~Thank you for your comments~

Horror Party (Chapter 4)

Hyoyeon POV

Setelah aku menutup pintu kelas, aku menebarkan pandanganku sekeliling. Yang ada di depanku hanya sebuah lorong panjang dengan penerangan yang minim.
Kupertajam pendengaranku. Samar-samar aku memang bisa mendengar dolphin scream Jessica. Tapi apa itu cuma perasaanku saja?
Saat kita jatuh di ruang kelas itu aku memang mendengar dolphin screamnya Jessica. Apa yang kudengar hanya ingatanku sendiri?
Aku menarik nafas dalam untuk meyakinkan bahwa itu bukan hanya sekedar ingatanku belaka.
Aku hanya akan mengecek sebentar saja, begitu pikirku sekali lagi.
“Jessica?” aku mencoba memanggilnya hati-hati.
Hening.
Aku berjalan beberapa meter. Lorong itu seperti lorong sekolah pada umumnya. Berupa jalan setapak. Di sepanjang jalan terdapat ruang-ruang kelas dan kemudian di tengah-tengah bangunan ada tangga untuk naik ke lantai atas atau ke lantai bawah.
Aku mengeluarkan Hpku untuk penerangan tambahan. Sekaligus mengecek batang sinyal.
“Aish, ini sekolah atau apa sih? Bisa-bisanya tidak ada sinyal. Andai ada sinyal kan aku bisa menelpon member yang lain atau rumah.”
Saat aku mengintip ke bawah lantai, jantungku hampir copot. Aku langsung menutup mulutku untuk mencegah suara yang keluar dari mulutku. Aku merasa melihat ada cahaya biru bergerak di bawah sana.
A-apa itu barusan?
Jangan-jangan hantu?!
Mendadak aku jadi sadar ini mungkin bukan ide yang baik, pergi sendirian seperti ini meski hanya sebentar.
Aku hampir menggerakkan kakiku untuk berlari ketika tiba-tiba kurasakan gempa lagi.
“!!”
Aku merunduk dan melindungi kepalaku. Memejamkan mataku rapat-rapat.
Setelah sekitar satu menit menunggu dengan jantung berdebar-debar, getaran di lantai terhenti.
Aku menarik nafas lega sambil menebah dadaku.
Aku berdiri dan memutar tubuhku untuk kembali tapi-
“Lho?”
Apa ini lorong yang aku lewati tadi? Kenapa rasanya beda? Tadi aku tidak melihat ada lubang di sudut itu.
Aku tidak menemukan kelas yang ada Sunny dan Sooyoung di dalamnya. Walau aku lalai karena tidak memperhatikan nama ruang kelas aku keluar, aku yakin aku tidak melewatkannya karena aku cuma melewati dua ruang kelas.
“!!”
Gak mungkin kan gempa bumi tadi mengubah letak ruangan?! Memangnya ini sihir seperti di film-film?!
Ternyata firasatku bukan hanya sekadar firasat. Tempat ini benar-benar aneh. Dan sekarang aku jadi terjebak disini.
“Sunny! Sooyoung!”
Yang benar saja! Masa aku benar-benar jadi sendirian sekarang?!
“Ya! Siapa saja!”
Aku jadi panik.
“Kamu…”
Aku mendengar sebuah suara dari belakangku.
Eh?
Ja-jangan-jangan.
Dengan takut-takut aku menoleh ke belakang. Aku melihat sesuatu yang menyerupai cahaya yang tadi aku lihat di tangga. Seperti roh dengan nyala api biru.
“Kamu juga tersesat disini?”
Aku menelah ludah dan mundur selangkah. Sudah bersiap-siap akan kabur andai aku diserang. Untungnya dia tidak mendekat selangkah pun.
“A-apa kamu? Hantu?”
“………kurang lebih begitu. Aku sadar aku sudah meninggalkan ragaku. Entah sudah berapa lama aku berkeliaran dengan wujud seperti ini. Dan entah sudah berapa lama aku tidak berbicara dengan manusia hidup lagi…”
Dari suaranya yang berat, kurasa roh orang ini tadinya adalah seorang namja.
“La-lalu? Apa kamu akan menyerangku yang masih hidup ini?”
“Tidak, aku hanya akan memberimu peringatan. Segera tinggalkan tempat terkutuk ini selagi pikiranmu masih waras. Walau memiliki ikatan sekuat apapun, disini adalah neraka hidup yang bisa membuat pikiranmu kacau semakin lama kamu berada di tempat ini. Bahkan bisa merusak ikatan persahabatan. Seperti yang terjadi padaku dan teman-temanku.”
“Aku juga inginnya begitu! Tapi aku tidak bisa pergi dari tempat ini begitu saja tanpa teman-temanku!”
“Aku juga… adalah salah satu korban yang terjebak di tempat ini tanpa tahu apa-apa. Tepatnya setelah kami iseng-iseng melakukan ritual Genie. Aku bersama dengan kedelapan sahabatku terjebak disini. Kami tercerai berai. Aku sudah menyaksikan beberapa kematian memberku. Ada yang mati dengan tersiksa. Ada yang berubah menjadi egois. Bahkan ada juga yang menjadi gila. Sehingga aku menjauhkan diri dari kelompok. Dan pada akhirnya aku juga meninggal tanpa menemukan jawaban untuk keluar dari sini. Sekarang aku hanya bisa berkeliaran entah sampai kapan.”
“…………….”
Ritual Genie? Masa ritual remeh seperti itu penyebabnya? Bukannya itu hanya sekedar iseng? Bahkan di internet pun tersebar cara melakukannya.
“Salah satu sahabatku namanya Kyuhyun, kalau kamu sampai bertemu dengannya berhati-hatilah padanya. Segera lari secepat mungkin. Walau dari luar wajahnya tampak polos, baik hati, dan murah senyum, dalamnya dia telah berubah menjadi seorang psikopat. Aku sudah menyaksikannya membunuh salah satu memberku sambil tersenyum.”
“Siapa namamu? Darimana asal sekolahmu? Dan kenapa kamu meninggal?”
“Namaku Eunhyuk… Dari sekolah Suju. Seingatku, terakhir aku memakan sebuah makanan. Lalu setelah itu aku meninggal, mungkin aku keracunan makanan…”
Suju? Itu sekolah khusus pria yang dulu cukup dikenal. Dengan blazer berwarna biru tua.
Katanya salah seorang temannya berbahaya, aku harus hati-hati apabila berpapasan. Juga aku harus menjaga tubuhku agar tidak makan sembarangan. Ah, sekarang aku jadi mencemaskan Sooyoung… si shik shin itu…
Yoona masih lebih mending karena akhir-akhir ini dia lebih menjaga kesehatannya, tidak asal makan seperti Sooyoung.
“Ah, bolehkah aku bertanya satu hal lagi?”
“Apa itu?”
“Sebenarnya ada apa dengan gempa yang kerap kali terjadi disini? Aku rasa itu bukan gempa biasa?”
“Aku juga tidak tahu… Kemungkinan ini adalah dimensi yang berbeda dengan dunia kita…”
“Di-dimensi yang berbeda? Apa maksudnya?”
Tapi entah kenapa aku tidak bisa menepis kemungkinan itu. Karena baru beberapa menit di sekolah ini aku sudah merasa seperti berada di dimensi yang berbeda. Nyatanya ponselku saja tidak bisa dipakai untuk menghubungi siapa pun.
“Bisa jadi tempat ini berupa suatu wadah yang memiliki banyak dimensi. Kamu berada di dimensi ini, tapi temanmu terpisah di dimensi yang lain. Walau kalian berdiri di tempat yang sama, kalian tidak bisa saling bertemu. Itu yang kurasakan ketika aku masih hidup, aku mendengar suara Hyung, tapi aku tidak bisa melihat sosoknya…”
DEG!
Aku juga mendengar suara Jessica tapi aku tidak melihat batang hidungnya.
Ma-masa sih ada hal semacam ini? Tapi andai itu benar maka semua terasa pas.
“Juga mungkin dugaanmu benar. Usai terjadi gempa itu tiap kali aku berkeliling, posisi bangunan ini pasti berubah. Mungkin dengan suatu kebetulan gempa itu bisa membuat dimensi tempatmu berada terhubung dengan dimensi tempat temanmu berada.”
Begitu ya? Jadi itu menjelaskan kenapa aku tidak bisa menemukan Sunny dan Sooyoung walau seharusnya kami tidak terpisah jauh. Setelah gempa itu terjadi posisi ruangan berubah! Masuk akal juga.
“Baiklah, aku akan berhati-hati, terima kasih untuk informasi dan peringatannya.”
“Aku tidak bisa berkata pasti, karena semua itu hanya teoriku ketika aku masih manusia hidup.”
Aku mengangguk. “Meski begitu terima kasih.”
“Kuharap kamu bisa menemukan teman-temanmu dan pergi dari sini.”
“Ne, kalau begitu permisi.”
Aku pamit padanya kemudian melangkah pergi dengan hati-hati. Dari jarak beberapa meter aku mendengar rintihannya. Suaranya terdengar menanggung siksaan batin yang mendalam.
“Ah, sampai kapan aku akan harus mengalami derita ini… Hyung… semuanya… perutku sakit… aku ingin pulang… bertemu dengan orang tuaku…”
Aku hanya bisa menggigit bibir dan berharap dia dapat beristirahat dengan tenang. Jangan sampai apa yang terjadi pada kelompoknya terjadi juga pada member-memberku.
Aku meremas lenganku sendiri.
Kalau sampai terjadi apa-apa dengan mereka, aku tidak yakin akan bisa move on…

__________________________________________________________________________

“Ahhh kemana teman-teman…? Padahal beberapa menit yang lalu kita semua masih ngumpul bersama-sama. Dari tadi kita sudah berkeliling beberapa kali tapi masih juga belum ketemu mereka. Lagipula sebagian ruang kelas ada yang terlihat mirip. Kita tidak hanya berputar-putar di tempat yang sama kan?”
“………………..”
“Ada apa Seohyun? Kalau ada sesuatu katakan saja, jangan disembunyikan.”
“Yuri unnie, aku mau ke toilet…”
“Eh? Jangan-jangan dari tadi kamu terus menahannya ya?”
“Uh.” Seohyun mengangguk.
“Besar atau kecil?”
“Ke-kecil.”
“Oke kita ke toilet. Tapi seharusnya kamu mengatakannya dari tadi. Tidak baik untuk kesehatan ditahan-tahan begitu!”
“Mi-mianhae unnie, aku cuma tidak mau membuat repot unnie. Lagipula sekarang kita berada di tempat seperti ini…”
“Bagaimana bisa repot? Kita hanya perlu mencari toilet saja kan? Kajja.”
Lima menit kemudian. Yuri dan Seohyun sampai di depan toilet. Namun ternyata tidak selancar itu untuk mereka. Di depan pintu yang bersimbol perempuan itu terdapat berpuluh-puluh jimat yang menutupi pintu toilet. Membuat pintunya susah dibuka. Yuri mencoba mendorong-dorong lalu ganti menarik, tidak mau terbuka.
“Apa-apaan ini?! Kenapa pintu toilet ada jimat segel segala?”
“Uhhh…” Seohyun merapatkan pahanya, sudah hampir tidak tahan.
“Apa boleh buat, kamu buang saja di depan sini.”
“Ti-tidak mau unnie. Rasanya tidak enak. Seperti membuang tidak pada tempatnya. Bagaimana kalau tempat ini ada penunggunya? Lihat saja semua segel itu. Nanti dia marah…” ucap Seohyun takut-takut.
Yuri memang bukan ahlinya, tapi dia sadar bahwa jimat itu memang mirip seperti jimat pengusir roh. Yuri mengerutkan dahi, mencoba mencari solusi. “Kalau gitu pakai toilet namja saja.”
“Ta-tapi aku merasa tidak enak unnie.”
“Tidak apa-apa kan tidak ada yang melihat.”
Seohyun menunduk. Tampangnya menunjukkan keraguan. Yuri melihat gadis itu juga berdirinya tidak tenang.
“Aish, kau ini terlalu kaku. Siapapun tidak akan ada yang berpikir macam-macam dalam keadaan darurat semacam ini. Sudahlah, santai dan masuklah!” Yuri mendorong punggung Seohyun supaya dia tidak mengulur-ulur waktu untuk masuk ke dalam toilet namja.
“Pe-permisi…” ucap Seohyun pelan ketika dia telah berjalan dua langkah masuk ke dalam.
Keheningan dan pencahayaan yang temaram sempat membuat Seohyun hampir menarik diri. Tapi dia benar-benar perlu menuntaskan panggilan alamnya.
Tapi ternyata lantai di dalam toilet itu juga memiliki lubang yang besar. Mustahil menyeberang untuk memasuki bilik toilet. Yang bisa digunakan hanya WC untuk berdiri.
Seohyun meringis menahan rasa sakit. Dia tidak mungkin bisa melakukannya. Dia hanya bisa berjalan keluar.
“Ada apa Hyunnie? Kenapa cepat sekali?”
“U-unnie, di dalam ada lubang besar di lantai, aku tidak bisa ke WC.”
“Jinjja?”
Kemudian Yuri coba menengok ke dalam.
“Haahhh… ya sudah terpaksa kita cari toilet lain. Mungkin di lantai lain ada. Tapi kalau gitu kamu harus tahan lagi, apa kamu masih sanggup?
“I-iya…”
“Ya sudah, ayo.”
Yuri sebenarnya takut, tapi sejauh ini mereka masih belum bertemu sesuatu yang menakutkan. Jadi dia masih agak berani.
Sambil bergandengan tangan, mereka berjalan naik tangga. Akhirnya mereka menemukan toilet yang tidak tersegel di lantai dua.
Yuri mendorong pintu toiletnya. Aroma tidak sedap langsung menguar dari dalam.
“Uh toilet yang ini lebih bau dibanding yang tadi!” refleks Yuri memalingkan muka dan menutup hidungnya.
“Nggh…!!” Seohyun merapatkan pahanya. Pertahanannya sudah hampir jebol. Rasanya juga menyakitkan.
“Kayaknya aku bisa muntah, tapi kamu sudah nggak tahan lagi kan?”
“Iya unnie.”
“Mianhae Seohyun, aku tunggu diluar saja ya?”
“I-iya… unnie tungguin di depan ya?”
“Ya, tutup hidungmu.”
Yuri berdiri di depan pintu toilet sejauh 3 meter. Bahkan dari jarak segitu Yuri masih bisa mencium baunya, walau tidak sekuat ketika menengok ke dalam.
“Huff baunya… mudah-mudahan dia tidak muntah di dalam sana.”
Kyaaaaa!
“Eh? Suara itu… Sica?”
Hening.
Yuri kenal betul teriakan yang setaraf dengan dolphin scream itu. Dia yakin tidak salah mengenali.
Cek atau tidak cek?
Seohyun masih belum selesai.
Tapi aku tidak bisa membiarkan Sica. Dia kedengarannya sangat ketakutan. Siapa tahu dia sedang dalam masalah!
“Sica?” Yuri mencoba memanggil namanya.
“Ini aku Yuri, kamu dimana?!”
Saat itu Yuri tidak sadar kalau ada seseorang yang menghampirinya dari belakang tanpa bersuara. Kedua tangannya memegang sebuah balok kayu, kemudian diangkat tinggi-tinggi. Yuri masih tidak menyadari kehadirannya. Masih terlalu fokus mencari sosok Jessica.
“Jawablah!”
Buk!
“!”
Yuri merasa pusing. Pandangannya sekejap menjadi berkunang-kunang.
Siapa? Batin Yuri.
Yuri terjatuh di lantai. Yuri sempat melihat sekilas wajah pelaku yang memukulnya sebelum matanya benar-benar terpejam dan kehilangan kesadarannya.
Kemudian sosok misterius itu menyeret tubuhnya pergi.

Setelah membuangnya sampai tuntas, Seohyun berjalan keluar dengan perasaan lega. Tanpa menyadari sama sekali apa yang baru saja terjadi beberapa meter di depan pintu WC.
“Unnie, aku sudah selesai.”
Tapi Seohyun tidak melihat sosoknya.
“Yuri unnie?” Seohyun melihat ke kanan dan ke kiri.
Hening.
“Yuri unnie, jangan main-main di saat seperti ini ah!” teriak Seohyun masih berharap bahwa gadis itu tiba-tiba akan muncul di hadapannya dengan senyum bodoh dan mengejeknya bahwa apa yang dia lakukan cuma sekedar bercanda.
“Yuri unnie!” teriak Seohyun sekali lagi.
Lama-lama kecemasannya berubah menjadi rasa khawatir. Dan harapan bahwa semuanya cuma bercanda, pupus sudah. Yuri benar-benar tidak ada disana.
“Teganya, masa aku ditinggal?” suara Seohyun terdengar seperti hampir menangis.
Kemudian dia melihat sesuatu berwarna merah di dekat kakinya. Percikan darah yang belum kering.
“Da-darah? Kelihatannya masih baru.”
“Masa Yuri unnie?”
Seohyun tidak bisa menghentikan pemikirannya.
Jangan-jangan Yuri unnie diserang sesuatu selagi aku di toilet?
Tidak…
Jangan…
Semoga bukan!
Tapi bagaimana kalau benar?!
Jangan-jangan aku pun akan diserangnya juga kalau tetap berdiam diri disini?
Tidak, aku harus lari! Tapi bagaimana dengan Yuri unnie!? Kalau ini benar darahnya, berarti dia terluka bukan?!
Tapi bagaimana kalau aku dibunuh selagi mencari Yuri unnie?!
Dan jantung Seohyun nyaris berhenti ketika dia mendengar suara langkah kaki.
Tap
Tap
Tap
Bergema dalam lorong gelap yang terbentang di hadapannya. Dalam keadaan panik seperti sekarang, Seohyun langsung berasumsi bahwa suara itu milik sesuatu atau seseorang yang menyerang Yuri.
Tubuhnya mengalirkan keringat dingin. Kakinya mundur selangkah. Dua langkah.
Gema langkah kaki itu tetap ada, bergerak dengan perlahan-lahan, seakan menyimpan sejuta ancaman dibaliknya.
Seohyun cepat-cepat berbalik dan berlari sekuat tenaga. Bahkan kecepatan larinya jauh diluar perkiraannya. Karena di kala manusia dihadapkan dengan situasi yang mendesak, dia bisa mengeluarkan kekuatan seratus persen dalam dirinya.
“………………”

Seohyun terus berlari tanpa tahu harus berlari kemana. Nafasnya sesak, tapi dia memilih jauh-jauh dari sana. Melewati banyak ruang kelas dan naik ke lantai tiga.
Dia baru berhenti setelah paru-parunya benar-benar berteriak membutuhkan oksigen.
Seohyun mengatur nafasnya yang memburu. Matanya berkaca-kaca.
Dia baru saja lari. Lari meninggalkan unnie-nya!
Seohyun berjongkok dan menangis tersedu-sedu.
“Mianhae… jeongmal mianhae… Yuri unnie!”

Cukup lama, Seohyun menangis dengan posisi seperti itu. Sampai suara seorang namja menyapa telinganya.
“Kamu kenapa menangis?”
“!”
Seohyun kaget dan mengangkat wajahnya. Dia melihat seorang namja yang kelihatannya umurnya tidak jauh berbeda dengannya.
“Mianhae, bukannya bermaksud membuatmu kaget.” Namja itu tersenyum meminta maaf. “Aku hanya penasaran.”
“……………..” Seohyun menyeka air matanya dengan tangan dan berdiri.
“Gwenchana?”
“Tidak begitu baik…” jawab Seohyun dengan mata sembab.
“Apa mungkin… kamu terpisah dari temanmu?”
“Ne…”
“Berarti kita sama. Aku juga sedang mencari teman-temanku dan jalan keluar dari sini. Kalau tidak keberatan bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?”
“Eh?”
“Mencari bersama-sama lebih aman daripada sendirian bukan?”
Seohyun agak bimbang menerima tawaran namja itu. Tentu saja dia tidak ingin berkeliaran sendirian setelah apa yang baru saja terjadi padanya. Tapi dia juga tidak mengenal namja ini.
“Namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun dari SMA Suju.”

*~To Be Continued~*

A/N : Terkena sindrom males update. Tapi berhubung besok ulang tahunku, makanya bela-belain update. Haha
Reader yang baik silakan kasih hadiah berupa komentar 😀
Aku nggak mau publish besok karena aku nggak mau horror-horror di hari ulang tahun sendiri, wkwkwk 😛
kadang berasa seperti ngumbar hari ultah sendiri, tapi karena kupikir mendapat ucapan selamat ultah itu sesuatu yang baik, makanya aku pengen aja 😀

btw, yang punya Twitter, follow aku ya? @SoototheSun (nama sementara, bisa berganti suatu saat)
Biasanya aku beri tau kalau update lewat Twitter

Thanks for reading^^

Advertisements

Comments on: "Horror Party (Chapter 4)" (48)

  1. kkkyyyaaahhhh seo kenapa pake ketemu sama kyuhyun?maigat /.\
    jadi ini anak suju juga ikutan?tapi ga akan jadi sugen kan?hehehe
    ini mah semua gegara sica jadi pada gini ah jgn jgn sica jadi sikopat lagi -_-

  2. Sprti biasa ambil tmpat dulu.

    • Tadinya klo arwahnya bukan EunHyuk n tman2 arwahnya yang lain bukan namja, aku sudah mngira klo para arwah itu SoShi versi dimensi lain yang sudah die. Jadi gak tahu klo sudah die n malah ‘mengganggu’ dirinya sndiri yang masih hidup. JAdi ada 2 versi SoShi. Yang dulu die n yang skarang. Tapi trnyata aku mikirnya sudah trlalu jauh. Habis dibikin 9 orang juga sih SuJu-nya. Apa ada hubungannya ama crita? Biar bisa ‘battle’ ama SoShi? XD
      Itu yang nyulik Yuri n yang ngjar Hyunnie orang yang sama kah? SiWon kah? Atau jangan2 kduanya = KyuHyun lagi? :p
      Haduh sudah kuduga klo yang bakalan ktmu ama KyuHyun itu Hyunnie. Smoga gak diapa2in deh ama si arwah namja satu ini. Atau karna Yuri sudah gak ada, siapa tahu ada yang lain nolongin. :3 #Masih brharap YoonHyun mmoment. Ditolong ama Hyo juga gak apa2 deh.
      Ini bnaran nih tar critanya bakalan ada yang die SoShi-nya? Kasihan dong. Dibikin seolah die aja tapi sbnarnya blum. XD
      Tapi aku yakin klo mrka smua tar bakalan diprtmukan lagi jadi satu, yah walaupun dalam keadaan mati atau pun hidup sih. -_-
      Ahhh paling kasihan Hyo gak punya pasangan, sndirian brkliling. Tapi dia juga yang paling bruntung kayaknya karna ktmu ama arwah baik, dapat ptunjuk, n blum mngalami hal2 yang mnyramkan kayak yang lainnya. TaeNy ksurupan n disrang. SooSun ktmu ama mayat n brantem, trus kpisah. YulHyun yang paling sram. Disrang ama orang/arwah asing, dikjar2, trpisah, n skarang Hyunnie brtmu dngan psikopat pula.
      Yah kayaknya masih panjang critanya.

      Happy 22nd birthday yah. 😀

  3. annyeong…

    Mampusssss~ kenapa Seo pake ketemu kyuHyun segala sih,aduh 😦
    Jangan sampe lah Seo di apa-apain sama Kyu u,u

  4. besok author ultah, happy birthday ya thor 🙂

    ternyata krn beda dimensi to, makanya hyo gak bisa ngumpul ama soosun lagi, aish ><
    aduh si tuyul juga pake pergi segala, maka terjadilah kejadian buruk.
    musibah amat s seo ketemu ama kyuhyun, btw kyuhyun masih hidup atau udh jadi hantu thor?

  5. oalahh beda dimensi toh~ klo gempa ganti dimensi*manggut2*
    pantesan aja hyo gk ketemu sica sama soosun~
    serem amet kyu jadi psikopat, mana ketemu seobaby lagi huuhuuu.. kyu jgn apa2in seobaby please~ dia polos kyu polos~

  6. kok jadi makin ngeri begini, jadi tambah greget……

  7. noooooooo seohyun jgn mau pergi sama si devil kyuhyun. permisi aku mau pergi ke 4 tmpt beribadah utk berdoa smoga snsd selamat sekaligus berdoa utk mu ultah.

  8. aduh seo ketemu sama kyuhyun pula..
    kenapa semua dengar suara jessica ya?
    yuri terpencar dari seohyun krna dgr dolphin screamnya jessica.. hyo juga begitu..
    ada apa dengan jessica??

  9. oh~em~jiiii!! gara2 baca ff horror gini,sarapan didpn mata gw anggurin(saking asyik ny) kekekee

  10. happy birthday to you..

  11. Uuwwwaahhh makin penasaran plus deg,deg kan baca ff nya thor itu yuri di pukul sama siapa tuh aaahhh penasaran ga sabar pengen baca lanjutan nya

  12. teresone said:

    happy birthday eoni
    uaaaaaaaaaa……… itu seobaby kok jumpa sama kyu sih

  13. Yoongkumaseororo said:

    merusak ikatan persahabatan.? Serem amat permainan genie itu bisa buat sahabat saling bunuh, permainannya gak seimut namanya, tu siapa sih yg kasih nama >,…

    Hmmm… Walaupun gak terlalu aktif di twitter, tp nanti saya follow ^.~b

  14. Miss New New said:

    lagiii,,,!

    ah horor memang adiktif
    gak parah bgt sih horor nya tapi kerasa kok

    anak2 itu kapan ketemuny kalo tiap gempa ganti dimensi T.T

    Seohyun kasian bgt, situasi gawat kebelet pipis dah gitu ketemu kyu pulak

    last but not least happy birthday buat uri author,,,,,
    semoga sehat selalu dan cepet2 dapet pacar :3

  15. Tadinya klo arwahnya bukan EunHyuk n tman2 arwahnya yang lain bukan namja, aku sudah mngira klo para arwah itu SoShi versi dimensi lain yang sudah die. Jadi gak tahu klo sudah die n malah ‘mengganggu’ dirinya sndiri yang masih hidup. JAdi ada 2 versi SoShi. Yang dulu die n yang skarang. Tapi trnyata aku mikirnya sudah trlalu jauh. Habis dibikin 9 orang juga sih SuJu-nya. Apa ada hubungannya ama crita? Biar bisa ‘battle’ ama SoShi? XD
    Itu yang nyulik Yuri n yang ngjar Hyunnie orang yang sama kah? SiWon kah? Atau jangan2 kduanya = KyuHyun lagi? :p
    Haduh sudah kuduga klo yang bakalan ktmu ama KyuHyun itu Hyunnie. Smoga gak diapa2in deh ama si arwah namja satu ini. Atau karna Yuri sudah gak ada, siapa tahu ada yang lain nolongin. :3 #Masih brharap YoonHyun mmoment. Ditolong ama Hyo juga gak apa2 deh.
    Ini bnaran nih tar critanya bakalan ada yang die SoShi-nya? Kasihan dong. Dibikin seolah die aja tapi sbnarnya blum. XD
    Tapi aku yakin klo mrka smua tar bakalan diprtmukan lagi jadi satu, yah walaupun dalam keadaan mati atau pun hidup sih. -_-
    Ahhh paling kasihan Hyo gak punya pasangan, sndirian brkliling. Tapi dia juga yang paling bruntung kayaknya karna ktmu ama arwah baik, dapat ptunjuk, n blum mngalami hal2 yang mnyramkan kayak yang lainnya. TaeNy ksurupan n disrang. SooSun ktmu ama mayat n brantem, trus kpisah. YulHyun yang paling sram. Disrang ama orang/arwah asing, dikjar2, trpisah, n skarang Hyunnie brtmu dngan psikopat pula.
    Yah kayaknya masih panjang critanya.

    Happy 22nd birthday yah. 😀

    • Commnt yang ini dihapus aja. Tadi salah taruh. :p

    • Biar untul menjelaskan bahwa yg terperangkap disana bkn hanya Soshi, tp yg lain jg (walau aku lbh memilih gak menyebut nama grupnya kalau memang gak dibutuhkan)
      Itu twist bgt kalau benar Soshi, tp kalau gitu berarti die semua dong 😛
      Sama orangnya

      Si Kyu blm jd arwah lho
      Iya, ada yg die

      Hmm aku sendiri blm perkiraan sbrapa panjang. Yg jelas gak sepanjang Nonary Game menurutku

      Thanks 😀

      • Reply-nya salah. Kan aku sudah bilang yang komntar di atas yang brlaku. Yang di bawah ini salah posisinya, jadi dihapus aja. Kan bisa di-edit reply kamu pindah k yang atas. Soalnya aku mau reply back gak enak jadinya. -_-

  16. Mr.Silent Reader said:

    Happy BirthDay thor…hehehehe ceritanya Seru nih ampe2 gk kedip bacanya XD… jgn lama2 updatenya thor, Hwaiting ^^

  17. hjohnbossanova said:

    makin menengangkan nih… aduh kenapa si Seo ketemu Kyu ??? Yuri ilang kemana?? … kayaknya yang bakalan Jadi psiko selanjutnya si Jessi nih…

    lanjut Thor…

    n Happy Birthday ya semoga panjang umur, sehat selalu dan sukses..

  18. noeryanzien said:

    생일 축하합니다생일 축하합니다 🙂

    Ternyata sudah 22 tahun aku kira lebih dari itu. Hehehe

  19. blue ocean said:

    kyu jgn kau apa2kan hyunnie.. dasar psikopat..
    yuriii jgn maattii
    huwaaa jangan die kan salah satu dr mreka authorrr..
    trus fungsi ritual genie apa donk kalo trnyata cm memisahkan sahabat2 ke alam dan dimensi laen.
    apa polisi jg tdk mngusut hilangny para siswa suju setelah ritual genie??
    saengil cukhae author
    smoga ga kena sindrom hiatus amien..
    #ternyata author msh bgitu muda 「deep bow」

    • Wkwkwk soal gak die, gak bisa janji karena dah ada rencana
      Kalau dah mati disana jd dilupakan seolah gak pernah eksis
      Nanti jg diceritain
      Thanks

  20. nthen chii said:

    Huahahaa, kyu jadi setan antagonis :3 wkwkwk
    Makin deg2an -_-”
    Ini serem emang. Bisa bgt bayanginnya :v
    Tiap chat pasti tahan napas :v
    Btw, happy birthday eonnie 🙂
    Ga ada kata terlambat kan? :3
    Hehehee
    Semoga panjang umur, sehat terus, jadi penulis yg lebih kreatif+ide2 cemerlang 😀

  21. aduh kenpa seo malah ketemu sama Kyuhyun, tu yuri ga kenapa2 kan

  22. Taeny27 said:

    Nah loooooohhh seo ketemu kyuuuuu omggg semoga aja seo gpp. Ah ternyata mereka beda dimensi. Pantes enggak ketemu. Keren thor. Lanjut

  23. Alya Rohali said:

    Krnapa seo ktmu Kyu devil 😦 Gimana keadaan Yuri?? Huwaaaa galau saya 😥
    Dtnggu next part-nya thor^^
    Oya saya reader baru, mau ngucapin #HappyBirthday buat author 🙂
    Semoga ff-nya makin banyak reader xD *walaupun telat gpp kan thor??
    Saya gak punya Twitt thor, males mau bikin juga #GakAdaYgTanya
    Boleh minta pin bb author gak?? #gakJugaGpp
    Gomawo^^

  24. dirgaYul said:

    Kyaa Seoo itu Kyuu jahaatt.!!Jgn mau sm dia huhuhuuu.. cari Yuri duluu dong.. Mmmm.. thor wlw pn sngat telat*asli y.. Met ultah yaaa..

  25. Vin RfKimHwang said:

    Nyeremin amat thor, duh khwtr dgn seohyun 😭😭😭

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: