeong … Unnie suskes bikin aq nnangis terharu gra2 sunny mati…serius gereget ma sooyoung pngn bngt aq tabok..tpi sukses keduanya berakhir bahagia… Unnie lanjut ff slnjutnya..skli2 donk unnie bwat ff soosun yg komedi romance …low kyk gni aq nangis trus bcanya apa gi sunny unnie yg menderita di crtnya..thanks unnie

    • Haha silakan tabok aja Sooyoung, kusetujui wkwkwk XD

      kalau mau komedi sih harus kocak, takutnya garing haha. Kalau dulu2 dah cukup sering buatnya kok, tp aku lbh suka yg mengharukan sih makanya bikin gini

  13. lee young sun said:

    Anyeong … Unnie suskes bikin aq nnangis gra2 sunny mati…serius gereget ma sooyoung pngn bngt aq tabok..tpi sukses keduanya berakhir bahagia… Unnie lanjut ff slnjutnya..skli2 donk unnie bwat ff soosun yg komedi romance …low kyk gni aq nangis trus bcanya apa gi sunny unnie yg menderita di crtnya..thanks unnie

  14. Lilis alawiyah said:

    Ahh, selesai juga. Aduh Mengulang kehidupan hihi. Aku jadi inget cerita yang judulnya repeat kalau gak salah. Tapi di sana waktunya yang di ulang. Jadi pengen baca lagi. Di tunggu cerita barunya.

  15. hennyhilda said:

    Yess hepi ending yg sgt bgz >.<
    Sbnrnya mzh kesel m sooyoung yg udh nyia2in sunny sblmnya tp skr aq maafin dh krn udh sadar n kini ngejagain sunny amp kapanpun 😀

  16. Sy_puspita said:

    endingnya gak nyangka bgt.
    ternyata eh ternyata… akhirnya memuaskan bgt.

    jdi yang inget semua kisah cuma sooyoung doang??

  17. dirgaYul said:

    Fabel yg romantissss… Thor, YoonYul doonggg.. kangen sm monent mreka..

  18. Ah sunny bener2 manis dan sangat tulus.. Yess happy ending beneran tersentuh sama sunny, I love you unni sunny bunny karna sudah menjaga rubah shikshin dgn sepenuh hati yg penting akhirnya soosun bersama yess yess yess terimakasih author…

  19. Kim/Choi said:

    Puas kali sama ending yang satu ini 😀
    Haruu, romantis.

    Jangan” dulu Sooyoung unnie sama Sunny unnie betul” seekor rubah sama kelinci 😀 Makanya sampai sekarang mereka bersama. Persis kayak cerita ini…

    • Iya memang begitu
      Jadi ceritanya mereka bereinkarnasi sbg manusia, tp hanya Sooyoung yg dikaruniai ingatan saat mereka masih menjadi binatang

      • Kim/Choi said:

        Hahaha, maaf sebelumnya kak. Tapi maksud aku itu yang mereka bersama, mereka bersama di SNSD

        Maksud aku, mungkin aja dulu , dikehidupan yang dulu SooSun unnie punya hubungan sebelum yang sekarang. Makanya mereka berjumpa di SNSD 😀
        Jangan” kayak cerita kakak yang di A Tale of Love lagi 😀 Dulunya mereka ditentang berhubungan, makanya dikehidupan sekarang jadi tercipta sama” cewek biar susah nyatunya 😀 Bukti ditentangnya mereka dulu 😀
        Wkwkwkwkw XD
        Delusi dimalam senyap XD

      • Cieeee 😀 itu memang benar (menurut ajaran agama Buddha kalau gak salah)
        Lol bisa jadi XD mgkin memang mereka ber9 dulu pernah punya hubungan
        mungkin TaeNy dulu #eh
        Kalau SooSun dulunya saling cinta mah aku seneng banget *lol harapan shipper*

  20. Nggak bisa direply lagi balasan kakak. Jadi dari sini aja yah kak. Maklum, baru sekali ini ngomen di suatu blog 😀 Maklum yah kak 😀

    Iya, memang dari ajaran Buddha. Di Buddha dibilang : siapa yang bertemu dikehidupan sekarang, kemungkinan besar dikehidupan dulu mereka punya hubungan. Kayak kakak” SNSD lah 😀 Buahahaha 😀
    Jangan” couple” itu dulunya memang benar” pacaran XD
    Dan Hyoyeon unnie……… ntahlah 😀 Hehehe 😀

    Kak Maifate, jangan lupa yah, kalok kakak nggak sibuk, Paid for sama Soo That Embraces The Sun-nya disambung yah kak 🙂 Makasih 😀

  21. Penyesalan selalu datang di akhir ya Thor
    Jadi itu sooyoung yang cerita in masa lalunya ya hmmm.. aku tidak menduganya Wkwkwk
    Sooo.. sekarang happy ending deh hehehe

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: