~Thank you for your comments~

A/N : Maaf kalau agak pendek, anggap saja bonus dari chapter lalu yang pendek #plak
Agak bingung juga mau masukin moment SooSun yang mana. Gak bisa masukin semua moment baru yang ada. Paling hanya yang kepikiran aja 😀

Enjoy~

“Hahh…”
“Kenyataan nggak selalu indah ya, Ginger.”
Ginger cuma menatapku dengan bola matanya yang sehitam bulunya.
Aku benar-benar naif. Kalau diriku 7 tahun yang lalu pasti akan bisa dengan mudah mengatakan kalau hubunganku dengan Tiffany selamanya akan tetap awet.

Tapi selamanya adalah waktu yang sangat lama. Dan manusia setiap hari selalu berkembang. Begitu juga dengan perasaan manusia yang bisa berubah.
Aku bingung.
Bagaimana jadinya ke depannya… hubunganku dengan Tiffany…
Mungkin aku terlalu banyak berpikir, tapi aku tidak bisa menghentikan kekhawatiran ini.
“Hanya memiliki perasaan cinta saja memang tidak cukup ya…?”

**

Sunny berdiri di sebelah Sooyoung. Puncak kepala Sunny terlihat dalam sudut pandang Sooyoung. Kemudian Sooyoung jadi teringat sama video yang semalam ditontonnya. Video encore dimana dia absen karena jadi MC di Hanbam. Sooyoung senyum-senyum sendiri menatap gadis pendek di dekatnya.

image

“Apa?”
Sooyoung sedikit menunduk dan berbisik di telinganya.
“Sunny, kamu nggak jadi penari latar pria lagi?”
“Eh?”
“Di lagu Mr.Mr pas encore. Waktu itu kamu kan jadi penari latar pria, bahkan sampai berguling di lantai. Cocok lho, huahaha.”
“Aish, dasar, ini kan gara-gara kamu nggak ada, jadi terpaksa aku yang jadi. Harusnya ini kan peranmu.”
“Apa boleh buat, aku kan sibuk jadi MC. Lagian tidak ada yang menyuruhmu untuk melakukannya.”
“Kupikir biar seru kalau aku melakukannya. Lagipula banyak sone yang suka. Kamu mungkin nggak percaya mendengarnya, tapi di Twitter malah ada yang memintaku berguling lagi kalau kita menang di encore berikutnya.”
“Begitu ya? Hmm, kalau gitu coba kamu berguling disini, biar aku bisa langkahin kamu.”
“Mana mungkin aku melakukan itu tiba-tiba, mau dilihatin semua orang?”
“Haha, aku cuma bercanda, tapi akan lebih bagus kalau kamu mau menggantikan posisiku menjadi penari latar pria.”
“Tapi peran itu kayaknya lebih cocok untukmu deh Sooyoung.”
“Haha jangan menyuruh aku berguling di atas panggung.”
“Padahal kamu sering bertingkah konyol di atas panggung.”
“Tapi bukan berarti aku mau berguling seperti kamu.”
“Apa yang kalian bicarakan? Kelihatannya seru, unnie.” Tanya Seohyun.
“Ah, gimana kalau Hyunnie saja?” Usul Sooyoung.
“Hmm, ide bagus.”
“Ya, lain kali Hyunnie saja, pasti semua heboh, hahaha!”
“Eh? Apa? Apa?” tanya Seohyun polos.
“Rahasia.”
“Iya, heheheh.”
“Ahhh, unnie pelit.” rengek Seohyun.

**

Pagi itu aku terbangun dengan tubuh lelah. Sulit bagiku beranjak dari tempat tidur. Ketika aku melangkah, tubuhku terhuyung lemas.
“Kamu panas,” kata Tiffany setelah menempelkan tangannya di keningku.
“Padahal hari ini ada event fansign.”
“Sebaiknya kamu makan, minum obat, dan istirahat sampai dekat waktunya. Aku akan memberitahu manajer unnie.”
Aku kembali berbaring dan berselimut.
Ditambah lagi perutku lagi sakit…
Ahh, paling tidak enak sakit ketika ada jadwal acara. Karena aku tidak bisa bolos begitu saja. Tapi setidaknya aku bisa istirahat sampai waktunya.

**

Third Person POV

“Sunny, kamu yakin mau hadir? Kamu sedang sakit kan?”
Ini adalah fansign, para sone pasti berharap kedatanganku.
“Tentu saja, aku tidak apa-apa. Lagian semua member berada di sisiku. Ah sebentar, aku mau ke toilet dulu.”
Sunny berjalan menuju toilet, Sooyoung ikut berjalan mengikutinya di belakang tanpa diminta. Tiffany dan Seohyun bermaksud ingin ikut tapi melihat Sooyoung sudah berjalan duluan mereka jadi tidak jadi ikut menemani.

Di toilet.
Setelah buang air, Sunny mencuci tangan dan tetap berdiri di depan wastafel.
“Uph…” dia merasa mual, tapi dia berusaha menahan supaya isi perutnya tidak keluar.
“Hei, gwenchana?” tanya Sooyoung yang tahu-tahu sudah berdiri di sebelahnya.
“Ah, gwenchana.”
Keduanya hanya berpandangan melalui cermin toilet. Mereka berbicara tanpa menoleh ke samping.
“Sebenarnya kamu sakit apa? Katanya manajer unnie kamu demam?”
“Iya, memang demam, tapi ditambah sebenarnya perutku lagi sakit karena datang bulan, haha,” kata Sunny sambil memegang perutnya.
“Ohh… lalu kenapa sekarang kamu mual?”
“Karena aku memaksa makan meski sebenarnya sedang tidak nafsu makan. Uph…!”
“Muntahkan saja kalau memang pingin muntah.”
“Nggak, kalau perutku kosong nanti  aku harus makan lagi. Seharian ini aku baru makan sekali, susah memaksa makan lagi saat sedang tidak nafsu makan. Lagipula nanti obat yang sudah kuminum sia-sia.”
“Sunny, kalau nanti kamu sudah tidak sanggup, jangan dipaksakan lagi.” Sooyoung mengelus-elus bahu Sunny.
“Iya.”

**

Sooyoung tidak berkata-kata manis, tapi selama event berlangsung dia hampir selalu berada di sisi Sunny. Memegangi bahunya seolah menyalurkan kekuatan dan menjaganya. Semua member mengerti dan tidak meminta Sunny berbicara.
Bahkan meski sambil berbicara dengan mic, Sooyoung tetap memegangi Sunny.

image

Sooyoung POV

Kelihatan sekali hari ini Sunny lain dari yang biasanya. Pil energi yang biasanya ceria ini jadi pendiam. Pasti sakitnya sangat tidak nyaman sampai-sampai terpancar dari sorotan matanya yang sayu. Meski begitu dia masih memaksakan diri sesekali tersenyum di hadapan kami dan fans.
Aku harus berdiri di sebelahnya dan terus mengawasinya untuk memastikan dia baik-baik saja.
Mungkin kalau memegangnya aku bisa sedikit menyalurkan kekuatanku, meski itu cuma berupa keinginan saja. Kuharap dia lekas sembuh. Tidak menyenangkan kalau melihat ada anggota keluarga yang sakit.

…………………

Untunglah dia bisa melaluinya dengan baik. Sunny masih bisa tersenyum dan berjabat tangan dengan fans. Juga masih bisa tampil baik saat foto bersama dengan lautan sone di belakang kami.

image

Kamu benar-benar gadis yang kuat, Sunny.
Aku meremas sedikit lengannya sebagai bentuk support. Sunny balas mendongak ke arahku dengan wajahnya yang tampak lemah tapi menggemaskan.
Deg
Barusan aku berdebar karena Sunny?
Debaran itu cuma kurasakan sesaat, karena berikutnya aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi.
Rasanya, melihat keadaannya yang seperti ini membuatku jadi ingin melindunginya.

Kemudian tiba saatnya kami akan diantar pulang. Aku sudah lega kalau sudah mau pulang begini. Karena dia tidak perlu memaksakan diri lagi. Jadinya aku tidak perlu mengawasinya berlebihan lagi.
Satu per satu member mulai naik van di 2 van yang berbeda.
Saat aku berdiri menunggu, ada sesuatu menyentuh punggungku. Aku tahu Sunny yang berdiri di belakangku dari siluetnya yang lebih pendek dan gaya rambutnya yang terikat di pantulan kaca van. Sedangkan Taeyeon sudah naik barusan.
Sentuhan di punggungku berupa satu titik, kemudian bergerak membentuk garis mendatar ke kanan. Aku mencoba berkonsentrasi pada indera perasa di punggungku.
Eh? Hangul?
Selama beberapa detik aku berdiri diam dan terus mengikuti gerakan jarinya. Begitu menyadari apa yang dia tulis, aku tersenyum. Sunny menulis hangul ‘gomawo’ menurun ke bawah di punggungku.
Hmm, dasar, kenapa tidak dikatakan langsung saja?
Tapi aku juga tidak mengatakan kalau seharian ini aku diam-diam menjaganya, jadi kurasa kita impas.

Sunny POV

Aku selesai menoreh hangul di punggungnya dengan jari telunjuk. Kuharap dia mengerti, atau haruskah kutulis ulang?
Tapi ketika melihat senyumnya, aku tahu dia telah mengerti maksudku.
Syukurlah tersampaikan.
Ah bagaimana ini. Rasanya perasaanku meluap kalau memikirkan kode rahasia yang hanya dibagi di antara kita.
Kalau saja… aku punya cukup keberanian untuk menuliskan hangul ‘saranghae’ di punggungnya…
Tapi di saat yang bersamaan aku juga tidak ingin merusak kebahagiaan yang kumiliki saat ini. Aku takut perlakuannya padaku akan berubah kalau dia tahu perasaanku…
“Naiklah.”
“Eh? Oh.”
Saat aku tenggelam dalam pikiranku sendiri ternyata hanya tinggal aku seorang yang belum naik ke van.
Setelah aku naik, manajer oppa menutup pintunya.
“Sunny ah, gwenchana?” Tanya Tiffany khawatir.
“Ah iya, tadi aku cuma sedikit melamun.”
“Unnie sudah baikan?” tanya Seohyun.
“Sedikit.”
Tak sengaja mataku bertemu pandang melalui kaca spion dengan Sooyoung yang duduk di belakang. Dia tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya dan menunduk malu-malu.
“Meskipun sakit tapi kamu kelihatannya senang, Sunny,” komentar Taeyeon yang duduk di tengah bagian belakang.
“Karena hari ini cukup menyenangkan,” jawabku jujur.
Berkat perhatian dari seseorang.
Rasanya aku masih bisa mengingat kehangatan sentuhan tangannya di lenganku.
Kalau dia terus memperhatikanku seperti ini, sakit lebih lama lagi pun aku tidak keberatan.

**

“Tiffany, sebenarnya aku… menyukai Baekhyun.”
“Eh? Jangan bercanda, Tae-”
“Maaf, tapi aku tidak sedang bercanda… rasanya aku mulai menyukai keberadaannya di hatiku. Jantungku berdebar-debar kalau memikirkan perasaan ini.”
“Taeyeon ah-!”
“Tidak apa-apa kan? Lagipula kamu punya Nickhun, jadi kita sama-sama impas. Perasaan positif ini… aku ingin terus memilikinya daripada perasaan harapan kosong… aku sudah lelah…”
“Andwae…”
“Relakan saja, Tiffany. Lagipula kita tidak akan pernah bisa bersatu, jadi ini yang terbaik. Untuk kita berdua dan SNSD.”
“Tidak! Jangan cari alasan dan bilang ini yang terbaik dengan mengatasnamakan aku maupun SNSD!”
“Kita harus menghadapi kenyataan.”
“Andwae!” aku menggeleng dan menutup kedua telingaku.
“Tiffany, dengarkan aku-”
“Omong kosong!”
“Tiffany, kamu sendiri pacaran sama Nickhun! Jadi kenapa aku nggak boleh?!”
“Aku nggak bisa rela kalau kamu mencintai orang lain ataupun menjadi manis demi seseorang! Sudah cukup aku merasakan perasaan buruk melihat kamu dalam acara We Got Married!”
“Jangan egois! Sadarkah kamu seberapa dalam luka yang telah kamu torehkan di hatiku?!”
“Andwae!!!”
“Yah!”
“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEE!!!”
Aku terbangun setengah berteriak. Selama beberapa saat otakku berusaha mencerna apa yang terjadi. Kusibakkan poniku ke belakang.
“Huh…mimpi yang menyebalkan.”
Tapi bagaimana kalau suatu saat berubah jadi kenyataan?
DEG!
“Ck…”
Aku meremas selimut dengan kesal.
Apa bagusnya sih namja itu?!

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 6)" (26)

  1. Ciyaa … Fanny jgn egois gtu donk .. Mendingan ,, loe sma Tae sma” putusin pasangan masing” terus lanjut sma Taeyeon ,, gmpang kn #Plakk
    Soo uddh mulau deg degan nih ..
    Semangat terus .^^

  2. kyril fadillah said:

    soo selalu berada disamping sunny yg sedang sakit dan soo sepertinya sudah mulai deg2an jika memandang sunny
    lanjut lagi thor kira2 apa yg akan dilakukan fany setelah mendapatkan mimpi kalo tae jatuh cinta pada baek

  3. Beninsooyoungsters said:

    Aaaaak SooSun makin so sweet, jadian! Jadian!
    TaeNy makin complicated dah 😦
    Main couple nya cuma SooSun sama TaeNy doang ya thor?

  4. Kalo da taeny bru gw smngat bcax,
    wlwpun bkn cast utma,ngarepx taeny momen slalu da di tiep part hehe:-)…

  5. hmm .. seenggak nya sooyoung udah sedikit berdebar . tinggal nunggu taeny putus #eh .

  6. rinablogs07 said:

    Wlaupun gk trlalu nyata tpi pling gk Sooyoung udh berdebar..
    Thor TaeNy jgn d psah ya? #pleasee

  7. rinablogs07 said:

    Wlaupun gk trlalu nyata pling gk Sooyoung udh berdebar, dan smoga berdebar.a utk Sunny..
    Thor, TaeNy jgn d psah dong?? #pleasee

  8. kasian pany mimpinya gak enk bgt yak

  9. Kimrahmahwang said:

    Uhhh soosun sweet yaa, sooyoung berasa kek jadi suami siaga gitu, selalu ada disamping Sunny xD apa sooyoung udah mulai suka sama Sunny??dia udah mulai ngerasa ada getaran2 tuh._.

    Ahh fany kalo taeng gaboleh sama si cowo eyeliner itu, lo juga jangan sama si thailand itu. Jangan egois ihh, kasian taeyeon kalo mesti terluka terus *anjayyy wkwk

  10. Fanny cm mimpi yha…,ah syukur dhe,
    Wah soo udh mlai da rasa nhe kyakx hehehe#
    Lanjutnya jgn klamaan ya beb 😉

  11. Waah… Soosun manis bangett..

  12. Little Kim dee said:

    yaa ppany’ah knpa jdi egoiiss,,stdknya klo pany pnya pcar g ada slhnya klo taeng jga pnya kn..hemm

  13. Cie…soo udah mulai deg deg ser nih ye deket dgn sunny, udah mulai ada rasa kah
    Hubungan teany makin rumit aj

  14. tris_oyol said:

    sunny punya peluang buat deket sama sooyoung trus.
    taeny masih ambigu thor.
    lanjut thor

  15. bagus namja itu plak dan kabur duluan.

    nc ya

  16. the kid said:

    swettttt banget soo. kode rahasia sunny dan perasaan rahasia sunny hanya sunny yg tahu. ^_^d

    jessica T.T

  17. Sunny unnie aneh ya 😀

  18. dirgaYul said:

    Sunny dpt bonus dr Soo.. aiihh.. Fanny kbwa dlm mpi?? Ckckck..sakingnya…lg dilema bnget y mrk ahahahaa.. Authory pinter gambarin suasana ht mrk y?? Salut weehh.. Semangat y..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: