~Thank you for your comments~

Selalu saja, akhir-akhir ini aku semakin sering menyadari mataku telah tanpa sadar selalu mengikuti sosoknya.
Bahkan berdiri di sampingnya meski itu adalah salah satu hal yang kubenci.

Terkadang aku mencuri-curi kesempatan untuk bisa bersama dengannya, seperti baru-baru ini ketika aku ikut Sooyoung dan Jessica yang hendak pergi mendukung musikal Seohyun.

Sebuah pesan masuk lewat Kakao Talk. Dari orang yang sedari tadi memenuhi pikiranku.
“Woi, follow akun Instagramku, namanya syofgg 😉 ”

Heh?
Aku membuka akun Instagramku. Ternyata dia baru saja follow aku.
Akhirnya dia bikin akun instagram juga. Pasti karena terbujuk dari obrolannya dengan Hyoyeon.
Aku langsung klik follow juga. Tapi ngomong-ngomong… kapan Hyoyeon bakal follow aku? Apa dia tidak tahu aku punya Instagram? Rasanya sedikit awkward kalau membicarakan ini dengan Hyoyeon.
“Sudah nih 😛 ”

“Hehe, aku sudah post foto pertama.”

“Ya, sudah kulihat.”

“Untuk post selanjutnya sebaiknya aku post foto apa ya?”

“Sesuatu yang kamu sukai saja. Foto anjingmu misalnya.”

“Hmm, boleh juga itu.”

“Hei Sooyoung, kamu cemas?”

“Hah? Cemas kenapa?”

“Ah nggak, bukan apa-apa.”

“Ayolah, biasanya ‘bukan apa-apa’ itu berarti ada sesuatu.”

Kukira dia pasti cemas apakah fans akan masih mau mengikutinya atau tidak setelah berita datingnya keluar. Tapi kurasa mungkin Sooyoung sendiri pun sudah menyiapkan batin kalau ada antis yang mengomentari postingannya.
“Cemas sama konser di Macao nanti maksudnya.”

Aku beralasan.
“Kalau itu sih sudah pasti aku berdebar-debar menantikannya. Cemas apakah mereka akan mengingat ulang tahunku, hehe.”

“Hah, dasar. Sudah lewat dari harinya juga kan?”

“Iya sih, tapi tidak ada salahnya mengharapkan ucapan selamat kan? Oh ya, aku juga bikin akun Weibo lho.”

“Jinjja?”

“Iya, kupikir supaya sone yang tidak punya Instagram bisa mengikutiku di Weibo.”

“Atau kamu sengaja bikin akun Weibo supaya menemani Sica?”

“Hmm, mungkin setengahnya benar. Sebagian lainnya karena aku memang pingin bikin akun Weibo sih.”

Tentu saja dia melakukannya karena sebagian demi Sica, mereka memang sudah berteman sejak lama. Dan lagi, Sooyoung memang orang yang perhatian…
“Kamu nggak bikin akun Weibo juga?”

“Nggak ah, aku sudah merasa penuh dengan Instagram. Kadang banyak yang suka mention akunku. Lagipula aku juga sudah ada Twitter.”

“Haha, benar juga, kamu sudah punya Twitter ya.”

Apa ini cuma perasaanku? Tapi kenapa aku seperti merasa nada Sooyoung seolah ingin aku punya akun Weibo juga? Ah tidak Sunny, itu pasti hanya delusimu saja. Mana mungkin. Apa untungnya buat dia juga, kan sudah ada Sica.
“Hei, seperti apa sih cara kerja Twitter? Apa mirip seperti Instagram atau Weibo?”

“Buat apa nanya? Kamu kan nggak bakal bikin Twitter kan?”

“Aku penasaran.”

“Kamu kan gaptek, kujelaskan juga belum tentu kamu mengerti.”

“Huuu, Sunny jahat.”

“Iya deh, kamu bikin tweet dengan jumlah huruf yang dibatasi. Lalu juga ada sistem follow-follownya. Bisa post foto juga. Yah kurang lebih sebenarnya mirip.”

“Hmm, begitu ya.”

“Ya, penjelasanku mudah dimengerti kan?”

“Ya, kalau begitu aku mau tidur sekarang. Selamat tidur, Sunny unna.”

Aku tersenyum miring membaca tulisannya yang dalam bentuk hangul ini.
Unna?
Walaupun aku sudah tahu maksudnya tapi beberapa detik kemudian datang balasannya.
“Barusan salah tulis, Sunny unnie.”
Padahal nggak penting juga membenarkan kesalahan kecil macam ini, tapi aku telah dibuat tersenyum olehnya.
“Unna itu gabungan unnie dan noona?”

“Ahhhh, kan sudah kubilang cuma salah tulis!”

“Ya ya aku tahu kok. Aku cuma mau iseng sedikit, hehe. Ya sudah, selamat tidur, Sooyoung♡”

Beberapa hari kemudian.

Aku mengistirahatkan tubuhku karena letih sehabis konser di Macao. Lalu kupikir apa salahnya untuk menengok Instagram sebentar.
Dia benar-benar mengepos foto anjingnya. Padahal aku cuma asal bicara. Sampai memperkenalkannya pada sone pula. Dan dia salah menggunakan antara @ dengan hashtag pula.
Aigo… tapi lucu juga sih melihatnya salah tag orang tak dikenal.
Perlu kuberitahu nggak ya? Ah nggak usah deh, kan banyak yang sudah mengomentarinya, nanti dia juga tahu sendiri.
Kuperhatikan dia juga sudah mengepost beberapa foto hanya dalan seminggu.
“Ini sebagai bonus karena aku suka foto selcamu.”
Aku menekan tombol like pada foto selcanya.
“Baiklah, aku harus lebih semangat untuk come back Mr.Mr nanti. Hwaiting!”

**

Come back ini bisa dibilang sukses, meski banyak halangan seperti data video yang corrupt sampai-sampai kami harus take ulang videonya. Lalu album yang leak.
Tapi setidaknya kami masih mendapatkan beberapa kemenangan yang layak sebagai hasil dari usaha keras kami.
Terima kasih sone♡♡

**

Malam hari di dorm. Sebelum tidur seperti biasa aku membuka akun sosial mediaku. Tiffany duduk di sebelahku.
“Sunny ah, boleh aku pinjam akun Twittermu?”
“Ne.”
Terkadang Tiffany suka mencari tahu apa yang saat ini sedang hangat dibicarakan sone tentang kita. Atau berita seputar SNSD yang dirilis media. Memang sudah bagian rutin dari kegiatan kami tapi kurasa di antara kita semua dia yang paling sering ingin tahu.
Kemudian aku mendengar suara-suara. Aku menengok sekilas saat dia sedang mengatur volume suara di smartphonenya.
“Aku lagi nonton video Wide Entertainment News,” dia menjelaskan meski aku tidak bertanya.
Aku kembali sibuk pada Instagramku. Delapan menit setelahnya, dia cengengesan. Aku menoleh dengan heran.
“Ada apa?”
“Ahaha^^ Sunny coba lihat sini!”
Aku bergeser ke sebelah Tiffany dan daguku menyentuh pundaknya saat dia menekan mundur beberapa saat sebelum bagian dimana dia menjerit tadi.
Aku melihat saat encore Mr.Mr ditayangkan.
Omo!
Aku melongo saat bagian adegan diriku memegang dasi Sooyoung ditambahkan icon-icon hati sehingga terlihat sangat mesra.
“Aku sudah kirim linknya supaya Sooyoung lihat juga.”
Mwo?! Kamu sudah kirim?!
HPnya terdengar bunyi notifikasi.
“Ah, balasan dari Sooyoung.”
Tiba-tiba jantungku berdebar-debar. Apa katanya soal ini?
“Katanya ‘Ahaha, mereka menambahkan hati pada momenku dan Sunny masa?’ Haha cuma segitu saja reaksinya? Tapi menurutku kalian terlihat lucu disini, Sunny ah^^”
“Media hanya suka iseng saja,” aku mencoba menjawab dengan tenang, namun aku tidak bisa berhenti tersenyum.
Aku tahu apa maksud senyum dibalik senyum Tiffany sekarang ini.
“Ah, aku tidak sabar pingin cepat-cepat memulai acara The Return of Superman,” kataku mencoba mengalihkan perhatian.
“Ah, benar juga, kita kan jadi tamu di acara itu. Kelihatannya akan menyenangkan^^”

**

Walau hubungan mereka sedikit merenggang, tapi yang namanya Taeyeon dan Tiffany itu memang paling tidak sanggup lama-lamaan bertengkar ataupun yang namanya jauh-jauhan.
Pasti mereka bisa dengan cepat kembali akrab seolah tidak terjadi apa-apa. Atau mungkin bukan benar-benar tidak terjadi apa-apa. Tapi lebih tepatnya keduanya tidak mau menyinggung hal yang bisa membuat sama-sama sakit hati.
Tiffany diajak mengobrol oleh Nickhun melalui pesan-pesan, walau Tiffany lebih banyak menjawab sekenanya saja atau berlagak sedang sibuk atau sedang butuh istirahat.
Sementara beberapa waktu yang lalu Taeyeon mulai mengobrol-ngobrol bersama dengan juniornya yang bernama Baekhyun.
Taeyeon cukup menyukainya karena Baekhyun menyenangkan diajak berbincang-bincang dan dia namja yang manis seperti perempuan.
“Taeyeon ah.”
“Apa?” Tanya Taeyeon tanpa memandang ke arah Tiffany, matanya terus tertuju pada layar smartphonenya. Jari-jarinya mengetik dengan lancar di atas layar.
“Kita pergi makan-makan diluar yuk?”
“Hmm.”
Tiffany merasa kesal karena tanggapan Taeyeon biasa-biasa saja. Biasanya dia cukup senang kalau diajak makan. Apalagi Tiffany tahu siapa orang yang sedang diajak chatting dengan Taeyeon. Jadi Tiffany dengan sengaja menelepon Nickhun, di dekat Taeyeon, dan supaya dia bisa mendengarnya dengan jelas Tiffany menggunakan loudspeaker.
“Yeoboseyo.”
“Hey Tiffany.”
“Ne, ini aku. Gimana kabar oppa? Sehat-sehat saja kan?”
Telinga Taeyeon langsung menangkap suara Tiffany yang meninggi.
“Aku sehat-sehat saja, tapi aku nggak menyangka kamu tiba-tiba menelpon duluan.”
Tiffany sempat melirik ke arah Taeyeon untuk memperhatikan reaksinya. Sepertinya sukses, jadi dia sengaja nadanya dibuat lebih senang lagi.
“Mianhae oppa, karena akhir-akhir ini kita jarang telponan. Makanya sekarang aku yang duluan telpon, kuharap aku tidak mengganggu.”
“Kalau dari kamu mana mungkin aku bakal terganggu. Justru aku senang, padahal kamu pasti sibuk dan capek tapi kamu masih meluangkan waktu untuk menelponku. Itu berarti kamu memikirkanku.”
Taeyeon berpaling dan membuat ekspresi seperti mau muntah tanpa terlihat Tiffany.
“Iya, oppa lagi apa?”
“Ini lagi istirahat di dorm, kamu?”
“Aku juga.”
“Seandainya saja kita bisa bertemu lebih sering. Pasti aku akan segera menghambur ke sisimu, Tiffany.”
Taeyeon sudah sangat kesal mendengar suara namja itu. Dia membanting bantal yang tadinya berada di atas pangkuannya, lalu pergi ke toilet.
Sedangkan Tiffany malah jauh lebih senang melihat Taeyeon cemburu ketimbang bertelepon mesra dengan Nickhun.
“Eh sudah dulu ya oppa, sekarang aku mau pergi makan diluar.”
“Ya, kebetulan aku juga barusan diajak makan. Bye, enjoy saja.”
Tiffany menutup teleponnya.
“Taeyeon ah~ makan yuk?” ajak Tiffany tanpa dosa.
Taeyeon keluar dari pintu kamar mandi.
“Kamu sendiri saja, aku lagi nggak nafsu makan.”
“Ya sudah, aku minta delivery makanan sama manajer oppa saja ya?”
“Terserah.”
Kemudian Taeyeon kembali chatting dengan ‘orang itu’ lagi.
Dan Tiffany kembali ngambek lagi.

*~To Be Continued~*

A/N : Maaf kalau ceritanya agak gaje dan bikin potek.
Thanks for reading 🙂

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 5)" (23)

  1. hadeh -____- #toyorTaeNy

    sunny km mgasi kode nya yg rajin donh biar syo peka >_<

  2. Ya ampun … TaeNy .. TaeNy …
    Sunny semangat terus Ok .
    di tunggu klnjutannya
    Semangat terus ^^

  3. Jah ko dikit c.. thor jgn lama2 dunk update ny

  4. Rina Chwe Sone said:

    Mianhae aku bru komen d chap. 5..
    Hadeuh!!! TaeNy npa pda gk peka sma prsaan stu sma lain -_- #bingungdehgue
    Sunny unnie, ttap konsisten amha prasaan.a ya, Soo unnie peka npa sma prasaan Sunny unnie -_-

  5. Suka ceritanya,palagi da taenynya,bkin snyum2 gak jelas ja…

  6. Tp kpn ”horror party”nya di lanjut,sumpah deh gw sngat suka ma tu ff,ampe cek tiep hp hslx nihil trus:-(

  7. yay ^^ #plakkk apaan coba “-_)

    ditunggu next chap thor ^^

  8. Little Kim dee said:

    sunny mahh kurang gencarr dktin sooyoungnya coba sdkt ditingkatkat biar soo nya jga ngertii 😀

  9. TaeNy bikin gemes dehhh… Gue suka part video moment SooSun d encore itu.. dehhhh bkin delulu bgt..

  10. Makin seru aja nhi,palagi taenyx….,maen kompor”n segala lagi.

  11. Kimrahmahwang said:

    Ahhh moment taeny nya lucu banget sih. Senyum2 sendiri masa bacanya. Pengen gue bawa pulang tuh anak berdua hahaha. Sweetaeny ❤

    Sunny yg semangat dong deketin sooyoung nya, pake semangat 45 biar sooyoung nya bisa tau gimana perasaan lu ke dia…

  12. Jadi TaeNy serba salah ya 😦
    Penasaran sm lanjutan ny
    Hwaiting chinggu 😀

  13. Hubungan soosun masih abu2 nih
    Fanny, fanny udah bikin cemburu, kya g punya dosa lg ckckcj, tae ya jg malah sibuk sm maninan bru ya smpe cuekin fanny

  14. the kid said:

    suka senyum senyum sendiri kalo baca ff soosun. sampe sampe di kira gila sama temen. kekekeke
    cerita selalu ga buat bosen di baca. ^_^d
    ada taeny juga hihihihi

  15. Lebih keren part sebelumnya… gak tau kenapa :/

  16. dirgaYul said:

    Kyaahahahaa.. Cemburu2 yg suittt gtu.. Mrip pngalamn pribadi sihh soaly.. Jd nyengir2 bcay.. Tp bner y, klo TaeNy tuhh kesany manis bnget y?? Wlw pn tgkar ujg2y bs mesra.. Aiihh…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: