~Thank you for your comments~

Sica or Pany? (Chapter 2)

Di bar.
Hyoyeon menatap Taeyeon sambil berpangku tangan. Matanya menyipit seperti menyiratkan rasa penuh menghakimi. “Kalau lebih dari sekali namanya bukan kecelakaan kan.”
“Aku tahu, makanya tidak usah dikatakan lagi.”
“Aigo, tak disangka kelakuan Taeyeon makin parah saja.” Yuri geleng-geleng kepala.

“Tolong jangan ditambah lagi… aku sendiri sudah cukup merasa bersalah. Tolong jangan katakan ini pada Sica…” mohon Taeyeon.
“Habis dari awal kamu pakai selingkuh segala sih,” kata Sooyoung dengan nada setengah sombong.
“Ayo kita doakan semoga Sooyoung juga selingkuh dan kemudian dicampakkan oleh Sunny,” kata Hyoyeon.
“Ne,” Yuri menambahkan.
“Wah, jangan dong!”
“Yah, pokoknya pilihanmu hanya dua, tidak berterus terang dan tetap melanjutkan hubungan seperti biasa dan jauhi Tiffany. Atau yang kedua, putus dengan Sica dan memulai hubungan baru dengan Tiffany. Tapi kamu harus benar-benar memikirkan kedua pilihan itu baik-baik,” saran Yuri.
“Jangan diberi tekanan, nanti dia stress,” kata Sooyoung.
“Habis cuma itu pilihan terbaik kan?” kini Yuri balik bertanya.
“Kata seorang player,” komentar Sooyoung.
“Memangnya kamu punya saran yang lebih baik?”
“Nggak ada, aku kan setia, Sooyoung gitu loh.”
“Huh, iya deh, sok.”
“……………..”
“Jadi Taeyeon, sebenarnya siapa yang lebih kamu suka? Jessica atau Tiffany?” tanya Hyoyeon.
“JeTi,” kata Sooyoung setengah berbisik.
“Hush, ganggu terus saja.” Hyoyeon membuat gesture seolah-olah sedang mengusir lalat.
“……………..”
“JeTi~”
“Jangan berpikir lama, ikuti suara hatimu saja,” kata Hyoyeon sesekali mencoba berkata keren.
“JeTiiiiii~” kata Sooyoung masih terus berbisik seperti sedang menghantui. Tapi semua juga cuekin dia.
“Entahlah, aku bingung…”
“Plin plan,” ejek Sooyoung setelah bosan bersuara ‘JeTi’.
Yuri mengangkat bahu. “Begitulah hasilnya kalau kamu mendesaknya untuk menjawab langsung. Ini sesuatu yang harus dipikirkan sendiri tanpa desakan orang lain.”

**

Taeyeon masih bingung akan perasaannya. Untuk itu dia memutuskan untuk saat ini cukup menjalaninya saja, sampai hatinya benar-benar bisa memilih. Dia tetap datang ke tempat ajakan ketemuan Jessica.
Di cafe tempat pertemuan seperti biasa.
“Taeyeon, aku rasa sudah saatnya kita memikirkan untuk hidup bersama.”
“Eh?”
“Kita sudah 26 tahun, sudah tentu kita harus serius memikirkan masa depan kita berdua.”
“Tapi aku sudah merasa nyaman seperti ini…”
Berbicara tentang masa depan seperti ini tiba-tiba memberatkannya. Taeyeon merasa kerongkongannya tiba-tiba terasa kering. Dia mengambil secangkir teh untuk melepaskan dahaganya.
“Kita tidak bisa hanya asal menjalaninya. Aku berpikir ingin mengenalkan kamu pada keluargaku.”
“!”
Akibat pernyataan yang tiba-tiba itu, Taeyeon jadi tersedak.
“Uhuk! Uhuk!”
“Ah, gwenchana Taeyeon?!”
Taeyeon mengambil selembar tisu untuk menutup batuknya. “Ah, gwenchana, uhuk! Uhuk! Tapi apa menurutmu tidak terlalu cepat?”
“Kita sudah 5 tahun menjalani hubungan ini, menurutku tidak terlalu cepat. Coba saja lihat, banyak dari teman-teman wanita seumuran kita yang sudah menikah. Kita sudah punya pekerjaan tetap. Walau tidak menikah, tapi kita bisa mendapat restu dari keluarga kita untuk hidup serumah.”
“Tapi… bagaimana kalau ditentang?”
“Itu lebih baik daripada terus menjalaninya diam-diam. Aku tidak mau hubungan kita terus menerus menjadi hal yang disembunyikan dari keluargaku. Sebenarnya aku bahkan sudah menceritakannya pada adik perempuanku dan dia mendukungku. Jadi aku mau berpikir positif saja.”
“Tunggu, Sica, kamu benar-benar sudah memikirkannya matang-matang? Bagaimana kalau hubungan kita malah dianggap sebagai aib keluarga?”
“Kalau seandainya ditentang pun, kita bisa kawin lari.”
Seriusan nih?! Batin Taeyeon.
“Pilih hari dimana kita semua sama-sama punya waktu luang. Dan jangan mengulur waktu.”
“Tunggu Sica, aku tidak tahu reaksi orangtuamu, tapi yang jelas orangtuaku sudah pasti akan menentang hubungan ini! Mereka bukan orang yang berpikiran terbuka!”
“Lalu kamu mau menyerah begitu saja? Kamu tidak mau memperjuangkan cinta kita? Kamu kekasihku atau bukan?” Sorot mata Jessica berubah menjadi menyeramkan.
Taeyeon benar-benar speechless. Akhirnya dia memilih untuk pulang ke rumah lebih awal untuk merenung.

**

Taeyeon pulang kembali ke apartemennya sambil menghembuskan nafas. Ketika dia membuka pintu lagi-lagi dia menemukan sebuah kejutan lain. Dia langsung mendapat sebuah pelukan bersama dengan panggilan bernada riang.
“Taetaeeeee~”
“Huwa huwa!?”
“Selamat datang, chagiya~”
“Ke-kenapa kamu?!”
“Hehe, maaf ya, aku mengambil kunci cadangan rumahmu.”
Tapi yang lebih mengejutkan lagi ternyata Tiffany sedang dalam keadaan telanjang di bawah celemek yang dikenakannya. Mata Taeyeon melotot.
“Kenapa kamu tidak memakai baju?!”
“Hehe, aku bermaksud memasakkan sesuatu untukmu. Terus kupikir Taetae lebih suka kalau lihat aku begini. Aku tampak seksi kan?”
Tiffany berputar dengan anggun, memberikan pemandangan indah butt Tiffany bagi Taeyeon. Sekarang Taeyeon jadi penasaran dengan bagian depannya yang tertutup oleh celemek. Samar-samar dia bisa melihat puting Tiffany.
Taeyeon menggeleng-geleng, mencoba untuk mengusir pikiran mesumnya. Tapi Taeyeon tetap terkesima. Dan jantungnya terus berdegup kencang.
Soalnya selama 5 tahun ini Jessica tidak pernah melakukan hal seperti ini untuknya. Dia memang pernah memasak untuk Taeyeon, tapi cuma sekali dan rasa tidak enaknya begitu berkesan di hatinya hingga sampai sekarang dia masih dapat mengingatnya dengan jelas. Lalu akhirnya malah jadi Taeyeon yang lebih sering memasak untuk Jessica. Tentu saja dia senang bisa menyenangkan kekasihnya, tapi padahal di dalam lubuk hatinya dia juga ingin merasakan dimanjakan dengan masakan enak.
Kini Tiffany sedang memasak makanan yang baunya terasa harum di udara. Sambil menunjukkan tubuh bagian belakangnya yang seksi sebagai bonus.
Dibutuhkan segala kewarasan Taeyeon untuk menahan dirinya. Taeyeon benar-benar nggak tahan ingin meremas kedua bongkahan yang seksi itu.
Meski sedang membelakanginya, tapi Tiffany bisa merasakan hasrat Taeyeon. “Taetae, kalau ingin menyentuhnya boleh lho.”
Taeyeon tersadar berkat omongan Tiffany. Dia memalingkan wajahnya yang memerah.
“Sudah jadi.”
Tiffany menuangkan seporsi nasi goreng ke atas piring dari atas wajan dan menghidangkannya di meja makan. Apartemen Taeyeon ini dapurnya digabung sama ruang makan.
“Makanlah. Nasi goreng cinta spesial dariku^^ Maaf ya aku cuma bikin nasi goreng. Habis aku tidak tahu makanan kesukaanmu sih.”
“Ah, tidak, aku senang sekali, gomawo Tippany.”
Taeyeon mengambil sendok dan segera mencicipinya.
“Hmm, enak!”
“Syukurlah, sebenarnya aku juga belum lama ini belajar masak.”
Taeyeon menjadi gugup saat mengangkat sesuap nasi goreng karena Tiffany duduk di hadapannya. Masih dalam keadaan naked dan mengenakan apron. Tapi diam-diam matanya mencuri-curi pandang melihat ke bawah. Di area dada.
“Tippany, bagaimana menurutmu tentang pernikahan atau hidup bersama?”
“Eh? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”
“Nggak, hanya mau tahu saja apa pendapatmu.”
“Hmm pernikahan atau hidup bersama itu butuh komitmen yang serius. Makanya aku tidak akan mau memaksa kalau pasanganku belum siap. Yang penting kita sama-sama bahagia saat ini.”
“Ya kan? Akhirnya ada juga wanita yang tidak mendesak soal pernikahan.”
“Memangnya teman-teman Taetae semua ingin buru-buru menikah?”
“Ya, ada juga yang seperti itu.”
Dalam hati, Taeyeon sekilas teringat akan Jessica.
Dan seolah punya insting yang tajam, Tiffany berkata. “Taetae, kamu tidak sedang menduakan aku kan?”
DEG!
Sendok Taeyeon yang sudah terangkat membeku di udara.
“Haha bercanda, aku tahu mana mungkin Taetae akan melakukan hal seperti itu padaku^^”
“Ahaha.”
Gawat, nyaris sekali, batin Taeyeon.
Sesaat Taeyeon berusaha menghindar berkontak mata dengan Tiffany. Tapi dia kembali menatap Tiffany setelah debaran di jantungnya mereda.
“Tapi aku mau saja kalau bisa hidup bersama dengan Taetae.”
Lagi-lagi Tiffany menunjukkan eye smile yang membuat hati Taeyeon meleleh. Taeyeon merasakan rasa senang yang sekaligus membuatnya merasa bersalah. Sebab sosok Jessica terus membayanginya.

**

Keesokan paginya.
Ting tong
“Nggh…”
Ting tong
“Nuguya…” Taeyeon masih ogah-ogahan bangun. Tubuhnya enggan beranjak dari kasur.
Clek
“Taeyeon ah, aku masuk ya.”
Beberapa detik kemudian.
“Kyaaaaa!”
“Heh?”
“Siapa… siapa wanita ini?!”
“!”
Taeyeon ikut melonjak kaget karena Tiffany berbaring di sisinya dalam keadaan setengah telanjang.
“Berisik sekali…” kata Tiffany sambil menggosok-gosok matanya yang setengah terpejam.
Sementara Jessica berdiri tidak jauh dari mereka dengan kemarahan berkobar.
“Eh tunggu! Ini tidak seperti yang kamu kira!” kata Taeyeon panik.
“Aku kekasih Taetae, memangnya ada apa?” tanya Tiffany masih dengan wajah polos.
Mwo?! Sejak kapan kita pacaran?! Teriak Taeyeon penuh tuduhan, tapi semua itu hanya terpancar melalui sorot mata dan ekspresinya.

**

Kini mereka sedang duduk berhadap-hadapan di ruang makan. Jessica dengan wajah super dingin VS Tiffany yang berwajah cemberut.
“Kamu ini siapa? Datang-datang tiba-tiba main teriak.”
Jessica menggebrak meja. “Justru kamu yang siapa?! Kenapa seenaknya tidur bersama kekasihku?!”
Tapi wajah Tiffany seolah sama sekali tak terkesan ataupun takut menghadapi Jessica.
Celaka… sungguh-sungguh celaka. Batin Taeyeon dengan keringat bercucuran di wajahnya. Kedua tangannya yang terkepal di atas pahanya berkeringat dingin.
“Taetae, jelaskan padanya, kita ini pacaran tapi tiba-tiba saja wanita ini datang dan mengklaim kamu sebagai pacarnya.”
Eh?! Gimana aku harus menjelaskan?!
“Taeyeon, aku butuh penjelasan! Tapi pertama-tama, cepat usir wanita jalang ini keluar dari apartemen!”
Taeyeon tidak berani menatap balik keduanya. Wajahnya terus tertunduk.
Aku benar-benar lengah, Sica kan memang punya kunci cadangan apartemenku. Bagaimana aku bisa keluar dari situasi kacau seperti ini?
“Mwo? Harusnya kamu yang keluar dari sini.” Tiffany berjalan mundur ke dapur. Setelah sampai di tepi, di balik punggungnya diam-diam dia meraih sebuah pisau dapur.
“Sica, tenanglah.”
“Kamu mau aku tenang dalam situasi seperti ini!?” kata Jessica ketus. Asap seolah keluar dari telinganya.
“Kamu yang harusnya keluar dari sini, wanita jalang!” teriak Tiffany tiba-tiba menyerang Jessica dengan pisau dapur yang terangkat di atas kepalanya.
Jessica kaget tapi dia masih sempat menghindar.
Taeyeon memandang dengan syok saat melihat keduanya bergumul. Jessica terjatuh di lantai dan Tiffany mendudukinya. Jessica berusaha menahan pisau yang diarahkan padanya. Wajah keduanya berkerut penuh dengan kebencian. Mereka tampak seimbang.
“Kalian hentikan! Serius itu berbahaya!”
Jessica dengan sekuat tenaga mengerahkan tenaganya dan pisau itu berbalik dan-
Jleb!
Menusuk dada Tiffany.
Jantung Taeyeon seperti mau copot melihat Tiffany ambruk. Apalagi setelah beberapa detik ke depannya tidak ada reaksi dari Tiffany.
“A-aaa…” Jessica sendiri tampak syok. Dia baru saja berubah menjadi seorang pembunuh!
“Kyaaaaaaaaaa!!”
Taeyeon tersentak setelah mendengar teriakan Jessica. Dia segera menyentuh bahunya dan mendekap Jessica.
“Tenang Sica! Jangan berisik!”
“Tapi…! Tapi…!” dari pundak Taeyeon, Jessica membelalak ketakutan melihat tubuh Tiffany yang tak bergeming. Tangannya dengan gemetaran meremas baju Taeyeon.
“Tenangkan dirimu, biar aku yang membereskan semua ini. Kamu keluarlah dari sini. Jangan bersuara, bersikaplah biasa saja kalau berpapasan dengan orang lain.”
Tubuh Jessica masih gemetar. Dia menatap Taeyeon setengah tidak percaya. Taeyeon meremas kedua bahunya dan menatapnya dalam-dalam.
“Ingat, kamu tidak tahu apa-apa soal kejadian ini. Tidak ada yang kamu lihat disini dan kamu tidak datang kesini hari ini.”
Jessica setengah menggeleng dengan wajah pucat. Matanya berlinang air mata.
“Ikuti kata-kataku.”
Akhirnya Jessica menuruti perkataan Taeyeon dengan takut-takut. Kini tinggal Taeyeon sendiri di kamar.
“Baiklah, pertama aku harus menghapus semua jejak Sica. Bagaimanapun aku harus melindunginya.”
Tapi ketika kembali melihat tubuh tak bernyawa itu, Taeyeon kembali syok. Kedua tangan Taeyeon memegang kepalanya, pupil matanya bergerak dengan luar.
Tidak, kenapa semuanya jadi begini?! Seharusnya ini tidak terjadi! Aku tidak mau masuk penjara! Seseorang… tolong aku!
Tolong aku!

**

“!”
Taeyeon terbangun dengan keringat membanjiri tubuhnya.
“Cuma mimpi…?”
Taeyeon menghembuskan nafas lega, tapi itu tidak lama.
DEG!
Karena Taeyeon menemukan Tiffany sedang tertidur di sebelahnya. Tiffany tidak telanjang, karena Taeyeon semalam menyuruhnya berpakaian. Karena Tiffany memakai baju yang sama persis, Taeyeon langsung teringat akan mimpinya.
Tidak, mana boleh mimpiku jadi kenyataan!
“Tippany, bangun, bangun.” Taeyeon mengguncang-guncang tubuh Tiffany. Tapi Tiffany malah ngambek karena dibangunkan.
“Tippany, aku… ingin kita putus hubungan…” Taeyeon merasa agak berat mengatakannya.
“!”
Setelah mendengar itu, Tiffany terbangun sepenuhnya.
“Maafkan aku karena tidak pernah bilang, tapi sebenarnya aku sudah punya pacar. Aku mau kamu jangan menghubungiku lagi…”
Tiffany berpindah ke posisi duduk dan menatapnya dengan sengit.
Plak!
Sebuah tamparan melayang ke pipi Taeyeon. Tapi Taeyeon tidak menyalahkannya. Malah kalau bisa dia ingin memberikan pipi yang satunya supaya Tiffany bisa menamparnya sampai puas.
Tiffany beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi meninggalkan apartemennya.
Brak!
Terdengar suara pintu apartemen dibanting.
Taeyeon menggosok pipinya yang memerah habis ditampar tadi.
“Bahkan tidak ada ucapan selamat tinggal sepatah kata pun… tapi biarlah. Setidaknya aku berhasil meluruskannya daripada terjadi kejadian seperti dalam mimpi…”

**

Satu minggu kemudian.

Taeyeon POV

Di cafe.
Aku memang mencintai Jessica, tapi kalau harus meminta restu pada keluarga untuk berpacaran secara terbuka itu tidak mungkin. Keluargaku sangat keras dan tertutup untuk hal seperti ini. Hal-hal tidak akan berjalan semudah yang dikatakan. Kalau Jessica tidak bisa mengerti itu.
“Lebih baik kita putus saja.”
Aku sudah menyiapkan hatiku untuk mengatakan ini. Bahkan sudah bersiap menghadapi amukan Jessica. Tadinya kupikir begitu, tapi ternyata kali ini aku salah. Matanya malah berkaca-kaca setelah mendengar permintaan putusku.
“Kenapa kamu tidak mau memperjuangkan cinta kita…? Apa hubungan kita memang tidak pantas untuk diperjuangkan…?”
“Kumohon jangan memberatkan aku dengan pertanyaan seperti itu. Ini juga bukan kemauanku. Kalau bisa aku juga ingin direstui…” jawabku sambil mengalihkan pandanganku. Aku tak tega melihatnya menangis. Bisa-bisa pemandangan dia menangis saat diputuskan akan selamanya membekas dalam ingatanku.
“Baiklah kalau memang begitu…” Jessica beranjak dari kursinya.
“…………….”
“Selamat tinggal untuk selamanya…”
“Ya…”
“Terima kasih untuk 5 tahun yang menyenangkan ini…”
“Ya…”
“Aku senang kamu adalah yang pertama kali untukku dalam banyak hal…”
“Ya…”
“Aku akan kangen makan masakanmu…”
“Ya…”
“Taeyeon ah…”
Mau sampai kapan dia berlama-lama. Apa dia sengaja ingin membuatku merasa bersalah?
Sekarang aku jadi menatap wajahnya dan aku telah melakukan kesalahan yang besar.
Aku melihat sebutir air mata mengalir turun ke pipinya.
“Kamu tidak akan menghapus air mataku lagi seperti dulu?”
“……………..”
Biar suaranya terdengar memelas sebagaimanapun tangan kananku tetap bersikukuh meremas celana jeans yang kukenakan.
“Begitu ya… jadi benar-benar sudah berakhir ya?”
“…jangan memaksa aku untuk mengatakannya lagi, kamu hanya akan terluka lebih dalam…”
“Setidaknya kamu mau melihatku untuk yang terakhir kalinya…”
Jessica melangkah pergi, tapi aku masih tak beranjak dari sana selama 5 menit ke depan.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sica or Pany? (Chapter 2)" (39)

  1. kyril fadillah said:

    ternyata cuma mimpi ketika sica membunuh fany tapi taeyeon malah memutuska ke22nya

  2. Taeng akhirnya ngelepas fany ma sica kirain setelah putus dari fany taeng bakal merjuangin sica tapi ternyata taeng malah ngelepas sica juga

  3. taeng mimpi toh, kirain jeti beramtem, taeng jgn plin plan dong, siapa yg dpilih nih, kasian kan

  4. Kimrahmahwang said:

    Untungnya yg Jeti berantem itu cuma mimpi. Taeyeon ngelepasin dua2nya nih??kirain bakal milih sica karna dia mutusin fany duluan. Yahhh taeyeon jomblo dong…

  5. Fei yoonaddictsnyaSone said:

    Aigoo mimpi ,bikin deg”an ajah ah 😀
    Aduh jd ngebayangin pany telanjang terus pake celemek .kekeke pasti lucu :v
    Sip Ok lah adil putusin 22nya 😀
    Ok cepet lanjut thor .

  6. cm mimpi ya ?? uda dag dig dug bacanya
    lho koq di putusin ke2nya ??
    gmn sich tae ??
    trs siapa nanti yg kasih jatah kl byunnya tae kambuh ??
    bikin pusing aja ach

  7. Febylia Lie said:

    Hai hai.. i’m back.. haha
    Ya ampun taeyeon -_- kamu benar benar jahat..
    Menjalin hubungan dengan 2 org sekaligus ..
    Skg memutuskan 2 org sekaligus..
    Mewek ngebayangin ssica nangis di putusin..
    Nyesek bgt lohh TT.TT

  8. taengangster said:

    Kok putus semua lah terus taeng ama siapa ? Ama gwe aja dah 😀
    Kirain tadi beneran ternyata mimpi tpi emng udh nebak sih lw itu mimpi heheeeeee cma kok di putusin ye dua2nya ??? Ini yg blum bisa gwe tebak 🙂
    next chapt nya di tunggu thur

  9. Kim TaeNy Hwang said:

    Gua kira tadi beneran waktu sica membunuh pany eh ternyata cuman mimpi
    kok di putusin dua2-nya terus taeng dengan siapa

  10. Tae knp jdi bingung? Pilih dr mereka? Kirain bnrn, gk taunya mimpi

  11. Sherin Kustanto said:

    Kok gtu sih tae lepas dua2 nya
    Untung mimpii doanggg kirain beneran
    Lanjut dah thorr 😃

  12. kehilangan dua2nya yah mending gini si :\

  13. O god fany naked.. hmm jd brpantasi.. byun kumat.. hahaha.. bagos deh tae putusin dua2 ny.. brarti w calon pacar ny yg baru.. hoho

  14. wow lagi dong penasaran nih
    di tunggu ya
    penasaran siapa yang di pilih ama taeng nih

    makasih ya

  15. Taeng melepas ke duanya,,, hmmmp,,,

  16. Serius aku jdi degdegan baca sica bunuh fany, serius hahah sialan trnyata cuman mimpi tp gimna selnjutnya yah? Huhuuu mian aku gak sempet baca semua ff unnie

  17. Beninsooyoungsters said:

    Gue udah deg2an abis pas yang di mimpi Taeyeon, daebak! Coba itu beneran yah wkwkwk

  18. kenapa jadi di putusin duanya. aduh taeng “_-)

  19. Junior Kwon Dee said:

    Untungnya hanya mimpi,,huhh nii jantung udah mau copot aja..
    Trnyata taeng lbih memilih melepas keduanya yaa mgkin itu lbih adil..

  20. Yeon TaeNy said:

    Annyeong…

    Aduh sy kira beneran tu sica bunuh pany, tpi ungtungnya cuma mimpi*elusdadapany* hehehe #Plak~
    Na tu taeyeon, kenapa juga mutusin dua”nya? Apa butuh waktu buat mikir, siapa yg terbaik?

  21. ceritanya kagak terduga trxta . .

  22. Ya ampun kesian sicaaa huuu

  23. nc ya. maksudku Next Chapter hihihi

  24. lohh knpa jeti diputusin sama taeng??

  25. eonni, ceritax yadong banget
    .
    aku claireen

  26. whatt? fany masak sambil telanjang…#lapkeringet
    tae kok malahan jd bego gtu putusin dua2nya, seenggaknya pilih fany aja…biar makin byun tuh fantasi wkwkwkwk….lanjut thor^^

  27. mimpinya nyeremmin t’rus sica ma fany udah diputusin nah si taeng maksudnya apa?
    oke next

  28. dirgaYul said:

    Tae..brakhirkah sdh smua?? Bhkan ut mghapus airmata sica pun, sdh g mw?? Tae..apakh mw k fanny?? Kt k halaman brikuty yuukk..cuzzz

  29. Untung cuman mimpi. Fiuhhh ~

    Kasihan Jessica unnie. Next chapter!

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: