~Thank you for your comments~

A/N : Ini curhat panjang, jadi skip aja kalau gak mau baca.
Hai readers. Aku membawa ff baru dengan tema horror. Langsung bikin kategori baru di WP wkwkwk
Awalnya aku kebingungan mau judul apa, tapi kemudian kuputuskan untuk pakai judul ini saja. Karena inspirasi dari ff ini belakang judulnya memakai kata ‘party’ juga. Lalu aku juga teringat acara Horror Movie Factory, makanya akhirnya judulnya jadi begini 😀
Sudah lama sebenarnya aku tulis ff yang satu ini, tapi masih baru potongan-potongan cerita. Karena aku sangat mengidamkan bikin cerita horror akhirnya kuputuskan untuk langsung publish chapter awal. Karena kalau membaca komentar readers akan mendorongku untuk lebih semangat menulis ff nya 😛 (siders diharap komentar)
Aku memang masih belum terbiasa menciptakan suasana horror, tapi mudah-mudahan bisa membuat readers terbawa untuk mengikuti alurnya. Dan akan lebih menggetarkan kalau dibaca saat malam hari dan sendirian, hohoho ya jelas saja.
Tentu saja akan ada romance yang diselipkan.

Kemungkinan pairingnya : TaeNy, SooSun, YoonSic, YulHyun
pairing bisa berubah seiring jalannya cerita.

Settingnya mereka masih anak SMA disini.
Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, dan Yuri sudah senior (kelas 3 semester awal)
Sooyoung, Yoona, dan Seohyun kelas dua

enjoy~

“Hari itu cuaca mendung. Hujan turun tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi, tepat seperti sekarang ini.”
“Kalian semua sudah dengar ceritanya kan? Sebelum sekolah ini dibangun, katanya dulu ini sebenarnya merupakan bangunan sekolah lain. Nama sekolahnya SMENT.”
“Tapi terjadi serentetan kematian di sekolah itu yang menggemparkan masyarakat. Akibatnya kepala sekolah mengambil keputusan untuk menutup sekolah SMENT selamanya. Kepala sekolah sendiri akhirnya menjadi gila dan kemudian di hari penutupan sekolah, dia meloncat dari atas atap dan meninggal dunia.”
Tiba-tiba terdengar bunyi guntur diluar yang cukup dekat. Sampai menggetarkan jendela-jendela sekolah.
“!” Jessica dan Tiffany menunduk ketakutan.
“Banyak orang jadi berpikir sekolah itu dikutuk, karena itu akhirnya bangunannya dirubuhkan. Kemudian dibangunlah sekolah yang sekarang. Tapi sampai sekarang ini. Menurut beberapa saksi mata murid di sekolah kita, banyak yang masih melihat sosok seorang murid perempuan yang meninggal karena jatuh dari tangga. Murid itu terus berkeliaran di sekolah ini, tanpa menyadari bahwa dirinya sudah meninggal.”
“Dan di hari hujan ini, katanya mereka melihat sosok murid itu berkeliaran di lorong yang gelap untuk memeriksa ruang kelas.”
Karena suasana sangat sunyi, selain Taeyeon yang berbicara. Maka nafas member di dekatnya pun sudah terasa mencekam. Seperti ada sosok makhluk lain di antara mereka. Makhluk yang tak kasat mata.
Sooyoung menggosok-gosok lengannya yang dingin. Sudah dapat membayangkan ini akan mengarah kemana.
“Sebenarnya sekarang ini hampir waktunya dia muncul. Saat waktu menunjukkan pukul 7. Kemunculannya ditandai dengan mati lampu yang tiba-tiba.”
Taeyeon sengaja memberi jeda agar efek rasa takut itu perlahan-lahan mulai menyelami para pendengarnya.
Tiffany menelan ludah, dia melihat sekarang sudah tepat pukul 7. Yang lain juga perasaannya mulai was-was. Di lain pihak, wajah Jessica sudah seputih kertas.
Kemudian Taeyeon melanjutkan dengan suara bersarat misterius.
“Tok tok tok… terdengar suara pintu diketuk… lalu pintu kelas perlahan-lahan bergeser terbuka. Kemudian tampaklah wajah yang pucat dan suaranya yang lirih berkata, ‘apa masih ada orang disini?’ “
GLAARRRR!!
Seluruh ruangan berubah menjadi gelap gulita.
“Kyaaaaaaaa!!!!!!!!” Jessica dan Tiffany yang menjerit paling keras lalu saling rangkul. Lalu mulut mereka berkomat-kamit ucapan yang tidak jelas.
Yuri jatuh terduduk, “Ma-ma-ma-mati lampuuu!!”
“Yuri unnie ah! jangan bikin kita tambah takut!”
“Tapi Yoonaaaa, aku takuuuutttt!!” rengek Yuri sambil memeluk pinggang Yoona.

Ckes!

Sebatang lilin dinyalakan oleh Taeyeon dengan korek api. Pendar cahayanya tidak begitu terang, namun cukup untuk dapat melihat wajah member kembali.
“Semua masih disini kan?” tanya Hyoyeon agak takut.
“Yaaaaa…” suara Tiffany seperti hampir menangis. Sedangkan Jessica bahkan tidak sanggup membuka mulutnya.
Yoona : “Padahal kita sudah sengaja nggak matiin lampu tapi malah mati lampu sungguhan…”
Seohyun : “Ya, untung Taeyeon unnie bawa lilin.”
Tadinya sebenarnya mereka mau cerita horror dalam keadaan gelap dan menyalakan lilin untuk mendukung suasana. Namun karena Jessica dan Tiffany tidak sanggup makanya mereka bercerita sambil tetap menyalakan lampu.
“Apa ini… seharusnya ini gak terjadi,” wajah Taeyeon berubah serius. Matanya membelalak lebar.
“Heh… gak jelek juga aktingmu, Taeyeon, aku sempat ketipu,” kata Sooyoung berusaha tetap tenang, walau jantungnya seperti berolahraga sekarang.
“Aniyo! Kali ini bukan aku! Kalian lihat sendiri kan dari tadi aku berdiri disini! Kali ini mati lampu sungguhan!”
“Sebentar, unnie dengar sesuatu barusan?” Seohyun menaruh jari telunjuk di bibirnya.
Semuanya diam, memasang telinga baik-baik.
Tok tok
“Bohong…” suara Taeyeon tidak percaya.
Tok tok
Suara itu terdengar sekali lagi. Dari arah pintu.
“Pertama mati lampu lalu suara ketokan di pintu…” kata Tiffany takut-takut.
“Nggak mauuu…” erang Jessica sambil memejamkan matanya rapat-rapat.
“Hiiiii!!” Yuri mempererat pelukannya pada Yoona. Yoona memekik kecil karena tangan Yuri memegang bokongnya.
“Tunggu Yuri unnie, kamu pegang dimana?!”
Tok tok
“Apa masih ada orang disini…?” terdengar suara lirih milik seorang murid perempuan.
“Ahhh!” jerit Tiffany dan Jessica sekali lagi.
“Sudah kubilang ini bukan ide yang bagus! Kita gak langsung pulang dan malah cerita horror disini!” rengek Yuri sambil terus berpegangan pada Yoona.
Hyoyeon menarik-narik lengan baju yeoja jangkung di sebelahnya.
“Soo-Sooyoung, kamu buka sana. Lihat siapa…”
“He-heh, masa gitu aja takut,” ujar Sooyoung berpura-pura berani. Padahal dia sendiri tergolong anggota yang penakut setelah Jessica dan Tiffany, jantungnya dari tadi tidak tenang sejak mulai cerita.
Sooyoung berjalan ke pintu. Di setiap langkah dia merasa jantungnya memukul semakin kencang di dadanya.
“Sooyoung!”

Tangannya yang sudah setengah terangkat membeku.
“Kalau aku jadi kamu, lebih baik gak kubuka,” Taeyeon memperingatkan. Nadanya tidak terdengar main-main.
Sejenak Sooyoung merasa gentar dengan tatapan tajam Taeyeon. Tak sadar dirinya menelan ludah.
Tapi dia sudah terlanjur berdiri di depan pintu, dia tidak bisa tiba-tiba menarik diri dan menggigil ketakutan di belakang seperti teman-temannya yang lain.
“Apa masih ada orang disini…?” suara itu berkata sekali lagi. Lebih lirih. Membuat Sooyoung merinding.
Sebelum Sooyoung sempat menggeser pintu, pintu sudah terbuka duluan dan-
“Wuaaaaa!!” sosok itu langsung menerkam Sooyoung.
“Ah-Ahhhh-Ahhhhhhhhhh!!!” teriak Sooyoung dalam tiga taraf.
Badan Sooyoung terpelanting ke belakang, sosok itu setengah menindih tubuhnya.
Beberapa member ada yang sampai menutup matanya. Kemudian lampu kembali menyala. Di atasnya adalah seorang yeoja mungil yang sangat mereka kenal.
“Hehe, kaget?!”
Jessica, Tiffany, Yuri, Sooyoung : “Su-Sunny?!”
Yoona & Seohyun : “Sunny unnie?!”
Hyoyeon : “Kupikir kamu sudah pulang duluan!”
Sunny : “Mana mungkin aku pulang sendirian sementara kalian semua masih bersama dengan Seohyun disini, hehe.”
Sunny berdiri, kemudian matanya bertemu pandang dengan Taeyeon.
“Taeyeon ah!”
“Sunny ah!”
Sunny berlari kecil ke depan Taeyeon.
“Yeah!”
Prok!
Mereka tos.
Sooyoung berdiri dan membersihkan debu di roknya, “Aish, dandyu ini mempermainkan kita. Awas saja, lain kali kubalas.”
Sunny : “Kamu nggak bakal bisa balas kita, kamu kan penakut, weeekkk!”
Sooyoung : “Ck, akan kubalas dengan hal lain.”
“Ahhh! Kena deh kita!” seru Yoona dan Yuri berbarengan. Tapi mereka malah tertawa.
“Timing kamu bagus sekali Sunny,” puji Taeyeon.
“Ah, ini berkat salah seorang pegawai sekolah juga. Berkat dia mau bekerja sama, makanya timing nyala dan mati lampunya pas. Kamu sendiri juga aktingnya bagus Taeyeon,” balas Sunny.
“Hehe, ekspresi Sooyoung unnie barusan benar-benar priceless!” Yoona tertawa lebar.
“Huh, harusnya kamu saja yang buka pintunya tadi Yoong.”
“Hehe, salah sendiri unnie sok berani.”
“Baiklah teman-teman, karena sudah semakin larut mari kita pulang,” kata Taeyeon.
“Ehhh? Gak mau ah~” rengek Hyoyeon.
Semuanya juga mempunyai perasaan yang sama seperti Hyoyeon. Mereka melihat ke arah Seohyun yang berwajah muram.
Taeyeon : “Seohyun, perpisahan memang berat, tapi aku yakin kamu pasti akan baik-baik saja.”
Seohyun : “Kamsahamnida untuk semuanya selama ini…”
Yoona : “Yahh… bakalan jadi sepi deh…”
Sunny : “Tenang saja Seohyun, aku yakin kamu pasti akan mendapat teman baru disana.”
Yuri : “Ya, dan sekolah barumu tidak sejauh itu. Kalau liburan tiba kita semua pasti akan datang.”
Sooyoung : “Ya, makanya jangan sedih lagi. Karena kita semua berteman selamanya!”
“Unniedeul…”
“Hei…” bisik Jessica ke Hyoyeon.
“Apa?”
“Seohyun bakalan pindah beneran ya?”
“Ne, hari ini hari terakhirnya di sekolah ini.”
“Yahhh…” Jessica memasang wajah sedih.
“Kamsahamnida… aku sangat bersyukur bertemu dengan unnie semua… kalian semua akan selalu menempati tempat yang spesial di hatiku selamanya…” Seohyun tersenyum walau air mata mulai menggenangi matanya.
Yoona : “………………..”
Hyoyeon mengusut air matanya.
“Uh… Seohyunnie… jaga dirimu baik-baik ya…” tangis Tiffany.
Sunny : “Senyumlah Seohyun…”
“Ne…” Seohyun merasa terharu.
“Ayo kita semua foto bareng buat kenang-kenangan hari ini!” Sooyoung mengeluarkan kameranya.
Mereka berdelapan langsung merapat
Sooyoung menyetel kameranya 10 detik dan meletakkannya di meja yang tingginya sesuai. Lalu segera berlari ke tengah-tengah mereka, memasang pose narsis.
Klik
Hyoyeon : “Nanti kirimin fotonya ke aku ya, Sooyoung!”
Sunny : “Aku juga”
Yoona : “Aku juga!”
“Ya ya, nanti semuanya pasti kukirimin kok, tenang saja.”
Taeyeon : “Kalau gitu ayo kita pulang.”
Mereka semua mengambil tas masing-masing.
“Tunggu, sebelum pergi, gimana kalau kita semua melakukan ritual Genie?” usul Sunny. Lalu Sunny mengaduk-aduk isi tasnya dan mengeluarkan sebuah boneka kertas berbentuk manusia yang sederhana.
Taeyeon : “Siapa Genie? Dan kenapa pakai boneka kertas?”
Tiffany : “Kamu menggunting boneka kertas ini sendiri ya?”
Sunny : “Ne.”
Yuri : “Ah aku tahu, akhir-akhir ini ritual itu lagi populer di kalangan murid-murid SMP dan SMA.”
Hyoyeon : “Aku juga tahu. Aku cari tahu lewat internet. Katanya bisa mengabulkan satu permintaan kan?”
“Jika kita melakukannya dengan benar, kita semua akan bisa bersahabat selamanya,” jelas Sunny.
Sooyoung : “Seperti jimat begitu?”
Sunny : “Ne!”
Yoona : “Hebat! Aku mau mencobanya!”
Seohyun : “Aku juga unnie.”
Sunny : “Apa semuanya setuju?”
“Ne!” jawab semuanya berbarengan.
Sunny : “Baiklah, ayo semuanya berkumpul mengelilingi kertas boneka ini.”
Mereka semua berkumpul membentuk sebuah lingkaran.
“Di kepalamu, ulangi kalimat ‘Genie, kami mohon kabulkan keinginan kami.’ Ulang sebanyak… ngg… tujuh… delapan… sembilan. Ya sembilan. Kamu harus mengatakan satu untuk setiap orang yang hadir disini. Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang, atau kalau gak jimatnya gagal.”
Taeyeon : “Ngg, apa yang terjadi kalau jimatnya gagal?”
“Semua ini kedengarannya mencurigakan,” kata Jessica dengan sorot mata tajam.
Sunny : “Pokoknya jangan sampai gagal!”
Taeyeon : “Oke.”
“Baiklah, ayo kita mulai. Kalian semua tahu mantranya kan? ‘Genie, kami mohon kabulkan keinginan kami.’ Ulangi sebanyak sembilan kali dalam hati.”
Sunny memperhatikan wajah semua membernya. Beberapa ada yang mengangguk dan ada yang menarik nafas dalam.
“Siap? Mulai!”
Hening panjang.
Sunny : “……………………………….”
Taeyeon : “……………………………….”
Tiffany : “……………………………….”
Jessica : “……………………………….”
Seohyun : “……………………………….”
Yuri : “……………………………….”
Yoona : “……………………………….”
Hyoyeon : “……………………………….”
Sooyoung : “……………………………….”
Sunny : “Semuanya sudah mengatakan sembilan kali?”
Tiffany : “Ne!”
Yoona : “Yeah!”
Sooyoung : “Yah! Buruan! Kalau kita tidak cepat selesaikan, takutnya aku akan mengatakannya sekali lagi di kepalaku!”
Sunny : “Oke, kalau begitu semuanya pegang ujung kertasnya, di bagian mana saja.”
Jessica : “Seperti ini?”
“Ne, sekarang pegang dengan kencang, jangan dilepaskan. Pada hitungan ketiga kita akan menariknya bersamaan sampai sobek oke?”
Sunny mulai memberi aba-aba, “Hana, dul, set!”
Brek!
Boneka kertas itu telah robek menjadi 9 bagian.
Sunny : “Nah sudah selesai! Pastikan kalian simpan baik-baik potongan kertas itu. Masukkan ke dompet atau dimana saja, tapi jangan dihilangkan.”
“Hmm… jadi kertas boneka ini punya semacam arti?” tanya Sooyoung sambil mengamat-amati potongan kertas miliknya.
Sunny : “Ne, selama kita memilikinya kita bersembilan akan selalu saling terhubung selamanya. Itulah tujuan dari jimat ini.”
Yuri : “Wow, kereeen~!”
Yoona : “Bukan keren, tapi sangat keren! Aku pasti akan menyimpan ini baik-baik!”
Seohyun : “Kamsahamnida Sunny unnie, aku pasti akan menyimpannya baik-baik.”
“Gak masalah. Anggap saja sebagai bentuk janji kalau kita semua akan hang out bersama lagi,” senyum Sunny tanpa tahu masalah yang sebentar lagi akan menimpa mereka.
“Aku akan kangen kamu, Seohyun ah…” kata Jessica sambil memeluk Seohyun.
Taeyeon : “Oke, ayo sekarang kita pulang.”
“Ne~!”
Tiba-tiba ruangan terasa berguncang.
Jessica & Tiffany : “Kyaaaa!”
“Gempa bumi?!” Hyoyeon berusaha menyeimbangkan dirinya, tapi makin lama guncangannya bukannya makin mereda. Untuk seorang Hyoyeon yang bahkan tubuhnya paling luwes dalam bergerak pun tidak bisa berdiri lurus.
“Kyaaaaaaaaaa!!”
Yuri : “Guncangannya keras sekali!”
Prang!
Sebuah lampu jatuh. Pecahannya menggores kaki Tiffany.
“Ahhh! Ahhh!” jerit Tiffany berbaur antara rasa panik, ngeri, dan rasa sakit.
Taeyeon : “Tiffany!”
Jessica : “Fany ah!”
Seohyun : “Unnie!”
Taeyeon yang paling cepat bergerak, dia segera menggenggam tangan Tiffany. Dan mereka saling berpegangan untuk support sekarang.
“Aniyo! Aniyooooooo!” Sunny menggeleng-geleng ketakutan sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
“Tenang Sunny! Tenang!” Sooyoung memeluk tubuh gadis itu erat-erat.
Seohyun : “Yuri unnieeee!”
Yuri : “Seohyun, pegangan!”
Taeyeon : “Semuanya tetap tenang! Bersembunyilah dibawah meja! Cepat!”
Lampu-lampu mulai berjatuhan.
Prang!
Prang!
Hyoyeon : “Awas!”
Prang!
Untung Hyoyeon masih sempat menarik Sunny dan Sooyoung, tepat setelah itu lampu jatuh tepat di depan mereka berdiri barusan.
“Aaaaahhhhhhhhh!!” mereka semua berteriak dan menjerit. Panik menyesaki dada mereka. Tapi teror ini tidak berakhir sampai disini.
DEG!
Taeyeon : “Apa…?!”
Hyoyeon : “Lantainya!”
Lantai kelas mulai retak. Retakannya makin melebar. Mulai menjalar dari ujung ke ujung.
Tiffany : “OMO!!”
Yoona : “Gak mungkin! Gempa bumi sebesar apa?!”
Sooyoung : “Serius nih?!”
Seharusnya mereka segera lari. Tapi pijakan yang terus berguncang membuat tubuh mereka bahkan tidak bisa berpijak dengan benar. Situasi tidak memungkinkan untuk lari.
Tiba-tiba lantai tempat Yuri dan Seohyun berpijak rubuh.
Yuri : “Waaaaaaaa!”
Seohyun : “Kyaaaaahhhh!!”
Yuri sempat berpegangan pada tepi. Dan tangannya yang satu lagi memegang Seohyun.
“Akkhhhh…!!” Yuri berusaha bertahan dengan segenap tenaga. Tangannya gemetar dengan hebat harus menahan berat dua orang sekaligus.
“Yuri unnie! Seohyunnie!” Yoona langsung segera menolong dengan membantu menarik tangan Yuri.
Tapi tiba-tiba seluruh lantai kelas runtuh.
“!”
“!”
“AAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!”
Mereka semua jatuh ke dalam lubang gelap yang mengantar mereka menuju dimensi yang berbeda. Dimana teror yang tak pernah mereka bayangkan akan menjadi sesuatu yang lebih mengerikan daripada sekedar mimpi terburuk.

Advertisements

Comments on: "Horror Party (Chapter 1)" (56)

  1. Update-nya kayak orang kesetanan. XD
    Gara2 sudah trlalu lama ‘puasa’ bikin FF yah? XD
    Commnt-nya bsok aja deh. YAng pnting baca n tinggalin jejak dulu. XD

    • Nuansa horror-nya blum trlalu trasa sih.
      Apakah ini tar lbih k sad horror daripada comedy horror?
      Kasihan JeTi dibikin ktakutan ama TaeSun.
      Padahal itu ritualnya kan gak aneh2 berbau mistis. Tujuannya juga baik. Berdoa pada TUHAN pula. Tapi knapa hasilnya mrka malah dibawa k dimensi yang pnuh dngan teror?
      Dan apakah nantinya mrka akan terpisah? Padahal jatuhnya barengan.
      Mnurutku apa tidak sbaiknya pnjlasan atas kpindahan Hyunnie itu ditaruh di awal2 aja?.

      • maaf deh karena memang aku blm ahli bikin horror 😛
        lagian ini baru permulaan jd mana bisa langsung horror, ya gak?
        jd awal chapter baru menceritakan setting dan karakter secara general

        gak, memang sengaja gak ditaruh di awal
        kalau kayak gitu entar gak bisa memberikan sensasi di bagian awal lalu entar nambah percakapan lg
        kalau ada yg jeli mgkin sadar wktu awal gak ada bagian Sunny ngomong wkwkwk XD

        ada bagian yg kuralat sedikit sih, yg mati lampu dan lilin itu
        tp gak gitu pengaruh sm cerita

  2. kyril fadillah said:

    pas banget gw baca tengah malem tapi horrornya belum muncul
    taesun sukses buat yg lainnya ketakutan
    ditunggu kelanjutannya

  3. akhir.x publis ff lagi ^^

    aigo.. merk prgi k dimensi brap?
    sunny bkin orang deg2an kirain hantu bneran.. eh trnyata hantu yg cntik unk ukran hantu -,-

  4. Mlm2 bgini horror2an… pas bnget!! , ok aku ninggalin jejak dlu 🙂

  5. annyeong….

    Aduh mereka ber-9 pergi ke dimensi lain,apa efek dari mantra dan boneka kertas itu?

  6. Antika Nabila said:

    Corpse party? Terinspirasi sama Film anime ini yah ^^ ga tega pasti nanti sad ending T^T

  7. mreka pergi ke dunia mana nih??
    krna efek mantra itu pasti.
    pasti pengalamann mreka di sana seru dan menegangkan

  8. noeryanzien said:

    annyeong thor

    waahhh ff baru lagi, tae ama sunny emang bukan penakutkan aslinya, dandyu daebak

    sebenernya ff kaya gini yg aku tunggu-tunggu thor horor misteri gitu hahaha

    di tunggu lanjutannya thor fighting 🙂

  9. baca ff horror lagi q, padahal gx pengenn takut kebawa suasana. tapi ni pairingnya favorit q gimana ni? mesti baca deh..
    keep spirit author!!

  10. horror bget, sampe ikut deg degan

  11. Miss New New said:

    wah ada yg baruuu

    bagus thor!

    horor dan petualangan
    kerennnn

  12. Weh ,
    keren nh ,
    walaupun ada pairing yg ketuker . Gapapa lah yg penting ada soosun xD
    Mereka jatuh gara2 genie ya ?

  13. woaaahh seru nih kayaknya~ baru pertama kali baca ff genre horor~ ditunggu next chap thor~

  14. Duch duo dadyu iseng banget sich nakutin yg lain
    Mereka bakalan berpetualang nich pasti seru ditunggu ja lanjutannya

  15. hjohnbossanova said:

    yeee FF baru nih, udah lama gak baca yang genrenya horor… Thor yang pairingnya yoonsic jangan diubah dong… akhir2 ini makin langka pairing itu…

    Semoga sesuai ekpetasi ^^ semangat!!

  16. Menegangkan
    Awesome 😀
    Lanjutkan teruss thorr ..
    Hihihihi

  17. beninsooyoungsters said:

    Keren nih, patut di lanjutin 🙂

  18. ff horor keren.. tadi mataku kayak mau keluar ketika baca scene setelah baca mantra genie…

    sangat menegangkan….

    kutunggu lanjutan.

  19. TaengSicababy said:

    Kirain tdi setan eh trnyata sunkyu -_-
    horor nya dpet bgt thor,, malah bacanya malem2 pula 😀
    pnasaran kira2 mreka bkal kena teror kya gmana..

  20. inibtbc apa end thor?
    mereka jatuh kemana?meninggal ga?

  21. Dimensi lain? wahh ketemu gw donk,gw kan dari dimensi lain kekekee.. ditunggu next chap

  22. serem jg hahaha lagian pake acr nakut”in jd beneran dah, lanjut thor

  23. Annyeong udah lama nih gax baca FF author mian ya thor ..
    Ini jdinya comedy horror atau sad horor ??
    Blom terlalu horror ,, semangat deh buat author

  24. Uuwwaaahhh horror nya blm kerasa banget tp deg,deg kan nya kerasa banget apa lagi pas gedung nya mulai goyang lampu pada jatoh panik nya kerasa banget keren (y)

    Lanjut author di tunggu kelanjutan nya

  25. annyeong… masih belom terlihat horror nya… mngkin next chap x y….

  26. aaaargh ><

    suka banget ama genre rada2 serem gini 😛
    setelah kmrn yg waktu nonnary game itu

    itu kirain beneran hantu yg ngetok2, taunya s bunny :v

  27. Kim TaeNy Hwang said:

    Wow bener2 menegangkan

  28. ini ceritanya mirip sama corpse party tortured souls, mimin terinspirasi dari situ ya? tp kalo emang gitu nti pasti ada yang bakalan mati.. 😥

  29. Wah keren akhir nya bikin ff horor juga nih.
    Tp kesan horor nya blm terlalu kelihatan nih thor ..

  30. Yoongkumaseororo said:

    hahaha… Yuri sempat2nya byun di saat suasana lg tegang, biasanya tu kan jatahnya (?) Taeyeon…
    TaeSun niat bngt ngerjain tmn2nya ampe libatin petugas skolah,..
    Loh? Kok permainannya jd serem, pdhalkan tujuannya buat ngabulin harapan, apa ni syarat supaya harapannya terkabul? Kalo crita Taeyeon bener mengenai skolah SMENT tu, apa tu jd slh satu faktornya? Suasananya cpt bngt brubah dari yg mengharu biru (?) tiba2 jd horor… Ini menarik…

  31. Park MinnieSicaJung said:

    wahh mrka masuk kmba tuhh dunia setan kahh????
    lanjuuttt lahh…

  32. hwang tae jung said:

    jdi merinding sndri -_-
    bca jam sgni,sndri d kmar errrr……

  33. Suka banget, tapi ini nanti pasangannya bukan RF ya?
    unik sih…
    Kisah hantu khayalan dari anak sekolah…

  34. Febylia Lie said:

    annyeonggg.. lama tak mampir..karya horor pertama kah ini thor? sunny n taeyeon dapet bgt aku feelnya.. tp pas bagian permohonan genie flat thor hehe tp ttp keren kokk.. :*

  35. menarik…lanjut lanjut ke chap berikutnya

  36. nthen chii said:

    Woaah,,
    Baca malem2, udh rada subuh sih, lumayan tegang juga. Hahahaa
    Kasian bgt jessica+tiffany sampe pucet. -_-”
    Emang jail bgt tu taesun :v
    Keren unn, lanjut :3
    Hehehee

  37. Rodo Venesia Hasian Pandiangan said:

    daebak unnie…
    lanjut !!!!

  38. horror taeny lagi dong
    ff seru bnget lanjut ya

  39. livin_jung said:

    Ok, ini masih berlanjut kan??, pasti horornya baru muncul di chapter selanjutnya..
    Tapi adegan pas sooyoung mau buka pintu itu.. bener-bener bikin deg2an (mungkin karena aku penakut)

  40. Alya Rohali said:

    Keren thor 😀
    #ninggalin jejak^^
    Wahh lumayan seruu dipart 1 ini.

  41. WAH INI KAN CERITANYA CORPSE PARTY: TORTURED SOULS! MUAHAHAHAHAAA SERU TUH

  42. Itu kok kayak gini? Gara2 jimat?
    Lanjut dulu thor

  43. dirgaYul said:

    Wiihhh deg2an smp tahan napass.. Seru jg nih critay.. Trlempar k dimensi lain y?? Moga2 hepi ending deehh..

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: