~Thank you for your comments~

Horror Party (Chapter 5)

“Kyaaaaaaa!”
Duk
Ini sudah kesekian kalinya Jessica menendang obyek menyeramkan yang berada di jalannya. Kali ini dia baru saja menendang sebuah perangkap mengerikan yang sudah karatan. Pada perangkap itu terdapat darah yang sudah mengering, membuat Yoona merinding ngeri tidak mau membayangkan lebih jauh apa yang pernah terjadi pada perangkap itu. Tapi teriakan Jessica yang setaraf dengan teriakan seekor lumba-lumba membuat telinga Yoona berdenging.

Dia memang juga takut, tapi karena Jessica lebih ketakutan lagi. Rasanya seluruh jatah takutnya sudah diteriakkan oleh Jessica.
“Yoona, kamu jangan jauh-jauh dari aku!” Jessica menggamit lengan Yoona.
“Ne unnie, tapi aku harap unnie tidak berteriak di dekat telingaku. Gendang telingaku bisa rusak.”
“Kenapa kita bisa berada di tempat menyeramkan seperti ini…”
“Itulah yang ingin kutahu. Aku sendiri masih tidak percaya ini kenyataan. Tapi sekarang kita harus mencari unniedeul dulu.”
Jessica mengangguk. “Kemana sih mereka? Aku harap mereka tidak sedang mengerjai kita.”
“Uh, di saat begini aku ragu mereka sedang mengerjai kita.”
Setelah berjalan tanpa tujuan, keduanya melihat cahaya samar dan sebuah bayangan besar dari sudut lorong. Bayangan itu tampak seperti monster yang siap menerkam mereka.
“Yoona…” Jessica berdiri merapat dan meremas lengan seragam sekolahnya.
Yoona menyipitkan mata dan memperhatikan dengan lebih seksama. Bayangan itu tampak menari-nari, seolah berasal dari…
Untuk membuktikan kecurigaannya, Yoona memberanikan diri untuk mendekat. Sambil memegang tangan Jessica yang menggamit lengannya, mereka berjalan perlahan-lahan dan berbelok di sudut lorong itu.
Matanya bertemu dengan sebuah nyala api kecil.
“Lilin?”
Ternyata benar, bayangan yang menari-nari itu akibat dari cahaya lilin yang tertiup angin. Dan tidak jauh dari sana ada sebuah kursi tergeletak begitu saja. Karena itu timbul bayangan yang mengerikan.
“Ya… lilin pink ini… bukannya ini lilin yang dibawa Taeyeon?” tanya Yoona.
“Ne, aku rasa aku melihat lilin ini tadi saat Taeyeon bercerita horror.”
“Kalau begitu Taeyeon unnie tadi di dekat sini.”
“Mungkin saja Taeyeon masih di dekat sini!” seru Jessica.
Yoona dan Jessica saling berpandangan kemudian mengangguk. Mereka berjalan cepat dan melirik kesana kemari. Mencari sosok Taeyeon di sekitar situ.
“Taeyeon ah!”
“Unnie dimana!?”
Tapi sia-sia saja mereka memanggil. Tidak ada tanda-tanda Taeyeon selain lilin yang ditinggalkan disana.
“Sepertinya timing kita tidak tepat.”
“Ne, lalu bagaimana sekarang?”
“……………..”
“Apa lilinnya kita bawa saja?”
“Menurut unnie apa yang dipikirkan Taeyeon unnie sewaktu meninggalkan lilin itu disini? Supaya kita bisa menemukannya dan mengetahui bahwa Taeyeon unnie sempat berada disini. Lilin ini masih tersisa panjang. Artinya belum lama Taeyeon unnie menyalakannya, ini menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. Lebih baik kita tetap biarkan disini, barangkali saja ada member lain yang melihatnya.”
“Ya, kamu benar Yoona.”
“Lebih baik kita periksa ruang-ruang kelas yang kita lewati, siapa tahu ada petunjuk.”
Keduanya sepakat untuk memeriksa sebuah kelas yang tidak terkunci.
“Kelas ini lebih mirip seperti kuburan yang tak terawat. Lubang menganga dimana-mana. Meja dan kursi yang hancur. Apalagi suasananya sangat sunyi, sehingga mendengar suara benda bergerak saja bisa membuat kaget.”
Yoona menemukan sebuah buku yang tergeletak begitu saja, karena penasaran dia membuka-buka halamannya.
“Ngg? Jurnal apa ini? Seorang pria tertuduh atas pembunuhan terhadap keempat anak kecil.”
“Pada tanggal xx bulan xx, polisi mendapat sejumlah laporan bahwa beberapa keluarga melaporkan anak mereka yang masih duduk di bangku SD tidak pulang ke rumah seusai sekolah. Kemudian keesokan harinya tubuh anak-anak tersebut ditemukan tak bernyawa di sekolah SMENT…”
“Ih, seram… Yoona ya! Jangan bacakan artikel macam itu! Baca dalam hati saja!”
“Iya iya.”
Pelakunya adalah seorang pemuda yang tak mengenal korban-korbannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, diketahui pemuda tersebut mengalami gangguan jiwa yang kemungkinan menjadi penyebab atas tindakannya. Dua anak yang meninggal berumur 8 tahun, sedangkan dua anak yang lain umur 7 dan 9 tahun.
Kemudian tertulis nama-nama korban yang meninggal.
Si pelaku menyiksa korban dengan cara yang amat kejam, seperti menusuk-nusuk perutnya, menusuk matanya, memotong lidah, dan memotong setengah kepalanya…
Yoona cepat-cepat menutup bukunya, merasa perutnya dikocok-kocok. Meski hanya berupa kalimat-kalimat yang tidak detail, tapi dia sudah tidak sanggup membacanya lagi.
“Terlalu kejam caranya. Seolah pembunuh itu menikmati menyiksa anak-anak itu.”
“Apanya?” tanya Jessica.
“Ah, lebih baik jangan ditanyakan. Tidak baik untuk hati Sica unnie kalau mendengarnya.”
“Ne… ngomong-ngomong, aku capek Yoona, kita istirahat sebentar ya, jebal?”
“Baiklah, kita duduk disini sebentar.”
Mereka berdua duduk di lantai kayu itu. Jessica langsung merapatkan dirinya.
Yoona mengeluarkan ponselnya sekali lagi. Cahaya redup pada layar ponselnya langsung menerangi wajahnya ketika dinyalakan. Matanya memeriksa batang sinyal yang terpampang di tepi ponsel. Tapi percuma, tetap tak ada sinyal. Yang ada malah muncul pemberitahuan low bat. Yoona menghela nafas, mematikan ponselnya, dan memasukkan kembali ke sakunya. Dia juga sudah tidak tahan dengan tempat lembab ini dan ingin segera pulang.
Dilihatnya Jessica sedari tadi terus terdiam. Aneh Jessica bisa setenang itu. Kelihatannya dia sedang sibuk memandang sesuatu di ponselnya. Yoona memiringkan kepalanya dan ikut melihat. Ternyata dia sedang memandangi foto seseorang. Foto selca dirinya bersama seorang yeoja.
Tangannya mengusap wajah yeoja dalam ponselnya itu. Matanya menatap sayu.
“Aku ingin cepat pulang. Oh Krystal… apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Unnie sangat merindukan dirimu. Kalau bisa aku ingin segera memelukmu sekarang juga.”
“Itu adik unnie?”
“Ne.” Jessica mengusut air mata yang mulai terbentuk di ujung matanya. “Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu mau bilang kalau wajah kalian sangat mirip. Memang, aku sendiri merasa aneh karena dia lebih mirip denganmu, bukan aku yang merupakan kakaknya.”
“Kelihatannya kalian sangat akrab.”
“Ne, meski kata orang adik dan kakak perempuan jarang ada yang bisa dekat. Tapi aku dan Krystal sangat akrab. Sejak kecil aku sudah selalu menjaganya. Dan kami juga selalu saling memberi dukungan. Krystal adalah tempatku bersandar di kala aku tidak punya siapa-siapa untuk mencurahkan isi hatiku.”
“…………….”
“…………….”
“Aku rasa kita sudah cukup istirahat.”
“Kamu benar, Yoona. Aku ingin segera bertemu dengan Krystal. Makanya kita harus lanjutkan berjalan dan mencari cara untuk keluar dari sini.”
Kemudian Yoona dan Jessica beranjak dari ruang kelas itu. Menelusuri area yang belum mereka telusuri hingga mereka sampai di area yang seperti ruang locker.
“Unnie mendengar suara keras itu?”
“Ne, seperti suara hujan deras.”
Yoona menuju pintu yang arahnya berseberangan dari pintu mereka masuki. Ketika dibuka ternyata dugaannya benar, diluar hujan deras. Dan ada sebuah kolam renang yang luas di luar sana.
“Sekarang gimana?” tanya Jessica setelah melihat keadaan diluar.
“Sica unnie tetap tunggu disini saja, aku akan pergi memeriksa kolam renang sebentar.”
“Eh?”
Yoona membaca perasaan enggan yang tersorot di mata Jessica.
“Sica unnie termasuk orang yang gampang sakit, jadi tidak boleh hujan-hujanan.”
“Tapi kamu sendiri…”
“Gwenchana, fisikku kuat, Sica unnie. Terkena hujan deras tidak pernah membuatku jatuh sakit.”
“Baiklah… cepat kembali ya?”
“Ya.”
Kemudian Yoona membuka pintu dan berjalan keluar. Air hujan langsung membasahi kepala dan sekujur tubuhnya, tapi dia tetap melangkah pergi. Setelah pintu kembali ditutup, derasnya suara hujan agak teredam.
Jessica berpikir apa yang sebaiknya dilakukan sambil menunggu Yoona. Jessica tahu seharusnya dia tidak usah melakukan hal-hal yang tidak perlu untuk menjaga rasa takutnya agar tetap berada di titik yang masih dapat ditoleransi. Tapi dia malah melihat-lihat sekeliling ruangan yang sama sekali tak terawat lagi. Tempat bilas yang dipenuhi begitu banyak rambut yang tak jelas asal usulnya. Dan locker yang bernoda darah.
Jessica menggigit ibu jarinya dengan gugup dan matanya tidak sengaja melihat locker setengah terbuka yang kosong.
Jessica sadar dia seharusnya berhenti melihat-lihat sesuatu yang bisa mengagetkannya sewaktu-waktu, tapi dia malah berjalan kesana seolah ditarik oleh kekuatan tak kasat mata dan membuka locker setengah terbuka itu. Tidak ada apa-apa di dalamnya. Tapi setelah melihat locker kosong itu perasaan Jessica jadi aneh. Perasaan seolah di hipnotis atau tubuhnya diambil alih. Pikirannya seperti tersugesti.
Di dasar kolam ada sesuatu yang menyenangkan…
Setelah kesana kamu akan segera merasa tenang…
Kamu akan bisa bertemu dengan orang yang kamu cintai dan kamu akan terbebas dari keadaanmu sekarang ini…
Benarkah?
Senyum misterius tersungging di bibir Jessica.
“Krystal, aku akan segera kesana… tunggulah.”

**

Sementara di ruang kontrol kolam renang, Yoona tidak menemukan apa-apa. Di kolam renang tadi juga tidak ada apa-apa. Sekeliling kolam renang itu dibatasi pagar pembatas yang cukup tinggi. Tidak mungkin bisa dipanjat. Kemudian dibalik pagar pembatas yang tersisa sejauh mata memandang hanya pepohonan seperti hutan. Seolah mereka benar-benar terisolasi disana.

Di dalam ruang kontrol ada sebuah tuas yang bila ditarik akan mengeringkan isi kolam renang. Tapi meski Yoona sudah berusaha menarik, tuas itu terlalu karatan untuk bisa digerakkan.
“Ya, tidak ada yang bisa dilakukan disini. Lebih baik aku segera kembali, Sica unnie pasti sangat khawatir.”
Yoona keluar dari ruang kontrol, melewati kolam renang, kemudian masuk ke ruang locker. Sambil menyibakkan rambutnya yang basah kuyup, Yoona memanggil namanya.
“Sica unnie, aku sudah kembali.”
Hening.
“Sica unnie?”
Baik di sebelah sisi barat maupun timur yang terhalangi oleh locker tidak ada sosok siapa-siapa disana.
Kemana dia?
Apa dia pergi dari sini?
Yoona sudah hampir meninggalkan ruang locker itu menuju ruang kelas. Tapi firasat buruk menghentikan langkahnya. Dia kembali teringat.
Air kolam renang yang penuh dan warnanya keruh. Dasarnya pun tidak kelihatan.
DEG!
Mendadak dia menyesal telah meninggalkan Jessica seorang diri. Dengan perasaan panik Yoona segera menghambur menuju ke kolam renang lagi. Di tengah derasnya hujan, Yoona memanggil namanya.
“Sica unnieeee?!”
Masa sih Sica unnie kecebur di kolam?!
Yoona sama sekali tidak melihat tanda-tanda Jessica di permukaan kolam. Harus bagaimana dia mencarinya di kolam renang keruh yang cukup lebar ini?
Tapi bahkan ketika dia melewati kolam ini tadi dia juga tidak melihatnya. Artinya Jessica sudah cukup lama berada di dalam kolam.
DEG!
Dengan rasa takut akan kehilangan Jessica, Yoona tidak lagi memikirkan dirinya yang tidak bisa berenang. Dia langsung melompat ke kolam. Yoona menarik nafas panjang dan menyelam.
Dimana?! Dimana?!
Padahal harusnya kolam itu tidak dalam, tapi saat itu yang dirasakan Yoona seolah tanpa dasar. Nafasnya megap-megap ketika Yoona muncul ke permukaan untuk menarik nafas lagi. Dia tidak boleh banyak membuang waktu hanya untuk menarik nafas.
Bahkan ketika Yoona membuka matanya dalam air, dia tidak bisa melihat jauh. Hanya sejauh setengah meter di depannya. Yoona menggerak-gerakkan tangannya dengan liar. Berharap dengan begitu dia bisa menemukan Jessica.
Dia berhasil memegang sesuatu yang dia kira adalah Jessica. Tapi ketika ditarik ternyata itu adalah lumut hijau yang menjijikan.
Yoona diserang rasa panik ketika sudah hampir setengah menit dia tidak menemukan Jessica. Karena mana mungkin dia bisa bernafas dalam air!
Rasa panik membuat jantungnya bekerja lebih keras. Dan membuatnya cepat kehabisan nafas.
Saat itu Yoona meminta tolong pada Yang Di Atas, dan dengan sebuah keajaiban Yoona berhasil menemukannya.
Yoona menyeret Jessica keluar. Lalu menggendongnya kembali ke ruang locker dan membaringkannya di lantai kering.
“Sica unnie, sadarlah!”
Yoona menepuk-nepuk pipinya, lalu menyadari bahwa Jessica tidak bernafas.
Yoona mempraktekkan teknik CPR yang pernah dia baca.
Yoona memegang dagu dan kening Jessica lalu memiringkan kepalanya ke belakang. Menutup hidungnya dengan cara mencubitnya dengan satu tangan, lalu menempelkan mulutnya ke mulut Jessica. Menghembuskan dua nafas penuh melalui mulutnya.
Melipat satu tangannya di atas tangan yang satunya, lalu menekan-nekan bagian tengah dada Jessica sebanyak 30 kali.
Kuharap caranya benar, batin Yoona.
Walau yang dia miliki hanya sekedar teori, tapi daripada tidak melakukan.
Setelah itu Yoona melakukan pernafasan buatan lewat mulut lagi sebanyak dua kali. Setelah itu Jessica terbatuk-batuk.
Yoona menarik nafas lega saat melihat Jessica membuka matanya. Air mata keharuan membasahi matanya.
Jessica melihat dirinya basah kuyup.
“Yoona… apa yang terjadi padaku?”
“Sica unnie… kamu tidak ingat?”
“Entahlah… yang kuingat samar-samar terakhir kali aku berjalan sampai ke tepi kolam karena kupikir aku bisa bertemu dengan seseorang, sudah itu aku tidak ingat apa-apa lagi… aku bahkan tidak ingat aku hendak bertemu siapa…”
Hah?
Yoona berpikir rasanya sangat tidak masuk akal.
Mungkin Sica unnie kerasukan, batin Yoona. Tapi dia menahan diri untuk tidak mengatakannya karena tidak mau membuat gadis itu bertambah takut lagi.
Yoona mendekap tubuh Jessica erat-erat.
“Yoona?”
“Mianhae… semua ini terjadi pada Sica unnie karena kelalaianku. Aku tidak akan meninggalkan Sica unnie lagi, aku akan terus berada di sisi unnie…” bisik Yoona dipenuhi rasa bersalah.
“Baiklah, kamu kumaafkan.”
Kemudian mereka saling melepaskan. Jessica menatap lembut dongsaeng tersayangnya yang begitu mengingatkannya pada Krystal. Tangannya mengusap rambut Yoona yang basah.
“Berarti kamu akan melindungiku kan Yoona?”
“Ne, tentu saja Sica unnie. Ayo kita pergi dari sini.”
“Hmm.”
Kali ini Yoona yang berinisiatif menggandeng tangan Jessica. Menggenggamnya dengan erat seolah tidak akan melepasnya lagi.
Sebelum pergi dari sana Yoona sempat berpikir mengenai perjuangannya habis-habisnya di kolam renang tadi. Dia bisa menyelam dan bahkan berenang menarik Jessica keluar dari kolam. Benar-benar ajaib. Dia pikir mungkin tidak akan bisa melakukannya lagi, karena memang dia tidak bisa berenang.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Horror Party (Chapter 5)" (34)

    • Hmmm untunglah moment-nya lbih mirip unnie-dongsaeng.
      Yah walaupun ada moment prnapasan buatan juga sih.
      Itu Sica mang kepo yah. Takut tapi matanya mlihat k skliling. Trus pakai acara pnasaran lagi sama isi locker. Coba aja ktmu ama hantu atau mayat, baru deh tahu rasa. :p
      Trus hebat amat Yoong feelingnya. Langsung bisa tahu klo Sica tngglam di kolam.
      lalu lilin yang ditinggalkan olh Taeng, bukannya sharusnya mrka bda dimensi atau apa gitu yah? Kbtulan atau bruntung bangt dong itu bisa satu dimensi ama TaeNy mrka. 😀

  1. annyeong…

    Hayoloh,itu Yoona dapet kekuatan darimana tuh bisa nyelamatin Jessica? Tapi syukurlah Jessica nya juga ga kenapa-napa. Dan YoonSic juga ga berpisah. Sempat was-was juga sih diawal,takut mereka mencar kaya SooSun dan SeoRi 😦

    • karena di saat terdesak manusia bisa belajar ataupun mengeluarkan kemampuan 100% dlm dirinya
      kalau dlm keadaan biasa kan manusia selalu menyimpan tenaganya, jd gak bisa dikerahkan semua

  2. Full YoonSic are here, makin penasaran buat next chap, ditunggu~

  3. astaga, tak kira ni org berdua bakalan kepisah juga kayak kasus sebelumnya. kaget -_-

    syukurlah ternyata yg kutakutin gak kejadian, n sicanya gak kenapa2. bener2 kaget bacanya.
    thor ni chapter singkat banget T.T
    jangan lama2 apdet ya thor 😛

  4. Uwouw ni msh rumit sbnrx mrka brada dmana sich. Pnsaran

  5. Yoongkumaseororo said:

    Pernah denger sih, kalo manusia bisa melakukan hal2 yg gak trduga dlm keadaan terdesak… Yoong ddaebak…
    Kyknya ni couple deh yg nasibnya paling beruntung, kalo dibandingin ma couple lain…
    Huffttt… Lega bngt Yoong gak bawa2 cowoknya kyk Soo…
    Disini jg gak da romance, YoonSic cuma kakak adean doank ya,..
    Berarti msh ada kesempatan buat——–…
    U know lah…

  6. Febylia Lie said:

    di capt ini gak ada tegang”nya.. aku penasaran sama nasibnya seo… katanya kyuhyun itu jahat :/ dan soosun.. bagaimana cara mereka bertemu kalo terusan ada gempa dimensi?? wkwkwk di tunggu next captnya thorrr

  7. yoong keren deh,nyelamatin sica pada hal yoong sendiri ga bisa berenang..

  8. untung jessica ga knapa2.. yoong nyelamatinnya tepat waktu.
    gue makin penasaran sama kelanjutannya, terutama seohyun yg sama kyuhyun dan yuri yg kemungkinan di serang seseorang..
    d tnggu next story

  9. yoonsic yoonsic~ aduh sica untung gk knapa2 , kapan nih pada ngumpul~ kasian terpisah2 gitu~

  10. akhirnya gue bisa buka wepe lu nik TT____TT *bakar sesajen*

    cool gue baca dr chap 1-5 ini tegangnya berasa banget >_<

  11. Demi nyelamatin sica yoong rela nyebur ke kolam walaupun yoong tau dia gak bisa berenang tapi untung yoonsic gak apa-apa

  12. Uuwwaahh untung yoona bisa nyelametin sica klo ga sica bakal mati tenggelem makin deg”an cerita nya untung yoonsic ga kepisah kaya yg lain

  13. para-shit said:

    malah ngerasanya yoona lebih dewasa daripada sica hehe

  14. noeryanzien said:

    Nafas buatan Yoona… wkwkwkw #plak

  15. kayanya yoong yg suka ma sica ya thor?, terus sicanya cuma aggep yoong adik?.

  16. part yoonsic…… sica jangan mati ya krn seobangmu masi tunggu. tubuh yoona kecil tp punya kekuatan besar utk menarik sica dari kolam kematian.
    taeny lg sibukan dan soosun juga lg sibukan. kau tau itu hehehehe.

  17. Yoona keren bgt tiba” bisa berenang wkwk
    ahh aku suka bgt sm yoonsic ❤

  18. hjohnbossanova said:

    pendenk banget yang ini chapternya… hehe

    tapi malah bikin penasaran kelanjutannya gimana….

    ni kapan ketemunya ya?? penasaran ma seluruh isi ceritanya haha

    semangat buat nulisnya ya…

  19. Mr.Silent Reader said:

    wih akhirnya yang di tunggu Update Juga ^^ , Daebak Thor YoonSicnya Full , Like This yo :v …jgn lama2 Updatenya Thor Di tunggu karya2 berikutnya(?) #Plakk Lebe-_-

  20. Miss New New said:

    akhirnya bisa baca juga ^^

    chapt ini juga memuaskan gairah *heh?
    maksudnya gairah membaca 😛

    kamu bisa ngedeskripsi in nya dengan baik aku bisa kebawa suasana *eh biasanya memang begitu kan? hehehe

    pokoke tancap gasss

  21. Taeny27 said:

    Aaah untung mereka gak pisah, btw gimana nasib seo? Kyu kan psychopath. Taeny juga apa kabar wkwk? Masih berduaan ya? Haah di tunggu next chapter nya thor, ceritanya buat penasaran bangettt

  22. dirgaYul said:

    Yoona cb bca jurnaly bner2. Spa tw ad ptunjuky wehhh.. Aisshh..ttap gandeng Sica yaaa.. Hmm.. sistem kebut semalam nih bakalan wkwkwk..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: