~Thank you for your comments~

A/N : update an biar gak galau atau drama di hari monday (dengan sedikit NC)
Enjoy~

Kalau kamu bertemu lagi dengannya, apa yang akan kamu lakukan?
Kata-kata Tiffany masih terus berputar-putar dalam otak Sunny bahkan ketika Sunny sudah sampai di restoran tempat reuni.
“Sunnyyyyyyy!” Yuri langsung mendekapnya erat-erat begitu melihat sosoknya.

“Uph! Yuri ah!”
“Wah kangennya! Kamu masih tetap sependek yang kuingat! Aku masih ingat dulu kita sering bercanda kalau kita jadian.”
“Ya, dan kamu jadi namja chinguku,” jawab Sunny sambil tersenyum nostalgia.
“Hentikan, dia sudah ada yang punya,” kata Jessica sambil menjewer telinga Yuri.
“Aduh aduh! Jangan pakai kekerasan!”
Setelah itu perbincangan biasa seperti yang biasa ditanyakan pada saat reuni. Seperti pekerjaan apa yang dilakukan saat ini. Tak lama kemudian terdengar sejumlah orang berseru.

“Ini dia, bintang fashionista kita sudah datang!”
“Masih lajang ya? Katanya mau menikah di usia 24 tahun?”
“Yah, aku berubah pikiran.”

DEG

Sunny sangat mengenali suara itu. Sudah 5 tahun tidak didengarnya.
Sunny ingin buru-buru berpaling dan melihat sosoknya. Hatinya sudah dipenuhi oleh kerinduan yang menggigit.
Sunny melihat sosoknya berada di tengah kerumunan sejumlah namja dan yeoja. Bahkan di antara teman-temannya, Sooyoung masih tampil mencolok. Karena tubuhnya yang semampai dan fashion stylenya keren.

“Kenapa? Karena kamu masih belum bisa melupakan cinta pertamamu?”
“Gimana kalau jadian sama aku saja.”
“Tidak, terima kasih.”
“Ahhh, aku ditolak mentah-mentah!”
“Kamu mah nggak selevel sama Sooyoung tahu!”
Sooyoung tertawa ringan mendengar candaan teman-temannya.

Senyum itu masih sama seperti dalam ingatan Sunny. Membangkitkan kembali nostalgia yang selama ini terpendam. Hatinya kembali teriris bersamaan dengan seluruh perasaannya yang terpancar di matanya ketika tengah menatap sosoknya.
Secara kebetulan, pandangan mereka bertemu dalam satu garis lurus.
Senyumnya memudar. Sooyoung menyusup dari kerumunan teman-temannya dan melangkah ke depan Sunny. Sementara Sunny masih membatu di tempatnya berdiri.
Sunny buru-buru menghapus ekspresi kerinduan yang terlukis di wajahnya. Dia tidak mau Sooyoung tahu kalau Sunny masih memiliki perasaan padanya. Sebaliknya Sooyoung sama sekali tidak bermaksud menyembunyikannya.
“Sunny…”
Sooyoung meraih Sunny ke dalam pelukannya.
Di hadapan gadis jangkung itu Sunny jadi terlihat sangat pendek, kepala Sunny tepat berada di antara belahan dada Sooyoung yang rendah. Karena Sooyoung memakai high heels sedangkan dia hanya memakai flat shoes.
“Aku kangen sekali…” bisik Sooyoung di telinganya.
“I-iya.”
Sunny melepaskan pelukan Sooyoung dengan sedikit tergesa-gesa. Berharap tidak ada seorang pun yang menyadari parasnya memerah setelah mukanya menempel di dada Sooyoung barusan.
Dari dekat, wajah Sooyoung tampak lebih menawan lagi.
Mendadak Sunny sedikit menyesal dia tidak berusaha tampil lebih manis lagi.
“Ohh, duo jangshin dan danshin!” Seru Hyoyeon.
“Sendirinya juga danshin,” komentar Sica pada Hyoyeon.
“Ya Sunny ah, kamu nggak bawa seobangmu kemari?”
“Ah, kan Sungmin bukan dari SMA yang sama.”
“Tidak apa-apalah, kenalkan pada kita, hahaha.”
Sunny ikut tertawa sumbang. Saat itu dia melihat bayangan di wajah Sooyoung.
“Karena semua sudah hadir, ayo kita ke lantai atas.”
“Eh? Mau ngapain?”
“Makan-makan sambil karaoke.”

**

Sooyoung sengaja memilih duduk berdempetan dengan Sunny.
Sunny merasakan jantungnya berdebar dua kali lebih cepat ketika lengan mereka bersinggungan.
“Gimana kabarmu? Sehat?”
“Sehat, kamu sendiri?”
“Ya! Ayo kalian juga nyanyi!” seru Yuri sambil menyerahkan mic ke Sooyoung.
“Satu lagu saja,” jawab Sooyoung sambil tersenyum. “Ayo kita duet Sunny?”
“Eh? Tapi aku…”
“Ayolah, demi masa SMA kita. Kami akan membawakan lagu berjudul Happy Me!” teriak Sooyoung bersemangat sambil mengedipkan sebelah mata pada teman-temannya. Mereka semua bersorak menyambutnya.
Walau awalnya sempat merasa segan, tapi Sunny sangat menikmati ketika duet bersama dengan Sooyoung. Hari itu terasa bagai mimpi, sampai ketika Sunny sudah sampai di depan pintu apartemennya, dia masih melamunkan seseorang.
Suara tangisan seorang bayi dari depan pintu rumahnya menyadarkannya kembali ke realita.
“Fany ah, aku pulang.”
“Oweeeeeeeeeee!!!”
“Gimana ini Sunny… tangisan Soonyoung nggak mau berhenti juga…”
“Walah?”
Sunny melihat pakaian dan rambut Tiffany acak-acakan, dan matanya berkaca-kaca seolah dia sendiri yang mau menangis.
Bayinya masih menangis dalam gendongan Tiffany. Cepat-cepat Sunny mengambil alih dan menenangkannya.
“Mianhae Sunny…”
“Tidak apa-apa, semua bayi memang selalu menangis. Itu tandanya sehat, haha.” Sunny mencoba berkelakar, tapi reaksinya tawar.
“Huuuu… tapi semua bayi yang kuurus selalu saja menangis. Apa aku memang segitu payahnya…”
“Fany ah, jangan patah semangat begitu.”
“Tapi nanti kalau aku sudah punya bayi dengan Taetae…”
“Kalau dia bayimu aku yakin dia akan lebih menyukaimu. Soonyoung ini memang agak rewel sama orang asing. Fany ah, kamu boleh pulang sekarang.”
“Baiklah, aku pulang dulu. Ngomong-ngomong, Sungmin mana?”
“Ah, dia sedang dinas di luar kota. Baru akan pulang minggu depan.”

**

Sunny membaringkan Soonyoung di ranjang bayi setelah dia tertidur nyenyak sehabis minum susu.
Lalu Sunny sendiri membaringkan dirinya di atas double bednya.
Sunny membuka smartphonenya dan melihat foto bersama yang tadi diambil saat reuni. Tangan Sooyoung sedang merangkul bahunya sambil bergaya peace.

Sunny POV

Biarpun aku tahu memikirkan orang lain setelah menikah itu salah tapi kenapa ya aku tidak bisa mengenyahkannya dari pikiranku? Apa aku sebaiknya bercerai saja? Tadinya kupikir aku mencintai Sungmin, tapi ternyata setelah hidup selama satu tahun bersamanya, perasaanku tak lebih dari sekedar perasaan kagum. Dan perasaan yang tadinya berawal dari kekaguman itu cuma berubah menjadi perasaan sebagai seorang sahabat.
Tapi sekarang Soonyoung sudah lahir. Kalau aku bercerai dengan Sungmin mungkin tidak akan berpengaruh pada mentalnya karena dia masih bayi. Tapi Soonyoung jadi tidak memiliki seorang ayah.
Seandainya Sooyoung bisa menggantikannya…
Tapi ah, lagi-lagi aku memikirkannya. Selalu saja namanya menyelinap ke dalam hatiku tanpa ijin.
Sudah 5 tahun, paling perasaannya padaku juga sudah berubah.

“Aku kangen sekali…”

DEG!
Ah, walau dia berkata begitu itu bukan jaminan kalau perasaannya masih belum berkurang.
Akhirnya aku malah terus memikirkannya sampai aku terlelap.
Sesaat sebelum terbangun, rasanya aku seperti dipeluk oleh seseorang.
Sooyoung?
Tapi ketika terbangun aku menemukan bahwa yang sedang memelukku adalah selimut. Karena benda ini tergulung tepat di belakang punggungku dan sebagian kainnya masih menyelimutiku dengan hangat jadi menciptakan ilusi dalam mimpi seolah ada yang sedang memelukku.
Lalu aku malah menangis karena tahu itu hanya mimpi. Apa aku segitunya mengharapkan jadi kenyataan?
Saat itu terdengar tangisan Soonyoung.
Ah, dia seperti bisa mengetahui perasaanku.
Aku menghapus air mataku dan beranjak dari kasur, lalu menghampiri ranjang bayi.
“Cup cup, jangan nangis Soonyoung. Umma disini.”
Tapi ketika melihat wajahnya aku malah kembali diingatkan pada Sooyoung dan air mataku kembali mengalir sebelum kusadari. Hasilnya, Soonyoung kembali menangis.
Setelah menyusu, dia kembali tenang dan tertidur.
Perutku terasa kosong.
“Ah, aku juga sudah lapar.”
Setelah membuat sarapan pagi sederhana dengan telur, aku kembali ke kamar tidur.
Hari ini aku tidak semangat melakukan apa-apa… lebih baik aku istirahat saja seharian. Mumpung sedang tidak ada Sungmin.

Aku baru memejamkan mata selama lima menit ketika terdengar bunyi bel.
Siapa ya?
Aku ingin cuekin tapi dia terus-terusan menekan bel apartemen ini. Kalau kubiarkan bisa-bisa tetangga yang protes.
Aku berjalan ke depan dengan ogah-ogahan.
“Yaaaaaa??”
Cklek.
“Maaf, aku nggak mengganggu kan?”
DEG!
Omo! Kenapa dia bisa datang kemari!?
Mendadak aku malu karena penampilanku masih berantakan. Tapi di saat yang sama, hatiku juga melonjak bahagia.

Third Person POV

“Umm, boleh masuk? Kalau nggak juga nggak apa-apa, aku pulang.”
Sunny melebarkan pintu rumahnya, masih berusaha menyembunyikan perasaannya.
“Masuklah.”
“Permisi.”
Sooyoung melihat-lihat bagian dalam rumah saat Sunny masih menutup dan mengunci pintu dengan perasaan tak menentu.
“Emm, sebentar aku mau ganti baju dan membenahi diri dulu.”
Sunny pamit dan berjalan ke kamarnya. Sooyoung berjalan mengekor di belakangnya.
Sunny terlambat menyadari.

Mata Sooyoung berbinar melihat sosok makhluk mungil yang berbaring di ranjang bayi.
“Ini anak kamu, Sunny?”
“Iya…”
“Waaaaaa~ boleh kugendong?”
Bayi itu mengulurkan kedua tangannya ketika melihat Sooyoung seolah minta dipeluk.
Sooyoung langsung menggendong dan menimangnya.
“Anak yang manis.”
Pemandangan Sooyoung menggendong bayinya membuat hati Sunny trenyuh.
Betapa dia sangat mendambakan hal semacam Sooyoung menjadi pendamping hidupnya menjadi kenyataan.
Sooyoung merong dan bercanda ria bersama dengan bayinya yang tertawa. Sampai Sunny sendiri heran karena biasanya Soonyoung rewel kalau sama orang asing.
“Anak perempuan?” Tebak Sooyoung dari pakaian bayinya yang cukup girly.
“Iya.”
“Siapa namanya?”
Sesaat Sunny ragu sejenak apa hendak memberitahukannya atau tidak, tapi akhirnya dia memberi tahu.
“Lee Soon Young…”
Sooyoung memandang Sunny seolah ingin mempertanyakannya. Tapi Sunny mengalihkan pandangannya supaya Sooyoung tidak dapat membaca ekspresinya. Melihat itu Sooyoung pun menarik diri dan tidak jadi menyinggung soal ini.
“Tapi Sunny, padahal dia anakmu tapi kenapa dia tidak mirip denganmu? Ataukah dia mirip dengan suamimu?”
“Tidak, dia tidak mirip denganku juga tidak dengan Sungmin.”
“Hah?”
“Perhatikan saja, maka kau akan tahu dia mirip dengan siapa…” Sunny sendiri tidak tahu kenapa dia berkata seperti itu.
Ketika memperhatikan wajah Soonyoung dengan lebih cermat, Sooyoung merasa dia seperti sedang bercermin. Mirip sekali dengan dirinya ketika dia melihat foto dirinya di masa kanak-kanak.
“Hei kenapa rasanya dia mirip denganku…?”
Sunny menggigit bibirnya. Lalu Sooyoung cepat-cepat menoleh ke Sunny.
“Ta-tapi bagaimana bisa, Sunny?!”
Sunny hanya menunduk dan tersenyum pahit.
Sooyoung membaringkan Soonyoung dengan hati-hati lalu menghampiri Sunny.
“Sunny…”
Dengan hati-hati dia memeluk Sunny seolah takut Sunny akan menolak. Tapi Sunny tidak menolak dan malah memasrahkan dirinya dalam rengkuhan Sooyoung.
“Aku masih mencintaimu…”
“Aku sudah menikah, sudah tak menarik lagi.”
“Aku nggak peduli, di mataku kamu masih sangat menarik.”
“Um, terima kasih…” jawab Sunny tersipu.

Hari itu seharian mereka menghabiskan waktu bersama. Sunny merasa sangat bahagia meski sama sekali tak mengucapkannya. Hatinya seolah telah menemukan pelampiasan yang selama ini ia rindukan.

“Sunny, ceraikan suamimu. Lalu kamu bawa Soonyoung. Kita hidup bersama bertiga. Meskipun tidak menikah juga tidak apa-apa.” ucap Sooyoung sambil menggenggam tangan Sunny.
“……………..”
“Aku pasti akan membahagiakanmu.”

Sunny teringat kembali dengan kata-kata Tiffany.
“Aku harap kamu juga jujur terhadap perasaanmu sendiri. Kamu masih mencintainya kan?”
Dan teringat masa lalu ketika dirinya memutuskan untuk berpisah.

“……………..”
“Oweeeeeee!!”
“Ah Soonyoung, kamu lapar ya?”
“Hah? Aku memang lapar.”
Sunny tersenyum geli. “Bukan kamu, tapi aku bicara pada Soonyoung tahu.”
“Habis kamu menamainya mirip dengan namaku sih.”
Sunny menggendong Soonyoung di sofa.
Sooyoung menahan nafas ketika melihat Sunny membuka kancing bajunya untuk menyusui Soonyoung.
Sooyoung duduk tepat di sebelahnya dan terus melihatnya tanpa berkedip sampai Sunny merasa malu ditatap seperti itu.
“Tolong jangan dilihat begitu. Aku kan malu…”
“Sunny… kamu terlihat keibuan. Cantik sekali.”
“Um, terima kasih?”
Wajahnya memerah. Sooyoung suka melihat Sunny tersipu-sipu begitu.
Sunny membawa Soonyoung ke kamar untuk menidurkannya. Lalu merapikan kembali bajunya, dia memang tidak memakai bra.
Ketika berpaling, Sooyoung sedang menatapnya dengan wajah serius.
“Sunny, boleh aku menyentuh dadamu?”
Pipi Sunny memerah karena terkejut mendengar permintaan seperti itu, tapi dia mengangguk.
Mereka sama-sama duduk di atas kasur dengan jantung berdebar-debar. Sooyoung mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas dada kiri Sunny. Cara duduk Sunny sangat kaku, merasakan dadanya diraba oleh gadis yang dicintainya.
“Boleh kubuka?” tanya Sooyoung sambil menatap ke dalam mata Sunny.
Sunny hanya mengangguk pelan. Lalu Sooyoung mulai satu per satu melepaskan kancing piyama tidurnya.
Sooyoung memperhatikan bentuk payudara Sunny sebelum memegangnya. Merasakan seberapa padatnya di telapak tangannya.
“Ah, jangan dipegang terlalu kencang, nanti bocor.”
“Oh.”
Sooyoung melihat cairan putih mengalir keluar dari putingnya. Sooyoung membungkuk dan meminum air susu yang keluar.
“Nggh…!” Sunny merasa merinding sekaligus nikmat dikala merasakan hangatnya mulut Sooyoung.
Sooyoung meremasnya dan lebih banyak cairan yang keluar.

Jadi begini rasa susu Sunny. Aku ingin merasakannya lebih banyak, pikir Sooyoung sambil meneruskan menghisap dan meminumnya.

“Soo-sooyoungie, kamu menghisap terlalu- ahhh!”
Sooyoung mendorong dengan lembut sampai punggung Sunny menyentuh kasur. Kemudian mulai mencumbu Sunny. Melepaskan celana beserta celana dalamnya.
“Sooyoungie… aku tidak pantas kamu sentuh… aku sudah tidak perawan lagi. Tubuhku ini sudah bekas-”
“Jangan perlakukan tubuhmu sendiri seperti barang bekas. Aku sama sekali tidak menganggap kamu seperti barang bekas!”
Keduanya saling berpandangan. Sooyoung mengangkat tangan Sunny dan mengecup punggung tangannya.
“Sunny adalah Sunny, bukan barang bekas. Hingga kini perasaanku masih sama, bahkan bertambah besar.”
Mata Sunny berkaca-kaca mendengar perasaan tulus Sooyoung.
“Jadi biarkan aku menyentuhmu.”
Sunny mengangguk, membiarkan air mata keharuan mengalir di pipinya.
Sooyoung melihat tanda lahir berbentuk matahari yang samar di dada Sunny.
“Aku akan melindungimu…” Sooyoung mengikrarkan janjinya melalui sebuah ciuman.

♧♢♡♤To Be Continued♤♡♢♧

Advertisements

Comments on: "Soo That Embraces The Sun (Chapter 5)" (42)

  1. Tinggalin jejak dulu.

    • Bagian akhirnya entah knapa mau romantis kok malah kesan yang aku tangkap lbih ke mesum yah?
      Apalagi yang yang bilang: “Jadi ini rasa susunya Sunny?”
      Dan bnar kan Soo jadi model.
      Brarti ini namanya perselingkuhan di kala suami tak ad di rumah ini.
      Kira2 nasibnya SungMin bagaimana yah sbagai suami sah tapi lbih mirip orang ktiga?
      Palingan juga tar jadi ‘orang gila’ macam KyungHo n dibunuh ama Soo lagi.

      • Wkwkwkwkwkwkwk mgkin itu perwujudan dr pikiran yadongku. Karena aku mauuuuuu huuuuu XD #plak dasar yadong

        Fufufu sudah nasib namja dlm ff yuri, selalu jd orng ketiga meski dia yg seharusnya sah

        Wkwkwk Soo menyeramkan XD

  2. klo dulu soosun sm2 pnya tanda untuk memusnahkn msuh
    pa skrng jg mereka pnya tanda n ad misi tertentu?

  3. Jadi dulu mereka emg pernah jadian ya ?
    Trus kenapa mereka bisa putus ,
    udah cerain aja sungmin , masih ada soo kok .
    Trus jangan2 misi mereka yg dulu mash belum selesai ?

  4. sone42252 said:

    Moga aja permintaan soo sunny turutin

  5. ga terduga banget nih ff wkwk. kukira tamat jadi sad ending, eh masih ada.
    Ayo jungkyungho bangkitkan dalam kubur!! /eh/ walau suka soosun, tapi kasihan juga sama sungmin -_- seakan-akan sooyoung jahat disini -_-v dan nc yang tak terduga wahahaha

  6. beninsooyoungsters said:

    Woaaaah NC *lari keliling monas merayakan kembalinya NC di wp ini*
    Romantis daaaaah, yaudah deh Sun *sok kenal* cerain aja si Sungmin, kembalilah padaku, eh Sooyoung maksudnya hehe

  7. :O jadi soo nyobain nenen nya Sunny 😀 😀 😀
    Ya ampun jadi mau susu deh lw gini 😀
    #salahfokus 😀

  8. baru bertemu kembali langsung nc huhuhuhuhuhu…..
    tinggalkan sungmin saja… maaf gak ada ide buat komen apa…

  9. Satukan aja deh soosun nya thor. Jangan ngenes terus

  10. merinding rasanya ngebayanginnya. aish.. jangan dipegang terlalu kencang, nanti bocor. cukup melekad di otak yadongku..kkkk

  11. Tinggalin jejak dulu.. author ini ff nya keren” bgt, aku suka semuanya hehe.. oh ya thor, kapan nih itsumademo shi itai nya dilanjut? ga sabat liat taenysic kecil. heheh

  12. wkwkwk
    parah nya ak bc ni cerita yadong pas lg kumpul bareng temen2, mau jingkak2 gmn, mau gelisah jg ditahan jd cm bs senyum2 deh.. lol
    kalo udah bulan puasa mgkn lgsg skip z biar aman semua 😀
    lanjut thor, mulai tidak tertebak mau dbawa kemana hubungan kita eh ff ini mksd nya.. haha
    hwaiting jg buat ppany bikin baby sama taetae nya #plak mulai ga nyambung XP

  13. bocor…bocor…pakai saja No Drop hahaha….# ups
    kasian sungmin, punya hak milik tapi keliatan kaya pihak ketiga

  14. jungjaerin said:

    hmm,, si soo tau ja bagian yang menonjol dari sunny… ^O^v
    jangan di habiskan soo kan kasian si soonyoung gk kebagian lagi… wkwkwk

  15. trnyata tuh tanda lahir msi melekat ya…
    walaupn cman semi nc puasa ku agk ternodai kek nya…

  16. Jadi mereka udah reinkarnasi gitu? Duh thor aku baca bulan ramadhan, gimana ini? Aa sudahlah u,u

  17. hennyhilda said:

    Rasanya anta author #plakk jgn ngo aneh2 kau 😀
    ehhh author qo update ff br km g muncul d list nya?pntsn ff yg secret twin sister it aq pqr mzh chpater 6 trnyt udh end.aq amp nunggu2 huftt..
    ehhh author blh mnt fb nya g?
    semangat author
    ganbatte
    hmm dgrn lagu divine dl ahhh tp lagu it bqn aq nangis trz huhuhuhu 😦

    • Haha
      Yah makanya liat di daftar, atau cari di search. Blm ku update lg daftarnya sih

      Boleh, tp kalau di fb gak boleh nyinggung ffku di timeline karena disana aku banyak kebalan (bolehnya bicarakan lewat private message)

      Haha, aku sih dah denger dr lama dan berulang kali setiap hari, jd dah kebal sm lagunya

      • hennyhilda said:

        Siap author #hormatgrakk 😀
        Aq nya blm kebal cz bayangan sica baby mzh terbayang hukz 😦

  18. Hai thorr! Aku bingung deh, perasaan selama ini aku selalu baca ff kamu. Tp kok tbtb akun kamu gak ada di list followingku? Hiks. Aku nungguin dari lama tp kok gak update2… huu huuu

  19. yg ga berubah cinta mereka tetap sulit dan sooyoung tetep yaddonggg
    mudah2an cinta mereka ga berakhir tragis lg
    lanjut please thor ternyata ada sisi baiknya jg sunny udah punya anak jd mreka kliatan kaya satu keluarga walau mereka belum sama2 karna itu lanjutin ya thor..

  20. Kim/Choi said:

    Mau komen bagian NC nya, tapi nggak usahlah. Malu :v. Sweet nih cerita. Penasaran. Boleh dong kak Author lanjutannya 😀
    Semangat teyusssssss :v

    • Haha gak usah malu kalau mau melepaskan hasrat mesum disini selama komentarnya masih pantas #plak

      • Aish, hasrat mesum ah 😀
        Sepertinya dulu aku memang salah alamat sampe-sampe masuk ke lingkaran hitam memabukkan ini XD
        Ah, Maifate unnie, kenapa lama kali update cerita yang ini ???
        Aku suka banget loh un….. sampai kapanpun aku bakalan setia nungguinnya….
        Aku berdoa deng, semoga unnie dikasih ide hebat buat lanjutan cerita ini. Amin…
        Maifate unnie, Fighthing !!!
        Aku menungguuuuuuuuuuuuuuuuuuu XD
        Huhuhu XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: