~Thank you for your comments~

A/N : Update untuk bacaan di hari minggu.
Enjoy~

Di tepi sungai Han, di dalam mobil.
“Taeyeon ah…”
“Hmm?”
“Benarkah soal rumor kamu pacaran sama Baekhyun?”
“…kamu minta pergi kesini hanya untuk membicarakan hal itu?”
“Aku kan cuma penasaran…”

“Bagaimana dengan rumor kamu sendiri pacaran dengan namja Thailand itu?”
“……………..”
“Ya kan, kamu sendiri tidak jawab. Sudahlah, ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan itu. Bukannya kita kesini untuk menikmati pemandangan sungai Han di malam hari?”
“……………..”
Dari kursi pengemudi, Taeyeon menyandarkan kepalanya di bahu Tiffany. Taeyeon meletakkan tangannya di atas tangan Tiffany dan meremasnya dengan hangat.
“Aku melakukan ini karena demi kamu. Meski aku tidak pandai merangkai kata-kata yang manis, kamu tahu kan hanya ada kamu seorang?”
“Hmm.”
“Aku… kita perlu lebih menahan diri. Kamu tahu kan kalau rumor ini justru lebih melindungi kita dari segala rumor mengenai kita?”
“Iya.”
“Baiklah, sekarang lupakan segala hal yang rumit, kita nikmati saja momen kita yang sekarang ini Pany ah…”
“Taeyeon…”
“Shh… jangan biarkan pikiran yang negatif merusak kebersamaan kita saat ini. Tidakkah kamu setuju, Pany ah?”
“Hmm.”
Setelah itu mereka tidak banyak berbicara lagi. Karena memang di antara mereka sudah saling mengerti tanpa perlu diutarakan.

**

Sunny POV

Keesokan harinya.
Kami sudah bersiap-siap untuk foto pengambilan cover CD Love & Peace.
“Woah, warna-warni!” seru Hyoyeon.
“Berasa artistik,” komentar Taeyeon.
“Oke, kalian duduk atau berdirilah disitu. Untuk tema ini kalian bebaslah bergaya selama merasa nyaman dan tidak berlebihan,” komentar fotografernya.
Aku memilih duduk di pojokan.
Ah, Sooyoung duduk di sebelahku.
DEG.
Tangan kirinya diletakkan begitu saja di kakiku, menyerempet sedikit pahaku.

image

Aku merasa panas dan jantungku sedikit berdebar-debar. Tubuhku juga agak tegang. Mungkinkah ini yang namanya disebut… terangsang?
Dia ini ngapain sih? Kayak nggak ada tempat lain untuk meletakkan tangan. Fotografernya memang bilang kalau posenya bebas tapi ini… jangan-jangan dia sengaja lagi?
Meski dia tidak berpaling ke arahku, tapi aku melihat senyumnya.
Jadi dia benar-benar sengaja? Waktu itu dia juga pernah menyentuh pantatku padahal saat itu celana jeansku sedang disorot kamera. Huh, jangan kira aku sudah lupa.

Di pengambilan gambar yang berikutnya, gantian aku yang meletakkan tanganku di atas pahanya.

image

Tapi dia bahkan sama sekali tidak merasa terusik. Perasaan aneh apa ini? Rasanya aku sedikit senang.
Ah tidak, aku tidak boleh obvious.

**

Walau terkadang dia seenaknya menyentuh-nyentuh aku di berbagai event, tapi aku tidak bisa membawa diri untuk marah padanya.
Aigo, jangan-jangan aku malah mengharapkannya? Aish, itu tidak benar.

image

**

Di dorm, ruang tengah. Jam setengah 12 malam.
Sooyoung sedang menyanyikan sebuah lagu. Sementara Sunny duduk di karpet lantai, sedang mengelus-elus Prince. Tapi diam-diam dia memasang telinganya baik-baik dan mendengarkan nyanyian Sooyoung.
“24 jam tidaklah cukup. Saat aku bersamamu. Saat mataku terkunci padamu. 24 jam tidaklah cukup. Saat aku menyentuhmu dan kamu menyentuhku~”
“Yah, kalau kurang puas, sana pergi temui namja chingumu.” Begitu ucapan yang pertama kali keluar dari mulut Tiffany ketika dia keluar dari kamar. “Daripada datang kesini cuma buat nyanyi itu terus.”
“Ish, kenapa sejak aku memberitahu soal namja chinguku semua jadi dihubung-hubungkan ke dia? Tidak bolehkah aku bernyanyi dengan tenang?”
“Kalau cuma mau nyanyi kenapa nggak nyanyi di rumahmu saja?”
“Aku kan tidak mau mengganggu keluargaku…”
Tiffany ikut duduk di sofa. Matanya tersenyum nakal.
“Ngaku saja, orang yang dimaksud dalam lagu itu Jung Kyungho kan?”
Sooyoung tidak menjawab, tapi sorot matanya seolah berkata ‘Sebegitu menariknyakah sampai gadis ini begitu senang menggoda urusan percintaan orang?’
“Ya kan Sunny? Menurutmu juga begitu kan?”
“Eh?” Sunny baru mendongak memandang mereka. “Menurutku suara Sooyoung cocok dengan lagunya…”
“Nggak nyambung,” kata Tiffany.
Sunny mengangkat bahu.
Sementara Sooyoung tertawa kecil karena merasa konyol.
“Ayo cerita, sudah berapa kali kalian bertemu muka, alias kencan. Dia panggil kamu dengan sebutan apa? Chagiya? Apa yang membuatmu tertarik padanya? Jangan lewatkan juicy detail,” tanya Tiffany dengan penuh antusias.
“Kamu tanya terlalu banyak. Dan apaan pula itu jisi ditel?”
Terdengar tawa singkat Sunny. Dia menertawakan bahasa inggris Sooyoung yang payah.
“Jangan pelit-pelit, kita sudah seperti keluarga kan? Waktu itu selain memberitahu, kamu nggak banyak cerita.”
“Ya deh, aku cerita.” Sooyoung menghembuskan nafas. “Terus terang, kami belum banyak bertemu muka. Hanya dua kali terhitung awal mula kami bertemu. Karena sangat sulit untuk menyesuaikan jadwal dan kami takut diketahui paparazzi. Karena walau sudah menyamar pun, terkadang fans masih mengenali kita. Kami lebih banyak berhubungan melalui telepon dan berkirim pesan.”
“Humm pasti berat tidak bisa bertemu dengannya.”
“Yah, sudah terbiasa. Apa boleh buat kalau mengingat pekerjaan kita. Lagipula aku kan masih bisa melakukan video call dengannya.”

Sunny merasa hatinya sakit.
Video call… seperti denganku waktu itu. Dia sering melakukannya bersama dengan namja itu, batin Sunny.

“Terus dia memanggilmu dengan apa? Masa Sooyoung?”
“Palingan chagiya…” komentar Sunny.
“Iya,” Sooyoung mengiyakan sambil tersipu.
“Cieeeeee~!^^” Tiffany mendorong bahu Sooyoung.
Sementara di ruangan itu hanya Sunny sendiri yang merasa sakit hati. Dia hanya berniat mengutarakan fakta lebih dulu agar lukanya tidak terlalu dalam.
“Lalu, apa yang membuatmu tertarik padanya?”
“Hmm entahlah. Kurasa aku merasa cocok saja ketika mengobrol dan mencoba mengenalnya. Lalu lama-lama terasa menyenangkan dan aku jadi merasa kehilangan kalau tidak mengobrol dengannya. Akhirnya kami jadian.”
“Cieeee cieeeeee~!^^”
“Berisik sekali, Tippany,” kata Taeyeon dengan mata mengantuk, berdiri di ambang pintu.
“Oh maaf.” Tiffany menutup mulutnya dengan tangan. “Sudah mau tidur ya?”
Tiffany beranjak dari sofa dan berjalan masuk ke kamar yang sama dengan Taeyeon. “Kalau begitu aku juga mau tidur, sudahan ya Sunny, Sooyoung, selamat malam.”
Pintu ditutup dan suasana kembali sunyi, menyisakan Sunny dan Sooyoung yang ditemani dua ekor anjing.
Sunny melihat Prince menguap sebelum meletakkan kepalanya di lantai karpet. Kemudian Sunny ikut menguap seolah ketularan.
“Kamu juga sudah mau tidur?” Tanya Sooyoung.
“Belum, kamu?”
“Aku masih ingin menyanyi 24 jamnya Sunmi sekali lagi.”
“Oh, mungkinkah kamu menyanyi lagu itu untuk adegan solomu dalam konser Marchen Fantasy nanti?
“Iya benar, lho aku belum bilang ya?”
Sunny menggeleng.
“Aish, pantas saja Tiffany mengira aku menyanyi lagu itu karena namjachinguku.”
Prince sudah tertidur, karena itu Sunny beranjak menjauh dari anjing itu dan duduk bersandar di sofa, tepat di sebelah Sooyoung.
“Karena aku belum mengantuk, aku akan menemanimu. Jadi nyanyilah sepuasmu, aku akan mendengarkan.”
Sooyoung tersenyum. “Kalau begitu aku akan nyanyi lagi. Karena sudah pada tidur, aku akan mengecilkan suaraku.”
“Iya begitu saja.”
Berbeda dengan versi aslinya, Sooyoung menyanyikannya dengan pelan, hampir seperti bersenandung.
“24 jam tidaklah cukup.
Saat aku bersamamu.
Saat mataku terkunci padamu.
24 jam tidaklah cukup.
Saat aku menyentuhmu dan kamu menyentuhku

Waktu berjalan begitu cepat
Sehari bersamamu berasa seperti 1 menit, aku menjadi gila (Sayang sekali,sayang sekali)
Saat aku mendekatimu, aku lari
Saat aku harus pergi,kakiku tidak mau pergi
Mereka tidak mau pergi (sayang sekali, sayang sekali)

Saat aku melihatmu
Aku lupa semuanya
Kamu mengisi aku sepanjang jalan
Saat aku memegangmu
Semuanya begitu sempurna
Aku ingin terus seperti ini selamanya

24 jam tidaklah cukup.
Saat aku bersamamu.
Saat mataku terkunci padamu.
24 jam tidaklah cukup.
Saat aku menyentuhmu dan kamu menyentuhku
24 jam 24 jam

Saat kedua tangan kita menyentuh
Listrik menyebar di seluruh tubuh ku
Aku menutup mataku, apa yang harus kulakukan?
(Jadi gila,jadi gila)
Semakin aku minum, kehausan yang kudapat
Semakin aku mencicipi, semakin tubuhku meminta
Aku telah jatuh cinta padamu
(Jadi gila,jadi gila)

Saat aku melihatmu
Aku lupa semuanya
Kamu mengisi aku sepanjang jalan
Saat aku memegangmu
Semuanya begitu sempurna
Aku ingin terus seperti ini selamanya

Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya
Jatuh tanpa henti itu begitu menakutkan
Tapi jika itu kamu, jika kamu akan menangkapku
Aku tidak takut, aku ingin terus lanjut
24 jam 24 jam
24 jam 24 jam

24 jam tidaklah cukup.
Saat aku bersamamu.
Saat mataku terkunci padamu.
24 jam tidaklah cukup.
Saat aku menyentuhmu dan kamu menyentuhku”

Ketika lagu sudah berakhir, Sooyoung menyadari kalau bahunya jadi terasa lebih berat.
Sooyoung tersenyum.
“Belum mengantuk apanya.”
Sunny benar-benar telah tertidur pulas di pundaknya.
Sooyoung bermaksud menyentuh pipi Sunny tapi menghentikannya di tengah jalan.
“Nggak enak kalau dibangunkan… ya sudahlah, sekali ini saja, kelihatannya dia kecapekan.”
Sooyoung menjulurkan kakinya dan menyamankan posisi duduknya, sambil berhati-hati agar tidak membangunkan Sunny.
“Kuanggap dia berutang satu sandaran padaku,” gumam Sooyoung sebelum memejamkan matanya dan mencoba tertidur.

**

Kelopak mata Sunny perlahan membuka. Dua detik kemudian setelah otaknya dapat mencerna, matanya membelalak kaget.
“Eh? Omo!”
Sunny cepat-cepat menyingkir.
Mendengar seruan Sunny, Sooyoung ikut terbangun. Dia meregangkan tubuhnya dengan meluruskan tubuhnya sambil mengangkat kakinya sedikit.
“Hai, semalam nyenyak tidur di pundakku?”
Sunny melihat jam, sekarang sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
Artinya dia sudah empat jam dia tidur di pundak Sooyoung.
“Aigo, pundakku sungguh pegal sekali…” keluh Sooyoung sambil memijat-mijat sebelah bahunya.
“Mianhae Sooyoung, tanpa sadar aku malah ketiduran…”
“Ya, jangan dipikirkan. Daripada itu, masih ada waktu, aku mau lanjut tidur di kamar, yuk?”

Sooyoung masuk ke kamar kedua dan langsung berbaring di atas kasur tanpa berkata apa-apa lagi. Sunny ikut masuk setelahnya dan menutup pintu.

Tidak apa-apakah kalau aku tidur sekasur dengannya?
Tapi meskipun batinnya mempertanyakan, dia tetap tidak mau melewatkan kesempatan ini.
Tiba-tiba Sooyoung menjadikan tubuhnya sebagai guling.
Meski saat itu cintanya masih bertepuk sebelah tangan, Sunny tersenyum dan memeluk kebahagian yang mengantarnya ke alam mimpi.

**

Sunny POV

Konsernya berlangsung memuaskan.
Di atas panggung, dia malah mengejekku dan menyanyi dengan mengganti liriknya menjadi ’24 cm tidak cukup’.
Huh… dia selalu saja iseng. Padahal perbedaan tinggi badan kami juga tidak sejauh 24 cm.
Yah, sepertinya memang begitulah Sooyoung.
Aku tahu dibalik semua keisengannya, dia sangat baik, ramah, dan menaruh perhatian pada orang-orang di sekelilingnya. Faktanya dia melakukannya berarti karena dia merasa nyaman berinteraksi denganku.

☆~To Be Continued~☆

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 2)" (41)

  1. sweet bgt sunny meratiin soo ampe sedetail itu..

  2. ceritanya sweet bngt….lnjut bro…fighting

  3. Beninsooyoungsters said:

    Kyaaaaaaakkkk author lagi kesambet yah updatenya cepet abis itu ceritanya sweet ginii, jangan2 lagi jatuh cinta yaaa? *reader sotoy*
    Duh Sooyoung peka dong, gue jadi kasihan sama Sunny 😦 pukpuk Sunny 😦

    • Ya begitulah, jadwal update gak tentu bgt >.< kalau lg gak ada kerjaan ya update (sbg ganti wktu lama aku gak update)
      Kalau jatuh cinta sama orng kurasa enggak.
      Tp lg kesengsem berat sama Sunny^^ makanya jd pengen bikin SooSun

  4. the kid said:

    wah kurang ceritanya. sweet bangt soo minjemin pundaknya biat sunny. dapet feel romancenya ^_^d

  5. soo ,kagak sadar apa ya kalo sunny suka ama diee. adehhh,, susah dheh,, kalo cinta bertepuk sebelah tangan. tapii mudah-mudahan ajee mereka bersatu, begitu juga ama taenynya. hehe.. anyeong thor

  6. sherinkustanto said:

    Sweet amattt sihhh sunny hahhaha
    Lanjut dahh

  7. Kasian sunny ya..mdh”an soo tau klo sunny ada hati..

  8. Lilis alawiyah said:

    Annyeong.

    Wah cepet update nya, kya nya sooyoung unnie suka sama sunny unnie. Hmm, yang semangat ajh yah admin unnie . Admin/author Kece ~^

  9. Kimrahmahwang said:

    Cinta Sunny bertepuk sebelah tangan..tapi apa sooyoung udah tau perasaannya Sunny ke dia, kalo belom tau berarti belom tentu dong cintanya Sunny bertepuk sebelah tangan siapa tau sooyoung juga suka hahaha xD

  10. Wahhh..,sunny unniiii kacian bget shi…
    Moga aja ucapan tae unni tu beneran yha,,coz tae cuma buat fany fany tiffany
    Author daebak….

  11. Junior Kwon said:

    Hebat banget sii sunny bisa nutupin perasaannya,smga ada cara trbaik untk sunny ttp bertahan..

  12. Waw waw daebak, sweet, romance. Biar nongol dkit ttp taeny jjang, soosun pun jjang uh sunny tinggal nunngu waktu bwt soo peka yo. ’24cm tidaklah cukup’ soo jahat bnget ke bunny haha “couple kocak”

  13. part taeny taeny taeny 😀

  14. Suka suka suka… buny sabar y.. berjuang terus jgn pantang menyerah mendapat kn cinta soo..

  15. apa soo jg suka dg sunny?

  16. next ya… soosun berusaha yaaaa….. bangkitkan moment kalian ya

  17. TaeNy… nggak perlu kata2 lagi.. Soosun sweet deh.. pnsaran Sooyoung pov..

  18. ini kapan ada tanda tanda kalo sooyoung suka juga sama sunny si 😦 apa jangan” emang ceritanya cint bertepuk sebelah tangan ya?

  19. Q lbh suka model cerita kya gini,serasa nyata,apalagi da foto2nya jg.

  20. soo so sweet ,sunny aslinya pasti seneng bgt tuh bisa tidur dipundak soo semaleman

  21. Hahaha…parah 24cm, mang ya sejauh itu ya
    Kasian sunny, moga aja cinta ya ga sndirian, sapa tau ja sebenarnya soo jg cinta sma sunny

  22. blue ocean said:

    Kok kasian bnget tho sunny d sini. Aq lbh suka liat soo d siksa. Ohhh iya slaveku blm slese tak bacaaa aarrgghhhhh !!!!!!!

    Authoorr mna kekejamannmuuhh

    • Walah, kalau ini kan semi realis jd agak terbatas, gak bisa yg terlalu aneh 😛

      Sana selesaikan baca, kan yg Slave dah tamat 😛

  23. Coba kalo sooyoung angkat sunny yang lagi tidur ala ala pengantin baru gitu pasti makin sweet deh ceritanya…

  24. hennyhilda said:

    Sbr y sunny krn km pst akn dapetin hal yg baik
    semangat author
    ganbatte

  25. 24 Cm meter tidak cukup… wkwkwk kocak banget sumpah…
    Chingu promo bentar kunjungi blog ku juga ya 😉
    koreanshortstory.bloger.com hanya untuk tambahan penyaran saja 😀
    Gomawo

  26. hahaha.. bagian akhirnya lucu. 24 cm tidak cukup..
    poor sunny.
    tapi dari pict2nya cukup menambah kesan di ceritanya. kereeenn

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: