~Thank you for your comments~

Sica or Pany? (Chapter 1)

A/N : ff ini three shot
Pairing utamanya TaengSic. Dan ada sedikit TaeNy.
Sebenarnya aku pingin karakter yang psiko lagi macam ff Loveless atau sifat seperti Sunny di ff Slave, tapi ah gimana ya XD mungkin aku selipin dikit dalam ff ini.
ya segitu dulu deh intronya.

Don’t like don’t read.
Enjoy~

Musik instrumental mengalun merdu dalam suasana cafe yang didominasi oleh warna merah maroon dan ungu. Penerangan cafe yang berwarna kuning juga membuat nuansa terasa lebih romantis. Cafe ini memang sering menjadi tempat favorit bagi para pasangan. Sekedar untuk bertemu dan menikmati makan malam yang dapat membuat hati keduanya meleleh.

Tapi suasana yang mendukung itu sama sekali tidak meredakan keresahan yang saat ini dirasakan oleh Taeyeon. Di depannya duduk kekasihnya yang sudah dikencaninya selama lima tahun. Jessica Jung.
Taeyeon memperhatikan dandanan tipis di wajah Jessica. Hari ini Jessica memakai kemeja hitam lengan panjang dan cardigan berwarna pink. Sama seperti warna kesukaan gadis itu.
Penampilannya sederhana, tapi mau memakai baju apa pun, Jessica tetap selalu tampil menarik. Cara duduknya juga sangat feminin dan gesturenya sedap dipandang mata.
Jessica terlihat sangat sempurna di mata Taeyeon. Dalam hati dia memujinya.
Teman-temannya selalu berkata bahwa Taeyeon sangat beruntung, bisa mendapatkan wanita seperti Jessica sebagai pacarnya. Karena Jessica tentunya memiliki standard yang tinggi. Memang Jessica adalah seorang CEO yang meluncurkan merek fashion yang didesainnya sendiri, yaitu sebuah kacamata hitam. Dan sudah tentu standard kekasihnya minimal haruslah orang yang setara dengannya.
Taeyeon sendiri hanya merupakan seorang anak dari toko kacamata. Barangkali hanya disitulah persamaan mereka. Selain itu Taeyeon hanya seorang guru matematika yang cantik, barangkali memang sudah karunia alam.
Taeyeon mengingat semua yang pernah terjadi di antara mereka selama lima tahun belakangan ini. Ketika mereka pertama kali bertemu di reuni SMP saat berumur 21 tahun. Ya mereka kebetulan dipertemukan kembali dalam sebuah reuni. Saat itu Taeyeon terkesima dengan Jessica yang penampilannya sudah begitu berbeda dibandingkan dengan masa SMP. Jessica jadi jauh lebih cantik dan memiliki aura seperti Goddess.
Mereka telah berpacaran, berciuman, juga berhubungan intim. Ya, taraf mereka sudah sedalam itu. Tapi bagaimana bisa hanya dalam sehari hatinya menyimpang dari jalannya?
Ketika bertemu dengan gadis bernama Stephanie Hwang atau yang akrab dipanggil dengan Tiffany. Taeyeon merasakan sensasi yang berbeda.
Jessica memang sempurna. Tapi Tiffany terasa lebih cocok untuknya. Karena bersama dengan Jessica sudah memasuki tahap jenuh setelah 5 tahun berpacaran.
Taeyeon merasa lebih berdebar-debar di sisi Tiffany ketimbang Jessica. Ia tidak tahu bagaimana bisa hatinya seperti melayang melihat eye smile Tiffany.
Awalnya Tiffany duluanlah yang mendekati Taeyeon yang saat itu sedang duduk sendirian di cafe. Lalu entah bagaimana hubungan mereka keterusan sampai Tiffany ikut masuk ke dalam kamar apartemen Taeyeon dan menginap di kamarnya, bahkan tidur di ranjangnya.
Taeyeon jadi merasa bersalah. Dia sudah selingkuh diam-diam di belakang Jessica. Karena itu dia ingin mengakhiri hubungan mereka hari ini juga agar rasa bersalahnya tidak semakin menumpuk.
Saat Taeyeon sedang merancang dengan hati-hati kalimat yang akan diutarakannya, tanpa disangka, Jessica berbicara lebih dulu.
“Hei, sudah berapa tahun ya sejak kita jadian?”
“Eh? Uh… sudah berapa tahun ya…?” Taeyeon menggosok lehernya dengan gugup.
“Masa kamu lupa?”
“Eh nggak, aku ingat kok, 5 tahun.”
“Akhir-akhir ini Umma telepon, tanya gimana kabarku.”
“Oohhh…”
“Umma mengkhawatirkan aku. Umma tahu karirku menyibukkanku. Umma ingin aku segera mencari pasangan hidup. Yahh, kita kan nggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.”
“Ne,” Taeyeon mengambil cangkir kopinya dan menyeruputnya sedikit. “Uh pahit.”
“Ini, cukup satu saja,” Jessica memasukkan satu balok gula ke cangkir kopi Taeyeon.
“Gomawo.”
Jessica tersenyum manis dan melipat tangannya di atas meja. Terkadang dia tidak saja berperan sebagai kekasih, tapi juga sebagai istri yang perhatian, Taeyeon merasa begitu. Sebab Jessica selalu memperhatikan kondisi tubuhnya. Mencegahnya dari makan atau hidup serampangan. Taeyeon merasa bersyukur dengan itu. Karena kalau hidup sendirian memang terkadang orang sering mengabaikan kesehatannya.
“Lalu apa yang mau kamu bicarakan Taeyeon?”
Tadi Taeyeon mengajaknya bertemu melalui sms karena ada sesuatu yang ingin dibicarakannya.
“Eh, itu…” kata-katanya terhenti di ujung lidah. Wajahnya menunduk. Matanya menelusuri pattern meja kayu. Ada banyak kata-kata di dalam kepala, tetapi tidak semudah itu diungkapkan.
Tangannya mulai berkeringat dingin, belum pernah dia merasa segugup ini sejak jadian sama Jessica lima tahun yang lalu.
“Ngomong-ngomong sebentar lagi liburan kan? Apa kamu mau membicarakan soal berlibur bersama?” Jessica tersenyum, sama sekali tidak menyadari kegugupan Taeyeon.
“Akhir-akhir ini karena jadwal kita sama-sama padat, kita jarang menemukan waktu yang cocok untuk bertemu seperti ini. Aku akan sangat senang kalau kita bisa bersantai berdua.”
Akhirnya Taeyeon mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa yang sudah direncanakannya sejak kemarin.
“Sica, aku mau kita putus saja.”
Dunia seakan lenyap seketika. Suara-suara di sekitar mereka mendadak tidak terdengar lagi. Hening yang membuat Taeyeon merasa tertekan setiap detiknya.
“Kamu bicara apa, Tae-yeon?” Jessica menekankan setiap suku kata pada namanya. Membuat Taeyeon merasa semakin terintimidasi.
Ekspresi Jessica sama sekali tidak berubah. Padahal dia berada di posisi yang hendak diputuskan.
“A-aku merasa kayaknya kita sudah nggak cocok lagi, jadi lebih baik kita… pu-putus saja…” pada kalimat terakhir suaranya mengecil sampai hampir tidak terdengar lagi.
Jessica mengambil garpu di depannya dan menusuk potongan kue strawberry di piringnya dengan kasar sampai piring dan mejanya menimbulkan bunyi keras.
“Kalau bicara, BICARA YANG JELAS!”
Taeyeon memundurkan tubuhnya ke kursi dengan cepat. Jantungnya seperti merosot ke perutnya.
Ini yang paling ditakuti Taeyeon dari Jessica. Tatapan sedingin es dan nada yang seakan tidak bisa dibantah. Dia seperti mendadak ikut dalam latihan militer. Dan Jessica adalah atasannya. Yang memiliki pangkat sersan.
“Eh nggak! Cuma bercanda!”
“……………….”
“I-iya, hari ini kan april mop, masa lupa?”
Beruntung otak Taeyeon bisa dengan cepat memikirkan sebuah alasan untuk jalan keluar dari masalah ini.
Jessica masih mematainya dengan tajam. Taeyeon menghindari tatapannya.
Taeyeon selalu merasa tidak bisa melawan Jessica. Saat di atas ranjang juga begitu. Dia selalu menuruti kemauan Jessica. Harus memuaskannya. Kalau Jessica ingin di atas, maka dia harus di bawah, begitu juga sebaliknya. Kalau Jessica ingin dioral, maka Taeyeon harus melakukannya. Kalau Jessica ingin merasakan sensasi seks yang beda, maka Taeyeon harus browsing internet untuk mencari tahu.
Benar-benar berbeda saat dia bersama dengan Tiffany. Tiffany sangat easygoing dan selalu mendengarkan segala keluhan dan keinginannya. Sama sekali tidak egois. Benar-benar seperti langit dan bumi.
Taeyeon sendiri tidak percaya bagaimana dia bisa bertahan pacaran dengan Jessica selama ini. Dia juga tidak mengerti bagaimana awal hubungan mereka hingga bisa berlanjut sampai ke taraf pacaran.
Tiba-tiba Hpnya berbunyi. Taeyeon sedikit kaget.
“Ah.”
Jessica menghela nafas. “Angkatlah.”
Taeyeon mengambil ponselnya dari saku celana. Jantungnya langsung kembali berdebar dengan kecepatan yang sangat tinggi setelah melihat nomor yang sangat dia kenal. Walau namanya tidak disimpan dalam kontak, tapi tidak salah lagi itu pasti dia.
Kenapa dia harus menelpon di saat yang tidak tepat seperti ini?! Batinnya.
Taeyeon membeku sejenak, tapi Jessica memperhatikan semua tindak-tanduknya, jadi dia harus bersikap wajar. Taeyeon menekan tombol answer dan mendekatkan ponselnya ke telinga. Dia langsung disambut oleh nada manja.
“Taetaeee~ aku senang kamu angkat teleponku. Lagi dimana?”
“Eh aku, lagi diluar.”
“Ahh, padahal aku ingin ketemuuu~ kangen Taetae nih…”
Taeyeon sedang berharap semoga suaranya tidak terdengar sampai ke telinga Jessica. Meskipun tidak memakai loudspeaker tapi suara Tiffany terkadang terlalu keras. Kalau iya, dia tidak akan bisa hidup untuk melihat hari esok.
“Mianhae, aku lagi sibuk.”
“Huuu…” Tiffany merajuk, tapi dia tidak ingin segera mengakhiri pembicaraan ini. “Lalu kapan kita bisa ketemu lagi? Kalau bisa lebih cepat lebih baik. Aku ingin memperdengarkan nyanyianku padamu.”
Nyanyian?
Taeyeon suka sekali mendengar suara Tiffany. Menurutnya rasanya terdengar seperti jelly, makanan kesukaannya. Dia tidak ingin menolak. Tapi kalau dia berlama-lama, Taeyeon takut akan membangkitkan kecurigaan Jessica.
“Ah, yeoboseyo? Yeoboseyo?”
Lalu Taeyeon mematikan ponselnya seolah-olah tiba-tiba suaranya tidak tersambung lagi.
“Ah, barusan itu masalah pekerjaan,” Taeyeon berdalih. Dalam hati dia bertanya ‘sejak kapan aku jadi pembohong?’
“Taeyeon, akhir-akhir ini kamu terlihat aneh.”
Deg
“Aneh gimana?”
“Seperti… kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?”
DEG!
Jessica menyipitkan mata. “Benar ada yang kamu sembunyikan ya?”
“Nggak! Nggak! Mana mungkin aku begitu! Haha,” ujar Taeyeon berusaha menutupi kepanikannya dengan bersikap wajar yang terlalu memaksa.
“Taeyeon, kamu tahu kan apa akibatnya kalau kamu selingkuh di belakangku?”
Taeyeon merasa seperti tercekik secara mental. Dia menelan ludah.
“Iya, aku nggak selingkuh kok, benar!”
Gawat, aku baru saja mengatakan satu kebohongan lagi.
Taeyeon semakin berkeringat dingin.
“Kalau begitu cium aku.”
“Eh?”
“Cium aku di bibir.”
“Ta-tapi… ini kan di tempat umum…”
“Aku nggak peduli! Cepat lakukan sekarang! Atau kamu mau aku teriak sampai semua orang disini mendengar?!”
“I-iya!”
Taeyeon melirik ke kiri dan ke kanan. Beruntung tidak ada yang duduk di dekat mereka. Waiter itu juga sudah pergi.
Taeyeon berdiri dari kursinya dan mendekatkan wajahnya. Dia mengecup bibir Jessica.
Jessica mencubit tangan Taeyeon.
“Aw aw! Apo, Sica!”
Cubitan Jessica angat menyakitkan sampai daerah yang dicubitnya menjadi memar.
“Lakukan sekali lagi, pakai perasaan, yang lebih lembut!”
“Uhhh…”
Kali ini Taeyeon menciumnya dengan lebih lembut dan berperasaan.
Sekarang Taeyeon semakin mempertanyakan kenapa dulu dia bisa jatuh cinta sama wanita dengan sifat seperti ini.

**

Malam harinya di bar.
“Aku sendiri juga nggak percaya kamu bisa pacaran sama Jessica. Coba lihat saja, kamu yang pemalu dan tertutup ini bisa dekat dengan Jessica yang outgoing, apalagi dia seorang CEO,” komentar Yuri.
“Kalau aku nggak jadi mak comblang, mungkin Taeyeon nggak akan jadian sama Jessica, ahaha,” kata Hyoyeon merasa sombong seolah-olah dialah yang menyatukan mereka.
“Jessica wanita yang hot, aku iri…” kata Yuri.
“Sunny masih lebih hot, ah di ranjang dia benar-benar luar biasa,” kata Sooyoung sambil cengengesan.
“Lihat orang mesum ini. Benar-benar tak tahu malu berkata seperti itu,” komentar Hyoyeon.
“Ah, aku benar-benar terharu karena waktu pertama kali melakukannya, Sunny juga baru pertama kali-“
Hyoyeon berusaha menutup mulutnya. “Ya, berhenti sampai disana. Ini bukan perkumpulan yadong.”
“Teman-teman, sebenarnya ada yang ingin kuceritakan…” kata Taeyeon.
“Hmm?”
“Apa?”
…………………………….
…………………………….
“Seriusan? Kim Taeyeon yang kukenal setia ini selingkuh?!” teriak Yuri yang paling kaget.
“Aku tidak bermaksud sengaja!” Taeyeon mencoba membela diri. “Tahu-tahu saja… hal itu terjadi… itu kecelakaan…”
“Jadi kamu sudah tidur? Dengan gadis bernama Tiffany ini?” tanya Hyoyeon.
“Entahlah, aku tidak ingat. Malam itu aku mabuk…”
“Jadi gimana rasanya?”
“Gimana apanya, aku nggak berniat bercanda, Sooyoung. Yang jelas aku merasa bersalah sama Jessica. Kacau sudah…” Taeyeon menunduk dan memegang kepalanya.
“Yah, aku nggak heran sih, belakangan ini kamu dan Jessica memang kurang chemistrynya dibanding dulu,” kata Hyoyeon sambil meminum sojunya.
“Kalau begitu, mereka mesti belajar kimia bersama dulu? Supaya dapat chemistry?” tanya Sooyoung mencoba melucu. Tapi nggak ada yang menertawakan leluconnya.
“Menurutku juga, dulu mereka lebih mesra.” Yuri mengiyakan dan meminta Hyoyeon menuang soju untuknya.
“Ini yang namanya memasuki tahap jenuh setelah 5 tahun berpacaran?” tanya Sooyoung.
“Sooyoung, kamu nggak akan tahu, kamu kan baru 2 tahun sama Sunny,” kata Yuri.
“Ah andwaeeee… mudah-mudahan aku dan Sunny tidak begitu di masa depan.” Sooyoung menggigit bibirnya dengan cemas.
“Jadi, kamu tidak akan mengatakannya pada Jessica kan?” tanya Hyoyeon.
“Tentu saja, ini adalah kesalahan seumur hidup yang tidak akan pernah bisa kukatakan. Lagipula aku sebenarnya berniat putus sama Jessica.”
“Tapi apa kamu yakin? Apa sudah tidak ada perasaan cinta sedikitpun di hatimu lagi?” tanya Yuri.
“……………..”
“Lihat, kamu sendiri bahkan masih belum bisa menjawabnya. Hanya karena kamu merasa lebih nyaman dengan orang lain, bukan berarti perasaanmu pada kekasihmu bisa hilang dengan sekejap.” Yuri melanjutkan meneguk segelas sojunya. Lalu lanjut berbicara setelah gelas kecilnya habis. “Sudah banyak contohnya orang yang menyesal putus dengan mantan lalu minta balikan. Mereka terlalu buru-buru dan tidak berkomitmen. Kalau aku jadi kamu meskipun sudah selingkuh aku tetap akan berpikir-pikir kalau mau putus.”
“Yuri benar. Lagipula kamu tahu kan kalau Jessica orangnya posesif sekali. Kamu pikir dia akan mau diputusin begitu saja?” kata Hyoyeon.
“……………..”
“Apalagi kamu adalah yang pertama untuknya.” Sela Sooyoung.
“Yadong terus saja.” Hyoyeon menyikut lengan Sooyoung.

**

Jam setelah 10 malam di dalam apartemen.
Taeyeon berbaring di atas ranjang setelah mengganti baju dan mencuci muka. Taeyeon menghembuskan panjang. Dia benar-benar bingung. Apa yang dikatakan teman-temannya memang benar. Tapi bagaimanapun Taeyeon adalah tipe yang merasa bersalah kalau sudah melakukan sesuatu yang salah. Walau berada di sisi Jessica dia selamanya tidak akan bisa melupakan perselingkuhannya. Kepalanya mulai berdenyut sakit. Taeyeon sudah terlalu banyak berpikir. Atau mungkin akibat soju yang diminumnya, padahal dia hanya minum 1 gelas. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur lebih awal malam ini meskipun besok sabtu libur.
9 jam kemudian, Taeyeon baru terbangun. Taeyeon hendak meraih ponselnya untuk melihat jam ketika dia menyentuh sesuatu yang empuk.
“!!”
Betapa terkejutnya dia ketika menemukan Tiffany berbaring di sebelahnya.
“Hyaaa?! Ke-kenapa kamu bisa ada disini?!”
Tiffany terbangun dan menguap.
“Ah, pagi Taetae, bahaya lho, kamu lupa mengunci pintu apartemenmu semalam.”
“Eh?!”
“Tapi tenang saja karena sudah kukunci.” Tiffany tersenyum dengan wajah tanpa dosa.
“Oh, begitu ya, terima kasih.”
“Oh baju ini? Maaf ya Taetae, diam-diam aku memakai piyamamu.” Tiffany beraegyo.
Taeyeon tidak bisa melepaskan pandangannya dari Tiffany. Penampilannya yang habis bangun tidur terlihat seksi, apalagi belahan di bagian dada piyama itu sangat rendah. Benar-benar godaan.
“Taetae, kamu semalam manis sekali.”
“Ehh?” Sejenak Taeyeon sempat berpikir macam-macam.
“Wajah tidurmu.” Tiffany tersenyum nakal seolah dapat membaca pikiran Taeyeon. Tiba-tiba dia berpindah posisi ke atas Taeyeon.
“Taetae, menurutmu aku bagaimana?”
“Eh? Ba-bagaimana apanya?” Taeyeon merasa gugup karena kedua gunung kembarnya terlihat sangat menggoda.
“Menurutmu aku cantik tidak?”
Taeyeon menelan ludah. Sesaat dia sempat tergoda untuk meremas dadanya.
“Kamu suka aku nggak?”
“Uh…”
“Kamu nggak jawab berarti kamu nggak suka aku,” kata Tiffany sedih.
“Eh nggak, kamu wanita paling cantik yang pernah kutemui! Dan aku… aku suka kamu…”
“Benarkah?^^”
Omo, bisa-bisanya aku berkata seperti itu padahal sudah ada Jessica.
“Hehe, karena aku senang ini hadiahnya.”
“Huh?”
Tiba-tiba Tiffany melumat bibir Taeyeon.
“Emph?!”
Taeyeon menggeliat tapi Tiffany menahan kedua tangannya di atas ranjang. Kakinya masih bebas, tapi Taeyeon tidak mungkin menendang gadis di atasnya ini. Jantungnya berdebar-debar. Debaran yang terasa menyenangkan sampai hatinya mau melayang. Sudah lama dia tidak merasakan sensasi ini. Akhirnya dia pasrah dan memejamkan matanya menikmati ciuman itu.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sica or Pany? (Chapter 1)" (51)

  1. kasian taetae . huuu..huu
    gak tega . sica emang kejam tapi suka sama sifat nya . Ppany juga …

  2. Aku sukaaa sama sica disini kyaaaa~ thor readers baru

  3. Pilih sica donkkk tae…. udah 5 tahun pacaran…
    taeng pakai acara selingkuh… hadehhh

  4. Kim TaeNy Hwang said:

    Kasian taetae yg punya pacar menakutkan dan selikuhan yg agresif

  5. Yeon TaeNy said:

    Annyeong thor…. new reader imnida *bow

    Wow taeyeon beruntung banget bisa suka sama duo america girls hahaha
    Semoga taeyeon bisa bertahan ama sica…

  6. sica galak bgt ya, waduh tae hrs ambil kputusan siapa yg mau dpilih..

  7. klu gw jadi taeng,gw pilih both hahaa dua2 ny kinclong sih #plaakk
    gw harap adegan terakhir bersambung di chap 2 #ehh

  8. gag salah ppany donk kalo tiba2 dtg ditengah” taengsic,,mungkin sii tae lupa ngasih tau kalo dia udah punya jessica… dan skrng malah menikmati service dari seorang tippany :v :v

  9. sherinkustanto said:

    Suka sma sica disni ahhaha
    Tae plih sica lahh masa di tinggal gtu aja
    Mau ktmu hell sica ya
    Fany kek penggoda bngt wkwkw
    Tpi suka
    Lanjut dahh

  10. pairingnya bikin sakit hati.. tpi gpp lah sekali2 taengsic, udh lama juga mereka g bikin moment..
    Udh taeng pilih sica aja nanti Tiff biar dijagain sama Sone hehehe…

  11. Taetae mulai bosen sama sica tp ga bisa main putusin gitu aja ya sica serem banget ya sikap x_x

  12. kyril fadillah said:

    taeyeon sudah merencanakan utk putus dari sica tapi stelah melihat reaksi sica nyali taeyeon langsung ciut
    lanjut lagi thor

  13. Fei yoonaddictsnyaSone said:

    Salam kenal thor izin baca ffnya ^_^
    Kyaa kasian sica ,taeng ga setia )’
    Yaaakkk soo fikirannya byun mulu melebihi taeng 😀
    Serruuu ,moga cepet lanjut thor ..

  14. taetae koq hebat banget sich dapetin cewek seksi 2 sekaligus.
    lebih baik putus ma sica, krn lebih cocok ma fany.
    cpt lanjut ya thor…..ff nya keren

  15. Beninsooyoungsters said:

    Dasar ByunSoo -_-
    Tapi kalo gue jadi Taeng mending gue kabur ajalah gak usah milih Fany, apalagi Sica, bisa di perbudak seumur idup dah
    Tapi Tiffany boleh juga *gimana sih*

    Love Pain Happiness nya segera ya author? Gue udah nunggu banget tuh

  16. Embat bleh.. klo ga lempar aq satu.. hahah

  17. pick tiffany saja . dan suruh yuri pacari sica saja tapi ya udah terserah km pilih sica…

  18. Taeng lagi bimbang nich milih siapa
    Suka sama karakternya sica disini keren

  19. taengangster said:

    Gwe suka pairingnya 😀 taengsic taeny gwe juga suka lw taeng yg tertindas pacarnya kaya gwe lah nasibnya :/
    dan karakter sicca jga gwe suka sih tapi thor bisa gak gak usah pake genie2 an ye 😀 biar karakter sicca alami aja gtu jangan dri genie -_-” 😀

  20. anyeong…sica disini sadis bgt..udah tae sm ppany aja lagian ppany hot, baik and agresif pula hehehe…

  21. wawawawawawawawawawa
    selingkuh emg indah,,, palage kLo selingkuhan nxa tu gk kLh cantik ma pacar
    susah memang milih.

  22. kshn jesica….

  23. Kimrahmahwang said:

    Sica nya galak yaa, mesti teriak2 gitu apa di kafe. Gasadar banget sama suaranya yg bisa ngerusak telinga orang lain :p
    Fany agresif aduhh, main dilumat aja itu bibir my baby taengoo haha
    Taeyeon dalam kegalauan, bingung harus pilih yg mana. Dua2nya cantik dan sexy. Kalo gue jadi taeyeon gabisa milih mungkin, ambil dua2nya aja wkwk

  24. hjohnbossanova said:

    wah baru lagi… nyimak dulu deh, maaf nih lama gak komen, internet gak ada yang cepet jadi curi – curi dikantor internetnya

  25. keren update terus ya
    suka baca nih
    aku suka sama tulisan kamu

  26. mian,komen disini. gue new reader -__-#gknanya

  27. Wah… kesian sica di selingkuhin.. wkwk

  28. jungjaerin said:

    kyaa ~ yey yey taengsic…\ (^_^) /
    udh lama gk buka wp sekali buka ada taengsic… gomawo thor…
    xoxo boo kekeke

  29. waaah…… daebaak….. thor bagus ni ceritanya
    sica or fany?
    taeng ambil ja fany kasih ja sica ke yuri #plaaak…. mang barang apa huh… -_-
    tapi sica ma taeng dah lama juga ya jadiannya hmm… ah kena dilema gw
    next

  30. dirgaYul said:

    Wooww.. bru bca yg ini.. seruu weehh.. tae2 knp slingkuh?? Tp slingkuh itu indah(klo g ktahuan), tp mnyakitkan bgi yg d slingkuhi. Ehmm..y msak sih pcaran aj bs jd sersan wkkwkwk..serrreemm itu mah..

  31. Ih ih, Unnie aku diselingkuhin -_-
    Kita tengok cemana lanjutannya

    Keke, sumpah, keke baca part-nya Hyoyeon unnie. Hyoyeon unnie kok bisa lucu sekali sih 😀
    Author keren deh 😀 Jangan” kak Author juga lucu ? 😀 Hahahahaha XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: