~Thank you for your comments~

“………uh….”
Taeyeon mengerang lalu membuka matanya, mencoba melihat-lihat sekitar.
“Uh… ruangan ini gelap sekali. Aku hampir gak bisa melihat sama sekali…”
Seolah menjawab keinginannya, tiba-tiba lampu berkelap-kelip. Lalu ruangan menjadi terang. Memberi akses lebih luas pada situasi sekitar.
Taeyeon memegang kepalanya yang terasa pening akibat pencahayaan yang tiba-tiba menyapa matanya.
“Gak mungkin… apa yang terjadi…? Ini bukan di ruangan kelas kita! Dimana ini?!”
Kemudian Taeyeon langsung teringat pada para membernya.
DEG
Buru-buru dia bangun dan ketika sudah berdiri sepenuhnya dia melihat seorang gadis terbaring tak sadarkan diri beberapa meter darinya.
“Tiffany!”
Taeyeon ingin cepat-cepat menghampirinya tapi dia sadar beberapa langkah ke depannya ruang kelas itu berlubang dengan lebar sejauh tiga meter dari ujung ke ujung. Memisahkan sekitar 6 meter dari dirinya dan tubuh Tiffany. Dia mungkin bisa saja melompatinya tapi itu terlalu berisiko. Siapa tahu lantai kayu di tepi lubang itu tidak cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya.
“Tiffany! Bangun!” teriak Taeyeon. Tapi gadis itu bahkan tidak bergeming oleh panggilannya.
Taeyeon harus mencari jalan lain. Kemudian dia melihat ada sebuah pintu di sisi depan. Setiap ruang untuk kelas umumnya memiliki dua pintu. Satu di depan dan satu di belakang. Bila ruangan itu terbagi menjadi dua oleh lubang besar di tengah kelas, maka Taeyeon berada di bagian belakang.
“Tiffany! Aku akan segera kesana!”
Taeyeon berlari menuju pintu belakang dengan perasaan was-was. Sebenarnya dia bahkan tidak ingin mengalihkan pandangannya sekejap pun dari Tiffany di tempat seram seperti ini, tapi dia tak punya pilihan lain. Taeyeon segera keluar, menelusuri lorong yang pencahayaannya redup dan bergegas membuka pintu depan.
Brak!
Taeyeon menggeser pintunya sedikit terlalu keras.
“Tiffany!”
Taeyeon segera menghambur sisi Tiffany dan berlutut untuk memeriksa keadaannya. Dia melihat dada Tiffany bergerak naik turun dengan teratur.
Syukurlah dia masih bernafas, batin Taeyeon lega.
Tak sadar dia menghembuskan nafas yang dari tadi ditahannya.
“Tiffany, Tiffany, bangun!” Taeyeon mengguncang pelan tubuhnya dan menepuk pipinya.
“Nng…” Tiffany mengernyitkan dahi kemudian membuka matanya.
“Tiffany!” Taeyeon berseru lega.
“Uh… Tae…yeon? Ada apa?”
“Hahh… apanya yang ada apa… aku takut sekali, tadinya kupikir kamu kenapa-kenapa, Fany ah…”
Tiffany bangun dan melihat situasi sekeliling. Kemudian melontarkan pertanyaan yang sama dengan Taeyeon barusan.
“Hah? Dimana kita? Apa yang terjadi?”
“Itu yang mau kutahu…” desah Taeyeon getir. Dia sendiri tidak tahu jawabannya. Setelah gempa bumi besar, lantainya rubuh, dan sekarang dia menemukan dirinya berada di tempat asing secara misterius. Dan selain Tiffany dia belum melihat member yang lain. Bahkan waktu berlari di lorong dia juga tidak berpapasan dengan siapa pun.
Taeyeon berdiri dan mengeluarkan ponselnya. “Jam setengah delapan. Kenapa tidak ada sinyal disini?”
Lalu dia berjalan menuju jendela.
“Nggghhh! Akh! Gak mau kebuka!”
Dia sudah mencoba mendorong, menarik, menggeser, tapi jendela itu sama sekali tidak kebuka. Jendela itu bukan tertutup atau terkunci, tapi lebih seperti hanya sebuah dekorasi di tembok, sama sekali tidak bisa dibuka.
“Jendela-jendelanya tertutup rapat. Dan diluar gelap sekali. Aku hampir gak bisa melihat apa-apa.”
Tiffany masih menatap tidak percaya. “Apa yang terjadi…”
Di dalam ruangan ini terdapat sebuah papan tulis besar juga susunan meja dan kursi yang tampak familiar.
“Hmm… ini jelas bangunan sekolah.” Taeyeon menarik kesimpulan.
“!” Tiffany tersentak kaget.
“Kenapa? Kamu menemukan sesuatu?”
Tiffany menunjuk dengan jari gemetar.
“I-itu…!”
Sebuah selebaran yang terpasang di tembok. Tertulis dengan hurus besar dan tebal dan warna pudar.
Pemberitahuan untuk seluruh murid SMENT
“SMENT? Bukannya itu… nama sekolah yang sudah ditutup dan dirubuhkan…?”
Mendengar nama itu mendadak kengerian mulai merambat di hatinya.
“Omo! Apa yang terjadi?! Dimana kita?! Dimana teman-teman yang lain?!” seru Tiffany dengan suara yang mulai tidak terkontrol. Matanya melotot, urat-urat wajahnya menegang.
“Tenang Fany ah, jangan histeris begitu!” Taeyeon memegang lengannya. Tiffany mengangkat wajahnya, dan matanya bertemu dengan mata Taeyeon yang bersorot cemas. Tiffany menarik nafas dalam beberapa kali. Akhirnya dia kembali tenang.
“Mianhae…”

Taeyeon POV

Aku bersama dengan Tiffany hanya berdiri disana, berada dalam kesunyian yang mencekam. Ini pertama kalinya dalam hidup aku merasa setakut ini. Ini jauh berbeda dibanding dengan perasaan saat menonton film horror. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kita.
Aku terus mengatakan dalam diriku sendiri, semua hanya mimpi… mimpi buruk… dan semua ini akan berakhir kalau aku terbangun. Tapi betapapun aku berusaha, sampai mencubit pipiku sendiri, aku tidak bisa terbangun.

Aku mulai tidak tahan dengan kesunyian ini. Aku harus mengatakan sesuatu.

Third Person POV

“Tiffany, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi bagaimana kalau kita cari jalan keluar dari sini?”
“Jalan keluar?”
“Kita tidak bisa terus diam disini menggigil ketakutan. Kita harus melakukan sesuatu.”
“Ne, aku gak mau berada di tempat mengerikan ini lebih lama lagi…”
“Oke, kalau begitu ayo, siapa tahu kita juga bisa bertemu yang lain.”
“Ne, kalau kita bertemu dengan mereka. Kita bisa cari jalan keluar bersama mereka, ayo.”
Tapi saat mereka berjalan menuju luar kelas tiba-tiba terasa guncangan lagi.
“Tunggu, gempa bumi lagi?!”
“Aniyooooo!” jerit Tiffany sambil berjongkok dan menutup kedua mata dan telinganya.
Taeyeon mendekap erat tubuh Tiffany yang gemetar. Mereka terus terjaga di tempat sampai guncangannya berhenti.
“Apakah sudah berakhir…?”
Namun Taeyeon merasa tubuh Tiffany masih belum berhenti gemetar.
“Sudah cukup… aku tidak mau lagi… aku mau pulang…” Mata Tiffany mulai berair.
Taeyeon yang melihat kondisi Tiffany merasa iba. Dia tidak bisa berbuat banyak, yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah menggenggam tangannya. Tangan Tiffany terasa dingin. Padahal ruangan ini tidak dingin. Barangkali karena dia benar-benar ketakutan. Taeyeon menggenggamnya lebih erat untuk menyalurkan kehangatannya.
“Tenang, aku akan melindungi kamu Fany ah…”
Barangkali kalau mereka tidak dihadapi dalam situasi semacam ini, Taeyeon tidak akan pernah bisa mengatakan kata-kata seperti itu kepada Tiffany.
“Taeyeon…” Tiffany merasa tersentuh. Ajaib, hanya dengan kata-kata dan tindakan sederhana dari Taeyeon, mendadak dia merasa sedikit lebih tenang.
Kemudian mata Taeyeon tertuju pada sesuatu yang berwarna merah di kaki Tiffany.
“Tiffany, kakimu…”
“Oh ya, aku sangat ketakutan sampai-sampai lupa…”
Taeyeon mengeluarkan sapu tangan dari sakunya. Lalu dia menempelkannya ke kaki Tiffany. Tiffany meringis kecil. Dalam sekejap noda merah meresap ke sapu tangannya.
“Sakit?”
“Sedikit…”
Taeyeon mengikat sapu tangannya di kaki Tiffany untuk menutupi lukanya.
“Bagaimana kalau kita ke UKS? Kalau ini memang benar sekolah, pasti punya. Kita bisa mengobati lukamu disana.”
Tiffany mengangguk setuju.
Mereka berdua melangkah keluar kelas. Lorong yang panjang dengan penerangan yang minim terbentang di depan mata mereka. Lantai bangunan ini terbuat dari kayu. Dan beberapa lubang menganga dimana-mana.
Tiffany menggamit lengan Taeyeon erat-erat.
“Taeyeon…”
“Gwenchana, kamu tidak sendirian, Tiffany.”
Tiffany mengangguk pelan.
Mereka memberanikan diri melangkah maju. Lantai kayu menimbulkan bunyi derit yang menggema saat mereka melangkah.
“Bangunan ini tua sekali ya, lantainya saja terbuat dari kayu.”
“………………”
“Ah, sebentar.”
Taeyeon berhenti melangkah. Otomatis Tiffany ikut berhenti.
“Mau apa?”
Taeyeon mengeluarkan lilin dari saku roknya. Kemudian berjongkok dan menyalakannya dengan korek.
Melihat nyala lilin itu Tiffany merasa sedikit lebih lega.
Taeyeon menitikkan cairan lilin yang mencair di lantai kayu lalu menekan lilinnya di cairan itu.
“Begini cukup.”
“Untuk memberi tanda bahwa kita melewati tempat ini. Siapa tahu ada member lain yang lewat sini dan melihatnya.”
“Tidak dibawa?” tanya Tiffany takut-takut.
“Aku juga sempat berpikir begitu. Tapi kurasa tidak usah selama kita masih bisa melihat jalan. Karena kita harus menghemat, supaya aku bisa menaruh lilin untuk menandai tempat lain lagi.”
Kemudian mereka melanjutkan berjalan.
Di sepanjang lorong terdapat deretan kelas dan papan-papan nama kelas di atasnya.
Bangunan ini benar-benar tidak terawat. Seperti setting dalam film horror.
Di deretan paling ujung mereka menemukan ruang UKS.
Taeyeon menggeser pintunya dengan jantung berdebar-debar. Lalu Taeyeon yang duluan melangkah masuk. Mereka tidak menemukan siapa-siapa disana.
“Duduklah dulu di ranjang,” kata Taeyeon sambil berjalan menuju lemari kaca untuk mencari obat.
Tiffany mengernyit karena seprai kasur itu pun kotor, tapi ini bukan waktunya untuk mencari tempat yang nyaman. Begitu dia mendaratkan dirinya di atas kasur itu dia merasa pusing. Barangkali lelah dengan semua kejadian hari ini. Menyiapkan perpisahan Seohyun, lalu sekarang terdampar di tempat yang aneh ini. Kemudian mendadak pikirannya melayang begitu saja pada Appanya, kakak laki-lakinya, keponakannya, kemudian Ummanya.
Taeyeon tanpa tahu menahu keadaan Tiffany masih berusaha mencari obat di antara sekumpulan obat.
“Hmm, disini ada obat demam, obat sakit kepala, kompresan, balsem dan vitamin.”
Taeyeon menemukan sebotol obat merah di antara berbagai macam obat.
“Apa obat merah ini masih bisa dipakai? Jangan-jangan sudah kadaluarsa.”
Taeyeon membalik-balikkan botol itu untuk mengecek tanggal kadaluarsa. Tapi dia tidak menemukannya. Mungkin sudah terlalu pudar untuk bisa dibaca.
Taeyeon tidak menyadari kehadiran seseorang yang semakin dekat di belakangnya, dengan sebuah obyek tajam di tangannya.
“Lebih baik jangan kalau begitu. Bangunan ini sudah tua, siapa tahu sudah lewat bertahun-tahun tanggal kadaluarsanya.”
Taeyeon meletakkan kembali botol itu di tempatnya dan matanya menemukan sebuah perban. Taeyeon memeriksanya, kelihatannya masih bersih karena perbannya masih terbungkus oleh plastik.
“Ini saja.”
Ketika Taeyeon setengah berbalik, mendadak lengannya sakit. Sesuatu yang tajam menusuk lengannya.
Taeyeon meringis dan memegangi lengannya, kemudian melihat siapa penusuknya. Tiffany berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri… dengan silet yang berwarna merah di tangannya.
“Tif-fany? Kenapa kamu-“ Taeyeon syok.
Darah mengalir dari lengan Taeyeon yang tertusuk. Hingga mengaliri lengan bawahnya dan menetes ke lantai.
“………………”
“Tiffany, jangan bercanda! Letakkan silet itu! Hah?!”
Mendadak Taeyeon tersadar ketika melihat ke dalam mata Tiffany. Sorotan itu bukan milik Tiffany yang lembut, tapi dingin dan seperti ada nafsu membunuh. Kalau Taeyeon tidak berbalik tadi mungkin yang tertusuk bukan lengannya.
“Kera-sukan?!”
Tanpa memberinya waktu untuk berpikir lebih lama lagi, Tiffany menerjang sambil mengarahkan silet ke arahnya.
“!”
Taeyeon menjatuhkan perbannya dan tepat pada waktunya berhasil menangkap tangan Tiffany yang memegang silet. Ujung siletnya hanya berjarak tujuh cm dari tenggorokannya.
Taeyeon terdesak ke belakang. Setengah bagian atas tubuh Taeyeon tergencet ke belakang. Berada dalam posisi setengah kayang yang tidak enak.Karena di bawahnya ada lemari kaca.
“U-ukh…!!”
Kedua tangan Taeyeon yang memegang tangan Tiffany gemetar. Seperti menghadapi kekuatan orang lain.
Ku-kuat! Dia seperti bukan Tiffany!
Kudengar fenomena kerasukan memang bisa membuat pemilik tubuh memiliki kemampuan yang sama dengan makhluk yang merasukinya.
“Kuatkanlah dirimu Fany ah! Jangan mau tubuhmu dikendalikan! Usir roh itu keluar dari tubuhmu!!!”
Tapi tampaknya Tiffany mendengar suaranya. Sorot matanya masih tetap sedingin tadi.
Ujung silet itu semakin dekat dengan lehernya. Tinggal 2 cm lagi.
Terpaksa! Batin Taeyeon.
Tepat sebelum silet itu mengoyak lehernya, Taeyeon menggeser kepalanya. Dan bersamaan dengan itu, Taeyeon dengan sekuat tenaga menendang perut Tiffany dengan lutut kakinya.
“Akh!”
Saat kekuatannya menurun akibat pukulan di perutnya, Taeyeon mengambil kesempatan untuk melucuti silet itu dari tangannya dengan memukul tangannya.
Silet itu terjatuh.
Kemudian dengan cepat Taeyeon bergeser ke belakang dan memelintir tangan Tiffany di belakang punggungnya. Dulu Taeyeon sering berkelahi sama kakak laki-lakinya dan dari situ dia mempelajari gerakan memiting ini.
“Aaaaaaaaaaaa!!”
“!!”
Taeyeon tersentak kaget mendengar erangan Tiffany.
“Apooo…! Apoooo Taetae…! Kenapa kamu menyakitiku…?”
“Fa-Fany ah? Kamu sudah kembali?!” Taeyeon cepat-cepat melepaskannya. “Ma-maaf, kamu nggak apa-apa?!”
“Gwenchana…” ujar Tiffany lirih di sela-sela hembusan nafasnya.
Taeyeon mengedarkan pandangannya ke tiap sudut ruangan. Terutama melihat ke setiap daerah yang kurang penerangan. Matanya bersorot tajam seakan waspada dan bersiap-siap kalau nanti akan ada makhluk halus yang mencoba mengganggu mereka lagi.
Lalu Taeyeon melihat silet yang tergeletak di lantai tadi. Taeyeon meraihnya.
Prak!
Prak! Prak! Prak!
Taeyeon mematah-matahkan silet itu hingga tinggal kepingan-kepingan yang terlalu pendek untuk digunakan. Kemudian membuangnya ke keranjang sampah.
“A-apa yang kamu lakukan Taeyeon?” tanya Tiffany heran. “Kyaaaaa!”
“Ada apa?!”
“Kenapa kamu berdarah begini?!”
“Ah…” Taeyeon memeriksa lengannya. Bekas tusukannya setipis silet dan darahnya sudah mulai berhenti.
“Siapa yang melakukannya sama kamu?!”
“Tiffany… sebenarnya… tolong jangan kaget ketika kukatakan ini. Barusan kamu kerasukan.”
“A-pa…?”
“Lalu seseorang yang merasukimu itu yang menusuk lenganku…”
Taeyeon melihat horor terpancar di mata Tiffany.
“Nggak mungkin… tubuhku dirasuki…? A-aku sama sekali tidak ingat kejadian saat tubuhku dirasuki…”
“Tidak apa-apa… kamu nggak akan dirasuki lagi,” ucap Taeyeon sambil merengkuh tubuh Tiffany yang sedikit gemetar, berusaha menenangkan gadis itu meski dia sendiri sadar kalau ucapannya tak berdasar.

………………………

“Mianhae… mianhae Taeyeon…”
“Tidak apa-apa Tiffany, jangan dipikirkan. Itu kan bukan kesalahanmu, lagipula lukanya tidak besar,” kata Taeyeon dengan nada suara yang sangat lembut.
Taeyeon akan memaafkan segala perbuatan Tiffany padanya. Meski Tiffany sudah melukainya sekalipun. Tentu saja karena Taeyeon sebenarnya diam-diam memendam perasaan pada gadis itu. Perasaan yang selama bertahun-tahun terus dipendamnya.
Tiffany masih terus menangis sambil membalut luka Taeyeon dengan perban.
“Tapi bagaimana kalau sampai berbekas…? Kamu kan seorang yeoja…” kata Tiffany penuh penyesalan.
“Kalau begitu akan kuanggap ini sebagai kenang-kenangan dari Tiffany,” ujar Taeyeon sambil tersenyum bangga. Dan Taeyeon sama sekali tidak bercanda ketika mengatakannya.
“Masa bekas luka kamu jadikan kenang-kenangan? Dan kenapa kamu malah terlihat bangga? Taeyeon aneh deh. Ehehe terkadang Taeyeon seperti namja saja.”
Taeyeon menggaruk-garuk pipinya dengan kikuk.
Tapi ajaibnya Tiffany selalu merasa lebih baik setelah Taeyeon berusaha menghiburnya.
“Gomawo Taeyeon…”
Tiffany selesai memasangkan perbannya di lengan Taeyeon.
“Tidak terlalu kencang kan?”
“Tidak, sekarang berikan padaku sisa perbannya.”
“??”
“Masa kamu lupa? Aku akan balutkan kakimu.”
Tiffany tetap duduk di ranjang, Taeyeon berjongkok di dekat kakinya dan mengganti sapu tangannya yang kotor bernoda darah dengan perban. Taeyeon melakukannya dengan sabar dan telaten.
Selama Taeyeon membalut kakinya Tiffany merasa jantungnya berdebar halus. Bukan karena takut, tapi karena dadanya merasakan perasaan yang lain.
Tiffany menatap gadis yang sedang merawat kakinya dengan penuh kasih sayang. Taeyeon memang sahabat yang paling berharga baginya. Tapi berkat kejadian kali ini dia merasa lebih dekat lagi dengannya.
“Ajaib ya…”
“Apanya?”
“Anehnya walau aku berada di tempat mengerikan ini… dan walau tidak tahu apa yang menyebabkannya. Tapi dengan mengetahui bahwa Taeyeon berada di sisiku saja rasanya aku jadi lebih tenang…”

Taeyeon POV

Deg deg deg
Tenang Taeyeon, tenang.
Walau Tiffany berkata begitu itu bukan berarti apa-apa. Jangan berharap terlalu tinggi.
Tapi aku…
Saat kami semua terjatuh dari ruang kelas itu. Pegangan tanganku terlepas darinya…
Saat itu aku sangat takut akan terpisah darinya. Aku tidak mau merasakan perasaan itu lagi. Kali ini aku berjanji pasti akan menjaga Tiffany dan melindunginya.

Third Person POV

Taeyeon sudah selesai membalut luka Tiffany. Kemudian dia duduk di sebelahnya dan menggenggam tangan Tiffany sambil menatap lurus ke matanya.
“Apapun yang terjadi aku akan melindungimu, Tiffany.”
Taeyeon berdebar-debar sendiri mengatakan kalimat klise itu. Dan mendadak merasa agak awkward dan terlalu obvious setelah mengatakannya, maka Taeyeon cepat-cepat menambahkan. “Ka-karena kamu adalah sahabatku yang paling berharga.”
“Gomawo, Taeyeon. Bagiku kamu juga adalah sahabatku yang paling berharga.”
Terbesit sedikit sesal di hati Taeyeon karena ucapannya sendiri. Gara-gara itu, dia jadi seperti terjebak dalam friendzone yang dia ciptakan sendiri.
Tiffany balas menggenggam tangannya. “Tapi Taeyeon, kumohon jangan membahayakan dirimu sendiri…”
Taeyeon menatap Tiffany dengan jantung berdebar-debar. Tapi dalam hatinya, Taeyeon sudah bertekad. Dia bahkan akan mempertaruhkan nyawanya sendiri kalau itu demi menyelamatkan Tiffany.
“Kalau lain kali terjadi kejadian yang seperti barusan, maka aku mau kamu meninggalkanku tanpa ragu. Larilah Taeyeon… aku tidak mau sampai menyakitimu lagi. Ataupun yang paling parah sampai mengambil nyawamu…”
“………………”
Taeyeon bisa menyadari betapa menyesalnya Tiffany. Tapi… keinginan Tiffany benar-benar berlawanan dengan suara hatinya.
“Taeyeon, kamu mendengarku?”
“Iya…”

Mianhae Tiffany, tapi mana mungkin aku tega meninggalkanmu, batin Taeyeon.

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu pasti tidak akan mendengarkan omonganku.”
“……………..”
“Waktu SMP sebelum aku pindah ke sekolah yang sama denganmu. Aku juga pernah kerasukan.”
“Eh?”
“Saat itu ada kerasukan massal terjadi di sekolah pada pagi hari. Aku yang dalam keadaan kerasukan mencekik wali kelasku sendiri.”
“!”
“Waktu itu sekolah sampai memanggil orang-orang pintar untuk mengusir murid-murid yang kerasukan. Dan seluruh murid disuruh ikut memanjatkan doa. Tapi setelah aku mendapatkan kesadaranku kembali aku sama sekali tidak punya ingatan apa-apa tentang saat aku kerasukan. Sehingga sewaktu mendengar cerita guru dan teman-teman sekelasku aku sangat terkejut. Katanya roh yang merasukiku yang paling kuat dan paling susah diusir. Aku sudah menyusahkan banyak orang. Kemudian kali ini aku pun dirasukin. Mungkin aku ini tipe yang lemah dan gampang dirasukin…”
“Tiffany…”
“Makanya Taeyeon, aku hanya akan menyusahkanmu. Kalau aku sampai dirasukin lagi, lebih baik kamu tinggalkan aku…”
Taeyeon menggigit bibir dan mengepalkan tangannya di atas kedua pahanya.
“Seorang sahabat sejati tidak akan meninggalkan sahabatnya.”
Tiffany tercengang mendengar perkataan Taeyeon.
“Meninggalkan sahabat hanya demi menyelamatkan diri sendiri, bukan sahabat sejati namanya! Seorang sahabat sejati akan berusaha berkorban demi menolong sahabatnya yang sedang dalam masalah!”
“Taetae…”
DEG!
Taeyeon selalu berdebar kalau Tiffany memanggilnya dengan ‘Taetae’.
“Kamu mencintaiku ya?”
“Hah?! E-enggak!” Taeyeon cepat-cepat menyangkalnya. Wajahnya memerah.
“Maksudku sebagai sahabat.”
Taeyeon hanya berani mengangguk. Sementara hatinya masih memendam sejuta rahasia.
“Gomawo. Aku beruntung punya sahabat seperti Taetae^^”
Tiffany memeluk Taeyeon. Taeyeon memejamkan matanya, merasa nyaman dalam pelukan gadis yang diam-diam dicintainya.
Biarlah… untuk sementara begini saja, aku sudah cukup puas… batin Taeyeon berusaha menghibur dirinya.
“……………….”
“Tiffany?”
Mendadak Taeyeon merasa Tiffany menyentuh lehernya, kemudian-
“!!”
Lehernya dicekik.
“Hak!!?”
Taeyeon terdorong ke atas kasur. Tiffany menindihnya, kemudian mencekiknya dengan kekuatan bersarat mistik. Taeyeon bertemu pandang dengan sorot mata Tiffany yang dingin.
“Tif-fany!!!”
Taeyeon memegang tangannya, berusaha melepaskan cengkraman tangan Tiffany di lehernya.
Taeyeon bermaksud menendangnya, tapi tidak bisa karena pahanya ditindih oleh tubuh Tiffany.
Semenit berlalu, Taeyeon semakin kesusahan menghirup udara. Cengkraman tangan Tiffany di lehernya semakin kencang. Keringat Taeyeon mulai bercucuran. Dan rasa panik semakin merambat hatinya. Jantungnya berdegup tak karuan.
“Haa! Haa! Haa…!!”
Taeyeon belum berhasil melepaskan tangan Tiffany dari lehernya. Meskipun dia sudah mencubit dan mencakar tangan Tiffany, tapi dia seperti tidak merasakan sakit. Dia seperti berhadapan dengan kekuatan namja. Dia tak akan bisa menang kalau kakinya sudah terkunci begini. Sementara kesadarannya mulai perlahan-lahan menjauhinya.

Taeyeon POV

A-apa aku akan mati seperti ini?
Di tangan Tiffany yang kerasukan?
Tanpa sempat mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada Tiffany?
Kalau kukatakan sekarang pun mungkin akan percuma. Dia tidak akan mendengar karena tubuhnya sedang diambil alih.

Aku ingin menyampaikannya langsung. Ah tidak, aku harus menyampaikannya secara langsung.
Karena itu aku tidak boleh mati seperti ini!!! Aku masih ingin hidup!!!
“Aaaaarrrgggghhhh!!!!”
Benar, meski dia lebih kuat dariku tapi tubuhnya tetap tubuh Tiffany.
Dengan segenap tenaga terakhirku, kusalurkan semuanya ke ujung tangan kananku. Tenagaku tidak lagi kupusatkan untuk meloloskan leherku dari cengkraman tangannya. Melainkan kukerahkan semuanya pada pukulan kilat dan bertenaga ke samping lehernya.
Buk!
Setelah menerima pukulan telak di lehernya, tangannya yang mencekik leherku langsung terlepas, kemudian dia terjatuh dari tempat tidur.
Gubrak
“Hahh…! Hahh…! Hahh…! Uhuk! Uhuk!”
Sambil menstabilkan nafasku aku melihat tubuhnya yang tak sadarkan diri tergeletak di lantai.
Setelah nafasku kembali stabil, aku turun ke sampingnya. Mengecek nafasnya. Lalu menggendongnya ke atas ranjang. Kubelai kepalanya dengan lembut sambil berjaga di sisinya.
“Mianhae Tiffany… aku terpaksa melukaimu lagi. Tapi apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu…”
“……………..”
“Karena aku mencintaimu… lebih dari sekedar sahabat…”
Kuberi sebuah kecupan yang lama di dahinya. Segala perasaan yang kurasakan padanya kusampaikan melalui ciuman itu.
Biasanya aku jarang berdoa. Namun kali ini aku sungguh-sungguh memanjatkan doa supaya tidak ada roh di ruangan ini yang mengganggu kami.

*~To Be Continued~*

A/N : Walau aku masih belum begitu mahir menjabarkan detail tapi kuharap feelnya dah lumayan dapet.
Thanks for reading. Please comment

Advertisements

Comments on: "Horror Party (Chapter 2)" (51)

  1. Sedikit beda sama yg kutonton , jadi makin penasaran sama ending nya !!
    Sampe deg deg an bacanya !!
    Sempet kaget pas tau tiffany kerasukan bawa silet ,
    jadi gak sabaran ngebaca chapter selanjut nya !!

  2. Nanti baru commnt.

    • Haduh itu Fany bnar2 lmah yah mentalnya. Gampang amat krasukan. Kan kasihan Tae-Tae yang jadi korbannya. -_-
      Klo krasukan yang prtama, aku gak kaget. Karna biasanya mang bgitu. Klo ditinggalin sndirian di tmpat sram, biasanya tipikal yeoja lemah macah Fany bakalan krasukan atau mngalami hal2 yang berbau horor sih.
      Untung aja Taeng kuat kayak namja gentle. Klo gak kisah cinta TaeNy bakalan brakhir tragis deh. Mninggal di tangan orang yang dicintai, bahkan sblum mnyatakan prasaan yang sbnarnya.
      Tapi part ini bnar2 full romance TaeNy yah.^^
      Aku suka sih. Apalagi Taeng yang mngalami prgolakan batin, antara mau jujur atau gak ama Fany. TAeng yang malu2 bgitu jadi klihatan manis skaligus gentle skali. 😀

      • iya
        kerasukannya 2x biar lbh ngena gitu deh 😀

        ahhh namja gentle Taeng XD
        menurutku Taeng memang suka malu2 mau kalau sm Fany^^

  3. SunDay Eclipse said:

    Keren lho. Feel-nya naik turun kalau di gue. Ya meski di beberapa part penjelasannya masih kurang detail. Tapi ya keren lah, gue aja mencoba nulis detail biar feel-nya dapet, gak gampang. Alhasil di anggurin pfffttt XD

  4. gile serem amet fany kerasukan gitu~ semoga tae

  5. Krystalized said:

    aaaaaa serem banget ppany kalo lagi kerasuka, kasian sebenernya sama ppany dirusukin mulu
    suka part ini full TaeNy ❤

  6. tiffany seram amat. udah beberapa kali kerasukan. jgn2 roh tertarik ama tiffany maka mau rasuki tiffany.
    taeyeon harus cari dukun di tempat bernama maifate. dijamin membuat tiffany gak bs dirasuki oleh roh apa pun.
    feelnya sudah bersatu dg hatiku.

  7. serem..kasian fany kerasukan mau ngebunuh taeng, trus temen” yg lain pd kmn tuh, mudah”an taeny gpp ya .. dlanjut thor

  8. ini cerita ngarah kemana masih blm paham hihihi

  9. Kata-kata taeng menusuk,lohh?? manis bgt kata2 ny,suasana horror ny jd terkalahkan oleh cinta taeng k fany hehee

  10. nah,itu author ny tau hehee

  11. Yg penting makna dari kata2 itu sendiri mnrut gw,ga peduli klise or ga

  12. annyeong…

    Ebuseettttt~ Ppany ampe 2 kali kerasukan gitu 😦 tapi untung aja Taeng selalu berhasil mengatasi-nya.
    Apa jangan2 itu efek dari ranjang yg di duduki Ppany yah? Kan pertama kerasukan juga pas Ppany lagi duduk di ranjang?

  13. uhh deg degan q gx suka nonton film” horror tp karena ini ff snsd q baca kekeke
    next chap dtunggu

  14. Fany nyampe 2 kali kerasukan yg paling serem waktu dia bawa-bawa silet
    Penasaran ma selanjutnya gimana ma couple yg lain

  15. yg lain pda kemana? Ko cuma taeny aja.

    • Yah sabarlah
      Kan tiap chapter harus fokus mau karakter yg mana dulu
      Kalau ganti2 banyak karakter per chapter entar pd bingung

  16. Omo fany serem juga ya kerasukan sambil bawa silet tp taeyeon emang keren banget salut sama taeyeon biarpun udah di luka’in sama fany tp tetep mau nemen’in fany gimana keada’an nya yg lagi kerasukan
    Feel nya naik turun seru jd baca nya

    Di tunggu lanjutan nya ya author 🙂

  17. ppani-ah, 2 kali lu kerasukan. ngeri banget ini ff ><

    nasib member yg lain kayaknya juga gak kalah mengerikan. next chap jangan lama2 ya thor 😥

  18. wih keren thor aku suka
    taeyeon bener bener cinta banget aama fany :3
    kalau aja fany kebih peka pasti dia sadar kalau taeyeon cinta sama fany..

  19. annyeong…. taeny… taeny…. x_x
    merinding bacanya… #lagidiruanganberacpashujan… x_x
    ppany keseringan melamun makanya cepet kesambet…
    member lain pada kemana??? next chap tambahin horror nya y thor….

  20. Taeny27 said:

    Aah keren banget thorrrrr. Lanjut next chapter!!!!!!!!!

  21. Kim TaeNy Hwang said:

    Serem amat taetae hampir mati 2x gra2 fany kerasukan

  22. hjohnbossanova said:

    ini ceritanya tiap chapter bakalan satu pasang?? idenya darimana thor jadi pengan liat juga hehe… suka aja ama genre horor…

    feelnya dapat kok tapi kenapa fany gampang banget kerasukan ??

    lanjut thor

  23. Antika Nabila said:

    Author jangan buat tiffany atau taeyeon mati ya thor di ff ini >< kalau bisa semuanya selamat hehe

  24. KimStevan said:

    dooh ini bikin deg deg-anbanget ya bacanya -_- lanjut thooor kece nih

  25. TaengSicababy said:

    Untung taeyeon kuat ky namja jd nya gk mati2 deh 😀
    pnsaran sm yg lain nya pd kmana,,
    horor nya dpet thor, apalg klo bca nya malem2.. 🙂

  26. serem amat tippany sampe 2x kerasukan..
    tubuh tippany betul2 lemah makanya sampe kerasukan gtu ya..
    taeng cinta amat ya sama tippany sampe rela berkorban gtu.. aduhh tiff harusnya lu lebih peka dan cepat nyadar deh akan perasaan taeyeon..
    part taeny nya seru.. gmana kopel yg lain ya

  27. Miss New New said:

    hai hai

    kasian banget taetae
    di silet
    di cekek
    ahh~ cintah.. deritanya tiada akhir..
    *ini mau komen apa mau curhat…

    horornya belum jegerr bgt, namanya juga baru pemanasan hehe
    adegan taetae tau2 disilet dari belakang cukup horor menurutku
    ”ketidaktahuan” dan elemen kaget menambah poin ngerinya
    *gue ngomong apa sih…

    ditunggu chapt selanjutnyaa
    *kirimin energi api ke monmon biar anget (apa maksudnya ya..)

  28. Yoongkumaseororo said:

    Oh jd benar ada hubungannya sama SMENT, berarti critanya Taeyeon benar dong, bknnya cuma crita karangan buat nakut2in Fany cs…

    “Anehnya walau aku berada di tempat mengerikan ini… dan walau tidak tahu apa yang menyebabkannya. Tapi dengan mengetahui bahwa Taeyeon berada di sisiku saja rasanya aku jadi lebih tenang…”
    ooohh… Siapa yg gak geer kalo org yg kita sukai ngomong kyk gitu ke kita, sayang Fany msh nganggep Tae shabat, jd Tae ngalami cinta sepihak… Suasananya cpt bngt brubah ya, adegan romantis tiba2 jd tegang, bikin sock…

    Hmmm… Fany gampang bngt kerasukan ya ampe hrs dijinakkan(?) dgn cara dibikin pingsan dulu, biasanya org yg kerasukan tu kan krna pikirannya kosong, yaudah pikirin Taeyeon aja terus spaya pikirannya ada yg ngisi #???
    Dari skian bnyk adegan yg serem sy paling gak tahan liat ato baca adegan cekik mencekik ehhkkk rasanya kyk dicekik jg…
    Ini full Taeny …. Di chapter2 brikutnya bkal fokus pada 1 pairing tiap chapternya ya? Tp mreka pada mencar2…
    Ok ditunggu chapter n pairing brikutnya^^

  29. emiristantika2306 said:

    menegangkan banget, biasa nya aku gak suka cerita horror , tapi yang satu ini keren ceritanya..

  30. Ah ini mh bnr2 ada hantu2an ny. 😦 Gue mh gk mau ah, takuttt. Thor knpa msti ada roh2 gtu sih? Nonary wlwpun ada horor ny tpi gk seserem ini, jgn serem2 ath thor.. Gue ny penakut.

    • nonary jg serem karena ada ancaman bomnya malah 😛
      boleh dong sekali kali bikin genre horror, namanya saja imajinasi

  31. Mr.Silent Reader said:

    wih…daebak thor, aku sih kurang suka Horror tpi penasaran Banget sama Ceritanya >.<

  32. Febylia Lie said:

    sambil baca ini otak ku berputar menerka” apa yg akan terjadi selanjutnya..sukses thorrr aku dibikin deg”n bgt

  33. nthen chii said:

    Yaa! taeny lagi darurat begitu malah mesra2an :3
    Ngga juga sih,,*komenmacamapaini :v
    Tiff doyan kerasukan y. Hahaha *gubrag
    Feelnya kerasako unn, serem tegang gimana gitu, memang belum alus(?) Bgt sih, tapi daebak! Idenya dari awal udah menarik bgt :3 terpental ke masa lalu. Xixixii,, moga akhirnya menyenangkan(?) Hahahaa (y)

  34. livin_jung said:

    Horre… Taeny….
    Romance tapi berbumbu… horor gitu… aduh.. sumpah bikin engga bisa tidur.. Mana tiffany nya keradukan sampe 2 kali…
    Tapi.. tbc nya sangat menbuatku penasaran… hehe

  35. Alya Rohali said:

    Jiahhh thor.. ini special TaeNy kah???
    Padahal saya nunggu YulSeo-nya wkwkw 😀
    Seruuu bikin penasarannn ^^

  36. hhh~ thor.. pas lagi seru2nya baca, hpnya malah diambil sama kakak x_x untung internet laptopnya bisa hehe *eh maaf malah curhat ._.v
    tapi chap ini seru TaeNy XD

    lanjut thor^^

  37. dirgaYul said:

    Aaahh Taetae cuiitt bingiittt.. Tp Fanny nya ntar atiidd tuuhh hbs d pkul lg? Fighting Taetae!! Lindungi Fanny!!

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: