~Thank you for your comments~

Hari ini pertama kalinya Taeyeon, Jessica, dan Tiffany masuk sekolah dasar. Di depan kelas, jantung Tiffany berdegup kencang. Gedung sekolah baru. Kelas baru. Dan teman-teman baru pula. Suasana yang benar-benar baru. Kemudian dia memberanikan diri masuk kelas. Sekarang dia tidak akan secengeng waktu TK lagi meski Ummanya tidak mengantar sampai kelas di hari pertamanya ini.

Begitu melihat ada seseorang yang sangat disukainya di kelas, Tiffany memekik kegirangan.
“Taetaeeeeeeeeeeeeee~!”
“Wah!”
Taeyeon kaget karena Tiffany datang-datang langsung menghambur untuk memeluknya.
“Ah, syukurlah! Ternyata kita sekelas!”
“Tippany, jadi kamu sekolah disini juga?”
“Ne! Karena TKnya kan berhubungan!”
“Haha, suaramu masih tetap keras seperti biasanya ya.”
Kemudian Taeyeon melihat Jessica di belakang Tiffany.
“Oh, Sica, rambutmu hari ini tidak dikuncir ya?”
“Ne, aneh ya? Hari ini Umma lupa mengkuncirnya,” kata Jessica sambil menggembungkan pipinya. “Yang diperhatikannya Krystal terus. Ah, walau aku sangat menyayangi Krystal tapi terkadang aku ingin bertukar dengannya.”
“Ahahaha, tapi Sica.”
“Kenapa?”
“Kamu terlihat cantik tanpa dikuncir begitu.”
Jessica senyum-senyum karena dipuji Taeyeon. Mendadak dia tidak kesal lagi.
“……………….” Tiffany berpikir sejenak sambil memegang kuncirannya, kemudian dia melepasnya. “Taetae, apa aku juga terlihat cantik?”
“Kamu memang sudah cantik kok, Pany ah.”
“Hehehe^^”
“Ruan Ruan, aku duduk di sebelahmu ya?” Jessica sudah langsung mengambil tempat duduk di sebelah Taeyeon sebelum Taeyeon menjawab ‘iya’.
Yah, keduluan deh… batin Tiffany sedih.
Mau tidak mau dia pun duduk di belakang mereka.
“Eh Sica, dari dulu aku selalu kepikiran.”
“Apa?”
“Kenapa kamu selalu memanggilku Ruan Ruan? Namaku kan Taeyeon.”
“Ohh, waktu itu aku sudah mulai belajar bahasa Mandarin. Dan aku teringat kata Ruan Ruan yang artinya sangat cocok denganmu.”
“Memang apa artinya?”
“Lembut. Karena pipi dan tatapan matamu kelihatannya lembut.”
“Karena itu kamu memanggilku Ruan Ruan?”
“Ne, cocok kan?”
“Tapi kamu hebat, umur segitu sudah mulai belajar bahasa mandarin. Aku saja bahasa Korea masih banyak yang belum kumengerti.”
“Ne, karena ini kemauan Umma. Lalu bahasa inggris juga aku belajar sedikit demi sedikit Biar ketika dewasa nanti aku sudah lancar.”
Tiffany memandang keduanya saling bercakap-cakap dengan perasaan sedikit kesepian. Seolah tidak ada ruang untuknya masuk.

**

Taeyeon duduk di sadel sepeda. Kedua tangannya berpegangan erat pada handlebar. Ini pertama kalinya dia akan mengendarai sepeda tanpa kedua roda penolong yang dipasang bagian belakang ban. Yang berfungsi sebagai penyeimbang ketika dia baru pertama kali belajar naik sepeda.
Tidak ada siapapun yang mengajarinya. Dia akan mencobanya sendiri.
Kaki kirinya menjejak tanah. Kaki kanannya di letakkan di atas pedal. Taeyeon menarik nafas.
“Kajja.”
Kemudian kakinya mengayuh untuk pertama kalinya tanpa bantuan. Pada awalnya sepedanya terus bergoyang ke kiri dan ke kanan. Hingga dia kembali menjejak tanah.
“Sekali lagi.”
Kali ini dia mengayuh dan terus mengayuh tanpa berhenti. Sepeda itu meluncur dengan stabil tanpa bergoyang lagi. Taeyeon merasa takjub. Angin berhembus meniup rambutnya. Perasaan seperti membelah angin.
Ketika sudah melewati sepuluh kayuh Taeyeon merasa seolah sudah menguasainya.
“Aku bisa, wahhh!!”
Tawa lepas menghiasi wajah bocah berumur 7 tahun itu.
“Yeeeeeeee!!”
Rasa bangga menyelimuti dadanya, karena dia bisa tanpa diajari oleh siapa-siapa.
Sampai roda depannya menabrak batu. Sepeda yang dinaikinya kembali oleng.
“Wa! Wa! Wa!”
Taeyeon tidak sempat mengelak lagi. Lalu dia jatuh ke dalam selokan bersama dengan sepedanya.
Pyar!
“Yahhh…”
Taeyeon tidak terluka, namun roda depan dan sebelah kakinya terendam di air selokan. Dan cipratan airnya mengotori sedikit bajunya. Untung selokan itu tidak dalam.
Taeyeon keluar dari selokan dan mengangkat sepedanya. Kotor-kotoran tidak masalah untuk bocah seusianya. Kemudian Taeyeon pulang kembali ke rumahnya.
“Aku sudah bisa naik sepeda Umma, Appa, oppa,” kata Taeyeon dengan bangganya.
Melihat baju Taeyeon yang kotor dan senyum kebocahan itu mereka hanya bisa tersenyum maklum.
“Anak hebat, sekarang mandi ya?”
“Neeee~!”

**

Keesokan harinya, Taeyeon menyapa Jessica dengan riang.
“Kamu kelihatan senang, ada apa?”
“Ne, soalnya aku sudah bisa naik sepeda sekarang. Sepeda roda dua.”
“Baiklah aku juga akan belajar.”
“Itu bagus, berusahalah. Nanti kalau sudah bisa naik, kita sepedaan bareng ya?”

Mendengar itu Jessica pun mencoba latihan di rumah. Karena dia ingin bisa bersepeda sama Taeyeon. Pada hari libur Jessica merengek pada Appa nya untuk mengajarinya.
Dalam waktu dua minggu, dia sudah bisa naik sepeda roda dua dengan lancar.

Ketika Jessica menceritakannya di sekolah. Taeyeon menawarkan pada hari minggu mereka bersepeda bersama. Pertama Taeyeon pergi ke rumah Jessica dengan sepeda, lalu bersama-sama naik sepeda sampai ke taman terdekat.
Usahanya untuk berlatih naik sepeda roda dua terbayar ketika Jessica merasakan betapa bahagianya bersepeda bareng Taeyeon.

**

Di sebuah taman. Tiffany sedang membangun istana pasir menggunakan ember dan sekop mainan bersama dengan kedua anak perempuan yang lebih pendek darinya.
“Ini istana,” ucap Yoona dengan bangga padahal istana itu hanya berupa tumpukan pasir yang dicetak di ember yang sama sekali tidak menyerupai istana. “Lalu aku dan Hyunnie tinggal di dalamnya. Aku jadi pangerannya dan Hyunnie jadi putrinya ya?”
“Lalu Tippany unnie jadi apa?” tanya Seohyun polos.
“Hmm, Tippany unnie bisa jadi Ratunya.”
Sementara tidak jauh dari mereka ada empat bocah yang sedang main jungkat-jungkit dan ayunan.
Yuri dan Hyoyeon yang sedang bermain jungkat-jungkit. Ketika mereka bermain selalu saja daerah yang turun adalah tempat yang diduduki Yuri.
“Kamu berat, Yul.”
“Kamu lebih berat kali,” jawab Yuri nggak mau kalah.

“Mau naik ayunan.”
“Aku dah duluan disini.”
“Ahhhhhh gantian! Kakimu bahkan tidak sampai menyentuh tanah.” Sunny menarik Sooyoung turun dari ayunan lalu dia buru-buru mendudukinya sebelum Sooyoung kembali duduk.
“Soonkyu curang! Aku baru sebentar main ayunannya!”
“Minggir, nanti kena tabrak,” kata Sunny sambil melangkah mundur, siap-siap untuk berayun.
“Kalau sudah besar nanti aku akan lebih tinggi dari kamu!”
“Weeekkk! Coba saja pendek!”

Mereka semua tampaknya begitu menikmati permainan mereka sampai orang tua mereka datang menjemput mereka. Hingga tinggal Tiffany sendirian disana. Tiffany menendang kerikil sambil menunduk. Dia sudah agak terbiasa sendirian seperti ini. Lalu dia melihat kedua anak perempuan yang sedang menaiki sepeda mengelilingi taman.
“Taetae? Sica?”
“Tippany?”
Taeyeon dan Jessica turun dari sepeda dan menuntun sepedanya mendekati Tiffany.
“Kalian… naik sepeda?”
“Iya, jalan-jalan. Seru lho,” kata Taeyeon sambil memamerkan sederet giginya yang tidak utuh.
“Kamu sendiri? Kok sendirian disini?” tanya Jessica.
“Tadinya ada beberapa teman, tapi mereka sudah pulang dijemput orang tua mereka.”
“Ohh, kalau gitu mau coba naik sepeda?”
“Eh?”
“Menyenangkan lho,” kata Taeyeon sambil menawarkan sepedanya.
“Aku… aku tidak bisa naik sepeda.”
“Coba saja dulu.”
Tiffany mencobanya atas dorongan rasa penasaran. Taeyeon membantu dengan memegang bagian belakangnya selama beberapa saat lalu setelah itu dilepas.
Jalannya langsung menjadi tidak stabil seperti Taeyeon ketika pertama kali mencoba.
“Terus kayuh!” teriak Taeyeon.
Tapi baru lima kayuh Tiffany sudah tidak mampu mempertahankan keseimbangannya lagi. Dia terjatuh.
“Huweeeeee!”
“Ternyata masih cengeng seperti dulu ya. Aku saja waktu jatuh tidak menangis sama sekali,” kata Taeyeon sebelum berlari-lari kecil mendekati Tiffany.
“Huweeeeeeeeee!!!”
“Mianhae Tippany, sakit ya?” Taeyeon membantunya berdiri.
“Uhh…” Tiffany mengangguk. Air mata membasahi kedua pipinya.
Taeyeon memeriksa luka Tiffany.
“Baguslah hanya luka lecet. Kita bersihkan kotoran di kaki dan tanganmu di pancuran sana.”
Selama kejadian itu terjadi Jessica hanya menonton tanpa berbicara sepatah kata pun. Tidak juga mengomentari betapa payahnya kemampuan Tiffany dalam hal bersepeda. Ada sedikit rasa pedih melihat Taeyeon yang begitu memerhatikan Tiffany. Seharusnya hari ini mereka cuma bersepeda berdua saja.
Setelah kotoran dibersihkan dari tangan dan kaki Tiffany. Mereka kembali ke dekat sepeda lagi. Taeyeon mendirikan sepedanya dan menyingkirkan debu di atas sadel sepedanya.
“Gimana kalau kubonceng saja, Tippany?”
Tiffany tidak langsung mengiyakan. Matanya menatap ke arah sepeda dengan gelisah.
“Ya? Aku ingin kamu merasakan betapa menyenangkannya bersepeda.” Senyum Taeyeon. “Supaya kenangan atas hari ini bukan hanya jatuhnya saja yang kamu ingat. Supaya suatu saat kamu akan mengingat kembali hari ini sebagai kenangan yang menyenangkan.”
Setelah mendengar itu, Tiffany pun mengangguk. Lalu Taeyeon menyuruhnya duduk di kursi belakang.
Awal mulanya jalannya sempat tidak stabil sampai Tiffany sempat takut. Cepat-cepat dia memeluk pinggang Taeyeon dari belakang.
“Bagaimana kalau sekalian kuantar pulang? Orangtuamu belum datang menjemput kan?”
Taeyeon merasakan Tiffany menggeleng di punggungnya.
“Kata orang tuaku bahaya kalau sendirian di tempat sepi begini. Jadi biar kuantar pulang saja. Dimana alamat rumahmu?”
Jessica merasa iri. Dia berlatih naik sepeda sampai jatuh, lecet, dan menangis demi bisa bersepeda dengan Taeyeon, sementara Tiffany dengan enaknya dibonceng oleh Taeyeon. Jessica mempererat genggaman tangannya di handlebar tanpa disadarinya. Dia masih belum mengenal betul rasa yang dimilikinya saat ini.
Ini pertama kalinya bagi Taeyeon membonceng seseorang. Meski berat Tiffany 3 kg lebih berat darinya, tapi entah kenapa dia merasa senang bisa membonceng seseorang. Seolah Tiffany bergantung pada dirinya. Suatu pengalaman yang menyenangkan.
Ketika mereka sudah sampai di rumah Tiffany.
“Terima kasih, aku sangat senang hari ini.”

“Kalau lain kali mau dibonceng lagi bilang saja, heheh.”

“Ne, terima kasih. Kapan-kapan mainlah ke rumahku^^”
“Ne, kami pasti akan datang main, ya kan Sica?”
“Eh? Iya?”
“Akan kunantikan^^”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Itsumademo Issho ni Itai (Chapter 3)" (59)

  1. teresone said:

    yeee im first………. pertamax
    eon ini jadinya taeny atau taengsic,
    berartisunny pendek karna karma ngejekin soo ya rasainnnn hahah#digampar sunny

  2. Commnt dulu yah. XD

    • Hmmm masih blum ada ‘konflik’ yang brarti yah di sini.
      Prasaan dari kmarin Sica n Fany ganti2an cemburuan trus sih.
      Dan smua itu pnybabnya gara2 TaeTae.
      Bnar2 si namja gentle lah TaeTae itu. Masih bocah aja sudah bisa bikin 2 orang tergila2 ama dia. Padahal gigi aja masih ompong2. -_-
      Kasihan fany tuh. Pas tahu Taeng blajar naik spda, aku sudah tahu ini klo Fany pasti bakalan dibikin yang sedih2. KAn aslinya Fany mang gak bisa naik sepeda kan?
      Tapi trnyata yang dibikin sdih malah sica tuh. XD
      Yah sudah lah Sica. Yang adil dong. Kamu kan sudah dapat tmpat duduk di sblah TaeTae.
      Skarang gantian Fany dong yang dibonceng ama TaeTae sbntar kan gak apa2. XD
      Jadi kayak ‘berbagi seobang’ aja ini. XD
      Asyik, ada YoonHyun-nya nyempil sdikit. 😀

  3. bakalan cinta segi 3 neh?
    Hehehe,,

  4. Kyaaa…. Taeng kecil” dewasa banget sich..
    Wkwk sica dia unyu banget sich.
    Dia ngerasa cemburu..

  5. Tinggalin jejak dulu ya.
    Wah ada swet moment taeny.
    Nah loh sica cemburu.
    Dan siapakah yang beruntung mendapatkan hati taeyon.
    Di tunggu chap berikutnya thor

  6. Cinta segitiga nich antara taenysic
    Kira-kira taeng bakal milih ciapa??

  7. *sherin said:

    Taetae kecil dewasa nya..
    seruu nih cinta segitiga hahaha
    moga” taengsic yah thor

  8. hjohnbossanova said:

    kecil kecil udah cinta segitiga aja… authornya lama gak update tak kira lupa ma yang ini hehe

    itu tokoh lainnya apakah nanti juga masuk ke cerita atau cuma fokus ke tiga orang itu??

  9. Park MinnieSicaJung said:

    aahaahahaaa sica kecil2 udah bsa cemburu gara2 ppany dktin taengg,,jdii crtanya taeng diperebutkan 2 org niihhh…wkwk

  10. wah taeng diperebutkn oleh jeti
    masih kecil sica udah pintar cemburu2an
    kira2 siapa yg bakalan dipilih taeyeon ??
    sunny ngejek sooyoung pendek,, haha tunggu kena karma nnti klo udh gede
    yoong kecil udh naksir hyunnie nih

  11. taeng pilih sica aja ya,gw rela koq my babyjung utk lo #ehh hahaa

  12. Enak ya jadi taeng di rebutin 2 cewe cantik ,
    jadi soonkyu dewasanya pendek gara gara sooyoung ya ? Kkkkk
    ada yoonhyun nyempil ^^

  13. nukeyfa said:

    wuih ceritanya so sweet tapi penuh jealous dari jeti
    rumit deh cintanya taenysic
    taeng milih cpa ya? taeny kah atw taengsic?
    nunggu kelanjutan author aja ah daripada salah” tebak
    thor salam kenal ya aku reader baru hehe 🙂

  14. taeny ato taengsic. pilih satuuuuuuuu doooooong.
    cepet pilih sebelum salah satu tersakiti wkwkwk..
    moga taeyeon tahu perasannya terhadap siapa sebelum semua terlambat dan ada tersakiti…

  15. Daebak,jessica sudah cemburu waktu umur sangat belia,seru nih cinta segitiga
    Fighting ya

  16. Freesoshione said:

    Cinta segitiga niehh 😀 hhhe
    kira2 tae bklan pilih siapa ya? Soalnya klo diliat siehh tae orang nya netral . . .

    Seruu lanjuttt

  17. Pada rebutan perhatian tae. Haha soosun kocak jg.

  18. Taeny27 said:

    Semoga taeny taeny taeny taenyyyy!!!!!

  19. KimStevan said:

    hadoh sica sian amat -___- lucu ya bayangin mereka masih bocah wkwk pastin onyeo abees apalagi taeyeon wkwkk , lanjut ya thoor wkwk

  20. Jadi inget waktu kecil pas belajar naik sepeda sm kyk ruan ruan jatoh ke selokan wkwk

  21. Noeryanzien said:

    Hahaha masih pada sd lucu juga kali yah. Pengalaman taeyeon naek sepedah disini sama kya pengalaman aku ahahaha #curhat. Duh yah kecil-kecil udah cemburu cemburuan.

    Jgn mogok update lagi ya unn! Ehehehe

  22. oh jd itu arti dr ‘ruan2’
    taeyeon sll pmbrni dn mandiri ya ky biasa hha.
    Tp ini bkal jd taeny atau taengsic nih.. Taetae hrs pilih slh satu.

  23. Uuwwwaa taeng dari kecil udah dewasa banget taeng emang daebak ini lago soosun kecil ribut tinggi badan mulu ya pany emang ngegemesin banget ga sabar nunggu kelanjutan nya 🙂

  24. hai kak apa kabaaar?
    haha akhirnya cerita ini update juga 🙂
    aaw itu Taeng kecil uda bisa berkata2 puitis, aiiiih dasar. manis bener tu anak.
    ah sica cemburu tuuh ahahha
    oya Kak, ruan ruan tu artinya emg lembut kah?
    okay, gomawo chapter nya, keren selalu. hehe 😀

  25. Ngakak dengan percakapan sunny dan sooyoung,, ternyata waktu kecil sunny lebih tinggi dari sooyoung.. Wkwkwkk

  26. Lian Hwang said:

    cinya segitiga ya, mudah”an ujungnya taeny hehe
    maklum taeny shipper

  27. thor plis deh ye ini ff taeny apa taengsic

  28. baru masuk sd aja udh main cemburu”an :p gimana ntar smp sama smanya huahaha..wahh ada selipan soosun

  29. 제시카 said:

    Duh thor akhirnya dilanjut juga .ni ff .. jessica cemburu menguras bak mandi hahhahahahaha
    Lanjut deh thor akhirnya

  30. kaya ya bakal jadi teany nih
    kasian sica, pasti rasanya sakit ya, udah berusaha keras buat narik simpatinya tp malah orang lain dengan gampang lebih menarik perhatiannya

  31. maomao said:

    kalo udah besar nanti taeyeon pacarin dua duanya aja . kan puas wkwkw

  32. NewNew said:

    kyaaa anak kecil pacalannn
    #sirik

    iya tae nampaknya masih netral.. namanya juga masih polos

    kalo keputusannya diserahkan pada taetae mungkin dia jawab duaduanya, biar bisa kayak raja minyak hehhehe

  33. ahahaha… #ijin ketawa dulu.
    aku suka banget ama ekspresi seneng, cemburu ato malu-malunya si jess pas interaksi ama tae tae. walopun mereka masih kecil ya.. tapi saingannya buat ngedapetin perhatian dari tae-tae berasa. hahaha. sementara tae tae masih ga tau apa2. ckckck
    ga sabar nunggu mereka dewasa.
    ayoo adek-adek, makan banyak.. biar cepet gede yah. hahahaha
    NICE unnie!!

  34. aww selalu gemes bayangin taenysic yg masih unyu2 belum kenal keras nya dunia *apaan sih
    wkwk
    klo masih umur sgtu sih blum bs dblg cemburu, mgkn masih iri2an z ya jeti tuh xD
    lanjutlah thor
    updet soon please~

  35. bukan cm tae yg snyum2 spnjg prjalanan plg kok
    ak jg senyum2 gaje stelah bc chapter ini….hahaha

    ga sabar tggu lanjutan nya
    hwaitaeng thor!! ^^

  36. hennyhilda said:

    Bqn gregetan j bacanya
    semangat author
    ganbatte

  37. dirgaYul said:

    Persaingan yg tjd d antara ank kcil ckckck.. Wktu kcil suara s Fanny gmn y?? Sdh sekseehh jg kah?? Wihihihii..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: