~Thank you for your comments~

A/N : Gak terasa sudah 1 bulan sejak berita tentang Sica. Yah sebenarnya sih kecewa sama Sica setelah melihat dirinya selama 1 bulan ini, tapi apa boleh buat, life must go on.

Enjoy~

Sunny POV

Sooyoung baru saja memberitahukan pada kami semua mengenai drama barunya lewat grup chat. The Spring Days of My Life. Semua member mengucapkan selamat padanya. Tapi aku tidak. Karena aku tidak rela.
Drama baru… artinya akan ada adegan ciuman lagi kan?
Dadaku seperti diremas-remas. Rasanya menyakitkan.
Apalagi Sooyoung bersama dengan seorang oom-oom…

Third Person POV

Ketika Sooyoung dan Sunny hanya berduaan.
“Kamu tidak mengucapkan selamat padaku, Sunny?”
“……………..”
“Padahal aku sudah mendukung musikalmu di Instagram, lho.”
“……………..”
“Aku sangat senang dengan tawaran drama ini. Aku selalu ingin mengasah kemampuan beraktingku. Supaya nggak kalah dengan Yoona juga, haha.”
“Soo-Sooyoungie…”
“Hmm?”
Sunny berlari ke dalam pelukan Sooyoung lalu memeluknya sangat erat.
“Ah, ada apa ini tiba-tiba sentimental. Seseorang barusan menindasmu?”
“Iya…”
“Cup cup cup, jangan dipikirkan. Anggap saja anjing menggongong, ahaha aku malah jadi teringat sama anjing-anjingku.”
“Tapi aku tidak bisa tidak memikirkannya. Karena ini menyangkut dengan orang yang kusukai…”
“Orang yang kamu sukai? Siapa? Apa yang dia lakukan padamu?”
“…Sooyoung.”
“Ya?”
“Sooyoung…”
“Iya, jadi kenapa Sunny?”
Sunny meremas punggung Sooyoung dengan gemas.
“Harus kubilang berapa kali bodoh? Orang yang kusukai itu kamu!”
“Eh?”
Sunny memiringkan kepalanya lalu berjinjit dan mencium Sooyoung tepat di bibirnya. Berharap dengan begini perasaannya bisa lebih mudah tersampaikan. Selama ini Sunny selalu menahannya tapi akhirnya hari ini dia sudah tidak peduli lagi dan memutuskan untuk meluapkan semua perasaannya. Bahkan tindakannya saat ini tidak ada dalam skenarionya sama sekali.
Tubuh Sooyoung membeku selama bibir Sunny menempel di bibirnya. Pikirannya mendadak seperti kosong sesaat. Setelah dia mendapatkan kembali kesadarannya, dia memegang bahu Sunny dan menjauhkannya. Lalu menatap Sunny dengan tidak percaya.
“Sebentar, Su-Sunny… jadi kamu bilang kalau orang yang kamu sukai itu aku?!”
Tubuh Sunny gemetaran, bahkan Sooyoung bisa merasakannya hanya dengan memegang kedua bahunya saja. Ditatapnya mata Sunny yang berkaca-kaca.
“Seriusan ini…?”
Sooyoung menjadi tak tega. Tapi dia tetap harus mengatakannya.
“Maaf…”
Satu kata itu saja sudah cukup menuangkan garam ke luka Sunny.
“Aku juga menyukaimu Sunny, tapi kurasa rasa suka yang kumaksud berbeda dengan rasa suka yang kamu rasakan padaku…”
Dengan kata lain, kamu hanya menganggapku sebagai sistermu kan? batin Sunny.
Tangis Sunny bertambah deras.
Sampai-sampai Sooyoung tidak sanggup menatap ke dalam mata Sunny lagi. Mata yang indah itu sekarang menitikkan air mata karena penolakan dari kata-kata yang diucapkan oleh bibirnya sendiri.
“Kamu manis Sunny, daripada dengan aku… kamu pasti bisa menemukan lelaki yang balas mencintaimu…”
Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada mendengar orang yang kamu cintai berkata seperti ini. Saat itu, inilah yang Sunny rasakan.
Sunny melepaskan diri dari pegangan Sooyoung. Lalu berlari pergi. Tapi Sooyoung tidak mencegahnya. Dia hanya mematung disana dengan wajah tertunduk.

**

3 hari setelahnya.

Tiffany keluar kamar setelah memeriksa suhu tubuh Sunny.

Sunny POV

Aku melihat punggung Tiffany yang menghilang dibalik daun pintu. Dia sangat perhatian…

Lalu aku terbayang kembali oleh pengakuan cintaku 3 hari yang lalu. Kejadian saat itu selalu terulang kembali dalam benakku.
Kata-katanya yang menolakku. Juga ekspresi wajahnya.

Sooyoung… kemarin dia menonton musikal saat giliran kakaknya. Sementara dia tidak pernah menonton giliranku.

Sudah terlambat…
Sekarang hubungan kami pasti jadi canggung.

**

Tiffany menemukan Sooyoung sedang duduk di sofa di ruang tengah.
“Tumben.”
“Hai, aku datang karena kata Taeyeon, Sunny lagi sakit. Gimana kabarnya?”
“Tidak apa-apa, cuma demam ringan.”
“Ohh…”
“Yah, dia berlatih keras demi musikalnya. Saat tampil dia juga hujan-hujanan. Kemudian malamnya pun dia masih menjadi DJ. Nggak heran kalau Sunny jadi sakit, dia terlalu memaksakan diri, makanya jadi kelelahan.”
“Kamu sudah menonton musikal Sunny bersama dengan Taeyeon kan? Gimana?”
“Sangat bagus. Tidak sia-sia aku sudah menontonnya. Penampilan Sunny sangat luar biasa.”
“Kudengar dari Taeyeon kalau kamu sangat berisik waktu nonton sampai-sampai bikin malu.”
“Ahaha, habis waktu nonton berasa gemas saja. Makanya kamu juga nontonlah Sooyoung.”
“Eh, itu… yah, aku kan sudah menonton waktu giliran kakakku. Nanti bosan, ahaha, lagian aku sibuk dengan persiapan untuk drama baruku.” Sooyoung tertawa sedikit canggung.
“Tapi Sunny pasti mengharapkan kedatanganmu.”
Sooyoung melihat sesuatu tergeletak di atas meja dekat sofa.
“Apa itu?”
“Kartu foto Sunny dari musikal Singing in The Rain yang kudapat waktu aku pergi nonton bersama dengan Taeyeon.”
“Ohh,” kata Sooyoung sambil meraih foto itu untuk melihatnya sejenak.
Mendadak jantungnya sedikit berdebar.

image

Mataku yang salah atau Sunny memang secantik ini ya? Ah, atau ini semata-mata hanya efek dari editan dan make up?

“Sunny kelihatan cantik kan?”
“Iya…”
“Kukira kamu bakal bilang ‘masih lebih cantik aku’ ” kata Tiffany sambil menirukan gaya bicara Sooyoung.
“Ahaha.”
“Sejak Sunny berhenti mewarnai rambutnya menjadi macam-macam warna lagi Sunny jadi kelihatan lebih manis. Menurutmu mungkin Sunny lagi jatuh cinta?^^”
“Hemm.”
“Mungkinkah sama Kyuhyun oppa? Habis mereka latihan buat musikal bersama. Dan kelihatannya mereka cocok.”
“Mana mungkin.” Sooyoung menjawab acuh tak acuh sambil meletakkan kembali fotonya.

“Orang yang kusukai itu kamu!”
Sooyoung merasa sakit ketika ucapan Sunny beberapa hari yang lalu bergema kembali dalam hatinya. Kira-kira kenapa ya dirinya terus merasa seperti ini? Sooyoung terus bertanya-tanya dalam batin.

“Sunny bahkan juga tidak tertarik sama oppa yang berpasangan dengannya waktu dubbing di Rio 2 kan.”
“Ah, waktu sama Siwan oppa itu ya. Menurutku mereka berdua kelihatan manis waktu dipasangkan.”

DEG!

“Oh ya? Masa?”
Tiffany dapat menangkap sedikit nada-nada kejengkelan dari suara Sooyoung.
“Iya, daripada kamu, sama Woosung ahjussi.”
Sooyoung merong. “Yang ngatur pemeran utamanya juga bukan aku.”
“Sooyoungie…”
“Mwo?”
“Kamu rela kalau Sunny jadi milik orang lain?”

DEG

“Hah?”
“Karena, aku mungkin sedikit tidak rela… Lagian sepertinya Sunny sudah punya orang yang dicintainya. Jadi aku ingin Sunny bahagia bersama dengan orang yang dicintainya itu…”
“Terus kenapa bilang ke aku? Kalau nggak rela ya sana katakan saja ke Sunny.”
“Ahaha, kan cuma tanya pendapatmu. Lagian, kalau boleh jujur, sebenarnya aku nggak rela kamu sama Jung Kyungho.”
Sooyoung merong ke Tiffany. “Sama, aku juga nggak rela kamu sama namja Thailand itu. Menurutku dia terlalu cari perhatian. Nggak seperti namja chingunya Yoona.”
“Pfft, memangnya kamu tidak bisa mengatakan hal yang sama ke Jung Kyungho? Waktu itu siapa yang bilang tidak bisa memilih antara kamu dan Choi Yeo Jin?”
“Huh, kamu ingatkan lagi. Itu juga yang bikin aku sangat kesal padanya.”
“Lagian kamu akan bisa tenang.”
“Apanya?”
“Karena aku berencana akan putus dengan Nickhun oppa.”
“Hah? Seriusan?” Sooyoung mencondongkan badannya. Mendadak merasa tertarik.
“Iya, bukan dalam waktu dekat ini sih. Aku masih menunggu momen yang tepat. Mungkin 3 atau 4 bulan lagi dari sekarang. Supaya media tidak menganggap aku hanya sedang bermain-main.”
“Pasti akhirnya nggak jadi!”
Tiffany ikut merong. “Kali ini pasti jadi. Karena aku akhirnya sadar siapa yang benar-benar kubutuhkan sekarang. Seseorang yang selalu mendampingi dan menjagaku selama sepuluh tahun ini… dan aku tak bisa hidup tanpa dia.”
“Cieeee, siapa itu? Katamu selalu mendampingimu selama 10 tahun, pasti Taeyeon ya? Kalian memang selalu nempel-nempel kayak amplop sama perangko sampai aku bosan!”
“Bukan.”
“Lalu?”
“Yang benar Kim Taeyeon, bukan hanya Taeyeon.”
“Iya, iya. Hah, aku sudah nggak kaget lagi kalau kamu sama Taeyeon. Kalau kamu sama Sunny baru aku kaget, meskipun kalian sangat akrab belakangan ini. Tapi Tiffany, apa kamu yakin? Taeyeon kan seorang yeoja…”
Tiffany menggigit bibir bawahnya. “Aduh, kamu jangan membikin aku bimbang lagi dong! Kukira kamu akan mendukung!”
“Ya! Aku kan hanya bicara kenyataan!”
“Benar… bersama dengan Taeyeon aku selalu bingung dengan hubungan ini karena pengaruh-pengaruh dari luar. Tapi aku sangat yakin. Bahwa aku selalu merasa paling bahagia ketika bersama dengan Taeyeon. Dan ketika aku tidak sedang bersama dengannya, rasanya seperti ada sesuatu yang kurang dalam hatiku.”
“Cieee mengikuti dorongan hati cieeeee.”
“Tapi jangan tulis soal ini dalam novelmu.”
“Hah?”
“Itu kalau kamu masih ada niat untuk menulis novel SNSD setelah SNSD bubar.”
“Akan kutulis.”
“Sooyoung ah!”
Tiffany bermaksud mencekik Sooyoung. Lalu Sooyoung tertawa cekikikan.

Aduh, mereka berisik sekali sih diluar, pikir Sunny.

**

Tanggal 20 Juli.

Sunny melamun.
Masih belum bisa move on dari penolakan Sooyoung. Meski sudah 5 hari dan hampir menuju ke hari keenam.
Saat hendak naik ke mobil, karena tidak memperhatikan langkah Sunny setengah tersandung lalu menabrak pintu mobil.
“!”
Sehabis menabrak Sunny memegangi mata kirinya yang terbentur dan menahan sakit.

Setelah itu Sunny dilarikan ke rumah sakit. Disana dia diobati karena pembuluh kapiler di mata kirinya pecah. Dan setelahnya dia harus memakai penutup mata.

**

Sooyoung menyetel OST Sunny yang berjudul The Second Drawer.
Sekedar iseng saja.
Ketika suara Sunny yang merdu menyapa telinganya, mendadak hatinya terasa sakit.

Apa aku memang menyukai Sunny?
Sooyoung bertanya-tanya dalam batin sambil dia berbaring dan terus mendengarkan lagu Sunny sampai habis.
“Hahh… Sunny… Sunkyu… Lee Sunkyu.”
“Ah, lagi apa dia sekarang? Sudah tidur belum ya?”

Sooyoung mengetik sebuah pesan untuk dikirim ke Sunny.
Isinya hanya pesan singkat berupa “Lagi apa? Sudah tidur?”
Ketika dia hendak mengirimnya, mendadak dia malah berpikir dua kali.
Ah, tapi bagaimanapun juga dia tetap harus mengirimnya! Karena kalau tidak, hubungannya dengan Sunny akan terus berasa canggung. Yang paling parah malah bertambah buruk sampai tidak saling bicara lagi.
Jadi Sooyoung mengumpulkan keberanian untuk menekan tombol kirim.
Dan tepat setelah itu dia mendapat berita tentang Sunny dari Taeyeon.

**

Semua member datang karena khawatir. Tapi dokter sudah menjelaskan pada mereka kalau cedera Sunny tidak akan mengganggu aktifitasnya dan dia akan tetap bisa menjalani jadwalnya seperti biasa. Mereka semua menarik nafas lega dan langsung tenang.
Kemudian Sunny pun diantar pulang ke dorm bersama dengan Taeyeon, Tiffany, dan Sooyoung yang khawatir.

**

Setelah sampai di dorm. Sunny kemudian dipercayakan pada mereka bertiga oleh manajer. Walau begitu Sooyoung yang berinisiatif sendiri mengantar Sunny ke kamarnya. Bahkan membimbingnya sambil memegangi pundaknya.
Taeyeon ingin membantu, tapi dicegah oleh Tiffany.
“Wae Fany ah?”
Tiffany menggeleng. “Malam ini biarkan mereka berdua.”
“Memangnya mereka lagi ada masalah?” tanya Taeyeon polos.
“Iya, ada masalah yang harus diselesaikan di antara mereka.”

**

“Kata dokter aku tidak apa-apa, sungguh, mata kiriku masih bisa melihat,” kata Sunny.
“…………….” Sooyoung hanya terdiam dan menatap sedih ke wajah Sunny.
“Oh, penutup mata ini? Aku hanya memakai sementara saja, mungkin mataku tampak merah. Walau aku sendiri belum sempat melihatnya lewat cermin.”
“…………….”
“Terima kasih Sooyoungie, sekarang tenanglah, kamu bisa pulang sekarang.” Sunny tersenyum dan menyentuh lengan Sooyoung. Dalam hati merasa senang, karena Sooyoung masih memperhatikan dirinya.
“Ah, bukan berarti aku bermaksud mengusir. Kalau kamu mau menginap di dorm malam ini juga boleh. Aku akan senang, ah tunggu. Bukan berarti aku bermaksud modus. Aku cuma…”
Sunny jadi salah tingkah.
Sooyoung menangkup kedua pipi Sunny. Membuat Sunny merasa berdebar-debar karena ditatap Sooyoung dengan intens.
Sooyoung terus memandangi wajah Sunny seolah-olah khawatir gadis itu mendapat cedera lain di wajahnya. Dia memeriksa mata kanan Sunny. Yang saat ini sedang menatap balik Sooyoung dengan gugup. Lalu hidungnya, dan bibirnya…
Lalu ibu jarinya mengelus pipinya untuk memastikan tidak ada luka yang menggores pipi yang halus ini.
Juga Sooyoung ingin memastikan perasaannya sendiri.
“Sooyoung?”
“Lee Sunkyu, kenapa kamu selalu membuat orang khawatir…”
“Eh?”
“Mulai dari demam, lalu kakimu yang cedera, kembali demam gara-gara kecapekan, dan sekarang melukai matamu sendiri…”

Jadi Sooyoung bukannya tidak peduli melihatku memakai knee brace, dia hanya membatin selama ini. Pikir Sunny merasa terharu.

“Aish, jinjja… apa jadinya kalau kamu tidak diperhatikan…”
“Mianhae Sooyoung, aku tidak bermaksud ingin membuat siapa-siapa khawatir, aku hanya-”
Sunny mengedipkan mata tidak percaya. Dia tidak meneruskan kalimatnya karena bibirnya telah dibungkam oleh bibir Sooyoung.
Sooyoung menciumnya!
Cukup lama Sunny mematung diam, dengan kepala mendongak ke atas. Selama itu pula dia merasa berdebar-debar oleh sensasi bibir Sooyoung yang ia rindukan.

“Wa-wae…?” Sunny meminta penjelasan setelah Sooyoung melepaskan tautan bibir mereka.
“Jangan ditanyakan lagi, aku sendiri pun tidak mengerti…”
Lalu Sooyoung memeluk gadis yang masih memakai penutup mata itu. Dengan sangat erat seolah tidak rela kehilangan dirinya. Dia bahkan tidak berani membayangkan seperti apa penderitaan Sunny kalau sampai kehilangan separuh penglihatannya.
Dengan ragu-ragu, Sunny mengangkat tangannya ke punggung Sooyoung untuk balas memeluknya.
Lalu kata-kata Sooyoung selanjutnya membuat mata Sunny berair.
“Saranghaeyo, Sunny…”

Sunny POV

Benarkah ini? Aku bukan cuma sedang bermimpi kan? Ataukah aku yang salah mengartikan kalimatnya?

Aku ingin melepaskan diri dari pelukannya untuk memandang wajahnya, mencari kejelasan atas pertanyaanku. Tapi tidak bisa. Pelukannya sangat erat.

Sooyoung?

“Mianhae aku sudah menyakitimu waktu itu, Sunny… kalau sekarang aku mengatakan kalau aku memiliki perasaan yang sama seperti kamu, apa aku sudah terlambat?”
Suaranya terdengar sedikit bergetar, seperti penuh dengan emosi yang tak kumengerti.
“Sooyoungie… bukannya kamu… menyukai namjachingumu?”
Setelah kata-kataku barusan tubuhnya menjadi sedikit tegang.
“Aku tahu, tapi mungkin perasaanku padanya sudah berkurang, karena itu aku tidak mengerti. Aku sendiri tidak tahu apakah aku masih berhak mengatakan suka sama kamu padahal aku seperti ini. Tapi aku yakin aku memiliki perasaan yang sama terhadap kamu Sunny…”
Akhirnya Sooyoung melepaskan pelukannya. Dia menarik nafas.
“A-aku mencari-cari alasan menelpon kamu supaya aku bisa mendengar suaramu…”
“Apa?”
“Aku cari-cari alasan waktu minta dipijit, karena sebenarnya aku hanya ingin disentuh sama kamu.”
“Waktu ulang tahunku, aku memberikan potongan kue pertamaku ke kamu karena bagiku kamu yang paling spesial. Bukan karena kamu membuat editan tentang ulang tahunku di Instagram.”

Benarkah aku melakukan semua ini? Bahkan ada yang sudah tidak aku ingat.

“Aku kecewa waktu kamu tidak memilih aku mengenai pudding pisang. Aku kecewa waktu kamu bilang aku spesial tapi dalam hal iseng. Aku kesal waktu tahu kamu berciuman sama Kyuhyun oppa. Dan dadaku juga sakit melihat kamu yang cedera.”
Aku sangat terkejut mendengar semua pengakuan ini. Tapi wajahnya tidak tampak seperti sedang berbohong.
Benarkah itu yang dirasakan olehnya?
Dia menggigit bibir dan mengalihkan pandangannya. Tangannya meremas kain bajunya.
“Aish, apa yang kukatakan ini… Rasanya seperti membongkar aib…”
“Sooyoung…”
Aku menangkup kedua pipinya dan membuatnya memandang ke arahku kembali.
“Tidak apa-apa, tahukah kamu? Aku sangat senang mendengar pengakuanmu barusan. Akhirnya… aku bisa mengetahui perasaan Sooyoung yang sebenarnya^^”
Aku tersenyum tulus dari lubuk hatiku yang terdalam. Bersama dengan genangan air mata bahagia yang membanjiri mataku.
“Sunny…”
Perasaan bahagia ini tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata…
Dia tersenyum sambil meremas kedua tanganku yang menangkup pipinya.
Lalu kami sama-sama berpelukan sekali lagi.
“Sooyoung, maukah kamu membantu melepaskan penutup mataku? Aku ingin memandangmu dengan kedua mataku.”
Lalu Sooyoung memindahkan penutup mataku atas permintaanku.
Lalu aku menatap wajahnya, kali ini lebih jelas karena kedua mataku terbuka.
“Gimana?”
“Memang sedikit merah, tapi kamu masih bisa melihat kan?” tanya Sooyoung agak khawatir.
“Iya, aku bahkan bisa melihat matamu yang berkaca-kaca.”
“Ah berisik, ini cuma kemasukan debu kok.” Sooyoung tersenyum dan menghapus air matanya.
“Hehehe.”

**

Ini malam pertama kami tidur bersama setelah perasaan kami berdua tersampaikan.
Kami tidur berhadap-hadapan lagi seperti malam itu. Kali ini ruangan tidak sepenuhnya gelap gulita, karena Sooyoung menyalakan lampu tidur.
Katanya karena ingin melihat wajahku sesaat sebelum tidur.
Wajahku kembali merona karena Sooyoung menatapku dengan sangat lembut. Aku menunduk sebentar untuk menghindari tatapan matanya. Lalu dia tertawa melihat tingkahku.
“Ahaha, kenapa mesti malu-malu?”
“Sooyoung…”
“Ne?”
“Maukah kamu membelai-belai kepalaku lagi seperti waktu itu?”
“Hmm, nanti kamu tersinggung kalau kuanggap seperti anjingku.”
“Tidak, aku tidak akan tersinggung.”
“Baiklah kalau begitu.”
Tangan Sooyoung membelai-belai rambutku. Jadi yang bisa kulakukan sebagai balasannya adalah memberikan senyuman termanisku padanya.
“Kyeopta.”
Aku suka kalau dia memujiku seperti ini.
“Sooyoung, boleh aku meminta hal yang egois sedikit?”
“Ya?”
“Tapi tidak usah lakukan kalau kamu memang merasa tidak nyaman.”
“Jadi apa permintaanmu?”
Aku menghembuskan nafas.
“Sowoneul malhaebwa~”
Dia malah menyanyikan lagu Genie.
“Bisakah kamu putus dengan namja chingumu demi aku?”
DEG
“……………..”
“Tidak bisa ya? Baiklah.”
“Su-Sunny…”
“Tidak apa-apa, aku mengerti. Dia penting bagi kamu kan?”
Tiba-tiba dia menggenggam tanganku.
“Dia tidak lebih penting daripada kamu ataupun SNSD!”
Menyadari Sooyoung telah meninggikan suaranya, dia pun memelankannya. “Baiklah, aku akan memutuskannya…”
“Yang benar? Nanti kamu menyesal.”
“……………..”
“Aku ingin Sooyoung bahagia. Makanya tidak apa-apa. Dahulukan kebahagiaanmu.”
“Hmmph, klise.”
Sooyoung mencubit pipiku.
“Aduh, aduh!”
“Apanya yang nggak apa-apa? Bagaimana dengan kebahagiaanmu sendiri?” Dia menatapku tegas. “Tidak apa-apa kalau sekali kali mau egois. Ungkapkan semua yang mengganggu pikiranmu.”
“Ka-kalau begitu, aku mau Sooyoung jadi pacar…ku, boleh?”
“Begitu dong.” Sooyoung menghadiahi sebuah ciuman di dahiku.
“Baiklah, sekarang aku pacar Sunny. Aku akan putus dengan namja chinguku.”
“Rasanya kok aku seperti merusak kamu Sooyoung… kamu sudah cukup lama menjalin hubungan dengannya.”
“Hmm… sebenarnya bukan hanya karena kamu yang minta. Tapi memang dia sudah pernah membuat aku merasa sangat kecewa sama dia.”
“Tapi…”
“Kalau begitu daripada merasa bersalah, kamu mau ganti rugi?”
“Apa yang harus kulakukan?”
“Bayar dengan tubuhmu gimana?” kata Sooyoung sambil menyentuh bagian tengah dadaku dengan jari telunjuknya.
Aku sampai menahan nafas karena kukira Sooyoung serius. Tapi saat kulihat senyum jahil bermain di wajahnya, aku jadi gemas.
“Huuhhh bercanda terus saja!”
“Ahahahaha, nggak bisa diajak bercanda nih. Ya sudah, ayo kita tidur Sunkyu~”
“Um, boleh peluk?” tanyaku ragu-ragu.
Sooyoung memegang lenganku dan menyuruhku mendekat. Lalu aku menggeser tubuhku. Dan sekarang kepalaku tepat berada di bawah dagunya.
Tangannya memeluk punggungku.
Aku merasa nyaman. Tidur dalam pelukan orang kucintai. Ini yang selalu kudambakan tiap kali tidur seranjang dengannya.
“Selamat tidur, Sooyoung♡”
“Selamat tidur, Sunny♡”

☆~The End~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 10 – End)" (48)

  1. akhirnya huuhuuhuu happy ending :”)
    akhhh unyu unyu banget soosun :3
    taeny nya gak banyak , jadi ngebuat reader penasaran nh sama taeny ,,

  2. Beninsooyoungsters said:

    Kyaaak kyaaak kyaaaak diabetes kayaknya ini gue, ending nya sweet abis, tapi ada yang kurang greget kayaknya *ehem* *pasti ngertilah* 😀
    Wah akhirnyaaaaa HAPPY ENDING *tari perut*

  3. Nah gto dunk Soo.. kn lebih plong stlah mengungkapkan isi hati yg slama ini d pendam.. thor ff soosun ny dtggu lg y

  4. Hmmm,dah endong ya…pgi2 bka di sguhkn ff yg brkhr hepi,oya thor drpd munculin ff bru mending di tuntasin dulu tuh ff yg lma,ff yhq ska np lma amat ya slesainya:-(

  5. annyeong thor new reader.. Thor minta izin bca ff kmu yaa cz ak liat di list kmu bnyak bngt ffx.. Tp ak akn cnderung bca yg taeny focus aja.. KLo ada yg di pw boleh donk mnta pwx thor.?? Ak akn koment dstiap part yg ak bca.. Otte?

  6. Oh my oh my oh my, sweet bnget thorrr, jdi kngen jga liat moment soosun,
    Ga kerasa udh end lgi pdahal ane msih btah sma ff ni.
    Buat ff bru lgi ya thor yg lbih “cantik” hahhaha syahrini klia ah
    Yg jlas congret thor

  7. Huahhh,kerennn bgttt!!i love u thor!!

  8. jung febryliu said:

    Slamat yah ffnya happy ending..

    Buat yg lebih seru lagi Yah..

  9. jungjaerin said:

    cie ciee soosun happy ending :3
    soosun shipper ya thor ? sering update cast soosun akhir2 ni… kkeke >:o
    taeny nya dikit bgt. hehe

  10. Lilis alawiyah said:

    Huhuhu agak nyesek nyesek gimanaa gituh. #lebayKUMAT. Di tunggu karya barunya. Kalau bisa yang lama juga lanjut. Tapi lagi rindu ff yoonhyun/yoonyul maklum i’m yoonAddict.

  11. Aahh senang nya Sunny,pasti mata nya besok nya langsung sembuh kkk~ Thor boleh request ff yulsic sad romance? Aku kangen yulsic min:’) kangen banget moment mereka:’)

  12. Happy ending………,yeah…….
    Thor bikin soosun ma taeny lagi yha…….,di tunggu
    #cepetan

  13. Lilis alawiyah said:

    Gak bkalan bikin lgi ff yoonhyun/yoonyul? . Atau belum bisa bikin?.

    #GalauNihh.

  14. Udah ending aja ini ff dan berakhir Happy ending yeayyy akhirnya Sunny berani juga ngungkapin perasaannya walaupun sempet ditolak tapi akhirnya sooyoung menyadari perasaannya jugaa :3

    Ditunggu ff berikutnya :3

  15. udah end thor? kok cepet yakk 😀
    tp kerenn, akhirnya soosun jadian, uhh gemes ama soo yg gak peka2.
    sunny jujur malah canggung, tp syukurlah happy ending, fanny juga lebih milih taeng. 😀
    lnjutt ff lainnya thor, 😀
    kalo bisa buat lagii hehehe

  16. Emang sooyoung gak lari dari yadong ya 😀

  17. Anneyeong *bow 5derajat*

    Udah lama gak kebaca moment soosun dan taeny di sini. Horrreeew heeppppy ending for soosun dan taeny. Thank you for maifate god

  18. hmhhmhhm so sweet bingits aku kira berakhir dngan ,,,,,, hehehehe yadong
    tp gpp gini lebih manis

    btw lagunya sunny yang the second drawer itu ost drama the queen classroom ya emang lagunya menyentuh banget dlu wktu prtma denger lagunya rasanya pengen nangis suaranya sunny lembut banget heheheh

  19. hennyhilda said:

    Yeessss akhrnya soosun jdian >.<

  20. Rachmalia said:

    Uwaaahhhh ^^ Happy ending ternyata
    Gemes banget sama SooSun
    Thor, ff “Horror Party” nya nggak dilanjutin?

  21. aku udah comment ff ini belum sih? :”D kayaknya udah.. tapi ga ada :”D
    om-om. ajhussi, malang nasib mu sooyoung-ssi :”D eh, instagram sooyoung yang dukung sunny yang mana ya?
    eh tapi, kayaknya sunny lebih yadong deh dari sooyong.. dan kalo dipikir-pikir sunny lebih tomboy dari sooyoung. /kok jadi bahas ini/

  22. dirgaYul said:

    Legaaaaa.. akhiry SooSun brakhir bhgia..(wlw pn nyatay g huhuhuhuu). Eh TaeNy g slesai ituuu.. ad sequely g?? Hihihihii..

  23. duh bahaya kenapa jd ngebayangin beneran kejadian, mereka sweet bngt dan salut sama keteguhan hati sunny bunny..

  24. Kim/Choi said:

    Ulala, tinggalin jejak kotor ah 😀
    Hehehe 😀
    Aku udah baca semalam, tapi komen sekarang, nggak papa kan kakak Thor ? 😀

    SooSun lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Ih, kak author tau aja nih kalok aku lagi eleh eleh nya sama kedua uri unnie ini 😀
    Thor, karyamu memang hebat. Lanjutkan (y)
    SooSun, SooSun 😀

  25. MANIS BANGET ASWDSBDJWJXNJWJW!! 😭 Diabetes nih bayanginnya. Tapi… juga sedikit sedih waktu inget kalau Soo eonni udah punya calon pendamping 😭 Aduh, Author, kenapa bahasa yang dipakai Author tuh khas banget? Suka bacanyaaa… Aku sengaja sisain satu fanfic SooSun buat dibaca terakhir setelah baca semua yang pairingnya SooSun. Dan mungkin aku bakal kangen sama tulisan Author. Terutama tentang SooSun 😭 Aku harap Author punya sedikit waktu buat kembali nulis fanfic. Aku akan jadi orang terdepan yang akan tetap ngedukung Author soal perfanfiksian yang pairingnya SooSun :”3 Love you! ❤

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: