~Thank you for your comments~

A/N : Pairing SooSun
Warning : may contain violence or suggestive language.

Untuk ganti suasana (sekaligus sebagai SooSunatic dan sementara aku belum minat lanjutin ff Itsumademo, karena belum ada konflik serius dan tergantung mood juga)

Judul terinspirasi dari drama, walau aku sendiri gak pernah nonton drama itu 😛 karena aku kurang suka nonton drama dengan setting jaman dulu.
Jadi jangan anggep bakal mirip sama drama itu karena aku sama sekali nggak tau jalan ceritanya. Tapi kalau ada yang mirip, maklumlah karena setting dalam ceritanya memang jadul.

Entah deh kalau nggak masuk akal nanti ceritanya, yang penting seru bikin dan baca ff nya #plak

enjoy~

Di jaman Joseon.

Siang itu tatkala matahari mulai condong ke arah barat. Kedua insan memandang langit biru yang cerah sambil menikmati angin sepoi-sepoi berembus menerpa wajah mereka. Keduanya tenggelam dalam keheningan yang panjang. Bersama-sama duduk di bawah pohon yang rindang. Hanya saling menikmati keberadaan satu sama lain.

Sooyoung sedang memutar otak mencari topik menarik apa yang sebaiknya diutarakan. Memang kesenjangan sosial di antara mereka menjadi pembatas tak kasat mata yang terkadang membuat keduanya kehabisan topik. Meski begitu keduanya tetap merasa nyaman dengan situasi seperti ini.
Sunny meletakkan kepalanya di pundak gadis jangkung di sebelahnya. Matanya perlahan terpejam. Angin sepoi-sepoi terasa seperti musik yang mengalun lembut menggetarkan dadanya.Sooyoung merasakan berat dari gadis yang dipujanya dan Sooyoung merasa hatinya menghangat.
Tiap detik, debaran di jantungnya membuat hatinya semakin yakin bahwa Sunny lah orangnya. Orang yang disebut dengan istilah ‘the right one’.
Sooyoung tak peduli lagi dengan rasa pegal di pundaknya. Walau harus berdiam diri seperti ini sampai besok pun dia rela.
Dia sempat ingin menggenggam tangan Sunny, tapi ditahannya tangannya di atas kedua pahanya.
Sooyoung merasakan rambut halus Sunny di pipinya ketika dia berpaling. Angin berhembus sekali lagi. Meniupkan wangi sampo bunga yang berasal dari rambut Sunny. Membuat hatinya kian terasa sejuk.
Rasanya Sooyoung rela memberikan apa saja asal dia bisa memiliki moment seperti ini dengan Sunny selamanya.
Tidak pernah ada kalimat cinta atau ajakan jadian yang terucap di antara keduanya. Namun mereka sudah saling menyadari perasaan masing-masing. Dan mereka merasa nyaman dengan perasaan itu. Bila apa yang mereka lakukan bisa disebut sebagai pacaran, maka mereka berpacaran tanpa status.

Tapi kali ini ada sesuatu yang lain.
Sunny baru saja diberitahu oleh Ayahnya bahwa tidak lama lagi dia akan dinikahkan oleh pangeran negeri lain. Sunny yang merupakan seorang putri, tidak bisa menentangnya. Tapi itu artinya dia tidak akan bisa melewatkan moment bersama dengan Sooyoung seperti ini lagi.
Sunny menyembunyikan kegalauannya sendiri, karena dia tidak sanggup mengatakannya pada Sooyoung.

Namun pernikahan Sunny dalam sekejap menjadi buah bibir di antara para dayang, bahkan seluruh kerajaan. Jadi pada akhirnya pun sampai di telinga Sooyoung.

Sooyoung tidak bisa berbuat apa-apa. Dia begitu syok karena berita itu tiba terlalu dini.
Sooyoung menjatuhkan dirinya di atas kasur tipis. Hening. Matanya terpejam. Sosok Sunny masih membakar dadanya dengan rasa rindu dan kemarahan karena ingat bahwa tidak lama lagi gadis itu sudah bukan miliknya lagi. Koreksi, bahkan sejak awal Sunny sudah bukan miliknya. Mereka hanya saling mencintai tanpa pernah diutarakan.
Segurat rasa perih menyemat hatinya. Perlu tarikan nafas beberapa kali untuk meredakan rasa nyeri di dadanya.
“Kenapa… aku hanya orang biasa Tuhan…?”
Aku ingin jadi orang yang berdiri setara dengannya. Memeluknya, menciumnya, bahkan meminangnya.

**

Kelopak bunga berwarna putih satu demi satu berguguran di atas pangkuan Sunny.
“Bersatu. Tidak. Bersatu. Tidak. Bersatu. Tidak. Bersatu.”
Setiap helai kelopak bunga mewakili satu katanya.
“Hasilnya bersatu,” ucap Sunny sambil menatap kelopak bunga terakhir di ujung tangannya. “Ah pasti cuma kebetulan, sekali lagi. Kali ini yang kelopaknya lebih tebal dan aku tidak tahu seberapa banyak helainya. Lalu katanya diganti. Ok. Apakah aku akan bisa bersama dengan Sooyoung ke depannya?”
“Bersama. Tidak. Bersama. Tidak. Bersama. Tidak. Bersama. Tidak. Bersama.”
Sebenarnya hasilnya memang harapan terpendamnya. Namun Sunny tetap menghembuskan nafas. “Hasilnya sama lagi. Rasanya aku seperti sedang dipermainkan… karena sebentar lagi kan aku akan segera dinikahkan dengan Kyungho.”

Sunny POV

Apakah ini sudah nasibku? Apakah aku memang harus pasrah saja seperti ini? Kemudian belajar untuk mencintainya…
Padahal dulu aku tidak pernah berpikir serumit ini. Barangkali sejak aku mengenal Sooyoung, rasanya semuanya jadi berbeda. Rasa cintaku pada Sooyoung membuatku jadi tidak ingin belajar mencintai orang lain selain dirinya. Selama mencintainya, hatiku semakin hari terus menagih untuk melewatkan waktu berduaan saja dengannya.

___________________________________________________________________________

Akhirnya tibalah juga hari pernikahan yang tak kuharapkan. Aku mengenakan hanbok khusus untuk pengantin dan bersanding dengan orang yang tak ingin kunikahi. Kyungho tegak di hadapanku dalam balutan hanbok pria. Dia terlihat tampan dan dia menyunggingkan senyum padaku. Tapi tetap saja tidak membuat hatiku luluh.
Aku melihat Sooyoung di antara para dayang yang memberi hormat pada kami. Dadaku berdenyut nyeri ketika kami bertemu pandang.

Semalam sebelum pernikahan, sempat terlintas dalam pikiranku untuk pergi ke kamar Sooyoung. Aku akan memintanya untuk mengambil keperawananku. Untuk membuat kenangan terakhir bersamanya. Jika dia tidak mau maka aku berpikir akan nekat dan memaksa memasukkan jarinya ke dalamku.
Tapi pada akhirnya skenario itu hanya terjadi dalam otakku. Aku tidak punya cukup keberanian untuk menemuinya. Dan kini aku sangat menyesalinya…

“Hei dayang, ambilkan wine berumur 20 tahun.”
Begitu perintah Kyungho pada Sooyoung.
Sooyoung membungkuk untuk memberi hormat kemudian berlalu dengan langkah berat. Sekitar lima menit kemudian dia kembali dengan sebuah botol wine.
“Bukakan dan tuangkan.”
Aku bisa melihat tangannya bergetar ketika menuangkan wine itu untuk kami, namun Kyungho tampaknya tidak sadar.
Sooyoung…
Aku menatapnya dengan segenap perasaan yang tak bisa kuucapkan dari dasar hatiku.
Aku melihat perubahan mimik mukanya ketika dia kembali mencuri pandang ke arahku. Wajah yang kelihatan terluka. Kemudian dia membuang muka seolah menatapku adalah hal yang paling berat yang dilakukannya. Jika dia masih menyimpan sekeping perasaan terhadapku tentu saja menghadiri acara pernikahan ini saja sudah berat. Apalagi harus melayani kami secara langsung. Tapi memang tidak mudah mengubah perasaan dalam waktu singkat.
Aku pun… belum bisa mengenyahkan perasaan ini…

**

Akhirnya tiba saatnya… malam dimana aku harus menyerahkan tubuhku pada suamiku. Suamiku yang umurnya beberapa tahun lebih tua dariku.
Aku menatap wajah Kyungho, namja yang kini sudah resmi menjadi suamiku. Sekarang kami saling duduk berhadapan di atas kasur.
“Saya masih kurang berpengalaman tapi saya akan berusaha melakukannya selembut mungkin.” lalu dia duduk bersimpuh dan menunduk untuk memberi hormat.
“Ah, ne.” Aku membalasnya dengan melakukan hal yang sama.
DEG
Jantungku berhenti berdebar ketika tangan Kyungho yang besar memegang kerah bajuku. Kupejamkan mataku rapat-rapat saat kurasakan bajuku mulai diloloskan dari tubuhku. Bukan kelegaan yang kurasakan sama sekali ketika dalamanku juga ikut dilepaskannya. Aku masih belum menyiapkan hatiku. Aku juga merasa tidak nyaman harus bertelanjang di hadapan namja yang telah menjadi suamiku ini.
Dia membaringkan tubuhku di atas kasur, kemudian dia mulai melepaskan bajunya sendiri.
Kemudian dia merayap di atasku dan mendekatkan wajahnya. Bibirnya menempel di bibirku. Dadanya yang terbuka juga menempel di atas dadaku.
Yang memenuhi hatiku hanya rasa takut… dan dingin… sekaligus sakit hati di kala Kyungho mulai melakukan foreplay pada tubuhku. Tangannya yang kokoh dan kasar menjelajahi dadaku. Memainkan puncak dadaku. Aku sedikit terangsang, namun di saat yang sama aku juga merasa tidak nyaman. Meski dia adalah suamiku sendiri. Bagiku dia tetaplah orang asing. Dia mulai memainkan lidahnya pada dadaku.
“A-ahh…!”
Aku bisa melihat matanya yang mulai semakin bernafsu mencumbuku. Aku menggigit bibirku dengan pasrah, mencoba menahan desahan yang keluar supaya permainannya tidak semakin liar
Tubuhnya yang kekar semakin menindihku dan kali ini dia menggesek-gesekkan tubuhnya di atasku. Aku bisa merasakan ‘milik’nya mengeras dibalik celananya.
DEG
Kali ini dia meloloskan celanaku beserta celana dalamku. Tampaknya dia mengamati sejenak celana dalamku yang sudah basah. Sela pahaku memang sudah cukup basah karena ini pertama kalinya aku disentuh seperti ini.
Kemudian dia pun ikut menurunkan celananya. Aku menahan nafas melihat miliknya yang sudah sangat tegang, yang menjulang ke atas, menyentuh bagian bawah perutnya.
Kemudian dia melempar celananya ke sembarang tempat.
Be-benda sebesar itu sebentar lagi akan dimasukkan ke dalam vaginaku yang sempit??
Pikirku ngeri.
Aku memang pernah mendengar cerita beberapa dayang yang sudah pernah melakukan hubungan seks. Katanya kalau baru pertama kali hanya akan sakit di awal lalu setelah itu rasanya akan enak.
Mereka bilang itu adalah hal yang harus dijalani perempuan. Sakit ketika pertama kali diperawani dan sakit ketika harus melahirkan.
Tapi kata ‘sakit’ itu sama sekali tidak membuat hatiku tenang.
Dia membuka kedua kakiku dan memposisikan tubuhnya di antara kedua kakiku.
Oh, sepertinya inilah saatnya. Dia akan melakukan penetrasi.
Dia memegang kemaluannya dan mengarahkannya ke arah milikku.
“Siap Sunny? Aku akan masukkan sekarang,” katanya seolah memberiku aba-aba.
Aku hanya bisa mengatupkan mataku rapat-rapat. Kedua tanganku meremas seprai kuat-kuat.
Andaikan dia adalah Sooyoung tentu aku tidak akan ragu untuk memeluknya. Tapi namja ini bukanlah Sooyoung. Dan Sooyoung bukanlah seorang namja.
Tidak…
Sooyoung…
Kenapa di saat seperti ini aku malah memikirkannya?
Jangan memikirkannya. Jangan memikirkannya.

Ketika miliknya sudah hampir menyentuh celahku tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar.

Third Person POV

“Sunny ah!”
Kyungho tersentak kaget dan matanya langsung bertemu pandang dengan seorang yeoja yang dengan lancangnya telah membuka kamar tempat peristirahatannya dan sekaligus telah mengganggunya di waktu privat seperti ini.
Sunny membuka mata dan ikut menoleh. Melihat sosoknya, Sunny pun tak sanggup menahan air mata yang sejak tadi ditahannya.
Hati Sooyoung seperti tercabik-cabik melihat sosok telanjang Sunny yang sebentar lagi hampir bersatu dengan namja itu.
Selama beberapa saat Sooyoung hanya terpaku melihat Sunny.
Kemudian teriakan namja itu menyentakkan kembali alam sadarnya.
“Apa yang dayang sepertimu lakukan disini?! Cepat keluar!”
“Mi-mianhae!” Sooyoung cepat-cepat menutup pintunya kembali. Lalu dia berjalan menjauh dari sana. Selang berapa langkah dia berhenti dan bersandar di tembok. Sooyoung menarik nafas dalam-dalam. Tangannya beristirahat di atas dadanya untuk menenangkan detak jantungnya yang berdebar cepat sekaligus menyakitkan.
“Sunny ah…”
Matanya mulai berair.
“Tuhan… rasanya menyakitkan sekali…”

………………………..

“Huh sial. Bikin moodku buruk saja. Akan kuingat wajahnya. Besok akan kuhukum dayang tidak sopan barusan!”
Kemudian hal yang paling dikhawatirkan oleh seorang namja dalam bercinta pun terjadi pada Kyungho. Kyungho jadi panik apalagi sedang di hadapan istrinya.
“Heh kenapa malah jadi tidur? Ayo bangun!”
Sunny menjadi kaget oleh suara bentakan-bentakan namja itu. Kyungho bukan sedang berteriak pada dirinya namun pada kelaminnya sendiri.
“Cih sial!” Setelah mengumpat akhirnya Kyungho kembali melunak.
“Maaf istriku, sepertinya kita tidak bisa melakukannya malam ini.”
“Ah, tidak apa. Sebenarnya aku juga sedang tidak enak badan…” kata Sunny sambil meraih selimut tipis untuk menutupi tubuhnya dari pandangan namja itu. Dia tidak ingin dilihat dengan penuh nafsu lagi. Tentu saja Sunny mengatakan kebohongan pada kalimat keduanya.
“Kenapa tidak mengatakannya dari tadi? Kalau tahu kamu sedang tidak enak badan aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya malam ini. Lain kali kamu harus mengatakannya ya? Aku tidak mau istriku yang sedang dalam keadaan sakit memaksakan diri untuk melayaniku.”
“Ah, ne…” jawab Sunny walau dalam hatinya dia masih mempertanyakan tabiat namja ini yang sebenarnya di balik senyumnya.
“Kita tidur saja. Selamat tidur.”

**

Pagi itu semua menjadi ramai karena dikumpulkan oleh pengumuman dari Kyungho.
“Dayang Choi Sooyoung, semalam telah tanpa ijin masuk ke dalam kamar Yang Mulia di saat Yang Mulia hendak melakukan hubungan-”
“Ehem!” Kyungho menyela dengan berdeham.
“Maaf, jadi apa yang hendak Yang Mulia lakukan sebagai hukuman padanya?”
“Buka bajunya, ikat, dan cambuk dia seratus kali,” perintah Jung Kyungho singkat pada bawahannya.
“!”
“!”
Kemudian Kyungho berbisik pada bawahannya supaya mereka mengatur agar bisa melihat wajah Sooyoung dari tempat duduknya.
Sementara Sunny masih menoleh tidak percaya pada suaminya. Melihat Kyungho kelihatannya tidak akan memberi keringanan, Sunny pun bertindak dengan meremas lengan baju Kyungho dan mengiba.
“Jangan! Kalau kamu mencambuknya sebanyak itu dia bisa mati!”
“Tapi dia memang pantas mendapatkannya, dia sudah merusak malam pertama kita,” jawab Kyungho dengan tatapan dingin.
“Kumohon peringankan hukumannya. Kalau kamu meminta apa pun akan kulakukan. Yeobo!” di akhir kalimat Sunny memaksakan memanggilnya dengan yeobo.
“Hmm, benar juga, kalau seratus kali mungkin memang terlalu berat untuk seorang yeoja. Baiklah.”

“Karena saya masih berbaik hati, peringankan hukuman dayang Choi Sooyoung menjadi hanya 90 kali cambukan saja!” teriaknya dengan suara lantang seolah-olah itu adalah hal paling membanggakan yang bisa diucapkan oleh seorang penerus pemimpin negara.
Sunny hanya bisa menatapnya dengan pandangan entah harus berterima kasih atau tidak setuju.

Sooyoung didorong dengan kasar. Lalu kemudian bajunya dikoyak dengan paksa. Sooyoung menggigit bibirnya karena malu ditelanjangi. Sekarang semua mata melihatnya hanya mengenakan dalaman. Kemudian kedua tangannya diikat di sebuah tiang yang sudah disiapkan. Dalam keadaan punggung membelakangi.
Di bawah terik matahari, kedua orang namja mulai bersiap mencambuknya dengan rotan.
Sooyoung memejamkan matanya erat-erat dan menerima cambukan pertama. Cambukan pertama yang sangat kuat dan bertenaga.
CTAR!!
“Akhhhh!”
Refleks punggungnya tersentak. Sooyoung menggigit bibirnya kuat-kuat dan menyandarkan kepalanya di tiang. Punggungnya berdenyut-denyut nyeri.
Kyungho menyeringai melihat tatapan tersiksa Sooyoung.
Ketika mendengar teriakan sakit Sooyoung, Sunny segera memalingkan wajahnya. Tidak sanggup menatap pemandangan memilukan itu. Saat orang yang dicintai disiksa sementara kau tidak sanggup berbuat apa-apa selain menonton.
Sunny menggigit bibirnya kuat-kuat berharap bisa menghilangkan suara itu di kedua telinganya. Suara ketika bunyi cambuk melecut kulit seseorang. Dan suara erangan penuh siksa terlontar keluar dari mulutnya. Ingin rasanya dia menutup kedua telinganya atau malah beranjak dari tempat itu.
CTAR!
CTAR!
“Akhhhh!”
Dua namja tak berperasaan itu mengayunkan cambuknya dengan kuat-kuat, tanpa peduli gender orang yang dicambuknya. Merasa senang karena seperti menemukan mainan untuk pelampiasan kekesalannya.
“Sunny, kamu kenapa menangis?” Tanya Kyungho lembut.
Ketika ditanya begitu, tangis Sunny malah bertambah deras.
“Kamu kasihan melihat dayang itu dicambuk? Dia cuma sekedar dayang, Sunny. Siapapun dapat menggantikan posisinya dan statusnya lebih rendah dari orang terhormat seperti kita. Dia memang pantas menerima hukuman karena sudah berbuat salah.”
Tapi aku mencintainya…
Tentu saja di depan Kyungho, Sunny mengunci mulutnya rapat-rapat. Rahasia hatinya tidak boleh ada seorang pun yang tahu.
“Lihatlah istriku. Dayang itu telah menerima ganjarannya. Sekarang dia tidak akan berani mengganggu kita lagi.”
Sunny dipaksa melihat pemandangan kejam itu lagi. Kemudian dia memalingkan wajahnya lagi. Matanya terasa pedas karena air matanya terus mengancam keluar tanpa henti.
“Haruskah begitu kejam menghukumnya?” tanya Sunny dengan suara tertahan.
“Sunny, kamu memang berhati lembut. Tidak salah kamu menjadi permaisuriku.”
Kyungho merangkul pundak Sunny dan mengusap bahunya tanpa menyadari bahwa saat ini Sunny sama sekali sedang tidak ingin disentuh olehnya.
Sooyoung merasa sangat tersiksa. Pertama kalinya merasakan sakit fisik yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Dan itu terus bertubi-tubi menghujani bagian belakangnya. Punggung, pantat, paha.

“45! 46! 47!”
Tiap cambukan disuarakan keras-keras.
Sementara sejak cambukan yang keempat puluh, Sooyoung sudah tidak sanggup berteriak lagi. Tubuhnya hanya pasrah menerima cambukan-cambukan yang datang dari dua arah.
Yang ada dalam pikiran Sooyoung saat itu hanyalah ‘matikan saja aku, aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini.’
Tapi hujaman-hujaman pecut itu terus menjatuhi tubuhnya tanpa berbelas kasihan. Tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam terasa perih setelah berulang kali dipecut di tempat yang sama.
Sooyoung menoleh hanya untuk melihat Sunny. Berharap setelah melihat gadis itu, rasa sakitnya sedikit terobati.
Tapi Sunny bahkan tidak mau menatapnya. Lebih tepatnya tidak sanggup memandang dirinya disiksa seperti itu.
Kyungho tidak akan pernah tahu. Bahwa Sunny bersyukur malam itu Sooyoung datang ke kamar mereka dan mencegah terjadinya malam pertama mereka. Tapi gara-gara itu sekarang Sooyoung jadi dicambuk di depan matanya.
Dan Kyungho juga tidak akan pernah tahu, bahwa saat ini Sunny ingin sekali menghambur dan memeluk dayang yang dia hina itu.
Andai Kyungho tahu cinta terlarang macam apa yang mereka miliki, pasti Sooyoung sudah dihukum lebih berat lagi.
Sooyoung terus memandang ke arah Sunny. Berharap Sunny mau menoleh lagi. Meski Kyungho berada di sisi Sunny tapi dia tidak memandang dengki ke arahnya. Tatapannya hanya fokus pada Sunny seorang. Dengan segala perasaan cinta berkecamuk dalam dirinya.
Saranghae Sunny…
Ucap Sooyoung berulang-ulang dalam hati. Setengah berharap perasaannya bisa tersampaikan melalui telepati pada gadis yang ditatapnya.
Sunny menoleh untuk menatapnya seolah mendengar telepatinya. Sooyoung tahu kalau memandangnya dengan keadaan seperti ini hanya akan membuat Sunny bertambah sakit hati, tapi dia tak bisa menghentikan perasaannya.
Pada cambukan ketujuh puluh Sooyoung kehilangan kesadarannya. Namun hukuman tidak dihentikan. Meski semua orang yang berkumpul disana sudah miris melihat keadaan Sooyoung, terutama Sunny. Kecuali Kyungho.

*~To Be Continued~*

A/N : Aku suka kalau karakternya tersiksa, muahaha XD #plak
karena makin tersiksa makin dramatis dan makin mengundang simpati #plak lagi
dan lagi-lagi namja gak guna menjadi karakter super antagonis
lalu Syoo yang tersiksa

semuanya pelampiasan sebagai SooSunatic #plakplakplak

Advertisements

Comments on: "Soo That Embraces The Sun (Chapter 1)" (37)

  1. Bukannya inspirasi FF-nya dari kata2ku waktu itu? XD

    • ya wkwkwk XD
      soalnya judulnya lucu

    • Haduh bnar2 pendeskripsian malam prtama yang sangat …………………. XD
      Itu pas Soo masuk, aku kira mau nonjok KyungHo trus nylamatin Sunny. Kawin lari gitu. XD
      Tapi yah walaupun blum smpat k bagian ‘intinya’, hitungannya Sunny sudah trmasuk ternoda tuh. -_-
      Trus itu hukumannya pakai cambuk 100 kali. Sadis amat. Pakai buka baju sgala lagi. Bilang aja mang si KH itu mesum. -_-
      Pas hukumannya mau dikurangi, aku kira jadi 30-50 kali gitu. Ehhh cuma dikurangi 10 kali jadi 90 kali. -_- Banr2 deh.
      Sunny juga di sini lmah amat yah. Brasa agak OOC sih.
      Dasar kamu itu pasti snaja bikin Soo disiksa sesadis2anya ama KH biar smakn banyak yang benci ama itu namja kan. XD

      • Deskripsinya malam pertamanya gitu biar makin menyayat hati #plak

        Wkwkwk kalau kawin lari entar ceritanya SooSun berubah jd pelarian deh
        Karena kalau gak pakai baju pasti efek cambuknya lbh berasa di tubuh, sekalian untuk mempermalukan di depan umum
        Gpp sekali kali, tuntutan jd seorang putri sih
        kalau gak lemah emang Sunny harus gmn lg kalau posisinya begitu?
        Iya,sebel sih

  2. Awal pas baca judulnya langsung ketawa , maaf ..
    Tp emang judulnya lucu menurutku .. Huehehe .
    Lagi lagi sooyoung yg kesiksa T.T

  3. hjohnbossanova said:

    yah awal udah nyesek nih … belum bisa komentar tapi judulnya unik haha

  4. Miss New New said:

    iya judulnya bagus
    keren 😀

    hmmm kamu kok suka sih cerita siksaan sadis gini huhu aku kasian ama soo.. amit2 amat hukumannya
    *maunya diganti hukuman apa? makan bakso 24 mangkok??

    ** ngumpulin warga, angkut pake truk, pinjem pintu ke mana saja, nyungsep di jaman joseon, tawuran sama prajurit istana, selamatkan soo dan sunny, kabur ke masa kini, kekeup soosun di kamar, triseman, di lempar meja ama monik

    bedewei.. gitu ya kalo namja _____
    😛 XD X))

    • Wkwkwk tu judul dpt wktu lg ngobrol sm temen tentang drama The Mon bla bla bla XD
      Ya begitulah. Kalau gak tersiksa ya gak ada konflik
      Drpd dihukum mati

      Aneh bgt wkwkwk
      Mau 3some pula 😛

      Ya begitulah kurasa

  5. blue ocean said:

    damn kyungho!!!
    dont you see that your wife doesnt like you foreplay even she’s wet already!!! dont you see her face??!!!!
    authoorr lanjut thorrr seru bnget smp miris2 teriris hatiku..
    karakter sunny kok kayak seohyun ya. wakakakakakk.. bayangin sunny yg biasany pecicilan jd kalem horor juga

    • Memang pingin bikin yg mengiris hati fufufu

      Wkwkwk mau Sunny spt di ff Loveless? XD

      • blue ocean said:

        iya.pngen sunny yg jadi terobsesi trus nekat bla bla bla. yg nekat dr dl soo sich.sampe d tembak kpalany tp tetep ga mau mati krn saking terobsesiny sm sunny.. ngliat sunny yg menguasai dg devil smileny its look so fscinating.
        gile soo masuk kamar pas 「itu」nya mau masuk.. uda s4 ga percaya bakal ada yg nrobos kamar pngantin.aq pikir sunny lgsg d seret soo naek kuda trus lari smp pulau jeju,trus smp jepang. trus soo blajar silat biar kalo ketangkep pasukan kyungho bisa d lawan.. ciaat cciiaattt!!!
        eh malah d cambuk2.feelny dpt banget…author jgn2 demi mdapatkan feelny kamu mancambuk diri sendiri., #heee mian#

      • Karena disini Sunny putrinya jd susah kalau mau dibuat nekat
        Wkwkwk jd cerita baru itu. Kayak cerita silat entar XD
        Entar malah jd satu lawan beribu ribu dong

        Disini karena aku ingin Soo tersiksa sih, karena aku msh kesel sm Soo yg punya pacar di kenyataan #plak

        Demi mendapatkan feelnya aku cuma google gambar hukuman cambuk, dan jepret diri sendiri dgn karet(?) Wkwkwk XD

  6. judul ny lucu…
    yah… baru part awal aja udh kesiksa gtu

  7. gilak 90 cambukan? itukan syoo gk ada daging(?) kurus makin sakit~ miris bgt, bacanya aja udah sakit apalagi liat langsung…

  8. aduuhhhh ga tega…. aaiiishhh soo kasian ny.
    itu td NC ya? klu straight feel ny ga dapat #plaakk wohohohoo

  9. hmmmmmm mau komen apa? soalnya udah keluarin lwt wa ato line padahal gak ada bahas soal ini hahahahaa…
    kyungho bikin ditendang ke lubang buaya ya…
    juga pisangnya dipotong saja hahaha

  10. Lee Eun Soo said:

    Sooyoung yg tersakiti~

  11. “Bertujuan memuaskan gairah membaca ff Soshi” ‘o’ baru baca ini #salahfokus…. justru baca ff disini malah jadi bergairah #abaikan

    yaelah jung dikurangin 10 doang mah kagak ngaruh, tetep perih
    so nanti soosun bersatu kan, kalo gak bersatu mending endingnya ada yg mati

  12. dilema rasanya antara senang dan sedih
    senang karna malam pertamanya gagal tp sedih gara2 itu soo malah dihukum

  13. gue kirain waktu nyelonong masuk mau bawa sunny lari dari istana..
    aisshh kasian banget soo di cambuk

  14. Sumpah tega banget sih kyungho ngasih hukuman ke sooyoung cambukan 90x kan kasihan sooyoung nya thor ToT

    author tega banget sih bikin ff nya #nangisgulinggulingan

  15. Fei YoonaddictsnyaSone said:

    Hadus mirisnya soo .hixhix

  16. hallo thor.. reader baru nih. gak sengaja nemu ff ini, bahasa penulisannya keren banget, feelnya dapet. ff yg tokoh2nya tersiksa itu kesukaan gue thor! daebak!!

    • Haha penulisan sih gak bisa dibilang keren, tp syukurlah kalau tersampaikan :3

      Wkwkwk tumben ada yg suka tokohnya tersiksa XD

  17. Dyah Puzz said:

    Soo tu bias gue banget,jd ga tega bacanya,,hiks hiks…
    Pengennya soo tiba2 dpt kekuatan super trs bw kabur sunny

  18. Baru baca ini thor. Gue nyeri bayangkn soo dicambuk 😦 siaaaaaaaaannnnnn.. Sunny beruntung tapi soo sial banget.
    Ish apa apaan suaminya sunny -.- gak berperi kemanusiaan.

  19. Junior Kwon said:

    Salut sama sooyoung rela berkorban dicambuk sama suami sunny demii gagalin malam prtma..

  20. akkh tidak dicambuk 90 kali unnikyu ga bolleh dicambuk :”'( sunnynya nikah mereka pisah dan unnikyu dicambuk 90 kali huwaa author cambuk diriku saja jgn unnikyuu :”””'(

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: