~Thank you for your comments~

Heart’s Desire (Chapter 6)

Dari Hyomin.
Pagi Sunny ah, apa kamu menikmati hadiah cinta yang kuberikan pada tubuhmu? ♡

**

Hyomin sedang menyeruput tehnya  pelan-pelan. Menikmati waktu santainya dengan anggun. Sampai kemudian dia diberitahukan kedatangan seorang tamu oleh pelayannya.
“Wah wah, tamu yang dinantikan akhirnya datang dengan sendirinya. Tindakan yang tepat meninggalkan banyak bekas di tubuh Sunny.” Hyomin menyeringai. “Segera persilakan masuk.”
**

Setelah didesak sedemikian rupa akhirnya Sunny mau mengantar Sooyoung ke rumah Hyomin.
Sooyoung sudah tidak kaget ketika menginjakkan kaki masuk ke rumah orang kaya.
Apapun kata Sunny, Sooyoung sama sekali tidak menggubrisnya. Dia harus membuat perhitungan.
Sunny terpaksa mengikutinya, dia tidak bisa membiarkan Sooyoung sendirian.

“Selamat datang.” sambut Hyomin di ruang tamunya yang mewah.
“Kamu ya orang yang menyiksa Sunny?”
“Wah tanpa basa-basi sama sekali ya. Tapi aku suka itu.”
“Mau kulaporkan ke polisi?”
“Heh, coba saja kalau bisa.”

Kenapa gadis ini sama sekali tidak takut? Apa jangan-jangan dia tipe yang sanggup membeli hukum dengan uang? Batin Sooyoung sambil mengepalkan tangan.

“Lepaskan Sunny.”
“Tidak bisa, karena gadis ini punya utang yang sangat besar padaku.”
“Seberapa banyak utangnya?”
“Hmm? Kamu bicara seolah-olah kamu akan membayarkannya. Apa kamu punya uang? Kudengar baru-baru ini kamu menggunakan semua uang hasil main filmmu untuk membayar biaya operasi Appamu. Kamu kaget aku mengetahuinya? Aku punya banyak koneksi, aku bisa tahu.”
“Kutanya berapa?!”
“Wah nggak sabaran sekali. Akan kuberitahu, tapi pertama-tama, aku mau lihat kamu berlutut dulu dan letakkan kepalamu di lantai terus memohon.”
Sooyoung menggeram.
Sunny sudah yakin sekali Sooyoung akan melakukan tindak kekerasan.
Tapi tiba-tiba saja Sooyoung merendahkan badannya dan berlutut.
“Tolong lepaskan Sunny. Jebal…aku akan membayar berapapun…”
“………………”
“Kepalamu belum di lantai,” kata Hyomin sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Dalam hati Sunny ingin sekali menghentikan Sooyoung. Tapi dia tahu itu percuma. Karena berbicara dengan Sooyoung sekarang ini sama saja dengan menghadapi tembok. Dia sudah merasakannya sebelum mereka datang kemari.
Kedua tangan Sooyoung menyentuh permukaan lantai. Kemudian diikuti kepalanya.
“Hmmph! Begitu dong!” Hyomin tersenyum puas lalu mengangkat kakinya dan menginjak kepala Sooyoung.
“!”
Sooyoung menggarukkan jari-jari kukunya ke lantai, mencoba untuk menahan kemarahan yang menyala-nyala. Rahangnya terkatup rapat mencoba untuk bersabar.
Hyomin tersenyum jahat sambil menekankan kakinya ke kepala Sooyoung.
“100 juta won. Akan kuanggap utang Sunny lunas dan kuberikan dia padamu kalau kamu bisa membawakanku uang segitu banyak.”
Sunny yang mendengarnya sendiri pun terenyak.
Mana mungkin!
Uang segitu banyak darimana dapatnya?!

“Sungguhkah… kalau kuberikan 100 juta won kamu benar-benar akan melepaskan Sunny?”
“Tentu saja.”
“Baik-lah.”
“Heh, jawaban yang bagus.” Hyomin menyingkirkan kakinya. “Akan kutunggu dalam satu minggu ini.”
Selesai berkata begitu Hyomin memberikan Sooyoung bonus hadiah berupa tendangan ke samping perutnya.
“Uhuk!”
“Camkan! Kalau melebihi dari batas 1 minggu, maka akan kuanggap perjanjian ini tidak pernah ada. Dan kamu akan harus mengucapkan selamat tinggal pada Sunny tercinta. Ohohoho!”
Selesai tertawa ala penjahat antagonis, Hyomin masuk ke dalam meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
Sunny menghampiri Sooyoung yang masih kesakitan memegangi pinggangnya.
“Gwenchana?”
“Uh…”
Sooyoung beringsut bangun dengan susah payah.
“Makanya kubilang juga percuma. Lupakan perjanjian yang tidak masuk akal ini.”
Sunny memapah Sooyoung pulang ke rumahnya.
“Dasar tolol…”
“Huh… begitu katamu pada orang yang mencoba bernegosiasi demi kamu?” kata Sooyoung masih mencoba sok kuat, padahal tangannya masih memegangi pinggangnya yang baru saja ditendang.
“Sudah hentikan. Kamu nggak perlu melakukan sejauh ini demi aku. Kenapa kamu harus peduli sama hidupku…”
“Tapi aku cinta kamu Sunny. Mana mungkin aku diam saja-”
Sunny menunduk.
“Cinta cinta, lagi-lagi itu… makanya dari awal sudah kubilang jangan jatuh cinta sama aku kan?!”
Sunny berlari pergi dari hadapan Sooyoung dengan berlinang air mata.
“………………”
Sooyoung hanya berdiam diri di tempat dan menunduk.
“100 juta won… darimana aku bisa mendapatkannya…”
Sooyoung bersandar di depan pintu dan menghembuskan nafas, tangannya masih berada di pinggangnya dan mendadak saja dia mendapatkan sebuah ide. Ini sebuah taruhan besar, tapi hanya ini satu-satunya jalan untuk mendapatkan 100 juta won dalam waktu singkat.

**

Sooyoung POV

2 hari kemudian.
Di ruang operasi. Aku tidak mengenakan atasan apa-apa lagi dan sedang berbaring di meja operasi menunggu detik-detik menjelang salah satu ginjalku diambil. Bulu kudukku bergidik membayangkan operasi pertama seumur hidupku yang sebentar lagi akan kujalani. Dan juga segala konsekuensi yang mungkin akan kuderita nantinya jika menjalani hidup dengan hanya satu ginjal saja.
Tuhan… benarkah ini pilihan yang tepat?
Semalaman aku hampir tidak bisa tidur karena cemas. Tapi di sisi lain aku benar-benar ingin menyelamatkan Sunny. Aku tidak ingin dia nekat mencoba bunuh diri lagi. Dia pasti akan nekat melakukannya lagi selama berada dalam cengkraman Hyomin.
Aku hanya bisa terus maju dengan menanamkan sebuah pemikiran baru. Kalau aku melakukan ini semua juga demi kebaikan. Karena aku bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang benar-benar membutuhkan ginjal.
Kemudian aku dipasangi masker. Setelah menghirupnya aku mulai merasa ngantuk. Pikiran-pikiran dan kecemasanku mulai sirna. Dan setelah beberapa saat aku jatuh ke tidur yang dalam.

**

Sunny POV

Semuanya berawal dari Pamanku yang mengangkatku sebagai anak, karena orang tuaku sudah tiada. Paman mendirikan sebuah perusahaan hiburan dengan modal besar dan nekat. Tapi ternyata bisnis yang dijalankannya tidak sukses. Akhirnya perusahaan itu bangkrut dan meninggalkan banyak utang. Karena depresi, paman sakit keras dan akhirnya ikut pergi menyusul kedua orang tuaku. Meninggalkan aku sendiri dengan utang yang menggunung. Kemudian saat itu Hyomin muncul dalam hidupku dan jadi bidadari penyelamatku. Dia membayar semua utang yang ditinggalkan paman dan mengelola ulang perusahaan bekas paman hingga akhirnya menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar seperti sekarang.
Aku sudah tahu dari awal kalau semua ini pasti tidak berakhir gratis. Dan ternyata benar. Bahkan lebih parah dari dugaanku.
Sejak saat itu aku menjadi boneka milik Hyomin. Bagaikan menari-nari di telapak tangannya, aku terpaksa menuruti semua perkataannya.
Di malam dia merenggut paksa keperawananku, tampaknya dia sangat menikmatinya ketika melihat darah perawanku mengalir.
Bahkan seenaknya menjadikanku sebagai penari dalam klub malam dan bermain dalam film yang ada adegan seks. Dan Hyomin tampaknya sangat menikmati melihatku menderita.
Disanalah aku mengenal Sooyoung. Ketika menolongnya dari tenggelam sebenarnya itu sama sekali tidak termasuk dalam agendaku.
Dia gadis yang menarik. Tapi aku khawatir kalau terlalu dekat dengannya, dia akan terlibat dalam masalah pribadiku.

Sudah lama, memang aku selalu berdoa ada seorang pangeran yang datang menyelamatkanku.
Ketika Sooyoung bermaksud ingin menolongku sebenarnya dalam hati aku senang sekali. Tapi di saat yang bersamaan aku juga merasa bersalah.
Si tolol itu… aku harap dia tidak mencoba-coba mencari 100 juta won dalam seminggu. Mana mungkin itu bisa dilakukan.
Kurasa orang sebaik dia tidak akan melakukan perbuatan ilegal kan?
“Benar, kalau dia masih waras lebih baik dia menyerah.”

“Tapi aku cinta kamu Sunny.”



Dadaku terasa nyeri.
Aku menyandarkan daguku di atas kedua tanganku yang terlipat.
“Aku juga…”

**

Sooyoung POV

Ketika aku pertama kali membuka mata, langit-langit rumah sakit adalah yang pertama kali kulihat.
Apa operasinya berjalan lancar?
Aku beringsut ke posisi bangun. Dengan jantung berdebar-debar mengangkat ujung bajuku. Lalu memeriksa pinggangku. Seperti yang sudah kuduga. Ada tanda bekas operasi di salah satu pinggangku.
Tak lama kemudian seorang perawat masuk ke dalam.
“Oh, sudah sadar ya? Syukurlah.”
“Eh suster, tanggal berapa hari ini?”
“Tanggal 20 Desember.”
“Oh.”
Syukurlah, aku tidak melebihi tenggat waktu. Masih ada 3 hari lagi.

**

Third Person POV

Pada hari terakhir. Sooyoung berdiri menghadap Hyomin.
“Ini, sesuai janjiku.”
Sooyoung menyerahkan sebuah cek seharga 100 juta won.
“Wah wah, apa kamu yakin ini uang halal?” Hyomin tersenyum mengejek. “Nyuri dari bank mana ini?”
Cek seharga ratusan juta won itu diayun-ayunkan di antara jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Tentu saja. Dan aku tidak mencuri sepeser won pun.”
Hyomin dan Sooyoung saling bertatapan tajam. Lalu Hyomin mengangkat bahu.
“Baiklah baiklah, aku kalah. Aku tahu seberapa besar ‘pengorbanan’ yang telah kamu lakukan demi gadis kotor ini.”
“Jangan menyebut Sunny seperti itu!”
“Wah wah, benar-benar cepat panas. Ya sudah, kuberikan gadis ini untukmu. Lagipula aku sudah cukup ‘bermain-main’ dengannya. Nggak seru main sama gadis yang terlalu pasrah. Silakan perlakukan dia sesukamu dan cepat minggat dari sini.”
Belum pernah Sooyoung merasa selega ini ketika bisa merengkuh Sunny ke dalam pelukannya saat itu. Meski dia tidak berani terlalu menempel dengan Sunny karena takut bekas lukanya tertekan.
“Syukurlah…” bisiknya di dekat telinga Sunny.
Sunny masih tidak mau percaya ini kenyataan.
Benarkah dia sudah terbebas dari Hyomin?
“Ayo kita pulang,” ajak Sooyoung.

Dan mereka pun berjalan meninggalkan kediaman Hyomin. Sepanjang perjalanan perasaan Sunny tidak enak.
“Sebentar, pengorbanan macam apa yang dimaksud Hyomin? Sebenarnya… apa yang sudah kamu lakukan?”
“Kamu tidak perlu tahu. Yang penting sekarang kamu sudah bebas kan.”
Sooyoung tersenyum lembut. Sangat lembut sampai-sampai menyakitkan hati Sunny.
Tapi dia perlu tahu kenyataan. Kalau tidak hatinya tidak akan bisa tenang.
“Kamu tidak melakukan perbuatan yang ilegal kan?”
“Huh, mana mungkin aku berani.”
“Lalu darimana kamu bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Apa kamu berhutang sama orang?”
“Sunny, lebih baik kita hentikan topik ini sampai disini.”
Sooyoung mengalihkan pandangannya. Dia ingin berjalan lebih cepat, tapi dia ingat dia tidak boleh terlalu memaksakan diri. Luka jahitnya belum sembuh benar.
Bahkan dia keluar dari rumah sakit hari ini pun setelah menandatangani surat paksa bahwa pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengannya.
“Sooyoungie, serius, aku khawatir kalau kamu nggak bilang.”
Sunny bermaksud menyentuhnya. Sooyoung melihatnya. Sebelum itu terjadi, Sooyoung menahan tangannya di udara. Sunny hampir saja menyentuh bekas lukanya.
“?”
“Maaf, aku ada keperluan. Bisakah kamu pulang sendiri?”

Dan sekarang Sunny malah menemukan dirinya ditinggal sendirian.

**

Sooyoung agak penasaran dengan kabar orang menerima donor ginjalnya. Dia ingin mengecek keadaannya. Padahal biasanya justru terbalik. Sang penerima donor yang harusnya mengunjungi sang pendonor.
Sikap Sooyoung yang terlalu peduli terhadap sesama membuatnya tidak bisa cuek begitu saja.
Tampaknya orang yang membayar untuk ginjalnya adalah seorang pengusaha kaya, untuk putrinya yang gagal ginjal.
Sooyoung tidak terlalu memperhatikan detail-detail lain. Karena waktu itu dalam kepalanya hanya ada Sunny, dan kekhawatiran dari konsekuensi-konsekuensi mendonorkan ginjal.
Sooyoung sudah sampai di depan kamarnya. 418. Lalu dia memberanikan diri masuk. Matanya bertemu dengan seorang gadis kurus. Berambut coklat panjang tak berponi. Dengan paras sedikit pucat. Mata Sooyoung membulat tidak percaya.
“Eh…?”
“Sooyoung…”
“Si-Sica…?”

☆To Be Continued☆

A/N : lagi-lagi ffnya malah jadi lebih panjang dari perkiraan semula. Tapi yah kuharap readers menikmatinya 🙂
Happy monday~☆

Advertisements

Comments on: "Heart’s Desire (Chapter 6)" (30)

  1. Sica eonni muncul…….!!!!!!
    Wah ada apa lagi????
    Kya……Tbc di saat yg tdk tpat.

  2. wah . makin rumit aja nh .
    jangan bilang sooyoung bakal balikan lg sama sica .
    kan kasian sunny huhuhuhu
    sunny sama aku aja >,<

  3. huuuuaaaaaa tbc disaat yg tidak tepat,
    nah loh sica muncul, apa bakal ada cinta segi tiga?
    kasian sooyoung ginjalnya harus di jual. 😥

  4. Duh itu sica nya muncul lagi… jangan sampe clbk ya thor.wkwkwkw 😁😁

  5. kyril fadillah said:

    ternyata soo menjual ginjalnya utk menolong anak dari pembeli yg gagal ginjal dan ternyata anak itu sica
    lanjut lagi thor penasara apakah sica tau kalau dia mendapatkan ginjalnya dari soo dan apakah sunny benar2 bebas dari hyomin dan bagaimana reaksinya ketika mengetahui kalau soo menjual ginjalnya utk mendapatkan uang

  6. Wah akhirnya Jessie eonni muncul juga,kangen Jessie bareng sama GG hahaha :’) thor kalau Jessie yang nerima ginjal nya Sooyoung berarti pas jadian sama Sooyoung Jessie punya penyakit ginjal?

  7. tentu kita menikmatinya ^_^

  8. jung febryliu said:

    Saking cntanya sooyoung smpai jual gnjal sendiri… Dahsyat…

    Sica skit apaan tuh..

  9. Putri es sudah kembali. Pangeran soo, milih mana putri es atau putri cute?

  10. Beninsooyoungsters said:

    Yaelah badai pertama berlalu dateng badai kedua yaitu Sica unnie 😦
    Semoga SooSun bisa bersatu dan si Hyomin ataupun Jessica gak ganggu hubungan mereka amiiin 🙂
    FF lebih panjang dari perkiraan kagak napa thor gue suka kok FF ini *siapa yang nanya*

  11. Ceritany bguz…dtunggu lnjutnny

  12. Wadoohhh makin makin dah nih si author… ckckcck duh kesian sooyong wkwkwwk galaw dech

  13. Ada sicaaaaaa
    Jadi kangen 😦 hahaha
    Daebak bgt nih chinggu
    Ditunggu lagi unexpected moment selanjutnya
    😀

  14. Reader kwon said:

    Whh sica unnie muncul …
    Dan sooyoungpun shok .
    Lanjut

  15. Sooyoung segitu cintanya sampe rela ngejual satu ginjalnya, kurang apa coba itu pengorbanan nya. Sunny jaga sooyoug baik2 tuhh…
    Orang yg nerima donor ginjal soo apa sica??

  16. Lilis alawiyah said:

    Gimana nih, agak kawatir juga sama soo. Bkal pilih siapa yah.
    ???

  17. ih jahat bener ya hyomin, beneran relain sunny buat soo gak tuh, jangan2 cuma triknya dia aja lagi

  18. Minminnnnnnnnnnnnnnnnn
    Aku pemasarannnnnn
    Sica…..
    Hadehhhhh…
    Tbcnya bikin gregettt…

  19. Ternyata selama ini Jessie minta putus tuh krna Jessie sakit y.. cinta Segitiga ni.. seru seru thor.. lanjut

  20. Rachmalia said:

    Sooyoung cinta mati sama Sunny sampe” ngejual ginjalnya :v
    Penasaran sama Soo yang ketemu sama Sica :v

  21. hennyhilda said:

    Jgn blg klo sica ninggalin sooyoung krn dy skt n g ingin bqn soo sedih mkanya mutusin sooyoung yg trnyt dpt donor ginjal dr nya #plakk sotoyyy bgt u
    Wahhh mqn complicated nh thor hehehe 🙂
    Author jgn lm2 y update klanjutannya
    semangat author
    ganbatte 😉

  22. dirgaYul said:

    Gpp lbih pnjang kok.. Ikhlas bin ridho bacay. Wehh Sica ngol.. Bkal mlai konflik kh?? Aiihhh..

  23. heum mengharukan pengorbanan sooyoung bener” berjiwa gentleman bget tuk tolongi sunny
    oh yaa,,sica itu mantannya sooyoung kan thor,apa jangan” ginjal itu tuk sica dan dia ga tahu itu untuk mantan yg sangat di sayangi nya jg,sedih jg dgn soosic berpisah pasti karna suatu alasan yg rumit
    Kagum bener ku sm karyamu thor,ini nuansa nguras emosi jg

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: