~Thank you for your comments~

Semenjak aku mulai bisa mengingat, aku sudah memiliki tanda lahir berbentuk matahari ini di antara kedua dadaku. Tapi aku tak pernah tahu… apa yang akan terjadi padaku.

1 minggu kemudian.

“Sebentar lagi tiba saatnya,” ucap seorang kakek yang merupakan tetua disana.

Sunny telah dipanggil untuk duduk menghadap padanya.

“Tapi kita masih belum tahu siapa sebenarnya putri bulan.”

Sunny menggigit bibir sebelum membuka mulutnya. “Mengenai putri bulan, saya sudah mengetahui siapa orangnya. Saya melihat tanda lahir berbentuk seperti bulan sabit di belakang lehernya.”

“Benarkah?! Siapa?”

“Dia… adalah dayang Choi Sooyoung.”

“Begitu, kalau begitu segera panggil dia.”

**

Sooyoung POV

Aku terkejut ketika tiba-tiba dipanggil untuk menghadap tetua. Seohyun menatapku dengan pandangan menuduh, seolah ingin mengorek keterangan dariku apa yang telah kulakukan hingga dipanggil menghadap tetua. Tapi aku pun membalasnya dengan tatapan bahwa aku juga tidak mengerti.

Dipanggil menghadap tetua adalah sesuatu yang serius.

Jangan-jangan aku akan dihukum lagi. Kenapa?

DEG

Apa karena aku ketahuan bercinta dengan Sunny? Tapi masa Sunny menceritakannya pada orang lain?

Atau jangan-jangan aku akan diusir dari sini?

Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Kalau aku diusir dari istana ini harus kemana aku pergi? Menggelendang di jalan dan berharap aku cukup beruntung untuk seseorang yang baik memungutku?

Tanganku mulai berkeringat dingin. Lalu aku meremas kain lengan hanbokku. Jantungku mulai berdebar karena rasa gugup, perasaan itu terus menyertai setiap langkahku menuju ke ruang tempatku dipanggil.

Tidak, tenang. Bersikap biasa saja. Belum tentu akan membicarakan soal ini kan?

Third Person POV

Begitu Sooyoung masuk, matanya langsung bertemu dengan seorang gadis yang selama seminggu ini sangat ingin ditemuinya.

Paras Sunny merona, lalu dia cepat-cepat memalingkan wajahnya. Tapi gadis itu rupanya sudah pandai menyembunyikan perasaannya. Tidak lama kemudian dia sudah bersikap dengan wajar agar tidak mengundang kecurigaan.

“Dayang Choi Sooyoung, bisa perlihatkan tanda lahir bulan sabitmu?”

“?”

Sooyoung kelihatannya kebingungan karena pertanyaan mendadak seperti ini. Memangnya dia punya tanda lahir berbentuk bulan sabit?

“Umm, tanda lahir apa ya?”

“Permisi sebentar.”

Sooyoung menahan nafas saat jarak Sunny hanya satu langkah darinya. Dengan gerakan gemulai, Sunny menyentuh lengan Sooyoung dan membalikkan tubuhnya.

Sunny menyingkirkan rambut yang menghalangi tengkuk lehernya.

“Hmm,” Kakek itu mengusap janggutnya sambil mengamati tanda lahir Sooyoung dengan cermat, hingga meskipun tidak melihat tatapan kakek itu tapi Sooyoung dapat merasakan tatapannya seolah menghujamnya.

“Benar. Tandanya juga sangat jelas. Tidak salah lagi, gadis ini adalah putri bulan.”

Sooyoung membalikkan tubuhnya. “Sebentar, ada apa ya sebenarnya?” tanya Sooyoung sedari tadi bingung karena tidak mendapat penjelasan sama sekali. “Dari tadi membicarakan soal tanda lahir. Dan putri bulan ini apa maksudnya? Kenapa aku putri bulan?”

Tatapan Sunny juga menyuarakan pendapat yang sama.

“Baiklah akan kuceritakan.”

Kemudian kakek itu akhirnya menceritakan.

“Telah diramalkan sejak seribu tahun yang lalu, setan Kim Young Min akan bangkit kembali dari segelnya untuk menghancurkan dunia. Saat itu di dunia akan lahir dua orang putri yang akan mengemban tugas untuk menyelamatkan dunia dari setan Kim Young Min, yang satu adalah putri matahari dan satunya putri bulan. Tanda yang jelas bahwa mereka adalah putri itu adalah tanda lahir yang terletak di anggota tubuhnya.”

Sunny dan Sooyoung mendengarkan dengan seksama. Bahkan Sooyoung sempat takjub dan masih tidak percaya bahwa dirinya merupakan orang sepenting itu. Sooyoung tidak tahu. Karena letaknya di belakang leher. Selama ini kan dia tidak bisa melihatnya.

“Benarkah aku dan Putri Sunny adalah putri bulan dan putri matahari?”

“Tidak salah lagi. Fakta bahwa kalian saling mengenal saja sudah merupakan takdir yang mempertemukan kalian.”

“Dengan kekuatan bawaan lahir yang dimiliki mereka, kedua putri itu harus melakukan ritual untuk menyegel kembali setan Kim Young Min pada tidur panjangnya. Lingkaran ini terus berlanjut selama beribu-ribu tahun. Setiap ribuan tahun, kedua putri berkorban demi kelangsungan hidup semua manusia di dunia ini. Namun, telah ditemukan cara untuk memusnahkan setan Kim Young Min selama-lamanya. Dengan begitu ke depannya, tidak akan perlu dilakukan penyegelan lagi. Dengan kata lain tidak perlu ada pengorbanan lagi.”

“Apa cara itu?” tanya Sunny.

“Satu-satunya cara adalah dengan bantuan kekuatan gerhana matahari atau gerhana bulan. Pada hari itu apabila terjadi gerhana matahari maka kekuatan putri matahari meningkat beribu-ribu kali lipat, dan juga berlaku sama pada putri bulan saat gerhana bulan. Kebetulan setan Kim Young Min kali ini akan bangkit di hari tepat terjadinya gerhana matahari. Tahukah kalian betapa momen ini sangat ditunggu? Ini keajaiban! Karena kemungkinannya terjadi sangat sangat kecil!”

Err, otak Sooyoung sudah malas menghitung peluang dalam sistem matematika.

“Lalu apa yang terjadi setelah Kim Young Min dimusnahkan?” tanya Sunny.

“Tentu saja kedamaian sejati. Akhirnya dunia akan terbebas dari ancaman setan Kim Young Min. Tidak perlu ada ritual lagi seribu tahun ke depan dan ribuan ribuan tahun berikutnya.”

“Anu… lalu apa yang akan terjadi pada kami?” tanya Sooyoung mendadak mendapat firasat tidak enak.

“…………..sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini. Tapi pada saat terjadi penyegelan salah seorang putri harus memberikan jiwa mereka untuk ditukar.”

“!”

“Yang artinya membuatnya harus tertidur untuk selamanya…”

“Maksudnya… mati begitu?” tanya Sooyoung dengan suara tercekat. Sementara kedua tangan Sunny terkepal di atas pahanya.

Tetua itu menghindari tatapan Sooyoung dan Sunny.

“Benar, semua putri pendahulu kalian juga begitu. Tapi kali ini beda, karena kali ini ada kesempatan untuk memusnahkan setan itu, bukan hanya sekedar menyegel. Karena pada hari itu akan terjadi gerhana matahari. Mungkin takdir akhirnya hendak membebaskan penderitaan para putri itu.”

“Jadi maksudnya?”

Sebenarnya tanpa perlu ditanyakan Sooyoung sudah tahu apa artinya. Kesabarannya hampir habis.

“Dengan sangat menyesal… putri Sunny yang harus dikorbankan dalam ritual kali ini.”

Brak!

Kalimat itu seolah jadi pencetus kemarahan Sooyoung hingga dia dengan lancangnya telah berdiri di hadapan tetua dan menarik kerah bajunya. Tetua itu tampak lebih kecil dibanding Sooyoung.

“Takdir takdir! Dari tadi yang terucap dari mulutmu hanya takdir eh pak tua!?”

“Sooyoungie?!” pekik Sunny terkejut oleh tindakan Sooyoung.

Sooyoung menatap kakek tua itu tajam. “Bagaimana kamu bisa bicara korban semudah itu?! Dan kenapa harus Sunny?!”

“Apa boleh buat, seharusnya kamu bersyukur karena kamu dipastikan tidak perlu mati dalam ritual kali ini. Kamu akan bebas.”

“Apa katamu?!”

“Sooyoungie, hentikan!” Sunny memeluk Sooyoung dan menjauhkannya.

“Tidak! Biarkan aku saja yang berkorban! Sunny baru saja menikah dan kamu hendak menyuruhnya mati?!”

Mata Sooyoung berkaca-kaca. Walau berteriak marah, tapi dia juga setengah memohon.

“Aku! Aku ini hanya seorang dayang! Aku yang seharusnya lebih pantas untuk dikorbankan!”

Dada Sunny berdebar nyeri mendengar Sooyoung berkata begitu. Ditatapnya raut wajah serius gadis jangkung yang dipeluknya.

“Kalau dalam situasi normal tentu saja semua orang pasti akan menunjuk kamu untuk jadi korban, tapi apa kamu menginginkan tragedi ini terulang seribu tahun ke depan?!”

“Tapi demi tragedi yang masih lama itu, kamu akan mengorbankan putri kerajaan sendiri?!”

“Kalau begitu kutanya kembali, apa kamu akan melewatkan keajaiban ini? Dan lebih baik yang mana? Mengorbankan satu orang atau berpuluh-puluh orang ke depannya?!”

“Tapi itu tidak adil untuk Sunny! Dan kita juga tidak akan pernah tahu masa depan! Aku tidak akan pernah terima!”

“Sooyoungie sudah!”

Sooyoung berpaling menatap Sunny.

“Saya mengerti apa yang dikatakan tetua. Supaya tidak ada lagi pengorbanan di masa depan. Memang lebih baik saya saja yang dikorbankan.”

Sunny berkata dengan penuh keyakinan. Sampai andaikan tidak dihadapkan pada situasi ini pun Sooyoung merasa bahwa Sunny akan tetap lebih memilih mengorbankan dirinya sendiri.

“Tapi harus memberitahukan pada Appa, maksudku Raja.”

“Raja sudah memberi persetujuan,” ucap tetua. “Aku sudah memberitahunya. Tapi pangeran belum diberitahu.”

“Dia tidak perlu diberitahu hingga saatnya.”

“Apa kamu yakin?”

“Ne, supaya dia tidak sedih.”

Sooyoung hanya berdiri disana dengan kedua tangan mengepal dengan erat.

Sunny sudah berdiri di ambang pintu, tapi Sooyoung sedari tadi masih berdiri di tempat yang sama. Masih sangat enggan, tapi tidak berdaya.

“………………”

Mianhae Sooyoung, tapi dengan begini aku bisa melindungimu, batin Sunny.

**

“Ritual menyucikan diri?” tanya Sunny.

“Benar, untuk persiapan diri sebelum ritual. Karena tentunya putri pasti sudah pernah melakukan hubungan badan dengan pangeran.”

Pada kalimat itu, Sunny tidak bisa membantah. Tentu saja sebenarnya dia masih belum pernah melakukannya dengan Kyungho melainkan dengan Sooyoung, karena sampai kemarin dia masih memiliki sisa-sisa menstruasi. Tapi itu rahasia yang dikuncinya rapat-rapat.

“Kalau begitu aku juga harus ikut ritual menyucikan diri,” ujar Sooyoung tiba-tiba menyela.

Kakek tua itu memandangnya dengan sebelah mata, tapi Sooyoung balas melototnya dengan berani.

“Kenapa? Memangnya seaneh itu kalau aku pernah melakukan seks?”

Sunny hanya berharap Sooyoung bungkam saja karena dia merasa sangat malu diingatkan kembali dengan hubungan intim mereka.

“Baiklah, kalau kamu memang pernah. Kalian bisa sama-sama melakukan ritual penyucian.”

“Apa yang harus kami lakukan?”

“Kalian hanya perlu berendam di kolam suci dan membiarkan air suci di kolam itu membasuh seluruh tubuh kalian.”

**

Menjelang malam. Mereka berdua menuju kolam pemandian suci itu. Daerah di sekitar sana dibiarkan tidak ada seorang pun yang menjaga untuk memberi privasi. Atas permintaan Sunny, maka Sooyoung diijinkan untuk mandi bersamanya.

“Jadi ini kolamnya? Terlihat seperti kolam biasa,” komentar Sooyoung ketika pertama kali melihatnya. Kolam itu berdasar batu. Tepinya dangkal, tapi semakin ke tengah semakin dalam.

Mendadak muncul rasa gelisah dalam diri Sunny. Kalau menyucikan diri itu berarti dia harus melepas seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kan? Berarti dia akan bertelanjang di hadapan Sooyoung?

Karena tidak mendapat reaksi apa-apa dari Sunny, mendadak Sooyoung jadi salah tingkah juga. Tapi dia yang lebih dulu memberanikan diri melepas seluruh busananya dan mencelupkan dirinya ke dalam kolam. Tubuhnya sedikit bergetar merasakan sensasi air yang menyelimuti tubuhnya.

Padahal dia sudah menantikan waktu berduaan dengan Sunny seperti ini. Tapi pemikiran bahwa Sunny pasti sudah pernah berhubungan intim dengan Kyungho membuat perasaannya kecewa. Sooyoung berjalan ke tempat yang agak dalam, tapi ketinggian airnya tidak mencapai dadanya.

Ketika Sooyoung memunggunginya, barulah Sunny berani melepas pakaiannya.

Dadanya sekali lagi berdenyut nyeri melihat memar-memar yang belum hilang bekasnya di punggung gadis kurus itu.

Sooyoung merasa gugup ketika mendengar Sunny telah ikut masuk ke kolam. Dia menghembuskan nafas yang sedari tadi tanpa sadar ditahannya. Kemudian merapatkan kedua tangannya untuk mengambil sejumlah air untuk membasahi mukanya. Lalu membiarkan tetes-tetes air meluncur turun dari mukanya. Bayangan wajahnya di kolam melukiskan rasa sakit yang sama seperti yang ditunjukkan raut wajahnya.

Berbagai macam perasaan menyesaki dadanya. Salah satunya adalah rasa sakit hati karena dia tidak bisa berkorban menggantikan Sunny.

“Sunny, aku…”

Kedua tangan Sunny melingkari perutnya. Muka dan tubuh Sooyoung menjadi panas ketika sadar bahwa dada Sunny melekat di punggungnya tanpa penghalang apapun.

Hu-huwaaaa empuknya…! Rasanya aku ingin…!

Seketika otaknya mengingat kembali kejadian saat mereka bercinta. Sooyoung ingin sekali berbalik dan balas memeluknya. Lalu mencium bibirnya, lehernya, dadanya, dan-

A-akh! Tapi kan aku harus menyucikan diri disini! Masa malah melakukannya?!

Sooyoung memukul dirinya sendiri dalam batin.

Saat Sooyoung masih bergelut dengan pergulatan batin dalam dirinya, Sunny berbisik lirih.

“Mianhae…”

Seluruh pikiran mesumnya seketika terhenti.

“Kenapa minta maaf?”

“Karena aku telah menyakitimu. Dan aku akan kembali menyakitimu…”

Tanpa perlu diutarakan lebih jauh, Sooyoung sudah langsung mengerti maksudnya. Sooyoung memegang tangan Sunny di atas perutnya.

“Tapi lebih baik begini… karena aku juga tidak bahagia menikah dengan Kyungho. Jadi lebih baik kalau aku mati, supaya aku bisa terbebas…”

“Kamu… tidak bahagia Sunny?”

“Ne… meski hidupku makmur, tapi aku tidak pernah merasakan kebahagiaan sejati sejak terikat oleh pernikahan ini…”

Sooyoung melepaskan tangan Sunny dan berbalik lalu mendekap tubuh Sunny erat-erat di dadanya.

“Andaikan aku bisa menggantikan posisimu, maka aku rela memberikan apapun.”

“Tapi aku tidak mau bertukar posisi denganmu. Karena aku tidak mau melihatmu bersamanya.” Sunny melepaskan diri dari Sooyoung kemudian mengayunkan kedua tangan dan kakinya, berenang ke tempat yang lebih dalam. Dia menyelam sejenak untuk mendinginkan otaknya. Kemudian Sunny kembali muncul ke permukaan.

Sooyoung berjalan perlahan mendekatinya, dengan kaki masih menginjak tanah berbatu. Merasakan air membuat tubuhnya menjadi ringan semakin dia ke tempat dalam. Sekarang dia sudah berada tepat di depan gadis pendek itu

Sunny memandang langit berbintang di atasnya. Sunny kembali teringat kata-kata Pak Tua tadi.

“Hei Sooyoungie, seandainya kita tidak terlahir sebagai putri matahari dan putri bulan, menurutmu apakah kita akan pernah bertemu?”

“……………..”

“Mungkin saja tidak ya…” wajah Sunny tampak sayu.

“Umma dan Appa sudah tahu mengenai ritual putri matahari dan putri bulan dari semenjak aku lahir, ketika mereka melihat tanda lahir berbentuk matahari di dadaku. Tapi mereka sengaja merahasiakannya sampai mendekati waktunya. Katanya Appa mengambil keputusan itu, karena dia ingin aku menikmati hidup. Supaya aku tidak terus hidup dengan dibayang-bayangi rasa takut harus mengorbankan diri. Karena itu juga dia menikahkanku, supaya setidaknya aku pernah merasakan hidup sebagai seorang istri.”

“……………..”

Sooyoung diam saja, tapi Sunny tahu Sooyoung tetap mendengarkan, jadi dia melanjutkan.

“Juga aku ingin kamu tahu… aku tidak pernah berhubungan seks dengan Kyungho oppa.”

“!”

“Cuma sampai petting pada malam pertama itu, lalu setelah itu aku tidak pernah berbuat lebih jauh dengannya.”

“……………..”

“Besok sudah tiba saatnya… cepat sekali ya. Semua ini begitu tiba-tiba sampai rasanya belum tertanam dalam hatiku kalau besok aku harus mengorbankan diri.”

“Iya…”

“Gimana ini Sooyoung… aku takut…”

Dada Sooyoung bergemuruh melihat mata yang cantik itu berkilau kemudian ujungnya meneteskan air mata.

Perlahan tangannya merengkuh bahu Sunny. Kemudian mencium bibir Sunny.

Mulanya Sunny agak terkejut, namun dia memejamkan matanya dan merasa lebih rileks.

Lalu mereka menceburkan diri ke dalam air.

Air mata Sunny tersapu dan menjadi satu dengan air kolam. Saat itu seolah ada ikatan batin yang mengikat keduanya. Mereka saling bergenggaman tangan. Bibir keduanya kembali bertemu dalam air. Sambil menahan nafas Sooyoung mengulum bibir Sunny dengan lembut dan dibalas oleh Sunny. Keduanya melepaskan ciuman lalu membuka mata dan saling berpandangan dengan mesra. Lalu sama-sama muncul ke permukaan.

Sekarang keduanya berada di tempat yang lebih dalam, karena itu Sunny harus berusaha mengapung agar hidungnya tidak terendam. Karena tubuh Sooyoung tinggi, ketinggian air hanya mencapai dagunya.

Sooyoung memeluk pinggul Sunny supaya dia tidak perlu berusaha menjaga dirinya tetap terapung. Tangan Sunny di bahu Sooyoung.

Mereka saling berpandangan dengan wajah Sunny lebih tinggi dari Sooyoung. Wajah keduanya saling berkilauan berkat air yang membasahi wajah mereka. Kulit keduanya yang terbuka melekat dengan erat. Lalu bibir mereka bertautan kembali.

Sunny seolah tidak ingin melepaskan ciumannya. Karena tahu hari ini terakhir bagi dirinya untuk bisa sedekat ini dengan Sooyoung. Di dalam setiap ciuman terucap segala perasaan yang tak pernah bisa diungkapkan. Sunny baru melepaskan ketika dia sudah kehabisan nafas.

“Kita jadi banyak berciuman, hehe.”

Mata Sooyoung menunjukkan kalau dia menginginkan lebih, tapi Sunny meletakkan telunjuknya di bibir Sooyoung.

“Tidak boleh Sooyoung. Ini tempat suci, kita tidak boleh melakukan lebih dari sekedar ciuman.”

Sooyoung tampak kecewa, jadi Sunny mengecup keningnya.

“Terima kasih… untuk malam yang romantis ini.”

 *~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Soo That Embraces The Sun (Chapter 3)" (29)

  1. Ehh itu tempat suci kok cium2an segala..
    Jadi yg harus dikorbankan sunny..

  2. Jadi tlat comment deh gara2 tlat dikasih tahu.

    • terobsesi bgt jd yg pertama nih 😛
      kenapa? apa karena ff nya masih perawan? #plak bahasanya XD

    • Aku ktawa ngakak smalam pas bagian yang ‘setan Kim Young Min’ itu. XD
      Baru prnah dngar klo stan juga punya marga n nama lngkapnya. XD
      Ahhh rupanya masih blum puas dngan adegan NC di kolam renang pas FF Slave chaptr 5 waktu itu yah? Skarang malah bikin adegan ciuman panas di pmandian yang buat tmpat pnyucian pula. XD
      Untung aja Sunny masih sadar n ingat itu tmpat suci. Klo gak bisa2 terulang lagi deh.
      Hmmm… Romantis sih. Tapi entah knapa malah trasa agak lucu pas Soo mikir mesum itu. Dan pas situasinya sudah mulai serius, baru deh romantisnya berasa.^^
      Pakai diangkat n cium kening sgala. :O
      Tapi aku pnasaran dngan satu hal deh. Itu kan yang harus brkorban Sunny karna pas kbangkitan stan KYM brtpatan dngan gerhana bulan. Brarti yang pnting itu Sunny-nya dong.
      Nah Soo fungsinya apa lagi dong di sini? Buat bantu tnaga gitu yah? Atau mang harus saling mlngkapi aja bulan dan matahari karna ritualnya sprti itu? Walaupun cuma Sunny aja yang akhirnya harus brkorban mnurut aturannya?

      • Entahlah tiba2 aja kepikir setan Kim Young Min XD
        Ya begitulah

        Yah nanti Soo mau dipakai buat pengeksekusi rencananya

  3. ayo lakukan hal terlarang di air suci hehehe…
    sunny sudah ditakdirkan dan pasrah saja. nanti tuhan (maifate) akan melahirkan sunny lagi ya

  4. Kkkyyyaaa tempat suci kok di pake buat ciuman sih tp untung kata sunny masih boleh ciuman sunny harus di korbanin soo jd sendiri lagi dunk 😦

    Aahhh ga saar pengen baca kelanjutan nya

  5. Ckckck
    dasar byuns00 d tmpat pnyucian aja msih smpet2.ny mikir mesum ma pngen nglaku’in ‘itu’ jg!!#ckckck
    pdahal udah nunggu2 kirain bkalan ada adegan ‘itu’ eh,trnyta g ada T_T#plak*yadong

  6. para-shit said:

    wkwk tau tempat suci masih aja mikir mesum

  7. sone42252 said:

    next 🙂

  8. Racheladdict said:

    udah tau tempat suci tapi byun nya masih hadeuh

  9. mungkin kalo ga ada kim youngmin. setannya jadi lee sooman wahahaha..
    entah kenapa mikir ada orang yg ngintip mereka mandi -_- ga bisa nebak kelanjutan ff ini…..

  10. itu kolam udh gk suci lgi….
    udh kyk sailormoon ye,,,, jd tuh tetua jg liat dada sunny donk…
    modus nya aja tuh pngen liat tanda lahir… dsar org tua

  11. taeny said:

    Update juga akhirnya 😀 😀
    Tapi itu kolam udh gak suci lagi -_-”
    Malah di pake buat mesum 😀

  12. hey,, hey,, hey…
    soo disini perannya kblik sma miya-sama nya kannazuki no miko ya… ada sama nya sih karena dia yg ambil prawan nya putri matahari,, wkwk

    ini akan muncul mecha nya ga thor?
    atau bikin soo bisa berubah macam tokusatsu gitu *apalahini #plak
    biarpun komen nya gaje, ditunggu lanjutannya thor

    ganbatte eh hwaiting ^O^9

  13. anirecamp said:

    tempat suci ko cium cium man si, kenapa tidak dilanjutkan saja sekalian ^_^

  14. Haha, Kim Young Min.. Ntar ada peri lee soo man gk ya? Hehe. Happy ending kan thor? Oiya, bleh request gk? Aku pngen ff yg cast ny ada sica.. Kamsaa 😀

    • Entar pd muntah ngebayanginnya kalau Lee Soo Man muncul dlm wujud peri wkwkwk
      Skrng tdk menerima request, tapi ya pasti nanti ada bikin yg ada Sica

  15. wah,akhirnya update ni ff juga ^^
    thor gw msih setia nungguin yg itsumademo xD
    jgn lama” y xD

    trus gw mo nanya di slave chapter 5 tuh ad plot crita penting ato kaga?
    klo cuma sesi(?) yadong”an gw ga jadi minta pass xD

  16. beninsooyoungsters said:

    Hahaha setan nya Kim Young Min masak, hahahahah
    Ah so sweet banget tapi kenapa harus ada pengorbanan segala sih sebel ih 😦

  17. Little Kim dee said:

    ini dua sejoli yg tak tau tmpat untuk otaknya sunny msh normal,msh nolak diajak gtuan sama sooyoung :v
    sii sooyoung masa tmpt suci dibuat tmpt gtuan -_- :v

  18. aku ketawa pas setan kim youngmin karna memang membenarkan dan memang dendam aku hehehe tdnya seneng sooyoung putri bulan kirain sooyoung tiba2 jd pangeran kaya mirip dicerita2 lain dan terus nikahin sunny, yah tp malah harus korban2an :3
    andwae.. di lanjut sampai end ya thor ditunggu lanjutannya, dan mudah2an happyend hehehe 😀

  19. Kim/Choi said:

    Komen komen 😀
    SooSun o twit bingit sihhhh. Bikin gemes, Thor, aku lanjut ke chapter berikutnya yah 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: