~Thank you for your comments~

Di kampus.
“Ngg?”
Dia mengangkat telapak tangannya ke hadapanku, seolah meminta sesuatu dariku. Tapi aku tidak mengerti apa maunya.
“Mwo?”
“HP, pinjam HPmu.”
Apa lagi?

Meski ngedumel dalam hati tapi aku tetap memberikannya. Kemudian sedetik berikutnya dia mengembalikannya dengan wajah penuh tuntutan.
“Aku nggak suka ini, jangan dikunci dengan sandi, cepat buka dan hilangkan sandi pengamannya.”
“Ya ya baiklah.”
Aku membuka kunci sandi dengan mudah kemudian menuju ke pengaturan lalu menghilangkan pengaman dengan kata sandi itu.
“Nih.”
“Kenapa kamu tidak memasang foto waktu itu sebagai wallpaper HPmu?” Jessica berdecak kesal begitu melihat wallpaper smartphoneku yang bergambar Mickey Mouse.
Kemudian dia langsung menuju ke galeri untuk menemukan foto yang dia kirim dan memasang foto selca kemarin sebagai wallpaper tanpa seijin pemilik HP. Seolah dia berhak melakukannya karena posisinya sebagai kekasih.
Setelah itu dia menelusuri isi galeri. Kemudian menunjukkan padaku sebuah selca diriku bersama seorang laki-laki.
“Siapa laki-laki ini?”
“Hah? Dia kakak kandungku!”
Dia menatapku seolah tidak percaya.
“Lihat saja wajah kami ada kemiripan kan?”
“Humm.”
Akhirnya dia tidak menatapku tajam lagi, mungkin sudah percaya.
“Perempuan ini?”
Ya, ampun. Semua saja sekalian.
“Dia sepupuku, namanya Vivian.”
Kemudian tanpa bertanya lagi aku melihat dia menghapus foto diriku yang sedang berpelukan bersama dengan seorang wanita. Memang wanita itu bukan siapa-siapa selain hanya kenalanku, tapi tetap saja aku tidak suka Jessica melakukannya tanpa ijin.
“Mulai sekarang kamu hanya boleh menyimpan foto-fotoku dan YulSic.”
Seenaknya membikin nama pairing kami pula.
“Selain itu kamu hanya boleh berfoto sendiri atau sama keluarga saja.”
Memangnya siapa dia seenaknya berhak mengatur hidupku?
Lalu seolah menambah kejengkelanku dia menelusuri seluruh isi sms-smsku dan pesan dalam SNS.
Huuuhh… di dunia ini kekasih yang posesif adalah salah satu hal yang paling kubenci.
Seolah aku dikekang. Dan dia egois.
Kurasa aku butuh curhat sama seseorang daripada stres.

__________________________________________

Di taman kota.
“Begitulah, menyebalkan sekali pokoknya. Jahat, egois, psycho!”
Sooyoung yang mendengarkan hanya bisa mengangguk dan menyeruput minumnya dengan diam, teh dalam gelas plastik dengan sedotan.
“Kenapa reaksimu cuma segitu? Kamu mendengarkan tidak sih?”
“Tentu saja aku mendengarkan. Aku mengerti perasaanmu. Karena Sunny, aku juga berada di posisi yang sama denganmu.”
“Mwo? Ceritakan.”
“Karena ‘insiden’ yang terjadi di masa kecil, dia singgung-singgung sekarang. Kemudian dia pakai mengancam akan membunuh dirinya sendiri kalau aku tidak membalas perasaannya…”
“Mwo?! Benar-benar parah sekali!”
“Ditambah dia mengiris lengannya sendiri hanya untuk menulis hangul namaku…”
“Ih, makin parah dan nggak punya otak. Ngomong-ngomong insiden apa yang kamu maksud?”
“Yah… lebih baik jangan ditanya… Tapi si Sunny agak mirip seperti Sica yang sampai menabrakkan dirinya sendiri ke motormu. Mencelakai dirinya sendiri…”
“Dia memegang kelemahanmu, seperti Sica yang memegang kelemahanku.”
“Ne…”
“Dia psycho abis! Seperti Sica yang menontoniku tidur berjam-jam melalui video chat tanpa bersuara.”
“Freak!”
“Benar!”
“Kayak hama maunya nempel-nempel saja tapi nggak menguntungkan!”
“Benar!”
“Perasaan dari tadi kita terus membicarakan kejelekan mereka deh.”
“Iya.”
“Coba apa sekarang sisi baik mereka.”
“Sebentar biar kupikirkan.”
“Aku juga mau mikir dulu.”
“………………”
“………………”
“………………”
“………………”
“Seingatku nggak ada.”
“Aku juga nggak ada.”
Sica memang sudah memasakkan aku makanan, namun dia memaksaku untuk memakan meski nggak enak dan rasa sabun, dan aku merasa tersiksa. Jadi itu bukan sisi yang bagus.
Tiba-tiba HP Sooyoung yang berada di atas meja berbunyi. Sooyoung tersentak kaget. Aku melihat nama Sunny berkedip-kedip di layar HP.
“Dari Sunny! Sudah ya Yul! Aku nggak bisa lama-lama karena nanti dia berbuat macam-macam lagi.”
“Ya, dahh~”
Kulihat dia berlari panik sambil mengangkat ponselnya.
Tiba-tiba ponselku ikut berbunyi.
DEG!
“Hu-huh! Gara-gara Sooyoung sekarang aku jadi ikut-ikutan takut.”
Aku mengambil minuman teh Sooyoung yang belum sempat dihabiskannya, lalu dengan santai meminum bekasnya. Aku ikut haus setelah bercerita panjang lebar kali tinggi dengan Sooyoung, jadi aku butuh minum untuk melegakan tenggorokanku. Setelah habis baru aku menjawab telepon.
“Yeoboseyo?”
“Kenapa kamu lama ngangkatnya? Jadi telpon dariku kamu anggap tidak penting begitu?”
Astaga, hanya begini saja suaranya pedas sekali.
“Ah Sica, begitu saja kamu permasalahkan. Bukannya tidak penting tapi tadi aku haus sekali jadi aku mau minum dulu sebelum mengangkat.”
“Kamu ketemu sama perempuan lain ya?”
“Ha-hah? Enggak kok.”
“Bohong, aku melihatmu.”
DEG!
“He-heh?”
“Kalau kamu nggak percaya silakan lihat sini, aku berdiri disini, di sebelah kiri dari tempatmu duduk.”
Cepat-cepat aku menengok dan aku melihat sosoknya sekitar beberapa puluh meter di depan, sedang memegang ponsel di dekat telinganya. Bahkan dari kejauhan ini aku masih bisa merinding melihat ice glarenya.
“Ka-kalau iya memangnya kenapa? Dia hanya sahabatku!”
“Bagaimana aku bisa tahu kalau kalian hanya sekedar sahabat? Obrolan kalian barusan terdengar seru sekali dan aku bahkan tidak tahu apa yang kalian bicarakan.”
Nadanya yang dingin dan tanpa emosi itu mengikis hatiku. OMO, aku harus bergegas mencari jawaban.
Berbagai alternatif jawaban berputar dalam otakku, kemudian aku memutuskan untuk memilih yang ini.
“Kekasihku kan hanya kamu seorang, Sica-baby,” kataku mencoba bersuara lembut.
Aku menggombalinya walau diri sendiri merasa jijik.
“Begitu ya? Hehe.”
Suaranya langsung melunak. Perubahan nada suara yang cepat sekali!
Dan aku tidak bisa menarik kata-kataku kembali. Artinya aku jatuh semakin dalam ke skenario sepasang kekasih ini. Ah sudahlah, yang penting barusan aku selamat.
“Kenapa menelpon?”
“Memangnya nggak boleh?”
Ya, mengganggu sekali, kalau saja bisa kubilang begitu.
“Kamu kan berada di dekat sini jadi mestinya tidak perlu menelpon kan?”
“Yuri, aku ingin kita kencan pertama.”
Huh, merepotkan.
“Jadi aku mau kamu belikan aku hadiah sekarang.”
Maksa lagi.
“Aku berdiri disini karena aku lagi ingin mencoba menjadi kekasih yang sedang menunggu kekasihnya datang.”
Bikin skenario seenak jidat pula.
“Sekarang sana cepat belikan aku sesuatu lalu datangi aku.”
Setelah berkata begitu dia mematikan ponselnya. Aku menghela nafas panjang.
Apa yang harus kubeli? Aku bahkan tidak tahu apa kesukaannya. Masa kubelikan baju? Ini kan bukan hadiah ulang tahun.

**

Beberapa menit kemudian, aku kembali dengan hadiah di tangan.
Kulihat dia sedang bersandar dengan manis di bawah sebuah pohon, dengan sebuah senyum kecil merekah di bibirnya. Beberapa orang baik namja maupun yeoja sempat berhenti untuk meliriknya sekilas.
Cih, kalian semua tertipu, tertipu oleh fisik dan tampangnya!
Tapi ya aku tidak bisa berlama-lama karena nanti benda di tanganku ini mencair.
Jadi aku berlari-lari kecil menghampirinya.
“Ah, Yuri, kamu datang.”
Dia menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinganya sambil tersenyum malu-malu. Kalau belum kenal dengannya pasti kamu akan mendapat kesan gadis ini seorang gadis yang pemalu dan inosen.
Aku memberikan es krim vanilla di tanganku.
“Waahhh~ buat aku?”
Memang buat siapa lagi? Yang nyuruh kasih hadiah kan juga kamu. Tapi kutahan omonganku.
“Terima kasih, kamu tahu saja kesukaanku.”
Tidak juga, aku cuma merasa es krim disukai orang secara umum. Lagipula lebih hemat uang daripada perhiasan yang belum tentu dia suka modelnya. Yah, namanya cari aman.
Lalu dia menggamit lenganku sambil menikmati es krim di tangannya. Kami hanya berjalan sambil melihat-lihat pemandangan sekitar.
Beberapa orang ada yang memperhatikan tangan kami jadi aku melepaskan diri karena risih, tapi dia kembali menggamitku. Jadi aku menjaga jarak, tapi sesaat kemudian aku merasakan cubitan di lenganku, aku terenyak.
“Aw-ah-ah-ah!! Apooo!!”
“Begitu ya sikapmu sama kekasih sendiri.”
Wajahnya terlihat menyeramkan seperti nenek sihir. Oke, mungkin aku memang berlebihan tapi saat ini bagiku sorot matanya sangat menyeramkan.
“Ya, ampun chagiya! Enggak lagi deh!”
Aku memohon ampun karena tingkat cubitannya mulai tidak sanggup kutoleransi lagi.
“Memang harusnya begitu, kamu kan kekasihku,” katanya setelah melepaskan cubitanku.
Aku mengusap-usap lenganku yang masih nyeri. Nanti pasti meninggalkan memar.

Kami berdua duduk di bangku taman kota. Dia duduk di sebelah kananku. Kepalanya bersandar di bahuku, masih menghabiskan sisa-sisa es krimnya. Aku tidak lagi mencoba menghindar, karena aku tidak mau memarku bertambah banyak.
“Pemandangan disini bagus.”
Ya, tapi akan lebih bagus lagi kalau nggak ada kamu di sisiku.
“Ayo kita selca. Kali ini selca peringatan kencan pertama kita.”
Dia mengeluarkan smartphonenya dengan bersemangat.
“Kimchiii~” dia beraegyo.
Aku pun mau tidak mau harus ikut menyebut ‘kimchi’ karena saat ini aku sedang tidak bisa tersenyum.
“Kimchiii…”
Jepret.
“Aku mau upload fotonya ke Weibo ah~ Captionnya lagi kencan.”
Fuuhh, untung nggak ada orang-orang kukenal yang punya akun Weibo, paling cuma Sooyoung. Kalau dia yang tahu sih tidak masalah.
“Kencan berikutnya aku ingin kita ke pulau Nami.”
“Kenapa pulau Nami? Bukannya itu sudah biasa?”
“Karena aku mau selca di bawah jajaran pohon cinta eh pohon pinus, hehe. Aku ingin cinta kita juga kokoh, lurus, dan tak pernah berakhir seperti pohon pinus.”
Hhh… mana tahan aku. Aku memang bukan tipe yang mempermasalahkan cinta sesama jenis. Tapi mananya yang lurus kalau cinta dengan paksaan begini?

Jessica sudah menghabiskan cone es krimnya. Dia menempelkan kedua jarinya di bibir kemudian membawanya ke bibirku dan menempelkannya. Aku menarik kepalaku mundur dengan jengkel.
“Apaan sih?!”
“Karena kita sedang berada di tempat umum jadi cukup indirect kiss saja, hehe.”
Huh, untung tidak ada yang melihat.
Seseorang… tidakkah ada yang bisa membantuku keluar dari situasi ini?
Seolah menjawab permintaanku tiba-tiba ponselku berdering.
Safe!
Ketika aku hendak beralasan untuk mengangkatnya, dia sudah lebih dulu merebutnya dari tanganku sebelum aku membaca nama penelponku.
Dia menutup panggilannya kemudian menonaktifkan HPku.
“Apa-apaan sih?!” kataku semakin hari semakin jengkel sama sikapnya.
“Kita lagi kencan. Saat sedang bersama kekasihmu, kamu tidak seharusnya mengangkat HP, itu tidak sopan.”
Aku memutar mataku dengan jengkel.
Dan lalu menurutmu menutup panggilan seseorang dan mematikan HPnya itu lebih sopan?
“Aku hanya ingin berduaan tanpa diganggu siapapun,” bisiknya mesra.
“Yuri pacarku… jadi Yuri milikku seorang.”
Pacaran itu bukan menikah, masih status, belum saling memiliki tahu!
Lagian aku nggak suka kamu, tolong jangan nempel-nempel aku begini.
Kebanyakan aku hanya berani menggerutu dalam hati saja.

_____________________________________________________

Di kampus.
“Hahh…”
Paling malas kalau ketemu sama Sica. Bahkan aku ingin bertemu dengan Sooyoung untuk sekedar curhat saja tidak boleh. Karena ada dua gadis super posesif ini. Coba kalau Sica jatuh cinta sama Sunny saja dan sebaliknya, mungkin aku dan Sooyoung nggak bakalan stres begini.
Ketika aku hendak menuruni tangga.
“Yuri unnie!”
“Eh??”
Tiba-tiba seorang yeoja merangkulku dari arah samping.
“Aku kangen sekali! Sudah tiga tahun kita tidak bertemu!”
“Eh?! Kamu Yoona?!”
“Iya!”
“Wahh, lama tak jumpa!” aku balas merangkulnya.
Namanya Im Yoona. Yoona adalah mantan kekasihku semasa SMA. Kami sempat berpacaran kira-kira selama dua setengah tahun, barangkali hanya sama dia yang masa pacarannya paling lama. Kami putus secara baik-baik, tapi aku masih menyisakan sedikit perasaan padanya, perasaan sayang sebagai seorang kakak.
“Gimana kabarmu Yoona? Kamu sehat?”
“Sangat sehat unnie,” jawabnya sambil tersenyum. Ah, dari dulu aku selalu suka mengobrol sambil menatap mukanya yang selalu murah senyum.
Kedua tangan kami saling bergandengan ketika bercakap-cakap, aku tidak peduli walau kami melepas kangen secara terbuka dan orang-orang melihat.
“Unnie lebih tambun dibanding dulu.”
“Haha iya, waktu itu aku sempat makan banyak sama sahabatku yang tukang makan, lalu jadi susah turun. Tapi kenapa kamu ada disini?” tanyaku sambil mengayun-ayun tangan kami.
“Ah, aku hendak menjemput kekasihku yang kuliah di kampus ini, namanya Seo Joo Hyun, nanti kukenalkan.”
“Oh, pacarmu kuliah disini? Aku ingin melihatnya.”
“Eh Yuri unnie, disana ada seorang gadis yang dari tadi melototi kita dengan tajam, apa unnie kenal?”
“Eh?” Ketika aku menoleh, mataku bertemu dengan mata Jessica yang bersorot tajam. Kedua tangannya tersilang di depan dada. Aku melepaskan tangan Yoona.
“Pacar Yuri unnie?”
“I-iya.”
Jessica melangkah menghampiri kita. Masih dengan tangan tersilang di depan dada. Matanya menilai tajam Yoona dari kepala sampai ujung kaki.
“Siapa perempuan ini?”
“Siang unnie, Im Yoona imnida,” Yoona memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya mengajak berkenalan.
“…………….”
Tapi Jessica sama sekali tidak berniat untuk membalas menyalam Yoona. Dia hanya menatap tangan Yoona yang menyentuh udara kosong. Lalu kembali bertanya.
“Kutanya siapa perempuan ini.”
“Ah, aku adalah…” Yoona kelihatan bingung bagaimana harus menjelaskannya. Dia sudah merasakan sikap permusuhan dari Jessica. Dia takut seperti menuang minyak ke dalam api.
Sementara aku semakin kesal pada Jessica. Padahal Yoona sudah berniat sopan.
“Yoona adalah mantan pacarku.”
“U-unnie…!!” Yoona menatapku khawatir, takut apa yang dia khawatirkan terjadi.
Tapi aku sudah muak dengan semua kelakuan Jessica. Kali ini aku akan tegas.
“Gwenchana biarkan aku yang bicara padanya,” kataku pada Yoona.
“Begitu, jadi kalian berniat balikan kembali begitu?”
“Ya, benar!” jawabku lantang.
Aku bisa merasakan mata Yoona membulat mendengar jawabanku.
“Kamu milikku Yuri, dan kamu berani melakukan ini padaku?”
“Ya benar, aku akan terus terang. Selama ini aku memendamnya tapi sebenarnya aku sudah muak! Kamu ini pengganggu tahu! Egois! Pemaksa!
Kalau kamu menyukaiku tidak bisakah kamu berusaha meraih hatiku dengan cara yang lebih baik?! Pakai memegang kelemahan orang segala dan menggunakan kekuasaan keluarga! Kamu pikir orang sepertimu bisa selalu mendapatkan apa yang kamu mau?! Jangan harap! Dan jangan seenaknya mengklaim kalau aku adalah milikmu!”
Nafasku tersengal-sengal sehabis memuntahkan semua kata-kata itu keluar dari mulutku.
Biar saja kalimat itu bagai pedang yang menyakitinya, dia juga sudah menyakitiku.
Ekspresi Jessica berubah menjadi gelap. Sementara ekspresi Yoona serba salah.
Aku menarik nafas dalam dan mencoba memelankan suaraku.
“Kita putus.”
Kalimat terakhir yang keluar dari mulutku seolah menjadi penggerak akan apa yang Jessica lakukan selanjutnya.
Dia menyentuh kedua lenganku dan memelas.
“Yuri, Yuri, jangan…! Aku tidak mau kita putus…!!”
“Jangan sentuh aku!”
Aku melepas pegangan tangannya dariku. Padahal yang kulakukan hanya melepaskan tangannya, tapi tahu-tahu saja dia memiringkan tubuhnya ke samping pada timing yang tepat di saat aku melepaskan tangannya. Dan selanjutnya menyerahkan seluruhnya pada gaya gravitasi bumi.
Brak bruk bruk bruk bruk
Dan terjatuh dari tangga.
Aku bersama dengan Yoona menatap horror pemandangan yang terjadi di depan mata kami. Dan mungkin juga beberapa orang lain yang kebetulan menonton keributan yang kami sebabkan.
Ke-kenapa dia…
Apa dia tidak sayang nyawa?!
“Huwaaaaaa Sicaaaaaa!!” Teriakku sambil menuruni tangga dengan panik. Tanganku menyentuh punggungnya. Di tengah rasa panik yang menyergapku, aku masih bisa berpikir rasional.
“Yoona, cepat panggil ambulans!”
“I-iya unnie!”
Walau tidak ada darah bisa saja dia mengalami luka dalam. Aku tidak berani menggerakkannya, aku hanya menekan pergelangan tangannya untuk mengecek denyut nadinya. Masih terasa denyutan, artinya dia masih hidup. Aku mengatupkan rahangku menahan marah.
“Kenapa kamu melakukan ini, dasar bodoh!” Teriakku pada Jessica.

°•○●To Be Continued●○•°

A/N : Dimohon untuk tidak lupa memberi komentar.

Advertisements

Comments on: "Loveless [YulSic Version] (Chapter 2)" (94)

  1. Wauuuu Sica jatuh dr tangga.. Kira2 sica knp yah??

  2. Tinggalin jejak dulu.

    • Di chaptr ini Sica smakin ktrlaluan aja.
      Tapi yasudahlah, aku dukung dia kok.^^ #Efek RF Shipper
      Jadi biarin aja Yoong ama Hyunnie.
      Jangan sampai YoonYul CLBK. -_-
      Yaelah baru pacaran aja sudah pakai ‘intervensi’ HP pacarnya aja.
      Stahu aku sih, skalipun sudah nikah juga, HP itu ttap sifatnya pribadi.
      Tapi yasudahlah, namanya juga di sini sifatnya Sica kan ‘nyebelin’.
      Dan brtmulah dua orang ‘seobang’ teraniaya.
      Cuma aku masih lbih kasihan ama Soo daripada ama Yul sih.
      Stidaknya klo Yul mau nglpasin diri, gak ada ‘beban’ yang cukup brat kayak Soo.
      Toh ‘trikatnya’ Yul kan bukan karna ‘ksalahan’ dia. Bda ama Soo.
      Makanya mungkin karna ini Yul bisa ‘meledak’ n nglawan Sica.
      Gak kayak Soo yang ‘tertindas’ trus.
      Skarang malah jatuhin diri sndiri dari tangga.
      Bnar2 jadi kayak ‘ngemis cinta’ aja. -_-
      Paling2 gara2 ini Yul jadi gak tega tinggalin Sica.
      Padahal klo aku jadi Yul sih malah nambah alasan aku buat tinggalin yeoja ‘freak’ macam bgitu sih.
      Scara aku gak punya ‘dosa’ kok ama dia, jadi yah gak bakalan ngrasa brsalah amat juga.
      Aku sih mau bacanya yang versi YoonHyun. Pasti unik skali itu. Klo versi TaeNy kan sudah ada bayangan kayak yang di ‘yandere Fany’ itu.

      • Ya memang lagi2 mau bikin yg karakter keterlaluan wkwkwk XD
        Tuh kan kamu suka pakai kata seobang, tp ah sudahlah
        Yah makanya biar berbeda

        Wkwkwk emang ngemis cinta, dan dgn cara yg keterlaluan, kayak Sunny XD

        Sekalian promosi Loveless versi SooSun #plak

        Makanya aku jg gak niat bikin TaeNy

        Nantikan saja chapter selanjutnya hohoho

  3. Isnaeni said:

    Duh sica knp tuh?
    Bkl mati atau cuma luka2 doang
    thor q penasaran
    next chap ditunggu thor

  4. Isnaeni said:

    Duh sica knp tuh?
    Bkl mati atau cuma luka2 doang
    thor q penasaran

  5. sica kenap sih over gtu? n nekat lagi jatuh dr tangga, gulingg” gtu u,u…. apa jangan” sica sakit ya???

  6. Haha.. Yuri kasian bgtt… Sungguh terlalu, tp lucu juga.. Lanjut yak, tak tunggu 🙂

  7. Wah semakin seru, kira kira itu sica sengaja gak ya jatoh dari tangga.
    Di tunggu next chapnya thor

  8. Iiussshhh sica bener2 nekat banget sih make jatohin diri sendiri sica nyeremin iihhh yul sabar. Ya punya pacar kejam gitu

  9. jungtaeny said:

    Hah… badai datang melanda deh. Ckckck.
    Lanjut thor.. hahaha

  10. Echoplus said:

    Njir ngeri juga punya pacar kek sica :v

  11. Aduh sica kenapa..??
    Pura” atau betulan itu??

  12. Idialah sica pyscho xD Seru seru, lanjut yaaa thor

  13. putus..pasti sica gak kan mau putus kayak gitu aja..
    habis jatuh dari tangga kayaknya yul akan menderita lagi neh

  14. Jessica kok seram gitu ya..
    Dia ‘sakit’ ya??
    Dasar psycho

  15. Astaga sicca knpa gtu???

  16. Kyk nya gue baru prtama maen disini.. Anyeoong author.^^.. Izin baca author ssii.. Sicaa disini lbh seram dr lampir.. Yul makan atii bngt ngk bisa diobatin teeh botol sosro lg bahaha

  17. Sica possesif banget tuch ma yul terus kenapa sica bisa jatuh dari tangga akal-akalan sica ja kah??

  18. gila parah.. oh jd ini semacam skuel nya soosun cuman yulsic vers yah.. aduh entar TAENY dong !! >_<

  19. stv30 said:

    jessie bener” udh gila .. astagaa
    apa yg buat sica smpe sgituny ? jatuh dri tangga, smoga aja gpp

  20. kyril fadillah said:

    kira2 dgn kejadian suca yg terjatuh dari tangga apa yuri bisa menrima sica sebagai kekasihnya atau malah sica jadi amnesia

  21. kya,,,, sebenarnya aku setuju aja sich ama sikap sica yg overprotective ama seobangnya
    secara mana ada yg tidak mau atau melirik jika punya kekasih seperti yuri, yg handsome girl, awesome, dan juga keren selalu hahahah
    pasti semua orang akan jatuh untuk kwon seobang hahah
    hohoho sumpah penen ngakak keres waktu dengar curhatan para seobang hahah
    hmm,, tapi sikap sica lebih mending dari sunny,,, tapi tetap saja para wifey jjang hahahah

    • Haha masa disetujuin
      Apalg kalau dr pandangan orng yg dicintai, pasti gak suka lah dikekang terlalu banyak

      Yah nantikan saja chapter berikutnya, lbh mending Sunny atau Sica wkwkwk XD

  22. posesif hmm?
    aku blm pernah punya pacar posesif sih.
    biasanya kan aku yg posesif.
    jadi stlh membaca cerita, aku cenderung memihak ke sica.
    wkwkwkwk
    ayo sica ‘paksa dan pepet’ yuri terus.
    hwaiting nee~
    #eh

  23. Kwon echa kwon said:

    Sica beneran cinta sma yul,atau cman skedar terobsesi y??
    Kek nya yul harus jauh2 dri dy :3
    krn klo sica bnr2 trobsesi sma yul dy akn mlakukan apa saja untk mndptkan yuri,bhkan jika harus menyakiti dirinya sndri,dan yg pling brbhaya dy bsa menyakiti yuri :O
    tlong author buat sica cinta sma yuri,jgn seperti trobesesi kek gitu #maksa #mian :v

  24. gw dukung2 aja sica keterlaluan gitu #ehh
    n sica kayak gitu jg karena dia cinta mati sama yul,klu yul jg cinta sama sicababy gw yakin ga akan berat ngadepin pacar overprotective,posesif n sejenis ny hehee.. gw harap my baby jenong gw ga knpa2

  25. ck ck sakit jiwa ! kalo soosun kan gara2 genie . kalo yulsic gara2 apa ?
    macam kek yandere fany gitu ya . kasian yoong nya yg gak tau apa2

  26. Fadila said:

    Soori sama” punya pacar posesif..yg sabar;-)..bru ketemu sama mantan udh terjadi kejadian kyk gtu..sica rubah sikap biar bsa sama yul lg..:-D

  27. Ya ampun Sica makin freak aja y.. gue klo jdi Yuri udah dri saban hri gue ptusin, than sma yeoja freak kyak gitu.
    Yoona yg udah ramah aja dgituin..
    Bner2 freak wktu dia mlah ngejatuhin dri d tangga..

  28. NewNew said:

    wow

    yuri dalam masalah besar
    kalo gua bilang sih mesti ngomong sama ortu nya sica
    .
    .
    .
    .
    lamaran gitu wkwkwkw

    saiko bnget daah
    dulu pernah juga ketemu yg kayak gitu, dalam level yg.gak terlalu parah tapi sukses bikin gue bt bgt

    never again lah pokoknyaah

    too much love will end you ^~^

    • Pernah ketemu tipe gini yg gak terlalu parah di dunia nyata? Memang merepotkan
      Kalau di ff sih dah ekstrim

  29. Gila…. sica sadis banget …. berlebihan

  30. Hmm
    berasa flashback ma loveless versi soosun
    stju deh ma yul
    mnding yeoja ‘freak’ mcem jejes tuh patut d bri pnegasan biar g smena mena,pke’ ngancem sgala lg
    ide yul bgus jg coba kal0′ jejes jth cnta ma si sunsun
    jd gmana ya? 2 org yg ‘posesif’ dsatu’in ?
    Coba deh bkin loveless versi yoonhyun pasti bkal brasa ‘beda’
    couple yg biasa.ny anteng2 jha tiba2 jd couple ter’freak’ ???

    • Wkwkwk aku jg penasaran gimana kalau sesama posesif disatuin XD

      Kalau ada yg mau bikinin versi YoonHyun aku lbh seneng #eh
      Kasihan deh imejnya rusak wkwkwk

  31. Sy_maomao0594 said:

    Anyyeong thor maaf sebesar besar nya aku baru bisa koment di chap ini tpi untuk kedepan nya aku janji bakal usahain koment trus 🙂
    aduh sica pasti nyesek banget tuh Yuri minta putus sifat nya sica si nyebelin pantas aja Yuri ga suka tpi sica nge lakuin itu karna alasan saking cinta ny dia ama Yuri cinta membuat buta segala nya ckckck

  32. jungjaerin said:

    hem,, sica cinta bgt sama yul sampe rela ngejatuhin diri gtu…
    aku jg penasaran klu sica sama sunkyu yg posesif disatuin… #plak kekeke
    ahh,, aku jg skrg rasain pnya psngan yg posesif,, sampe2 terlalu dkt dgn shbt dkt ja dia uring2an… huft… taetae bantulah saya… #duardibomfany wkwkwk 😀
    next semangat thor… ^_^v

  33. pipit said:

    hmm sica bnr bnr prh bgt.krn tllu cinta m yulri mpe bgtu bgt hmm bkin yul cinta y thor n bkin momentny jg

  34. kwonlovesica said:

    yul kshn sicababy jian..

  35. Annyeong 🙂
    uwahh.,, lama gk prnah mampir ksini., hmpir setaun lbih #plakk gk ada yg tanya :p
    oh y ktinggalan banyak post di wp ini -,-
    tpi aku ska bca YulSic dulu hehehe 🙂
    .
    sumpah sdikit mrinding dgn sikap Sica dsini.,,
    poor Yuri.,,
    dikit bingung ni., mungkin blm bca part sblmny kali yah.,,
    aku bca dulu deh.,, :0

  36. sica terlalu posesif dan agresif + nekat…
    wahhh

    menunggu kelanjutan

  37. wah suruh yuri sama soo minta pelet aja, biar sunny sama jessica jadi satu wakaka ngeri dah psikopat sama psikopat yang ada kalo udah berduaan main cumbunya saling bunuh! HAHA

  38. taeny said:

    Ternyata soo masih tersiksa sma sunny toh 😀
    #kacian :p kirain udh bsa terima sunny
    Yul nya ih kebangetan jahat jahat :v
    Sicca nya jga ngapain pke jatuhin dri tangga ?
    Abis ini yakin deh yul di beri abis2an 😀 😀
    #rasain #gampar

    • Ini jaman sebelum Soo suka sama Sunny (untuk lbh jelasnya baca Loveless versi SooSun #plak)

      Wkwkwk XD yah silakan nantikan chapter berikutnya dgn dada berdebar-debar

  39. sica patah hati diputusin yuri,,
    semoga sica baik2 saja ya..

  40. Bella^^ said:

    Annyeong thor aku baru di sini salam kenal

  41. kayak sica sengaja jatuhkan diri. kalo benar, jessica akan mendapat aktris terbaik oscar plak.

  42. Keyna said:

    sica nekat banget,semoga sica baik2 aja

  43. Sicaaaa serem banget kelakuannya. Aaaa yul ngedumel mulu dr belakang. Semoga aja dia sadar jessi gitu krna bener” sayang sama yullllll…
    Kasian juga liat jessi jatuh dr tangga, pasti yul merasa bersalah 😦

    Thor apa bener” gak bakal ada ff Taeny? Thorrr kangen fany taeng 😦
    *taeny shipper garuk” tanah senderan ditembok huaaaaa 😥

    • Walau dah tau sayang tetep aja nyebelin kalau km gak suka kan

      Kalau minta TaeNy jangan sama aku dong 😛 aku gak spesialis TaeNy di WP ini

  44. hahaa ko gw ngakak ya bacanya
    sica bener2 psyco kasian yul nya
    et dah sica kenape segala jatoh dr tangga ada2 aje dah

  45. Bella^^ said:

    Mereka putus hwaaa sica jatuh moga moga tidak terjadi sesuat pada jessica

  46. eh sica jatuh dari tangga?? amnesia ga ya #plak

  47. Aduhh sica mngerikan. Cinta sih cinta tp ga gt jg cara ngrbut htinya :D. Parah nih smpe ngjatohin diri sgl dr tangga. Ntar psti yuri yg disalah2in. Gatega liat yuri sm sooyoung hhha. Yul sm yoong aja dh wkwkwk.

  48. dua sobat yg tersiksa pny pacar kyk sunsic…
    gk syg nyawa bner tuh sica
    yuri jg sih udh tau jessica tuh labil

  49. khfflovers said:

    Ya owoh
    bertiga sama sunny dan fany
    jadilah subgrup “yandere waifu”
    Hahaha

  50. RF_yulsic said:

    Uwahh,baru baca ff ini hari ini,,jd aku komen d chap ini aja yyah,lupa pas d chap lain keasyikkan baca

  51. Pasti stress berat deh kalo punya pacar yg kelakuannya macem sica gitu.. ngeri! 😀

  52. Little Kim said:

    bnr apa yg dblg yul,emng g ada cara lain untuk bkin yul tuh jtuh hati sma dia,klo gni kn yg ada yul mkin ilfil..huhhh

  53. Alya Rohali said:

    Sica kenapa ya?? Kasian Yuri terlalu menderita 😦
    Ninggalin jejak ne thor ^^
    Fighting untuk next partnya 😉

  54. sica gk mati kan? ‘-‘ sica ny bkin gregetan, ada ya cwek kya gtu. tpi ttep aja aku suka yoonyul ^^ keep writing author~~ fighting

  55. sica gk mati kan? ‘-‘ sica ny bkin gregetan, ada ya cwek kya gtu. tpi aku ttep suka yulsic ^^ keep writing author~~ fighting

  56. uwahhh gila putus lngsung jtuh … ckck … yul ny jg sih main ptusin sica gtu aj.

  57. the kid said:

    sica mash pemaksa orangnya haha
    sooyoung jadi korbn juga karna sunny hmm
    seru ceritanya . lanjut b^_^d

  58. Perasaan td w udah koment deh tp ko g ada y
    Sica posesif bgt
    Yuri nasibnya sm nih ky sooyoung nih

  59. Halah Sica pasi acting deh.. acting pura-pura lemah biar Yuri merasa bersalah.. pffft!~ good job sica!! You sly like a fox! XD

  60. kwonratna said:

    miris bnget nasibnya yul pnya pacar posesif akut:-D:-D
    nah lho yul mnta putus, gak pa2 jg sih abis mn tahan pnya cewek kyk sica
    hayooo sica jatuh tuh, waduh gmn tuh, yul kudu tanggung jwb nih

  61. Mr.Silent Reader said:

    wah keren thor , btw Horry Party Kapan di Lanjut thor ?

  62. Kim/Choi said:

    Ada sikit SooSun moment diceritakan 🙂 Rindu sama lovelessnya unnie SooSun 😀
    Yuri unnie, nasibmu sama kayak Sooyoung unnie :v Bersabarlah 😀
    Paling” nanti unnie makin lama makin suka sama Jessica unnie ku 😀
    Kwkwkwkwkw XD

  63. wah keren thor sica nya udah gak sayang nyawa kali dia lebih sayang yuriii hahah

  64. Sica nya alay juga yah? Hahaha
    Agak gimana gitu kesannya sama yuri, wkwk..

  65. Ya ampun… Sica.. semoga baik2 saja…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: