~Thank you for your comments~

Heart’s Desire (Chapter 5)

A/N : Annyeong, maaf jadi jarang update. Karena banyak kesibukan bla bla bla
Thanks buat reader yang masih mau baca 🙂
Enjoy~

Sunny menatap langit malam.
“Tenang sekali… rasanya aku juga ingin segera tenang…”
Sunny melepas sepatunya. Lalu berjalan ke ujung bangunan. Entah kenapa dia sama sekali tidak memiliki rasa takut, meski maut sebentar lagi akan menjemputnya. Yang ada hanya rasa tenang.

Saat itu terdengar suara pintu membuka dengan keras lalu diikuti oleh derap sepatu yang berisik lalu kemudian seseorang menarik tangan Sunny sebelum dia sempat melompat ke bawah.
“Sunny ah! Apa yang kamu lakukan?!”
“Lepaskan!”
Melihat Sunny memberontak, orang itu semakin mengeratkan pegangan tangannya.
“Kamu mau bunuh diri?!”
Sunny menatap sengit seseorang yang tak diharapkannya.
“Kalau iya kan bukan urusanmu! Sunny sudah mati! Makanya setidaknya biarkan aku yang memerankannya ini juga mati!”
Sooyoung menjadi gemas, lalu menampar pipi Sunny dengan sengit.
Plak!
“Itu hanya dalam film! Seberat apapun masalah yang kamu hadapi, kamu tidak boleh bunuh diri! Itu namanya melarikan diri dari masalah!”
“Tahu apa kamu…”
“Aku memang tidak tahu banyak tentang kamu, tapi kalau kamu mati, aku akan sedih! Pikirkan perasaan orang-orang yang kamu tinggalkan!”
“Lepasin nggak.” Sunny menatap tajam Sooyoung.
“Nggak akan! Mana mungkin kubiarkan orang yang sudah menyelamatkan nyawaku mati!”
Sunny menghembuskan nafas dalam.
“Hemm… lagi-lagi aku diselamatkan oleh suara berisik…”
“Mwo?!”
“Iya, kenapa kaget? Sebelum ini aku juga pernah. Ketika aku bermaksud ingin mengakhiri hidupku di laut, ternyata ada seseorang yang kejebur ke laut gara-gara kecerobohannya sendiri. Dan akhirnya aku malah jadi menyia-nyiakan kesempatanku dan berusaha menyadarkan yeoja ceroboh itu.”
Sooyoung tertegun. “Waktu itu, kamu…”
“Yah, sepertinya bunuh diriku kali ini pun tertunda. Kalau begitu aku mau pulang saja.” Sunny memakai kembali sepatunya dan ingin melangkah pergi. Tapi Sooyoung masih tidak mau melepaskan tangannya.
“Ada apa lagi? Aku kan sudah tidak berniat bunuh diri lagi.”
“Kenapa kamu mau bunuh diri?”
“Kenapa kamu suka mencampuri urusan pribadi orang? Mau bunuh diri atau mau apa itu suka-suka aku kan?”
“Tentu saja aku nggak bisa tinggal diam! Mau bunuh diri itu masalah yang sangat serius Sunny!”
“Ini bukan masalah yang bisa kamu selesaikan.”
Sekali lagi Sunny bermaksud menepiskan tangan Sooyoung, tapi genggamannya malah semakin erat. Sampai mungkin bekas genggaman tangan Sooyoung sudah membekas merah di tangan Sunny.
Sooyoung memaksa Sunny menghadap ke arahnya. Satu tangannya meremas bahu Sunny.
“Apo! Apa mau kamu sih?!”
“Aku… cinta sama kamu Sunny. Aku sungguh-sungguh…”
“Eh?” mulut Sunny menganga. Matanya membuka lebar.
“Sekarang setelah tahu ada orang yang menyukaimu apa kamu masih tetap ingin bunuh diri?” tanya Sooyoung dengan mata berkaca-kaca, berharap Sunny mengubah pikirannya.
Lama Sunny membisu sebelum berkata. “Aku bukan yeoja yang pantas menerima cintamu.”
Sooyoung memeluk Sunny dengan hati-hati.
“Tidak apa-apa, biarkan aku mencintaimu. Bertepuk sebelah tangan pun aku tidak keberatan.”
Sunny menghela nafas. Tapi entah mengapa dia merasa nyaman dalam pelukan Sooyoung. Malah rasanya dia ingin berlama-lama berada dalam pelukannya.
“Biarkan aku menuangkan cintaku padamu, Sunny…”

**

Dan entah bagaimana Sunny pasrah saja menerima bujukan Sooyoung untuk menginap ke rumahnya.
“Silakan masuk, maaf agak berantakan.”
Sooyoung memperhatikan Sunny yang dari tadi terus membisu. Sepanjang perjalanan Sunny tidak berkata apa-apa. Bahkan dia juga belum berkomentar apa-apa setelah menginjakkan kaki ke dalam rumahnya.
Sooyoung membelai pipi Sunny dan menunduk hendak mencium bibirnya. Tapi Sunny memalingkan wajahnya. Membuat Sooyoung merasa terluka.
Tapi Sooyoung sudah bertekad malam ini tidak akan membiarkan Sunny sendirian saja. Dia ingin menuangkan rasa cinta yang dimilikinya supaya Sunny merasa ada seseorang yang menghargai dan mencintainya dan yang terpenting, membuat Sunny jadi mengurungkan niat bunuh dirinya di masa depan.
“Bolehkah aku menyentuhmu Sunny? Bukan demi film, tapi karena aku memang ingin menyentuhmu.”

**

Keesokan harinya.
“Bawa gadis itu kemari.”
“Apa?”
“Jangan pura-pura bodoh. Kamu tahu gadis yang kumaksud, Sooyoung, kemarin malam kamu menginap di rumahnya kan?”
Wajah Sunny memucat.
“Apa yang kalian lakukan semalam? Bercinta? Dimana dia menyentuh kamu semalam?”
Hyomin mematai Sunny dengan tajam. Mengangkat dagu Sunny dengan ujung jarinya, lalu mengelus lehernya.
“Semalam kami tidak melakukan apa-apa.”
“Jangan bohong. Atau kamu ingin kuhukum?”
“Semalam kami benar-benar tidak…!”
“Jangan banyak alasan. Telanjang. Sekarang!”

**

Di depan ruang unit gawat darurat.
Sooyoung menatap lantai-lantai di hadapannya dengan hati cemas. Kedua tangannya saling meremas dengan erat. Dia sudah berbuat sebisanya, kini yang bisa dia lakukan hanyalah memanjatkan doa dan menyerahkan sepenuhnya pada Yang di Atas.

……………………
……………………

Sooyoung baru saja pulang setelah menerima berita duka. Sorot matanya tak memancarkan cahaya. Dia berjalan dengan patah semangat.

“Appa… wae… setelah semua yang kulakukan demi menyelamatkan dirimu…”
Sooyoung mengelap air matanya yang kembali tumpah.
Operasi Appanya gagal. Dan setelah sejumlah pengorbanan yang dia keluarkan demi Appanya, tapi Tuhan berkehendak lain.

Lalu di saat begini, mendadak dia merasa ingin melihat wajah Sunny. Barangkali itu bisa sedikit menghibur. Sooyoung mengeluarkan ponselnya. Tapi dia baru ingat kalau dia tidak punya nomor Sunny. Dan dia bahkan tidak pernah menanyakannya.
Sooyoung menghela nafas dan memasukkan ponselnya kembali.
Lalu dia pun berjalan ke rumah Sunny.

Sooyoung hanya baru sekali pergi ke rumah Sunny waktu itu, untungnya dia masih ingat. Ketika mengingat apa yang mereka lakukan pada malam itu. Pipinya menjadi merah.
Lalu dia juga mengingat kejadian semalam.

Flash back

Saat Sooyoung hendak mengangkat bajunya, Sunny menghentikan tangannya.
“Jangan sentuh aku. Tubuhku sangat kotor…”
Setelah itu Sunny membelakangi tubuhnya. Pertanda dia tidak ingin melakukan macam-macam dengannya.
Dan Sooyoung tidak memaksa.

Semalaman Sooyoung tetap berjaga-jaga.
“Kenapa kamu tidak tidur? Kamu takut aku mencoba bunuh diri lagi? Jangan khawatir, aku ini tahu diri. Aku tidak akan mencoba bunuh diri di rumah orang dan membuat orang lain terlibat.”
Tapi menjelang pagi Sooyoung ketiduran, dan Sunny pergi saat itu.

End of flash back

Begitulah, dengan kata lain tidak terjadi apa-apa semalam.

Kini malam sudah tiba, dan batang hidungnya belum juga tampak. Sooyoung sudah lelah menunggu.
“Sunny ah, kemana kamu pergi?” gumam Sooyoung.
“Tunggu, dia tidak… mencoba bunuh diri lagi kan?”
Ketika kecemasan mulai bertumpuk di dadanya, Sunny tiba-tiba muncul. Dia terkejut menemukan Sooyoung berdiri di dekat pintu apartemennya.
“Kenapa kamu disini…”
“Sunny ah.”
Mata Sooyoung berkaca-kaca melihat sosok Sunny yang begitu dinantikannya. Sekaligus lega karena Sunny masih hidup.
“Sebaiknya kamu jangan berhubungan sama aku lagi.”
“Ke-kenapa?”
Sunny tidak menjawab dan mengeluarkan kunci apartemennya. Tapi Sooyoung sengaja berdiri menghalangi pintu apartemennya.
“Sunny ah, kamu habis darimana?”
“Masa aku mesti harus melapor semua kegiatanku ke kamu? Memangnya kamu orang tuaku?”
Mendengar kata orang tua membuat Sooyoung tak sanggup menahan air matanya.
Sunny membelalak kaget melihat air matanya, tapi dia memutuskan untuk menutup hatinya.
“Mi-minggir.”
Tapi Sooyoung sama sekali tidak bergerak seinchi pun.
“Begitu ya, kamu dingin sekali sampai-sampai kamu tidak menanyakan alasan kenapa aku menangis.”
“Apa aku harus mengetahuinya? Jangan berlagak jadi korban, yang menderita di dunia ini bukan cuma kamu…”
Dia memegang lengan Sooyoung, bermaksud menyingkirkannya. Tapi tubuhnya malah limbung dan dia terjatuh ke lantai begitu saja usai mengucapkan kalimat itu.
“Su-Sunny?!”
Sooyoung kaget bukan main karena Sunny tiba-tiba saja terjatuh ketika mencoba membuatnya menyingkir.
Sooyoung mengangkat bahu Sunny dan saat itu dia merasa agak panas.
“Eh?”
Cepat-cepat dia meraba kening Sunny.
“Panas sekali! Kamu demam!”
Sunny memejamkan matanya, tidak ada sepatah kata pun terucap dari bibirnya selain hembusan nafas lelah.
Terpaksa Sooyoung harus berinisiatif sendiri. Dia mengambil kunci apartemen Sunny lalu membukanya. Sooyoung menggendong Sunny dan masuk ke dalam dengan langkah terhuyung-huyung karena berat badan gadis itu di kedua lengannya.
Sooyoung membaringkan Sunny di ranjang kamarnya. Kemudian Sooyoung berjalan ke depan untuk mengunci pintu apartemen. Setelah itu, dia mencari-cari obat demam dan sebuah handuk kecil dan mengisi sebuah baskom dengan air. Tak lupa juga membawakan segelas air buat minum.

“Sunny, minum obat.”
Sunny berganti ke posisi setengah duduk.
Kelopak matanya setengah membuka dan dia membuka sedikit bibirnya ketika Sooyoung mendorong obatnya masuk ke bibirnya.
Sooyoung meminumkan Sunny air sambil setengah merangkul pundaknya. Lalu membaringkan Sunny kembali dengan hati-hati setelah obatnya tertelan.
Sooyoung membasahi handuk dengan air di baskom lalu memerasnya. Tangannya bergerak menyingkirkan rambut-rambut yang menghalangi sebelum meletakkan handuk lembab itu di kening Sunny.

Setelah itu dia sama sekali tidak membuat suara. Hanya duduk duduk diam memandangi wajah Sunny yang tertidur.
“Manis…”
Merawat Sunny yang sakit seperti ini membuat suasana hatinya membaik. Dan membuat Sooyoung sekali lagi jatuh cinta.
Kehadirannya membuat jantungnya berdebar-debar. Debaran yang membuatnya nyaman. Sooyoung menginginkannya. Sangat ingin memiliki Sunny.
Ketika melihat tubuh Sunny menggigil, dia juga merasa sangat ingin melindunginya.
Sooyoung menyelimuti tubuh Sunny dengan selimut 2 lapis.
Entah ini cuma sekedar cinta berselimut obsesi, tapi yang jelas di dunia ini, setelah dia telah kehilangan orang-orang yang berharga untuknya. Dia tidak ingin merasakan kehilangan lagi. Dan dia telah menemukan orang berharga yang lain, yaitu Sunny.

**

Ketika paginya dia terjaga. Hal pertana yang dia lakukan adalah mengecek suhu tubuh Sunny. Bahkan dia sampai melupakan perutnya sendiri yang kosong karena belum makan dari kemarin siang.
“Syukurlah, sepertinya suhu tubuhnya sudah normal.”
Sooyoung melihat bulir-bulir keringat membasahi pipi Sunny.
Sooyoung segera menyingkirkan dua selimut yang menutupi tubuh Sunny dengan hati-hati supaya Sunny tidak terbangun.
Ternyata Sunny banyak berkeringat sampai-sampai bajunya pun basah.
“Lebih baik kugantikan bajunya.”
Sooyoung membuka lemari pakaian Sunny dan mengambil piyama bersih.

Sooyoung naik ke atas ranjang dan mendadak pikiran kotor merasuki pikirannya. Dia segera menggeleng untuk cepar-cepat mengusir pikiran itu.
“Maaf ya.”
Sooyoung mulai membuka kancing baju Sunny dengan gugup, dan dia langsung kaget ketika melihat di tubuh Sunny ada banyak bekas. Kulitnya kemerahan, bekas ciuman, dan memar. Di bahu, dada yang tidak tertutupi bra, dan perut.
“A-apa ini…”
Sooyoung agak takut-takut ketika dia mau membuka bawahan Sunny. Tapi dia tetap harus mengetahuinya. Lalu Sooyoung menurunkan celana jeans Sunny. Dan dia menemukan bekas yang sama di paha Sunny. Hatinya syok.
“Siapa… yang melakukan ini pada Sunny…”
“Ngghh…”
Saat itu tepat Sunny bangun. Matanya mengerjap-erjap membuka. Ketika otaknya mulai dapat membaca situasi, dia kaget menemukan Sooyoung sedang memandangi tubuhnya yang setengah telanjang.
“!”
Refleks dia menutupi tubuhnya dengan kain bajunya dan satu tangannya menarik jeans yang setengah terlepas.
“Sunny… apa yang terjadi? Kamu… siapa yang melakukannya?”
Sunny menggigit bibirnya dan tidak menjawab.
“Ya Sunny… jawablah.”
“Kalau kukatakan kamu pasti akan pergi melabraknya kan? Makanya aku tidak bisa mengatakannya…” kata Sunny tanpa berani menatap wajah Sooyoung.
“Kamu disiksa sama dia?!”
“……………..”
“Sunny!”
“Bukan urusanmu. Karena masalah ini cukup di antara aku dan dia…”
“Kamu masih tidak mau mengatakan setelah apa yang dia perbuat sama kamu?!”
“……………..”
“Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri,” kata Sooyoung beranjak berdiri sambil berusaha menahan amarah.
“…Jangan…”
Di tangan Sooyoung terdapat ponsel Sunny. Dan Sunny baru menyadarinya.
“Jangan berurusan dengan orang seperti dirinya!”
Tepat setelah itu sebuah pesan masuk dan Sooyoung tanpa ijin membacanya.
“Apa ini…”

Dari Hyomin.

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Heart’s Desire (Chapter 5)" (22)

  1. beliveintaeyeon said:

    Akhirnya update juga 🙂 gak sia2 dah kebangun jam 3 pagi ngecek wp lu thor dan trnyata update 😀 😀
    Tapi kenapa kagak ada NC nya #plak #tetepbyunakut
    Tapi sebnnya siapa sih hyomin ini ? Siapa nya sunny gtu :/ gwe suka sih karakter sunny yg sangat lemah sini apa lagi lw sama hyomin Co Cuk lah pokoknya ???? Gwe suka sunbyung tapi kaya nya author nya SooSun nih sukanya :/

  2. Untung sooyoung keburu dateng dan bunuh dirinya gajadi. Sunny masih jutek aja sama sooyoung padahal dia juga suka sama sooyoung. Pasti semuanya gegara hyomin jadi sunny terpaksa buat jutek ke sooyoung
    Hyomin musnahin aja lah

  3. Reader kwon said:

    Cuma tiga kata
    Akhirnya lanjut juga ..

  4. Reader kwon said:

    Waduh pembukaan coment nih asik

  5. jung febryliu said:

    emang hyomin siapanya sunny sih, tega banget nyiksa sunny smpai segitunya..

  6. apa ini. kenapa dipotong pas itu hadududu
    kenapa cuman pesan? kenapa ga sekalian hyomin dateng biar greget :”D
    kalo nc sunny sama hyomin di skip aja emang, ngeri huahahahha. nexy eonni~~

  7. akhirnya update juga thor,
    hhahaha, berasa apa banget deh sooyoung pas sunny bilang bunuh dirinya gagal gara2 suara brisik, 😀
    hyomin itu siapa sbenernya? knapa demen bangt nyiksa sunny, dah labrak aja soo tuh hyominnya,

  8. Wahh udah gue tunggu2 nih lanjutannya. Ck update fast lah thor, jangan gantung para reader mu wkwk. Tanggung jawab lo thor,gara2 lo, gue jd sukabgt sama soosun wkwkwkwkwwk #efekpatahhatisamayulsic

  9. Akhirx nongol jg nhe ff,,,,
    kirain bakal ad ehm…ehmx,,
    Minny eonni capax bunny eonni shi????

  10. Beninsooyoungsters said:

    Waaaah berarti itu takdir! Setiap mau bunuh diri pasti ada Sooyoung yang siap mencegah (?) :3
    Iya Sooyoung labrak aja si Hyomin trus bunuh dia huahahaha *evil laugh*

  11. Nona maifate, buatlah hyomin terjatuh secara gak sengaja sehingga mati. Jadi soosun bebas… ya?

  12. ya ampun sunny kasian bgt sih, si hyomin apanya sunny sih kok takut bgt sih kayaknya

  13. hennyhilda said:

    Iseng2 bk wp km trnyt udh da klanjutan dr heart desire yesss hahahaha 🙂
    Hyomin parah bgt nyiksa sunny kygt n aq penasaran knp sunny bz knl hyomin??

  14. dirgaYul said:

    Ayoo ayoo Soo.!! Kita labrak Hyomin!! Aq d belakang ajaa yaaa.. Ap s Sunny prnh pnya hutang y sm Hyomin smp gtu bnget??

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: