~Thank you for your comments~

Sorot mata tajam Tiffany seolah mau menembus mata seorang yeoja yang tingginya setara dengannya.
“Apa maumu? Menjadi stalker dan tiap hari mengirimiku sms seperti ini? Kalau kamu punya rasa sama aku sebaiknya terus terang sekarang.”
“Eh? Aku tidak tahu apa yang kamu katakan,” katanya sambil mengalihkan pandangan matanya dari Tiffany.
“Jangan pura-pura, Jessica Jung!”
“A-ada apa ini?” Tanya Krystal yang baru muncul di ambang pintu.
“Cepat ngaku!”
“Iya! Iya! Aku ngaku deh! Seseorang… aku dimintai tolong oleh seseorang untuk menguntit dan sms kamu! Bukan atas kemauanku sendiri!”
“Jinjja? Kamu nggak cuma sedang mengelak dan menimpakan perbuatanmu pada orang lain kan?”
“Tidak! Sungguh!”
“Dan siapa orang itu?!” desak Tiffany tanpa menurunkan volume suaranya.
“Kim Taeyeon! Yang menyuruhku Kim Taeyeon! Nah sudah kukatakan! Puas kamu?! Sekarang pergi!” Jessica mendorong Krystal masuk dan kemudian segera menutup pintu.
Klik.
Dia menguncinya.
“Fuhh… Kim Taeyeon? Masa sih? Ah tidak ada salahnya kucoba pastikan. Eh tapi aku kan tidak punya nomornya!”
Menyadari hal itu Tiffany kembali mrnggedor-gedor pintu dormnya dengan sangat berisik.
“Ya! Buka! Aku mau tanya sesuatu!”
“Berisik! Ada apa lagi?!”
“Berikan nomor hp Taeyeon.”

Setelah mendapatkannya, tidak membuang waktu Tiffany segera menelponnya.
“Yeoboseyo, siapa ini?”
“Mimpiku adalah mimpimu juga,” kata Tiffany sekedar mencoba mengetes.
“Eh?”
“Artinya mulai sekarang kamu adalah istriku, from your secret wife.”
“Hh! Ka-kamu!” ucapnya tergagap.
Tiffany langsung tidak menyia-nyiakan celah itu untuk mengorek info.
“Benar, your secret wife.” Tiffany menyeringai karena telah berhasil menangkapnya.
“Kamu ya?! Stalker yang terus menggangguku!” bentak Tiffany tanpa mengecilkan volume suaranya. “Akan kulaporkan pada polisi!”
“Huwaa, i-iya ampun! Aku tidak bermaksud mengganggumu! Aku cuma melakukan apa yang disuruh sama seseorang!”
Apa? Lagi-lagi.
Tiffany berdecak kesal.
“Nugu?!”
“I-iya, akan kuberi tahu!”

**

Apartemen Seohyun.
“Ada apa? Kok wajah unnie tampak lelah begitu?” tanya Seohyun sambil menawarkan Tiffany secangkir teh, lalu Seohyun ikut duduk di sofa, di sebelah Tiffany.
“Yah aku habis berkeliling, capek sekali.”
“Berkeliling buat apa?”
“Mencari tahu siapa stalkerku. Bertanya dari satu orang ke orang yang lain. Jawaban mereka semua melempar ke orang lain. Lalu aku paksa mereka membuka mulut.”
“Lalu Tiffany unnie sudah tahu siapa stalker unnie?”
“Ya, dan aku tidak mau percaya ini.”
“Maksudnya? Siapa orang itu?”
Kali ini Tiffany menatap Seohyun dengan pandangan serius yang tidak pernah ditunjukkannya di hadapan gadis itu.
“Hyunnie… ternyata selama ini kamu yang ngestalk aku.”
“Eh? Aku?”
Hening menyelimuti seisi ruangan beserta dengan ketegangan di antara keduanya. Seohyun mencoba untuk mencairkan suasana.
“Unnie bercanda ya? Masa unnie pikir aku tipe orang yang suka ngestalk?”
“Aku juga sendiri juga tidak mau percaya. Tapi kupikir semua pesan ini pasti hanya dikirim oleh satu orang, sebab isi smsnya nyambung dengan sms sebelumnya. Kalau ini dikirim oleh banyak orang, mana mungkin bisa nyambung. Lagian mereka semua terlalu cepat mengaku dan melemparkan pada orang lain. Makanya aku jadi curiga kalau mereka menutup-nutupi sesuatu. Lalu akhirnya kupaksa mereka sungguh-sungguh mengaku untuk yang kedua kalinya dan ada salah seorang yang memberitahu bahwa itu adalah kamu. Hyunnie, mengapa kamu melakukan ini?”
“Aku tidak tahu unnie…”
“Kenapa kamu berusaha mengelak terus Hyunnie? Katakan saja yang sejujurnya kalau itu memang kamu, aku tidak akan marah.”
“Tapi, tapi, aku sungguh-sungguh tidak tahu, unnie!”
“Hyunnie, bisakah kamu menatap mataku dan berkata kalau itu bukan kamu.”
Seohyun balas menatap mata Tiffany untuk membuktikannya.
“Bukan aku unnie, sungguh.”
Sekarang Tiffany jadi meragukan pengakuan Hyoyeon. Yang membuka mulut kalau yang menyuruhnya sebenarnya adalah Seohyun adalah Hyoyeon setelah dia nyaris mencekik Vivian, anjing kesayangannya yang kebetulan sedang berkeliaran di sisi Hyoyeon. Karena tidak mau melihat Vivian dianiaya, maka Hyoyeon cepat-cepat membocorkannya.
“Tapi biasanya dalam film yang begini kan justru yang paling mencurigakan.”
“Unnie masih meragukanku? Kurasa unnie perlu istirahat dari masalah stalker ini. Wajah unnie menyeramkan.”
Barangkali memang aku terlalu memaksa, batin Tiffany.
“Jadi aku mau memastikan sekali lagi nih. Yang ngestalk aku benar-benar bukan kamu kan Hyunnie?”
“Bukan.”
Tiffany menghela nafas.
“Hahh… haruskah kuulang dari awal lagi? Semua persoalan stalker ini mulai membuatku capek. Kenapa sih juga ada yang namanya stalker?” tanya Tiffany lupa bahwa dirinya sendiri pernah menjadi stalker.
“Psycho sexy super magic~”
“Eh?”
Ketika Tiffany menoleh, dia melihat senyum misterius tersungging di wajah Seohyun.
“Itu lirik dari lagu yang kusuka. Unnie tahu lagu apa itu?”
“Tidak,” jawab Tiffany sambil menggeleng.
“Judul lagunya You-Aholic. Tidakkah unnie pikir lagu itu sangat pas untuk unnie?”
“Ah entahlah, aku tidak tahu.”
Tiffany mulai merasa tidak nyaman dengan senyum misterius yang ditunjukkan Seohyun. Senyum itu tampak lain dengan senyum angelic Seohyun yang biasanya.
“Unnie, bagaimana kalau ternyata.” Seohyun berhenti sebentar untuk memberi kesan dramatis. “Aku memang stalker yang unnie maksud?”
“Jadi memang kamu Hyunnie?! Lalu kenapa tadi kamu bilang tidak tahu?! Apa maksudmu? Kamu mau mempermainkanku?! Kenapa kamu melakukan ini?!” tanya Tiffany bertubi-tubi.
“Aigo, sabar unnie, tidak perlu sampai berteriak. Unnie jangan seenaknya nuduh. Perasaan aku tidak pernah menyangkal omongan unnie.”
“Apa?! Kamu jelas-jelas barusan menyangkal. Dan kamu juga bilang kalau kamu bukan tipe yang suka ngestalk! Jangan main-main!”
“Aku tidak tahu apa yang unnie bicarakan.”
“Hyunnie-”
“Lagian bukannya unnie sendiri sudah ngestalk aku? Unnie pikir aku tidak tahu? Selama setahun ini membuntutiku. Mengambil foto diam-diam.”
Perkataan itu cukup memberikan efek yang menusuk bagi Tiffany.
Melihat Tiffany tetap diam, Seohyun pun melanjutkan.
“Aku tidak benar-benar bermaksud ingin menyembunyikan indentitasku. Aku cuma ingin membuat unnie setidaknya merasakan bagaimana merepotkannya di stalk oleh seseorang. Merasakan berputar-putar hanya untuk mencari dalang yang sebenarnya. Bukannya untuk memberi pelajaran kepada seorang stalker ialah dengan membuatnya merasakan bagaimana rasanya di stalk oleh seseorang?”
Dia tersenyum pada kalimat terakhirnya seolah menganggap pendapatnya sendiri itu tidak salah.

Tiffany bertanya-tanya dalam batin.
Apa ini? Benarkah ini Hyunnie yang biasa kukenal?

“Hyunnie, kamu lagi mabuk ya? Ini tidak seperti dirimu.”
Seohyun mencondongkan badannya mendekat. Mengangkat dagu Tiffany dengan ujung jarinya. Sorot matanya seperti wanita dewasa yang penuh pesona.
“Hee~? Bukannya aku yang agresif seperti ini yang unnie suka? Unnie sering diam-diam menafsuiku kan?”
“E-enggak.” Tiffany kehabisan kata-kata, dia buru-buru mengalihkan pandangannya, namun rona merah di pipinya tidak dapat disembunyikan.
“Jangan pura-pura.”
Seohyun semakin mendekat, sementara Tiffany semakin mundur hingga akhirnya punggung Tiffany terhempas ke sofa. Seohyun tersenyum, sekarang dia berada di atas Tiffany.
“Aku akan segera membuatmu merasa tenang.”
Tiffany terkejut bukan main ketika merasakan kedua tangan Seohyun melingkari lehernya dan mulai menekan.
“Hyu-Hyunnie!”
“Bercanda kok, hehe.” Seohyun melepaskan tangannya di leher Tiffany.
“Tapi melihat Fany unnie yang ketakutan barusan aku jadi bergairah.”
“Heh?”
Seohyun menunduk dan menghisap leher Tiffany.
“Nggh…!”
Tiffany merasa mabuk kepayang, antara senang dan kaget dengan keagresifan Seohyun.
Seohyun tersenyum puas sehabis memberikan bekas ciuman yang sangat jelas di leher Tiffany.
“Aku akan meninggalkan kiss mark di seluruh tubuhmu.”
“Seluruh-”
Belum sempat Tiffany selesai bicara, Seohyun mulai melucuti atasan Tiffany.
“Hyunnie tunggu! Aku belum menyiapkan hatiku untuk ini!”
“Padahal unnie selalu menafsuiku tapi masa sekarang malah bilang tidak siap?” kata Seohyun tanpa menghentikan aksinya.
“Po-pokoknya…! Kalau mendadak begini!”
“Aku nggak peduli, aku ingin melakukannya sama Tiffany unnie sekarang.”
“Kubilang tunggu!”
Tiffany mendorong Seohyun sekuat tenaga sampai tubuhnya terdorong ke samping.
Duk!
Kepala Seohyun terbentur meja, lalu dia  terkapar di lantai tak sadarkan diri.
“Omo! Hyunnieeeeeee!!!”

**

Di rumah sakit.
Kata dokter Seohyun tidak mengalami gegar otak, jadi Tiffany sedang bercakap-cakap dengan Sunny sambil menunggu Seohyun siuman.
“Tiba-tiba kelakuannya berubah. Tidak seperti dirinya yang biasanya,” jelas Tiffany.
Sunny menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Sebenarnya ada sesuatu tentang Hyunnie yang belum kuceritakan padamu.”
“Mwo? Apakah ini ada hubungannya dengan apa yang kuceritakan barusan?”
Sunny mengangguk. “Sebenarnya… Hyunnie mengidap DID.”
“DID?”
“Ya, kepanjangannya Dissociative Identity Disorder. Semacam penyakit kepribadian ganda. Kepribadian yang satu tidak mengetahui keeksisan kepribadian yang lain. Intinya Hyunnie sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya memiliki dua kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Sebenarnya aku sudah tahu kalau Hyunnie mengidap DID, hanya saja aku tidak pernah menyangka kalau dia akan melakukan ini padamu.

Jadi itu kenapa Hyunnie terkadang agresif?
Dan juga kenapa dia benar-benar menyangkal soal perbuatan stalkernya. Rupanya karena kepribadian Hyunnie yang satunya tidak memiliki ingatan tentang kepribadian stalker Hyunnie. Aish, aku jadi pusing sekarang.

“Jadi karena itu kamu berusaha menjauhkanku dengan Hyunnie? Karena kamu khawatir?”
“Justru aku yang khawatir kamu akan berbuat macam-macam padanya kalau tahu Hyunnie punya DID,” kata Sunny.
“Ck, walau aku stalker tapi aku nggak serendah itu tahu.”
“Aku baru tahu kalau stalker juga punya harga diri.”
Tiba-tiba ponsel Sunny berbunyi.
“Sebentar, yeoboseyo? Oh Sooyoungie? Aku sedang di rumah sakit sekarang. Oh bukan, bukan aku yang sakit, aku hanya sedang menengok Hyunnie. Dia tidak apa-apa, hanya pingsan karena terbentur ringan. Ne, sampai nanti. Eh? Mwo? Kamu mau aku panggil kamu dengan ‘chagiya’?!” Sunny melirik ke arah Tiffany yang sedang menahan tawa. Wajah Sunny merona.
“Nggak bisa, itu memalukan!” Sunny buru-buru menutup ponselnya.
“Aww kenapa kamu nggak coba panggil? Pasti Youngie sangat menantikannya~” goda Tiffany.
“E-ehem! Privasi.” Sunny buru-buru mengganti topik. “Ngomong-ngomong, sekarang kamu bagaimana?”
“Hah?”
“Setelah tahu Hyunnie memiliki DID apa kamu masih tetap menyukainya?”
“Tentu saja, itu pertanyaan yang konyol.”
“Unnie…”
Tiffany segera berpaling pada gadis yang baru sadarkan diri itu.
“Hyunnie, gwenchana?” tanya Tiffany sambil menggenggam tangan Seohyun.
“Kepalaku agak pusing… kenapa aku ada di rumah sakit Tiffany unnie? Eh ada Sunny unnie juga.”
“Hyunnie, mianhae…”
“Kenapa Tiffany unnie minta maaf?”
“Akulah yang telah membuat kamu kesini. Aku mendorongmu terlalu keras hingga kepalamu terbentur ujung meja.”
“Eh? Aku sama sekali tidak ingat…”
“Tidak usah memaksakan diri untuk ingat. Karena kamu sudah sadar, kita bisa pulang sekarang. Kata dokter kamu baik-baik saja.”
“Iya, aku juga kepingin pulang…”
“Kalau begitu, Sunny, aku akan mengantar Hyunnie pulang.”
“Iya, jangan macam-macam ya selagi tidak ada dalam pengawasanku.”
“Si-siapa yang macam-macam?!”
“Meski kamu tidak cerita, jangan kira aku akan melewatkan hickey di lehermu itu.”
Tiffany panik dan buru-buru menutupinya dengan satu tangan.
Sial, mata elang! Batinnya.
Sementara pelakunya sekarang malah menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.

Ish, sekarang dia tidak tahu apa-apa, tapi kalau nanti dia kembali ke kepribadian yang satunya akan kubalas berkali-kali lipat.
Begitulah tekad bulat Tiffany.

ā˜†~The End~ā˜†

A/N : Puas atau tidak dengan endingnya memang sudah ditetapkan kalau ff ini tidak panjang, haha. Setidaknya ff ini pun selesai. Harapnya cukup kocak dan menghibur.
Terima kasih buat yang sudah membaca^^ apalagi kalau memberi komentar.

Advertisements

Comments on: "Stalker + Stalker (Chapter 4 – End)" (41)

  1. Beninsooyoungsters said:

    Kocaaaak hahahahaha
    Si Fany sebenernya suka tuh pasti sama Seo yang agresif wkwkwk
    Tapi Seo ngeri juga ya

  2. sherinkustanto said:

    Hahaha ngakak
    Fany di bikin pusingg
    Fany suka tuh sebenernya sma hyunnie yg agresif wkwk

  3. ternyata pelakunya ‘sisi lain’ hyunnie ya?
    bnr2 kepribadian lain yg keren.
    wkwkwkwk
    agresif bhkn hyunnie berani ‘menandai’ lehernya fany.

    p.s. ff selanjutnya bikin maincastnya yoonhyun dong thor~
    *masih berusaha merengek*
    wkwkwkwk

    ditunggu karya ff mu selanjutnya~
    hwaiting~ (9 ^o^)9

  4. poor tiffany hahaa.. stalker dibales stalker

  5. ending yang tak terduka dengan tiffany tetap menjadi korban.. kk

  6. sone42252 said:

    agresifnya fany gak pernah ketinggalan hahaha

  7. soshiprecious9 / phepie9 said:

    Trnyata bnar tbakan awalku klo plakunya mang Hyunnie.
    Cuam aku agak tidak mnyangka aja soal ‘kpribadian ganda’ itu.
    Dapat ide dari komik atau……..
    Yah, tapi kasusnya agak berbeda.
    Klo dalam crita itu kan, sudah akut. Sampai2 kpribadian yang satu gak tahu n gak ingat dngan apa yang dilakukan olh kpribadian yang lainnya.
    Klo dalam kasus (you know who), sih ingatannya masih brcampur.
    Dan juga ada sisi yang lbih mndominasi yang lain.
    Meski klo dilihat dari luar smuanya normal2 aja.
    Aku sih lucunya yang pas bagian klo Tiffany mnyangkal n lupa klo dia prnah jadi stalker juga.
    Bagian vivian yang mau dicekek itu juga lucu.

    • Dari visual novel sih idenya
      Semacam gangguan jiwa yg berat deh
      Tp aku kurang gitu tau, gak belajar psikologi sih

      Entah darimana dpt ide Vivian mau dicekek XD

  8. RF_yulsic said:

    Hyoyeon d ancam pake nyekik vivian? Hahaha,,gak nyangka kalo endingnya bakal gini,,

  9. sebenrnya rada gantung si .. tapi mungkin perasaan gua doang lah behaha..
    padahal pengen tau ppany bales kek gimana. tapi ya good lah ceritanya jadi si panny bisa ngerasain betapa ribetnya punya stalker. tapi ituko seo bisa tau ppany suka dia yang agresif jangan” dipasang kamera pengintai. tapi emang udah ketebak si stalkernya si seo walaupun sempet curiga sama sunny. maaf ya thor baru bisa komen lagi hehe

  10. Hahaha….kocak, fanny munna nih pake nolak segala padahal demen kn hyunni kya gitu hehehe….

  11. Aduh hyunnie lucu deh

  12. alurnya ngga kebaca, Seohyun punya alter ego ternyata šŸ˜®

  13. Ending nya kerenn
    Fany-ah lucu banget disini
    Gua suka bgt ide cerita chinggu yg ad psycho” nya
    Daebak (y)

  14. kocak. kira kim taeyeon pelaku sebenarnya. malah bukan. penampilan hyunnie menipu hehehe…. kalo sy punya penyakit DID, apa terlalu menyeramkan gak? hahahaha

  15. Hai, maaf oot. Sebenarnya aku penggemar tulisan Fictionpress kamu, aku suka cerita-cerita yang kamu post kan. Tapi sekarang tulisan kamu ga nongol lagi, padahal cerita kamu sweet. Padahal aku berharap bisa membaca ceritamu lagi dengan tokoh yang kamu buat sendiri. šŸ˜¦
    Maaf ya aku spam disini, tapi aku suka cerita shoujo-ai mu. šŸ˜¦

  16. Hai, maaf oot. Sebenarnya aku penggemar tulisan Fictionpress kamu, aku suka cerita-cerita yang kamu post kan. Tapi sekarang tulisan kamu ga nongol lagi, padahal cerita kamu sweet. Padahal aku berharap bisa membaca ceritamu lagi dengan tokoh yang kamu buat sendiri. šŸ˜¦
    Maaf ya aku spam disini, tapi aku suka cerita shoujo-ai mu. šŸ˜¦
    Apa kamu beneran ga nulis lagi? šŸ˜¦

    • Haha gitu ya, gak nyangka jg msh ada yg ingat
      soalnya jarang dpt review disana, jd hati merasa gak puas
      Lagian saat ini lg cinta sama SNSD

      iya, lg belum kepengen bikin karakter sendiri
      Tapi makasih banyak ya sudah baca, apalg sampai mampir kesini hanya buat ngomong^^

  17. telat comment mianhae..

    wow wow ternyata……
    hahaha hyunnie kocak abis deh wkwkwk..
    endingnya kereen

    Author Jjang
    Fighting Author

  18. khfflovers said:

    udah agak curiga ke seo sih meskipun yg bikin ga ketebak itu dia mengidap DID
    sebenernya saya masih penasaran gmn si fany ngebalasnya (sekuel plis?)
    wkwkwk
    LANJUT SEMANGKA! šŸ™‚

  19. lim_claireen said:

    Eoniiiiiiii
    knp uda jarang update FF lagi.?
    .
    Btw apa kabarnya eoni, baik2 aja kan?

  20. Lilis alawiyah said:

    Anyyeong. . .

    Haha. . Author KECE badayy. Hebat ending gk ke byang. Jdi inget film dulu tpi lupa juduh.
    Yang pasti author nya jjang!!

  21. Reny_Ku said:

    baru baca FF, langsung baca endingnya..

    anyeong.. aku visitor, reny imnida šŸ™‚ *bow*
    FFnya keren bgt euy (Y)
    tp td syng bgt fany dorong seohyun :3 pdhal penasaran ama adegan selanjutnya
    wkwkwk..
    gara2 FF ini jg aq skrg jd suka pair seofany

    kl sempet buat sekuel dong thor, ceritanya terlalu bagus untk tdk dibikin sekuel #ngehasut šŸ˜€ kl boleh ngasi saran, ide ceritanya tentang seohyun yg pnyakit DIDnya kambuh lg trs fany bls dendam deh ke seohyun..
    hehehe.. semoga dipertimbangkan šŸ˜›

    hmmm.. sepertinya aq berkicau terlalu bnyk #kabuuuur

    • Hahaha piktor aja
      Jarang2 nih ada yg suka SeoFany^^
      Sayang gak ada ide buat sequel sih
      Justru bagusan banyak berkicau drpd silent

      • yaaah.. gk ada sequel ya šŸ˜„
        hehehe.. tiffany kn penggoda šŸ˜› nah kl seohyun agresif, jd kyk srek aja gt apalagi kl dibuat NC #byunmodeon
        kwkwkwkw

  22. dirgaYul said:

    Wohohohohoo.. DID taahhh?? Stalker lawan stalker pluusss pribadi ganda.. Mantabb.. Fanny bs ambil keuntungan dr itu yahahaahaa.. moduss moduss

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: