~Thank you for your comments~

A/N : Mianhae readers, dah lama gak update *bow*
Terima kasih banyak masih mau mengikuti WPku.
Akhir-akhir ini lagi sibuk dan gak bergairah untuk update soalnya, tapi setidaknya ini chapter terakhir ff ini. Harapnya klimaksnya cukup unexpected.
Enjoy~

Karena kejadian aku terjatuh dari tangga, sekarang lengan kananku patah dan malam ini aku harus menginap di rumah sakit.
“Yuri unnie, aku minta maaf mewakili Sica unnie,” katanya sambil membungkukkan badannya.

“Ini bukan salahmu, Krystal.”
“Aku jadi bingung… menurut Yuri unnie apa yang harus kulakukan sekarang?”
“Emm, karena kakakmu tidak akan menyetujui, kurasa lebih baik kita berpisah.”
“Tapi…” Dia menunduk untuk menyembunyikan matanya yang tergenang air. “Baiklah… setelah keadaan lebih tenang aku akan menemui Yuri unnie lagi.”
Lebih baik jangan, balasku dalam batin.
Setelah Krystal pulang, aku kembali berbaring di kasur.
“Hahh… mana yang patah lengan kananku lagi, aku bukan kidal jadi ini akan sangat mengganggu kehidupan sehari-hariku.”
Aku memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur. Sekalian berusaha melupakan apa yang terjadi tadi siang. Setelah agak lama pikiranku mulai kosong. Kemudian aku mendengar suara seperti pintu dibuka dengan pelan. Suara seseorang berjalan menghampiriku dengan langkah hati-hati.
Aku merasakan firasat buruk, karena orang itu sepertinya berdiam diri di sebelah tempat tidurku, aku bisa matanya mengawasiku dengan tajam. Aku ingin bangun, tapi tubuhku dalam keadaan sleep paralysis, dan mataku susah untuk membuka kembali.
Kupaksakan diri mengusir kantukku. Akhirnya mataku setengah terbuka dan aku melihat sosok yang membuat seluruh inderaku terjaga seketika.
Jleb!
Aku menatap dengan horror sebuah pisau tertancap di atas kasur yang tadi kutiduri. Jika aku terlambat menyingkir sedetik saja, pasti tubuhku sudah tertusuk.
Dia menatapku dengan kebencian yang mendalam.
“Kenapa sih kamu tidak mati saja waktu jatuh dari tangga?!”
“Sica! SICA!! MASA KAMU SERIUS MAU MEMBUNUHKU?!”
Dia mencabut pisau tajam itu. Sebuah robekan kecil berbekas di tempat tidur.
“Aku hanya berniat untuk melukaimu sedikit, tapi kalau kamu sampai mati mungkin malah lebih bagus.”
Apanya yang berniat melukai sedikit!?
Gadis ini serius?!
Aku tidak punya waktu untuk berpikir panjang kalau mengingat kondisi lenganku sekarang, aku segera lari keluar kamar sebelum dia sempat mengantisipasinya.
“YA!! Jangan kabur Kwon Yuri!!”

Aku terus berlari di lorong tanpa berusaha menoleh ke belakang biarpun diteriaki para perawat.
“Ya! Jangan berlari-lari di rumah sakit!”
Sial! Sial! Masa dia sudah sampai senekat itu?! Mana kusangka rencanaku membuat Jessica membenciku malah jadi berbalik menyerangku.
Genie… ya! Benar Genie! Aku harus memohon padanya lagi!

**

Aku berhasil meloloskan diri dari kejaran Jessica dan sampai di altar suci Genie dengan nafas tersengal-sengal.
“Genie! Hahh…!! Hahhh..!! Tolong ubah sifat Jessica Jung! Hahh…!! Hahh…!! Sekarang juga! Buat dia jadi berhati lembut!”
“……………..”
“Genie! Tolonglah! Kenapa Kamu malah diam saja?!”
“Kalian… apa kalian pernah memikirkan semua akibat dari permintaan yang kalian ajukan?”
“Mwo??”
“Silakan lihat ini.”
Genie menampilkan sesuatu. Sebuah layar tipis berkabut mengambang di udara. Aku menyipitkan mata ketika melihatnya.
Di dalam kabut itu ada aku dan Jessica sebagai tokohnya. Dengan latar belakang sebuah bangunan SMA.

Jessica sedang menuding padaku. Dan aku hampir tidak mempercayai pendengaranku.

“Apa maksud surat ini?”
“Itu surat wasiat, apa kamu bodoh sampai sampai tidak tahu?”
“Bukan itu yang kumaksud! Kenapa dalam surat ini kamu menyalahkanku?! Kamu sendiri yang meminum semua obat tidur itu hingga overdosis tapi seenaknya menimpakan penyebabnya padaku!”
“Benar, karena kamu jahat dan dingin sama aku, makanya aku terpaksa melakukan ini.”
“Jahat? Heh kamu pernah ngaca nggak sih? Kamu sendiri yang mencelakai dirimu dan kamu berani-beraninya menyalahkanku? Siapa yang nggak berhati disini?!”
“Siapa peduli.”
“Kwon Yuriiiiiiiiiiii!!!”
“Heh.”
“Kamu tega! Aku sudah muak padamu! Berhentilah mengejarku dan terimalah kenyataan!”
“Tidak mau.”
“Kamu pikir kamu bisa mendapatkanku dengan bersikap seperti ini?! Sifatmu justru membuatku tambah ilfil sama kamu!”
“Biar saja,” kata aku dalam tayangan itu sambil menyalakan sepeda motor.
“Dan sekarang kamu mau kebut-kebutan huh? Baru saja keluar dari rumah sakit!”
“Benar, dan aku tidak akan memakai helm, kalau sampai kecelakaan semuanya salahmu karena menolak cintaku. Semuanya sudah tertulis di kertas wasiat yang kubawa,” katanya sambil menepuk jaket yang menutupi dadanya. “Kemudian kamu akan di bully seisi sekolah. Karena memang sudah sepantasnya kamu mendapatkannya, sudah berani menolak cintaku.”
“Kemarikan surat bodoh itu!”
“Coba saja kalau bisa,” katanya sambil menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Ya! Kwon Yuri kamu bajingan!”
“Heh, bukan Kwon Yuri namanya kalau dia tidak bisa mendapatkan yeoja yang dia mau,” katanya sambil menambah kecepatan motor dan menyetirnya dengan ugal-ugalan.

Seringai itu… aku sendiri tidak mengenalinya…
Walau itu wajahku sendiri…
Tidak… aku tidak mau percaya bahwa itu aku…
Aku jatuh berlutut.

“Bohong… apa-apaan ini… masa aku seperti itu…”
“Anakku, ini hanya salah satu kepingan kenangan masa lalumu dengan Jessica Jung ketika kalian masih kelas 3 SMA. Masih ada cukup banyak kenangan yang lain.”

Berikutnya ada tiga orang namja mengepung Jessica.
“Hei cantik.”
“Mau kemana nih sendirian saja?”
“Bagaimana kalau ikut dengan kami? Kami traktir makan-makan atau karaoke.”
“Maaf, aku tidak mau, permisi.” Jessica ingin menyingkir tapi dihalangi tubuh salah seorang namja. Ketika dia berbelok ke arah lain, namja yang lain ikut menghalangi.
“Sombong sekali.”
“Benar, padahal kami sudah berbaik hati mau mentraktir.”
Salah seorang dari mereka memegangi tangan Jessica.
“Tubuhnya seksi juga.”
“Lepaskan!” teriak Jessica ketakutan.
Tiba-tiba ada seorang yeoja datang, itu aku.
“Hei kalian jangan ganggu dia!”
Tanpa ampun aku menghajar ketiga namja itu, tanpa menahan diri. Sampai wajah mereka memar-memar dan ada yang bibirnya berdarah.
“Bajingan kamu! Perjanjiannya tidak sampai memukul!” teriak namja yang bibirnya berdarah itu sebelum mereka berlari pergi.
“Jangan pernah mengganggu yeoja chinguku!”
Kemudian aku berpaling pada Jessica.
“Sica, gwenchana?”
Plak!
“Apo…”
“Kamu kan?! Yang sengaja meminta para namja barusan untuk menggodaku!”
“Ah Sica, nuduh yang enggak-enggak, mana mungkin aku melakukan itu.” wajahku terlihat tersenyum tanpa dosa.
“Pakai berlagak jadi pahlawan segala. Jangan kira aku tidak tahu. Barusan namja itu jelas-jelas mengatakan kalau kalian ada hubungan. Kamu benar-benar picik berani menggunakan cara seperti ini!”

Gambar dalam tayangan berganti. Kali ini adegannya lebih membuat aku terkena serangan jantung.

Adegan aku sedang menahan Jessica di atas ranjang. Aku memaksa mencium bibirnya.
“Kamu mungkin mengatakan bahwa cintaku untukmu itu gila, tapi itu masih tetap cinta.”
Aku berusaha membuka pakaiannya sementara Jessica terus menangis sambil berusaha melepaskan diri dariku.
“Hentikan Yuri ah!”
“Semakin kamu melawan aku semakin tidak bisa menahan diriku. Kamu yang tak berdaya cantik sekali… kamu harus menjadi milikku Sica!”

Mulutku sampai ternganga. Aku yang berada di dalam tayangan itu tampak seperti binatang buas yang mencoba untuk memperkosanya.

“Kalau kamu tidak mau menyerahkan tubuhmu padaku maka adikmu yang akan menggantikanmu. Akan kurobek keperawanannya!”
“Jangan…! Tolong jangan sentuh Krystal…”
Setelah itu Jessica hanya pasrah saat kutelanjangi. Saat kusentuh area-area privatnya. Bahkan tak berkutik selain meringis kesakitan ketika jariku masuk dan mengambil keperawanannya.
Tak lupa aku dengan bejatnya mengambil beberapa fotonya yang telanjang.
“Kalau kamu lapor, akan kusebar foto telanjangmu.”
“Huu… huuu…” Dia hanya menangis meratapi nasibnya.

“Tidak…”
Aku meremas kepalaku. Pupil mataku bergetar hebat.
Rasanya aku mau gila!
Kenapa aku bisa berbuat sejahat itu?!
“Tapi kenapa aku sama sekali tidak ingat sama nama Jessica Jung!? Juga kalau memang dulu aku pernah begitu kenapa sekarang tidak? Kan aneh!”
“Itu semua karena permohonan gadis bernama Jessica Jung itu.”
“Mwo?”
“Sekarang lihatlah yang ini.”

………………….

“Genie… kumohon padaMu, buatlah Kwon Yuri melupakanku sepenuhnya. Pokoknya buat supaya dia tidak akan pernah menyukaiku lagi…! Dan juga… demi masa depannya dan orang yang dicintainya, tolong ubah sifatnya.”
“Baiklah, jika kamu menghendakinya. Tapi sebagai imbalannya kamu juga akan mengalami hal yang serupa. Kamu akan melupakan semua hal yang berhubungan dengan Kwon Yuri. Kelak kamu juga akan mendapat balasan berupa kebencian terhadapmu. Sifatmu yang sekarang juga akan berubah.”
“…………….”
“Bagaimana? Masih menghendaki permohonanmu terkabul?”
“Iya… mungkin begitu lebih baik… setidaknya aku tidak akan lagi mengalami penderitaan karena dikejar-kejar oleh yeoja sakit seperti dirinya. Karena aku sudah tidak bisa toleransi dengan sifatnya lagi…”
“Baiklah, keinginanmu terkabul.”

……………….

Aku memandang dengan syok.
“Semua ini hanya rekayasa… kan?”
“Semua yang ditampilkan adalah kebenaran yang telah kalian lupakan selama hampir 3 tahun.”
“Bohong!”
“Terimalah kebenaran, anakku. Soal kamu yang tidak mencintai Jessica. Dan kamu yang membencinya.”
“Shiro! Aku tidak mau percaya!”
“Tidak ada keuntungan yang kudapat dengan berbohong.”
“Aku tidak ingin percaya, habis… kalau itu memang benar… semua ini terlalu ironis…”
“……………..”
“Aku… dulu aku yang begitu mencintai Jessica dengan cara yang salah seperti itu… Lalu sekarang malah gantian seolah terkena karma…”
“……………..”
“Genie, kenapa kami harus mengalami hal ini…?”
Air mataku berjatuhan membasahi perban yang menopang lengan kananku. Setelah teringat kembali masa lalu yang kulupakan, perasaanku terhadap Sica pun mulai muncul kembali.
“Jadi ini semuanya bermula padaku… aku bersalah pada Sica…”

**

Aku berjalan lunglai meninggalkan altar suci Genie menuju ke rumah. Saat sudah berdiri di depan pintu apartemen.
“Akhirnya ketemu juga, Kwon Yuri!”
Kulihat Jessica berdiri sekitar sepuluh meter dariku, dia mengeluarkan pisau yang dibawanya. Aku sudah lelah…
“Kalau kamu memang ingin membunuhku, bunuhlah, tapi harus kuberitahu. Pada akhirnya yang mendapat kepuasan setelah membalas dendam hanyalah dirimu sendiri. Semua orang disekitarmu akan terluka akibat perbuatanmu, seperti keluargamu contohnya…”
“Sialan kamu Kwon Yuri, kamu sengaja mau membuat hatiku goyah ya?!”
“Aku cuma mengutarakan kenyataan. Tadinya aku berharap semua ini bisa selesai dengan jalan damai…”
Dia mengangkat pisaunya ke arahku.
“Bersiaplah Kwon Yuri!!”
Aku sudah pasrah saja saat dia menerjang ke arahku. Kupejamkan mataku erat-erat membayangkan sesakit apa yang akan kurasakan. Tapi beberapa detik kemudian aku diselimuti oleh pelukan darinya.
“Eh?”
Jessica menangis sambil memelukku. Pisaunya telah dia buang. Aku sendiri tidak mengerti tapi aku balas memeluk pinggangnya dengan tangan kiriku.
“Yuri ah… bisakah kita mengulang semuanya dari awal? Aku ingin berbahagia denganmu…” bisiknya di sela-sela tangis.
“Begitu juga denganku, Sica…”

Third Person POV

Dari kejauhan, Krystal melihat Yuri dan Jessica sedang berpelukan. Hatinya sedikit teriris, tapi dia juga ikut berbahagia kalau kakaknya dan orang yang dicintainya bahagia.
“Terima kasih Genie, kamu sungguh-sungguh telah mempersatukan mereka berdua…”
Lalu dia berjalan pergi dari sana.
“Asalkan mereka berdua bahagia, pengorbananku tidak akan sia-sia.”

β˜†The Endβ˜†

Advertisements

Comments on: "Loveless [YulSic Version] (Chapter 6 – End)" (50)

  1. agak bingung juga neh yulsic tapi seng penting yulsic happy ending,,,,

  2. sone42252 said:

    Apaan yg di korban kan krystal tu?, asiiiikk happy ending

  3. aku ra popo hahah seng penting yulsic bareng hahahah
    oh my god hahahh jadi ini semua berawal dari yul sendiri ,,,,,

  4. happy happy..
    ternyta dari masa lalu..
    curse ya yul.. krystal berkorban deh.. baik deh baby jung >.<

  5. khfflovers said:

    Tunggu2
    jgn2 cerita yuri yg pernah suka sica bohong juga nih
    hasil permohonan krystal ke genie
    tp kepo juga apa yg dikorbanin krystal buat yulsic

  6. sdikit bingung m chap ini thor…tp lega krn yulsic brstu.ohhh krystal yg mnt k genie untuk memprstukn yulsic krystal jjang

  7. heee ending apa ini? o_O
    ketauan bgt klo authornya bnr2 udh ‘males’ nulis FF judul ini, masa endingnya ‘tiba2’ gini?
    bukannya sica benci ya sama yuri, lantas knp tiba2 dia ingin mulai dari awal lagi?
    *garuk2 kpala*

    tpi ndapapalah, setidaknya sudah bersedia menuliskan endingnya, drpd menggantung ceritanya.

    ditunggu FF mu berikutnya.
    hwaiting.
    (9 ^o^)9

    • Memang, tp memang dari awal dah bilang gak bakal panjang kok
      Dan ini pun endingnya sudah dipikir berhari hari, kalau memang gak niat sih dah dari lama di publishnya

      Sempat kepikir sad ending yg Yuri dibunuh Sica, dan ending lain dimana YulSic hidup sendiri sendiri
      tapi nanti readers pada gak terima

      Kan sudah dibilang Sica jadi gitu berkat permohonan Krystal pada Genie
      Jadi Krystal yg mempersatukan YulSic

  8. krystal berkorban demi cintaku pada krystal plaaak. maka krystal mau mempersatukan yulsic hehehe…

  9. Hmmm kurang lbih polanya mirip dngan yang versi SooSun, dimana crita yang di awal bukanlah ‘crita aslinya’. Jadi ada adegan2 masa lalu yang di-flashback.
    Intinya Yuri ‘sakit’ cinta ama Sica.
    Sica mohon k Genie buat Yul bnci dia n gantinya malah jadi Sica ‘sakit’ yang cinta Yul.
    Lalu Yul mohon lagi supaya Sica ‘sakit’ bnci ama dia, gantinya Krystal yang cinta ama ul.
    Trus blakangan Krystal ngalah n mohon k Genie buat prsatuin YulSic dngan entah apa balasannya.
    Kurasa sprti itu lah alurnya.
    Yah, stidaknya satu ‘utang’ sudah slsai kan.

  10. RF_yulsic said:

    yg d korbanin krystal apa? jgn jgn krystal benci ama yuri yya?

  11. krystal berkorban apaan sih ya??

    oh jadi dulu kebalikannya ya yul yg ngejar sica sampe segitunya… tp biarlah akhirnya happy ending juga huhuhu

  12. Wah terakhir. Aku blm bc dr chapt 4 nih kkke. Save dulu ya thor πŸ˜€

  13. Pengorbanan kristal unnie, dia minta yulsic bersatu pada genie padahal dia suka sama yuri unnie

  14. Echoplus said:

    Oohh jadi itu semacem karma buat yul dan sica karna sica udah minta permohonan ke genie jadi sifat yul yang psycho dimasa lalu itu jadi sifat nya dia :v dulunya sica itu gak ‘sakit’ cuman karna dia udah lelah ama yul jadi terpaksa, semacam memutar keadaan. Jadi yul duluan yang udah merebut sica’s virginity dan ternyata Yul duluan yang ‘sakit’ -,- krystal baek banget duh :’v beruntung yul ketemu krystal..

  15. wah…. diluar dugaan ya akhirnya… tp terlalu terburu2 nih endingnya.. jadi kurang berasa feelnya.. #maafyauthorcumapendapatloh

  16. the kid said:

    Ceritanya agakbingng tapi pas baca terus jadi ngerti.. aku kira endingnya bakal ada season romantisnya hehe

  17. Wah krystal rela berkorban

  18. Little Kim said:

    oohh dulunya yul prna ngejar2 sica juga tohhh pantesan,haha karma msh berlaku trnyta yee..

  19. YulSic bersatu,tapi kasian baby Jung yang harus berkorban

  20. Oooo.. Jd dl yuri yg ngejar2 sica.. Wlaupun dunia yulsic jungkir balik.. Yg ending nya yulsic brsatu.. Tp krystal apa maksudnya tu?

  21. Annyeong πŸ™‚
    aku mengerti., jdi smua itu berawal dari perbuatan Yul yah.,
    trs Sica mohon sma Genie., dan Yul kena karma.,,
    untung jja Krystal ngerti ttg YulSic jdi dia memohon pada Genie untuk menyatukan YulSic.,
    owh.,, Krys kau berkoban untuk YulSic smga kau dpt psangan yg pantas untukmu πŸ™‚

  22. kwonyurivers said:

    Bagus kok thor bagus.. Duh udh lama ga buka wp” ff mian ya thor kalo jarang comment.. Tp janji bakal comment sangat” rajin mulai sekarang.. Mwah

  23. Astaga! Unexpected! Unbelieveble! Trnyta yuri duluan yg cinta gila smpe segitunya smpe ngambil kprwanannya sica, ky anak kecil gt ya gamau pk helm trs kl kclkaan nylhin sica. Ugh! Persis sica stlh ingatan k2nya hilang. Nyebelin. Banget. Ampun bgt dh :D. Ini bnran gila. Author dpt inspirasi dr mn sih, thor? Cerita2 author tuh ya beda bgt dr yg lain. Mksdnya beda dlm arti positiv alias bagus. Daebakio! Sering baca komik ya, thor? *kepo hhe ^^

    • Ya soalnya aku memang gak suka kalau ceritanya terlalu tipikal

      Aku sering baca komik, baca novel, lalu main game juga nonton

      Thanks ^^

  24. Beninsooyoungsters said:

    Well seperti biasa kalo Loveless ini bakalan unexpected ceritanya, dan kejutan nya cukup memuaskan. Happy Endiiiiiiiing πŸ˜€

  25. Aiden_Mateo_LiuJung_Su_Anak_Kryber said:

    loh loh… kok.

    bingung. sikap nya?? jadi ketuker??
    trus sica knp malah meluk yuri?

    dan pengorbanan apa yg krystal kasih?

  26. Klo dliat ceritanya hampir sma ky soosun klo semuanya ada timbal baliknya
    Tp d sni ada kristal yg ngorbanin kebahagiaannya buat yulsic, ok lah setidaknya yulsic bersatu hehehw

  27. Akhir.ny loveless ending~
    yah,te2p bgus kok ff.ny walaupun q lbh suka kal0′ si kw0n.ny mati kn jd bgus tuh sad ending #HAHAHAHAHA*evil laugh

    ff.mu yg genre.ny horor tuh*lupa jdul*
    g dlnjut?pdhal bgus l0!

  28. kwonlovesica said:

    ahrny yulsic brg..ditggu ff yulsic yg lain.

  29. sma sperti soosun dlu sma2 dpt karma nya..
    jd demi yulsic krystal brkorban

  30. dirgaYul said:

    Ni nyambung dr SooSun y.. Hebat jg masukin momen SooSun gra2 Genie.. Ngerti kok alury.. Yihhaaa.. Suka deehh.. Thanks to Krystal yg sdh brkorban ut mrk br2..

    • Yah cuma iseng nyambung2in πŸ˜›
      Awalnya gak kepikiran mau nyambungin makanya bagian story SooSun gak ada YulSic nyempil

  31. Kim/Choi said:

    Aisshhhhhh, jadi Krystal unnie gimana nasibnya nih ?
    Nggak ada extra chapternya nih kak ?

  32. Kryssie best sister banget deh~~
    Makasih loh buat yulsic nya~~
    Makasih juga buat author yang udah cape bikinnya…πŸ˜‰

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: