~Thank you for your comments~

Srek
Duk
Bruk
Brak!
Barusan adalah suara urutan kejadian ketika pintu kamar dibuka. Sooyoung didorong masuk dengan kasar hingga terjatuh ke lantai. Dan pintu kamar ditutup dengan kasar.
Sooyoung tengkurap di lantai sambil mengerang kesakitan. Rasa sakit di punggungnya masih amat nyeri. Dia bahkan tidak bisa melihat di cermin atau paling tidak berpaling untuk melihat seberapa parah lukanya.
Kamar dayang itu kosong, tidak ada siapa-siapa disana, karena mereka semua sudah diharuskan untuk bekerja. Bahkan tidak ada kasur tipis nyaman untuk menjadi tempat pembaringan untuknya. Semua sudah harus dibereskan semenjak bangun pagi.
Akhirnya Sooyoung memilih untuk tidak bergerak supaya dapat mengistirahatkan lukanya.
Kemudian dia teringat kejadian semalam. Malam itu hanya dia sendiri yang tidak bisa tidur. Dia terus membolak-balikkan badan di tempat tidur. Akhirnya Sooyoung pergi untuk buang air kecil, tapi setelah kembali dia tidak langsung kembali ke kamar. Tanpa disadarinya dia melangkah menuju kamar peristirahatan pangeran dan Sunny.
Saat itu tidak ada yang menjaga di depan kamar, karena Kyungho sudah memerintahkan agar malam ini tidak ada seorang pun yang boleh mendekati kamar mereka.
Sooyoung mendengar desahan Sunny dari luar kamar. Hatinya terasa nyeri. Setelah beberapa lama akhirnya dia tidak mampu menahan dirinya lagi. Dan setelah itu semua terjadi seperti yang sudah diceritakan.
“Haaa…….”
Sooyoung bertanya-tanya dalam batin apa dia menyesal dengan apa yang dia lakukan semalam. Karena apa yang didapat? 90 cambukan beruntun pada bagian belakang tubuhnya. Itu pun mungkin kelebihan karena mereka tidak pandai menghitung. Dan yang berkuasa pun membiarkan terjadinya kecurangan itu.
“Haaaa……”
Seandainya saja ini mimpi, batin Sooyoung.
Atau cerita yang kukarang sendiri. Pasti akan kubuat happy ending.
“Di ending… aku akan bersatu dengan Sunny dan kami akan bahagia selama-lamanya…”
Sooyoung memejamkan matanya.

…………………………………..
…………………………………..

Pintu kamar dayang sedikit bergeser, kemudian terbuka sepenuhnya ketika melihat tubuh Sooyoung terkapar tidak jauh dari pintu.
Sunny menutup mulutnya untuk mencegah suara yang keluar ketika melihat Sooyoung masih dalam kondisi mengenaskan. Kulit tubuh belakangnya terkoyak. Bahkan darahnya sudah mengering sejak lama.

Kejam, kenapa tidak ada seorang pun yang memedulikannya?

Sunny berlutut di sisinya. Menangis lagi. Tangannya sudah terulur menyentuh Sooyoung ketika kebetulan seseorang berdiri di ambang pintu memergokinya.
“!”
“!”
Keduanya sama-sama kaget. Tapi Sunny mengenali dayang itu. Dia adalah Seo Joo Hyun. Mungkin adalah dayang yang paling ramah di istana yang dia kenal.
Di tangan Seohyun terdapat nampan berisi air hangat, handuk, obat dan perban. Kelihatannya dia hendak mengobati Sooyoung.
Sebenarnya ini bukan pemandangan baru bagi Seohyun. Bukan cuma sekali dua kali dia melihat Sooyoung berduaan bersama Sunny dalam keadaan yang cukup romantis. Terutama saat keduanya duduk diselimuti angin sepoi-sepoi di bawah pohon rindang beberapa waktu yang lalu.
“Putri mengkhawatirkan keadaan Sooyoung unnie?” tanya Seohyun mencoba bersikap wajar meski dia sudah mengendus bau cinta terlarang di antara keduanya. Dia memang seorang gadis yang pengertian dan bukan tipe yang ingin melihat penderitaan orang lain.
“Iya…” aku Sunny sambil mengusut air matanya.
Tiba-tiba saja Seohyun merasa kasihan. Pernikahan ini tidak dikehendaki oleh Sunny. Dan ketika melihat tatapan Sunny tadi sebelum gadis itu menyadarinya, dia dapat merasakan cinta yang begitu besar terpancar di mata Sunny.
“Dayang Joohyun, aku punya permintaan. Bisakah kamu membiarkan aku yang mengobati Dayang Choi?”
“Eh, umm… Putri tidak perlu melakukan itu. Biar saya yang-“
“Kumohon!”
Ketika melihat kesungguhan Sunny akhirnya Seohyun menyerah. Dia meletakkan nampan itu di sisinya. Ketika mata mereka bertemu, Sunny seolah dapat membaca pikiran Seohyun bahwa dia tidak akan mengatakannya pada siapa-siapa.
Kamsahamnida, batin Sunny.
Kemudian Seohyun membungkuk memberi hormat dan keluar sambil menutup pintu.
Tiba-tiba Sunny merasa takut kalau seseorang akan datang dan memergokinya lagi. Jadi dia buru-buru berjalan ke depan pintu dan memutar kuncinya.
Setelah berjalan sekitar satu meter, Seohyun mendengar suara pintu terkunci dari dalam. Seohyun sempat berpaling untuk menatap pintu yang tertutup itu.
Putri Sunny… Sooyoung unnie…
Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan kalian.

Sunny berusaha menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang.
“Ah, pertama-tama lebih baik aku gelarkan kasur untuknya dulu.”
Sunny membuka lemari yang kira-kira tempat penyimpanan kasur. Kemudian dia menarik keluar satu kasur tipis dan menggelarnya di lantai.
Ini pertama kalinya dia menyiapkan kasur sendiri. Bahkan dilakukannya untuk orang lain.
Sunny memapah tubuh Sooyoung dan membaringkannya di atas kasur tersebut.
Sunny terengah-engah karena baru kali ini dia melakukan pekerjaan seberat ini. Meski hanya menggeser kasur dan memapah orang. Sebagai seorang putri dia memang biasa hidup enak.
Sunny mengambil dan meletakkan nampan itu di sebelahnya. Lalu mulai hati-hati melepaskan sisa-sisa pakaian dalam Sooyoung yang sudah kotor dan terkoyak.
Kemudian Sunny mulai membersihkan darah kering Sooyoung.
Sooyoung mengernyitkan dahi ketika handuk hangat itu menyentuh kulit punggungnya yang terkoyak.
“Mianhae, tahan sedikit Sooyoung…”
Sooyoung masih dalam keadaan tidak sadar saat Sunny membersihkan tubuhnya.
Tidak tahan melihat luka-luka cambuk Sooyoung, Sunny pun menangis lagi.
“Uh… huuu… Sooyoungie…”
Sunny menghirup nafas melalui hidungnya yang tersumbat akibat tangis.
Sementara Sooyoung merintih sakit dalam tidurnya saat Sunny mengoleskan obat luka ke tubuhnya.
Sooyoung merasa diawang-awang. Ambang batas antara mimpi dan kenyataan. Ketika dia membuka matanya, dia melihat gadis yang diimpikannya. Yang demi dirinya dia sanggup melalui siksaan 90 cambukan bertubi-tubi.
“Sunny…” Rintih Sooyoung, kemudian matanya terpejam lagi.
“!” Sunny tidak menyangka akan mendengar namanya dipanggil. Tubuhnya tiba-tiba saja merasakan ketegangan seksual karena tangannya masih menyentuh kulit terbuka Sooyoung.
Tapi dia menahannya dan tetap melanjutkan memerban Sooyoung. Sunny memiringkan tubuhnya supaya lebih mudah memakaikan perban di tubuhnya. Rambut panjang Sooyoung tersingkir, dan Sunny menyadari ada tanda lahir di dekat leher Sooyoung.
Sunny menyentuhnya, bentuknya seperti bulan sabit.
Sunny menutup mulutnya untuk menahan rasa kejut.
Mustahil. Sooyoung adalah putri bulan?!
Sunny menyelesaikan memerban tubuh Sooyoung dengan berbagai macam pikiran tentang tanda lahir bulan di dekat leher Sooyoung dan tanda lahir berbentuk matahari di dadanya sendiri.
Setelah selesai, Sunny hendak mengambilkan pakaian bersih untuk dipakaikan ke Sooyoung ketika tiba-tiba tangannya ditarik Sooyoung. Sunny kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke samping Sooyoung.
Sooyoung langsung memagut bibir Sunny.
“!”
Sooyoung mengulum bibir atas dan bawahnya bergantian dengan mesra. Sunny merasa terhanyut oleh ciuman dari orang yang sangat dicintainya sehingga ia lengah dan lupa diri. Kemudian tiba-tiba Sooyoung naik ke atas Sunny. Matanya telah terbuka, kini dia menatap ke tubuh Sunny.
Sunny membatin apa yang hendak dilakukan Sooyoung dengan tubuh terluka parah seperti itu.

Sunny…
Ini pasti mimpi kan?
Sunny tiba-tiba berada di kamarku, menyentuh tubuhku, mengobatiku, dan berada sedekat ini denganku.
Kalau ini kenyataan, seharusnya dia tidak mungkin berada disini.
Kalau begitu karena ini mimpi maka aku bisa berbuat apa saja sesukaku bukan?

“!”
Sunny kaget ketika Sooyoung tiba-tiba mulai melepaskan bajunya
DEG!
“Soo-Sooyoung?!”
Sunny melihat tatapan Sooyoung seperti di batas antara ngelindur dan serius. Sooyoung tanpa ragu-ragu mendekatkan wajahnya dan mencium leher Sunny.
“Ahh!” desah Sunny ketika titik sensitif di lehernya tersentuh.
Namun kenyataan bahwa dirinya sudah menjadi milik seseorang membuatnya merasa takut.
“Ja-jangan Sooyoung! Aku sudah bersuami!”

Ini mimpi… pikir Sooyoung sekali lagi. Luar biasa, aku bahkan masih bisa merasakan sakit. Dan suara Sunny terasa sangat nyata di telingaku.

Sooyoung malah semakin bernafsu melucuti pakaian Sunny kemudian ciumannya semakin intens. Seolah perasaannya seperti menemukan tempat untuk berlabuh.
“Ahhh… andwaee…” Sunny merasa lemas untuk mendorong Sooyoung ketika bibir Sooyoung menghisap dan menjilat dadanya.
Sunny ingin menolak tapi kalah oleh hasratnya sendiri. Memang sejak tadi ketika menyentuh kulit Sooyoung, Sunny sudah merasakan hasrat seksualnya naik.
Sooyoung meninggalkan kiss mark di dadanya dan memberikan kecupan-kecupan basah di perut Sunny. Dan nafasnya menggelitik bekas kecupan basah itu.
“Andwae… haahhh… haahhh…” desah Sunny lagi ketika merasa dirinya semakin tenggelam dalam gairah yang membara dalam dirinya.
Sunny kaget ketika merasakan ciuman Sooyoung semakin turun. Jari Sooyoung membuka celah vertikal Sunny kemudian lidahnya menyerang titik sensitifnya.
“Uhhh…!” Sunny memejamkan matanya dan melenguh. “A-andwae…”
Sunny menggeleng dan terus meracaukan kata-kata itu. Meski begitu Sunny tetap membiarkan Sooyoung menjilatnya. Seperti terkena obat, tubuh bagian bawahnya terus menagih rangsangan yang memabukkan dari lidah Sooyoung.

Dalam mimpi, Sunny adalah milikku seutuhnya! Termasuk setiap inchi dari tubuhnya!
Seolah ingin menegaskan hal itu, jarinya dimasukkan ke dalam vagina Sunny.
“Ahh! Ahh!” Sunny menitikkan air mata sedikit karena rasa perih yang ditimbulkannya. Tapi ada sedikit rasa bahagia karena Sooyoung adalah orang pertama yang mengambil mahkotanya seperti yang diharapkannya.
Sooyoung mencium bibir Sunny sambil jarinya bergerak keluar masuk pelan-pelan.

Aku tahu aku telah berdosa, tapi aku tak bisa menghentikan cinta terlarang yang terasa sangat manis ini…
Batin Sunny sambil membalas ciuman Sooyoung. Mereka saling memasuki rongga mulut masing-masing dan bertukar saliva.

………………………………..
………………………………..

Sunny POV

Usai bercinta, Sooyoung kembali tertidur pulas. Aku sudah memakaikan baju bersih padanya.
“Sooyoung…”
Kubelai rambutnya dengan hati-hati.
“Ini salahku, aku yang membiarkan hal ini terjadi. Tidak apa-apa walau kamu tidak mengingat apa yang telah kamu lakukan padaku. Karena aku akan selamanya mengenangnya…”
Aku melihat ada sisa-sisa darah keperawananku di ujung jari Sooyoung. Lalu juga ada sedikit nodanya di atas kasur putih yang ditidurinya bersama cairan cintaku. Kemudian aku berusaha mengelapnya dengan handuk basah.
Walau noda di atas kasur tidak hilang sepenuhnya. Tapi setidaknya sudah tidak terlalu kelihatan lagi.
Ah mungkin tidak apa-apa kukatakan ini juga selagi dia masih tidur. Ini adalah yang pertama dan yang terakhir aku akan mengucapkannya.
“Aku mencintaimu…”
“Walau kita tidak bisa saling memiliki. Meski ragaku milik orang lain sekali pun tapi selamanya hanya kau yang berada di hatiku…”
Aku memakai pakaianku kembali, merapikan semuanya seolah tidak terjadi apa-apa. Kemudian melihat Sooyoung sekali lagi sebelum diam-diam meninggalkan kamar.

**

Sooyoung POV

Aku terbangun dan menemukan diriku sedang tengkurap di atas kasur dalam kamar dayang.
Aku menatap permukaan lembut kasur putih yang kutiduri.
Ah…
Aku mimpi bercinta dengan Sunny.
Dalam mimpi itu pertama kalinya aku melihat tubuh telanjang Sunny. Sunny balas menatapku dengan penuh cinta. Tapi yang luar biasa adalah, Sunny pasrah saat dia menyerahkan keperawanannya padaku. Aku… dengan jari ini, masuk ke dalam area Sunny yang paling berharga…
Lalu kami juga berciuman dengan mesra.
Ah…
Benar-benar mimpi yang sangat indah.
Kalau aku tidur sekarang apa aku bisa mendapat kelanjutan mimpi itu lagi?
Pikirku sambil memejamkan mata sekali lagi.
Tapi walau sudah lima belas menit aku tidak bisa kembali tidur.
Uh, aku harus bangun atau setidaknya menggeser posisi tidurku. Karena terus-terusan berada dalam posisi yang sama membuat tubuhku secara alamiah merasa tidak nyaman.

Eh? Siapa ini yang mengobati tubuhku. Bahkan sudah memakaikan baju bersih padaku.
Tak sengaja tanganku mengusap permukaan kasur di sampingku. Kenapa terasa lembab?
Kemudian pintu bergeser terbuka.
“Ah, Sooyoung unnie sudah sadar?”
“Seohyun.”
“Syukurlah, ini aku bawakan makanan. Unnie harus mengisi perut unnie.”
Seohyun meletakkan nampan berisi makanan dan duduk di sampingku.
“Kaukah yang mengobatiku, Seohyun?”
“……………..” Seohyun berhenti membuka tutup mangkuk makananku. Lalu kemudian dia menatapku. Dia menggeleng. “Putri Sunny…”
“Eh?”
“Putri Sunny.” ulangnya setelah membaca rasa tidak percaya yang terlukis jelas di wajahku.
“Jangan bercanda ah, mana mungkin-“
“Aku tidak bercanda. Tadi Putri Sunny sendiri yang dengan sukarela meminta menggantikanku untuk mengobatimu.”
Secara refleks aku menyentuh tempat lembab di samping aku duduk. Aku melirik sekilas dan samar-samar melihat noda coklat itu. Darahku? Atau bukan? Tapi bukannya aku berbaring tengkurap?
Tapi masa…
“Eh? Sooyoung unnie?”
Aku tiba-tiba menunduk untuk mengendusnya.
I-ini… bau cairan cinta?
Ti-tidak mungkin… jadi yang tadi itu bukan mimpi?!
Aku langsung berdiri.
“Eh? Sooyoung unnie mau kemana?”
“Mau ketemu Sunny!”
Seohyun tidak terkejut lagi kalau Sooyoung tidak memanggil Sunny dengan rasa hormat. Karena memang begitulah sifatnya. Dan mungkin karena suatu bentuk ketidakterimaan Sooyoung bahwa mereka memiliki kesenjangan sosial.
“Tapi Sooyoung unnie harus memulihkan diri!”
Dan Seohyun benar. Karena baru berjalan selangkah Sooyoung sudah merasa sakit.

___________________________________________________________________________

Sunny POV

Untuk pertama kalinya aku bersyukur mendapatkan menstruasi dalam hidupku.
Karena berkat itu Kyungho jadi batal lagi mencumbuku semalam.
Sekaligus… sebenarnya aku merasa tidak enak karena aku baru saja berzina dengan Sooyoung…
Biarpun aku tidak menyesal telah menyerahkan keperawananku padanya.
Tapi bekas kiss mark Sooyoung masih ada di dadaku.

Aku juga belum bertemu muka lagi dengan Sooyoung. Kurasa itu lebih baik karena sekarang ini aku bisa salah tingkah kalau menatap wajahnya.
Deg deg deg
Kalau kupejamkan mataku, aku bisa mengingat dengan jelas kenangan saat kami bercinta kemarin. Dan caranya ketika dia menyentuhku…
Ciumannya lembut dan hangat.
Sementara Kyungho hanya terfokus pada dadaku.
Dia melakukannya dengan lebih berperasaan ketimbang Kyungho.
Dan aku rasa namja seperti Kyungho hanya berani mengambil keperawanan dengan benda miliknya itu, tapi dia tidak sampai berani meminum cairan cintaku.
Ah, bagaimana ini…
Rasanya aku malah semakin jatuh cinta setelah apa yang kami lakukan kemarin.
Dan ketika aku menebah dadaku aku kembali diingatkan oleh tanda lahir berbentuk matahari ini.

*~To Be Continued~*

A/N : Dan selalu jadi ada NC XD #plak
tapi aku lebih suka begini, karena ada ceritanya, jadi nggak sekedar NC 😛

Bikin ff ini jadi inget sama anime Kannazuki no Miko, huhuuuuuu
rindu sama anime yang satu itu. Benar-benar the best yuri anime di hatiku
bagi yang suka anime terutama yuri yang belum nonton itu wajib nonton

tapi gara-gara itu aku jadi bingung ini ff mau ngarah kemana wkwkwk XD

Advertisements

Comments on: "Soo That Embraces The Sun (Chapter 2)" (40)

  1. Cpat amat update-nya.

    • mumpung lg gak sibuk +_+ tp kayaknya nanti bakal stuck lalu lanjutin ff lain dulu

    • Tuh kan suka mnumpuk hutang sndiri trus stuck deh. :p
      Wah 2 chaptr brturut2 NC. Bnar2 lah. Cuma yang ini versi yuri.
      Hebat amat Soo, grak sdikit aja sudah ksakitan, tapi bisa NC-an ama Sunny. -_-
      Memang yah klo sudah nafsu (?) itu, bisa muncul ‘kekuatan’ entah dari mana. XD
      BAhkan aku sampai smpat sweat drop pas baca yang bagian Soo mengendus itu, trus bilang ini ‘bau cairan cinta’. XD
      Wah apa jadinya itu klo si KH sampai tahu klo Sunny sudah ‘berzina’ sampai sudah direnggut ‘virginitynya’ duluan ama Soo pula. XD
      Kasihan juga sih itu si KH. Malam prtamanya brantakan, trus gak dapat ‘virginitynya’ Sunny, trus masih pngantin baru sudah ‘puasa’ aja. XD
      Bukan brarti aku belain dia sih, cuma kasihan aja. XD
      Yah Hyunnie jadi dayang juga. :p
      Ngbayangin Soo jadi putri bulan brasa bagaimana gitu. KAyak gak cocok abis. XD
      Scara gak ada feminim2nya. Apalagi image bulan kan biasanya lbih lembut daripada matahari. XD
      Brarti Soo kayak critanya ‘anak hilang’ gitu yah? Aslinya putri gitu.
      PAsti deh tar gara2 tanda lahirnya, akhirnya bisa jadian ama Sunny. Kan pasangannya bulan mang biasanya matahari.
      Jadi seolah sudah ditakdirkan gitu. Orang2 zaman dulu kan prcaya ama pasangan yang sudah ditakdirkan ama langit bgitu. 😀

      • Haha namanya saja suka bikin ff. Dan aku suka SooSun
        Entah tuh kalau NC langsung aja napsuan dan jd lupa diri #plak

        konyol itu yg mengendus XD entah knp kepikir yg gitu wkwkwk

        Syukurin si KH wkwkwk

        Tp Soo kan msh lbh feminin dr Sunny seharusnya, walau kadang suka bikin ekspresi2 aneh
        Hmm iya

  2. nahhh ini NC ny baru gw dapat feel #smirk

  3. wow cepet amat updatenya*thumbs up* wow ada ncnya lagi wakakak~ putri bulan? putri matahari? apa tuh thor? ditunggu next chaptnya~

    • thanks^^ tp gak bisa sering2 update cepet jg
      wkwkwk semua suka NC #plak seenak dengkul
      ya begitulah, semoga bisa nyambung nantinya

  4. blue ocean said:

    ini dia thor!!!!!!
    sampe histeris krn author update hari ini oh mai gattttt!!!!’
    ah doaku terkabul jg.. akhirny soo yg dpet perawany sunny
    aku heran org soo aja br bngun jalan selangkah aja uda sakit,eh malah bercinta stengah memaksa yg makan bnyak gerakan dan kalori..
    pasti biz minum sake itu sebelum d cambuk biar ga kerasa. hahahahahhahahaha

    • Wkwkwk keep calm XD
      Itu bercintanya gak banyak gerakan kok sebetulnya, cuma cium sana cium sini #plak
      Tadinya jg kepikir Soo menenggelamkan diri dlm alkohol setelah ngeliat Sunny di kamar gitulah

      • blue ocean said:

        #sedang berdoa biar besok author update lg# amien#
        putri bulan dan putri matahari ?????
        sudah d ramalkan mesti kalo putri bulan bertemu putri matahari akn timbul bny bencana d negri 「lebay」
        trus soo menentang habis2an ramalan bodoh dan berusaha mbuktikan klo peramal bs jg salah krn msa depan pasti bs brubah. wakkakakakakk jd menghayal sendiri..
        hidup NC!!!!

      • Gak mgkin wkwkwk aku jg ada urusan lain
        Ngarang tuh wkwkwk
        Hidup! #plaaakkkkk

  5. plakkk plak. syukur gak ada buah pisang. ada buah apa namanya susah cari yang mirip itu hahaha.

    soo enak saja mencumbui sunny. kita hanya liat melon sunny dg ngiler.

  6. Lee Eun Soo said:

    Sunny itu putri matahari, Sooyoung itu putri bulan, oke berarti Jessica putri salju.. *ehemangadajessica?* XD
    dan gue adalah putri tidur.. Wkwkwkwk..
    Ceritanya menarik thor.. Next.. Next.. Next

  7. keep spirit thor’-‘)d
    jan sampe stuck kaya ff ‘Near or Far’ ya T_T

    putri bulan.. putri matahari..
    kayany endingnya bakal sesuai sama khayalan cerita sooyoung.. happy ending. HaHaHa

  8. annyeong new reader here yay!! #gkdaygnanya sbenarnya sih q dh lma nmu nhi blog tp dlu q pke hp cina jd y gk bsa comment trus q jga rada tkut sih tpi skarang q dh bsa krena q dh pnya laptop yay sorry ya thor ^^. by the way q ska ma ff y dan da satu hal yg buat q trkejut trnyata sooyoung unnie adalah seorang SAILOR MOON XD wkwkwk

  9. Wah sooyoung kan lagi sakit abis kena cambk di punggung tp bisa NC sama sunny ya malah lebih aktif sooyoung laku’in nya tp kekuatan cinta bisa ngalahin rasa sakit nya di punggung 😀

  10. mimpi yg sbnar ny kenyataan…
    tpi bkn soo yg pertma kali ngeliat melon sunny
    soosun saudara?

  11. akhirnya soo juga yang ngambil virgin ya sunny
    kyungho bakalan ngamuk nih klo tau

  12. Febylia Lie said:

    kalo sunny masih perawan berarti wktu malam hari sebelum soo di cambuk ittttu sunny cuma petting dong ama kyungho?? wkwkwk sunny mau nolak malah ketagihan

  13. hahaha sunny nya ketagihan nih yaa..

  14. pokoknya klo ff soosun q dkung,
    kasihan jg si rajanya…
    klo bs stiap part ad nc nya ya thor

  15. luhanppany said:

    hi thor hehehe udh lama nggak mampir ke sini
    Soo That Embraces The Sun ke 3 updatenya kapan huhuhu lagi kanget soosun dan di sini doang yg ff main nya soosun ok ditunggu lanjutannya 😉

  16. Fei YoonaddictsnyaSone said:

    Haduh NC nya hot .haha
    Keren , lanjut thor ..

  17. Venesia Pandiangan said:

    Daebak unnie.. Soo to the sun …. *narigajelas
    Lanjut dong un, 🙂
    Cerita nya simpe cman feelny dpt bingit.. Hehehe 😀

  18. uwoo.. keren2! gue suka jalan ceritanya thor.. lanjut ya thor! kayanya udah lama belum dilanjut 🙂

  19. kentut said:

    nungguin ff ini update kayak nunggu Khunti putus
    kagak sabarrrr, pengen cepet-cepet terwujud =]

  20. Little Kim dee said:

    deabakkk sii soo bsa ngelakuin dlm keadaan skit gtu,,ckck mna dikira mmpi basah lagii…

  21. aku jg ga bisa nebak endingnya gmna thor aplg kalau kepikiran kyungho nya, mudah2an ff ini dilanjut sampai end ya dan semoga soosun tercinta engga terlalu tersiksa :3 semmangat..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: