~Thank you for your comments~

Slave (Chapter 3)

“Sekarang hisap dadaku.”
Sunny membimbing wajah Sooyoung menuju dadanya.
Sooyoung menstimulasi dada Sunny dengan setengah hati.
“Gunakan lidahmu.”
Lidah Sooyoung bergerak naik turun dan memutari puting Sunny.
“Ahhh… ahhh… Fany ahh…”
Sooyoung mulai panas mendengar desahannya.

Kemarin juga begitu.
Keterlaluan yeoja ini. Sudah memaksa aku untuk melakukannya lalu sekarang dia malah mendesahkan nama orang lain. Memangnya aku ini budak pemuas?!

Sooyoung melampiaskan kekesalannya dengan menggigit puting Sunny keras-keras.
“A-apo!” Sunny mengerang kesakitan lalu tangannya melayang ke kepala Sooyoung.
“Nggak becus! Kamu sengaja ya hah?!”
“…………….”
Rasain, batin Sooyoung.
“Malam ini kamu nggak dapat makan!”
“Ck.”

Ketika Sooyoung keluar dari kamar Sunny, hanya satu hal yang dia pikirkan.
Sudah cukup, aku tidak tahan lagi. Aku harus kabur dari sini!

Sementara itu Sunny di kamarnya. Sunny memegang kedua pipinya dan merasa geli sendiri.
Omo, omo!
Sooyoungie yang membangkang ternyata seksi juga! Kyaaaaaa!
Benar, mana seru kalau mainan terus menuruti kata pemilik kan?
Rasanya aku jadi ingin terus memilikinya meskipun harus memaksa.

**

Menjelang subuh, Sooyoung menarik narik sepasang kain yang terikat kuat dengan kedua tangan, memastikan agar kain itu cukup kuat untuk menopang berat tubuhnya.
Ketika cukup yakin, dia melemparkan ke luar jendela. Di ujung kain yang satunya terikat dengan kencang di ujung kasur.
Lalu Sooyoung menatap keluar jendela, ke tanah di bawahnya.
“Oke, kamu pasti bisa Sooyoung.”
Meski aku belum pernah melakukan hal seperti ini tapi kalau tidak dicoba mana bisa tahu.
Sooyoung menarik nafas dalam beberapa kali dan menggenggam kuat-kuat kain itu.
“Sekarang atau tidak pernah.”
Jangan terlalu dipikirkan, terus turun saja pelan-pelan.
Tangan Sooyoung berpegangan pada kain erat-erat. Dia terus turun dengan jantung berdebar-debar.
Setelah beberapa menit, Sooyoung sampai di tanah dengan selamat.

Kemudian setelah itu dia menyelinap melewati gerbang saat security lengah meski dia sampai harus menunggu satu jam lagi untuk momen yang tepat.

Berhasil! Aku lolos!
Akhirnya!
Tapi sekarang aku mau kemana? Aku tidak bakal bisa kembali ke rumah karena hak kepemilikan rumahku masih di tangan Sunny.
Oh Tuhan, ottoke?

**

Beberapa jam setelahnya, sinar matahari sudah menerangi kota. Orang-orang yang berangkat kerja sudah memenuhi jalanan.
Sooyoung memegangi perutnya yang kelaparan. Dari kemarin malam dia memang tidak memakan apa-apa karena dihukum.
Apa aku cari kerja part time saja ya?

Sooyoung memutuskan akan kembali ke tempat kerja part timenya yang dulu. Dia sendiri tidak yakin restoran itu akan masih mau menerimanya. Karena dia sudah tidak memberi kabar selama beberapa hari. Dia hanya bisa berharap agar masih ada posisi yang kosong.

Tapi malang, saat mau menuju kesana lagi-lagi Sooyoung mendapat kecelakaan.

**

“Mianhae! Karena keteledoranku!”
Yeoja itu membungkukkan badannya dalam-dalam di hadapan Sooyoung.
“Tidak apa-apa, haha.” Sooyoung memaksakan sebuah senyum. Pikirnya yeoja ini begitu berlebihan. Padahal hanya terserempet sedikit, tapi dia memaksa membawa Sooyoung ke rumah sakit. Sampai disana malah dokternya kebingungan mana yang harus diperiksa.
“Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku mengemudi, karena itu aku sangat khawatir ketika menabrak orang.” yeoja itu menjelaskan.

Terserah, yang penting bawa aku kembali ke tempat kerja part timeku, pikir Sooyoung sambil memutar bola matanya.

“Wajahmu mirip seseorang.”
Yeoja itu menangkup kedua pipi Sooyoung dan memaksa gadis jangkung untuk bertatap muka dengannya.
“A-apa?”
“Apa kamu kenal yeoja bernama Lee Sunny?”
Ketika Sooyoung mengamati wajah yeoja itu lebih lama, dia sadar dia sedang bertatap muka dengan yeoja yang sama dengan yeoja di pesta itu.
“Kamu kenal ya?” Tanya dia sekali lagi setelah menyadari perubahan pada raut wajah Sooyoung.
“Uhh…”
“Kamu adik pacar Sunny ya?!”

A-adik?

“Oh maaf, suaraku terlalu keras.” yeoja itu melepaskan tangannya dari pipi Sooyoung. “Baru-baru ini aku pergi ke pesta pertunangan temanku. Disana Sunny bersama dengan seorang namja yang mirip sekali denganmu. Sunny bilang kalau namja itu adalah pacarnya. Lalu karena kamu mirip sekali dengan namja waktu itu, aku langsung menyimpulkan kalau kamu punya hubungan dengannya.”

Tentu saja karena namja itu aku tahu. Dan aku juga lihat bagaimana keributan yang kalian bikin waktu itu. Kurang lebih aku bisa menerka apa yang terjadi pada hubungan kalian.

Pikir Sooyoung sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
“Kumohon! Kamu kenal dengannya bukan? Tolong pertemukan aku dengan Sunny!”
“Eeee…”
“Kumohon padamu! Aku sangat mencintainya! Aku pernah mencoba untuk menemuinya namun dia menolak. Kalau ada kamu di sampingku mungkin aku bisa bertemu dengannya!”

Ya Tuhan,
Padahal aku ingin jauh-jauh dari nona kaya yang sakit itu lalu sekarang malah ada nona manis yang memohon-mohon padaku untuk mempertemukannya dengannya.

“Emm, siapa kamu sebenarnya? Kenapa ingin bertemu dengan nona ka- eh maksudku Sunny?”
“Oh maaf, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Stephany Hwang, tapi kamu bisa memanggilku Fany untuk singkatnya.”

Jadi dia?? Dia yang namanya selalu didesahkan Sunny tiap kali aku disuruh memuaskannya?!
Hooo, jadi begini ya tampang yeoja itu. Padahal cantik dan tubuhnya montok tapi malah disia-siakan.
Eh tunggu, kalau aku bisa mempersatukan Fany dengannya mungkin saja akhirnya nona kaya yang sakit itu akan mau melepasku.
Benar, kenapa tidak? Itu ide yang sangat bagus!

“Aku bisa mempertemukanmu dengannya. Faktanya aku malah tahu tempat tinggalnya.”
“Syukurlah, kalau begitu bisa beritahukan sekarang?”
“Emm sebelum itu..”
Perut Sooyoung berbunyi sampai Tiffany dapat mendengarnya. Sooyoung tersenyum malu-malu sambil mengusap perutnya.
“Bisakah kamu memberiku makan? Dari kemarin malam aku belum makan apa-apa.”

**

Sooyoung menelan ludah dengan gugup ketika mereka sudah tiba di rumah Sunny.
Akhirnya aku kembali lagi… setelah subuh tadi dengan sia-sia aku berusaha melarikan diri. Tapi yahh… siapa yang menyangka apa yang akan terjadi di masa depan?
“Kenapa? Kok nggak masuk?” tanya Tiffany heran.
“Eh tunggu, aku mau menyiapkan hati dulu.”
“Seharusnya itu kata-kataku tahu.”

**

Sunny senang begitu mendengar kabar bahwa Sooyoung kembali. Tadinya dia sudah berencana menyewa mata-mata untuk mencari Sooyoung.
Sunny bergegas menemui Sooyoung di ruang tunggu.
“Kamu kembali Sooyoung. Kamu manis seperti Prince, anjing peliharaanku dulu, hehe.”
“Barusan kamu menyebut Prince?”
Mata Sunny langsung membelalak lebar begitu melihat sosok seorang gadis yang muncul dari belakang punggung Sooyoung.
“Sunny…”
“Prince sudah tidak ada disini lagi,” kata Sunny dingin.
“A-apakah mati?”
“Bukan, aku memberikannya pada sahabatku, Taeyeon. Supaya anjingnya Ginger ada teman bermain.”
“Begitu ya, syukurlah bukan karena mati.” Tiffany menarik nafas lega.
“Buat apa kamu datang kemari?”
Sama sekali tidak ada kehangatan dalam suara Sunny.
Tiffany menelan ludah dan mencoba untuk menahan dirinya tetap berada disana. Dia sudah memutuskan untuk memperjuangkan cintanya sekali lagi. Dia tidak akan langsung pulang begitu saja walau nada Sunny seperti mengusirnya.
“Sunny jebal, apa tidak ada kesempatan untuk kita bersama kembali?”
“Apa kamu tahu mengapa aku memberikan Prince pada Taeyeon? Karena aku ingin menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan kenangan kita. Karena aku tidak membutuhkannya.” Tatapan mata Sunny sedingin suaranya. Sungguh sambutan yang sangat berbeda bila dibandingkan sambutannya pada Sooyoung tadi.
“Jahat… padahal aku… tak pernah membuang satu pun barang kenangan kita…” Tiffany mencoba menahan air matanya yang hampir jatuh.
“Pulanglah, kamu menyita waktuku semakin lama kamu berada disini.”
“Sunny, jangan begitu.”
“Keras kepala sekali!” Sunny menarik lengan Sooyoung. “Aku pacaran sama dia!”
“Hah?”
“Eh? Bukannya katamu kamu pacaran sama namja waktu itu…?”
“Masih nggak ngerti? Mereka itu orang yang sama!” Sunny mengikat rambut Sooyoung dengan tangannya dari belakang supaya dia kelihatan seolah berambut pendek.
“!”
Memang waktu di pesta Sooyoung tidak membuka mulut, jadi tidak ada seorang pun yang menyadari penyamarannya.
Sooyoung melepaskan lengannya dari dari tangan Sunny.
“Ya! Siapa yang pacaran sama kamu?!” Protes Sooyoung. “Jangan seenaknya melibatkan aku ke dalam pertengkaran cinta kalian! Tidakkah kamu melihat Tiffany tulus menginginkan kalian kembali?!”
“Kamu jangan ikut campur!” balas Sunny.
“Tentu saja aku harus! Karena kamu sudah seenaknya melibatkanku!”
“Ish! Kalau begitu setidaknya diamlah! Kenapa kamu malah memihaknya?!”
“Bisa-bisanya kamu berkata begitu padahal sebenarnya jauh di dalam lubuk hatimu kamu masih tidak bisa melupakan Tiffany. Kamu mencintainya!”
“Aku tidak!”
“Kamu memang mencintainya! Kalau tidak kamu tidak akan mendesahkan namanya ketika bercinta!”
Paras Sunny merona. Tapi dia juga sekaligus kesal karena Sooyoung membocorkannya.
“Benarkah itu Sunny?” Tanya Tiffany dengan wajah penuh harap.
“Bu-bukan! Di-dia cuma ngomong ngawur!”
“Lihat, bahkan sekarang bicaramu tergagap begitu.”
“……………..” Sunny membuang muka sambil mengepalkan kedua tangan, merasa kesusahan mengelak lagi.
Sooyoung berjalan ke sebelah Tiffany dan berbisik di dekat telinganya.
“Sekaranglah saatnya, kalau kamu menginginkan dia kembali.”
Tiffany mengangguk dan menyampaikan rasa terima kasih tak terucap melalui sorotan matanya pada Sooyoung.
Tiffany berjalan mendekati Sunny dan menyelimuti tubuhnya dalam sebuah pelukan hangat.
“Kali ini jangan tolak aku lagi…”
“……………….”
Sunny terdiam dalam pelukannya seolah merindukan kehangatan pelukan Tiffany. Sooyoung melihat mata Sunny berkaca-kaca meski gadis itu sama sekali tidak tergerak untuk membalas pelukan Tiffany.

Sooyoung POV

Dengan begini selesai kan? Mereka akan balik dan aku tidak perlu lagi disuruh memuaskan Sunny.
Akhirnya…
DEG!
Eh kenapa? Kenapa dadaku tiba-tiba terasa nyeri?

Mereka berdua telah menghilang dibalik pintu kamar privat Sunny. Diiringi suara pintu dikunci tak lama kemudian.

5 menit berlalu, namun sama sekali tidak kedengaran apa-apa.
Kira-kira apa yang mereka bicarakan di dalam?
Rasa penasaran itu mendorongku untuk merapat ke pintu. Menempelkan telinga dengan hati-hati ke daun pintu agar tidak menimbulkan suara. Menahan nafas seolah suara tarikan nafas saja dapat terdengar dari dalam.
“Ahh… ahhh…”
“!”
Terdengar suara desahan-desahan Sunny dan Tiffany beradu. Dan saat itu sesuatu dalam diriku serasa berhenti.
“Ahhh…! Sambil kamu hisap juga klitorisku, sesekali sentil pakai lidah.”
“Ahhh… ya gitu… ahhh… nikmat sayang… lidahmu hangat…!”
“Ohhh… hisapanmu luar biasa. Masukin lidahmu lebih dalam terus gerakin. Nah seperti itu.”
“Hmm… ohh… buka mulutmu lebar-lebar. Ahh… aku mau keluar. Kerasin hidapanmu cepat.”
“Ohh… bentar lagi. Ahh… ahhhhhhh…!”
“Telan, jangan kamu muntahin.”

Lututku menyentuh lantai. Tiba-tiba seperti kehilangan kekuatan.
Mataku terasa perih karena air mata hendak membanjir keluar. Tanganku menebah dadaku yang terasa menyesakkan.
Kenapa? Kenapa…
Kenapa aku merasa seperti ini?
Tidak mungkin kan… aku jatuh cinta padanya?

**

Keesokan harinya.
Tiffany sudah pulang ke rumahnya.
Kemudian Sooyoung menghadap Sunny.
“Mau kemana lagi kamu?” tanya Sunny sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
“Aku akan keluar dari sini. Lagipula tampaknya kamu sudah balikan sama mantan pacarmu.”
“Jangan salah, utangmu masih belum lunas, Sooyoung.”
“Aku akan berusaha untuk membayar utangku. Bila perlu akan kucicil seumur hidup.”
Sunny menatapnya tajam. Sangat tidak setuju dengan pernyataan Sooyoung.
“Bukan uang yang kuinginkan darimu.”
“Lalu apa maumu?”
“Apa mauku? Kamu ingin tahu?” Sunny tersenyum seolah ingin memancing rasa ketertarikan Sooyoung.
“Berhenti menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Jawab dengan serius!”
Sunny bangkit dari sofanya kemudian berjalan ke hadapan Sooyoung. Jemarinya mengelus leher Sooyoung, kemudian naik ke pipinya.
“Aku mau kamu,” ucapnya dengan nada sensual yang sesuai dengan sorotan matanya.
“Maaf saja, tapi aku nggak mau dimiliki olehmu. Aku adalah milikku sendiri.”
“Oh ya? Aku nggak seyakin itu.”
“Apa yang ingin kamu katakan?” kata Sooyoung mulai jengkel.
“Karena.” Sunny sengaja memberi jeda untuk menekankan kalimat selanjutnya. Sunny memaksa Sooyoung menatap matanya. “Sekarang kamu mencintaiku kan Sooyoung? Hatimu sudah menjadi milikku.”
“Ha-hah?! Sembarangan saja!”
“Ngomong-ngomong, sekarang aku sedang tidak pakai bra lho. Kalau kamu ingin memakannya boleh,” kata Sunny sambil menarik ujung kerah bajunya yang longgar dengan ujung jari. Dari garis pandang Sooyoung yang lebih tinggi, dia bisa melihat dada seksi Sunny yang saat ini terhalang oleh kaus Sunny yang berwarna hitam.
Sooyoung cepat-cepat memalingkan wajahnya. Tapi tidak cukup cepat karena Sunny sempat melihat ada sedikit rona merah di mukanya.
“Si-siapa yang mau?!”
“Tuh kan kamu barusan lihat. Setidaknya tubuhmu lebih jujur.”
Sunny tersenyum nakal.
“Kamu yang sengaja memperlihatkan, nappeun yeoja!”
Tapi Sunny sama sekali tidak marah dipanggil begitu. Dia malah senang dan melingkarkan kedua lengannya di leher Sooyoung.
“Benar, aku memang nappeun yeoja.”
“! Hei lepaskan!”
Tapi usaha Sooyoung untuk melepaskan diri sia-sia, karena di detik berikutnya dia terhanyut oleh french kiss yang didominasi oleh Sunny.

Hmm, Fany dan Sooyoungie, menyenangkan sekali ini.

β˜†~To Be Continued~β˜†

Advertisements

Comments on: "Slave (Chapter 3)" (60)

  1. ceritanya seru apalagi klo ada taeny mkin seru lanjut thor

  2. Huphhh biar pun tlat baca psannya, untung masih smpat. XD

    • Akhirnya bisa commt juga.
      Baru awal aja sudah masuk k NC.
      Trus Soo saking gemesnya pakai gigigtin nipple anak orang sgala. Sakit kali. Seenaknya aja nih. -_- BTW Sunny juga seenaknya aja sih.
      HaHA sudah kuduga itu yeoja yang nabrak Soo pasti Fany. πŸ˜€
      Nytirnya gak hati2 n pakai minta maaf sgala sih.
      Trus itu Soo balik k mulut bunny lagi.
      Dikatain sama ama Prince pula. Seenaknya aja manusia disamain ama hewan. Bnar2 ‘sakit’ itu si Sunny. Jadi gram sndiri bacanya.
      Tapi itu si 2Ny baikannya cpat juga yah. Mana langsung NC pula. Trus pnggunaan bahasa pas NC-nya itu bnar2 ‘ajaib’. XD
      Rasanya aku ‘de ja vu’ dngan pnggunaan bahasanya. XD
      Pakai ngomong sayang n telen sgala lagi.
      Haduh bnar2 deh inspirasinya.
      Bnaran yah ‘sakit’ itu si Sunny. Sudah baikan ama Fany baru juga shari, masih aja gak mau nglpasin ‘mainannya’ alias Soo.
      Mau mguasai kduanya. Ujung2nya 3some lagi tar imaginasi ‘sakitnya’ Sunny.
      Sudahlah, Fany ama Taeng aja brdua, kayak ginger ama prince. Daripada harapin Sunny yang ‘sakit’ itu.
      Entah knapa Sunny di sini bnar2 mnyabalkan karakternya.

      • Fufufu gigit nipple itu seksi XD #plak

        Karena disini Soo bagai ‘pet’ nya Sunny XD
        Ajaib karena memang penggunaan katanya dpt inspirasi dr ‘sono’ XD wkwkwk
        Ahhhh 3some~ β™‘

        Memang mau bikin karakter utama yg bikin sebel
        Karena kalau terlalu baik sdh terlalu mainstream
        Sukses dong berarti, habis pd sebel sm Sunny wkwkwk

  3. Yah!!! Sunny napeun… Kok dua dua nya di embat… Jadi sunny suka yang mana nih?

    Mon, kok FF nya nggak ada tag nya..

    • Karena post lwt HP
      Ini ffnya dr chapter 1 ditulis lwt HP sih
      Kalau sdh buka komputer nanti jg dikasih tag

  4. blue ocean said:

    Ggllleekkkkk..
    #lambaikan tangan#pass#
    “Oh tuhan ottoke!!!! ”
    Plg suka kalimat ini thor.. btapa hopelessny sooyoung.. dan sunny km maen dg mreka brdua!!! Jng2 km malah minta 3some sunny??!!!!
    Omoooo!!!!! Nakal banget. Dan nafsuny sunny besar jg.lha kalo mreka brcinta trus sunny kpan kerjany thor??

  5. desi si locksmith said:

    haduh haduh….fix bnci bgt sm sanyyyyyy
    kesellll…masa dy make 22…jahat bgt kan
    hii kok ada manusia kyk gtu ya.sbnrny sk sm siapa sih dy.ksl bgt thor….lnyapin aj itu sunny dah…
    *apalah ini*

  6. Reader kwon said:

    widih sooyoung nekat manjat juga ya haha…
    yahh sunny cuma malu klo kenyataannya dia msih suka ama fany hihi

    lanjut thor πŸ˜€

  7. beninsooyoungsters said:

    Eisssh pembukaan langsung NC euy *kipas kipas*
    Yah player si Sunny nih,dua duanya mau. Nyebelin -_-
    Gue yakin sakit si Sunny mah -_-

  8. sone42252 said:

    wow wow wow wow, sunny benar benar benar bad girl ckckck

  9. trnyta sooyong mulai ketagihan…
    ya ni sunny pgny di puasin trs,akhirnya dua2nya di embat
    di tunggu thor moment soosun yg……..mendebarkn hehe
    jgn lama2 ya…

  10. oh my gosh *tiru tiffany hehehe*
    sunny gadis nakal ya… mau poligami ya?
    sunny ah tolong perkenalkan taeyeon ke saya ya…

  11. ah sedih TT-TT sooyoungieku diduakan/?
    eonni, jodohkan tiffany dengan taeyeon atau jessica saja.. aku sudah sedih melihat yulsun selca TT–TT dan sekarang ada 2ny
    banyakin part nc nya ke soosun saja huhu TTwTT

    • Wkwkwk aku jg gak suka YulSun tp ya mo gimana, itu terserah Soshi sih. Yg penting anggap aja Soshi bond deh

      Habis 2Ny lg bertebaran jg, jd mau nyempilin karena 2Ny langka di ff indo

      Yah pd akhirnya tergantung aliran cerita

  12. Sunny bner” nappeun yeoja ya…ayo soo kau harus super duper sabar ngadepin sunny

  13. teresone said:

    bikin 2nysoo aja eon, atau gk fany dijodohin sama jessica,
    soalnya kalo sama tae udah sering

  14. Hhhmmm sunny tuh bener2 ya dua” nya di embat segala sih bunny tp itu 2ny balikan cuma karna pelukan abis itu langsung nc wwooww 2ny kaya nya ga kalah byun nya kaya pasangan taeny ya author makin ga sabar sunny tuh mau nya sama yg mana apa jangan2 dua” nya di embat lagi sama sunny

  15. sunny jangan main 2 dong..
    lepaskan salah satunya..
    ahh sooyoung juga parah, digoda sedikit ehh terjerumus lagi dalam perangkap sunny

  16. udah update tyt.
    dan yahh chptr kali ini dimulai dari scene ‘gigitan’ dan pukulan di kepala..

    makin semena2 nih si nona kaya. mau fany mau sooyoung juga.
    lgpla soo juga mau2nya terjerumus lagi. pdhl kesempatan dia bebas bisa tuh.
    digoda dgn ‘penampakan’ saja luluh.
    hadeh.
    brarti kali ini atas dasar suka sama suka ya?
    tdk ada paksaan. sptnya soo bnran uka sama sunny.

    p.s. itu dialog saat fany-sunny berbuat benar2 bikin mata ‘gatal’.
    wkwkwkwk frontal dan rrrr agak gmn gtu.
    #plaakkk

    buruan update next chapter~
    hwaiting!! (9 ^o^)9

  17. Jungie said:

    kalau taeny yang ngelakuin pasti tambah seru πŸ™‚

  18. taeny said:

    Wawwww Sunny serakah ih Soo udh skrnk fany #awas ada yg marah loh :p #salahfokus πŸ˜€ πŸ˜€

  19. Venesia Pandiangan said:

    Daebak..
    Soo ga bisa bhongin prsaan sndiri dah, jangan sampai nyesal udh balikin 2ny lg..
    Sunny, u’re nappeun yeoja, unnie..
    Hahahaha…

  20. uli_sone said:

    Kalo yg mungkin bacanya pada melotot, kalo gue ketawa setiap baca NC-nya, mungkin karna pemilihan kata yg ngebuat lucu, haha.
    Lo author terbaik yg jarang banget ngeprotect disetiap NC.
    Kau yg terbaik(y) ^^

  21. uhukSooSundetecteduhuk /hah
    kwkwkwk

    bagian awal aja udah pemanasan, haha.
    thor kok scene 2Ny nya ga diliatin? /heh /ketauanreadergabener

    ini masih ada banyak lanjutannya Thor?
    phaiting deh ya’ -‘)9

  22. 0_0
    0_0
    nc.ny daebak!
    Q jha bca.ny smpai ml0ng0(?)
    hmm,kyk.ny bkal.an ada 3s0me nih
    scra fany ma s00 d embat ma si tnggi sunny bunny
    si taeng tuh sapa.ny sunny?tmen.ny pha sepupu?
    Kal0′ bsa ppany ma taeng jha tuh
    ppany.ny d buat agresif truz taeng d buat p0l0s lugu2 gmana gt(?)
    #plak
    #imajinasi yg trlalu(?)

  23. kidzi said:

    Jangan bilang gek sunny jadian dgn fany dan sooyoung jga disaat yg sama…
    Tapi ya kayak biasa lah, nc sangat luar biasa… Ditambah ada bdsm pula

  24. RF_yulsic said:

    Oh udah update ya,,,ceritanya makin keren,,,ending nya soosun ato 2ny?

  25. vitha_Taenyulsictae said:

    aaaaa…
    saya lupa kalo ada peringatan bukan untuk anak kecil.. hahhaha. jadi tambah yadong deh.
    tapi sunny knpa ngeselin bgt ya????

  26. Astaga sunny maruk jg yah ama fany jg soo

  27. gaya nc boss sunny banyak macem nya ya XD
    keren imajinasi nya
    jd sebenernya yg byun dsni siapa?
    author apa sunny nih XP

  28. wihhh bener nappeun yeoja sunny di fic ini
    kasihan fany 😦
    ditunggu kelanjutan nya ya chinggu ^^

  29. dian yoonsic said:

    kpn bunny sadar ny syg yongie

  30. sunny rakus juga rupanya.. haha, soo udah berani ngelawan tapi masih kalah sama sunny tuh! semangat ya soo! yg sabar! gak ada ruginya kok! haha #byunmodeon

  31. jd sunny mau pasang 2 nih…,

  32. NaHilda said:

    Di skip dikit deh bagian NC nya πŸ˜€ sunny mau main main yaa, hayo tentuin youngie apa miyoung πŸ˜€

  33. Kapten Kaoru said:

    ini ceritanya si sunny galau milih siapa? kesian ppany nih hahaha ppanul sm taengoo aja *yangudahyaudah* *dbahaslagi*

  34. Alya Rohali said:

    Annyeong thor… πŸ˜€ saya reader baru πŸ™‚
    Ihhh Sunny napeun yeoja… πŸ˜€ tapi saya suka karakter Sunny wkwkw xD Sooyoung udah mulai jatuh cinta sana Sunkyu o_O omo…. o.o
    Somvlak ni ff wkwkwk..

  35. Sunny jahaat, aku gk biasa liat sunny berani gtu.. Biasanya sooyoung kan yg napsu, eh hehehe. Aku udah baca chapter ny smpe slse, tpi bru bsa komen skrg.. Maaf ya thor, aku gtau klo komen itu sangat pnting buat penulis :”(

  36. Dyah Puzz said:

    Player sunny bunny

  37. pipit said:

    dsr sunny 22 ny mw nh hehe

  38. Sooyoung udah mulai suka ya sama sunny di chap ini
    sunny nya agak nakal πŸ˜€ tpi gk papa itu tambah bgus

  39. Junior Kwon said:

    Sii nona kaya raya ini cuma membuat orang jatuh cinta sama dia tnpa mau membalas perasaan mrka yaa oohh sunny’ah jgn bgtulah terllu kejammm… -_-

  40. dirgaYul said:

    Wooww bs2 cinta segi banyak lg ini ahahahaa.. Tp bkin pnasarn.. Soo pura2 g suka pdhal seneng jg tuuhh..ikutan ngintip doongg*plakk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: