~Thank you for your comments~

A/N : Hendaknya yang sedang berpuasa, chapter ini dibaca ketika sudah ‘berbuka’ saja.
Mengabaikan peringatan author, maka tanggung jawab sendiri akibatnya.

Enjoy~

“Kenapa kamu tidak meminta orang tuamu atau keluargamu saja yang menemanimu?” tanyaku sambil mengupas buah apel yang kubawakan untuknya.

“Mereka sudah datang 2 kali. Sekali ketika aku belum sadar dan tadi barusan mereka datang lagi. Mereka sibuk, jadi tidak bisa menginap.”
“Lalu gimana?”
“Gimana apanya?”
“Itu… soal kamu jatuh dari tangga.”
“Ohh, kubilang aku jatuh karena kecerobohanku sendiri. Nah aku baik kan? Aku tidak bilang-bilang kalau kamu yang mendorongku.”
“…………….”
Memfitnah seenaknya.
Ataukah harus kubicarakan sikap Sica pada orang tuanya? Tapi percuma kalau ternyata mereka malah lebih percaya pada putrinya.
Apalagi kalau sehari-harinya Sica selalu memasang wajah manis seperti ini di hadapan mereka.
“Tapi apa yang bakal kamu lakukan kalau seandainya kamu sampai mati karena terjatuh dari tangga?”
“Hmm… kalau aku sampai mati ya? Kalau itu terjadi aku kan bisa menghantui Yuri, hehe.”
Ucapannya yang bernada ringan itu membuatku merinding.
“Tolong jangan bercanda hal-hal seperti itu.”
“Ehhh~? Tapi aku nggak sedang bercanda.”
Setelah selesai mengupas, aku memberikan piring berisi potongan apel padanya.
“Suapin aku.”
“…ya sudah, buka mulutmu.”
“Aaaa~♡”
Dia menggigit potongan apel yang kuberikan.
Semoga dia tersedak dan mati.
Tapi itu minta terlalu banyak namanya, mustahil terjadi.
“Hmm, apel potongan Yuri memang nikmat.”
Huh, sekarang dia berlagak genit dan mengedip-ngedipkan matanya padaku lagi.
Selesai dia makan, aku merapikan selimut yang menyelimuti tubuhnya.
“Sudah malam, tidur saja sekarang.”
“Tapi aku sudah kebanyakan tidur.”
“Orang sakit harus istirahat.”
“Yuri, bilang saja kalau kamu perhatian sama aku, hehe.”
Justru sebaliknya.
“Kamu tetap disini kan?”
Beruntung ini kamar rawat yang mewah jadi memiliki sebuah sofa. Aku berjalan ke sofa dan langsung membaringkan diriku. Menguap lebar.
“Ya ya, aku bakal nginap, jadi kamu tidurlah.”
“Hehe, aku senang.”
“Ya ya, selamat malam.”
Aku memejamkan mata.
“Jangan tidur dulu Yuri ah~ aku sudah bosan karena kebanyakan tidur.”
“Itu kan kamu, aku belum tidur. Yang penting sekarang aku ada disini kan? Menemani kamu…”
Kekurangan tidur membuat kantuk menyerang lebih cepat. Walau baru sebentar tubuh ini menyentuh sofa, mataku sudah terasa berat. Dan pikiranku mulai kosong.
“Yuri ahh~”
Aku masih mendengarnya memanggilku.
“Hmm?” jawabku lemah, karena sudah hampir tenggelam ke dalam alam mimpi.
“Berjanjilah kalau ke depannya kita akan tetap selalu bersama. Kalau nggak jawab artinya iya.”

Third Person POV

“……………”
“Ya kan, kamu diam saja berarti iya.”
“……………”
Jessica memandangi wajah Yuri yang sedang tidur dengan tatapan yang sangat lembut.
“Kali ini aku bisa melihat wajah tidurmu secara langsung.”
“Kalau saja aku bisa bergerak dengan bebas, pasti sekarang aku akan turun dari ranjang untuk menghampiri dan menciummu.”
“Syukurlah… pengorbananku hingga menjadi seperti ini tidak sia-sia…”
“Karena kalau kamu pergi dari sisiku mungkin aku benar-benar akan mati…”

______________________________________

Yuri POV

Setelah Jessica diperbolehkan keluar dari rumah sakit, satu minggu setelahnya aku langsung diajak ke rumahnya, dengan dipaksa tentunya.
“Umma, perkenalkan, ini Kwon Yuri.”
“Ah, selamat siang,” sapaku penuh santun sambil sedikit membungkukkan badan.
“Teman Jessica ya? Sering-seringlah main kemari.”
Tak disangka sambutan mereka begitu ramah.
“Benar Yuri, kamu harus lebih sering kemari,” tambah Jessica sambil tersenyum manis.
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyum miring.
“Jessica, Umma hendak pergi ke luar kota untuk mengurus soal warisan. Appamu juga sedang dinas di luar kota. Jadi selama tiga hari ini kamu bakal sendirian di rumah, tidak apa-apa kan?”
“Ne Umma.”

Eh? Eh?! Kenapa begitu cepat pergi?!

“Oh ya, bagaimana kalau malam ini Yuri menginap saja disini. Hitung-hitung untuk menemani Jessica di rumah.”
Jessica langsung bergelayut manja di lenganku.
“Ne Yuri ah, temani aku ya~?”
“Jessica sudah cerita kalau kamu menemaninya selama di rumah sakit, terima kasih. Kalau ada teman Jessica aku merasa lebih tenang meninggalkannya.”

Tunggu!
Jadi aku bakal ditinggal berduaan dengan gadis ‘sakit’ ini?!

Entah kenapa semuanya berlangsung begitu cepat hingga aku tidak sempat menolaknya. Tahu-tahu saja hanya tinggal kami berdua.

“Memangnya kamu nggak punya saudara?”
“Ada, tapi Krystal sedang jalan-jalan ke luar negeri bersama teman-temannya.”

Apa ini? Seolah semua ini sudah dirancang supaya hanya meninggalkan aku berduaan dengannya.

“Fufufu.”
Bulu kudukku meremang.
“Mulai hari ini dan 2 hari ke depan kamu adalah milikku Yuri ah. Kamu tidak akan bisa keluar dari sini.”
“Jangan bercanda!”
“Aku tidak bercanda.”
Melihat senyumnya, kepalaku dipenuhi oleh berbagai macam pikiran yang membuatku dicekam oleh rasa takut.
Aku segera berlari menuju pintu depan. Tapi terkunci dan aku tidak menemukan kunci di sekitarnya. Sementara jendelanya dilindungi oleh teralis besi. Aku memegang dan mengguncang-guncang teralis besi itu, sangat kokoh, tidak bisa kulepaskan. Walau kaca kupecahkan aku tetap tidak bisa keluar. Aku berlari ke sudut rumah yang lain, mencoba alternatif lain untuk keluar dari rumah ini, tapi hasilnya nihil. Semua terkunci.
“Kenapa kamu harus takut, Yuri ah? Aku bahkan belum melakukan apa-apa padamu.”
“Tapi kau akan segera melakukannya! Ya kan?!”
“Jahat sekali, aku terluka nih…”
“Dengan mengurungku disini saja kamu sudah jahat!”
Namun dia tidak merespon ucapanku dan malah pergi. Tampaknya ke dapur.
Aku duduk di atas sofa dan menghela nafas. Menunduk sambil melipat kedua tanganku di atas paha.
Tak lama kemudian secangkir teh dihidangkan di hadapanku.
“Minumlah, kamu pasti haus.”
“……………”
“Kenapa? Ayo cepat diminum mumpung masih hangat.”
“Aku tidak akan tertipu, kamu pasti memasukkan sesuatu ke dalamnya.”
“Sesuatu? Seperti apa?”
“Mana kutahu, bisa saja obat pelet atau obat bius atau obat perangsang atau semacamnya.”
“Ya ampun, kok curigaan begitu sih.”
Wajahnya sekarang berlagak sok jadi korban, padahal korbannya disini itu aku. Hahh… aku benar-benar sudah capek dengan gadis ini. Kenapa juga aku mau saja ketika dia dengan memaksa menyeretku mampir ke rumahnya?
“Sesuatu dari kamu pasti nggak benar.”
“Aku hanya ingin beromantis-romantis bersama Yuri selama 3 hari ini. Membuat kenangan bersama selagi tidak ada siapa-siapa di rumah.”
“Aku tidak mau dipaksa, cepat buka pintunya. Kuncinya pasti ada pada kamu kan? Biarkan aku keluar, freak!” potongku ringkas.
“Tadinya aku ingin kamu setuju tapi apa boleh buat kalau kamu menolak.”
Dia menghela nafas dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku bajunya. Aku mendengar bunyi gemerincing kunci.
“Aku akan membuka pintunya.”
Karena mendengar dia berkata begitu sedikit perasaan harapan memenuhi dadaku, aku jadi lengah. Dua detik kemudian aku tersengat kejutan listrik yang menyakitkan di pinggangku. Kemudian aku ambruk.

Third Person POV

“Tapi nggak jadi deh~” kata Jessica sambil merong dan tersenyum melihat Yuri yang terkapar di depannya.
“Mianhae aku terpaksa melakukan ini dengan cara yang kasar. Habis kamu nggak mau meminum tehnya sih,” kata Jessica masih sambil memegang stun gun di tangannya. Lalu mengangkatnya ke hadapan wajahnya.
“Benda yang sah untuk membela diri ini ternyata berguna sekali. Bisa digunakan untuk hal semacam ini.”
“Nah sekarang, akan kugunakan sebaik-baiknya waktu milik kita berdua ini♡”

______________________________________

Yuri menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
“Hmm, nyamannya~”
Jessica meregangkan tubuhnya di atas permukaan ranjang yang empuk.
Tangannya mengelus dada Yuri yang polos.
“Kalau bisa aku ingin seperti ini selamanya bersamamu Yuri ah.”
Yuri tidak menanggapi ucapannya, hatinya hancur karena apa yang diperbuat Jessica padanya.
Mereka tak keluar rumah. Tidak juga pergi kuliah.
“Kalau di dalam rumah justru aman. Tidak bertemu dengan manusia-manusia lain yang berusaha pedekate denganmu atau denganku. Tapi sayangnya ini hari terakhir kita bisa berduaan.”
“…………….”
“Ah, sudah waktunya kamu pergi ke WC ya? Sebentar ya.”
Jessica melepaskan rantai yang membelenggu tangan Yuri kemudian kakinya.
Lalu Jessica membawa Yuri yang kondisinya lebih seperti boneka hidup menuju kamar mandi.
Bahkan Jessica juga ikut masuk ke dalam. Mendudukkan Yuri yang sudah dalam keadaan telanjang bulat di toilet duduk.
“Buanglah.”
Bahkan Jessica sama sekali tidak berniat menyingkir atau memalingkan mata walau hanya sekejap. Memang sudah dua hari ini Yuri terpaksa melakukannya dalam pengawasan Jessica.
Dia pun membuang airnya dalam diam.
Jessica masih tetap tersenyum-senyum memandang kekasihnya yang sedang buang air. Seolah dia sama sekali tidak terganggu dengan semua ini. Sama sekali tidak merasa sudah melanggar etika.
Setelah suaranya tidak terdengar lagi, Jessica bertanya.
“Kamu tidak mau buang air besar?”
“……………..”
“Baiklah, kalau begitu sekarang dilap ya,” kata Jessica dengan seenaknya menerjemahkan kemauan Yuri ke dalam bahasanya sendiri.
Jessica membasahi tisu lalu mengelap milik Yuri yang paling berharga.
Bahkan Yuri sama sekali tak berkutik, karena memang sejak 2 hari yang lalu dia sudah dinodai oleh Jessica.
Kemudian Jessica mengelap sekali lagi dengan tisu kering. Perasaannya begitu ringan, seolah-olah dia hanya seorang Ibu yang sedang mengurus bayinya yang habis buang air.
“Nah sudah.”
Lalu Jessica menuntun Yuri kembali ke kamar.
Membelenggu tangan dan kaki Yuri sekali lagi di atas ranjang seakan-akan takut Yuri bisa kabur kapan saja.
“Ah, kamu lapar ya? Tunggu sebentar, akan kubuatkan makanan.”

Jessica pergi ke dapur.
“Masak apa ya? Bubur? Ah masak mie instan saja yang cepat dan praktis. Kemarin kan sudah kubuatkan nasi goreng dan lusa sandwich. Daripada pergi keluar. Aku kan tidak mau meninggalkan suamiku sendirian di rumah, hehe.”
Memang jenis makanan yang bisa dimasak Jessica terbatas jumlahnya.
“Berapa takaran airnya ya aku lupa, hmm… disini tertulis dua gelas air.”
Jessica mengisi air sesuai takaran. Menyalakan kompor, dia memasak dengan hati riang.
“Cukup tambahkan telur saja ke dalam, maka jadilah makanan yang enak. Eh tapi telurnya enakan dimasukkan lebih dulu sebelum mie atau belakangan?” Jessica bahkan tidak sadar sudah berbicara sendiri. “Ah sudahlah, aku tidak mau mikir yang rumit-rumit.”
Cara Jessica memecahkan telur bahkan sangat tidak profesional, ada kulitnya yang masuk ke dalam panci, tapi dia tidak sadar karena terhalang oleh putih telur.
Karena dia tidak memperhatikan, tahu tahu saja buih dari telur yang dimasak sudah hampir tumpah dari panci.
“OMO! OMO!” Jessica segera mematikan kompor dengan panik. Ada sedikit yang tumpah keluar, menimbulkan bunyi desis yang nyaring.
“Kenapa bisa begini?” Tanya Jessica tidak mengerti. Lalu dia pun memasukkan mienya ke dalam panci dan mencoba kembali menyalakannya. Ternyata setelah itu pancinya tidak begitu berbuih lagi.
Dia menunggu selama satu menit lebih.
Jessica mematikan kompor di waktu yang tepat. Kemudian mencampurkan bumbu-bumbunya ke dalam.
“Tidak perlu mangkok, enakan makan langsung dari panci biar panas. Hehe, kali ini mie instan buatanku tidak terlalu lembek, Yuri pasti suka. Biarpun hanya mie instan tapi masakan ini kubuat dengan penuh cinta.”

Jessica membawa panci berisi mie yang sudah matang itu ke kamar.
“Waktunya makan Yuri ah~”
Jessica meletakkannya di atas meja kemudian melepas rantai yang mengikat tangan Yuri sekali lagi.
Jessica mengatur posisi Yuri agar dia duduk. Jessica menggulung mie dengan garpu, meniupnya sebentar lalu menyodorkannya ke mulut Yuri.
Tapi Yuri sama sekali tidak membuka mulutnya. Matanya menatap kosong.
“Kenapa kamu nggak mau makan? Bukannya kamu lapar?”
Sampai Jessica mendorong garpunya hingga menyentuh bibir dan mengetuk-ngetuk giginya, Yuri masih tetap tak bereaksi.
“…………….”
“Ya sudah kalau kamu mau makan sendiri.”
Jessica meletakkan nampan beserta panci di pangkuan Yuri, lalu memegangkan garpunya ke tangan Yuri.
“Nih, jangan sampai tumpah.”
“…tidakkah kamu sadar… kalau sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa suka sama kamu…” akhirnya Yuri membuka mulut setelah bungkam sejak kemarin.
“Kenapa kamu bisa nggak suka? Aku sudah memberi perhatian yang begitu besar padamu kan?”
“…makanya aku malas bicara sama kamu, kamu egois dan bebal… kamu sudah nggak bisa ditolong lagi…”
Jessica tidak suka dengan perkataan Yuri, tapi dia berusaha tetap cuek seharian itu.

☆To Be Continued☆

A/N : Aku senang kalau reader pada bilang suka sama sifatnya Sica dalam ff ini. Tapi anak baik jangan meniru perbuatan Sica-sama ya 😛

Advertisements

Comments on: "Loveless [YulSic Version] (Chapter 4)" (80)

  1. sica jadi psyco ya…
    brrr..
    ..
    tunggu updateannya lagi 😀

  2. kwonlovesica said:

    sica serem huhu. ngebet tingkt tinggi ma yuri.

  3. Tinggalin jejak dulu.

    • Sbnarnya sudah baca sjak awal dipublish, tapi baru bisa comment skarang.
      Sudah kuduga klo di chaptr ini bakalan ada NC-nya.
      Hanya aja tadinya aku kira NC-nya di rumah sakit.
      Rupanya karna Sica masih blum pulih, jadi Yul masih ‘aman’ waktu itu.
      Aku sudah ngira klo dia bakalan ‘diprkosa’ pas tidur itu.
      Tapi akhirnya ‘diprkosa’ juga di rumahnya Sica.
      Ahhh dasar Yul payah.
      Padahal kan dia yang jadi ‘namja’ di sini.
      Masa pintu kekunci gak bisa didobrak sih?
      Mana sampai ‘diprkosa’ n dirantai pula.
      Kasihan.Pasti slama 3 hari itu dijadikan ‘slave’ ama Sica.
      Plajaran yang bisa diptik dari chaptr ini adalah: ‘Jangan trlalu mudah prcaya kpada orang lain, skalipun orang itu sudah kita knal cukup dkat. Apalagi sampai lengah.’
      Yah paling2 tar juga kayak Soo sih, lama2 juga jadi suka ama Sica.

      • Sekedar mengingatkan kalau Yul itu yeoja, karena aku sendiri gak pernah nyoba jd aku gak tau bener2 sanggup dobrak atau gak

        Dan wktu itu awalnya Soo dipelet Sunny yg minta sama Genie, jd cintanya bukan berawal dr Soo sendiri

  4. First ??? Keren thor , lanjutt

  5. the kid said:

    ceritanya bagus tapi belm ngrrti.. ada part 1 nya?? saya reader baru :))
    salam kenal ^_^

  6. gue ngeri si ama sica di sini.. sunsic seserem ini gimana kl pany.. #horror dah pasti.. tp nik lu ga bakal hilaf bikin yoonhyun macam gini kan #plak hihi

  7. prilly said:

    gila, jessica :O buseet saraplah jadi serem ngebayangin jessica begitu

  8. weww psyco nya bablassss
    baru baca yang sica macem ini :v yul sabarrrr
    uhh panjangkah ini nti?? terus konfliknya nambah makin seru yekali

  9. Mkin serem sicany yuri bnr bnr kshn uhh mn jessica cuek bnget lg nglakuinny

  10. bulanC. said:

    salam kenal thor.
    sica parah bgt sih,kasihan yul. ngebet bgt si sica sma yuri. Yul jdi kyk boneka nya sica. #pooryul . lanjut thor!

  11. Echoplus said:

    Hiiihh sumpah itu sica bener udah gak waras ampe poop aja masih dikintilin(?) yul nya ._.

  12. Sica yandere ya?!!

  13. Aigooo sica benar2 bikin gue merinding.. Kasian jg daddy ia klw digituin mommy.. Smoga jesica cpt normal

  14. Sica bener-bener udagh terobsesi banget ma yul nyampe segitunya nyeremin banget

  15. sica psyco y sereeem dh…yul mpe g bs brbuat apa apa…kpn pkn bkin yg sweet thor bkin sica sdr n yul kn bs jd ek bnrn m sica

  16. RF_yulsic said:

    Uhh,sica nya sadis,,tapi ceritanya keren! Lanjut thor! !

  17. Little Kim said:

    ya ampun yul kasian bgt idup loo,pnya pcar pysco kyk sica,,seremmm…

  18. aigooo.,, entahlah aku hrs komen apa #geleng” kepala 😮
    gmna Yul bsa ska sma Sica klau gini.,,???
    hadeh itu Yul kayak tahanan jja.,, poor Yul
    penasaran deh.,, dinanti next partny 🙂

  19. Fadila said:

    Sama pacar sndri aja kyk gtu, psyco tingkat dewa

  20. newbie86 said:

    Ff ny keren…..
    Sica cantik2 mengerikan…
    Gmn yul bz suka klo cra ny gtu…
    Mg2 sica cpt sadar n yul bz bnr2 suka m sica.
    Lanjut thor..

  21. Anjir ngeri banget gilaaaa haha ga kebayang deh tersiksanya jadi yuri, duh btw ini happy/sad ending thor semoga happy deh yaaa

  22. Anjir ngeri banget gilaaaa haha ga kebayang deh tersiksanya jadi yuri, duh btw ini happy/sad ending thor semoga happy deh yaaa

  23. Baru pertama kali baca ff yulsic yang genrenya gini… Wah lanjut terus thor!

  24. sica disini emang serem bgt sih tp gak tau napa gw malah seneng ma karakternya..kpn yul balas cinta sica??

  25. Astga sica sumpah freak abizz,,,

  26. aigoo Sica gk waras,lanjut thor

  27. Jadi jadi yul dinodai sma sicca atau sicca yg di nodai oleh yul #apasih ?
    Sicca udah bener2 dah otaknya hrus di rehab 😀 😀

  28. Hmm,
    makin hri kelakuan si jejes g brubah2 mlah tmbh ‘freak’
    si yulyul jg udah pasrah ma kelakuan.ny si jejes

    ending.ny yul d buat mati jha bias si jejes gntian jdi ‘tersiksa’

    pas bca peringatan dri kmu yg d awal kirain ada ‘NC’ ,q jg lg g puasa jd sah2 aja d0ng bca ‘NC’
    Hah~
    pi trnyta g ada ‘NC’
    #pdhal ngarep bgt
    #yad0ng

  29. Reader kwon said:

    jessica umma jahat sma yul appa pke di borgol segala lgi kan kasihn yul appanya hipss ~~~

    tpi critanya mkin ksini mkin keren
    lanjut thor..

  30. Reader kwon said:

    thor tuh ff yang stalker + stalker kpn di lanjutnya ..?

    #nanyaaja

  31. cho hyehyuk said:

    sica bukan pshyco. kalo pshyco kaga bisa mencintai. ini terobsesi gila haha

  32. jungjaerin said:

    aigoo,, makin parah sicanya…
    next semangat thor… ^_^v

  33. Jessie makin nekat. udah thor matiin aja jessie-nya biar si yuri bisa bebas *eh

  34. Udh baca captr 1-4,baru komen skarang,,hehehe
    Yul nikmatin aj tu klakuan sicabeby,lama2 jg terbiasa…

  35. hjohnbossanova said:

    nakutin sicanya… mikir mikir kalau punya pacar gini juga

  36. thor knpa sica kya gtu apa bner sica “sakit” kasihan yul tpi ga papa klo yul kaya gitu ma sica tpi klo pa pairing lain ga terima ok thor lanjut

  37. huh kasian yuri, seperti boneka berjalan…

  38. sica bener2 gila sumpah sakit nih orang busseeett dah, kasian gw sama yuri nya
    yg sabar yaa yuri

  39. Parah gila… klo gwa beneran nemu orang kaya gitu… ihh…

  40. kyahahahahah,,, sica keren,, tapi giamana kelangsungan si yul??? hahhah
    nggak kebayang aja hihih

  41. waooo trxta sica kejam juga ya,,,
    ms yuri d rantai, emg dy pelihara.an apa?
    apa sica psykopat ya!

  42. Gilaaa!! sakit ih sica! hahahaha
    Yuri sampe ga berkutik.. biasanya dia pinter bersilat lidah.. tapi ini bener-bener skakmat..
    Sica ini semacam Van Gogh.. ya mirip Van Gogh dia,hahaha
    btw, ini gue komen beruntun dari loveless chapter 1 sampe chapter 5… err.. ntar dikira gue sengaja komen karena mau minta password lagi… 😐 LOL
    nggaaaa, hahaha.. gue ga niat nyari password kok.. cuma kebetulan liat blog ini terus ada ff yulsic yaudah jadi keterusan.. 😐
    lemah gue kalo sangkut paut masalah Yulsic,lolol XD

  43. Omg thor, sica keren sih bisa seberani itu buat mempertahankan cintanyaaa. Tapi ini pemaksaan banget, kasian yuriiiiii. Tapi yuri kenapa gk nerima sica aja ya. Hahahaa tapi kalo nerima sica jadi ending dong gak lanjut.
    Pokoknya harus lanjut ya thor. Itu dinodai yuri? Aaaahhh skip ya thor? Nnti ada flashback gak? Kan kan reader byun gini nanya nyaaaaa ^^

  44. hadeh yul sampe kayak boneka aja ckckck udah di nodai sica -.-

  45. Sy_maomao0594 said:

    Sica parah kelakuan nya siapa pun ga bakal ada yg tahan deket dia Yul aja udh kaya mayat hidup ckckck

  46. jessiejam jessila jessihat jesseram jessirutal……. kau cari singkatan dari jessica…….
    hahahaha

  47. saking cintanya ma yuri, ampe sica merlakuin yuri seenaknya aja..
    lgpl knp yuri gbs cinta jga sih sama sica??
    ksian diri sendiri kan klo gni jadinya T_T

  48. semua karena cinta,jadi lh baby jenong gw kayak gitu..

  49. Cma Satu kata yg bisa buat gambarin sica
    “Parah”, tp w ska sma karakternya sica, ni bkal kya kisah soosun g ya chigu, ada mistik2nya gitu

  50. baru bisa comment thor, soal nya bc peringatan diatas “dibaca setelah buka puasa” #alasan 😛
    sica-ah daripada kamu cuma dapat tubuh yul tanpa hati nya mending langsung aja telpon sunny tanya dimana bisa ketemu genie trus pelet aja langsung. kan bisa lebih cepat proses dapetin yul nya,,,muahaha
    oke lah soo dan yul diperkosa yandere sunsica… tapi moga taeng ga ikut2 diperkosa fany jg… *eh *perlu cek cerita yandere fany lagi nih *elus dagu*
    ayo teruskan aksimu, sica-ah… asal yul ga mati masih bisa dimaafkan kok… wkwk *kabuurr

  51. lanjutkan perjuangan mu sica…
    akhir nya yuri diperkosa jg… tpi ini mah lbh parah dr soo smpek d rante gtu

  52. Alya Rohali said:

    Kasian nasib yuri ._. Selalu nelangsa karena ‘sakit’ sica. Tapi sica cocok jadi psycho wkwkwk.. 😛 *mungkin efek ice princess x yah thor #Abaikan kkkk~

  53. Kim/Choi said:

    Mati, parah Sunny unnie lebih parah lagi Jessica unnie
    Pich pich pich

    Lanjut chapter!!!

  54. Daebak!! Wkwk
    Jessica kau menyeramkan!
    Kurang sih adegan rated nya LOL tapi gpp~
    Yul, semangat terus yak..wkwk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: