~Thank you for your comments~

“Tapi bagiku Sooyoung adalah yang paling spesial…”
“Eh?”
Sooyoung tercengang mendengar perkataan Sunny. Mendadak debaran aneh itu kembali singgah sesaat di dadanya.
Sunny mendekatkan wajahnya. Sesaat mata Sooyoung hanya bisa fokus pada bibir Sunny yang setengah membuka. Sampai tekstur garis-garis di bibirnya terlihat jelas.Jarak wajah mereka sangat dekat, seolah Sunny mau menempelkan wajahnya ke pipi Sooyoung.
“Paling spesial dalam hal iseng.” ucap Sunny di dekat telinganya.
Sooyoung berkedip.
Sunny menarik diri dan tersenyum.
“Ish, padahal tadinya kukira serius,” gerutu Sooyoung.
“Wae? Kamu sempat berharap? Jangan harap.” Sunny merong.
“Huuuhhhh.”
“Ehehe, selamat tidur~♡”
Kemudian Sunny menghilang ke kamarnya, masih membawa semangkok pudding pisang di tangannya.
Di dalam kamar, senyum Sunny perlahan memudar, berganti oleh kesedihan.

Sunny POV

Aku benar-benar payah. Sempat terlintas dalam kepalaku kalau tadi adalah saat yang tepat untuk mengatakannya. Aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Tapi ketika kata-kata itu sudah berada di ujung lidahku, aku tak sanggup mengeluarkannya dan malah jadi bergurau.

Aku memakan pudding pisang yang masih tersisa dalam mangkok.
“Manis…”
Rasanya benar-benar sangat kontras dengan perasaanku sekarang.
Haruskah aku keluar dan mengatakannya sekarang?

Tidak tahan lagi tersiksa dengan perasaan ini. Aku pergi keluar kamar dan segera menyatakan cintaku pada Sooyoung. Aku tidak sanggup menahan air mataku. Aku menangis. Lalu Sooyoung menyeka air mataku dengan jari-jarinya yang lentik, dan kemudian memeluk tubuhku sambil berusaha menghiburku.
Aku ditolak…
Tapi tentu saja semua itu hanya skenario yang terjadi di dalam otakku.
Aku memakan sesuap lagi, kali ini sengaja berlama-lama membiarkannya dalam mulut. Sampai rasa manisnya meresap dan tertanam dalam pikiranku.
Seandainya… cintaku pun ikut semanis dan selembut pudding ini…

**

“Sekarang Sunny FM date.”
Aku mengungkapkan kekhawatiranku soal Sooyoung akan masih mau mendengarkanku atau tidak di FM date. Dan aku hanya bisa minta maaf padanya secara publik dan berjanji bahwa lain kali aku akan mengabulkan keinginannya.
Walau terkadang aku ingin melakukan tarik ulur dengannya. Tapi perasaan ini sering membuatku lemah.

Saat itu bukan hanya Sunny, tapi ternyata Taeyeon juga punya pikiran yang tepat sama.

Kalau suatu saat aku benar-benar harus merelakanmu dengannya, apa aku bisa?

**

Sunny berlatih tap dance untuk musikal Singing in The Rain.
Sebenarnya belakangan ini Sunny memang sengaja memilih menenggelamkan diri ke dalam aktivitas yang padat. Sampai-sampai dia jarang pulang ke dorm.
Fisik dan pikirannya lelah. Supaya dengan begini sakit hatinya bisa teralihkan. Berada di dekat Sooyoung terasa agak menyakitkan, karena Sooyoung tidak pernah sadar akan perasaannya. Mungkin memang Sunny yang kurang memberi hint, tapi dia tidak berani terlalu obvious.

“Sunny, kamu sudah berlatih terlalu keras, istirahatlah,” kata pelatih yang mengajari Sunny untuk aktingnya di musikal.
“Tidak apa-apa, aku masih bisa.”
“Tapi nanti kamu kelelahan.”
“Tidak apa-apa, justru dengan begitu malamnya aku bisa tertidur nyenyak.”
“Apa kamu tidak bisa tidur?”
“Sedikit.”

Kalau malam hari saat tidak kelelahan, Sunny selalu bermimpi. Dan belakangan ini Sooyoung malah sering mampir dalam mimpinya. Mimpinya tentang Sooyoung baru-baru ini malah membuat Sunny terbangun dengan kondisi celana dalamnya sedikit basah. Karena dia mimpi berhubungan intim dengan Sooyoung.
Paras Sunny kembali merona. Belaian tangan Sooyoung hampir terasa seperti nyata meskipun cuma mimpi. Dan ingatannya malah sangat kuat saat bagian Sooyoung mencumbunya padahal umumnya kebanyakan manusia langsung melupakan sebagian besar mimpinya sesaat setelah bangun.
Sunny menggeleng-geleng kuat. Berusaha menyingkirkan pikiran kotor itu dari benaknya dan berlatih tap dance lebih keras lagi. Sampai akhirnya kakinya malah keselo
“Akhhh…”

Akhirnya pelatih memberi kakinya pijatan untuk pertolongan.
“Gwenchana?”
“Iya, maaf merepotkan.”
“Makanya hari ini sudahi saja.”
“Iya, harusnya aku mendengarkan kata-kata unnie.”
“Lebih baik kamu pakai knee brace. Kamu memang tidak bisa bolos latihan karena waktunya semakin dekat. Tapi setidaknya ini bisa mengurangi beban untuk kakimu.”

**

Akhirnya pun Sunny memakai knee brace di bandara.
“Sunny, kakimu kenapa?” tanya Tiffany sedikit khawatir.
“Ah, gwenchana, cuma sedikit keseleo.”
“Tapi sudah kuperhatikan selama beberapa hari ini kamu memakainya. Bahkan di bandara.”
“Aku sudah mendapat pijatan pengobatan, jadi tidak apa-apa.”
“Jangan terlalu memaksakan dirimu Sunny. Belakangan ini kamu jarang pulang ke dorm, rasanya jadi agak sepi…”
“Haha, baiklah aku akan usahakan lebih sering menginap di dorm.”

Sunny POV

Hanya keseleo seperti ini sama sekali bukan masalah besar. Tapi yang membuatku lebih sakit malah Sooyoung…
Member-member yang lain peduli sementara dia tidak. Dia lebih sibuk berhubungan dengan pacarnya lewat ponsel yang entah sudah sampai sejauh apa hubungan mereka.
Bodohnya aku sempat berharap Sooyoung menyukaiku hanya karena dia ‘sedikit’ memperlakukanku lebih spesial.

Aku menggandeng tangan Tiffany, berharap ini bisa sedikit mengurangi rasa kesepianku.

Third Person POV

Sementara 2Ny sedang bergandengan, di belakangnya ada seseorang yang tampaknya sedikit terganggu oleh kedua tangan yang bergandengan itu.

Taeyeon memang sangat mengerti kalau Sunny menyukai skinship. Taeyeon bukan marah sama Sunny, hanya sedikit iri. Mereka bisa dengan bebas melakukan skinship di tempat umum. Sementara kalau dirinya yang melakukan itu dengan Tiffany, banyak yang menghebohkan.
Tapi Taeyeon tidak terbiasa melakukan skinship dengan member lain. Dia hanya terbiasa dengan Tiffany.

**

Beberapa hari kemudian.

Sunny POV

Aku mengusap sabun ke seluruh tubuhku dan mencuci rambutku dengan sampo. Aku mendengar bunyi notifikasi dari smartphoneku yang kuletakkan di dekat tumpukan baju saat sedang sikat gigi. Aku tidak ambil pusing. Karena yang kuinginkan saat ini adalah mandi air hangat.
Kubiarkan tubuhku tetap berdiri di bawah siraman shower selama beberapa menit. Air hangat membantu mengangkat sebagian rasa letih yang bersemayam di tubuhku.

Hari ini aku stay di dorm. Khusus kali ini Taeyeon dan Tiffany tidak ada di dorm, karena mereka sudah lebih dulu terbang ke Jepang bersama dengan member lain.

Setelah sekitar 7 menit berdiam diri tanpa melakukan apa-apa, aku mematikan shower.
Ah lupa bawa handuk. Ah benar juga, tadi datang-datang, aku langsung melepas baju dan masuk kamar mandi tanpa mengambil baju ganti ataupun handuk. biarlah, lagipula nggak ada siapa-siapa di rumah juga.
Lalu aku melangkah keluar kamar mandi. Bermaksud ingin mengambil handuk.
Mataku membulat melihat sosoknya.
“Yo, tubuhmu seksi sekali Soonkyu.”
“Kyaaaaaa!”
Aku cepat-cepat menutupi sebagian tubuhku dengan kedua tangan.
“Ke-kenapa kamu bisa ada disini?!”
“Aku kan sudah mengirim pesan kalau aku akan datang kemari lewat Kakao Talk, walau agak telat ngirimnya, hehe.”
Cepat-cepat aku berlari menuju kamarku untuk mengambil handuk. Aku mendengar tawanya mengikuti di belakang punggungku.
“Yah! Jangan masuk!” Teriakku saat melihat dia bersandar dengan tangannya di ambang pintu dan terus cengengesan melihat sosokku yang naked sedang berjongkok di depan lemari pakaian untuk mengambil handuk.
“Iya deh.” Dia membalikkan badan dan menutup pintunya.
Cepat-cepat aku mengeringkan tubuhku dan mengambil pakaian dalam dan piyamaku yang nyaman.

**

Setelah berpakaian aku keluar dari kamar dan melihatnya sedang duduk santai di sofa ruang tengah sambil menekan-nekan tombol smartphone.
Smartphoneku!
“Aduh, dimana aku menaruh smartphoneku?!”
“Hah? Masa lupa naruh dimana? Pikun.”
“Ya! Enak saja mengatai orang pikun! Mending bantu cari!”
“Iya deh, aku bantu lewat telpon kamu. Mungkin saja kamu meninggalkannya di dekat kamar mandi kan?”
“Benar juga.”
Tepat saat aku berada di depan tumpukan pakaian, smartphoneku berbunyi oleh panggilan dari Sooyoung.
“Ah benar ada.”
“Tuh kan.”
Aku langsung mengamankannya. Setelah itu Sooyoung menghentikan panggilannya. Aku menghilangkan tanda notifikasi missed call darinya di ujung layar kiri atas.
“Jadi kembali ke topik tadi, kenapa kamu bisa ada disini?”
“Kupikir karena besok pagi kita naik pesawat yang sama jadi biar kita bisa berangkat bareng, makanya malam ini aku menginap disini.”
Deg!
“Kita tidur bersama ya? Soalnya sepi kalau pisah-pisah kamar.”
DEG!
Mendengar kata tidur bersama, mendadak aku terbayang kembali oleh mimpi seksualku. Ingatan akan mimpi itu masih sangat terbekas dalam pikiranku. Mungkin karena sangat berkesan. Tubuhku bereaksi dan jantungku bekerja lebih cepat membayangkan Sooyoung mendekapku di atas ranjang. Kemudian bibirnya yang lembut dan jari-jarinya yang lentik menelusuri sekujur tubuhku…
DEG DEG DEG
Hanya terbayang saja membuat nafasku sesak.

Third Person POV

“Ya Sunny?”
“A-ANDWAEEE!!!”
“Lho kok?” Sooyoung tampak kebingungan. Sedikit terkejut melihat reaksi Sunny yang dirasanya terlalu berlebihan.
“Andwae! Andwae! Andwae! Pokoknya malam ini aku mau tidur sendirian!”
“Yahhh, kok jahat gitu sih… Kok kamu juga mau sih sendirian saja, padahal kan sepi.” Sooyoung cemberut. “Nanti jadi tidak ada artinya aku datang kesini dong.” Tapi sedetik kemudian bibirnya yang cemberut berubah menjadi senyum jahil. “Atau jangan-jangan kamu lagi mau ‘itu’ ya?”
“I-itu?” Tanya Sunny tergagap.
“Iya, ‘itu’ masturbasi sebelum tidur maksudku.” Sooyoung tertawa jenaka.
“MWO??!!”
“Iya kan? Makanya kamu nggak bolehin aku tidur sekamar, soalnya kamu lagi ‘kepengen’ ”
Wajah Sunny merona merah.
“Hah? Wajah kamu jadi merah, jangan-jangan benar ya? Yah, tenang saja. Aku nggak akan bilang siapa-siapa. Masturbasi itu kan normal, nggak usah merasa malu.”
“Enak saja! Aku bukan mau masturbasi! Okelah! Kita tidur sekamar!”
“Ahaha, kamu gampang sekali terbawa omongan. Aku kan cuma bercanda, Sunny. Kalau memang kamu kepengen masturbasi, aku akan memberimu privasi.”
“Tuh kan! Kamu pikir aku mau mastur lagi! Otak yadong!”
“Ish, otakku nggak yadong.”
Sunny menarik Sooyoung dan mendorong-dorongnya supaya masuk kamar.
“Ya sudah cepat sini kamu ikut tidur di kamarku dan buktikan kalau aku nggak berniat mastur seperti kata-katamu!”
“Ahaha, jangan tersinggung hanya gara-gara kubilang mau mastur dong. Uwaaa!”
“Sooyoung!”
Sunny menangkap tubuh Sooyoung dari belakang.
“Fuh nyaris saja. Lantainya basah ternyata. Ini gara-gara tadi kamu lari-lari telanjang ke dalam kamar sih.”
Wajah Sunny kembali merona lagi.
“Iya deh, maaf.”

**

Lampu dimatikan.
Sunny berjalan kembali menuju ranjang dengan jantung berdebar-debar. Kali ini lain, karena dia benar-benar hanya berduaan dengan Sooyoung malam ini. Tidak ada satu jiwa pun selain mereka di dalam kamar ini. Bahkan Ginger dan Prince pun tidak ada di dorm (karena dititipkan ke Bora sama Tiffany)
Sunny naik ke atas ranjang yang sudah Sooyoung tempatin setengah bagiannya.
“Kayaknya kamu enak dijadiin guling ya Sunny.”
“Heh?”
“Soalnya ukuran tubuhmu enak dipeluk, hehe.”
Sunny berusaha untuk tidak berpikir macam-macam dan menganggap Sooyoung hanya sedang bercanda.
“Berisik, aku mau tidur.”
Sunny membalikkan punggungnya. Soalnya meski kamarnya gelap tapi Sunny merasa malu berhadapan muka dengan Sooyoung.
“…………….”
“……..sunnnyyyyy…..” panggil Sooyoung selirih mungkin.
Sunny berusaha tidak menghiraukannya.
“……..sunnnnnyyyyyyyy…..”
“…………….” Masih tidak ada reaksi.
“Gempa bumi………..” Sooyoung sengaja mengguncang-guncang tubuhnya supaya ranjangnya sedikit bergoyang.
“Beri-sik!” Sunny mengambil bantal miliknya dan menyorongkannya ke muka Sooyoung.
Pok!
“Uffh!” Sooyoung menyingkirkan bantalnya lalu tersenyum kekanakan. “Bukan aku tapi hantu. Terus tadi gempa bumi beneran.”
Sunny menyambar kembali bantalnya dari depan Sooyoung dan meletakkannya di bawah kepalanya dengan gemas. Sekarang terpaksa dia jadi harus tidur berhadapan dengan Sooyoung.
“Ish, nggak ada orang dewasa yang iseng seperti kamu.”
“Berarti aku spesial kan? Hehehe.”
“Kalau kamu iseng lagi lebih baik keluar dari sini.”
“Supaya kamu bisa mastur?”
“Mastur saja terus. Kalau kamu segitu inginnya, kenapa nggak kamu yang mastur saja sana?”
“Kemarin aku sudah mastur.”
Sunny jadi terdiam.
“Bercanda.”
Sunny sudah sedikit menduga jawaban ini.
“Aku terlalu sibuk untuk punya waktu buat mastur. Ya sudah, ayo sekarang kita berhenti bercanda, tidur tidur.”
“Kamu sendiri yang mulai bercanda dari awal.”
Sooyoung tersenyum lalu mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh pipi Sunny. Kemudian membelai-belai rambutnya.
“Ngapain kamu?” Tanya Sunny. Barusan Sunny membutuhkan waktu 3 detik untuk bisa bertanya dengan suara tenang.
“Hehe, enggak~ hanya saja kalau di rumah aku suka melakukan ini sebelum tidur sama anjing-anjingku. Rasanya menenangkan.”
“Huhhh… jadi sekarang aku disamakan dengan Suri, Mori, dan Cheri, begitu?”
“Ahaha, habis kamu manis seperti mereka sih. Rambutmu juga halus.”
Nafas Sunny tertahan. Pipinya merona. Dalam kegelapan yang cukup pekat ini Sooyoung tidak akan dapat menangkap seperti apa ekspresi wajahnya sekarang.
Sunny perlu menahan keinginan dalam dirinya untuk bergelung dan tidur di dada Sooyoung seperti seekor bunny.
“Gomawo,” ucap Sooyoung setelah dia puas membelai rambut Sunny.
“Selamat tidur, Sunny.”

Huh, dasar Sooyoung. Memang sama sekali nggak peka, batin Sunny.

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 8)" (31)

  1. PinkBlueStory said:

    Lumayan lah buat Obat Galau … KMW

  2. Geregetan nih bacanya…. Soo terlalu ga peka…

  3. jadi greget bacanya ^_^

  4. Beninsooyoungsters said:

    Huaaaaaah gemes gue buruan kek sadar Sooyoungnya trus jadian sama Sunny, KyungHo buang aja wkwkwk 😀
    Author udah punya ide buat next project belom? Kalo belom sekali kali bikin SooSic dong, ya ya ya?

  5. hahaha, sooyoung ngledek terus nihhh, mana nyamain sunny ama mori, ceri dan suri, wkwkwkwk
    sunny di buat merona terus dari tadi ama sooyoung,
    eciieee mereka tidur bareng, yg ada sunny kaga bisa tidur tuhh,
    lanjuut lagi thorrr 😀

  6. Kimrahmahwang said:

    Sooyoung demen banget nih ngeledekin Sunny. Lol banget sih yg Sunny keluar kamar mandi dengan naked itu ternyata ada sooyoung. Uwow lumayan lah itu buat sooyoung, cuci mata biar seger xD

  7. hennyhilda said:

    Soosun pa2an c ngebahas mslh mastur segala hahaha LOL 😀
    sunny sbr y ngehadapin soo yg babo.nnt dy akn sadar sndr m prasaan km tp jg hrz lbh agresif bwt nyadarin soo yg otaknya cm dpenuhi m makanan wkwkwkwk 😀
    semangat author
    ganbatte

  8. Reader kwon said:

    Makasih thor udah mendengar permintaanku ,buatni ff lanjt lagi hehehe
    Keren thor mkin seru.!! 🙂

  9. Wooaa Sooyoung yadong banget XD mastur mulu pikiran nya,malah Sunny mimpi kaya gitu wakakakak! Seru min,buat SooSun happy ending ya min :3 tapi sad romance gitu min biar kebawa suana ff nya(;

  10. jung febryliu said:

    Wah uda update aja…

    Kbayang deh malunya sunny di liatin naked sma soo

  11. jung febryliu said:

    Wah uda update aja…

    Ngaak kebayang deh malunya sunny di liatin naked sma soo

  12. Lilis alawiyah said:

    Agak agak kesel sihh, tapi cerita kalau gk seperti ini gak menarik kan.

    Ya bisa di bilang request bukan saran ya. Pengennya sih ada yang sedih di chap berikut nya, jadi komplit. Tapi walau bagaimana pun saya terima dengan lapang dada.

  13. Little Kim dee said:

    soo mancingg doang tp kagak pekaaaa wkwkwk…

  14. KO bntar y pdhl baru ajj baca ny udh tbc lg.. pdhl ff yg sering d nanti2 ..soo kpn peka ny c.. kn kacian sunny ny.. d PHP in mlu..

  15. aduhh soo untung bgt bisa liat sunny dalam keadaan naked O.O

  16. lee young sun the sunshiner said:

    Hallo.unnie. *sok akrab

    Wah ngebayang dech liat sunny unnie naked…psti g kedip ni mta*plak ….yadongin breng sooyoung aja yuk sunny**plak-plak..

  17. dirgaYul said:

    Mastur sodaray Mandra ya?? Ahahahahaa.. bner2 g peka s Sooyoung..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: