~Thank you for your comments~

A/N : Annyeong readers, baik yang loyal maupun silent, ataupun dua-duanya. Terima kasih banyak masih sering menantikan ff buatanku. Mohon maaf kalau jarang update karena sibuk. Dan writer block, jadi sementara ff baru buat selingan.

Kali ini pairing utamanya SooSun, mungkin TaeNy juga ada sebagai sampingan.
Aku mencoba membuat ff bersifat semi realis, jadi ada sebagian moment yang berdasarkan real moment.
Biar nggak kepanjangan, langsung saja.
Enjoy.

Air hangat mengucur membasahi seluruh tubuhnya. Cukup lama Sunny mematung di bawah shower, membiarkan pancuran air hangat memijat tubuhnya. Rambutnya jatuh menutupi mukanya. Sunny memejamkan matanya.

Sunny POV

Flash back

“Namanya Jung Kyungho?” tanya Taeyeon.
“Ne, kami sudah jalan cukup lama, maaf baru memberitahu sekarang.”
“Chukae Sooyoung unnie,” kata Yoona dan Seohyun.
“Gomawo.”
“Chukae, kapan-kapan bawa dia ke hadapan untuk dikenalkan ke kita ya?” kata Tiffany.
“Ne.”
“Dia pasti ketakutan karena bakal ditindas sama kita,” canda Yuri lalu mereka semua tertawa.
“Yah, disini juga ada yang bermarga Jung nih,” kata Hyoyeon sambil melirik ke sebelahnya.
“Jangan samakan dengan aku,” kata Jessica sambil menyibakkan rambutnya dan berkata dengan nada seperti seorang boss. “Jadi mau lihat seperti apa tampang namja yang diam-diam sudah mengambil hati Sooyoung kita ini.”
“Ini fotonya,” kata Sooyoung sambil menunjukkan foto kekasihnya lewat smartphone.
Mereka semua berkumpul untuk melihat sebuah foto dalan ponsel.
“Wohhh…” hanya itu suara yang dapat Taeyeon keluarkan.
“Sini kamu! Nyebelin banget sih yang sudah punya pacar!! Sok bahagia gitu!” kata Yuri sambil menggelitiki pinggang Sooyoung dengan gemas.
“Ahaha, bilang saja kamu sirik! Makanya cepatlah cari.”
“Berapa umurnya?” Tanya Tiffany.
“7 tahun lebih tua dariku.”
“Eh…” Taeyeon tidak melanjutkan kata-katanya.
“Memang jaman sekarang beda 7 tahun bukan hal yang aneh,” kata Jessica.
“Kenapa kamu bilang begitu? Jangan-jangan diam-diam kamu punya simpanan oom-oom?” tanya Hyoyeon.
“Enak saja, kamu kali. Aku ini masih single.”
“Iya iya, kamu kan maunya yang selevel denganmu.”
“Memangnya salah kalau mau yang selevel?”
“Awas, nanti menjomblo seumur hidup lho.”
“Huh, jangan sampai.”
“…………….” Yuri terdiam sambil memandang ke Jessica.
“Kenapa Yuri unnie?” Tanya Yoona.
“Eh? Nggak, nggak ada apa-apa kok.”
“Selama dia baik kurasa tidak apa-apa,” kata Seohyun.
“Hyunnie memang pengertian. Unnie sayang kamu!” Kata Sooyoung lebay sambil memeluk Seohyun.
“Apa kata fans soal ini nanti…” Taeyeon bergumam sendiri dengan suara kecil.
“Bagaimana menurutmu Jung Kyungho, Sunny ah?” Tanya Tiffany.
“Eh?”
“Kok malah ‘eh’ dari tadi kamu melamun?”
“Tidak biasanya kamu diam,” komentar Hyoyeon.
“Ah sebenarnya aku lagi kurang begitu enak badan.” Sunny tersenyum maklum.
“Eh?! Gwenchana?”
“Ya, gwenchana Fany ah. Mianhae teman-teman, aku mau tidur lebih cepat malam ini.”
Saat berjalan menuju ke kamar, Sunny masih mendengar suara mereka.
“Kalian juga cepatlah menyusul,” kata Sooyoung.
“Jangan khawatir, suatu saat kita juga bakalan,” jawab Hyoyeon.
Lalu mereka tertawa.
Sementara Sunny meremas dadanya yang terasa sakit.

End of flash back.

Waktu itu aku bahkan sama sekali tidak memberi ucapan selamat.
Hanya tersenyum dengan wajah poker face, walau sebenarnya hatiku terusik. Padahal aku baru saja senang setelah diajak nonton musikal Sica berduaan bersamanya.
Setelah itu aku mengerti kenapa…

Flash back.

Aku baru buka Instagram. Kemudian foto paling pertama yang muncul adalah foto yang di post oleh Taeyeon.
“Mwo?!!!”
Lalu aku mengetik komentar tanpa berpikir dua kali.
“What the heck, Gong Minyoung (Sooyoung’s role in ‘Cyrano’) kissed?! oh my!!”
Untungnya tidak lama kemudian postnya dihapus oleh Taeyeon. Mungkin karena ada beberapa fans yang berkomentar spoiler.

End of flash back.

Ternyata aku memang mencintainya…
Semula kukira perasaan ini hanya perasaan kesepian karena member sudah punya pacar, tapi ternyata bukan.

Flash back.

“Coba kamu bayangkan berciuman sama orang itu. Kalau kamu merasa ‘eww’ atau ‘nggak mau’ maka kemungkinan besar kamu nggak suka sama orang tersebut.”
“Tapi kita kan artis Fany ah. Terkadang kita harus melakukan adegan berciuman meski kita tidak suka.”
“Hmm, benar juga. Kalau begitu yang mudah saja. Kamu tidak rela membayangkan dia berada dalam pelukan orang lain jika itu bukan untuk film. Atau ketika kamu melihat senyumnya, segala kegalauan dalam hatimu terlupakan.”

End of flash back.

Benar juga, selama ini aku nggak pernah sadar karena dia selalu berada di dekatku. Harus kuakui kalau akhir-akhir ini aku merasa Sooyoung tampak sangat menarik. Tak heran… karena dia sudah punya pacar.
Perih rasanya membayangkan Sooyoung berada dalam pelukan namja itu.
Sekarang setelah sadar, apa yang harus kulakukan dengan cinta bertepuk sebelah tangan ini?

Tok tok tok

“Kenapa lama sekali mandinya? Sebentar lagi kan sudah mau waktunya konser.” panggil manajer unnie.
“Ah! Ne!”
Aku buru-buru menyelesaikan mandiku.

**

Pada akhirnya sewaktu konser aku tidak bisa menahan diriku dari menggoda Sooyoung. Nempel di dekatnya dan mencari perhatiannya, bahkan bergandengan tangan dengannya. Saat itu aku merasakan sensasi yang menyenangkan menjalar dalam diriku.
Aigo, Sunny kamu benar-benar sudah jatuh cinta.
Kucubit pinggang Sooyoung karena gemas, lalu dia tertawa kegelian.
Cintaku bertepuk sebelah tangan, juga menyusahkan.
Tapi bisa juga dianggap sebagai cinta yang bahagia.
Karena aku bahagia memiliki perasaan ini.

**

Malamnya, di Korea.
Ibu jariku memijat layar dua kali dalam waktu yang berdekatan. Icon hati muncul di layar selama sedetik.
Aku sedang melihat-lihat foto-foto melalui akun Instagram. Sebagian ada yang sone tunjukkan padaku dengan mention nama akunku. Aku barusan memberikan beberapa like pada foto-foto yang kusuka, termasuk foto-foto Sooyoung yang berwajah aneh.

image

image

image

“Akh!”
Aku baru sadar kalau aku baru saja menyukai fotoku bersama dengan Sooyoung dalam instagram.
“Omo! Bagaimana ini?! Apa perlu ku’unlike‘?”
Aku berguling-guling di atas kasur dengan gemas.
Tapi setelah beberapa detik aku kembali tenang.
“Emm, nggak aneh kan. Aku juga sudah menyukai beberapa fotoku bersama dengan member lain. Iya juga kalau ku’unlike’ malah lebih aneh. Siapa tahu ada yang menyadarinya, para fans terkadang cukup tajam.”
“Pfft, kamu lucu sekali Sunny ah.”
Aku terenyak kaget. “Huwa Fa-Fany ah?! Sejak kapan kamu disitu?!”
“Dari tadi, kamu bicara sendiri seperti itu.”
“A-ada apa?” kataku berusaha mengalihkan topik.
“Begini, aku sama Taeyeon mau pergi jalan-jalan ke sungai Han naik mobilnya, kamu mau ikut?”
“Eh? Ngg… nggak deh, kalian berdua nikmati saja waktu kalian berdua.”
“Begitu ya? Nggak bakal nyesel nih?”
“Enggak.”
“Oke kalau gitu. Gomawo Sunny^^”
“Iya, bye.”
Kami saling bertukar lambaian. Lalu tak lama kemudian terdengar suara obrolan mereka berdua dari luar kamarku. Dan dalam beberapa menit dorm sudah jadi sepi.
Aku kembali berbaring dan menghela nafas.
“Padahal aku ingin ikut… tapi aku nggak ingin mengganggu mereka…”
Dalam hati aku tahu kenapa Tiffany berterima kasih padaku. Karena dia ingin melewatkan waktu romantis hanya berduaan dengan Taeyeon.
“Bosan…”
Kemudian aku mengangkat layar smartphone ke depan mukaku. Tidak ada notifikasi baru. Maka aku pun membuka Kakao Talk dan berinisiatif memulai chat sendiri.
“Lagi ngapain?”
Satu menit kemudian datang balasannya.
“Lagi makan ramyun. Baru saja matang.”
Dalam hati aku sedikit merasa lega karena dia tidak sedang berkencan dengan namja itu.
“Makan terus saja.”
“Habis lapar sih.”
“Bagi-bagi.”
“Makanya kamu datang kesini.”
“Kamu yang mestinya kesini. Dorm sedang sepi karena TaeNy baru saja pergi ke sungai Han.”
Aku sengaja menyebut mereka dengan TaeNy untuk menyatakan secara tidak langsung. Aku yakin Sooyoung pasti mengerti.
“Hmm *icon mangkuk mie*”
“Shikshin, bikinlah akun Instagram.”
“Emm, sekarang ini aku belum butuh.”
“Banyak sone yang minta kamu segera bikin.”
“Kapan-kapan deh.”
“Kamu nggak kencan?”
“Apa sih mau kamu? Tadi nyuruh datang ke dorm, sekarang malah nyinggung kencan. Aku jadi keselak nih.”
“Maaf deh kalau gitu. Kan cuma penasaran saja.”
“Sirik ya?”
“Nggak.”
“Kalau gitu Soonkyu mau kencan sama aku?”
“Ngapain kencan sama seorang shikshin sepertimu?”
“Huh, walau aku ini shikshin tapi yang kupikirkan bukan cuma makanan saja tahu.”
Dia tidak tahu, walau cuma ajakan kencan sederhana sambil bercanda tapi dalam hati aku telah dibuat berdebar-debar olehnya. Aku tahu karena dia memanggilku Soonkyu kalau sedang niat bercanda.
Dasar… kenapa sih aku bisa menyukainya? Padahal dia sering menghina tinggi badanku.
“Aku pingin makan hamburger.”
“Tuh kan shikshin, padahal tadi baru saja ngomong yang dipikirkan bukan cuma makanan saja. Tapi aku juga pingin sih.”
Tiba-tiba terdengar nada dering ponselku.
“Eh? Video call?”
Jariku agak sedikit bergetar ketika menjawab video callnya. Di layar smartphone muncul tampilan wajahnya dengan sedikit uap dari panci ramyunnya.
“Moshi moshi, Soonkyu.”
DEG
“Kenapa tiba-tiba?”
“Hehe, nggak.”
“Kamu mau bikin aku ngiler dengan pamer ramyunmu?”
“Hmm, setengah iya setengah bukan.”
“Lalu setengahnya?”
“Hanya mau melihat wajah Soonkyu tanpa make up,” jawabnya sambil tersenyum usil.
“Apa maksudmu? Mau menghina ya?”
“Hehe, jangan marah. Sebenarnya aku hanya ingin bicara langsung denganmu.”
“Mau bicara apa sih? Sampai repot-repot video call segala.”
“Sebenarnya aku agak kesepian juga. Keluargaku sudah pada beristirahat. Makanya kalau begini kan jadi seperti bicara langsung. Setidaknya aku bisa mendengar suaramu.”
Dia membuatku berdebar-debar dengan kata cheesynya lagi.
“Kalau gitu kenapa nggak telpon pacarmu saja, huh? Huh? Huh?” kataku dengan sengaja mendekatkan layarnya.
“Yah, jangan terlalu dekatkan kameranya ke mulutmu. Kamu mau aku melihat isi mulutmu? Sudah sikat gigi belum?”
“Belum, weekk!!” kataku sambil merong.
“Jorok ah.”
Kemudian aku dengan sengaja iseng mendekatkan kameranya ganti ke mataku.
“Ya Soonkyu…”
“Hehe maaf deh, kali ini nggak.”
Kukembalikan supaya fokusnya pada kepalaku sampai setengah dada.
“Kapan-kapan kutraktir kamu makan hamburger.”
“Hmm, baiklah. Awas ya, jangan hanya sekedar ngomong.”
“Iya, yaksokhae.”
“Ngomong-ngomong, ramyunnya nggak dimakan tuh? Nanti jadi dingin.”
“Ah ah! Benar juga. Uhh, kumatikan sekarang ya, kita lanjut ke chat.”
“Jangan!”
“Eh?”
“Umm itu… aku juga kesepian, jadi tolong jangan dimatikan…”
“Fuh nggak ngaku dari awal kalau memang kesepian.”
“Karena kamu suka ngeledek.”
“Iya deh, kali ini nggak ngeledek. Kalau gitu kamu nggak apa-apa kalau aku makan?”
“Nggak apa-apa, makanlah.”
Selama beberapa detik aku tetap diam, menonton Sooyoung sedang makan ramyun. Sampai memperhatikan ujung-ujung ramyun ketika memasuki mulut Sooyoung.
Uh, jangan berpikir macam-macam.
“Guk! Guk!”
“Ah!”
Tiba-tiba seekor anjing putih naik ke pangkuanku, lalu menjilati wajahku.
“Ahaha geli ah!”
“Itu Prince ya?”
“Iya, ucapkan annyeong ke Sooyoung, Prince.”
Aku menangkap anjing itu dan menggerak-gerakkan tangannya seolah sedang melambai ke arah layar.
“Annyeong~” tanpa sadar aku mengeluarkan aegyoku.
“Hem, kyeopta.”
Prince mendekatkan hidungnya dan mengendus layar.
“Apa Prince mau ramyun juga?”
“Pabo, mana mungkin baunya bisa kecium.”
“Aku kan cuma bercanda. Lagipula Prince sudah dikasih makan tadi.”
“Mana anjing yang satunya lagi? Yang warna hitam.”
“Ginger maksudmu? Kalau dia sih.”
Aku melihat ke sekeliling dan menemukan Ginger sedang tiduran di lantai dekat kasur. “Sedang tiduran di lantai.”
Anjing hitam itu mengangkat wajahnya setelah aku menyebut namanya. Dia menatapku dengan penuh tanda tanya, walau aku hampir tidak bisa melihat bola matanya.
Prince kembali menjilati pipiku, hidungku, bibirku.
“Puah! Prince, anakku, kamu manis sekali!” kataku sambil menghindari jilatannya di bibirku dan menjauhkannya sedikit dari wajahku.
“Hem… kira-kira dimana ‘pangeran’ Sunny yang sebenarnya sekarang?”
“Dimana ya~” aku ikut-ikut saja dengan skenarionya. “Seandainya dia ada disini sekarang,” kataku sambil memeluk Prince di dadaku dan berpura-pura sedih. “Ataukah Sooyoung mau jadi pangeranku?”
Ah, kenapa aku malah berkata seperti itu?!
“Eng, Sunny, aku ini yeoja-”
“Iya tahu, bercanda kok,” potongku cepat sambil merong dan memejamkan mataku. Dalam hati merasa dadaku sedikit sakit mendengar jawabannya. Aku sudah tahu tapi tetap saja.
“Aku rasa lebih baik kita sampai disini saja.”
“Eh?”
“Sudah malam, sebaiknya kita tidur biar besok bisa bangun pagi. Kututup ya?”
“Iya deh, tapi aku mau menyelesaikan ramyun ini dulu. Selamat malam ya Sunny.”
Kemudian hening.
Aku sedikit terburu-buru mengakhiri peecakapan ini. Sebenarnya karena mataku mulai berair akibat percakapanku dengannya barusan.
Sebuah sentuhan halus di tanganku menyadarkanku kalau aku masih memangku Prince.
“Ah Prince.”
Dia memiringkan kepalanya.
“Prince… aku suka Sooyoung…”
Air mataku menetes ke mukanya. Aku langsung mengusapnya dengan tangan.
“Aku suka…”
Kuraih Prince ke dalam pelukanku lalu menangis tersedu-sedu. Bahkan kini Ginger juga menatapku, tapi tangisanku tidak mau berhenti.

*~To Be Continued~*

A/N : Bagaimana chapter awal ini?

Aku tidak tahu apa benar Soshi pakai Kakao Talk atau enggak. Tapi menurut informasi yang kudapat sepertinya di Korea banyak yang menggunakan Kakao Talk. Dan kalau dilihat dalam beberapa drama masa kini juga terkadang ada.

Kemungkinan besar ff ini bakal masuk kategori ff yang ceritanya cukup mudah ditebak, tapi kuharap readers sekalian masih tetap menikmatinya.
Terima kasih.

Advertisements

Comments on: "Love, Pain, and Happiness (Chapter 1)" (46)

  1. Aku tinggalin jejak dulu yah.
    Nanti klo urusan di WP-ku sndiri sudah slsai, aku baru baca.
    Ini akan jadi commnt aku yang trakhir di sini.
    Bye~

    • Hmmm klihatannya mang alurnya cukup mudah ditbak.
      Paling2 juga tar is namja gak guna itu juga kamu ‘singkirkan’.
      Karna ini masih chaptr awal dan blum trlalu masuk k konflik atau pun intinya, jadi yah masih blum trlalu bikin gregetan.
      Klo semi realis, TaeNy gak dibikin brdasarkan fact juga? If you know what I mean.
      Yasudah deh. Komntar trakhirku ini sampai di sini aja. Bye~

  2. Lilis alawiyah said:

    Anyyeong
    Awal cerita. . .

    Jangan jangan diem diem kamu punya simpenan omm omm.

    Jangan kan om2 brondong pun kelepek kelepek sama unnideul.

    Keren. . .

  3. Nyeri banget jadi sunny 😦 soooooo lihat sunny! Huaaaa

    Itu taeny ke sungai han berdua aja. ^^

  4. the kid said:

    ff soosun. aku suka aku suka ^-^
    cerita nyenth pas bagian akhirnya.

  5. menarik kok thor…lanjutttt.masukin taeny jg ya..ya..ya…

  6. kesian sunny nya ..
    kenapa disini percakapan member soshi nya dikit apalagi yoona.
    ga bisa komen banyak banyak deh ditunggu aja kelanjutanya. jangan ngilang lama lama ya thor.

  7. tumben sunny yang suka duluan/? biasanya yang sakit hati kan sooyoung duluan/? lol
    wkwk. no comment lah xD iseng iseng baca ngisi waktu luang

  8. ^^ #maaf atas ke GaJean commentnya he..he.. caus hanya ninggalin jejak

    soal ceritanya masih tetap bikin penasaran^^

    jangan lama lama ngilangya… ><

  9. tumben sunny yg sakit duluan
    biasanya soo

  10. Nyesek bgt yak baca ny.. soo ga peka bingit c.. iih soo. Next chap ny d tggu y thor

  11. Beninsooyoungsters said:

    Pokoknya mah asal pairingnya SooSun, cerita apa aja bakal gue jabanin thor, tenang aja
    Semoga jalan ceritanya gak rumit haha

  12. erzha putri said:

    ff nya lbh variatif…n lucu…hehe…ngakak tdi liat ekspresi sooyung…lanjut bro kibarkan ff mu …fighting

  13. Kimrahmahwang said:

    Saking kesepiannya sunny sampe curhat ke Prince dan ginger ikutan ngedengerin. Semoga kalo ada badainya nanti, badainya gaterlalu besar…

  14. taengangster said:

    Soosun lagi pairing nya 😀 😀 kerenlah
    Tapi mereka ini cerita nya msih snsd kan atau apa ????
    Mrka disini juga msih artis kan (?) -_-” mau nanya apa sih gwe 😀
    Thur yulsic jga masukin donk wlupun dikit aja 😀 biar ada sdkit warna nya gtu 🙂

  15. Hahahahahaa love is painful.
    Gue yakin si syong jg pnya hati tuh sama si soonkyu. hahahaha
    ini ngebaca ny hmpir mewek thorr. wkwk :’)

  16. Junior Kwon said:

    Kasiann sunny,,nyesss bgt pastiii hatinya…huhuhu..

  17. Annyeong mian ane bru coment skarang, wahhhh soosun suka critanya, author jjang

  18. sunkyu jgn curhat sama prince,curhat ny sama gw aja hahaa..

  19. next krn sy dtg terlambat.

  20. Udah lama nggak mampir, ehh ada FF baru. Soosun pula… tapi ada KHnya.. sabar ya sunny..

  21. yaah kasian sunny huhuhu, ginger tau aja nih ada yg lagi sedih

  22. Poor sunny, tenang ja sunny mungkin aj soo lg hilaf, tar jg berlabuhnya khatimu lg

  23. lama gk mampir d WP ini hehehe

    hmhmh kasian suny 😥 kesan n feel di ff ini suny kyk bner2 kcewa klw sooyoung uda punya pcr pdhl masi bca part 1

    puk puk bwt suny

  24. blue ocean said:

    Astaaaggaaaa
    Stelah skian lama ga liaf ffmu maaiii gaaattt
    Bannyaaakknyyyy.. smp lupa dulu smp mna bacanya…msh inget ga thorrr aq smp mna bacany ..
    #tolong abaikan#

    sunny laabbbraaakkk ajaaa tuh pacarny soo young.. om om giraaanggg…
    Jngan2 km lebih girang hahahaha.. sunny semangaattt yaaaa

  25. Noeryanzien said:

    Ngakak pas bagian pertama flashback sica emang punya simpenan omm omm? Ahahaha
    Dan gue baru tau kalau soo sama omm omm. Duh yah soo sadar dong!!

  26. Oooowh jadi di chap ini ceritanya cinta bertepuk sebelah kaki ups tangan maksudnya

    Okelah lanjut thor

  27. Oooowh jadi di chap ini ceritanya cinta bertepuk sebelah kaki ups tangan maksudnya

    Okelah lanjut baca next chap

    🙂 😉

  28. hennyhilda said:

    Aq mnikmatinya author
    semangat author
    ganbatte

  29. Bagus min kalau soosun ang kerjaannya ngelawak mulu 😀

  30. baru baca sekarang.. T_T
    well, aku kangen ff mu yang semi realis kek gini..
    lanjutt

  31. dirgaYul said:

    G bs byk komen ut yg ini. Soaly ngebayangin kyk bneran kjadiany.. Yg psti, aq tw ap yg d rsain Sunny..ahhhh… Sakitnyaaa tuh di sini*nahan rahasia yg trpendam huhuhuhuu

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: