~Thank you for your comments~

Malam minggu.
Seorang anak perempuan sedang memandang dengan penuh ketertarikan dalam sebuah toko baju yang luas di shopping mall. Yang menarik perhatiannya adalah patung-patung mannequin yang dideretkan di sebelah baju-baju dan celana yang terlipat dengan rapi. Tangannya mendarat di atas dada patung mannequin perempuan, mencoba meremasnya sesaat. “Keras.”

Lalu tangannya yang lain meraba lengan dan paha mannequin. “Seluruh tubuhnya keras.”
Kemudian dia mencoba mengangkat ujung rok yang dikenakan mannequin perempuan itu.
“Taeyeon, jangan begitu,” tegur Ummanya.
“Umma, Appa, kenapa patung itu tidak memakai celana dalam?” tanya Taeyeon kepada kedua orang tuanya dengan wajahnya yang polos.
“Namanya saja hanya patung,” jawab Appanya singkat.
“Yei~!” kakak laki-lakinya, Kim Jiwoong juga ikut menyingkap rok patung yang berada beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
“Yah, jangan ikut-ikutan! Kamu kan sudah lebih besar!” tegur Umma Taeyeon. Taeyeon sempat melihat sekilas kalau mannequin itu juga tidak memakai pakaian dalam.
“Jadi semua patung disini tidak memakai pakaian dalam? Kalau begitu kenapa dipakaikan baju dan rok?”
“Itu contoh model untuk para pelanggan. Supaya mereka ada gambaran penampilan ketika seseorang memakai baju dan rok itu,” kata Ummanya berusaha menjelaskan sebisa mungkin.
“Ohhhh,” Taeyeon hanya mengangguk. “Ayo, kita pilih baju bayi untuk Hayeon. Yeobo, ayo bantu pilih,” kata Ummanya. “Aku juga mau! Aku juga mau!” sela Taeyeon bersemangat.
“Ya, nanti habis kita pilihkan buat Hayeon ya?”
“Lagi-lagi Hayeon yang didahulukan,” kata Taeyeon cemberut.
“Bukannya kamu sendiri yang dulu menginginkan punya adik?” kata Appanya sambil mengusap kepala Taeyeon.
“Iya deh, nanti aku mau baju warna biru.”
“Kamu nggak cocok sama warna biru. Kamu kan cewek, pink atau kuning dong,” komentar Jiwoong.
“Biarin! Aku tetap suka biru! Ya boleh ya? Lagian aku juga hanya punya dua baju warna biru!”
“Ya, tentu saja boleh.”
Mereka sekeluarga menuju daerah baju untuk bayi. Berusaha mencari model baju yang menarik dan ukurannya pas untuk putri kecilnya yang belum lama ini lahir.
“Taetae?”
Taeyeon segera berpaling karena mendengar suara yang sangat dikenalnya itu.
“Lho? Fany?”
“Kamu juga datang kesini?”
“Iya, kamu juga datang bersama keluargamu ya?” tanya Taeyeon setelah melihat beberapa orang yang berdiri di dekat Tiffany.
“Iya^^”
“Ah, jadi kamu Taeyeon yang sering diceritakan oleh Tiffany?”
Taeyeon mendongak dan tatapannya bertemu dengan sorot mata teduh milik seorang wanita dewasa. Dia memiliki senyum yang sama seperti Tiffany.
“Iya, Umma.”
“Hehe begitu ya, kata Tiffany kamu pernah membelanya dari seorang anak laki- laki yang menjahilinya. Katanya kamu teman yang paling disukainya di sekolah.”
Mendadak Taeyeon jadi malu, dia cengar-cengir.
“Temanmu, Taeyeon?” tanya Umma Taeyeon.
“Ne, namanya Tiffany.”
Kemudian kedua orang tua Taeyeon dan Tiffany saling berkenalan. Mereka menyuruh anak-anaknya untuk main bersama karena hendak mengobrol- ngobrol.
“Ogah main sama cewek, kita main disana saja yuk?” ajak Jiwoong pada Leo Hwang, kakak laki-laki Tiffany.
“Jangan pergi jauh-jauh ya!” orang tuanya memperingatkan.
“Namaku Michelle Hwang,” ujar kakak perempuan Tiffany sambil mengulurkan tangannya pada Taeyeon.
“Unnie cantik sekali,” kata Taeyeon sambil menjabat tangannya.
“Hehe, kamu pandai memuji ya, terima kasih.”
Tiffany memandangi bayi yang sedang digendong Umma Taeyeon.
“Jadi itu adik perempuan Taetae ya? Waaa lucu^^ apa aku juga minta Umma untuk buatkan adik ya?”
“Tapi nanti setelah lahir kamu jadi kurang diperhatikan lho. Rasanya aku bisa mengerti perasaan Jessica sekarang.”
“Kris, kenapa kamu berdiri jauh-jauh seperti itu? Ayo sini,” ajak Michelle. Taeyeon melihat seorang anak perempuan yang berdiri sekitar 3 meter dari mereka, kelihatannya takut-takut untuk mendekat. “Adikmu?”
“Itu sepupuku, dia sedang datang menginap di rumah.”
Michelle menggandengnya mendekat. “Kenalkan, ini Kristine Hwang.”
“Kim Taeyeon imnida.” Taeyeon mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.
“Tidak usah malu-malu kenalan dengan Taetae, Kris^^”
“Bukan, aku cuma merasa…”
“Merasa apa?”
“Tiffany cocok bersanding sama Taeyeon.”
“Hah?” tanya Taeyeon dan Tiffany bersamaan.
“Maksudku kalian terlihat manis bersama.”
Tiffany menunjukkan eye smilenya. “Oh Kris, kata-katamu lucu.”
Kedua keluarga sama-sama melewatkan waktu yang menyenangkan saling berkenalan sampai tiba saatnya masing-masing keluarga harus kembali pada urusannya.
“Oh ya Fany ah, hari minggu nanti aku mau main ke rumah Jessica, kamu mau ikut?” Taeyeon menawarkan sebelum keluarga mereka misah.
“Mau^^”
____________________________________________________________________________

Pada hari minggu, di kamar Jessica. “Hoaammmm…”
“Ini sudah yang ke berapa kalinya kamu menguap?” tanya Tiffany.
“Ya, aku baru saja bangun setengah jam yang lalu.”
“Eh? Tapi kan setengah jam yang lalu itu jam 12.”
“Hehe, kalau hari libur aku suka tidur sampai siang soalnya. Jadi mau main apa sekarang?”
“Main lava saja gimana?” usul Taeyeon. “Permainan apa itu?” tanya Jessica. “Yah aku nggak tahu apa namanya sih, itu cuma sebutan yang diberikan oleh aku dan kakakku. Permainannya adalah kita harus menaiki barang-barang di sekitar tapi nggak boleh sampai menyentuh lantai. Anggap lantai itu adalah lava. Jadi kita tidak boleh menginjaknya dan harus berpindah dari satu barang ke barang lainnya dengan meloncat.”
“Oh begitu,” kata Tiffany sambil mengangguk-angguk.
“Bisa nggak ganti ke permainan yang tidak terlalu banyak gerak?” usul Jessica.
“Tapi itu permainan yang paling sering kumainkan bersama dengan kakakku,” kata Taeyeon sambil menjatuhkan dirinya di atas kasur.
“Ya, tapi di rumah ini kita tidak bisa memainkannya karena luas, jarak dari satu barang ke barang yang lain terlalu jauh untuk dilompati.”
“Iya sih, kalau di rumah pun aku mainnya di ruang keluarga dan harus menderetkan kursi dan sofa lebih dulu.” “Main suami istri saja,” usul Tiffany. “Boleh juga,” kata Taeyeon mengiyakan. “Kalau begitu Taetae yang jadi suami, aku mau jadi istri, hehe^^”
“Curang Fany ah, aku juga mau jadi istri.”
“Aku tidak mau dimadu!” kata Tiffany entah mendapat istilah darimana. Barangkali dari telenovela siang bolong yang ditonton Ummanya.
“Aku juga tidak mau dimadu!” kata Jessica tak mau kalah.
“Wah, kalau pada rebutan begini gimana?” tanya Taeyeon sambil menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Taeyeon, kamu yang putuskan baiknya gimana.”
“Lho? Kok aku?”
“Iya, karena kamu yang berperan jadi suami, kamu yang putuskan siapa yang jadi istri.”
“Hmmm… ya sudah begini saja.” Taeyeon memegangi bahu keduanya, mendekatkan mereka berdua.
“?”
“?”
“Kalian main sebagai istri dan istri, aku nonton saja nggak apa-apa.”
“Taeyeon gimana sih?! Nggak tegas!”
“Iya! Payah!” Tiffany mengiyakan omongan Jessica.
“Hah? Aku kan cuma mengalah buat kalian berdua. Kenapa malah dibilang begitu?”
Jessica ngambek, begitu juga dengan Tiffany. Dengan alasan yang sama sekali tidak dipahami oleh Taeyeon.
“Ya sudah kalau kalian tidak mau dimadu atau apapun itu istilahnya tadi, gimana kalau kalian saling bergantian peran?”
“Gantian?”
“Ya, tentukan saja siapa yang duluan dengan suit.”
Maka akhirnya peran istri diputuskan dengan suit. Yang menang adalah Tiffany, jadi Tiffany duluan.
“Ini makanannya yeobo^^”
“Selamat makan~” Taeyeon dan Tiffany berpura-pura makan dengan peralatan makan mainan.
“Ah, ada yang menempel, yeobo,” kata Tiffany sambil mengusap bibir Taeyeon. Mereka tampak seperti pengantin baru yang mesra.
Jessica cuma bisa menggembungkan pipinya dan duduk di kasur sambil memeluk bantal.
“Meong~ meong~” Jessica sengaja mengeong-ngeong dengan niat ingin sedikit mengusik permainan mereka.
Tiffany menatapnya dengan pandangan tidak suka. Di lain pihak, Taeyeon malah berseru. “Ah, Mao Mao!”
“Ma-Mao Mao?” Jessica terkesiap.
“Iya, hehehe.” Taeyeon cengengesan. “Kamu pernah bilang kan kalau nama panggilan Ruan Ruan itu dari bahasa mandarin. Setelah itu aku coba mencari- cari nama yang pas buat kamu, lalu aku menemukan Mao Mao. Tapi aku lupa mengatakannya padamu. Jadi biar impas, nama panggilan bahasa mandarinmu kuputuskan Mao Mao.” Lalu Taeyeon tertawa geli.
Tapi Jessica tidak kelihatan marah dan malah merasa spesial. Kemudian kali ini giliran Jessica yang bermain menjadi istri.
“Jadi ceritanya aku sedang sakit, kamu harus merawatku, yeobo.”
“Oke, nih, berbaring saja di pahaku, chagiya,” yang tak disangka Taeyeon malah menawarkan diri. Dia meletakkan sebuah bantal di atas pahanya.
Jessica memekik senang dalam batin. Dia langsung merebahkan dirinya sambil tersenyum-senyum.
Tiffany mendesah iri, kalau saja tadi dia kepikiran seperti Jessica.
“Lagi sakit kok senyum-senyum?” kata Taeyeon sambil membelai kepala Jessica.
“Eng… soalnya aku dirawat sama kamu, yeobo.”
“Haha, wajar kan seorang suami perhatian pada istrinya.”
“Kaing~ kaing~” Tiffany gantian ikut-ikutan dengan bersuara seperti anjing sampai rasanya Jessica ingin melempar bantal di sebelahnya ke arah Tiffany. “Hahaha, sekarang Tiffany jadi anjing?” Taeyeon tertawa melihat tingkahnya. “Kaing~ Taetae~” Tiffany beraegyo dengan menggerak-gerakkan kedua tangannya yang terkepal di dekat wajahnya.
“Ya Fany ah, anjing mana bisa berbahasa manusia,” protes Jessica. “Kaing…” Tiffany menyuarakan kekecewaannya dengan bahasa anjing(?)
“Taeng, kayaknya dadaku sakit. Bisakah kamu periksa dadaku juga?” Sekarang Tiffany melototi Jessica karena Jessica dengan sengaja meletakkan tangan Taeyeon di atas dadanya.
“Apa masih sakit?” tanya Taeyeon sambil mengusap dada Jessica. Tentu saja Taeyeon sama sekali tidak merasakan apa-apa, karena dia tidak tertarik dengan dada rata.
“Iya, berikan aku ciuman supaya rasa sakitnya hilang?” Pinta Jessica. “MWO?!”
Tiffany sudah takut membayangkan Taeyeon akan mencium dada Jessica, tapi rupanya memang pikirannya saja yang terlalu berlebihan. Taeyeon hanya memberikan ciuman di punggung tangan Jessica.
“Kenapa kamu berteriak seperti itu Fany?” tanya Taeyeon bingung.
“Aku mau pulang saja!” kata Tiffany gemas. Lalu dia berlari keluar kamar.
“Hah? Aku nggak ngerti kenapa dia marah.”
“Sudah, biarkan saja,” kata Jessica. “Aku mau tahu alasannya.”
“Yah Taeyeon!” seru Jessica ketika Taeyeon menyingkir dari menjadi pangkuannya.
“Mianhae Sica, hari ini cukup sampai disini ya?” Lalu Taeyeon menghilang dari balik pintu kamarnya.
“Huuuhhh… sekarang aku yang ngambek nih!”

**

Taeyeon mengejar Tiffany setelah keluar dari rumah Jessica. “Fany ah, sebenarnya ada apa?”
“Nggak ada apa-apa, kamu nggak salah.”
“Lalu kenapa kamu ngambek?”
“Nggak tahu, cuma tiba-tiba rasanya menyebalkan saja.”
“Tapi aku kan nggak memadu kalian.” “Sama saja bagiku!”
“Ataukah… kamu merasa tidak dianggap karena aku terlalu akrab sama Jessica?”
Tiffany hanya menggigit bibirnya.
Taeyeon merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa bungkus permen. “Ah, kamu mau permenku? Sebagai permintaan maaf kalau sudah membuat kamu merasa begitu.”
“Aku nggak mau permen!” Tiffany menepis tangannya hingga permen-permen Taeyeon berhamburan.
“Ah, permenku-”
Taeyeon memungutinya, tepat pada saat itu dia hendak memungut yang terlempar ke jalanan, ada sebuah motor melintas ke arahnya. “Hei bahaya!” seru pengemudi itu.
“Eh?”
Pengemudi motor itu segera mengerem sambil membelokkan setirnya. Taeyeon refleks melompat ke samping.
“Taetaeeee!!” pekik Tiffany sangat terkejut, tidak menyangka semua ini akan terjadi.
“Kamu tidak apa-apa nak?” tanya pengemudi motor itu sambil menghampiri anak perempuan yang terduduk di pinggir jalan itu yang sedang memegangi lututnya dengan tangan.
“Nggak apa-apa, cuma sedikit tergores saja. Maaf karena saya menghalangi jalan.”
“Huh untunglah kamu baik-baik saja. Lain kali jangan lakukan hal seperti itu, arraseo?”
“Ne, arraseo…”
Lalu orang itu kembali ke motornya dan melaju pergi. “Taetae.”
“A-ahahaha, aku ceroboh ya. Padahal Umma dan Appa sudah sering memperingatkan aku untuk hati-hati kalau menyeberang jalanan. Anggap saja ini hukuman karena sudah membuat kesal Tiffany, haha…”
“Taetae, jangan bicara begitu…” mata Tiffany membelalak terkejut melihat cairan merah menyusup dari balik tangan Taeyeon yang memegangi lututnya. Tiffany segera menyambar tangan Taeyeon yang menghalanginya. “Taetae! Ya ampun, kamu berdarah banyak!”
“Ya, sewaktu menghindar tadi lututku terkena batu tajam ini.” Taeyeon menunjukkan batu lancip tidak jauh dari kakinya.
“Kita ke rumah Sica untuk mengobati lututmu.”
“Gwenchana.”
“Jangan pura-pura! Parasmu mengerut begitu, pasti sakit sekali kan?”
“Aku sudah pernah merasakan yang lebih parah, seperti digigit anjing waktu dulu.”
Tiffany memapah Taeyeon kembali ke rumah Jessica. Disana Taeyeon mendapat pengobatan dari Umma Jessica.
“Lain kali hati-hati ya.”
“Ne.”
Jessica memeluk Taeyeon. “Sica?”
“Karena kamu terluka, gimana kalau malam ini menginap saja di rumahku?” “Eh?”
“Boleh kan Umma?”
“Ya tentu saja boleh, kamu bisa tidur sekamar dengan Jessica.”
“Horeeee! Ada untungnya juga aku punya kamar sendiri,” seru Jessica girang. “Nanti kamu telpon rumahmu saja dan kabari orang tuamu.”
“Kalau begitu aku mau pamit pulang.”
“Ah, Fany…”
“Aku nggak marah sama kamu kok, Taetae.”
“Kalau begitu kenapa kamu tidak ikut menginap saja?”
“Mianhae, hari ini aku sudah janji akan membantu Umma sepulang dari sini.” “Oh begitu, sayang sekali.”
“Sampai besok.”

**

Di kamar Jessica.
“Yah, karena awalnya aku tidak suka mendengar rengekan Krystal di malam hari. Tiap kali kalau tidur mesti dibangunkan oleh tangisannya, makanya aku merengek minta diberikan kamar sendiri.”
“Ohh…”
“Mau lanjutin main suami istrinya?” “Bolehlah kalau nggak ada permainan lain.”
“Hehehe, karena sekarang yeobo yang terluka jadi gantian yeobo yang berbaring di pahaku.”
Jessica meletakkan bantal di atas pahanya dan menepuk-nepuknya, memberi isyarat pada Taeyeon. “Nah, tidurlah.”
Taeyeon membaringkan kepalanya di atasnya. “Kamu kelihatan sangat senang.”
“Karena aku bisa main berdua saja denganmu.”
Aku tidak boleh mengistimewakan salah satu dari mereka. Ya, karena mereka berdua adalah temanku, batin Taeyeon.

♤♡♢♧To Be Continued♧♢♡♤

Advertisements

Comments on: "Itsumademo Issho ni Itai (Chapter 5)" (59)

  1. absen 🙂

    • ampuuun taetae.. byunmu itu hhha, jiwoong jg ikut2an lg.
      selalu suka tiap taeyeon direbutin fany sm sica :D.
      daripada taeyeon direbutin fany sm baekhyun kkke.
      suka bgt ni ff ^^.

  2. Freesoshione said:

    Hha lucu bngettt main suami istrinya . .
    Kasian fany hrus mengalah trus

  3. Taeyeon plis deh pertanyaan nya bikin gue ngakak . Kenapa ga pake daleman? XD
    Trus juga segala remes dada tuh patung pula
    Aigoo xD kapan dewasanya . Biar bisa anu anuan haha
    Makasih buat update ya thor 😀

  4. Taeng kayaknya mesti bersikap adil nich ma jeti
    Taenysic waktu kecil lucu banget apalagi waktu maen peran suami istri

  5. horeeee update!
    ini nih hiburan paling asik setelah UAS. hahaha
    lucu banget deh pas adegan fany bilang ‘kaing’~ dia berusaha ngalihin perhatian tae dengan cara gitu. 😀
    yah, sejauh ini sih persaingan tiffany kecil ama jessica kecil buat dapet perhatian taeyeon kecil bikin senyum-senyum sendiri. ga tau dah ntar pas gede gimana.
    good job!

  6. teresone said:

    kyaaaaaaaaa taenysic, jeti gk mau di madu,
    udah mau aja di madu lumyan dapat 2#plak

  7. lucu bangeeeeeeet yaampuuun >.<
    gemesin! eits itu si taeyeon mikir apa coba pas pegang dada manekin dasar hahaha
    owyeah main suami istri gitu dan uda ada kosa kata ga mau dimadu. dooh pany kebanyakan nonton sinetron tuh XD
    hihihi dimadu aja sbnernya gpp taeyeon kan perhatian, dan si taeyeon juga bakal seneng punya 2 istri cakep heheh
    yuhuu gomawo Kak updatenya, bikin nicemood 🙂

  8. Tae pusing ini mikir tingkahnya jeti.

  9. Cool !! TY cool banget di sini.. bikin gue di lema(?) berat nih udalah ga usah gede udah degini ajah >_< #plak

  10. Tuh kan gak ngomong lagi.

    • Hahhh dasar cinta segi tiga bocah.
      Cinta smacam ini mang bnar2 sangat menyebalkan skaligus mnyakitkan.
      Karna mrka masih bocah aja makanya blum ngrti.
      Klo sudah dwasa pasti bawaannya bakalan rumit n makan hati deh. -_-
      Yah karna masih ala bocah, jadi masih ada unsur lucunya sih.
      Polos-polos bego gimana gitu.
      Tapi nanti klo sudah dwasa juga akan tiba waktunya, saat dimana mrka akan dihadapkan pada pilihan.
      Trutama Taeng sbagai ‘namjanya’.
      Karna cinta kan harus memilih satu saja di antara sekian banyak. Alhasil pasti akan ada yang ‘tersingkir’.
      Klo pun memilih untuk tidak memilih pun bukan jawaban yang bnar.
      Yah susah deh klo sudah bgini.
      Mang yang paling ideal yah dua orang yang saling mencintai aja yah. Gak usah pakai cinta segi banyak sgala.
      Yah aku sih ttap brharap TaeNy aja sih sbagai RF shipper.

      • Benar2 komentar yg sesuai dgn keadaan diri

      • Itulah makanya aku males ngasih tau km
        Kayak lg sensi abis

      • Aku sudah ‘tenang’ kok sjak smingguan lalu. Ini malah lagi lanjutin nulis FF. Tapi mentok juga.

      • Tenang yg dikutip itu sangat mencurigakan
        Yah fandom ini sendiri masih aja drama smp skrng kok jd gak salah jg

      • Iya dramanya tambah seru aja dngan brita taeng kmarin yang nyari2 fans buat minta maaf. Tapi yasudahlah. Nantinya juga akan brlalu dan (smoga) beres masalahnya. Bisa berjaya kayak dulu lagi atas nama Girls’ Generation.

        Smua kata yang dikutip mang biasanya bermakna ganda.

        Tapi yah scara ksluruhan sudah lbih baik daripada awal2nya.

      • Entahlah, tp memang lbh baik optimis aja

        Yah kebanyakan k-pop jg gak baik
        Apalg smp terlibat secara emosional
        Asal jgn terobsesi aja

      • Padahal kamu sndiri sampai bikin FF bejibun bgitu. Masih bisa bilang gak terobsesi. -_-

        Yasudahlah. Biasanya klo brsikap trlalu pduli malah mnyakitkan. Jadi brsikap masa bodoh aja. Biasanya tar tahu2 akan mndngar brita baik saat gak mnyangkanya sama skali.
        Sprti kataku waktu itu: Buat smua masalah yang ada skarang, let it go aja lah. Biar waktu yang menyelesaikan smuanya. Mau masalah SoShi kek, masalah pribadi kek, masalah hati kek, masalah ini-itu kek. -_-

        Haaaaaaaaahhhhhhhhhhh…………….
        #Menghela napas panjang.

      • Obsesi macam sasaeng lah maksudku 😛
        Maklum kalau dah suka susah berhentinya
        Ff ini kan bikin sekedar just for fun, namanya aja suka bikin cerita

        Yah Soshi memang bkn masalah plng besar dlm hidup kita, kalau dipikirin malah buang wktu

        Lagian masih banyak orng yg masalahnya jauh lbh berat dr yg kita hadapi

      • Iya memang.
        Harus tahu brsyukur dngan keadaan diri juga.
        Tapi gak apa2, tinggal 2 chaptr lagi dan ‘putuslah’ hubunganku dngan dia sbntar lagi.
        Dngan bgitu bisa sama2 fokus ngusrus khidupannya masing2 (sampai waktunya tiba).
        #Klo mang masih jodoh sih.

      • Yah kalau memang gak jodoh gak perlu dipaksakan
        Aku aja pinginnya lepas dr si C tp gak bisa2, dia masih aja kadang mau sms
        Harusnya sudah sadar kalau aku gak minat sm dia lg

      • Aku kan sudah prnah bilang klo gak prnah maksain.
        Aku biarkan kayak air mngalir aja kok.
        Gak aku paksain buat lupakan, gak aku paksain buat stay juga.
        Aku srahkan 100% ama hati aku aja.
        Klo mang sudah saatnya ‘hilang’ yah hilang. Klo masih ‘nyangkut’ yah apa bolh buat.

        Wah tar si C baca lho.

      • Yah biarin biar nyadar
        Habis dia tdk memperlakukan orng dgn benar, seenaknya sendiri dan gak merenung
        Biar lain kali jd orng yg lbh mikir2 dan lbh menghargai perasaan orng

      • Maksudnya ini si C yah?
        Klo maksudnya ‘dia’, sih, dia gak salah kok.
        Sprti halnya Taeng yang gak salah mau pacaran ama siapa juga.
        Dia hanya mengikuti kata hatinya sprti halnya kau juga yang mngikuti kata hatiku untuk menunggunya sampai smuanya bnar2 hilang.

      • Memang maksudnya si C kok

  11. Wah….Wah…Wah,,gak sbar nunggu gedex
    thor lanjutttt

  12. beninsooyoungsters said:

    Yeeeeey TaengSic *tepuk tangan sama kaki juga saking senengnya*
    Eyyyy kecil2 main suami istrian gimana udah gede? Maen yang lain kayaknya wkwkwkwk

  13. Lian Hwang said:

    Rempong bener sih duo american girl,

    yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    TaeNy

  14. waah taeng bnr” ya pertanyaannya, pake dremes” pula tuh manekin hahaha, tae pany cemburu tuh…lanjut thor

  15. Febylia Lie said:

    Haish taeng~
    Kamu ini benar benar byuntaeng..
    Masih kecil aja udh ngerti ngeremes remes dada patung..
    Apalagi entar gedenya?
    Mungkinkah dada sica yg kamu remas? Atau ppany? Atau dua duanya? #plak hahah

    Jessica pasti seneng banget tuh bisa bobo be2 bareng taeng :p

  16. hore di tunggu akhirnya nongol juga itu funny gemesindeh haha ahhh knpa sih sica nempel2:terus ma tae sih kan ksihn my funny tpi klo ga gitu ga seru ceritanya hahaha

  17. ya ampun,ckck ahahahaaa beneran bikin gw ngakak.. jeti selalu berantem gara-gara taeng. main suami istri pula kekekee

  18. bagus ini thor, mgkn slama puasa lebih baik bikin cerita nya yg bgini z..
    cemburu2an ala bocah daripada yadong kan jd bc nya harus tggu buka puasa dulu takutnya ntar penasaran nah kalo gt jd terpaksa baca trus ngbayang kmn2, gmn dong
    kasihanilah readermu ini, thor pweaseee? author baik deh… wkwk

    lanjutkan ^^

    • Memang niatnya kalau bisa gak ada NC tp tergantung mood jg sih, karena otak ini sudah byun wkwkwk

      Yg pasti kalau ada NC nanti kuperingatkan kok 🙂

  19. unyu bgt liat mereka semua 😀

  20. ketawa ngakak w pas fanny pura2 jadi an*i*g 😀

  21. vitha_RoyalFamily_Jungcest_Kryber said:

    enaknyaaaa jadi taeyeon… iri iri iri..

    pany kecil2 udah tau dimadu ya??? dasar anak jaman sekarang..

    huhuhu ceritanya lucu bgt. bikin gemes…
    lanjut thor

  22. Waaahhh taetae dari kecil udah byun ya ngangkat2 rok manekin di mall 😀
    Pany kecil tau2an di madu dari mana tuh pake ngambek gara2 liat taetae sama sica
    Author cerita nya lucu adan sisi imut nya, ada sisi jeles nya lengkap banget thor ga sabar pengen lanjutin baca nya lagi 😀

  23. lolololololololo~~~~~~
    manekin sungguh beruntung mendapat sentuhan kim taeyeon.
    segitiga bocah kecil daebak.

  24. wahh,akhirnya nih FF update juga ^^
    gomawo tor *bow
    two thumbs up dah buat author ^^

  25. Taenysic cpetan gde dong, gue pgen tau perasaan taeyeon ke jeti ada prubhan gk..

  26. Taeyeon msih bayi udah kya gtu gedeny jadi kya apa? -..- taenysic duh jdi ff yg rumit,cinta segitiga bermuda

  27. byunice said:

    Woahhh udah lama ga nongol kesini langsung dpt ff kaya gne wkwkwkwkwkwk.. Hayo Taeyeon pilih yang mana.. Jessica apa fany? Wkwkwkwkwkwkw.. Eh tapi sumpah chap ini kocak bgd loh.. FIGHTING thor 😀

  28. hennyhilda said:

    Cinta segitiga lg uhlalalala
    Semangat author
    ganbatte

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: