~Thank you for your comments~

Horror Party (Chapter 6)

Ketika Tiffany membuka mata, dia melihat Taeyeon sedang menatap balik padanya.
“Taeyeon?”
Kemudian dia menebarkan pandangan ke sekeliling, namun semuanya tampak gelap. Tidak ada satupun cahaya, tapi anehnya dia masih bisa melihat Taeyeon dengan sangat jelas. Lalu Tiffany memutuskan untuk mendekati Taeyeon.

Ketika Tiffany sudah berdiri di depannya, dia menyadari sorot mata tajam yang dipancarkan Taeyeon.
“Tanggung jawab.”
“Eh?”
“Karena kamu, aku meninggal, kamu mencekikku.”
“A-apa yang kamu bicarakan?”
“Kamu dirasuki roh jahat.”
“! Mustahil! Aku dirasuki lagi?!” teriak Tiffany dengan satu nada lebih tinggi.
“Benar, dengan kedua tanganmu, kamu mencekik leherku. Lihat ini, bekas tanganmu masih tercetak dengan jelas di leherku,” kata Taeyeon sambil mengangkat lehernya, menunjukkan bekas merah berbentuk jari-jari tangan di lehernya.
“Andwaeeeeee!!” Tiffany mengangkat kedua tangannya di depan mulut. Air mata mulai menggenangi matanya.
“Sekarang aku telah kehilangan nyawaku. Bagaimana kamu akan bertanggung jawab?”
Tiffany mundur selangkah ketika dirasanya wajah Taeyeon semakin mendekat. Sorot matanya yang berkesan magis membuatnya merasa tidak nyaman.
Tiap kali Tiffany mundur selangkah, Taeyeon maju selangkah. Di mata Tiffany bayangan di wajah Taeyeon tampak semakin menyeramkan.
“Apa kamu mau membayarnya dengan nyawamu?” Sudut bibirnya tertarik seolah membentuk sebuah senyuman.
Tiffany menggeleng.
Kedua tangan Taeyeon terangkat. Sekarang mengelilingi leher Tiffany.
“Bagaimana kalau kamu temani aku?”
“Tae-taeyeon, jangan…”
“Di alam sana.”
Tiffany merasa nafasnya tercekat ketika merasakan lehernya tertekan. Matanya membelalak lebar karena syok dan rasa takut.
“Tae-taeyeon, masa kamu sungguh-sungguh akan membunuhku?”
“Ini tidak adil Fany ah, kamu sudah membunuhku. Masa aku tidak boleh membunuhmu? Bagaimana aku bisa beristirahat dengan tenang?”
“Mianhae… ampuni aku. Tubuhku bergerak juga bukan mauku…!” suara Tiffany gemetar. Setitik air mata mengalir di sudut matanya yang membelalak lebar.
Cekikan di lehernya semakin erat.
“A-aakhhhh…!!” Tiffany berusaha melepaskan tangan Taeyeon di lehernya.
“Matilah.”
“Ja-ngaaannnn…!!”

…………………………………
…………………………………

Tiffany membuka matanya dengan tiba-tiba. Dia melihat sebuah wajah yang berbaring sejajar tepat di hadapannya. Taeyeon. Kedua mata gadis itu menutup.
Lalu tekstur lembut di bawahnya ini…
Ternyata dia sedang berbaring di atas kasur. Dan ruangan ini… masih sama seperti dalam ingatannya terakhir kali.
Sesaat Tiffany sangat takut bahwa Taeyeon sudah mati seperti kata-kata dalam mimpinya. Bahwa tubuhnya dirasuki roh jahat untuk yang kedua kalinya dan mencekik Taeyeon sampai mati kehabisan nafas.
Tiffany sudah hampir menyentuh wajah Taeyeon ketika samar-samar terdengar dengkuran halus darinya yang menandakan bahwa dia sedang tertidur.
Tiffany meletakkan tangannya yang sempat tergantung di udara di pipi Taeyeon dengan hati-hati. Merasakan betapa halusnya pipinya di bawah telapak tangannya. Tiffany tidak menggerakkan anggota tubuhnya yang lain karena tidak mau membangunkan gadis yang berbaring di sampingnya ini. Tiffany melewatkan waktunya sejenak untuk mengamati seluk beluk wajah Taeyeon. Memeriksa bahwa tidak ada yang dia lakukan selama dirasuki untuk merusak wajah cantik ini. Tiffany merasakan debaran aneh di dadanya. Tanpa disadari tatapan matanya melembut. Lalu dia melihat bekas merah di leher Taeyeon dan dadanya berdebar menyakitkan.
“……..Eng…..” Taeyeon perlahan membuka matanya dan mereka saling berpandangan. “Oh maaf, niatnya aku menungguimu tapi ternyata aku malah ketiduran.”
“Nggak apa-apa. Aku mengerti kalau kamu capek.”
Tiffany masih tidak menyingkirkan tangannya yang berada di atas pipi Taeyeon.
“Aku sudah menyerangmu lagi ya? Tubuhku dirasuki lagi kan?”
Taeyeon merasa jantungnya berdebar lebih cepat ketika merasakan usapan lembut di pipinya.
“I-iya, tapi aku baik-baik saja kok, jadi kamu nggak usah khawatir,” jawab Taeyeon sedikit gugup. Sementara hatinya berteriak girang.
Tiffany tetap membisu, makanya Taeyeon menambahkan. “Ka-kamu nggak usah takut bakal dirasuki lagi. Kalau itu terjadi lagi pun pasti akan kuusahakan untuk menghalau roh itu keluar dari tubuhmu.”
“Kamu benar-benar masih hidup kan, Taetae? Ini bukan cuma sekedar mimpi kan?”
Taeyeon menggenggam tangan Tiffany yang berada di pipinya.
“Coba rasakan. Tanganku masih hangat kan?”
Tiffany memejamkan matanya seolah tidak yakin. Inderanya memusatkan diri pada kehangatan di punggung tangannya. Kehangatan dari telapak tangan Taeyeon.
“Benar, kamu masih hangat…”
Tidak ada kata-kata yang mampu melukiskan betapa leganya perasaan Tiffany saat itu. Dia tidak mau membayangkan seperti apa jadinya kalau dia sendiri yang merenggut kehangatan itu dengan tangannya sendiri.
Saat itu entah atas dorongan apa, Taeyeon mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Tiffany. Hanya ujung bibir mereka yang menyentuh sedikit. Tapi masih bisa dihitung sebagai ciuman.
Tiffany membuka matanya dan melihat wajah Taeyeon sangat dekat. Nafasnya sedikit tertahan ketika menyadari bahwa dirinya sedang dicium oleh Taeyeon. Tapi dia tidak menolak dan kembali memejamkan matanya. Memasrahkan diri sepenuhnya pada debaran aneh di dadanya yang sejak tadi dirasakannya.

Sooyoung POV

Aku memungut kalung yang dibuang oleh Sunny.
“Sunny…”
Nenek, maafkan Sunny ya.
Dia hanya sama terguncangnya dengan aku sekarang karena tiba-tiba terdampar di tempat mengerikan seperti ini.
“Nenek, kenapa ya rasanya menyakitkan sekali ketika Sunny berkata seperti itu?”
Dia bahkan bilang tidak ingin melihat wajahku…
Aku meremas kalung itu dalam genggamanku.
Kenapa kamu marah-marah nggak jelas begitu? Aku merasa ada yang dia sembunyikan. Daripada memendamnya bukannya lebih baik kau mengatakan langsung apa yang kau maksud?
Aku mana bisa membaca pikiranmu. Kalau kamu tidak mengatakannya dengan jelas orang tidak akan mengerti.
“Uh… seharusnya gak jadi begini… Sunny kamu pabo…”
Prak
“Ah?”
Aku membuka tanganku.
“Yahhh, kalung salibnya patah deh. Cuma kayu sih. Padahal ini punya nenek. Mungkin karena tadi kebanting, lalu sekarang aku meremasnya terlalu kuat.”
Sunny…
Ketika teringat padanya setelah melihat salib yang patah itu tiba-tiba saja dadaku dipenuhi oleh perasaan tidak enak.
“Sunny!”
Tiba-tiba terjadi gempa lagi. Cepat-cepat aku merunduk. Tapi lalu aku ingat Sunny.
Celaka! Sunny kan paling takut sama suara keras! Mana gempanya membuat bangunan ini seperti mau runtuh lagi.
“Kyaaaaaaaaaaa!!”
Suara Sunny!
Sunny, bertahanlah! Aku akan segera kesana!
Aku memaksakan diri mencoba melangkah, tapi aku kehilangan keseimbangan.
“Waaaaa!!”
Tapi aku tetap berusaha berjalan. Aku harus menyusul Sunny. Rasanya seperti berjalan di rumah miring.
Aku harus bergeser ke dinding di kanan dan kiri untuk bisa bergerak maju.
“SOOYOUNG!!”
“DOWAJUSEYOOOOOOO!!!”
Sunny membutuhkanku! Aku harus bergegas ke sisinya!
Sambil berpegangan pada dinding aku terus berjalan melewati pijakan yang berguncang tidak stabil hingga sampai pada lorong yang ada tangga menuju ke bawah.
Aish, aku tidak bisa berjalan sambil bersandar pada dinding kalau begini. Guncangannya masih belum berhenti. Kenapa gempanya lebih lama dari biasanya?
Aku harus ke sisi sana yang ada temboknya.
Tapi pada saat aku hendak ke sana, entah karena sial atau bagaimana tubuhku kehilangan keseimbangan.
“Eh?!”
Aku terbawa gravitasi. Pemandangan dasar tangga itu semakin dekat di mataku. Sesaat sebelum membentur, hanya nama seseorang yang terlintas dalam benakku. Bukan nama kekasihku melainkan…
Sunny!

Sunny POV

“Kyaaaaaaaaaaa!!”
Karena ada Sooyoung, aku tidak sendirian…
Karena ada dia aku merasa lebih tenang di tempat seseram ini. Tapi kini setelah dia tidak ada…
Gemuruh yang seakan mengguncang tempatku berpijak membuatku sadar bahwa aku sama sekali tak berdaya.
Tapi aku malah mengusir Sooyoung dengan kejam. Hanya karena perasaan egoisku sendiri.
Tidak aku takut!
“Sooyoung!”
Prang!
Aku kembali dikagetkan oleh suara pecahan lampu beberapa meter di belakangku.
“SOOYOUNG!!”
“DOWAJUSEYOOOOOOO!!!”

…………………………………..
…………………………………..
…………………………………..

Buka.
Tutup.
Buka.
Tutup.
Kali ini Sunny membuka matanya sepenuhnya. Pemandangan langit-langit bangunan sekolah tua yang masih terbuat dari kayu. Sunny mencoba untuk bangun. Dan perlahan otaknya mulai dapat berpikir kembali. Tampaknya dia baru saja pingsan akibat terguncang oleh gempa yang menakutkan.
“Uhh… Sooyoungie…”
Sunny berdiri dan berjalan terseok-seok tanpa tahu dia harus pergi kemana.
Saat Sunny melewati toilet.
Klotak
“Eh?”
Sunny berhenti dan memasang telinga.
“…………..ukh………… akh……………” terdengar suara rintihan.
“Sooyoung? Apa itu kamu di dalam?”
Hening.
Masuk atau tidak?
Mendadak Sunny jadi ragu.
Belum tentu itu suara Sooyoung. Siapa tahu ada makhluk halus yang mencoba untuk menjebaknya.
Sunny mulai berkeringat dingin. Karena rintihan itu masih berlanjut.
Sejak dia melihat mayat. Pikirannya jadi paranoid.
Sunny berusaha menguatkan hatinya.

Sunny POV

Bagaimanapun tadi aku mendengar suara di dalam.
Aku melangkah pelan-pelan, masuk ke dalam toilet perempuan. Jantungku berdegup kencang karena semakin mendekati sumber suara tersebut.
Rintihan yang seolah sedang tercekik itu masih terdengar dari dalam.
“……aa-aaaaaa….”
Kalau sekarang masih sempat untuk berbalik dan melarikan diri. Tapi aku memutuskan untuk tidak lari. Karena perasaanku tidak enak. Suara itu kedengarannya berasal dari sebuah bilik. Aku merasa aku tidak bisa pergi begitu saja sebelum memastikan.
Aku sampai di depan. Suara itu kini sudah tidak terdengar lagi.
Hanya pintu toilet nomor kedua dari depan yang tertutup.
Aku menelan ludah.
Dengan tangan gemetar, aku mendorong pintu toilet nomor kedua. Tidak terkunci dan pintu itu langsung terbuka dengan suara derit yang memecah kesunyian.
DEG!
Aku membelalak lebar menatap sosok itu. Kakiku terasa lemas. Tubuhku merosot jatuh ke lantai. Tidak percaya apa yang kulihat.
“A-ahh…!”
Hanya itu kata-kata pertama yang keluar dari bibirku yang gemetar.
Tubuh Sooyoung tergantung di depan mataku, dengan tali menjerat lehernya. Tubuhnya tak bergerak, seakan nyawanya telah meninggalkan raganya.
“Ke-kenapa…?”
“Padahal sampai tadi kita masih bicara… Di-dia masih hidup… lalu kenapa malah jadi begini..?”
Bahkan tanpa kusadari suaraku ikut gemetar.
“Karena aku…?”
Aku meremas rambutku sendiri dan menggeleng-geleng.
“Aniyo…”
Ini pasti mimpi. Ya, mana mungkin ini kenyataan.
Sooyoung nggak akan mati begitu saja! Beberapa menit yang lalu kami masih bertatap muka!!! Tadi dia masih tersenyum padaku!!!
“ANIYO!!”
“…………..uhh………..Sun…….ny……..”
“!” aku cepat-cepat mengangkat wajahku.
“aaaa….. Sun……….ny……….do…wa…ju…se…yo…!” Sooyoung berusaha mengeluarkan kata-kata dari tenggorokannya. Otot-otot di wajahnya tegang, keringat bercucuran di pipinya. Dia kelihatan sangat tersiksa.
Sooyoung?! Dia masih hidup?!
Aku segera bangun dan berlari ke tubuhnya yang tergantung.
Aku melihat kedua tangannya terikat di belakang tubuhnya jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melepaskan diri.
Aduh aduh! Ottokae?!
Po-pokoknya aku harus membuatnya bisa bernafas dulu!
Bertahanlah Sooyoung!
Aku melingkarkan kedua tanganku di pinggang Sooyoung berusaha mengangkat tubuhnya. Pikirku itu akan sedikit melegakan beban di lehernya tapi-
“Akh Ahak!”
Usahaku yang setengah-setengah itu malah semakin menyakiti Sooyoung.
“!” Aku ingin menangis rasanya karena yang kulakukan malah menambah penderitaannya.
Keadaan Sooyoung sudah semakin memburuk.
Matanya melotot. Air mata mengalir di pipinya. Salivanya juga mengalir turun dari giginya yang mengatup rapat menahan siksa.
Aku tahu aku tidak punya banyak waktu lagi. Kalau tidak cepat-cepat aku akan menyesal selamanya.
Aku segera membungkuk di bawah kedua kaki Sooyoung kemudian dengan segenap tenaga, aku menegakkan tubuhku.
Kini Sooyoung duduk di atas pundakku.
“Ukh… ohok! Ohok!!
Sekarang Sooyoung bisa sedikit bernafas karena aku menyangga tubuhnya dengan benar.
Sooyoung, kumohon bertahanlah!
Aku tadi melihat tali yang melilit lehernya.
Tanganku meraba-raba ke atas dan menyentuh tali di lehernya. Dengan indera perasaku aku berusaha melepas simpul tali itu.
Setelah bermenit-menit berusaha melepaskan simpul tali itu tanpa bisa benar-benar melihat
Celaka! Simpul talinya menjerat terlalu kencang!
Gimana ini!?
Rasanya aku sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini. Kedua pundakku berat menahan beban tubuh Sooyoung. Hingga lututku gemetar. Keringatku bercucuran.
Tidak, aku harus tetap bertahan demi menyelamatkan nyawa Sooyoung.
Pelan-pelan saja…
Tenang Sunny tenang…
Dengan keajaiban akhirnya aku berhasil menyelamatkan Sooyoung sebelum terlambat.
Kemudian aku menurunkan tubuhnya. Melepas ikatan di kedua tangannya. Dan memapahnya keluar dari toilet.
Aku membaringkannya di atas lantai sambil menggenggam tangannya.
“Sooyoung…!”
Aku merasa akan menangis ketika melihat wajahnya. Aku hampir saja kehilangan dirinya.
Dia membuka mulutnya.
“……aa-aaa…….”
Hanya itu yang sanggup dia ucapkan keluar.

Third Person POV

“Uhh……… soo…… youngie……” air mata mengalir melalui celah-celah bulu matanya.
“Sunny…”
“Saranghaeyo…” ucap Sunny lirih.
“Sunny…”
Kali ini Sunny benar-benar telah sadar sepenuhnya.
“Hah?!”
Yang paling kaget dia melihat Sooyoung berada di sisinya. Menatapnya dengan sorot mata khawatir.
“Sunny, syukurlah kamu sudah sadar… barusan kamu pingsan…”
Sunny balas menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Lalu dia segera melingkarkan lengannya ke leher Sooyoung.
“Eh?”
“Sooyoung! Sooyoung! Terima kasih Tuhan! Ternyata kamu baik-baik saja! Aku khawatir sekali!!”
“A-ada apa?”
“Uhh…! Barusan…! Dalam mimpiku kamu hampir saja mati! Biarpun hanya mimpi, rasanya seperti nyata! Aku takut sekali kalau kamu benar-benar mati!”
“……………….” Sooyoung menatap punggung Sunny yang memeluknya dengan tatapan sendu dan pemikiran yang hanya dia sendiri yang mengerti. Kemudian dia balas melingkarkan tangannya di punggung Sunny dan memeluk Sunny seolah tidak ingin melepaskannya lagi.
“Katamu kamu tidak ingin melihat wajahku…?” bisik Sooyoung.
“Aku hanya tidak bisa menguasai perasaanku saat itu! Mianhae… aku tidak bermaksud berkata sekejam itu…” ucap Sunny sambil menahan isakan tangisnya.
Sooyoung menyandarkan kepalanya di rambut Sunny. “Kalau begitu kalau aku meninggal benaran apa kamu akan menangisiku?”
“Mwo? Pabo! Jangan bicara yang bikin sial seperti itu! Tentu saja aku akan nangis pabo!”
“…begitu…”
Sunny terus menangis hingga bahu Sooyoung basah.
Sooyoung menepuk-nepuk punggung Sunny, memberi isyarat supaya dia melepaskan pelukannya. Kemudian Sunny melepaskannya dan mereka saling bertatapan lagi.
Sooyoung tersenyum melankolis menatap wajah Sunny yang berantakan oleh air mata dan ingus. Mata Sunny juga merah.
Sunny menurunkan pandangannya dan melihat ke leher Sooyoung. Benar, itu hanya mimpi karena disana tidak ada bekas tali yang tadi menjerat lehernya.
Sooyoung mengeluarkan sapu tangan untuk mengelap air mata lalu ingus Sunny.
Tapi Sunny masih tetap menangis biarpun sudah Sooyoung mengelap air matanya beberapa kali.
“Kamu kenapa? Mau sampai kapan menangisnya?”
“Aku juga tidak tahu… mungkin aku merasa lega karena melihat kamu baik-baik saja…”
“Uljima…”
“Mianhae…” Beberapa tetes air mata turun membasahi pipi Sunny sekali lagi.
“Ish, kubilang uljima juga.” Sooyoung memencet hidung mancung Sunny.
“Yah!”
“Habis mau sampai kapan nangisnya? Sapu tanganku sudah terlalu basah, tidak bisa dipakai buat mengelap ingusmu lagi.”
Kemudian Sooyoung menyimpan sapu tangannya dan mengelap sisa air mata Sunny dengan tangannya.
Sooyoung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sunny. “Ayo, kita harus mencari Taeyeon dan yang lainnya lalu keluar dari sini kan?”
“Ne…” Sunny menerima uluran tangannya dan Sooyoung membantunya berdiri.

Sunny POV

“Igo mwoya? Kenapa air matamu keluar lagi? Sejak kapan Soon Kyu jadi cengeng begini hanya karena sebuah mimpi buruk?”
Kemudian dia mengelap air mataku lagi dengan tangannya.
Kamu tidak mengerti karena aku mencintaimu, Sooyoung.
Tapi kalau kukatakan perasaanku ini, apa yang akan kamu pikirkan terhadapku?
Aku meremas tangannya lebih erat.
Yang jelas, aku tidak akan melepaskan genggaman tangan ini lagi.
Karena aku… aku… sangat mencintainya…
Sooyoung kelihatannya terpana menatapku yang sedari tadi terus diam.
“Ya Sunny, apa yang barusan kamu pikirkan?”
Aku balas menatapnya dengan bibir terus terkunci rapat.
Aku mencintaimu…
“Ya, aku nggak bisa baca pikiranmu tahu. Ya sudahlah, selama Sunny baik-baik saja, aku tenang.”
“Aku akan baik-baik saja, selama kamu berada di sisiku.”
Kupikir hanya berkata seperti itu tidak apa-apa, tapi setelah itu dia jadi menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuterjemahkan.
“A-ah, tentu saja kamu milik Jung Kyungho… ahaha…” aku tertawa canggung.
“…………….”
Tidak, tidak, aku tidak mau begitu.
Gawat, aku jadi ingin nangis lagi.
Tapi aku sudah memutuskan tidak akan berkata egois lagi. Aku tidak mau kami terpisah untuk yang kedua kalinya.
Aku akan menahan perasaan ini kalau memang itu yang diinginkannya.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Horror Party (Chapter 6)" (60)

  1. Tinggalin jejak dulu.

    • Chaptr ini kbanyakan mimpinya. -_-
      Bdanya klo yang TaeNy jlas bangt klo itu mimpi.
      Klo yang SooSun, aku kira Soo bnaran kgantung tuh.
      Tapi brkat mimpi itu, Sunny jadi mnyadari prasaannya k Soo. Baguslah.
      Brarti tinggal Soo aja nih yang mungkin sudah sadar, tapi blum mngakui.
      Taeng juga sudah cium Fany n Fany gak nolak. :3
      Ahhh tapi pairing lainnya apa kabar yah?
      Masa tar YoonSic n YulSeo juga ada adegan romantisnya kayak TaeNy n SooSun?
      Adegan biasa aja deh klo buat mrka mah. -_-
      Hyo juga smoga slamat nasibnya.
      Tampaknya FF ini masih panjang yah chaptrnya.
      Buruan dilanjutin lah. 😀

  2. Di tunggu chapter berikutnya ya thor.
    Semangat ^^

  3. *sherin said:

    Kirain beneran tae meninggal tau nya engga *-*
    ciee tae cium fany lohh
    lanjut thorr

  4. taeny ngegemesin deh ahh ahahaa.. sunkyu nangis trs,terlalu bahagia kali ya ketemu soo lg

  5. Huft~~ untunglah 2Ny cuma mimpi doang. Kirain beneran SooTae meninggal 😦 TaeNy kissuan ><",semoga setelah ini SooSun ga kepisah lagi yah..

  6. Tadi kirain taeng beneran meninggal untung cuman mimpi fany doank

  7. Halooo

    parah bgt mimpi si sunkyu
    serem T.T

    aku pikir sunny bakal ketemu yuri

    kan setelah soosun pisah ada gempa lagi aku pikir sunny pindah ke dimensi lain lagi

    aku sempet gak yakin kamu bakal nglanjutin ff ini hehehe

    terima kasih thor~

  8. ah thor tolong komen aku ganti namanya…

  9. teresone said:

    huaaaaaa kirain tae beneran meninggal
    and soo beneran sekarat
    untung aja cuman mimpi

  10. Noeryanzien said:

    Ahirnya update iuga unn, wah Taeny masih malu-malu aja tuh, terus ko fany sering kesurupan yah?

  11. Mr.Silent Reader said:

    Akhirnya Update jga ^^, jgn lama2 ya thor Updatenya ^^ hwaiting, btw FF Mu Daekbak semua ^^

  12. hjohnbossanova said:

    tak kirain ada yang mati… eh tapi cerita selanjutbya ada yang mati gak thor??

    ditunggu lanjutannya ya

  13. Lian Hwang said:

    wow taeny kisseu

  14. Jadi ? Cuma mimpi ya ,
    taeny udah kissing , kapan soosun ?
    yah , sooyoung udah punya kyungho pantes aja soonkyu cemburu , tp kek nya sooyoung juga ada ‘rasa’ deh ke soonkyu , mudah mudahan aja ,

  15. tadi sy hampir mati krn serangan jantung ketika mengetahui sootae mati. akh lega ternyata 2ny mimpi buruk… taeny malah ciuman pada keadaan daurat.
    kau harus bertanggung jwb atas jantungku okay. ckckck.

  16. kirain taeng bener2 koit, udah gitu kok taeng jadi hantu jahat 😆
    untungnya enggak #fiuh
    kesian mereka ngalamin mimpi buruk yg kayak nyata. yg bagian sunny juga, tak kira syoo bener2 kegantung, taunya -_-

    penasaran ama next chap, jangan lama2 ya thor 😛

  17. Lanjut ne , mian hnya ini yg bisa aku blng soalnya aku pnsran bnget trutma ama seo

  18. Yoongkumaseororo said:

    mimpi2nya serem , apalgi mimpinya Soo, kirain beneran… Pake ada adegan ngegantung di leher lg, seseknya kerasa beneran. Paling gak tahan sama adegan itu mending liat/baca adegan mata dicongkel, kuku dicabut ato tulang patah ampe menembus kulit (?) tu msh lbh mending daripd harus liat/baca adegan dicekik ato digantung gitu …

    Waaah, Taeny kissuan… Walaupun cuma di ujung bibir, tp ttp manis…
    Ah, kalau SooSun udah kliatan ni kalo 22nya ada rasa, bedanya Sunny udah jelas sedangkan Sooyoung msh abu-abu (?)

  19. blue ocean said:

    taeeeyyooonnn apa yg km lakukaaannnn!!!! #oh trnyata mimpi toh ffiiuuhhh#
    knp d sini bny mimpiny thor??apa sbnarny ini dunia mimpi yg muncul dr alam bawah sadar mreka sendiri thor?? ada ikatan mistis dr ritual yg mreka lakukan shingga mbwt mreka pingsan dan melihat mimpi yg sana dlm rangka menyatukan hati ke 9 member??? #suka menghayal sendiri pllaaakk#
    authorr please onegaishimasu jebal jangan lama2 updatenya. stiap hr galau nungguin.. hhwaaiittiingg !!!!!

  20. Always loyalist said:

    Yuhhuuu thor,
    Kalau yg bgian taeng mah tadi aq udah yakin pasti mimpi doang,tp pas yg soo,gilla aq pkir bnran chingu, aq ampe mau nangis bacax,tp ehh trnyta cmn mimpi,
    astaga3x..,feelx dapet bnget,
    Anyway lanjut terus yah thoor,tp kalau bisa jgn kelamaan nanti ffx di lalerin loh*plak dilempar sendal sm authorx
    Hehehehe peace broo#snyum”gaje.

  21. ternyata taesun cuma mimpi, kirain benaran

  22. Reader kwon said:

    kapan mereka kembali ke tempat asal,di chpat ini kebanyakan mimpinya dan ada sdkit tumbuh bnih cinta di antra beberapa couple hehe

  23. ud lama ga buka wp ini.
    miris banget kalo mimpinya jadi beneran
    penasaran sama nasib mereka” yang lain
    daebakk chingu ^^

  24. Hallo ^^ saya reader baru
    mantaf banget thor ceritanya…
    lanjut thor~ ^^

  25. chapter ini tentang mimpi ya..
    ahh gue seram sama mimpi tiffany.. hehehe taeny kIssue ya??

  26. Waaaa seru banget thor ditunggu lanjutannya ^^

  27. Novita_97 said:

    Thor kapan dilanjutin hihihi aku ga sabar nihh seru bangett apalagi ada moment TaeNy~kkk

    Bales komenku ya thor biar ak percaya bakal dilanjutin hohoho~ HwaiTaeng thorr! 😀

  28. Novita_97 said:

    Siip deh ((;

  29. livin_jung said:

    Memang itu semua mimpi ya??
    ko kaya nyata gitu.. bikin penasaran banget..

    Soal feel horornya.. dikasih bintang 5 deh, (aku penakut.. tapi engga juga sih..)
    Banyakin TaeNy nya ya.. (Maksa).. soalnya lagi galau gara-gara baekyeon 😥

    Cepet lanjutin ya.. udah engga sabar nunggunya.. hwaiting.. 🙂

    • Yah cuma bagian TaeNy dan SooSun ini yg mimpi
      Haha pdhal aku msh blm ahli nulis nuansa horror tp syukur kalau dah ngena

      Gak bisa lebihin, karena disini sudah ada jatahnya masing2 pairing

  30. hy . aku readers baru di sini. aku smpet baca ff admin yang udh lama tpi gk smpet comentr. tkutnya d sbut tlat hehe.
    aku suka cerita nya, menegangkan.
    trus yuri unnie kmana. dan khawatir sma seohyun unnie #Flast back
    dan sya juga mau minta ijin untuk bca ff admin tpi sya ushakan untuk slalu comrn kok???. kalau admin kberatan gk ppa kok . sya sudh hoby baca ff #Curhat
    thanks udh mau bca comentar gk pnting ini bye

  31. hennyhilda said:

    Ahhh bgz bgt ff nya 🙂
    Jd senyum2 sndr stiap x bca ff ni tp qo bnyk bgt dah dpakein password 😦
    Author blh mnt passwordnya g?yg pd kekunci itu passwordnya beda2 y…
    please y mnt passwordnya..
    btw aq sk bgt ff yg da dsni smua 🙂

  32. huaaaa, keren ceritanyaa aku baruu bacaa maaf ya thor komen nya cuma di part ini,
    huhh aku kira soo beneran bakalan matii, sunny jangan jauh2 dari sooyoung nanti menyesal, eh gmana dgn yuri yaa? siapa yg nyeret diaa,? dan gmana ama seo dia udah ketemu kyuhyun, thor ini belom ada lanjutannya ya? lanjut lagi dong thorr, ini kerenn loh, horornya berasa banget, mana aku bacanya malem gini pula.

  33. Yg ini kpn lnjtnny thor ?

  34. Kapan dilanjutinnya thor? Keren ceritanya, greget sama si kyuhyun seohyun nya nih =))

  35. ahh.. eonni ini seru banget!, gereget banget ama seohyun kyuhyun…
    ditambahin momen yoonhyunnya pasti makin gereget..
    jangan lupa ditambahin porsi taeny nya ya…
    aku tunggu lanjutannya!, hwaiting!!

  36. aku bahkan lupa kalo udh komen pake uname livinjung -_- mian jadi nyepam deh

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: