~Thank you for your comments~

Setelah tahun baru.
Malam hari di bandara Incheon dengan tujuan penerbangan ke Bangkok. Dimana mereka akan tiba di Bangkok keesokan paginya. Semua anggota SNSD baru saja turun dari van dan sedang menunggu manajer mereka mengurus koper mereka. Sesekali mereka melambai ke arah fans yang mengambil foto mereka.

Sunny memeluk boneka beruang pink miliknya, sambil sesekali mencoba menjadikannya bantal untuk sandaran lehernya.
“Aku tidak sabar ingin mencicipi masakan Thailand,” kata Sooyoung.
Negara itu adalah negara asal namja itu berada, pikir Taeyeon dipenuhi pemikirannya sendiri. Sesekali dia melirik ke arah Tiffany.
“Unnie, kalian sehat?”
Seohyun, Tiffany dan Sunny berpelukan bertiga. Mereka memang sudah cukup lama tidak saling bertemu dengan member lain sejak akhir Desember, sekarang sudah tanggal 10 Januari 2014.
“Hyunnie, kami sehat-sehat saja.”
“Selalu jaga kesehatan kalian ya.”
Sooyoung yang melihatnya lalu mencolek-colek punggung Sunny. Sunny berpaling. “Waeyo?”
“Aku nggak disapa nih?”
Sunny tersenyum lalu menggosok-gosok perut Sooyoung.
“Akh!” tapi Sooyoung terlihat senang.
“Youngie sehat-sehat saja kan?”
“Ne.”

image

Mungkinkah Tippany memang menyukai namja itu? Taeyeon masih terus membatin sambil melihat Tiffany yang sedang berinteraksi dengan Seohyun.

**

Di dalam pesawat, bagian kursi VIP.
Entah kenapa rasanya Sunny sangat ingin sekali duduk di samping Sooyoung. Tapi berdasarkan urutan tiket, yang duduk di samping Sooyoung adalah Hyoyeon. Dan karena Hyoyeon sudah terlanjur duduk, Sunny merasa agak sungkan kalau harus meminta bertukar tempat dengan Hyoyeon.
Akhirnya dia duduk di tempat yang sudah seharusnya berdasarkan tiket, yaitu di sebelah Yuri.
Ya sudahlah, toh kita juga harus tidur di perjalanan ini, batin Sunny.

**

Setelah sampai mereka diantar ke hotel yang letaknya tidak terlalu jauh dari arena konser, hanya untuk sekedar mandi atau bersiap-siap. Beberapa kunci kamar diberikan pada mereka. Ada yang mendapat kamar sendiri. Mereka dibebaskan memilih teman sekamar mereka sendiri.
“Sooyoung-”
“Kita sekamar ya, Yoong,” ajak Sooyoung pada Yoona.
Sunny pun tidak jadi melanjutkan kalimatnya dan berpaling sambil memendam rasa kecewa. Akhirnya dia sekamar dengan Taeyeon meski Taeyeon sebenarnya juga mengharapkan bisa sekamar dengan Tiffany. Tapi gadis yang diharapkannya maunya sekamar sama Yuri.

**

Di kamar VIP milik Taeyeon dan Sunny.
Sunny membaringkan koper yang baru saja dikirimkan ke kamarnya oleh bellboy. Saat membuka risleting koper tanpa sadar Sunny menghembuskan nafas.
“Kamu capek Sunny?”
“Heh? Ah sedikit… tapi aku juga menantikan mencicipi masakan Thailand, ahaha.”
“Kamu mau mandi duluan atau aku yang duluan?”
“Kamu saja duluan, kurasa aku mau berendam air hangat.”
“Tapi aku juga mau berendam.”
“Ah? Kalau begitu nggak apa-apa, kamu duluan saja.”
“Benar nggak apa-apa? Soalnya aku bakal agak lama.”
“Gwenchana, santailah. Kata manajer oppa kita masih punya waktu 2 jam sampai waktu makan pagi. Kamu mau mandi 1 jam pun boleh, ahaha.”
“Baiklah kalau begitu.”
Taeyeon masuk ke dalam kamar mandi membawa pakaian-pakaiannya.
Tiba-tiba terdengar ketokan dari pintu, tapi bukan dari pintu depan. Melainkan dari pintu buat connecting room.
“Buka.”
Jantung Sunny berdebar-debar, itu suara Sooyoung. Cepat-cepat Sunny membuka pintu penghubung ruangan itu.
“Hei, kebetulan kamar kita sebelahan,” sapa Sooyoung begitu pintu terbuka.
Kebetulan kecil ini membawa senyum ke paras Sunny yang cukup letih.
“Mana Taeng?”
“Lagi mandi, Yoong?”
“Lagi mandi juga.”
Tanpa permisi, Sooyoung langsung melangkah masuk ke kamarnya.
“Ah enak ya kamar kalian.”
“Hehe, bicara apa kamu, kamar kita kan sama saja.”
“Ya, tapi aku lebih suka kalau kamar mandinya di sisi ini.”
Kamar mereka memang mirip, hanya posisi penempatannya perabotnya yang berlawanan, seperti cermin.
“Hehe, mau tukar?”
“Boleh?”
“Tapi kamu harus bilang Taengoo dulu.”
“Meski Taeng setuju belum tentu Yoong mau tukar,” kata Sooyoung sambil menghempaskan dirinya di kasur besar.
“Kalau begitu kamu dan Taengoo kan bisa tukaran saja.”
Setelah mengatakan itu, Sunny baru tersadar. Itu sama saja mengusulkan secara tidak langsung kalau mereka akan sekamar.
“Hmm, tapi apa Taeng mau sekamar sama Yoong.”
“Aku tidak apa-apa kalau unnie mau tukaran.”
“Eh?”
Karena posisi pintu penghubungnya tepat di dekat kamar mandi. Mereka bisa melihat Yoona baru keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi dengan rambut setengah basah yang belum disisir.
“Aku juga sesekali ingin mengobrol bersama dengan Taeng unnie.”

Setelah Taeyeon selesai mandi, mereka membicarakannya. Taeyeon pun tidak merasa keberatan.
Jadi akhirnya diputuskan Sooyoung sekamar dengan Sunny dan Taeyeon jadi sekamar dengan Yoona. Koper pun sudah dipindah.
Sunny diam-diam merasa senang dengan perkembangan yang tak terduga ini.
“Baiklah, sekarang aku mau mandi. Sunny mau ikut masuk juga?”
“Heh?!”
Sooyoung nyengir. “Bercanda, kalau mau mandi kamu pinjamlah kamar mandi mereka karena aku bakal lama.”
Pintu kamar mandi tertutup, menyisakan Sunny dengan wajah panas karena baru saja sempat membayangkan mandi bersama.

**

Jam 7 tepat semua member sudah berada di restoran di lantai bawah untuk sarapan.
Jessica menguap sambil menutup mulutnya dengan tangan.
“Jangan ketiduran waktu makan ya.” Senyum Yuri usil.
“Yoona unnie sedikit sekali ambil makannya.”
“Sekarang aku sudah jarang makan banyak, lagipula ini masih pagi, aku tak mau makan yang berat-berat.”
“Tapi berat unnie makin turun. Setidaknya Yoona unnie perlu makan makanan yang bergizi supaya tidak sakit,” kata Seohyun sambil mengambilkan beberapa sayuran ke atas piringnya.
“Ahhhh…” rengek Yoona.
Sementara.
“Yah Yul, jangan rakus,” komentar Hyoyeon melihat Yuri hampir mengambil semua makanan yang tersedia.
“Mumpung di hotel tidak dibatasi, Hyoyeon ah. Lagipula aku butuh energi untuk gladi resik nanti. Dan lihat, aku cuma mengambil masing-masing sedikit.”
“Pasti nanti siang makannya lebih enak.”
Sunny tersenyum melihat Sooyoung yang belum-belum sudah menantikan waktu makan siang. Lalu dia pun bergabung makan dengan duduk di sebelah Sooyoung.

**

Acara gladi resik berjalan dengan lancar dan selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Setelahnya mereka berterima kasih pada para staff yang telah terlibat dalam gladi resik mereka. Manajer mereka membubarkan mereka dan mereka pergi makan siang lebih awal. Makan siangnya enak, tepat seperti harapan Sooyoung.
Kemudian mereka kembali ke hotel untuk beristirahat sampai sore hari.

**

Di kamar Sooyoung dan Sunny. Sooyoung berbaring tengkurap di atas kasur.
“Ah, enak sekali makan siangnya.”
“Pasti nanti kamu akan membicarakan soal makanan yang kita makan barusan saat sesi perkenalan.”
“Kok tahu sih, ahaha.”
“Untuk soal makanan, kamu memang mudah ditebak.”
“Haha, tapi mereka juga pasti akan merasa bangga kan kalau kubilang kita menyukai masakan asli mereka.”
“Iya.”
“Nggh, agak pegal nih. Sunny ah, pijitin aku dong?”
“Bagaimana kalau panggil manajer unnie untuk memijatmu?”
“Andwae, aku nggak enak sama manajer unnie kalau meminta seperti itu. Di bandara dia sudah sering repot-repot membantu membawakan kita barang. Selain itu dia juga sudah membantu mengatur jadwal kita, dia pasti capek.”
“Hee, kamu pengertian juga rupanya.”
“Makanya Sunny yang pijitin ya? Nanti gantian deh.”
“Iya deh.”
Sunny berusaha menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang.
Lalu dia naik ke atas Sooyoung, setengah duduk di atas pahanya. Sunny mengangkat sedikit ujung baju Sooyoung. Setengah modus supaya tangannya bisa bersentuhan langsung dengan kulit Sooyoung. Kedua tangannya mulai menekan-nekan bagian punggung bawahnya.
“Ah, kurang ke kanan sedikit, ah ne begitu. Turun naik.”
“Apa tenaganya segini sudah cukup atau mau lebih kuat?”
“Segini cukup.”
Sooyoung membaringkan kepalanya sepenuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya. “Ah, enak sekali.”
“Kamu mau kupakaikan balsem biar lebih enakan?”
“Tidak usah, karena tanganmu hangat, begini saja sudah cukup.”
Selama lima belas menit ke depan, Sunny terus memijat tanpa mengeluh capek sedikit pun sampai Sooyoung yang menghentikan sendiri.
“Cukup, aku sampai jadi mengantuk saking nyamannya. Sesuai janji sekarang kita gantian.”
“Eh, aku nggak usah.”
“Tidak usah merasa segan, berbaringlah.”
Sooyoung berlutut di sisinya. Sama seperti Sunny barusan, dia mengangkat ujung baju Sunny supaya tangannya dapat berkontak langsung saat memijat.
5 menit kemudian, karena suasananya terlalu hening, mendadak Sooyoung jadi ingin iseng sedikit. Jari-jari Sooyoung menggelitik pinggang Sunny.
Sunny menggeliat kegelian.
“Kyahaha!”
Tapi bukannya berhenti, tangannya malah bergerak semakin iseng, supaya mendapat reaksi lebih dari yeoja di bawahnya ini.
“Ahahahaha! Kumanhe!”
Saat itu Sunny telah salah langkah, dia berbalik dan berkontak mata langsung dengan Sooyoung.
Sunny baru sadar sedang di posisi apa mereka saat ini. Dia menatap wajah Sooyoung dengan langit-langit kamar sebagai backgroundnya.
Sunny menelan ludah dengan gugup tanpa sepengetahuan Sooyoung.
“Ternyata kamu gelian juga ya.”
Sooyoung mendekatkan wajahnya. “Sunny, kenapa wajahmu merah? Kamu sakit? Kalau sakit jangan disembunyikan.”
Sooyoung mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Sunny.
“Serius deh, kalau lagi sakit terkadang kamu suka menyembunyikannya. Jangan seperti waktu rusukmu sakit lagi ya.”
Tangan Sooyoung berpindah untuk meraba leher Sunny, masih mengecek suhu tubuhnya. Sooyoung tidak tahu, justru apa yang dia lakukan malah membuat panas tubuh Sunny meningkat.
“Unnie.”
Duk!
Sunny secara reflek menyingkirkan Sooyoung. Sesaat dia sempat melupakan pintu penghubung kamar mereka masih terbuka.
“Ada apa Yoong?” tanya Sunny berusaha bersikap wajar.
“Ah, nggak, ini ada kacamata hitam Sooyoung unnie yang tertinggal di kamar kami. Kudengar Sunny unnie sakit?”
“Barusan tubuhnya sedikit panas, tapi dia tidak mau kuperiksa.”
“Eh?!” seru Yoona dengan mata terbelalak.
“Aniyo, bukan begitu Yoong. Tubuhku cuma sedikit panas, tapi bukan berarti aku lagi demam.”
“Jinjja?”
Sekarang Yoona berjalan mendekat dan ikut meraba dahi Sunny.
“Sudah kubilang aku baik-baik saja.”
“Benar ya unnie?”
“Iya.”
“Sampai Yoong sekarang jadi ikut khawatir. Ya, makanya kalau ada apa-apa lain kali cerita.”
“Iya deh, maaf.”
“Kedengarannya nggak tulus,” sindir Sooyoung.
“Aku cuma nggak mau membuat semuanya khawatir.”
“Kita ini sudah berapa lama sih bersama? Kita kan sudah seperti keluarga. Sesama keluarga harus saling terbuka.”
“Haha, jadi ingat, waktu itu Sooyoung unnie sampai kesal karena nggak dikasih tahu soal keadaan rusuk Sunny unnie.”
“Masih ingat saja kamu Yoong. Iya, aku kesal waktu itu.”
“Permisi sebentar.” Sunny masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam sana dia tersenyum sendiri.

**

Sooyoung POV

image

Saat sesi perkenalan dalam konser, Sunny meletakkan dagunya di pundakku saat giliranku berbicara. Kudengar para fans sempat heboh sesaat, mungkin karena momen ini daripada apa yang kukatakan, hahaha.
Setelah itu saat gilirannya dia malah berkata Tom Yam Kung dan Yum Woon Sen sangat enak. Itu kan makan siang kami tadi.
Aish gadis ini, tadi di hotel bilang begitu tapi sendirinya bicara soal makanan. Kemudian dia mengangkat tangannya dan bergaya menggemaskan. Jadi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menepuk buttnya.

Hehe, terkadang aku suka melihat aegyonya, tampak sangat manis.

Dengan demikian konser di Thailand pun berakhir.

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 3)" (38)

  1. Yaa moment taeny dikit bgt thor…tae cembokur nih..kasian taetae

  2. Lilis alawiyah said:

    Bagus thor. Yah walau kependekan . Tpi ngerti dehk kan Membuat cerita itu gak gampang. Ehkk, hmm boleh request horror party gk, aku suka cerita itu tpi terserah author deh, saya selaku readers hanya mengikuti author. Tpi semangat ya thor fighting.

  3. the kid said:

    ^_^d
    modus aja sooyoung minta d pijitin sunny blang aja mw dekt deketn xixixixixi
    cerita yg ga buat bosen buat d baca karena ceritanya asiiikkk. ^_^d

  4. moment taeny kgk ada,..duh..sunny lucu bued muka nya merah waktu berttp ma soo,..sunny suka bued ma soo yak,.pi soo blum nyadarin…coba klo yoona kgk dtg tb2 tmabh ky kepitg rebus muka nya sunny

  5. Wah soosun sedikittt ada kemajuan haha, taeyeon ksel aja padahal bru mau ke ngara namja ntu gmana face to face sma orangnya udh di cakar kala ya wkwkwk

  6. Lilis alawiyah said:

    Annyeong.
    Author boleh minta PW Eien No Kizuna chapter14 gak. Ini email saya

    Gomawo.

  7. Beninsooyoungsters said:

    Aduh Sooyoung kenapa mandi bareng nya cuma di anggep bercanda, kalo serius kan lumayan mandi bareng Sunny *eh
    Sunny udah berani skinship yah, besok berani ngapain lagi? Wkwkwkwk

  8. Junior Kwon said:

    Akhhh sii sunny salting niiyee smpe suhu tubuhnya naek gtu…

  9. Jah dikit duank thor.. pdhl udh dri kmrn nungguin ni ff brharap puuaaannjang ..tp it’s okay.. kebut y thor.. xixixi

  10. tolong pijitin aku ya. wah gif nya lucu.
    hmmm…….. gak ada ide komen apa???😂

  11. yah sooyoung pov nya segitu doang? tapi gpp yang penting ada peningkatan. ini lebih ke soosun sama taeny doang yang difokusin?

  12. Kimrahmahwang said:

    Semoga fany gak bener2 suka sama si gajah thai itu dan dia cuma suka sama taetae. Sabar ya tae…

    Duhilah dooson makin hari makin manis aje. Sooyoung segala minta dipijitin bilang aja mau dipegang2 sama Sunny hahaha

  13. Soo ma lemot bnget sunny kshn sunny ny mendam perasaan …

    Lnjut ya thor

  14. Hadoooohhhh……,gpaen shi yoona msuk,,,,ganggu soosun moment aje,,
    Aq kgen taeny moment nhe thorrrr

  15. momen soosun paling banyak.. yg lain cuman jd penghibur doank..
    gk seru ah thor..

    • Memang dr awal kan dah bilang fokus ke pairing utama SooSun
      Maaf saja, kalau gak suka ya gak usah baca, tdk ada yg memaksa

  16. Soo modus banged sih pake minta di pijitin sama sunny tp keseluruhan ff nya ga bosenin thor (y)

  17. yahh soo jail amat hehee.. jd ngebayangin mereka tidur satu ranjang #plaakk

  18. Soosun modus modusan nih ye
    Pake pijit2an segala

  19. Hmhmh kasian suny…
    sooyoung si gk peka :p

    bgus thor ffnya feelnya dpt bngitz d tambh foto2 kyk gt hmhmhm
    d tnggu kelanjutannya

  20. blue ocean said:

    Omo sunny d fotony cuantik banggeettzz
    Soo bs suka ma sunny ga c thor??!!!
    Kayakny zero chance banget nich sunny.

    Pasif pula. #mbandingin sm kbnyakan karakter sunny yg agresif d ff ini
    Jadi ikutan lemesss hiks hiksss
    Sunny kalo soo ga mau cini sm kak blue ocean aja wakakakakakakakakakakkkk
    #kabur#

  21. hennyhilda said:

    Haduhhh jd gemess sndr ngeliat foto mereka n sooyoong jail bgt nepok pantat sunny hahaha
    semangat author
    ganbatte

  22. Selain ff yulsic ff soosun memang yang terbaik

  23. eaaa taeny nyempil dikiit. but overall bagus..
    emang kalo diliat-liat soo gemes baget liat aegyonya sunny.

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: