~Thank you for your comments~

A/N : Ini chapter akhir, mudah-mudahan cukup puas dengan endingnya πŸ™‚
Happy reading~β˜†

“Si-Sica…?”
Air mata mengalir turun di paras yang cantik itu.
Sooyoung sudah lama tidak melihat Jessica. Terakhir kali mereka bertemu ketika putus. Dan kelihatannya wajah Jessica seperti habis menanggung kesedihan yang mendalam.
Sooyoung tidak percaya ini.
Kenapa Sica?

**

“Aku turut berduka dengan apa yang terjadi pada Appa kamu Sooyoung.”
“Hmm.”
“Kalau saja aku tahu, aku pasti akan minta Appa untuk membantu kamu.”
“Ah, aku tidak mau merepotkan…”
“…………….”
“…………….”
“Aku sudah tahu… kalau kamu yang menjadi pendonorku.”
“Sica… ka-kamu gagal ginjal?”
“Iya, sebenarnya sudah sejak kita masih pacaran.”
“!” Nafas Sooyoung tercekat.
“Setiap 2 minggu sekali aku harus mencuci darah. Karena aku tidak ingin kamu khawatir makanya aku minta putus. Mianhae… aku mencari-cari alasan dengan mengatakan kalau aku cemburu. Sebenarnya aku hanya tidak ingin kamu mengetahui kondisiku. Karena kamu sangat baik Sooyoung, kamu pasti akan sangat khawatir. Aku tidak mau kamu berada di sampingku dengan terus mengkhawatirkan kondisiku. Hatiku tidak akan sanggup melihatnya…”
“……………….” Sooyoung masih kesulitan mempercayai semua ini.
Bagaimana bisa terjadi kebetulan semacam ini?
“Kata dokter, tubuhku tidak menganggap ginjal donor darimu sebagai benda asing dan bisa bekerja dengan baik. Kamu telah menyelamatkanku, Sooyoung.”
“A-ah.”
“Sooyoung, kini sekarang kita dipertemukan kembali. Sepertinya ini sudah takdir. Apakah aku boleh sekali lagi menjadi kekasihmu?”
“Sica…”
“Aku masih mencintaimu Sooyoung,” kata Jessica dengan berlinang air mata. “Bisakah aku berada di sisimu sekali lagi? Maukah kamu memaafkanku?”
“………………”
“Sooyoung…”
“Berikan aku waktu untuk menjawabnya…”
“Apa ini artinya sudah ada orang lain yang memasuki hatimu?”
DEG!
“Jadi aku terlambat…?”

Sementara itu diluar sana ada seseorang yang sedang menguping semua pembicaraan mereka dengan mata berkaca-kaca.

**

Malam harinya, Sooyoung berjalan pulang ke rumahnya dengan Jessica memenuhi pikirannya. Ketika dia sampai di depan pintu apartemennya dia melihat Sunny berdiri tidak jauh dari sana.
“Eh? Sunny?”
“Boleh aku masuk?”
“Silakan,” kata Sooyoung sambil membuka pintu. Mereka berdua masuk ke dalam dan Sooyoung kembali mengunci pintu.
“Jangan-jangan kamu sudah dari tadi menunggu disini? Tadi siang sudah kusuruh pulang kan.” Sooyoung menyingkirkan tali tas yang berada di pundaknya.
“Sooyoung, ayo kita bercinta.”
Jantung Sooyoung berhenti berdetak sesaat sampai tasnya terjatuh dari tangannya, dan menimbulkan bunyi ketika membentur lantai. Lalu Sooyoung berpaling menatap Sunny.
“Eh Sunny… kamu bercanda ya?” Sooyoung tersenyum, masih mencoba bergurau.
“Tidak, aku tidak sedang bercanda. Aku serius.”
“Su-Sunny, kamu kerasukan apa, kenapa tiba-tiba-”
Sunny mengambil langkah maju mendekati gadis jangkung itu.
Sooyoung melangkah mundur.
“Kenapa? Bukannya waktu itu kamu sendiri yang ingin bercinta denganku? Kenapa sekarang kamu seperti mau menghindar?”
“Eh, aku tidak sedang mood…”
“Kamu menolak ajakan bercinta dariku? Bukannya katanya kamu mencintaiku?”
Sunny bermaksud mengangkat ujung baju Sooyoung, tapi Sooyoung menahan tangannya. Jantung Sooyoung berdebar kencang.
Sunny menyingkirkan tangan Sooyoung dan memaksa mengangkat bajunya, tidak peduli kalau harus merobek bajunya sekalipun. Dia harus memastikan dengan mata kepalanya sendiri. Bekas luka yang Sooyoung sembunyikan, untuk memastikan pendengarannya. Sooyoung cepat-cepat mundur. Tapi percuma karena Sunny sudah melihatnya.
“Jadi benar ya?! Kamu mendonorkan ginjalmu demi membayar utangku?!”
Amarah Sunny meluap.
“Ke-kenapa kamu bisa tahu?”
“Aku mengikuti kamu tadi siang tahu!”
“Eh…?”
Plak!
Saking panasnya sampai Sunny tidak tahan untuk tidak menamparnya.
“Dasar bodoh! Kenapa kamu melakukan ini?! Kamu ingin aku berutang seumur hidup sama kamu?!”
“Su-Sunny, dengar dulu-”
Tapi Sunny tidak bisa dihentikan lagi, dia mengutarakan semua kekesalannya.
“Kupikir kamu tidak sebodoh itu! Kenapa juga kamu seenaknya membayar utangku tanpa seijinku!? Aku benci! Kamu pasti senang karena membuatku berutang sama kamu, huh?! Aku nggak selemah itu sampai-sampai butuh kamu bayar dengan cara seperti ini tahu!! Bodoh! Bodoh! BODOH!!”
Sooyoung sampai ingin menutup telinganya karena terlalu bising. Tapi ketika melihat air mata Sunny dia tidak jadi melakukannya.
“Bagaimana kalau kamu sampai mati bodoh…”
Sunny berlari keluar dari apartemennya.
Sooyoung tidak mengejarnya. Dia memegang dahinya yang terasa pening. Masalah Sica yang tiba-tiba ingin mereka kembali. Dan sekarang ditambah Sunny mengetahui semuanya.

**

Keesokan harinya di saat masih galau, Sooyoung mendapat kiriman film yang dia perankan. Dia menontonnya sendiri dalam apartemennya. Pikirannya kembali nostalgia ketika melihat adegan seksualnya dengan Sunny dalam film. Teringat semua suka duka yang dijalaninya ketika berusaha memerankan adegan yang sulit itu.
Sooyoung menangis.
“Aku mau Sunny… aku hanya mencintainya…”
Lalu dia memeluk lututnya dan menangis sambil menonton filmnya sampai selesai.

**

Keesokan harinya, Sooyoung pergi menemui Jessica untuk memberikan jawaban.
“Aku pasti ditolak…” jawab Jessica sudah patah hati sebelum Sooyoung sempat berkata apa-apa. Dari menatap wajah Sooyoung saja sejak dia muncul di ambang pintu, Jessica sudah dapat membacanya.
“Mianhae…”
Jessica menggeleng. “Jangan minta maaf Sooyoung, kamu nggak salah.”
Sooyoung tersenyum kecut.
Suasana menjadi hening sesaat. Lalu Jessica berkata.
“Kamu harus bahagia…”
“Sica… terima kasih, jaga dirimu baik-baik.”
“Tentu saja, aku akan menjaga ginjal pemberianmu ini baik-baik. Kamu juga jangan makan sembarangan ya?”
Sooyoung merasa lega melihat senyum Jessica.
“Kalau begitu aku pamit.”
“Sooyoung, kuharap setelah ini kita masih bisa bertemu sesekali, sebagai teman…”
“Ya.”

**

Sooyoung sekali lagi menemui Sunny. Dia mengetok pintu apartemen Sunny. Setelah beberapa saat daun pintu terbuka, tapi hanya cukup lebar untuk memperlihatkan setengah wajah Sunny.
“Kembalilah pada mantan pacarmu.”
“Sunny… aku sudah putus dengan dia. Kami hanya berteman.”
“Lagian aku suka orang lain.”
Ketika pintu hendak ditutup, Sooyoung mengganjalnya dengan kaki dan tangannya.
“Su-Sunny ah, kalau kamu menolakku setelah semua yang kulakukan demi kamu, aku bisa mati!”
“Kalau begitu mati saja sana…”
“Sunny ah! Kamu tidak sungguh-sungguh pas mengatakan itu kan!?”
“…………….”
Sunny menyingkirkan dengan paksa tangan Sooyoung dan menendang kakinya yang tidak mau minggir dari pintu lalu membanting pintu di hadapannya.
Sooyoung menggedor-gedor pintunya.
“Aku minta maaf! Aku sama sekali melupakan perasaanmu! Kalau kamu suruh aku minta maaf sampai beribu-ribu kali pun akan kulakukan! Tapi tolong jangan lakukan ini padaku Sunny! Jebal!”
“…………….” Meski pintu tertutup tapi sebenarnya Sunny masih bersandar di depan pintu dan mendengarkan semua perkataan Sooyoung.
“Sunny ah, aku tidak akan pergi dari sini sampai kita balikan.”
“…………….”
Sooyoung diam dan memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan reaksi Sunny.
“…dulu ada seorang sahabat yang diam-diam kucintai, namanya Chorong…”
“Hah?”
“Dia sama bodohnya seperti kamu. Mendonorkan ginjal demi menyelamatkan orang yang dicintainya. Padahal orang itu tidak pernah membalas cinta Chorong. Orang itu masih hidup, sedangkan Chorong… dia meninggal gara-gara mengalami komplikasi. Aku yang mendengar kabar yang begitu mendadak itu sangat syok. Karena sejak hari itu aku tidak bisa melihat senyum Chorong lagi. Dia telah meninggalkan sisiku selamanya. Sampai saat ini aku tidak pernah bisa menerima kematiannya…”
“…kalau kamu tahu dia hendak berbuat begitu, apa kamu akan mencegahnya?”
“Sudah tentu.” Sunny menunduk. “Aku benci… orang bodoh yang tidak memikirkan risikonya…”
Air mata mengalir diam-diam di pipi Sunny.
“Gara-gara itu aku kehilangan seorang sahabat yang kucintai…”
“Tapi Sunny… aku masih hidup kan?”
“Omonganmu itulah yang membuatku sebal!”
“Aku… bukannya aku tidak memikirkan risiko yang mungkin kualami ketika aku memutuskan untuk donor ginjal. Tapi… aku bisa mengerti… perasaan Chorong yang begitu habis-habisan ingin menyelamatkan orang yang dicintainya…”
“…………….”
“Kalau kamu yang berada di sisi kami, apa kamu tidak terpikir akan melakukan yang sama?”
“…………….”
Tiba-tiba pintu tetangga terbuka.
“Hei berisik! Kalau mau bertengkar bisakah lakukan di tempat lain?!”
“Mi-mianhae!” Kata Sooyoung sambil cepat-cepat membungkuk.
“Keterlaluan, dari tadi aku diam dan menunggu tapi tidak berhenti-berhenti juga.”
“Jeongmal mianhae!”
Lalu dia menutup pintunya setelah berdengus kesal. Dan suasana menjadi sunyi sesaat.
Sooyoung berkata dengan suara yang lebih dikecilkan.
“Mianhae, aku berkata hal barusan. Setelah kupikir-pikir, aku pasti juga akan sakit hati kalau berada di posisi kamu. Wajar kalau kamu kecewa sama aku, karena aku lebih memikirkan perasaanku sendiri. Karena sepertinya aku mengganggu, aku akan pergi sekarang.”
Sooyoung berbalik. Dan setelah dia berjalan beberapa langkah dia mendengar suara pintu terbuka, Sooyoung menoleh.
“Sunny?”
“Sooyoungie, jangan pergi!” kata Sunny dengan mata berkaca-kaca.
Dia mendekat dan memeluk Sooyoung dengan hati-hati.
“Saranghae… berjanjilah jangan pernah berbuat sembrono lagi. Apapun yang akan kamu perbuat, harus selalu bilang dulu sama aku…”
Sooyoung tersenyum dan mengelus-elus rambut Sunny.
“Iya.”

**

Suara desahan-desahan bergema di dalam kamar Sunny.
Sooyoung dan Sunny sedang nonton film yang mereka perankan bersama-sama.
“Kenapa kamu langsung skip ke adegan ini?”
“Hehehe, soalnya ini adegan favoritku.”
“Yah, otak ngeres.” tapi berlawanan dengan kata-katanya, tangan Sunny meraba-raba dekat butt Sooyoung.
“Sendirinya juga ngeres,” kata Sooyoung sambil balas meremas dada Sunny.
“Ahhh, jangan pancing-pancing aku, nanti aku jadi kepingin.”
“Aku juga ingin melakukannya, kalau saja tubuhku sudah pulih sepenuhnya.”
“……………..”
“Ups, maaf…”
“Tidak apa-apa, aku sudah maafkan.”
“Ngg, maaf kalau aku butuh konfirmasi, tapi apa artinya sekarang kita sudah jadian?”
“Kalau bukan lalu apa?”
“Bisa saja… hanya teman misalnya?”
“Kita sudah melakukan hubungan intim yang sesungguhnya, apa masih dibilang hanya teman?”
“Uhh, bisa saja… teman seks?”
Sunny mengecup bibir Sooyoung dan tersenyum menggoda.
“Sekarang kita sudah jadian.”

Ukh, Sunny manis sekali. Kalau saja bisa kumakan, sudah kumakan dari tadi!

β˜†The Endβ˜†

Advertisements

Comments on: "Heart’s Desire (Chapter 7 – End)" (32)

  1. Kimrahmahwang said:

    Eaaa syoo demi sunny sampe rela ngejual ginjalnya, butuh bukti apalagi coba kalo syoo udah cinta mati sama sunny haha. Walaupun awal2 sunny sempat marah tapi akhirnya dia luluh juga, untung sunny lebih ngikutin kata hati dibanding yg lain. Jadi gak nyesel deh, malah jadi berwarna kan hidupnya wakakakak xD

    Ditunggu ff berikutnya πŸ˜€

  2. Aduh nc nya gaada ya XD padahal berharap nc,adegan nya kurang banyak thoorr XD harus nya nc nc nc XD hahahahaha,keren thor ff nyaaa aku terharu sampe Soo donorin ginjal buat Sun tapi malah yang! nerima pendonor itu Jessie,pasti sulit buat Soo,tapi happy ending aku suka hehehe,btw thor boleh bagi PW ff locksmith thor? πŸ™‚

  3. Reader kwon said:

    Asik dah lanjut ahahaha
    ENdingnya ngeres cuy ahaha

    Mksh thor dah nylesein ni ff…
    Thor lanjut yang ff itsumademo issho ni ittai dong thorgantug nih sma tu ff

    Mksih thor
    Lanjut

  4. Selamat buat soosun ya. Tp no happy for sica. Sabar ya. Nanti author akan mencarikan seobang buat sica ya.

  5. Febylia Lie said:

    Ahhh so sweeettttt..
    Suka suka.. Ditunggu judul Lain thorrr

  6. Kalau wnding ceritanya giniiii jadi kasian sama sica 😦 tpi mungkin pelajaran krna gak jujur dr awal.

    Semoga thor masih punya banyak judul baruuu. Sangat menunggu nih

  7. Ending tanpa nc,
    Sica ga’ dapat orangx tapi dapat ginjalx ya lumayanlah..
    Ditunggu ff lainnya thor…….
    Hwaiting πŸ˜‰

  8. akhirnya sunny trima soo, kasian sooyoung udah donorin ginjal demi sunny tp malah gak diterima,
    ahh tp dri awal part ampe skarang NC nya gak hot hahaha *otak yadong*

  9. err… tamatnya kurang ngena nih #maklumbyunreader btw thor, gue mau curhat deh, gue baru aja selesai nonton dramanya sooyoung yg My Spring Days. gue galau nih thor. HUAAA!!! #nangis #ditendangauthor

  10. hennyhilda said:

    Hepi ending yg sempurna wlw drtd nungguin yg bqn agk2 gerah gmn gt hehehehe #plakk πŸ˜€
    soo cinta mati bgt m sunny n bkorban bwt sunny
    aq c agk sedih jg ngeliat sica dtolak tp pgn soosun jdian jg #maaf y sica πŸ™‚

  11. Aku kira soo bakal balik ke sica,

    Bagus thorr!!!
    Kalo boleh request
    Tolong lanjutin horror party dong
    Thanksss

  12. jung febryliu said:

    Anyeong…

    Sorry tlat cment..
    Happy ending lagi yey..

  13. beninsooyoungsters said:

    akhirnya jadi sama Sunny juga, chukkae!!
    Itsumademo ya thooor abis ini dilanjuut :3

  14. lee young sun the sunshiner said:

    Anyeong….salam kenal maifate unnie ..
    Ff ny daebbbbakk apa gi yg soosun daebbbak…unnie jebaal buatin gie ff soosun ny cauze soosun kan momentny kn cmn dkit… Mksh jebaal buatin y…

  15. lee young sun the sunshiner said:

    Unnie aq blh g mntak pw ny 2NY yg petting???

  16. haha…
    sooyoung smpe akhir tetp mikir nya makan ya XD
    sica cerita nya cameo numpang lewat nih :S

  17. Rachmalia said:

    Kirain ada nc nya ternyata gak ada gak seru kalo gak ada nc nya #yadongmodeon. Hehe πŸ˜€
    tapi Sunny akhirnya sama Sooyoung juga πŸ˜€

  18. kirain ada adegan nc ya X’D, udah lama ga mampir udah banyak aja nih list ya hehhe…
    tetap semangat ya thor ^_^v

  19. ff ini jg seru, sunny mandiri bngt dan akhirnya sooyoung yg memperjuangkan sunny. endingnya knp sooyoung ga makan(?) beneran sunny tp kan lukanya belum sembuh ya hehehe mungkin di sequelnya bisa dibuat #ngarepnya hehehe

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: