~Thank you for your comments~

Wishing Well (Chapter 3)

A/N : Sekedar memberitahu kalau setelah chapter ini tidak akan update sampai tahun depan. Biar nggak ditunggu tunggu updatean saja 😛

Met natal dan tahun baru. Happy Holiday~

Enjoy~

Chapter 3 : Meeting Sunny

Hujan deras turun ketika mereka masih berada diluar. Sooyoung dan Kyungho segera mencari tempat berteduh. Sooyoung merangkul lengannya yang kebasahan. Bajunya menjadi tembus pandang akibat basah. Melihat itu Kyungho melepaskan jaketnya dan menyampirkannya di bahu Sooyoung.
“Gomawo,” ucap Sooyoung merasa tersentuh oleh kebaikan namja itu.
Keduanya berdiri menunggu sambil membisu. Hanya suara ritme teratur rintik-rintik hujan mengenai atap tempat mereka berteduh yang mengisi keheningan. Jantung Sooyoung berdegup lebih kencang saat dia merangkul jaket pemberian namja itu.

**

Seekor kelinci coklat sedang memandang rintik-rintik hujan diluar guanya.
Mudah-mudahan dia tidak kehujanan, pikir Sunny.

**

“Gomawo…”
“Hmm? Ada apa tiba-tiba berterima kasih lagi? Bukannya barusan kamu sudah bilang terima kasih?”
“Tidak, bukan soal jaket, kali ini aku mau berterima kasih karena kita bertemu.”
“Haha, kamu aneh, padahal kita baru saja ketemu hari ini.”
“Justru karena itu, aku ingin berterima kasih karena kamu mau pergi jalan-jalan sama aku padahal kita baru saja kenal. Bersama dengan yeoja tak dikenal macam aku…”
Sooyoung sudah sangat puas. Meski dia tidak akan pernah bisa mengatakan kalau dia adalah anak rubah yang pernah ditolongnya. Saat itu mata keduanya bertemu. Kyungho mengangkat tangannya hendak membelai pipi Sooyoung. Saat itu ada kilat dan petir menyambar di dekat mereka, keduanya kaget dan Kyungho tidak jadi melakukannya.
Apa yang hendak dilakukannya barusan? Pikir Sooyoung dengan jantung berdebar-debar.

**

Sunny gemetar ketakutan setelah mendengar suara petir barusan. Dia bersembunyi di bawah rumput kering, berharap suara petirnya dapat sedikit teredam, tapi percuma saja. Dia berharap andaikan Sooyoung berada di sisinya saat ini. Walau tidak bisa menutup telinganya, setidaknya dia akan bisa merasakan kehangatan tubuh Sooyoung.
Lalu Sunny jadi berpikir sejak kapan dia jadi bergantung pada Sooyoung seperti ini. Padahal sebelum dia bertemu dengan rubah itu, dia sudah lama hidup sendirian. Padahal ini seharusnya tidak ada bedanya dengan dirinya yang dulu. Waktu itu dia juga gemetar ketakutan sendirian tiap mendengar suara petir seperti ini.
Semua akan baik-baik saja, hibur Sunny dalam batin.

**

Setelah hujan berhenti, hari sudah malam. Kyungho mengantar Sooyoung pulang ke rumah Tiffany karena Sooyoung tidak punya tempat untuk pulang.
“Apa besok kita bisa bertemu lagi?” tanya Sooyoung sebelum mereka berpisah.
“Tentu, kalau aku senggang aku akan mendatangimu.”
Wajah Sooyoung langsung cerah. Mereka berpisah dengan sebuah lambaian.
Tiffany menyikut Sooyoung dan menggodanya.
“Hihi, kamu agresif sekali. Langsung mengajak duluan.”
Sooyoung menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal. Ketika matanya tidak sengaja memandang jaket yang dikenakannya. “Ah, iya! Sampai lupa mengembalikan jaketnya!”
“Kalau begitu itu bisa jadi alasan buat kalian bertemu lagi kan?”
“Iya juga.”
“Sini, biar kucucikan jaketnya.”
“Ah, tapi nanti merepotkan.”
“Tidak apa-apa, cuma nambah sedikit. Lagipula kamu juga harus ganti bajumu yang basah.”
“Ah, maaf benar-benar merepotkan. Sudah menumpang, dikasih makan, masih juga baju dicucikan.”
“Kan sudah kubilang tidak apa-apa. Lagian aku harus terbiasa direpotkan kalau mau berumah tangga dengan kekasihku nantinya.” Tiffany tersenyum keibuan. “Lagipula menyenangkan juga dapat tamu sesekali.”

**

Setelah makan malam yang enak bersama dengan Tiffany. Sooyoung bersiap-siap untuk tidur. Saat itu dia baru ingat Sunny.
“Kuharap dia tidak kesepian.”
“Siapa?”
“Temanku.”
“Kalau begitu kenapa tidak menemuinya saja?”
“Menemuinya ya…”

**

Keesokan harinya Sooyoung lupa soal Sunny setelah bangun. Dan saat baru teringat hari sudah sore, tapi ketika dia keluar rumah, ada Kyungho di depan rumah.
“Kemarin terima kasih jaketnya, tapi maaf, masih belum kering.”
“Haha, tidak apa-apa. Tidak usah buru-buru mengembalikan. Lagian hari ini aku datang bukan karena mau menagih jaket kok.”
“Eh? Jadi…”
“Ya, karena kemarin kamu bertanya apakah kita bisa bertemu. Aku cuma mau menepati janjiku.”
Sooyoung merasa senang karena hubungannya denan Kyungho seperti mengalami kemajuan. Akhirnya hari itu pun dia pun menghabiskan waktu bersamanya dan melupakan Sunny. Dan itu juga yang terjadi pada keesokan harinya. Dan keesokan harinya lagi. Sooyoung pun mulai berpikir mungkin memang dia dan Sunny cukup sampai disitu saja.
Sooyoung memang sudah belajar sejak dulu kalau dirinya sebagai makhluk hidup tidak bisa serakah. Kalau dia menginginkan sesuatu menjadi miliknya, maka dia harus menyerahkan yang lain. Dan itu yang dilakukannya saat ini. Dia menyerahkan masa lalu dan mulai melangsungkan hidupnya sebagai manusia perempuan bersama dengan Tiffany. Sooyoung bahkan membantunya bekerja di ladang.
Sesekali dia akan berkencan bersama dengan Kyungho karena mereka sudah resmi jadian. Sudah 2 minggu berlalu dan Sooyoung merasa sangat menikmati hidupnya sebagai seorang manusia. Bahkan dia sempat pernah melupakan jati dirinya yang sebenarnya. Dia dapat berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan manusia-manusia di sekelilingnya. Sooyoung merasa kehidupannya saat ini jauh lebih daripada kehidupannya di hutan. Dia tidak sendirian dan tidak perlu berburu setiap hari untuk mencari makanan. Dan dia juga tidak perlu was-was terhadap predator lainnya karena desa ini aman. Di saat dia sudah menginginkan kehidupan seperti ini seterusnya.
“Sooyoung.”
Suara yang asing menyebut namanya. Sooyoung berpaling dan melihat seorang gadis berambut coklat yang amat manis. Gadis itu lebih pendek darinya. Tapi senyuman matanya mengingatkannya pada seseorang. Tidak, bukan mengingatkannya pada Tiffany.
“Akhirnya^^ sudah lama sekali.”
“Uh, siapa ya?” tanya Sooyoung tidak yakin.
Gadis itu mendekat dan langsung menghadiahinya dengan pelukan penuh kerinduan. “Aku kangen sekali^^” ucap Sunny di dekat telinganya.
Sooyoung melepaskannya. “Sebentar, kamu siapa?”
“Ya ampun, kukira kamu bakal langsung mengenaliku karena aku manis.” Gadis itu menggembungkan pipinya. Lalu dia memasang senyumnya kembali ketika memperkenalkan dirinya. “Ini aku, Sunny si kelinci^^”
“OMO! SUNNY?!”
“Yep^^” Sunny memasang tanda peace.
“Ini benaran kamu?!”
“Harus kubilang berapa kali supaya kamu percaya?”
Sooyoung langsung mendekapnya erat-erat. Matanya berkaca-kaca. “Sunny! Sunny!”
“Hehe, aku datang menyusulmu karena kamu tidak pulang-pulang juga.” Sunny balas memeluk Sooyoung. Rasanya seperti sudah berabad-abad walau hanya baru setengah bulan mereka tidak bertemu. “Aku kesepian…”
“Sunny mianhae…”
“Gwenchana.”
Mereka melepaskan pelukan mereka. “Jadi, gimana kabarmu?” tanya Sunny.
“Baik, kamu?”
“Aku baik-baik saja karena sudah bertemu dengan Sooyoung sekarang^^”

**

Sooyoung jalan-jalan keliling desa bersama dengan Sunny.
“Aku tidak pernah menyangka kamu akan datang juga. Dalam sosok manusia pula.”
“Makanya aku datang karena aku juga ingin merasakan kehidupan yang sama denganmu. Ketika sudah sampai di desa, ada seorang gadis yang membantuku. Dia juga yang memberiku semua pakaian ini.” Sunny memegang sweater putih kekuningan dan rok hitam yang dikenakannya.
Sooyoung menatap Sunny dari kepala sampai ujung kaki. Diam-diam mengagumi sosok manis Sunny sebagai manusia.
“Kenapa?” sudut bibirnya membentuk sebuah senyum sambil dia memperhatikan Sooyoung yang menatapnya dengan intens.
“Ah nggak, kamu pendek ya.”
“Huh, kukira kamu akan memujiku. Bukannya aku tampak manis?^^”
Ketika Sooyoung hampir menjawab, tiba-tiba dia teringat. “Wah gawat! Sampai lupa!”
“Apanya yang gawat??”
“Sore ini kan aku ada janji sama pacarku! Mianhae Sunny, aku harus pulang! Sampai ketemu nanti!”
Sooyoung berlari-lari kecil. Sunny menatap punggung Sooyoung yang menjauh.
“Pa-car?”
Entah kenapa kata-kata itu sedikit mengusiknya lebih dari yang seharusnya.

**

Ketika sampai di rumah Tiffany, Sooyoung melihat Kyungho sudah menunggu disana.
“Hei.”
“Maaf telat!”
“Tidak apa-apa, tidak usah buru-buru begitu, haha.”
Kyungho membetulkan rambut Sooyoung yang sedikit berantakan. Paras Sooyoung merona.
“Nah sudah lebih rapi.”
“Gomawo.”
“Ayo kita jalan sekarang?”
“Ne!”

**

Sunny menggembungkan pipinya. Dia masih berada di tempat, hanya sesekali berjalan mondar mandir di sekitar sana sambil menendang batu.
“Huhh… kalau sudah punya pacar selalu teman ditinggal begitu saja.”
Sunny menggeser-geser kakinya untuk menggelindingkan batu di bawah sepatunya kemudian menendangnya.
“Apa aku cari saja? Mungkin gadis bernama Chorong yang memberiku baju tidak jelek juga.”
Sunny melihat genangan air di dekatnya lalu dia berjongkok dan memandang pantulan wajahnya. “Tapi kenapa ya rasanya aku tidak ingin sama siapa-siapa selain dengan dia? Benar, karena sejak awal alasan aku ingin jadi manusia karena aku kangen dia. Akhirnya aku bisa bertemu, tapi sekarang dia lebih memilih sama pacarnya…”
“Dia siapa nona cantik?”
“Eh?” Sunny mendongak dan melihat tiga orang namja tak dikenal berdiri di dekatnya.
“Dari tadi kulihat kamu hanya berbicara sendiri. Ada seseorang yang mengecewakanmu?”
Sunny berdiri dan menatap ketiganya. “Kalian mau apa?”
Mereka tertawa.
“Nona, masa nona tidak tahu?
“Apa nona punya waktu? Mainlah bersama kami. Kami ingin mentraktir nona apa saja.”
Sunny merasa tidak nyaman oleh tatapan ketiganya. Tatapan mereka seolah ingin menelanjanginya. Dia berfirasat manusia-manusia yang kini berada di hadapannya bukan manusia baik.
“Maaf, aku tidak mau.”
“Jangan begitulah.”
Ketiga namja itu saling memberi isyarat melalui pandangan mata. Lalu satu detik kemudian, mulut Sunny tiba-tiba dibekap.
“!!”
Mereka bertiga berkumpul mengelilingnya untuk menutupi tubuhnya dan menyeretnya ke tempat sepi.

**

Sooyoung sedang tersenyum bahagia sambil bergelayut dengan manja di lengan Kyungho. Sementara itu Sunny sedang menghadapi salah satu peristiwa paling menakutkan sepanjang hidupnya sebagai manusia. Di tempat sepi, Sunny ditahan oleh mereka bertiga di atas tanah. Jelas sekali apa yang mereka inginkan pada tubuhnya, nafsu mereka terpancar dengan jelas melalui sorot mata dan nafas mereka yang memburu di kala Sunny berusaha melawan. Sunny ingin berteriak kencang-kencang meski tidak bisa karena mulutnya saat ini masih dibekap.
Sunny merinding ketakutan setelah bajunya berhasil dikoyak dari tubuhnya. Meski dia belum ada sehari menjadi manusia tapi dia mengerti apa yang akan terjadi pada dirinya. Pernah sekali dia dikejar-kejar oleh kelinci jantan lain yang bernafsu padanya.
Satu persatu pakaiannya ditanggalkan dari tubuhnya. Ketiga namja itu tampak lebih mengerikan dari hewan buas. Apalagi ketika mereka hendak melepas celana mereka. Saat itu karena nafsu, mereka sempat lengah, pegangan pada tangannya melonggar. Sunny tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menendangnya tepat di alat vitalnya.
Namja itu mengerang kesakitan karena kena telak. Sunny berhasil meloloskan kedua tangannya dari kedua namja itu dan langsung cepat-cepat mengambil langkah seribu meski dalam keadaan telanjang.

**

Takut! Aku takut! Kenapa mereka melakukan ini padaku?!
Aku menoleh ke belakang dan sempat melihat dua orang namja tadi mengejarku dengan wajah geram.
Tidak! Kalau aku sampai tertangkap aku pasti akan-!
Aku tidak mau!
Kembalikan aku jadi kelinci! Jebal!
Saat itu kurasa Yang di Atas mendengarkan doaku. Tubuhku bereaksi. Ketika aku berbelok ke sudut di balik rumah saat itu tubuhku berubah kembali menjadi kelinci.

**

Saat kedua namja itu berbelok, mereka kebingungan karena telah kehilangan gadis yang mereka kejar. Yang mereka lihat hanya seekor kelinci coklat yang ketakutan. Akhirnya mereka menyerah dan pergi.
Tubuh Sunny masih gemetaran akibat kejadian barusan.
Saat itu Sooyoung barusan mengalami ciuman pertamanya yang sangat indah. Saat itu rasanya Sooyoung rela menukar apa saja supaya kebahagiaan ini dapat berlangsung lebih lama.

**

Sekali lagi Sunny memohon di sumur permohonan dan dia kembali menjadi manusia.
“Sooyoung…”
Sunny ingin bertemu dengannya. Setidaknya berada dalam pelukannya sudah cukup untuk menenangkannya. Betapapun menyeramkannya pengalaman yang dialaminya barusan, pokoknya dia tidak ingin sendirian malam ini. Sunny berjalan kembali ke desa dengan hanya dedaunan menutupi tubuhnya. Setelah sebelumnya mengawasi selama setengah jam tidak ada namja yang berniat memperkosanya seperti tadi.
Dan lagi-lagi orang yang pertama ditemuinya adalah Chorong. Gadis itu kaget sekali melihat Sunny hanya menutupi tubuhnya dengan dedaunan.
“Sunny unnie?! Kemana bajumu?!”
“Ah Chorong… mianhae… bajunya…” Sunny menunduk, merasa bersalah karena telah merusak baju yang diberikan padanya.
Chorong menatapnya dengan prihatin. Sebelum bertanya lebih jauh dia cepat-cepat melepaskan kardigan miliknya dan dia gunakan untuk menutupi tubuh Sunny, lalu mengajak Sunny cepat-cepat pulang ke rumahnya.

**

Sunny sudah mengenakan pakaian pemberian Chorong dan meminum segelas teh hangat. Sunny telah menceritakan kisahnya padanya, bahwa dia hampir saja diperkosa oleh tiga namja tak dikenalnya. Chorong pun mengerti itu sebabnya baju pemberiannya rusak dan dia sangat bersyukur Sunny bisa meloloskan diri.
Dia melihat tubuh Sunny gemetar. Chorong merangkul Sunny dengan mata berkaca-kaca. “Tidak apa-apa, sekarang tenanglah… disini aman… aku akan melindungi unnie…”
Ketika merasakan belaian Chorong di punggungnya, Sunny berharap seandainya yang melakukannya sekarang adalah Sooyoung.
“Sekarang ayo kita makan malam saja?”

**

Sejak mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, Sunny mulai tidak menyukai hidupnya dengan tubuh manusia. Ketika dia harus mengenakan semua baju pemberian Chorong barusan, terlalu ribet dan dua lapis pula, dalaman dan luar. Sebenarnya dia sudah merasakannya ketika diberi baju pertama kali oleh Chorong. Hanya saja sekarang lebih berasa efeknya. Juga ketika dia harus menggunakan peralatan makan untuk makan. Juga harus belajar bersikap. Ketika duduk kakinya terlalu lebar.
“Unnie kan perempuan, jangan duduk lebar-lebar.”
Chorong juga menegurnya karena gaya makannya berantakan setelah Sunny menjatuhkan beberapa nasi di atas meja. Sebenarnya karena tentu saja Sunny tidak terbiasa memegang sendok.
“Unnie, kenapa nasinya berjatuhan begitu?”
Betapa tidak praktisnya hidup ini!
Tapi Sunny berusaha menahannya dan tersenyum maklum. Karena sadar posisinya saat ini hanya numpang. Setidaknya untuk saat ini dia akan mencoba bertahan.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Wishing Well (Chapter 3)" (31)

  1. Si tiang beneran nhi milih tu namja dan lepasin si bunny yg imut itu?
    Aww ngeselin banget si tiang,gak tau apa bunny hampir di santap ma 3 namja kampungan….
    Yg nolong bunny tu chorong a-pink yha?
    Ga’ kepikiran aq,,hehehe
    Ok met liburan thor…
    😉

    • Wkwkwk kampungan
      Makanya toyor aja Soo di kehidupan nyata, bebas kok 😀 #eh
      Iya, dikasih kesempatan buat deket karena katanya Sunny suka bgt sama Chorong wkwkwk XD

  2. Jadi sama chorong saja hahaha… kabur sebelum dipukul olehmu.

  3. Tinggalin jejak dulu.

  4. sooyoung lebih milih kyungho dan ninggalin sunny sendiriannn? aishhhhh tega nya kau soo eonnie. :”
    aku kira sunny di ksih baju ama tiff juga ternyata chorong tohh, anak yg baikkk 🙂
    di tunggu chap selanjutnya thorr 😉

  5. Jadi tiang lebih milih kyungho??tpi emg kenyataan sihh pft..
    But..soosun harus bersatu!!!
    Aku kaget pas sunny mau diperkosa..
    Aku masih bingung,pas sunny larikam dia telanjang..gk diliatin org apa?untungnya dia langsung jadi kelinci..
    Lanjut thorr!!!
    Btw happy holiday thorr muahhh..

    Maaf saya banyak bacot.

    • Karena ff jadi harus fufufu
      Ahaha kebetulan lg sepi, kan dah dibilang Sunny dibawa ke tmpt yg sepi
      Ya happy holiday juga^^

  6. Yaelah syoo jangan tega begitu lah, masa lebih milih si cowo itu daripada sunny, kasian sunny. Dia kek gitu cuma Demi syoo..
    Pas syoo pertama Kali jadi manusia gak seribet sunny kayanya, ini sunny kayanya ribet banget._.
    pacarnya fany siapa kah??taeng?? 😀

  7. Emng enak gto jd manusia?!.. terima kenyataan Sunny klo soo milih namja itu d banding qm Sunny

  8. Reader kwon said:

    Author ga’ asik ga’ seru masa ga’ update sampe tahun depan
    Update dong thor … huhuhu #mewek

  9. soo lupa deh kyaknya sma sunny..
    nggak papa kok sunnie, biar soo nglupain kamu, aq nggak bklan nglupain sunnie kok, jdi sma aq aja yaahhhh… hahahahaa.. #ngarep

  10. Sunny kesan pertama jadi manusia ngenes amat, udh ga dikenalin sama diabaikan Sooyoung (ga sepenuhnya diabain sih) sampe hampir diperkosa lagi-__-. Beda bgt sama Sooyoung yg lgsg dpt pacar wkwk

  11. Tuh kan bnar Sunny ikut2an jadi manusia juga.
    Dan ini si KyungHo sampai di sini masih jadi namja baik2 aja sih.
    Klo mang bnaran bakalan jadi nappeun namja, sayang juga sbnarnya.
    Tapi klo gak bgitu, gak bakalan brakhir jadi SooSun yah couple-nya.
    Masih mnunggu kapan Soo (dan Sunny juga) kmbali brubah k wujud aslinya).
    Biasanya sih klo sudah kmbali k wujud asalnya, trus jadi manusia lagi, durasi waktu bertahan untuk wujud prubahannya jadi manusia akan smakin singkat.
    Smakin sring gonta-ganti wujud, bakalan smakin singkat durasinya stahu aku. :p
    Yah Sunny kok kayaknya banyak amat mnmui ksulitan jadi manusia. ZPadahal Soo aja kayaknya gak seribet dia. Atau gak dicritain aja? -_-
    Dan kmunculan kedua ChoRong. Bdanya kali ini gak die n dapat pran lumayan banyak.
    Good luck aja deh buat SooSun di FF ini. 🙂

    • Ya kayak baterai yg semakin lama daya simpannya semakin buruk

      Haha yg jelas Soo lbh beruntung

      Karena Sunny ngidam Chorong, jadi masukin Chorong terus(?) Wkwkwk

  12. Rachmalia said:

    Sooyoung, masa Sunny ditinggal sih??
    Kan kasian…😔 Sunny pengalaman pertama jadi manusia udah dapet cobaan. Sementara Sooyoung, lagi beduaan ama KyungHo😩
    Lanjut thor…. 😁

  13. Lilis alawiyah said:

    Kebangetan soo bahagia di atas penderitaan orang lain.
    Bunny yang sbar ya. Biarin nanti soo di kasih pelajaran sama author.

  14. bagus unnie sumpah bagus… agak rada jesal juga sih dengan soo, dan kasihan banget dengan sunny semoga syoo cepat sadar sebelum menyesal…

  15. ho eonii. . . .
    FF nya bikin ngeriii
    .
    .masa kesucian sunny mw direnggut sama cowo yg jelaa sal usulnya..
    harus hati2 jaga kesucian.. mending aqw a
    ja deh yg jagain kesucian sunny.. pasti aman..
    .
    iya kan eoniiii

  16. yang aku yakin suatu saat soo bakal nyesel-_- mbleh. kesannya spt scr gak lgsg bahagia di atas penderitaan org lain:p well, each path has different obstacles:] happy new year thor!

  17. Wahh .,, bener2 tu soo
    Songong bgt sampe2 nyuekin sunny yg imut

    Kasian sunny bany ,, chorong baik dah

  18. hennyhilda said:

    Wahh udh da update-an terbaru j nh XD
    Dsni aq kesel bgt m sooyoung krn ngelupain sunny bgtu j pdhl sunny udh ngelakuin papun bwt dy hufftt 😦
    Mna udh jdian pula m namja gurita belegukk it :@
    Untunglah sunny berhasil lolos dr kejadian mengerikan it *sunny mulai skr bhati2lah
    Author bqn sooyoung sadar n ninggalin namja it >.<

  19. sooyoung tega ya teganya kamu ngelupain sunny
    kasian sunny, berbanding balik dengan kehidupan soo, untung aja ada orang yang berbaik hati yang mau nolongin

  20. Kim/Choi said:

    (y)
    Next chapter

    Ngomong”, aku nggak terima sama ciuman pertamanya Sooyoung unnie. Itu kan milik Sunny unnie sih! Huhh -_-

  21. Huh sooyoung lupa ama sunny
    Kasian kan si sunny

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: