~Thank you for your comments~

Tok tok
Sunny mengetuk salah satu pintu kamar dorm yang saat ini sedang dihuni Sooyoung.
Terdengar sahutan lirih dari dalam. Sunny memegang gagang pintu, lalu membukanya.
Cklek.
Matanya mengintip sedikit dari celah sebelum berani membukanya lebih lebar.
Sunny melihat Sooyoung berganti posisi tidur dari berbaring ke samping menjadi terlentang. Sunny masuk ke dalam dan menutupnya pelan.
“Tumben kamu cepat tidur.”
“Hmm…”
“Aku mau curhat boleh?”
“Apa…” tanya Sooyoung tanpa membuka matanya.
Sunny terdiam agak lama. Dia merasa sedikit gelisah. Karena besok giliran dia dalam musikal. Ini topik yang agak susah dibawa untuknya. Jadi dia memilih sekedar melihat-lihat kamar Sooyoung sejenak tanpa ada sesuatu yang benar-benar ingin dilihatnya.
Tidak ada perubahan memang. Karena Sooyoung sudah jarang menginap disini, hanya sesekali saja.
Lalu Sunny duduk pelan-pelan di sisi ranjangnya. Memandang Sooyoung yang tidak bergerak selain dadanya yang turun naik.
“Sebenarnya besok di acara musikal, aku harus melakukan adegan berciuman… sama Kyuhyun oppa. Aku bingung karena ini pertama kalinya buat aku. Kamu kan sudah pernah melakukannya. Berciuman untuk akting. Menurutmu aku harus gimana?”
“………………”
“Sooyoung? Kamu sudah tidur ya?”
“zzzzzz…”
“Sepertinya sudah lelap sekali…”
Sunny melihat baju Sooyoung terangkat sampai kelihatan pusarnya.
“Ya ampun, nanti bisa masuk angin.”
Sunny menarik turun ujung bajunya yang tertekuk ke atas. Lalu menurunkannya ke bawah supaya perut Sooyoung tertutupi. Setelah itu sisi lembutnya menggerakkan Sunny untuk menyelimuti tubuh Sooyoung dengan selimut. Dengan sangat hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan suara supaya gadis jangkung itu tidak terbangun.
Sunny tersenyum.
“Yeppun da…”

Mungkinkah Sooyoung sudah pernah berciuman dengan namja bernama Jung Kyungho itu?
Pasti sudah kan, soalnya dia bisa dengan begitu mudahnya melakukan adegan ciuman dalam drama Dating Agency Cyrano.
Kalau begitu… tidak apa-apa kan kalau aku menyentuh bibirnya sedikit?

Sunny merendahkan tubuhnya. Terdengar derit bunyi ranjang ketika dia menahan sebagian berat tubuhnya dengan tangan di atas ranjang.
Ketika sudah sangat dekat, Sunny merasa ragu sejenak. Tapi dia memutuskan untuk memberanikan diri melakukannya.
Sunny harus menahan nafas sewaktu menempelkan bibirnya di bibir Sooyoung. Khawatir kalau dari hembusan nafas saja bisa membangunkan Sooyoung dari tidurnya. Sentuhannya juga sangat ringan seperti hinggapan kupu-kupu.
Sunny memejamkan mata untuk menikmati sensasi ciuman curi-curi itu. Dadanya begemuruh kencang. Karena terbawa oleh perasaan, Sunny jadi ingin melalukan lebih daripada sekedar menempel. Sunny mengulum bibir Sooyoung.
Beberapa detik setelah itu mata Sooyoung setengah terbuka. Saat itu Sunny sudah berhenti melakukannya dan sedang memandang ke mata Sooyoung.
“Ini adalah mimpi, jadi lanjutkan tidurnya ya,” katanya sambil tersenyum manis.
Mungkin Sooyoung masih belum sadar sepenuhnya jadi dia kembali memejamkan mata setelah mendengar omongan Sunny.
Sunny menunggu dengan posisi kaku selama satu menit. Tampaknya Sooyoung benar-benar sudah kembali ke alam mimpinya.
Setelah itu Sunny menyingkir darinya. Dan mundur menjauh dari ranjangnya dengan langkah mengendap-endap.

“Fuhh… barusan jantungku nyaris copot. Syukurlah kalau dia mengira cuma mimpi…”
Wajahnya memerah.
Sunny menutup bibirnya dengan tangan. Daripada merasa berdosa, Sunny lebih merasa tertelan oleh sensasi yang mendebarkan ini. Dia tidak akan pernah melupakan malam ini.

**

Keesokan harinya, menjelang malam.

Sunny POV

Jangan memikirkan Sooyoung. Jangan berpikir. Jangan berpikir. Ini cuma akting.
Tapi justru semakin berusaha aku ingin membunuh pikiran itu. Pikiran itu malah semakin menghantuiku.
Aku kembali terbayang oleh ciuman sepihakku dengan Sooyoung semalam.
Kyuhyun oppa memegang pipiku, kemudian menunduk dan memberiku ciuman yang lembut di bibir.
Aku bisa mendengar suara penonton bergemuruh.
Jantungku pun berdebar-debar. Karena ini pertama kalinya aku sungguh-sungguh berciuman dengan seorang namja, dalam akting.
Aku meremas kain baju di pinggangnya.
Selain debaran karena antisipasi, aku juga merasakan debaran yang terasa menyakitkan.

**

“Kenapa kamu tidak mencoba pacaran dengan Kyuhyun oppa saja sana?” tanya Tiffany. Aku tahu dari nadanya dia hanya sekedar iseng. Pasti dia juga mengatakan hal yang senada kepada Seohyun sebelumnya.
“Ah Fany ah, masa kamu benar-benar mengusulkan ide itu? Kyuhyun oppa kan dari grup Super Junior.”
“Tidak masalah kan.”
“Bagiku masalah.”
Lagipula mencoba pacaran dengan masih membawa cinta lama, apa itu tidak apa-apa?
“Jadi gimana rasanya ciuman tadi?”
“Mau tahu saja sih!”
“Haha boleh dong^^”
“Kalau kamu segitu penasarannya, kucium nih,” ancamku sambil memajukan bibirku.
“Haha jangan ah, kalau di pipi sih boleh.”

**

Sooyoung sedang ngemil donat ketika dia mendapat sebuah pesan masuk di kakao talknya. Dari grup chat khusus untuk 9 member SNSD.
“Hey girls, sudah liat adegan kiss Sunny di musikal?^^”
Lalu diikuti dengan emoticon yang menampakkan aegyo malu-malu dari Sunny.
Setelah membacanya, Sooyoung langsung berdiri dari tempat duduknya, sampai-sampai hampir menjatuhkan donatnya.
Ki-kiss?!
Kemudian balasan lain muncul.
“Sunny unnie manis sekali waktu sedang berciuman.” (Yoona)
“Hihihi.” (Jessica)
“Mwo?! Mwo?! Kok aku baru tahu?!” Teriak Sooyoung merasa gemas sendirian, tapi dia tidak mengetikkan kalimatnya.
“Harusnya sama si Byun itu saja, eh tapi nanti ada yang marah.” (Yuri)
“Siapa?” (Hyoyeon)
“Entahlah, siapa ya?” lalu ditambah emoticon ngenyir. (Yuri)
Tentu saja semua sudah tahu siapa yang dimaksud Yuri.
“Yuri ah, berhenti.” balas Tiffany tidak lama kemudian.
“Iya deh, maaf.” (Yuri)

“Ciuman… sama Kyuhyun oppa?”
Lalu Sooyoung mencari tahu lewat smartphonenya. Bahkan menonton videonya. Selesai menonton.
“Kenapa rasanya bikin kesal.”
Sooyoung mengunyah donatnya dengan gemas.
“Cuma gitu saja berisik. Biasa Fany ah.”
Sooyoung melanjutkan makan donatnya dengan tenang.
“Ciuman ya…”
Kalau Kakaknya, Soojin yang melakukannya mungkin Sooyoung akan menggodanya meski itu cuma sekedar akting.
“Heh, apa perlu kugoda Sunny juga ya?”
Saat Sooyoung memegang smartphonenya dengan kedua tangan dan hendak mengetikkan kata-kata iseng, mendadak sebuah ingatan muncul ke permukaan.
Bibirnya menyentuh sesuatu yang lembut dalam gelap. Kemudian ketika matanya terbuka, bayangan wajah Sunny berada sangat dekat di depan wajahnya.
Itu seperti…
Sooyoung menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
“Hmm, tapi mana mungkin kan Sunny berbuat begitu. Kalau dia mau mencium, dia pasti akan langsung melakukannya terang-terangan.”

**

Sunny membaca respon-respon member lain dalam grup chat tentang adegan ciumannya dan membalasnya sebisa mungkin. Dan mereka malah bercanda-canda. Tapi respon yang ditunggunya dari seseorang tidak muncul juga.
Apa dia tidak sedang online?
Saat itu salah seorang bicara mendahuluinya.
“Yah Sooyoung, muncul dong.” (Hyoyeon)
“Dia pasti lagi makan.” (Yuri)
“Aku lagi makan donat.” *icon donat* 🍩 (Sooyoung)
“Dasar shik shin.” (Jessica)
“Tuh kan benar kataku.” (Yuri)
“Haha, as expected of our Sooyoung.” (Tiffany)
“Nggak bagi-bagi sih, unnie šŸ˜¦ ” (Yoona)
“Curang, makan sendiri.” (Hyoyeon)
“Mana? Aku juga mau donat.” (Yuri)
“Jangan.” (Jessica)
“Benar, nanti berat badan Yuri unnie naik.” (Seohyun)
“Akkkhhhh, Hyunnie! Masa kamu juga melarang?!” (Yuri)
“Aku hanya bilang demi kebaikan unnie…” (Seohyun)
“Ahaha.” (Taeyeon)
Sooyoung cengengesan membaca reaksi mereka soal donat.
“Haha, kalau sempat datanglah menonton musikalku ya semuanya.” (Sunny)
“Aku ingin nonton.” (Taeyeon)
“Ah, aku juga!” (Tiffany)
“Ne, aku akan datang, Sunny unnie.” (Seohyun)

**

Tanggal 4 Juli.

Akhir-akhir ini Taeyeon tidak terlalu senang lagi chatting bersama dengan Baekhyun. Taeyeon merasa mereka lebih cocok berteman saja. Dan isi pembicaraan mereka pun juga lebih seperti percakapan di antara teman. Walau dia masih tetap membalas pesan darinya karena rasa sopan. Ah, atau karena dia memang susah mencuekin seseorang? Seburuk-buruknya hubungannya dengan Jessica pun, dia masih memperhatikannya, meski tanpa banyak bicara.
Cuma kalau tiap kali mengingat Tiffany yang masih berhubungan dengan namja yang suka mengumbar hubungannya itu, hatinya kembali disesaki oleh rasa cemburu. Taeyeon lebih suka memendamnya dibanding menyeret-nyeretnya ke permukaan.
Sesungguhnya rumit, karena dia sendiri pun bingung terhadap semua ini. Itu juga salah satu alasan kenapa dia lebih mengontrol kelakuannya belakangan ini.
Dia tidak bisa memutuskan hubungan begitu saja dengan namja itu dan dia jelas lebih menikmati meluangkan waktunya bersama dengan Tiffany. Apalagi ketika di dorm mereka selalu melakukan apa saja berdua. Dia tidak mau terlalu memikirkan lagi berbagai macam label yang melabeli hubungannya dengan Tiffany. Bersama dengan Tiffany saja sudah cukup. Itu yang Taeyeon rasakan.

“Taeyeon ah, mau pergi nonton musikal Sunny sekarang?”
“Eh? Memangnya hari ini ya?”
“Kamu nggak perhatian ya. Sejak kamu bilang mau nonton musikal Sunny waktu itu aku sudah langsung mencari tahu jadwalnya. Lalu memesan tiketnya. Tinggal bilang manajer unnie kalau kita mau berangkat.”
“Oke, tunggu aku ganti baju dulu.”
Tiffany merasa senang. Selain karena dia ingin melihat penampilan Sunny di atas panggung, namja bernama Baekhyun itu juga tidak ikut tampil hari ini!
Dia sudah lama mengidamkan kencan berdua seperti ini. Jarang-jarang mereka bisa pergi berdua. Dan musikal Sunny bisa menjadi alasan yang sangat bagus untuk kencan ini.
Apalagi belakangan ini Taeyeon tampak depresi dengan pikirannya sendiri, jadi ini kesempatan yang bagus untuk keluar dan mencari udara segar.

**

Tanggal 10 Juli.

Gimpo Airport.
Keduanya memakai kacamata hitam untuk menutupi wajah mereka yang menampakkan kelelahan. Hari ini pun Sunny masih memakai knee bracenya yang sedikit tertutupi oleh baju yang terikat di pinggangnya. Masalah bagasi akan diurus manajer, walau barang bawaan mereka tidak banyak.
“Sudah berapa kali hanya kita berdua saja yang bolak balik? Membosankan.”
“Harusnya aku yang bilang begitu,” gerutu Sunny sambil berjalan beberapa langkah lebih cepat di depan Sooyoung. Setengah kesal karena Sooyoung akan sesekali merengek di hadapannya.
“Sunny ah, aku capek… lapaaarrrrrrr…”
Nah mulai lagi dia.
Tentu saja tidak berarti Sooyoung akan sembarangan merengek. Hanya saja di depan member-membernya dia merasa agak bebas merengek.

Keduanya harus mengantri proses imigrasi.
Sunny melambai pada beberapa sone yang mengambil foto mereka.
Sampai dia merasakan ada sesuatu yang sedikit menekan belakang kepalanya. Dia tahu itu Sooyoung. Karena hanya Sooyoung yang berdiri tepat di belakangnya selama mengantri. Saat Sunny harus melangkah maju pun Sooyoung tetap melakukannya. Kali ini menyandarkan kepalanya sebagai ganti dagunya barusan.

image

Hmmph, dasar, memangnya kepalaku tempat bertumpu ataupun tempat untuk menyandarkan kepalanya? pikir Sunny sambil memajukan bibirnya.
Ya sudah, karena tampaknya Sooyoung juga capek. Biarlah dia bersandar padaku, karena aku adalah pil energi SNSD. Pikir Sunny.

ā˜†~To Be Continued~ā˜†

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 9)" (26)

  1. First kah? Tumben bnget gue yg prtma,partx taeny bnyakin dkit lgi wlwpun ni ff tuk soosun,hehe kalo bsa sih,mklum gue ska bnget ma tu mahkluk..

  2. Hehe yaya g papa,cm sdkit ngarep ja,lgian wpmu dh bxk ff taeny,
    yah tp mentang2 drimu ska soosun,mlah apdetnya soosun trus ahir2 ne:-(,
    bnyak bnget ff msh blom slese.palagi horor party,aish udh brp bln tuh di anggurin?

    • Boleh dong kalau memang suka šŸ˜›
      Lagian memang aku jg dah banyak bikin pairing lain, dan dr awal aku gak bilang hanya khusus bikin pairing tertentu

      Sbnarnya malah pingin bikin SeoSica tp blm ada idenya

  3. Iih kpn peka ny ni Soo.. Sunny sabar y pasti akan indah pd waktu ny ko.. seneng bgt w baca ff ini ntah knp..

  4. Rachmalia said:

    Annyeong~ aku new reader disini *bow* Akhirnya aku nemuin blog ff yang isinya soosun =D

  5. Kurang thor.. Kurang panjangggggg hahhaa, msih blom nyajdar jga ya soo ihh gemes ane.
    Postnya jngan lma” ya thor hihi

  6. Kirain yg Sunny nyium sooyoung diem2 itu soo bakalan tau gegara pura2 tidur eh ternyata tidur beneran-_-
    Taeny nya cuma jadi iklan disini tapi udah cukup lah yg penting ada moment :3
    Foto soosun yg terakhir itu lucu banget parah :3 segitu pendeknya kah Sunny sampe dagu nya sooyoung pun nyampe ke kepala Sunny.-.

    • Wkwkwk habis kalau gak tidur beneran bisa berabe kan XD

      Yah memang TaeNy hanya pairing sampingan, kebetulan pas TaeNy pergi nonton musikal Sunny pula

      Iya^^
      Kalau yg kutahu sih bedanya mereka kurang lebih 12 cm. Tp kalau Soo angkat kepalanya sih bisa aja

  7. jung febryliu said:

    kirain soo bkalan bngun eh trnya enggak yahh..

    sunny kpendekan sihh jdi bsa jdi tumpuan dagunya si sooyoung yng tnggi banget…

    Lanjut…

  8. uuuuu sweet nya >,<
    unyu unyu pula gmbar nya kyaaaaaah
    ampun ada taeny pula *fainted*

  9. Beninsooyoungsters said:

    Woaaaah Sunny unnie berani cium Soo unnie omonaaaa šŸ˜®
    Tuhkan sebenernya hati lu tuh cuma buat Sunny unnie doang, Soo unnie, peka kek gemes ih ngeliatnya

  10. uuhhb soo kau kapan pekanya? kasian yak orang mau curhat malah di tinggal tidur xixixi, hukumannya di cium dehh *hukuman yg menguntungkan* šŸ˜€
    soo makan donat sendirian ajahh, kagak bagi2 šŸ˜€
    haha saking betenya karna laper soo jadi begitu yakk, kepala sunny jd sandaran, šŸ˜€
    lanjut lagi thorr šŸ˜€

  11. kwon dee said:

    picnya kyeeoptaaa…..
    ahaha akhirnya sunny bisa ngerasain bibirnya sooyoung walau hnya ciuman sepihakk…

  12. Seru…..Seru…..,tapi ko’ chap pendek banget kayak sunny unni…,
    Lanjuttttttttt……

  13. jd sooyoung muncul di grup chat cuma bilang lg makan donat? ckck sooyoung nyebelin.

  14. Soooo sweeetttt!!!soosunnya bqlanyqkkk!!!lanjut thor!!

  15. Lilis alawiyah said:

    Anyyeong.

    Cerita agak ngegemesin, apa lagi sama soo unnie . Dan ceritanya udah pasti bgus.

  16. halo, w balik lagi hehehe….
    udah ketinggalan jauh aja nih
    itu fotonya lucu banget sih, soo mentang lebih tinggi dari sunny, main nyender aja X’D

  17. dirgaYul said:

    Kyyaaa bbir muncung Sunny lucuu iihh.. Kpan sih s Sunny nyatain prasaanya?? G sabaran iihh..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: