~Thank you for your comments~

Wishing Well (Chapter 2)

Chapter 2 : Becoming Human

“Ada sebuah mitos beredar di kalangan manusia. Tentang sumur yang dapat mengabulkan permintaan apapun kalau kamu melempar sekeping koin ke dalamnya dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan ini adalah sumur itu. Katanya kamu mau menjadi manusia kan? Nah coba saja.”
“Eh… kamu bercanda kan?”
“Huh, kalau nggak percaya ya sudah.” Sunny mendengus. “Kita pulang saja.”
“Eh tunggu! Tunggu! Aku percaya kok!”
“Penasaran kan?”
Sooyoung mengangguk. Sooyoung berjalan lebih dekat ke sumur itu. Lalu mengangkat kaki depannya dan mengintip ke bawah. Sumur itu tampaknya tua, tapi di dasarnya masih ada air. Dan masih terpasang katrol embernya.
“Sumur yang dapat mengabulkan permohonan pada yang memohon padanya… benarkah?”
Lalu kemudian dia turun dan berpaling pada Sunny. “Katamu harus melempar sekeping koin, tapi bagaimana caranya mendapatkan koin? Bukankah itu benda milik manusia?”
“Ya itu masalahnya, kamu harus mendapatkan sekeping koin dari manusia dulu.”
“…itu mustahil kan? Kalau aku pergi ke desa manusia dengan wujud rubah ini disana hanya akan terjadi kekacauan. Karena di mata manusia rubah adalah hewan predator bukan? Sepertinya aku harus melupakan keinginanku untuk menjadi manusia…”
“Kalau begitu bagaimana kalau aku yang mendapatkannya buat kamu?”
“Hah? Sungguhan?”
Sunny mengangguk. “Karena aku seekor kelinci kurasa manusia tidak akan takut padaku. Jadi aku bisa masuk ke dalam kawanan mereka.”
“Tapi…”
“Hmm? Kenapa kamu malah jadi ragu?”
“Bagaimana kalau ada manusia yang jahat ke kamu?”
“Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Instingku mengatakan tidak akan ada yang menjahatiku. Lagipula aku masih berutang budi sama kamu.”
Sunny melompat menjauh.
“Su-Sunny, hati-hati ya! Aku akan menunggu kamu di rumah!”
Sunny menoleh dan tersenyum pada Sooyoung, lalu meneruskan perjalanannya menuju desa manusia.

**

Hatiku menghangat. Sudah begitu lama aku tidak merasakan perasaan ini, bahkan melupakan seperti apa rasanya. Bahwa ada seseorang yang berkata akan menungguku pulang. Rasanya aku seperti memiliki tempat di dunia ini.
Tentu saja aku melakukan ini untuk membalas budi Sooyoung. Selama tinggal bersamanya, utang budiku bukannya lunas malah semakin menumpuk. Seperti ketika dia melindungiku dari hewan predator lain.
Aku tidak pernah berinteraksi secara langsung dengan manusia. Yang kutahu di antara mereka ada yang baik dan ada juga yang jahat berdasarkan cerita orang tuaku.
Aku telah sampai di pinggiran desa. Aku melompat dari satu tempat ke tempat lain. Berusaha memilih jalan yang membuatku tidak tampak mencolok. Sambil sembunyi-sembunyi di bawah kolong atau dibalik rumput atau bebatuan. Aku memang berkata akan mendapatkan koin untuk Sooyoung, tapi sejujurnya aku tidak sepenuhnya tahu caranya.
Kuperhatikan beberapa manusia menukar barang dengan memberikan koin. Sepertinya memang benar mereka menggunakan koin-koin itu sebagai nilai tukar barang.
Saat itu seorang Ibu-ibu menjatuhkan beberapa koinnya dan mereka menggelinding menjauh.
“!”
Kesempatan!
Aku langsung melesat dan menggigit salah satu koin. Lalu sembunyi. Ibu itu berjongkok dan memungutinya. Tampaknya Ibu itu tidak menyadari salah satu koinnya telah hilang. Ini menguntungkanku.
Dapat! Aku berhasil! Sooyoung pasti senang!
Lalu aku bergegas pulang. Sudah tidak sabar lagi untuk memberikan koin ini pada Sooyoung.

**

Sooyoung sedang meringkuk seorang diri dalam gua tempat tinggalnya. Dia menguap.
“Sunny, kapan kembalinya? Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu padanya…”
Saat sedang meregangkan tubuhnya, hidungnya menangkap bau yang tidak asing lagi. Sooyoung langsung berdiri tegak ketika melihat sosok kelinci coklat berlari mendekat kemari.
“Sunny!”
Setelah berada di depannya, Sunny meletakkan koin yang digigitnya ke tanah dan tersenyum penuh kemenangan.
“Aku berhasil, hehe!”
“Sunny kamu luar biasa!”
Sooyoung mendekat dan mengelus-elus moncongnya di pipi Sunny. Dia mengibas-ngibaskan ekornya menunjukkan bahwa dia benar-benar senang. Sunny paling suka ketika dielus-elus oleh Sooyoung seperti ini.

**

Karena hari sudah senja, Sooyoung memutuskan untuk mencobanya keesokan harinya saja. Malamnya, seperti biasa keduanya tidur merapat supaya hangat. Sooyoung merasa berdebar-debar memikirkan dia akan segera menjadi manusia. Rasanya matanya tidak mau terpejam. Sesekali dia akan memandangi koin itu. Dan sosok pemuda itu kembali terbayang dalam benaknya.
“Sooyoung, kalau kamu benar-benar bisa menjadi manusia, kamu akan langsung menemui pemuda itu?”
“Sudah tentu!” jawab Sooyoung bersemangat.
“Haha, kamu bersemangat sekali padahal belum jadi manusia juga. Hmm, kira-kira seperti apa sosok manusia Sooyoung?”
“Sudah jelas aku pasti cantik!”
“Dasar ge-er.”
“Tubuhku pasti ramping dan berambut panjang. Lalu memiliki pesona yang bisa memukau siapapun.”
“Haha, percaya diri sekali. Kita lihat saja besok.”

**

Keesokan harinya, keduanya langsung ke sumur pengabul permohonan.
“Inilah saatnya.”
Jantung Sooyoung berdebar-debar.
“Lemparkan koinnya ke sumur dan berdoalah sungguh-sungguh.”
“Baiklah.”
Sooyoung membawa koinnya di mulut. Lalu dia mendekati sumur dan mengangkat kedua kaki depannya ke pinggiran sumur. Sooyoung menatap ke dasar sumur yang jauh di bawah sana. Lalu dia melepaskan koin yang tergigit di mulutnya. Koinnya tenggelam ke dasar sumur. Setelah itu memejamkan mata dan berdoa.
Kumohon kabulkan permohonanku, jadikan aku manusia.
Setelah dia mengucapkannya dalam batin, Sooyoung mendengar sumur itu seolah sedang berbisik padanya. Bahwa perubahan wujudnya tidak bersifat kekal.
“……………..”
Saat itu seolah mendadak dunia menjadi silau. Sampai-sampai Sunny harus menutup rapat kedua matanya. Sekitar beberapa detik kemudian, begitu Sunny membuka matanya kembali, dia melihat seorang manusia sedang berpegangan di tepi sumur. Makhluk berwujud rubah sudah tidak ada lagi dalam pandangannya.
Sosok itu berwujud seperti manusia perempuan. Dengan tubuh ramping dan berambut panjang. Wajahnya cantik. Kulitnya berwarna kecoklatan. Dia dalam keadaan polos tak berbusana.
“Soo-young?”
Sooyoung membuka matanya. Bulu matanya yang indah mengerjap-erjap selama beberapa saat. Lalu dia sendiri pun terpukau melihat tangan dan tubuh bagian bawahnya sendiri.
“I-ini aku?”
“Sooyoung! Kamu benar-benar menjadi manusia!”
“Sunny.”
Sooyoung memandang ke bawah. Melihat sosok kelinci yang sekarang tampak jauh lebih mungil dibanding sebelumnya, apalagi ketika dia berdiri tegak.
“Benarkah ini? Wajahku sudah tidak kelihatan seperti rubah lagi?” Sooyoung meraba-raba wajahnya. Untuk memeriksa apakah masih ada moncong rubah, telinga yang runcing, dan wajah yang berbulu lebat.
“Iya! Percayalah, kamu benar-benar terlihat seperti manusia sekarang!”
Sooyoung kembali berpaling ke arah sumur di hadapannya.
“Ja-jadi keinginanku benar-benar terkabul?”
Sooyoung langsung meraih Sunny dan mendekap kelinci itu di dadanya sambil berteriak kegirangan.
“Horeeeeeeeee!!”
“Ahak! Sooyoung, kalau kamu memelukku terlalu kencang, nanti aku-“
“Oh, maaf, saking senangnya aku jadi lupa diri.”
Sooyoung melepas pelukannya dan menatap Sunny dengan lembut. “Ini berkat kamu.” Sooyoung memberikan elusan di kepalanya.
“Jadi tunggu apa lagi? Bukannya kamu bilang akan menemui pemuda itu?”
“Ah iya.” Sooyoung menurunkan Sunny kembali ke tanah. Ketika dia hendak berpaling, Sunny berseru. “Tapi kamu tidak bisa pergi kesana begitu saja!”
“Eh? Kenapa?”
“Kenapa katamu? Karena kamu telanjang!”
“Apa salahnya dengan telanjang? Bukannya manusia juga dulunya telanjang?”
Sooyoung lalu terdiam seolah sedang berusaha mencerna kata-katanya.
Sunny menghela nafas.
“Ini sudah bukan jaman dahulu kala lagi. Semua manusia yang ada disana sekarang memakai sesuatu yang mereka sebut dengan pakaian.”
Sooyoung mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
“Ah, kalau begitu tidak masalah.”
Dia berjalan dan memetik beberapa daun besar yang kemudian dia gunakan untuk menutupi tubuhnya.
“Dengan begini setidaknya aku bisa menutupi sebagian tubuhku kan?”
Sunny ingin berkomentar lebih lanjut tapi dia menahan dirinya, karena dia tidak sampai hati mencegah keinginan Sooyoung untuk pergi ke desa manusia. Dia sangat tahu seberapa besar Sooyoung mengidamkan hal ini.
“Haha, baiklah kalau begitu, selamat jalan.”
“Kalau begitu sampai jumpa.”
“Aku akan menunggumu…”
Saat itu entah kenapa Sunny merasakan dadanya sakit. Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Tapi walau sudah berpikir, dia tetap tidak mendapatkan penjelasan tentang apa yang dia rasakan.

Sooyoung berjalan dengan tubuh barunya. Perasaan ini benar-benar berbeda karena dia biasanya berjalan dengan keempat kakinya. Tidak lama kemudian, desa manusia sudah tampak dalam pandangannya.
Ketika dia sudah semakin dekat, mendadak dia jadi gugup.

**

Aku memang ingin menemui dia. Tapi aku tidak pernah berinteraksi dengan manusia sebelumnya.
Kemudian aku berpapasan dengan beberapa manusia. Mereka menatapku lekat-lekat dengan rahang terbuka.
Apa? Kenapa mereka menatapku seperti itu?
DEG!
Apa perubahanku kurang sempurna? Tapi Sunny sudah bilang kalau aku mirip manusia.
Apa karena penampilanku? Seaneh itukah aku?
Seorang gadis menjatuhkan ember rotannya dan menatapku dengan syok.
“Ke-kenapa kamu berjalan dengan penampilan seperti itu?!”
Kuakui semua manusia yang kulihat memakai pakaian seperti yang disebutkan oleh Sunny.
“Ah, karena aku nggak punya pakaian?”
“Oh my gosh! Ikut aku!”
Tiba-tiba gadis itu menarik tanganku. Aku mau dibawa kemana?

**

Gadis ini membawaku ke tempat yang dia sebut sebagai rumahnya. Lalu dia memberiku baju dan celana, beserta pakaian dalam.
“Um, itu… terima kasih?”
Itu kan yang harus diucapkan oleh manusia dalam keadaan begini?
“Sama-sama, baju itu buat kamu saja.”
Dia membawaku ke ruang yang ada benda bening yang dapat memantulkan semua yang terlihat di depannya.
Aku tertegun menatap pantulan wajahku. Karena sejak aku berubah jadi manusia aku tidak bisa melihatnya sendiri.
I-ini wajahku? Aku benar-benar cantik.
Aku mengelus permukaan benda bening itu. Permukaannya padat, tidak seperti bayangan yang biasa kulihat melalui permukaan air.
Hebat, aku benar-benar mirip seperti salah satu dari manusia.
Pantulan bayanganku ikut tersenyum ketika aku tersenyum. Lalu aku cepat-cepat memakai pakaian yang dia berikan padaku.
“Uh, ini cara pakainya gimana???”
Karena dia tidak berada di sebelahku, akhirnya aku terpaksa mencoba-coba sendiri.

**

“Oh, kamu sudah berpakaian?”
Aku sudah bercermin, dan penampilanku jadi lebih menarik dengan mengenakan pakaian-pakaian ini.
Tiba-tiba perutku berbunyi keras.
“Kamu lapar?”
“Ahaha.”
Ini karena aku tidak sabar tadi pagi aku langsung ke sumur pengabul permohonan sebelum aku sempat makan.
“Ikutlah makan bersamaku.”
Dia menyajikan aku makanan yang tampaknya merupakan makanan pokok manusia.
Aku memegang benda bernama sendok.
Mereka makan dengan ini ya? Aku melihat cara dia makan lalu menirunya. Walau aku positif dia tidak akan menyadari identitasku, aku tidak berniat banyak bertanya karena bisa-bisa dia akan menganggapku aneh.
Karena sekarang aku vegetarian, aku tidak kesulitan menerima makanan baru bernama ‘nasi’ ini.
Sepertinya masih banyak berbagai hal menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh manusia. Menjadi manusia itu benar-benar luar biasa ya. Aku tersenyum. Tidak sia-sia aku ingin jadi manusia.
“Ngomong-ngomong aku belum tahu siapa namamu?”
“Sooyoung.”
“Namaku Tiffany Hwang. Sooyoung, kamu bukan berasal dari desa ini ya?”
“Iya.”
Tepatnya dari hutan dekat desa, tapi mana mungkin kubilang begitu.
“Aku cuma mampir ke desa ini untuk menemui seseorang.”
Aku nggak mau dia menganggapku orang tersesat.
“Siapa yang kamu cari?”
“Kyungho, apa kamu kenal?”
Aku pernah mendengar namanya sekali waktu aku dirawat di rumahnya.
“Kyungho oppa? Mungkin aku kenal.”
“Be-benarkah?!”
“Ya tapi kubilang hanya mungkin. Karena aku tidak tahu apa Kyungho yang kamu maksud sama dengan orang yang kupikirkan.”
“Itu juga tidak apa-apa. Tolong pertemukan aku dengannya! Biar aku bisa memastikannya!”
“Ya baiklah, setelah kita selesai makan.” Dia tersenyum. “Faktanya malah dia tidak tinggal jauh dari rumahku.”
Aku berusaha menyelesaikan makananku dengan cepat sambil mendengarkannya.
“Jangan terburu-buru, nanti kamu tersedak.”
“Uhuk! Uhuk!”
“Baru saja dibilangin.” Tiffany menyerahkan segelas air padaku, lalu aku menenggaknya sampai habis.
“Jadi kenapa kamu ingin bertemu dengannya? Dia cinta pada pandangan pertamamu?”
Kurasakan pipiku menjadi panas.
Dia tersenyum penuh pengertian.

**

Selesai makan, aku mengikuti Tiffany berjalan menuju rumahnya. Benar, rumahnya hanya berjarak 3 rumah darinya. Meski masing-masing rumah tidak berdempetan.
“Kyungho oppa, ada yang nyariin nih.” Panggil Tiffany dari depan rumahnya.
Seorang pemuda muncul dari balik pintu. Dan seketika degupan jantungku menjadi lebih cepat.
Dia pemuda yang sama seperti 3 tahun yang lalu, hanya wajahnya bertambah lebih dewasa.
“Siapa?” tanya dia.
“Penggemar rahasia oppa kali?” goda Tiffany.
Dia berpaling menatapku dan seketika aku menjadi gugup.
“Hei, kamu tidak berniat menyapanya?” Tiffany menyikutku ringan karena melihat aku hanya berdiri kaku.
“Sa-salam kenal, namaku Sooyoung!”
“Iya, salam kenal.” Dia mengulas sebuah senyum dan menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Aku menerimanya dengan sedikit gemetaran. Tangannya besar dan kokoh ketika kujabat. Sepertinya ini yang namanya manusia laki-laki.
“Oppa yang lebih ramah dong, dia kan penggemar rahasia.”
Wajahnya merona setelah dibilang Tiffany begitu.
“Maaf, aku betul-betul senang, aku hanya tidak tahu harus bersikap seperti apa kalau dibilang begitu.”
Lucu sekali! Ingin rasanya aku memeluknya, tapi aku harus menahan diri.
“Baiklah, sana kalian kenalan.” Tiffany mendorong punggungku seolah mau mendorongku agar lebih agresif.
“Ti-Tiffany!” Kyungho semakin malu.
“Tidak apa-apa kan? Lagian oppa juga belum punya pacar.”
Benarkah?
Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

**

Tiffany meninggalkanku. Dan sekarang aku hanya seorang diri ketika dia mempersilakan aku masuk ke rumahnya. Begitu melangkah 1 langkah ke dalam rumahnya, aku langsung disambut oleh 3 ekor anjing. Mereka mengendus-endus tubuhku kemudian mulai menggeram.
“Ya! Suri! Mori! Cheri! Tenang!”
“Guk! Guk! Guk!”
“Jangan begitu sama tamu!”
“Guk! Guk! Guk!”
Kyungho berusaha menenangkan dan mengelus-elus mereka, tapi mereka tetap tidak mau berhenti. Mereka terus menggonggongiku meski aku tidak bergerak sedikit pun hingga aku mulai berkeringat dingin.
Omo, masa sih… mereka menyadari kalau aku bukan manusia?
Ah tidak, meski tadinya aku rubah, sekarang aku manusia. Manusia!
“Maaf.”
“Ah tidak apa-apa, aku mengerti.” Aku berusaha tersenyum maklum kalau anjing-anjing ini tidak menyukai kehadiranku.
Akhirnya kami keluar dari rumah lagi. Kyungho menutup pintunya setelah memastikan kalau anjing-anjingnya tidak ikut keluar.
“Mereka anjing pemburu, jadinya agresif. Baru setahun ini aku memeliharanya.”
DEG!
Anjing pemburu adalah musuhku. Mendadak aku jadi takut masuk rumahnya.
“Sambil berkenalan mau jalan-jalan bersama?”
“Ah, iya.”
Meski begitu, cukup dengan begini saja hatiku sudah membuncah bahagia.

**

Sunny berdiri di depan gua tempat tinggal mereka berdua. Merasakan betapa sepinya gua itu sekarang. Walau dia sudah banyak menghabiskan waktu berkeliling di hutan, pada akhirnya dia harus kembali ke tempat ini. Sunny masuk dan berbaring di rerumputan yang sudah mengering. Sunny membayangkan sosok manusia Sooyoung yang terakhir kali dilihatnya sedang tersenyum sebelum mereka berpisah tadi pagi.
“Sooyoung, bahagia nggak ya sekarang?”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Wishing Well (Chapter 2)" (44)

  1. Soo, jgn lupakan Sunny yaa…
    Sunny kesepian menunggumu…

  2. Tinggalin jejak dulu.

    • Hmmm… Imut2 lucu gimana gitu baca chaptr yang ini.
      Tapi entah mngapa smuanya brjalan bgitu lancar buat Soo.
      Dari dapat koinnya, brubah jadi manusiianya (tadinya aku kira gak bakalan langsung brubah gotu), dapat pakaian manusianya, sampai brtmu KyungHo-nya.
      Tapi biasanya klo sudah lancar2 bgini, k dpannya sudah mnunggu stumpuk masalah. XD
      Dan klo di chaptr kmarin kayaknya gambaran KyungHo itu namja baik2.
      Apa demi jalannya crita dia akan brubah jadi nappeun namja? :p
      Yah, yang jlas blum tahu itu kapan Soo akan brubah jadi rubah lagi. Smoga pada saat yang bnar2 tpat. #Jadi tringat Cinderella.
      Satu lagi yang jlas juga, pasti tar Sunny karna kesepian bakalan ikutin jejak Soo, minta k wishing wheel-nya agar jadi manusia juga n mnyusul Soo.
      Dan lagi2 karna ini di sunia FF, jadi bahasanya antar hewan dngan manusia, dan manusia ‘jadi2an’ nyambung aja yah. :p

  3. Soo berterimakasihlah pada sunny.
    Lama banget lu jadi manusianya.
    Sudah pulabglah sana, ada seseorang yang sudah nunggu kamu.
    Nanti sunny jadi jablay loh hahaha

  4. Kaya’x soo udh mlai lupa ma bunny,,wah…wah…wah gawat ni,awas lo soo klo bneran lupa ma bunny si imut itu,,,,aq bakal bikin km puasa 7 hari 7 malm….
    Fany ada juga yha….My
    Byuntaeng ad juga ga’??

  5. Kimrahmahwang said:

    Duhh sunny kesepian deh ditinggalin sendirian Sama syoo, kenapa td gak ngambil 2 koin aja. Kan biar sekalian dia berubah
    Kirain syoo mau nyari siapa eh ternyata kyungho. Tetep main ke hutan syoo, kasian sunny tuh…….

  6. kyril fadillah said:

    sepertinya usaha soo utk lebih dekat dg kyungho terkendala dg anjing pemburu yg pelihara olehnya
    lanjut lagi thor penasaran kira2 apa yg akan dilakukan sunny yg ditinggalkan oleh soo yg jadi manusia

  7. kwonyurivers said:

    Sunny dijadiin manusia juga thorr biar keren ..

  8. uh , padahal udah potek . tp masih aja make nama itu namja T_T

  9. Reader kwon said:

    Ouu sunny jangan sedi …
    Sooyoung jangan lupain sunny yahh.. ksihan sunny sendirian..

  10. Beninsooyoungsters said:

    Baru chapter 2 gue udah sedih aja nih 😦 kesian si Sunny unnie 😦

  11. huaaaa kasian sunny nya di tinggal sendiri,
    soo jangan lupakan sunny,
    kenapa sunny gak ambil dua koin yahh?
    jd bsa jadi manusia sama2 kan,

  12. Biarin sunny berubah manusia lalu berebut sooyoung dari kyungho okay.
    Tiffany baik sekali.

  13. Rachmalia said:

    Sooyoung, Sunny kesepian tuh 😐
    Pasti nanti Sunny ngikutin Sooyoung deh jadi manusia 🙂
    Kirain aku yang ngasih baju ke Sooyoung, Taeyeon ternyata Tiffany 🙂

  14. pas sunny pov, feelnya dpet. gw blom bca part 1, tpi gw ska ni part, wlau sdkit nggak nymbung.

  15. haduu ngebayangin soo ketemu kyungho gaberbusana-_- lancar amat ye semuanya buat si soo. kenapa ya susah ngejauhin bayang-bayang “mengelus” pas jadi hewan itu masih sebagai manusia? XD aduhh.. semoga nanti kesampean tuh sunny ngerasain belaian soo sebagai manusia juga MUTATATATAT hehe gadeng becanda ampun-

    • Haha berbusana kok, kan dah diksh baju sama Fany 😛
      Haha kalau manusia entar jd yadong, mikirnya elus2 di tmpt2 tertentu, fufufu XD

  16. hennyhilda said:

    Kyaaa da fanny >.<
    Gmpg bgt sooyoung jd manusianya 😮
    Heii soo jgn lupain sunny th yg nungguin km sndirian.ngapain c bela2in bwt namja yg blm pst baiknya mndgn m sunny yg udh bela2in nyari koin bwt km

  17. Febylia Lie said:

    Akhirnya sunny kembali kesepian 😦 soo cepatlah kembali Ke goa Itu sunny menunggumu…

  18. blue ocean said:

    Sooyoung pinter ya cpat jg bradaptasi cr brpakaian memegang sendok bhkan bs berbicara dg bhs manusia..
    #mnganalisa bhwa spesies rubah dan kelinci sbnarny sngat jenius >_<#
    Wahh ini mngancam khidupan manusia thor.. lha klo smua rubah yg jd manusia kyk sooyoung, melted donk smua manusia seantero jagad.

    Wkkkkkkkk vegetarian katanya!!??? Wkkkwkwkwk.
    #part ini bikin ngakak#
    Thor ini terobosan baru d dunia predator 😀

    Ps= apa smua manusia tau bhwa sumur itu mngabulkn berbagai mcm keinginan???

  19. Jenong Judes Yul Poenya said:

    Kasihan sunny… Soo… Pulang… *asli gue mewek* 😥

  20. Lilis alawiyah said:

    Annyeong. Ma’af author baru bisa komentar. Karena beberapa waktu lalu email saya bermasalah. Mau bikinlagi tanggung udah di kenal sama guru. Sekali lagi mian ya author.

    Waah saya suka sekali ff bergendre fantasi, dan kayanya bkal ada konflik hati, soo janga berpaling yah, ntar di jitak sama readers ya. Sunny kalau soo nya pulang. Suruh tidur di teras ajah . Biar tau rasa

    Semangat buat author untuk berkarya.

  21. Akhirnya sooyoung jadi manusia juga. itu sooyoung juga polos amat yak ke tmpt manusia ga pake apa2, untung ada Tiffany, klo ngga ga tau deh nasib tuh rubah-_-. Ayo kak cepet jadiin sunny manusia, kesian dia jadi teman yang terlupakan (?)

  22. dirgaYul said:

    Soo knp lupa sm sunny bunny?? Dy nungguin d goa tuuhh.. ksian dy sdrian..

  23. Kim/Choi said:

    Uh, to twiit. Deg”an bacanya
    Sunny unnie kasihan…
    Next chapter ah 😀

  24. Kasian sunny bunny
    Aduh sooyoung jadi manusia si sunny nya di lupakan
    Kan kasihan sunny

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: