~Thank you for your comments~

A/N : Berdoa semoga Jessica kembali ke SNSD, amin.

Enjoy~

Sebentar lagi aku akan memulai acara FM date.
Sebelum itu aku masih mempunyai waktu luang. Makanya aku membuka akun sosial mediaku. Dan tiba-tiba aku jadi tertarik untuk melihat tayangan kami di acara The Return of Superman. Jadi aku sekarang menontonnya.

“Kyaaaa Sarang kyeopta!♡ Anjingnya juga lucu. Acara seperti ini memang menyenangkan dan refreshing.”
Saat ditonton baru aku menyadari kalau waktu itu aku terlalu excited dengan kedatangan Sooyoung.
Nada suaraku yang tinggi ketika memanggilnya. Dan aku adalah member pertama yang memanggilnya setelah kemunculannya di depan pintu.
Ah-ah, ngapain aku disitu?
Aku jadi gemas sendiri menonton diriku yang sedang menarik Sooyoung dan menjelaskannya untuk menyenangkan Sarang dengan mengangkatnya di atas karpet.
Apa aku sebenarnya cuma ingin menyentuhnya saja?
“……………..” Aku terus terdiam dan menonton sosoknya dalam video.
Aku kangen Sooyoung.
Akhir-akhir ini aku semakin sibuk dengan jadwalku yang padat. Seperti menjadi pengisi suara dalam animasi Rio 2 dan menjadi DJ di FM date. Lalu aku juga ditawari menjadi pemeran utama dalam musikal Singing in The Rain.
Sehingga selain dengan Taeyeon dan Tiffany yang selalu ada di dorm. Aku jarang bertemu dengan member yang lain. Paling kami hanya bertemu saat ada diskusi penting, rehearsal, dan konser.
Setiap kali aku merasa ingin bertemu dengannya. Setiap kali itu pula aku melupakan fakta bahwa Sooyoung sudah punya pacar. Dan aku selalu kembali diingatkan dengan kenyataan itu tiap kali melihat Sooyoung sibuk sendiri dengan HPnya.
Ataupun ketika tiba-tiba mendengarnya bilang “Kangen” dan kemudian member-member lain akan mengejeknya kalau dia lagi kangen sama pacar. Walau biasanya Sooyoung akan menyangkal dan bilang kalau dia kangen berkumpul bersama member dan bukan dengan pacar.

Ah, rasa sakit ini…
Sampai kapan perasaanku akan terus menggantung? Terkadang aku lelah menghadapi perasaan ini. Mungkin itu salah satu alasanku memilih untuk menenggelamkan diri dalam jadwal yang padat. Supaya aku terlalu lelah untuk berpikir macam-macam tentang perasaan ini. Tapi ketika tiap kali dia muncul, dia dengan begitu mudahnya membiusku hingga membuat aku ingin kembali dekat dengannya dan membutuhkan keberadaannya seperti kecanduan obat.

Dan kini besok adalah hari ulang tahunku.
Tapi beberapa hari sebelumnya aku dengan sengaja mencuekin permohonan menelponnya di FM date lewat Instagram, seperti yang kulakukan pada Taeyeon sebelumnya. Dia sangat kecewa dan mengemukakan padahal dia selalu mendengar siaran radioku dengan setia. Dan sekarang aku malah jadi khawatir apakah Sooyoung masih akan mau mendengarkan siaran radioku lagi setelah aku dengan sengaja mencuekin permintaannya.

Ulang tahun tahun ini pasti tidak akan dirayakan besar-besaran, mengingat belum ada sebulan sejak kejadiaan naas yang menimpa ferry sewol.

Ah, apa yang sedang dilakukan oleh Sooyoung sekarang?
Malam ini terasa sangat sepi di dorm. Karena lagi-lagi Taeyeon dan Tiffany pergi berduaan saja.
Ketika aku tak bisa menahan diri lagi, aku meraih ponselku dan membuka aplikasi Kakao Talk, hendak mengajaknya chat.
“Lagi ngapain sekarang?”

Kutekan tombol send. Kutunggu balasannya sambil bermain-main dengan Prince.
“Lagi bikin pudding pisang🍌”

Aku bisa membayangkan dirinya sedang berkutat dengan pisang-pisang di dapur rumahnya. Aku ingat waktu itu dia pernah membuatnya untuk Sarang di acara The Return of Superman. Karena besok ulang tahunku, apakah…?
Aku mengetiknya dengan cepat karena penasaran.
“Wow, bikin pudding pisang. Apakah itu buat aku?😍”

Tapi jawabannya beberapa detik kemudian membuat aku ingin menangis.
“Bukan, ini aku bikin spesial buat Kyungho oppa.”

“Ohh…”

Aku hanya bisa membalasnya dengan kata yang singkat. Aku berniat tidak ingin chatting dengannya lagi soalnya tidak mau mengganggu proses pembuatannya, sekalian karena aku tidak ingin bertambah sakit hati.
“Tapi kalau kamu mau, lain kali akan kubuatkan.”

Aku tersenyum karena dia berkata begitu.
“Haha, nggak usah repot-repot. Memasak bukan bidangmu, kamu lebih cocok makan.” balasku seadanya.
Padahal aku tersenyum tapi air mataku berkumpul lalu jatuh ke layar saat aku selesai mengetiknya.
Kumatikan layar smartphoneku lalu kuusap layarnya dengan ujung bajuku. Aku benar-benar payah, cuma karena begitu saja aku sampai menangis.
“Aku benar-benar lemah ya… Sini ke papa, Prince.”
Lalu aku mengangkat Prince ke hadapanku. Prince menjilat air mata yang membasahi pipiku. Tapi perbuatannya sama sekali tidak menghiburku, malah membuat tangisanku bertambah deras.
Uh, jangan nangis. Jangan nangis, untuk apa menangisi orang yang sudah punya pacar.

**

“Huu…….huu…….huu……”
“Hihihi, suara tidur yang lucu^^”
“Bagaimana? Kita bangunkan sekarang?”
“Iya, semua member sudah pada datang. Siap ya, kita tarik selimutnya bersama. Hana, dul, set!”
“BANGUN!!!!!”
Sunny mengerang dengan mata setengah terpejam.
“Cepat! Cepat! Bangun!”
Taeyeon menarik-narik tangan Sunny dengan tidak sabaran.
Sunny melihat sekarang sudah jam 12 malam, hari ulang tahunnya.
Tentu saja Sunny sudah tahu mereka ber-9 hendak merayakan ulang tahunnya. Setelah bersama-sama selama bertahun-tahun sudah tidak ada yang mengagetkan lagi.
Karena alasan itu pula mereka ber-9 sekarang merayakannya tanpa penipuan macam-macam lagi, seperti dulu waktu Seohyun dibohongi pas hari ulang tahunnya dengan pertengkaran antar mereka di acara Hello Baby.
Namun terkadang mereka masih menjalankan skenario iseng macam begini.
Sunny hanya berharap agar mereka tidak terlalu mendesak tubuhnya yang masih lemas karena baru dibangunkan dengan paksa ini.

Ketika mereka keluar kamar, langsung disambut dengan petasan untuk ulang tahun. Akibat suara itu Sunny jadi benar-benar terbangun sekarang.
“Saengil Chukae Hamnida!” seru mereka hampir bersamaan.
“Happy Birthday~!” Seru Tiffany seorang diri dalam bahasa inggris. Lalu setelah itu Taeyeon ikut-ikutan menyerukannya dalam bahasa inggris dengan logat mirip seperti Tiffany juga.
Sunny tersenyum lebar dan menunjukkan eye smilenya.
“Gomawo semuanya.”
“Ini, kuenya sudah siap. Lilin juga sudah dinyalakan semua.”
“Chukae unnie.” Seohyun memeluknya.
“Ne, Hyunnie.”
“Sunny ah.” Jessica menangkup wajah Sunny lalu memberinya sebuah kecupan di pipi yang membuat Sunny tersenyum geli. “Muahhh~”
“Yeeeeeeeee~!!” Yuri dan Yoona bersorak sambil menghamburkan pita-pita panjang ke atas kepala Sunny.
“Nanti harus beresin ya,” komentar Hyoyeon setelah melihat pita yang dihamburkan.
“Ah, jangan merusak suasana pesta, Hyo.” Kata Yuri.
“Ya Sunny ah, ayo lilinnya ditiup, nanti keburu meleleh ke kue,” kata Taeyeon.
Sunny tersenyum sambil menyingkirkan pita yang mendarat di rambut dan bahunya.

Permintaanku tiap tahun selalu sama, tapi bolehkah tahun ini aku menambah satu permintaan lagi?

Semoga kami ber-9 tetap bersama selama debut sebagai SNSD dan untuk seterusnya.
Lalu yang satunya, bisakah cintaku pada Sooyoung berbalas?
Mudah-mudahan ini bukan permintaan yang terlalu tamak. Tapi bila hanya salah satu permohonanku yang dapat dikabulkan, maka aku memohon yang pertama saja. Biarlah cintaku tak berbalas juga tak apa-apa, asalkan kami ber-9 tetap bersama sekarang dan seterusnya.

Sunny tersenyum dan meniup habis lilinnya.
Kedelapan anggota yang lain berseru dan bertepuk tangan dengan riuh.

Saat Sooyoung merasa momentnya sudah tepat, dia mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi disimpannya dalam kulkas.
“Sunny, ini hadiah dariku.”
“Eh?”
Sooyoung memberikan sebuah kotak yang memiliki tempat pegangan di atasnya, tampaknya kotaknya berisi makanan. Ketika Sunny buka rupanya isinya enam buah pudding pisang.
“Ini kan-”
“Kok malah kaget? Tiap tahun kita sudah merayakan ulang tahun tiap member kukira kamu nggak akan kaget lagi dengan ini.”
“Jadi yang kemarin…”
“Iya, aku bohong mengenai aku bilang buat untuk Kyungho oppa. Sebenarnya aku membuat ini spesial buat ulang tahunmu. Cuma kalau aku jujur kemarin nanti jadi nggak seru kan? Tapi siapa sangka, tadinya kupikir kamu sudah bisa membaca tipuanku, tapi ternyata kamu benar-benar tertipu.”
Sunny masih sedikit tidak percaya, sampai dia tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan perasaannya.
“Baiklah, yang lain juga dapat!” Seru Sooyoung pada ketujuh member yang lain. “Tapi masing-masing hanya satu buah saja, tidak ada lebih.”
“Mwo?” kata Jessica.
“Huuuuuuuuuu!!” protes Tiffany.
“Tentu saja yang berulang tahun harus dapat yang paling spesial dong.” Sooyoung nyengir.
“Aku yakin pasti Sooyoung sudah makan banyak waktu bikin, jadinya sekarang ini kita dikasih sedikit,” komentar Hyoyeon.
“Iya, masih untung dia tidak menghabiskan pudding pisangnya sendiri,” Yuri menambahkan.
“Yah! Masih untung sudah kubuatkan.” protes Sooyoung.
Tiffany mendadak mendapat ide bagus.
“Oke, semuanya, gimana kalau kita suruh Sunny untuk suapin pudding pisang kepada member yang berbuat paling spesial untuknya di tahun ini?”
“Eh? Fany ah! Chankaman! Aku nggak mau! Nanti kesannya aku jadi seperti pilih kasih di antara kalian.”
“Tenang saja, kita semua nggak akan berpikir buruk, kita hanya akan menganggap berarti dia yang berbuat paling spesial untukmu di tahun ini, iya kan?”
“Iya!”
Dan aduh, mereka semua mengiyakan, pikir Sunny merasa terjebak.
“Nah, sekarang keluarkan salah satu pudding pisangnya dan silakan pilih, Sunny.”
Mendadak mereka jadi mulai berisik seperti seekor anak anjing yang sedang meminta makan pada majikannya.
“Unnie! Aku! Suapin aku!” Yoona beraegyo manis.
“Unnieeee~” Bahkan Seohyun pun ikut beraegyo sambil mendekatkan kedua tangannya yang terkepal di dekat dagunya.
“Sunny ah, aku! Katamu aku namja chingumu!” Seru Yuri sambil tertawa yang kemudian dihadiahi Jessica dengan sebuah pukulan di lengannya.
“Namja chingu apanya, pabo.”
“Sudah pasti bukan aku…” Hyoyeon bergumam sendiri.
“Ahaha, semua jadi pada beraegyo,” kata Tiffany.
“Yah! Chankaman! Harusnya aku! AKU!” protes Sooyoung, suaranya yang paling keras sendiri.
“Apa sih?” Hyoyeon menyenggolnya.
“Iya nih unnie, kayak merasa paling berhak.” komentar Yoona.
“Memang harusnya aku kan? Aku yang membuat pudding pisang ini untuk Sunny.”
“Walau kamu yang buat pudding pisangnya, itu nggak berlaku, kalau kamu merasa berhak karena kamu yang bikin itu namanya curang, ya kan semuanya?” kata Hyoyeon.
“Neeee!!” Teriak mereka semua serempak, sekaligus untuk mengerjai Sooyoung.
“Aish, kalian lupa ya, waktu ulang tahunku aku kan juga memberinya potongan kue pertama.”
Jessica merong dan berkata. “Dilarang mengungkit masa lalu yang bisa membuat peruntungan jatuh padamu.”
“Mwo? Tadi Yuri juga!”
“Apa? Aku nggak ingat tuh?” Kata Yuri pura-pura bodoh.
“Jadi Sunny, siapa?” tanya Tiffany.
“Eh? Uhh…” Sunny melihat ke arah Sooyoung dengan takut-takut. Tapi akhirnya dia berpaling pada Tiffany lalu menyuapinya.
“Kyaaa, gomawoyo Sunnyyyy~” Tiffany berteriak kegirangan sambil memeluk Sunny.

Sementara Sooyoung tampaknya sangat tidak terima.

**

Jam 3 pagi, di ruang keluarga setelah pesta usai. Hampir semua member sudah pergi tidur. Walau masih ada juga yang sedang update Instagram.

Seorang yeoja jangkung sedang duduk sendirian di atas sofa sambil memakan pudding pisang jatahnya.
“Aish, aku yang bikin, tapi dia sama sekali tidak menganggapku.”
Pemandangan Sunny menyuapi Tiffany membuatnya terus merasa bad mood. Bagaimanapun dia tetap merasa dirinya yang paling pantas disuapin setelah apa yang dia lakukan untuk Sunny. Terkadang dia memang cukup kekanakan untuk hal semacam inj. Kini isi mangkok plastik pudding pisangnya sudah berpindah ke dalam perutnya semuanya, tapi moodnya masih belum membaik.
Seorang yeoja berjalan menghampirinya dari belakang.
“Sooyoungie.”
“Hah?”
Saat Sooyoung memalingkan kepalanya untuk menghadap yeoja yang memanggilnya, saat itu sesuatu dimasukkan ke dalam mulutnya yang terbuka.
Rasa manis berupa pudding pisang. Sebagian sendok plastiknya masih berada dalam mulutnya. Lalu Sunny mencabut sendoknya, sementara Sooyoung masih tercengang dengan pudding pisang yang baru saja disuapin Sunny ke dalam mulutnya.
Sunny berjalan ke samping lalu sekarang ikut duduk di sofa yang sama dengannya. Mangkuk pudding pisang beserta sendok plastik berada di tangannya.
“Mianhae Sooyoung, harusnya tadi aku memang memilih kamu. Karena sekarang kamu jadi bad mood begini gara-gara pilihanku. Aku nggak tahu kalau kamu sangat menginginkannya. Padahal kamu sudah repot-repot membuatkan pudding pisang ini untukku…”
Sooyoung menelannya sebelum berbicara.
“A-ah, justru aku yang harusnya minta maaf atas sifatku yang memaksa tadi. Member lain pun punya hak untuk kamu pilih.”
“…………….”
“Lagipula benar kata Hyoyeon, kalau aku merasa paling berhak hanya karena aku yang membuat pudding pisang ini berarti siapapun juga bisa.”
“Tapi bagiku Sooyoung adalah yang paling spesial…”
“Eh?”

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 7)" (21)

  1. Mungkun masih pada galau kali thor jd ga ada yg komen karna masih pada sedih klo buat aku sih buat ngilangin kangen sama sica baca ff lebih baik soal nya cuma di ff sica bakal selalu ada di soshi 🙂

  2. Co cweetttt…lanjut thorr!!
    Klo boleh lanjutin horror partynya dong…ㅋㅋㅋ

  3. Iya sih setiap orang beda2 tp tetep baca ff juga bisa menghibur sih dari pada sedih terus malah aku lagi ntn jessica and krystal itu kocak banget 😀

    Yaaahhhpokok nya semangat aja thor (ง’̀⌣’́)ง

  4. Setuju banget mending lanjutin ff yg blm selesai thor 😀

  5. hennyhilda said:

    Hahaha kocak bgt ngeliat kkompakan mereka n seandainya real life nya jg gt 😦
    Semangat author
    ganbatte
    aq ttp nunggu

  6. Amin…snsd tetep ot9 kya doanya sunny
    Asli kocak, thank ya chigu dah menghibur hati yg galau # alah

  7. Beninsooyoungsters said:

    Uuuh tiap liat nama Jessica gue sedih banget 😦 pengen rasanya waktu di puter lagi ke 2007 pas semuanya masih baik2 aja 😦
    Tapiiii gue harap elu tetep nyelesaiin ff lu ya thor, sayang kalo gak di lanjut

    • Haha pas 2007 sone blm banyak
      Mereka baru sukses thn 2009
      Jadi baiknya thn 2009 atau 2010 aja, tp itupun aku blm jd Sone jg 😛

      Harapnya sih bisa selesaikan

  8. aminnn thor, sangat berharap jessie tetep di snsd,
    dan sbnernya baca ff ini makin nambah galau, gak akan ada suasana gini kaya gitu lagi dong bareng sica, ini ff berasa emang bner2 keadaan aslinya, jd tetep galau pas inget yg sebenernya,
    tp di luar itu sukaa ama sifat kekanakannya soo, ya walau bsa bkin sebel masa cuma gara2 gak dpet suapan dia bad mood, soosun jjang, lanjutt thorr
    gomawo *new readers*

  9. aminn semoga terselesaikan ya thor smua ff yg blom selesai juga, fighting author. (y)

  10. jung febryliu said:

    Anyeong… Sya orng baruu..
    Sbenarnya udah lma bca ff di sni tpi baru bsa coment sekarang maaf yah…

    Lanjut…

  11. Penasaran ma kelanjutanny. Soo udh ngerasain tanda2ny tuh.
    ditunggu kelanjutannya Thor.
    Reader dengan sabar menunggu di sini. 😀

    Fighting!!

  12. Thor aku menunggu karyamuu
    Cepetann apdeeet
    Makasih

  13. hmhhmhhm so sweet bingits aku kira berakhir dngan ,,,,,, hehehehe yadong
    tp gpp gini lebih manis

    btw lagunya sunny yang the second drawer itu ost drama the queen classroom ya emang lagunya menyentuh banget dlu wktu prtma denger lagunya rasanya pengen nangis suaranya sunny lembut banget heheheh

  14. request thor bikin ff yulsic yang genrenya agak nyesek hehehe

  15. dirgaYul said:

    Wehh lg moment cuitt mlah tbc aahhh huhuhuhuu*guling2dikasur..
    Authory sneng bnget yaaaa bkin pnasaraann..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: