~Thank you for your comments~

Sebelah ginjalnya hancur.
Itu kata dokter, dengan kata lain karena kejadian ini Sica jadi kehilangan salah satu ginjalnya.

Aku berjalan dengan langkah berat mendekati ranjang pembaringannya. Dia sudah siuman, dan kini menatapku dengan pandangan menuduh.
“Kamu mendorongku jatuh,” katanya.
Aku mengepalkan tanganku di samping tubuhku.

“Yang kulakukan hanya melepaskan tanganmu. Kamu sendiri yang menjatuhkan dirimu,” kataku balas menatapnya dengan sengit.
“Oh ya, kamu yakin kamu sama sekali nggak bersalah? Tapi mungkin orang lain yang melihat tidak berpikir begitu.”

Ga-gadis ini…
Masih seenaknya nuduh aku yang mendorongnya!
Aku yakin aku tidak bersalah atas kejadian ini.
Karena… sesaat sebelum dia terjatuh aku melihatnya tersenyum! Apa itu ekspresi orang yang tidak sengaja terjatuh?!
Dia memang sengaja melakukannya!

Aku menatapnya dengan berbagai macam perasaan bercampur aduk dalam hatiku. Antara ngeri dengan perbuatan nekatnya yang sampai sejauh itu. Dan juga perasaan sebal karena menuduhku mendorongnya. Aku menggigit bibir sebelum melanjutkan berbicara.
“Kenapa kamu segitunya ingin memojokkanku?”
“Kamu bicara apa Yuri ah? Kamu bilang aku memojokkanmu? Lihatlah aku sekarang, aku bahkan kehilangan satu ginjalku. Kamu masih berpikir aku yang menjatuhkan diriku sendiri?”
“Tapi sesaat sebelum kamu jatuh, aku melihatmu tersenyum,” kataku mengatakan fakta dengan wajah berlumur ngeri.
“Aduh Yuri Yuri, itu pasti cuma perasaanmu saja. Karena kamu terguncang melihatku jatuh jadi kamu berdelusi.”
DEG!
Senyum itu lagi. Itu bukan cuma sekedar perasaan. Aku benar-benar melihatnya tersenyum. Aneh, ini aneh. Bagaimanapun dia terlalu tenang! Dia pasti sudah ‘sakit’!
“Kenapa kamu sampai segitunya ingin aku jadi pacarmu sampai melakukan hal seperti ini? Kamu ‘sakit’ Sica!”
“Aku masih normal Yuri ah.”
Bagaimana dia masih bisa setenang itu setelah baru saja kehilangan satu ginjal?! Padahal dia bisa saja mati!
“Justru kamu yang sakit karena hatimu tidak tergerak oleh perasaanku.”
Bagaimana hatiku bisa tergerak kalau dicintai oleh gadis sepertimu!?
“Ya sudah, kita kembali jadian seperti biasa saja. Kalau kamu tetap jadi pacarku maka aku akan melupakan soal kejadian ini. Aku tidak akan bersaksi kalau kamu mendorongku, malah aku akan membelamu. Atau kamu lebih memilih aku menceritakan pada semua orang kalau kamu yang mendorongku? Kurasa semuanya akan lebih mempercayaiku, terutama keluargaku.”

Aku menelan ludah.
Ya benar, siapa yang bisa percaya kalau seorang gadis dengan sengaja menjatuhkan dirinya sendiri dari tangga hanya untuk memojokkan seseorang? Apalagi ketinggiannya bukan main-main, dia berada di anak tangga paling atas. Bukan hanya sekedar beberapa anak tangga kecil.
Dan meskipun aku mengatakan kalau Jessica tidak sengaja terjatuh pun tetap saja aku yang disalahkan.
Kenapa aku bisa lupa…
Gadis ini adalah gadis yang telah menabrakkan dirinya sendiri pada motorku yang sedang melaju.
Gadis ini sungguh mengerikan. Tipe yang paling parah.
“Kamu jahat, tidakkah kamu pernah memikirkan perasaanku-?”
Tiba-tiba dia memutus ucapanku dengan mengaduh kesakitan sambil menyentuh pinggangnya.
“Apo-apo-apo!”
“Kenapa?!”
“Habis Yuri berwajah seperti itu dan bilang aku jahat, lukaku jadi sakit deh…”
“……jangan berpura-pura lagi…”
“Tidak, ini benar-benar sakit!”
“Kalau begitu akan kupanggilkan dokter.”
Dia menahan tanganku ketika aku hendak berbalik.
“Nggak usah panggil dokter!”
Ya kan, dia pasti alasan saja untuk menghindar dari aku yang berusaha balik memojokkannya.
“Kamu tetap disini saja Yul, temani aku. Karena kamu adalah obatku.”
Aku menghembuskan nafas panjang melalui hidungku. Lalu aku menggeser kursi untuk duduk di sisi ranjangnya. Aku melipat kedua tanganku sambil bertumpu di atas kedua paha. Memandang tepi ranjang.
Aku benar-benar tak habis pikir.
“Sebenarnya kamu ini cinta sama aku nggak sih? Apa cuma sekedar obsesi?”
“Kenapa kamu meragukanku? Aku mencintaimu kok Yuri ah.”
“Tapi kenapa kamu bisa suka sama aku… aku ini kan playgirl…”
“Perlukah alasan untuk mencintai seseorang?”
Ya kalau dari gadis seperti kamu ini.
“Yuri…”
“Apa lagi?”
“Cium aku dong?”
“………………”
“Ya? Selama berpacaran kita kan belum pernah berciuman di bibir secara langsung.”
“Sampai kapan kamu akan puas melakukan ini padaku? Sudah jelas-jelas aku sama sekali tidak mencintaimu,” ucapku dengan nada datar.
“Cepat atau lambat kamu pasti akan mencintaiku.”
Aku tidak suka dengan nadanya yang berbicara dengan penuh keyakinan.
Tapi aku tidak mau dia berbuat hal yang lebih gila lagi jadi aku pun menurutinya.
Aku bangkit berdiri dan memandangnya.
Kulihat dia mengangkat wajahnya dan memejamkan matanya.
Apa salahku hingga aku sampai dicintai oleh gadis ‘sakit’ seperti dirinya. Oke, mungkin aku memang player, suka berganti-ganti pasangan, tapi kurasa kelakuan gadis ini jauh lebih keterlaluan daripada aku.
“Kenapa lama? Ayo cepat.”
Huh, memang kalau menjadi kekasihnya sudah pasti aku tidak bisa menghindarinya. Ciuman di bibir maksudku. Sudahlah, walau aku tidak menyukainya anggap saja aku sedang berakting dalam drama.
Kutangkup kedua pipinya, kemudian aku menempelkan bibirku padanya.
Aku benci melakukan ini tapi aku terpaksa.
Aku merasakan nafasnya menerpa wajahku, membuat perasaanku semakin awkward. Aku ingin buru-buru menyudahinya tapi kalau tergesa-gesa nanti dia protes lagi. Jadi aku berusaha menahannya selama beberapa detik lagi.
Setelah kucium, wajahnya jadi berseri-seri.
“Saranghae Yuri ah.”
“………………”
“Kamu seharusnya mengucapkan ‘nado saranghae’ ”
“………………”
Aku hanya menyalurkan rasa protesku melalui kediaman.
“Kalau gitu nanti aku remas lukaku sampai terbuka lagi.”
“Silakan saja sana,” jawabku acuh tak acuh. Aku tak ingin bersimpati pada gadis sepertinya.
“Sebelum mati nanti akan kutinggalkan pesan kematian kalau Yuri yang membunuhku,” ucapnya dengan nada yang begitu ringan. Kalau kubiarkan bisa-bisa dia sungguh-sungguh akan melakukannya.
“Oke, oke! Nado saranghae Sica ya! Puas?!”
“Huh… nggak perlu sambil bentak-bentak gitu kan?” Dia menggembungkan pipinya. “Sama sekali nggak romantis.”
Cih.
Makin lama sikapnya makin nggak bisa ditoleransi.
Kok bisa ya ada orang model gini… yang menimpakan kesalahan yang dilakukannya pada orang lain supaya dia jadi terkesan bersalah, hanya karena ingin mengikatnya dalam sebuah hubungan.

**

Ketika aku berjalan keluar dari kamar, aku melihat seorang gadis sedang berdiri tak jauh dari depan pintu kamar. Itu Yoona, dia langsung menghampiriku.
“Sica unnie sudah siuman? Kudengar katanya sebelah ginjalnya harus diangkat.”
“Iya… tapi selain itu dia baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir lagi, biar aku yang mengurusnya. Terima kasih sudah mau datang untuk mengecek keadaannya. Maaf jadi melibatkanmu ke dalam masalah ini.”
“Gwenchana, baiklah unnie, kalau begitu aku pamit dulu.”
“Yoona tunggu!”
“Ya unnie?”
“Kamu percaya… bukan aku yang mendorong Sica kan?”
“Aku percaya sama Yuri unnie.”
“Terima kasih, bagiku hanya kamu yang percaya saja sudah cukup.”

**

Haruskah kubawa dia menemui psikiater?
Itu isi pesanku pada Sooyoung melalui SNS setelah curhat panjang lebar.
Aku berbaring di kasur untuk melepas penat. Menatap langit kamar. Lalu meletakkan sebelah tanganku untuk menghalangi sinarnya menusuk mataku. Pikiranku kubiarkan kosong sejenak sampai aku mendengar nada notifikasi.

Dia sampai melakukan hal gila macam itu?! Ya ampun… untung dia masih hidup. Ternyata memang dia tak ada bedanya dengan Sunny. Tapi aku pun sudah tidak kaget lagi karena sebelumnya dia sudah melakukan hal gila semacam menabrakkan dirinya sendiri ke motormu.
Hmm, aku tidak begitu tahu ini berlaku sama dia atau nggak tapi kusarankan jangan.
Terakhir kali aku mencoba membawa Sunny ke psikiater malah berakibat ‘fatal’ pada diriku sendiri.

Dahiku berkerut membaca smsnya.
“Apaan nih sampai kata-kata fatalnya dikutip segala?”
Lalu kubalas pesannya.

Apa maksudnya ‘fatal’ ?

Aku menatap layar sejenak, masih mencoba menerka-nerka dalam batin saat membaca keterangan ‘Syofgg is typing…’
Lalu beberapa detik kemudian balasannya muncul.

Lebih baik jangan ditanya…

Lagi-lagi jawabanmu itu, bikin penasaran saja. Apa kamu suka bikin cerita misteri? Mau menyerahkan semuanya pada imajinasi reader? Aku bukan reader yang pandai berimajinasi.

Bukan begitu, aku cuma tidak mau membicarakannya saja. Ah lebih tepatnya aku tidak bisa menceritakannya. Karena aku sendiri pun masih trauma sama hari itu…

Omonganmu ini. Trauma kenapa? Apa kamu diperkosa sama Sunny? Aneh, masa bawa ke psikiater malah jadinya kamu yang diperkosa.

Yul jebal… kalau kamu lagi niat bercanda, tapi omonganmu sama sekali tidak membantu.

Iya deh maaf maaf. Lalu kita saling chatting begini, Sunny tahu nggak?

Nggak, dia memang ada di rumahku tapi ini aku lagi di kamar mandi, kubawa HPku.

Ya ampun.

Haha benar-benar alasan yang buruk kan?
Sudah nasib karena rumah kami dekat dan kami berteman dari kecil. Tahu-tahu dia sering saja mampir dan masuk ke kamarku tanpa memberi kabar.

Aku mengerti perasaanmu *hug*

*hug* Kamu juga?

Nggak, kan sudah kuceritain kalau Sica lagi di rumah sakit kan? Sekarang aku sudah sampai di rumah tapi dari tadi dia terus mengirimiku pesan padahal belum ada satu jam sejak terakhir kali kita bertemu. Kalau aku balasnya lama dia langsung ngambek.

Syofgg is typing…

Saat aku lagi menunggu balasan Sooyoung, tiba-tiba layar smartphoneku berubah. Namanya muncul di tengah-tengah layar bersama dengan tombol hijau dan tombol merah di bawah namanya.
Capek deh.
Aku mengeringkan mulut dan terpaksa kugeser tombol hijau, lalu menekan loudspeaker.
“Yeoboseyo?”
“Ternyata aku memang nggak bisa melewati malam ini tanpa kamu. Aku mau kamu kesini sekarang juga, temani aku sampai besok. Kutunggu kamu, chagiya,” ucapnya dengan nada mesra, tapi aku sama sekali tidak senang ataupun tersanjung.
“Oh ya, dan jangan lupa bawa buah tangan.”
Kemudian telepon ditutup.
Pesan yang singkat tapi merepotkanku.
Hahhh… malam ini selamat tinggal kasurku yang empuk. Entah dengan besok…

Layar smartphoneku kembali ke percakapan antara aku dan Sooyoung.

Semakin aku dengar cerita kamu, aku semakin merasa kita ini senasib.

Barusan dia menelponku, memintaku untuk kembali ke rumah sakit. Hahhh… kalau begitu buat apa aku pulang?

Barusan juga pintu kamar mandiku digedor Sunny, katanya aku terlalu lama. Lalu kubilang ‘lagi tanggung’ haha…

Benar-benar pengganggu privasi. Yah good luck deh.

Kamu juga.

Gomawo sudah mau mendengarkan curhatku. Aku memang butuh seseorang buat pelampiasan.

Sama-sama, sampai nanti.

☆☆☆To Be Continued☆☆☆

A/N : Karena bikin ff ini di HP jadi nggak bisa bedain warna chatting antar SooRi deh, tapi mudah-mudahan gampang bedain karena biasanya dalam novel pun nggak berwarna.
Lalu kalau ada yang penasaran sama sisi ceritanya Sooyoung, silakan baca ff Loveless SooSun Version (numpang promosi) wkwkwk maksudnya biar nggak bertanya-tanya apa yang terjadi di ff ini saja.

Don’t forget to comment~☆

See u next chap

Advertisements

Comments on: "Loveless [YulSic Version] (Chapter 3)" (62)

  1. gila lu emang lagi demen genre psiko macam gini yah nik.. Sunny makin jadi aje nih kayanya poor my baby 😦

  2. Tinggalin jejak dulu.

    • Hmmm… Chaptr ini agak ‘horror’ yah.
      Sblah ginjalnya sampai hancur?
      Nanti lama2 gagal ginjal lagi yang ginjal satunya.
      Haduh pakai minta cium sgala.
      Dan lagi-lagi ngancam mau fitnah Yul klo gak mau.
      Yasudah lah Yul, klo mang gak cinta mah gak usah ‘berkorban’ sjauh itu.
      Klo difitnah yasudahlah, daripada brtahan n trsisksa trus.
      Difitnah sbntar, dikluarin dari kampus, nyari yang baru lagi aja kampusnya.
      Daripada mndrita n jadi ‘boneka’ trus.
      Klo mang difitnah, pasti nantinya kbnaran juga yang akan mnang.
      Yang pnting tidak punya rasa brsalah yang mengikat dan membuat hati nurani yang ‘menahan’ untuk tetap tinggal.
      Dan bnar2 smakin seenaknya aja. Orang sudah pulang, masih seenaknya aja disuruh balik n temanin pula.
      Tapi prcakapan SooRi mnarik sih.
      Aku juga jadi mikir bagaimana klo sesama SunSica yang posesif dan ‘sakit’ sama2 jatuh cinta. Bakalan jadi sprti apa nantinya.

      • Kalaupun keluar dr kampus paling dikejar kejar smp keujung bumi #plak

        Sica ngefitnahnya kayak gak ada dosa sama sekali

        Aku juga gak kebayang kalau sesama SunSica yg ‘sakit’ XD
        Saling bunuh2an kali? #plak

  3. parah sica parah… gimana itu ntar ya?? tokoh” lain pa keluarganya gtu nti muncul gx thor, yeah pengen tau menurut pandangan klrga sica tuh gimana gtu? ngeri klo ada di sekitar kita, orang macem tu

  4. prilly said:

    Buseet emang benar sunsica psycho banget, kasihan soori tapi aku suka ceritanya jarang ada cerita kayak gini maksudnya genre nya hahahahah

  5. Fadila said:

    Soori emang senasib pnya pacar kyk gtu, tpi tetep mau jdi pacar mereka:)..semangat buat sica, biar yuri cinta;-D

  6. sica parah woiiii… SooRi emg senasib wahaha

  7. ayo thor kapan dikasih peletnya #eh hehe gadeng bercandaa XD maaf maksa.. sampe saat ini aku masih kasian sama yuri. masalahnya nyawa sica jadi pertanggungjawaban dia.. duh padahal klo yul emg player dan ngaktifin sifat playernya sama sica..

    harusnya dia juga menikmati! XO yey for yulsic

    • Nih peletnya 😛 (alias melet)

      Wkwkwk tp yah player kan boleh juga milih, haha
      Biasanya malah player gak tertarik kalau dikejar kejar

  8. ngenes bner nasib soori…
    jgn smpek aja jessica ganggu yoona gara mslah ini

  9. Penasaran alur kedepannya, dimana yuri bisa cinta ke sica yg over. (emang ntar yuri bisa cinta ke sica thor? Haha.. Sotoy akunya.)
    Lanjut yaaa…

  10. Echoplus said:

    Hanjerr ampe ilang ginjal satu ><

  11. sica benar2 ngeri..

  12. Sy_maomao0594 said:

    Sica yaampun ga nyangka ini kaya nya dia udh kena penyakit jiwa ampe senekat itu serem klo bener2 ada cewe kaya sica buat Yuri sabar aja ya mendingan balikan ama Yoona

  13. sica bnr2 terobsesi sama yuri ih ampe nekat gtu..

  14. Emg bner2 ‘sakit’ bneran 2 0rg tuh
    sma2 ska nyakit’in n mnyakiti
    bner2 kyk tipe org ‘masokis’
    susah deh kyk.ny kal0′ mw bri nasihat buat s00ri ngadep’in 2 org ‘mas0kis’ mcem gtu

  15. kwonlovesica said:

    apapun yg trjdi gw harap yulsic ttp sm2.

  16. Kasihan si yuri. Sica ternyata nekat banget .Wkwk

  17. Sica parah, yul jgn gt dong sm sica, kpn nih yulsic brsatu

  18. sica nyeremin dah
    poor my yul #hughughug

  19. kyahaaaaa,,, hahah suka banget sifat sica yg kayak gini hahahahh

  20. gw penasaran gimana ntr yul bisa fall in love dg my baby jenong..

  21. haha ksihan yul sma sooyoung ..:)
    emang apa yg di lakuin sunny ke sooyoung pnasaran??
    aduh sicababy sampe segitunya tpi seru bnerceritanya hahaha
    oh iya thor kpn kluar nya ff Stalker + Stalker ditungu thor makasih

  22. aduh Sica tambah ngeri deh.,, 😮
    Youngie dan Yul senasib yah.,, :3
    SooRi mau curhat sja hrs sembunyi” dulu hadeh.,, -,-
    oke deh di nanti next partnya., 🙂

  23. rif24 said:

    Ini yang ngenes Yuri kok gue malah nyesek di Sica ya… 😐

  24. sone42252 said:

    Aku harap ini gak berakhir tragis kayak yg soosun versi

  25. pemenang aktris terbaik oscar adalah Jessica Jung Soo Yeon!!!!😑😑😑

    jessica menerima piala oscar dengan keadaan syok😅😅😅

    nasib soori tragis.

  26. cho hyehyuk said:

    wah parah nih sica wah. pshyco astga

  27. Keyna said:

    kasian soori punya pacar mengerikan macem sica sunny

  28. hjohnbossanova said:

    haduh author suka banegt bikin cerita kayak gini haha… pengalaman pribadi kah ?? haha bercanda

  29. kurasa disini mungkin cuma aku deh satu2nya reader yg menganggap sica-sama keren… (*^*)
    wkwkwkwk
    cinta dan obsesi yg bercampur.
    hmmm keren iihh.

    yaaahhh semoga nanti yuri luluh deh.
    sica udah ‘berjuang’ segitunya.

    p.s. itu bneran ginjal sica diangkat ya?
    jgn2 boong dan akal2an dia aja yg nyuruh dokter bilang spt itu agar yuri mati kutu.

    ditunggu updatenya~
    hwaiting!!! (9 ^o^)9

  30. pipit said:

    soori nsibny sm pny pcr “sakit”gmn y klo sunsica jdian pst maen bunuh bunuhan hehe

  31. Sica bener-bener kejam banget yach segitu cintanya ma yul nyampe rela nyakitin diri sendiri buat ngancam yul

  32. wkwkwkwk kasian sooyoung dan yuri pasti tersiksa…
    cita atau obsesi???

    tp lucu chat yuri da sooyoung hihihihi

  33. Bella^^ said:

    Jessica sunny ga ada bedanya jessica menakutkan

  34. newbie86 said:

    Sica parah bngt dech…..
    Tp kasian jg si liat die smp segitu ny biar yul nurut n gk minta putus.
    Lanjut penasaran chap dpn…

  35. Itu Sica bneran psyco tgkat akut y.. smpe mau ngebiarin dia sndiri jatuh dri tgga, yg skrg mlah khlangan 1 gnjalny..
    Sica itu cinta, obsesi atau freak? Jdi ngeri ihh..
    Ksihan si Yuri sma Soo ksiksa segituny.. gue ngakak tuh Soo smpe chat d kmr mndi.. hhhaa

  36. taeny said:

    Kacian yul tabar ya chagiya 😀 😀
    Lw yulnya di bikin sdkit sengsara lagi gpp kali ya thor #palakkkkk

    Ya kok tbc sih kurang panjang author 😀
    Lw di dunia ini ada org2 kaya sicca atau sunny ngeri ye 😀
    Masa smpe mau bunuh diri sih ???

  37. Febylia Lie said:

    Ini sama kyk yg sebelumnya gak thor? “Ada cerita di balik cerita” wkwkwk thor aku ngakak pas baca chat Yurii yg “Aku bukan reader yang pandai berimajinasi”

  38. udah deg degan aja, gara2 sooyoung ngomong psikiater dan kejadian ‘fatal’ itu aku kd inget kejadian itu padahal lg puasa.. kirain Yuri bakalan mengalami hal yg sama 😀
    Cuma usul aja nih, kalo sica mau di bawa ke psikiater ntar updatenya pas udah magrib ya kak… wkwk
    Eh, tp klo dipikir-pikir lagi Sica yg pemaksa gini sebenernya imut juga loh.. #ababil

  39. Little Kim said:

    yahh udah tbc ajaa,kira2 yul bkln jtuh cnta sma sica g yaa???

  40. Alya Rohali said:

    Kwon Yuwree semakin menderita 😦 *poor Yul

    Aku ngakak waktu Soo bilang “Lagi tanggung.” 😀
    Aaa… Sica makin menjadi aja 😥
    Dtnggu next partnya thor ^^

  41. jadi ini ceritany yulsic temenan sma soosun oooo.. ntar sica mnta saran ke sunny, trus sunny usul ny ttg ‘fatal’ itu.. hehe tiba” mncul pmikiran gtu thor. foghting thor ^^

  42. mkin ekstrem aj nih sica hlg stu ginjal mlh nyntai gitu aduh mlng nian nsib mu yul

  43. the kid said:

    sabar sica lama- lama yul pasti luluh ya kan author :))
    tapi kasian juga yul jadi korban perasaan haha
    ^_^dd

  44. Ati2 loh yul tar kena karma kya soo yg malah jd cinta mati sm sunny

  45. Lmao, gue sula bgt ih sama sica !! XD
    biasanya kalo di manga-manga cerita genre kaya gini ga ngenakin deh endingnya… err… hope not jinxed deh omongan gue,lol

  46. Kim/Choi said:

    Hahahaha 😀
    Loveless unnie YulSic nggak kalah keren sama Loveless unnie SooSun yang kemaren aku baca 😀
    Tapi mudah”an ending loveless yang ini bagusan sikit. Yang kemaren agak nyakitin walaupun mereka bersatu…

  47. LOL, Jessica is a hardcore lover wkwk~~~
    Sebenernya yang sakit otaknya apa badannya? Haha

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: