~Thank you for your comments~

A/N : Chapter ini panjang, sebagai ganti chapter sebelumnya yang agak pendek juga.

Anak kecil dilarang keras baca chapter ini, author sudah memperingatkan 😛
Lebih baik skip langsung sampai ke beberapa ratus kata terakhir 😛
enjoy~

Di dalam kamar TaeNy. Keduanya sedang berbaring sambil berpelukan di atas kasur.
“Taeyeon ah…”
“Hmm?”
“Sekarang kamu mencintaiku kan?”
“………………”
“Kamu sudah tidak mencintai Sunny lagi kan?”
“………………”
“Sunny mencintai Sooyoung dan mereka sudah jadian.”
“Aku tahu.”
“Kamu sakit hati begitu tahu mereka sudah jadian?”
“Kenapa harus merasa sakit hati? Sunny kelihatan bahagia dan Sooyoung juga. Aku turut bahagia selama mereka bahagia bersama.”
“Syukurlah…”
“Lagipula…” Taeyeon menatap Tiffany dengan lembut. “Aku masih punya kamu. Seseorang yang aku percaya akan terus berada di sisiku, walau usiaku terus bertambah.”
“Taeyeon… aku juga merasakan hal yang sama.”
“Fany ah, kita perbaharui janji kita yang dulu sebelum debut. Janji bahwa kita akan selalu bersama selamanya.”
“Aku janji, Taeyeon…”
Kemudian mereka mengikat janji mereka dengan sebuah ciuman.
Tiffany merasakan gigitan ringan di bibir bawahnya. Kemudian dia membuka mulutnya, merasakan lidah Taeyeon masuk ke dalam mulutnya. Lidahnya bertemu dengan lidah Taeyeon. Taeyeon melilitkan lidahnya dengan lembut, tanpa terburu-buru.
“Emm…”
Tiffany menikmati sensasi ketika bagian dalam mulut mereka seperti melebur menjadi satu.
Taeyeon melepaskan ciumannya dan mereka saling berpandangan lagi. Keduanya tersenyum melihat benang saliva saling menghubungkan dari mulut ke mulut mereka.
Dengan perlahan dan menggoda, Taeyeon mengangkat baju Tiffany.
Taeyeon merasa semakin bergairah melihat Tiffany memakai pakaian dalam yang seksi. Pink bra dengan sedikit renda putih.
Kemudian dia melepaskan bra Tiffany yang kebetulan model pengaitnya berada di depan.
Taeyeon sedikit meremas dadanya. Terasa sangat halus dan empuk.
Taeyeon memainkan puncak dada Tiffany dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Menggosoknya dengan lembut.
Tiffany mengangkat tangannya bermaksud menyentuh tubuh Taeyeon tapi kedua tangannya ditahan oleh Taeyeon.
“Biarkan aku Fany ah…”
Kemudian Taeyeon mendekatkan bibirnya ke puncak dada Tiffany. Sedikit bernafas di atasnya, melihat putingnya mengerut.
Taeyeon merasakan tubuh Tiffany memanas karena dia hampir terus menggeliat.
Taeyeon tahu Tiffany merasa makin gelisah, tapi dia ingin menggodanya sedikit lagi.
Taeyeon sengaja menggosok-gosok tangannya di sela-sela paha Tiffany sambil melihat reaksinya.
“A-ah… jangan goda aku Taeyeon…”
Taeyeon tersenyum dan melepaskan kancing jeansnya. Lalu dia menurunkan wajahnya di antara paha Tiffany setelah memastikan Tiffany sedang menontonnya.
Taeyeon menggigit risleting dengan giginya dan menurunkannya.
Hanya gerakan yang sederhana ini membuat milik Tiffany berdenyut.
Tiffany mencoba menggerakkan tangannya tapi sekali lagi ditahan oleh Taeyeon.
Taeyeon melepaskan celana panjangnya, dengan sedikit kasar, dan mulai membelai bagian bawahnya melalui celana dalam.
Tiffany kembali mendesah karena rangsangannya. Tangan Taeyeon mulai basah.
Saat sedang mencumbu Tiffany, Taeyeon teringat kembali ketika dia ditolak oleh Tiffany.
Hal-hal yang sudah mereka lalui bersama. Juga ketika dia mencintai Sunny.
Tapi sekarang dia sudah ingat betapa dalamnya cintanya pada Tiffany. Hanya pada Tiffany seorang.
Dan malam ini dia akan memiliki Tiffany seutuhnya.
Taeyeon menggunakan giginya sekarang untuk menarik turun celana dalamnya. Kemudian kagum betapa basahnya kain itu.
“Tae…”
Taeyeon memandangi area pribadi Tiffany yang benar-benar mulus tanpa sehelai bulu pun.
Tiffany menjadi terangsang merasakan tatapan intens dari Taeyeon.
Taeyeon menjulurkan lidahnya, menjilat kebasahan itu.
Mulutnya terbentur karena Tiffany menggeliat lagi, tapi dia tidak mempedulikannya dan terus menjilat Tiffany dengan gerakan pelan, memutar, dan lembut.
Telinganya mendengar tarikan nafas Tiffany menjadi cepat. Dia terus memijat bagian dalam pahanya dengan lidah, dan mulai menambah kecepatannya.
“A-ahh Tae, stop! Aku sudah mau-!”
Tiffany memohon agar dia berhenti, tapi Taeyeon tetap terus menjilatnya.
Taeyeon harus menggunakan kedua tangannya untuk menahan paha Tiffany agar tidak terlalu menjepit kepalanya.
Punggung Tiffany tersentak dan dia mengalami klimaks yang hebat.
“Ahhhhhhhhhhh……!!”
Nafas Tiffany tersengal-sengal. Dia belum sepenuhnya kembali ke dunia.
Tiffany merasa nyaman ketika tubuh mereka saling berhimpitan. Tak ada jarak lagi di antara mereka.
“Tae…”
Tiffany menyelipkan ke belakang telinga rambut yang sebagian menutupi wajah Taeyeon.
Tiffany merasa sangat terharu melihat sinar mata Taeyeon yang penuh cinta.
Benar, seperti dulu ketika Taeyeon selalu memandangnya dengan tatapan selembut itu.
“Aku suka sorotan matamu, terlihat sangat lembut…” kata Tiffany sambil membelai pelan pipi Taeyeon. “Ini Taeyeon yang selalu kurindukan…”
Taeyeon tersenyum merasakan tangan halus Tiffany membelai pipinya.
“Kaulah cinta terakhirku di dunia ini…”
Tiffany menitikkan air mata haru.
“Kenapa kamu menangis Tiffany?”
“Tadinya kukira kamu tidak akan berpaling padaku lagi Taeyeon… aku sudah putus asa…”
Melihat air mata Tiffany, mendadak Taeyeon teringat perlakuan dinginnya sama Tiffany selama ini. Air matanya mengalir.
“Tae?”
“Maaf… aku sudah kejam sama kamu…”
Tangan Taeyeon mengepal.
“Padahal aku sangat-sangat mencintaimu tapi bagaimana bisa aku menyakiti hatimu sepeti itu Fany ah…? Aku kesal sekali sampai rasanya tidak bisa memaafkan diriku sendiri!”
“Taeyeon ah… apa yang sudah berlalu biarkan berlalu. Yang penting sekarang aku bisa memelukmu seperti ini.”
“……..ne…”
“Kalau begitu, boleh kita lanjut? Sekarang giliranku ya?^^”
“Baiklah.”
“Maukah kamu menuruti kemauanku?”
“Apapun untukmu.”

**

Jessica dan Yuri sepakat untuk mandi bersama.
Jessica sempat terkagum melihat kulit coklat Yuri yang sama sekali tak terhalangi pakaian. Memberi debaran eksotis pada jantungnya.
Di bawah pancuran air hangat keduanya berbagi ciuman hangat. Ketika Jessica membuka matanya di tengah ciuman, dia kaget karena melihat mata Yuri masih membuka.
“Ish, kamu… kenapa kamu tidak memejamkan matamu, huh?”
“Ahaha, soalnya aku ingin melihat wajah Sica sewaktu sedang berciuman denganku dari dekat.”
“Curang, kalau begitu aku juga.”
“Ahaha, kalau kita sama-sama saling bertatapan dalam jarak sedekat itu malah jadi aneh kan.”
Jessica memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahu Yuri. Yuri balas melingkarkan kedua tangannya di punggung Jessica. Jessica merasa berada di atas puncak kebahagiaan saat tubuh mereka saling melekat satu sama lain, tanpa ada sehelai benang pun yang membatasi mereka. Sekaligus nyamannya berpelukan di bawah pancuran shower hangat. Rintik-rintik air hangat yang seperti memijatnya.
“Manjain aku…”
“Sica-baby…”
“Malam ini aku sepenuhnya milikmu, Yul. Jadi kamu boleh perlakukan aku sesukamu…”
Yuri menelan ludah. Tubuhnya mulai panas karena sejak berpelukan dengan Jessica dada mereka saling menempel.
“Gawat… kalau kamu bilang begitu kan aku jadi ingin berbuat macam-macam sama kamu… nanti sekali sudah melakukan aku nggak bisa berhenti lho…” bisik Yuri menahan gairah yang mulai meletup-letup di dadanya.
“Gwenchana, lakukan saja Yul…”
Tanpa buang waktu, Yuri langsung mengklaim bibir Jessica. Mengulumnya dengan hangat.
“Emm…”
Jessica mendesah di sela-sela ciuman.
Yuri melepaskan ciumannya dan bibirnya mulai turun ke leher.
“Ahhh… Yuri… jangan disana… nanti berbekas…”
Yuri mematuhinya dan tidak meninggalkan bekas ciuman di lehernya. Jessica merasa geli ketika bibir Yuri menyentuh dadanya. Yuri menciumi puncak kecil berwarna merah mudanya yang mulai mengeras. Sebelah tangannya memilin puncak dadanya yang lain di saat bersamaan.
“Ahhh… ahhh…!”
Yuri semakin bergairah mendengar suara desahan Jessica. Gigi menggigit pelan putingnya yang tegang. Kemudian menjilat tepat di lubang putingnya.
“Engghh!”
Nafas Jessica mulai tak beraturan.
Yuri memepet Jessica ke tembok. Masih menghisap dadanya dengan penuh gairah.
Tangan kiri Yuri mengangkat paha kanan Jessica. Membelai-belai klitorisnya dengan satu tangannya. Kemudian Yuri memasukkan jarinya.
Jessica nyaris berhenti bernapas ketika Yuri membengkokkan jarinya di dalam dan menyentuh g-spotnya. Panas tubuhnya meningkat. Jessica meremas punggung Yuri dan memejamkan matanya rapat-rapat. Pikirannya hanya fokus pada kenikmatan yang diberikan oleh Yuri di sela-sela pahanya.
Yuri dapat merasakan jarinya dijepit oleh dinding-dinding di dalam. Yuri merasa sangat senang karena Jessica menginginkannya.
Jessica terus mendesah dengan liar merasakan jari Yuri mengelus-elus G-spot nya. Tidak peduli walau seandainya suaranya terdengar dari luar.
“Ang- Ahhh! Ahhh! Yuri!”
Jessica merasa lemas karena sekarang dia hanya bertumpu dengan satu kaki dan punggung menyentuh tembok. Pancuran air hangat dari shower juga menambah kesan sensual yang dirasakannya.
Tidak lama kemudian Jessica sudah mencapai klimaks. Rasanya dia seperti terbang ke awang-awang. Pandangannya menjadi berkunang-kunang.
Yuri mengeluarkan jarinya, dan setelah itu baru menurunkan paha Jessica.
“Haaa… haa… haaaaa…..” Jessica perlahan memperoleh kesadarannya kembali. Lalu dia melihat saat Yuri menjilat jarinya yang basah oleh cairan cintanya dengan penuh sensual.
“Hemm… rasa Sica.”
Yuri melakukannya dengan sorotan mata menggoda.
Jessica menarik Yuri mendekat dan langsung memagut bibirnya dengan mesra.
“Yang barusan benar-benar luar biasa, Yul.”
“Aku senang kalau kamu menikmatinya, baby.”

**

Di kamar SooSun. Sooyoung sedang menyandarkan kepalanya di bahu Sunny. Keduanya sudah dua menit tidak saling berbicara sampai Sunny yang mulai duluan.
“Aku takut Sooyoung…”
“Takut apa?”
Sooyoung menggenggam tangan Sunny.
“… kalau suatu hari kau akan berpaling pada namja, dan kau akan meninggalkanku. Lalu menganggap semua ini hanya tinggal kenangan…”
“Sunny…”
Sooyoung merasa hatinya teriris mendengar kekasihnya berkata seperti itu.
“Bukannya kamu selalu dari dulu ingin pacaran sama namja? Aku takut kalau kebersamaan kita tidak akan lama lagi…” kata Sunny menahan tangis.
“Sudahlah, jangan bicara yang bukan-bukan lagi. Kita hentikan topik pembicaraan ini ya? Kita nikmati saja hubungan kita yang sekarang.”
“Tidak, aku akan tetap mengatakannya.”
“……..baiklah kalau begitu. Jangan dipendam. Katakan semua keresahanmu padaku, Sunny…”
“Semenjak jadian sama kamu, aku selalu dirundung sama rasa takut. Apa hanya aku saja yang merasa seperti ini?”
“…Sunny ah, aku juga…”
“Nggak, kamu nggak ngerti.” Sunny tiba-tiba menyingkirkan diri sampai Sooyoung yang sedang bersandar padanya hampir terjatuh.
Sunny melangkah ke depan pintu, sama sekali tidak memandang ke arah Sooyoung.
“Kurasa… lebih baik kita putus saja.”
“Apa?”
“………………..”
“Kamu serius Sunny?” tanpa disadarinya, suara Sooyoung bergetar. Matanya menatap nanar punggung Sunny.
“Ya. Daripada nantinya kita sakit hati. Lebih baik kita akhiri hubungan ini sekarang.”
“Jangan memutuskan seenaknya!”
Tiba-tiba Sooyoung marah. Kemudian dia melompat dari tempat tidur dan berjalan ke arah Sunny, memaksa gadis mungil itu berbalik menatapnya.
“Kamu pikir aku juga tidak takut apa?! Kalau suatu saat kamu akan meninggalkanku?!”
Sunny tidak menjawab. Hanya mendongak pada Sooyoung dengan mata berkaca-kaca.
Sooyoung menarik Sunny ke dalam pelukannya.
“Baiklah, sudah kuputuskan.”
“Kita tidak boleh putus. Dan kita tidak akan putus. Aku ingin mengikat janji ini dengan berhubungan intim.”
“……!!”
“Ya Sunny? Kamu mau ya melakukannya denganku?”
Sunny balas memeluk Sooyoung dan mengangguk dalam pelukannya.
“Kalau begitu mari kita lakukan sekarang.”
Sooyoung melepaskan Sunny dan menggeser kasurnya agar kasur mereka berdempetan.
“Huff… nah, sekarang lepaskan pakaianmu.”
Sooyoung mulai melepas seluruh pakaiannya.
Sunny menjadi semakin gugup. Melihat keraguan di mata gadis itu, Sooyoung berkata dengan lembut.
“Sunny, kamu tidak usah memaksakan diri. Kalau belum siap katakan saja. Aku tidak mau memaksamu.”
“Ti-tidak! Aku mau melakukannya sekarang!”
“Kamu yakin?”
“Sangat yakin!”
……………………………………
Keduanya sudah sama-sama melepas pakaian mereka seluruhnya.
“Kamu takut?”
“Sedikit, karena walau bagaimanapun juga ini kan pengalaman pertamaku.”
“Kita pelan-pelan saja.”
Sooyoung duduk duluan di kasurnya.
“Sini Sunny…”
Sooyoung mengulurkan tangannya. Ragu-ragu Sunny menerima uluran tangannya dan dia membiarkan Sooyoung menuntunnya dengan lembut ke atas kasur.
“Duduklah di pangkuanku.”
Sunny duduk di pangkuan Sooyoung. Mereka saling berhadap-hadapan. Sunny merasakan tangan Sooyoung melingkari pinggangnya.
Sooyoung mendongak, memandang Sunny dengan matanya yang besar. Sunny melihat hanya dirinya yang terpantul di bola mata coklat itu.
“Kamu benci aku Sunny?”
“Aniyo, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?”
“Syukurlah… aku cuma tidak tahu apa yang harus kulakukan kalau kamu sampai menolakku lagi…”
Sooyoung bersandar di dadanya.
“Pabo, kalau aku benci kamu mana mungkin aku mau melakukan ini denganmu kan?”
“………………”
“Sooyoung ah…”
“Ne?”
“Kenapa kamu menyuruhku duduk di atas pangkuanmu?”
Sooyoung tersenyum.
“Bukannya dengan begini kau akan lebih tinggi dariku? Kau jadi bisa melihat kulit kepalaku seperti yang kamu selalu inginkan, kekeke.”
“Bukan itu kan alasan sebenarnya? Jangan-jangan… kamu diam-diam menonton yadong lagi ya?”
Sooyoung memang ingin mempraktekkan adegan yang dilihatnya dalam blue film. Karena itu dia mengatur posisi seperti ini.
Sooyoung cengengesan, “Yahh ketahuan deh.”
“Dasar. Apa kamu merasa nyaman bersandar di dadaku seperti ini, Sooyoungie?”
“Ya, karena aku bisa mendengar suara detak jantungmu.”
Sunny membelai-belai kepala Sooyoung di dadanya.
“Saranghae…” ucap Sooyoung. “Aku lakukan sekarang ya Sunny?”
“Ne…”
Sooyoung mulai menghisap dan mengulum payudara Sunny.
Sunny memejamkan matanya. Sooyoung merasakan genggaman tangan Sunny di kedua pundaknya lebih erat.
Payudara Sunny berkilau karena basah oleh saliva Sooyoung. Sooyoung sengaja menghembuskan nafas hangat ke dadanya yang basah itu. Badan Sunny sedikit bergetar merasakan sensasinya. Kemudian Sooyoung melakukannya pada dada yang satunya.
Sunny memajukan dadanya, supaya dadanya lebih terbenam dalam mulut Sooyoung.
Sambil memainkan puting Sunny, tangan Sooyoung bergerak ke daerah di antara kedua paha Sunny dan mulai menggosok-gosokkan tangannya.
“Ah… ahhh…”
Nafas Sunny semakin memburu.
Cairan mulai keluar membasahi jari-jarinya.
Sooyoung melepaskan hisapannya di dada Sunny dan lebih fokus pada gerakan jarinya. Sooyoung menggosok-gosok dengan irama yang stabil. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat.
Matanya tidak lepas dari wajah Sunny yang berada dalam kenikmatan.
“Sunny… kamu seksi sekali…”
Sooyoung menekankan jarinya pelan-pelan ke dalam. Kemudian dia merasakan kuku Sunny menghujam kedua bahunya.
“Eh?”
Dia melihat tetesan air keluar dari mata Sunny.
“Mianhae Sunny! Aku terlalu kasar ya?!” tanya Sooyoung cemas.
“Ani… dadaku… aku baru tahu seperti apa rasa sakitnya ketika mencintaimu.”
“???”
“Ketika mengingat perlakuanku dulu yang kejam sama kamu hatiku jadi sakit…”
“Sunny ah… maukah kamu dirty talk padaku?” pinta Sooyoung sambil menanamkan jarinya lebih dalam.
“A-aahhh! Aku milikmu Sooyoung! Setubuhi aku!”
Sooyoung tak bisa berkedip. Nafasnya menjadi berat. Dadanya berdebar-debar mendengar Sunny yang berkata dirty.
Kemudian dia melanjutkan menghisap dada Sunny lagi dan mempercepat gerakan jarinya.
Sunny tidak dapat menahannya klimaksnya lagi. Kepala Sunny terangkat ke atas dan dia mengalami klimaks yang hebat.
Sooyoung terpesona dan tidak bisa melepaskan pandangannya dari ekspresi Sunny yang sedang klimaks, juga dadanya yang bergerak turun naik dengan cepat.
Setelah klimaksnya reda, Sunny menjatuhkan diri dan menindih Sooyoung hingga terbaring di atas kasur.
“Sekarang giliranku…” bisiknya.

**

Hyoyeon dan Nicole sedang berhubungan lewat telepon. Setelah agak lama tiba-tiba pembicaraan di antara mereka mengarah ke dirty.
“Hyoyeon, kamu lagi pakai CD dan bra warna apa?”
“Aish, Nicoleku nakal nih.”
“Apa sayaaaanngg? Kasih tahu doooong~?”
“Baiklah, aku lagi pakai CD dan bra warna hitam. Kamu?”
“Aku… lagi pakai lingerie warna hijau. Ini warna kesukaan Hyoyeon kan?”
“I-iya.”
“Lingerie yang kupakai ini berlubang di bagian puting dan selangkangannya, kamu bisa bayangin kan?” Goda Nicole dengan suara seksi.
DEG
Hyoyeon menahan nafas ketika bayangan mesum itu terlintas dalam otaknya. Rasanya dia jadi ingin sekali melihat dan menyentuhnya.
“Aku sedang bercermin sekarang, tubuhku terlihat seksi sekali. Kalau lihat aku jamin kamu pasti nggak tahan. Kalau mau aku bisa kirim fotonya, hehe.”
“Ja-jangan deh. Daripada kesebar.”
“Iya deh. Hyoyeon, sekarang aku lagi kepingin…”
“Kepingin apa sayang?”
“Tapi jangan kaget ya. Aku ingin mastur…”
Tangan Hyoyeon yang memegang ponsel membeku. Mendadak tubuhnya jadi panas.
“Nicole…”
“Jebal Hyoyeon, maukah kamu melakukannya bersamaku?”
Sesaat Hyoyeon sempat ragu. Tapi dia tidak ingin mengecewakan kekasihnya dengan rasa bimbang.
“Ne Nicole, aku mau melakukannya karena aku cinta kamu.”
Mereka berbaring di kasur untuk mencari posisi yang nyaman. Hyoyeon mengambil bantal untuk alas kepalanya dan mengeset loudspeakernya paling keras dan meletakkannya di sebelahnya. Lalu Hyoyeon dan Nicole mulai melanjutkan phone sex mereka.
“Aku mulai remas-remas payudaraku,” kata Nicole.
Hyoyeon mengangkat bajunya dan mulai menyentuh dirinya sendiri.
“Ahh Nicole… aku bisa bayangkan dadamu sangat hangat dan halus. Aku hisap ya?”
Nicole mengejang.
“Ahh ya, hisaplah Hyoyeon… uhh… rasanya nikmat sekali. Mainin yang satunya juga.”
“Hmm… kuhisap dan kujilat putingmu. Nicole, kamu sudah tegang sekali.”
“Ohhh… ahhhh…. Hyoyeon…! Permainanmu hebat sekali… Gesekin jarimu di bagian bawah juga!”
Hyoyeon mendengar nafas Nicole semakin berat di seberang sana dan dia jadi semakin terangsang. Dia terus menyentuh dirinya sendiri sambil berfantasi sedang bercumbu dengan Nicole. Kemudian tangannya turun menyelusup ke balik celananya. Hyoyeon mengerang nikmat.
“Aku gesekin lebih cepat.”
“Itu ku sampai berdenyut keras. Sebentar lagi aku mau keluar… ahhhh!”
“Ngghh… Nicole…!!”
Kemudian mereka pun mencapai klimaks di saat yang hampir bersamaan. Hyoyeon dapat mendengar Nicole pun sedang berjuang mengatur nafasnya kembali.
“Ah Hyoyeon… kamu hebat. Lain kali kita lakukan lagi ya?”
“Ya, sayang…”
“Kalau gitu, selamat tidur.”
“Ya, selamat tidur juga.”
“……………….”
“……………….”
“Kok nggak ditutup sih?” protes Nicole.
“Kamu dong yang tutup.”
“Nggak, kamu saja. Kan kamu yang telpon.”
“Tapi sebenarnya aku masih ingin dengar suaramu…”
“Aku juga…”
“Kalau begitu kita lanjutkan sampai kita berdua sama-sama mengantuk.”

**

Yoona sedang belajar memetik gitar di atas kasur, sementara Seohyun duduk di sebelahnya mendengarkan.
Yoona berusaha membuat nada yang setara dengan lagu Complete. Sedikit-sedikit mirip, walau banyak salahnya. Lebih terdengar seperti masih berusaha mencari-cari tangga nada.
Seohyun tersenyum memandang ekspresi kekasihnya yang sedang bermain gitar. Samar-samar dia sudah menduga Yoona sedang mencoba memainkan lagu Complete untuknya, tapi dia tetap bertanya untuk memastikan.
“Yoona unnie sedang memainkan lagu Complete untukku?”
“Memangnya kalau bukan, apalagi? Kuharap tidak terdengar terlalu beda jauh dari lagunya.”
“Samar-samar aku bisa menangkap ini lagu Complete.”
“Itulah ungkapan perasaanku. Karena kamu membuat hidupku sempurna, Hyunnie.”
“Yoona unnie…”
Setelah tiga detik bertatapan muka, Yoona memalingkan wajahnya karena malu dengan apa yang dipikirkannya saat ini. Tapi dia tetap memutuskan untuk berterus terang.
“Daripada bermain gitar, sebenarnya aku lebih ingin menciummu kalau kamu tak keberatan.”
“Boleh, Yoona unnie boleh cium aku.”
Melihat Seohyun menatapnya dengan penuh cinta seperti itu, Yoona jadi seperti terbius. Yoona meletakkan gitarnya di samping ranjang, kemudian menggeser tubuhnya. Dengan satu tangan bertumpu di atas ranjang, Yoona mendekatkan wajahnya ke Seohyun. Seohyun memejamkan matanya dan menerima ciuman Yoona.
Yoona hanya menempelkan bibirnya, tidak berbuat apa-apa selain itu. Menghadapi yeoja seperti Seohyun, Yoona merasa dia harus berhati-hati. Karena kalau terlalu agresif, Seohyun malah bisa kabur.
“Ini seperti gantian Yoona unnie yang menciumku waktu itu…”
“Ah.”
Yoona teringat kejadian beberapa waktu yang lalu. Saat itu dia sendiri tidak percaya, Seohyun yang berinisiatif menciumnya duluan.
DEG DEG DEG
Darahnya berdesir. Mendadak Yoona jadi menginginkan lebih. Walau tahu dia seharusnya menahan diri kalau sama Seohyun.
“Hyunnie, apa kamu keberatan kalau kita melakukan sesuatu yang lebih intim?”
“Apa itu?”
“Hu-hubungan se-“
“???”
“Se… se…. se…” beberapa kali Yoona mencoba mengutarakannya, tapi kata-katanya selalu terhenti sampai disitu.
Seohyun memiringkan kepalanya sedikit dan menatapnya heran.
“Unnie kenapa jadi terbata-bata begitu ngomongnya?”
“Ahhh! Aku tidak bisa mengatakannya!”
“Huh?” Seohyun menjadi semakin heran. Untuk soal begini dia memang tidak cepat tanggap.
Yoona memberanikan diri. Dia menyibakkan sedikit piyama yang dikenakan Seohyun dan mencium bahunya yang tak terhalangi kain piyama.
Seohyun terpaku oleh perlakuan kekasihnya. Saat merasakan bibir Yoona menyentuh kulitnya yang terbuka, barulah Seohyun mengerti apa yang diinginkan Yoona.
“Ka-kalau tidak mau, aku tidak akan memaksa. Kalau tidak mengerti juga tidak apa-apa.”
Wajah Yoona kini merah padam.
“………………”
“Ki-kita tidur saja sekarang.” Yoona ingin buru-buru mematikan pencahayaan dalam ruangan supaya Seohyun tidak melihat wajahnya yang merah padam lebih lama lagi.
Klik
Setelah lampu mati tiba-tiba terdengar suaranya berkata.
“Aku mengerti Yoona unnie, ayo kita lakukan.”
“Eh?”
“Kalau itu yang Yoona unnie inginkan.”
Tiba-tiba Yoona merasakan dirinya dipeluk dari belakang. Dalam kegelapan, karena indera penglihatannya belum terbiasa, maka indera perasanya menjadi lebih peka. Yoona bahkan dapat merasakan nafas Seohyun di tengkuk lehernya. Jantungnya berdebar keras di dadanya.
“Hyu-Hyunnie?”
“Aku juga ingin… didekap oleh Yoona unnie…”
Yoona tidak bisa menahan diri lagi. Dia memutar tubuhnya dan balas memeluk Seohyun, kemudian menjatuhkan diri bersamanya ke atas ranjang.
Dalam kegelapan, Yoona mulai meraba-raba untuk melepaskan piyama Seohyun.
Seohyun merasa bersyukur mereka melakukannya dalam gelap karena bisa mengurangi sedikit rasa malunya.
Sementara bagi Yoona melakukannya dalam gelap merupakan aksi yang mendebarkan.
Yoona ingin mencium bibirnya sambil melepaskan pakaiannya. Tapi karena matanya belum terbiasa pada gelap maka ciumannya meleset ke mata kiri Seohyun. Seohyun menutup sebelah mata kirinya. Matanya sendiri juga belum terbiasa pada gelap. Ketika merasakan bulu mata Seohyun, Yoona menyadari bahwa matanya yang sedang diciumnya saat ini. Kemudian Yoona mencium turun sampai bibirnya bertemu dengan bibir Seohyun.
Yoona meminta ijin untuk melepaskan bra Seohyun. Setelah diperbolehkan, Yoona melepaskannya dengan perlahan.
Kemudian Yoona mulai memberikan ciuman yang agak kikuk ke pundak Seohyun. Ciumannya semakin turun ke puncak dadanya. Yoona memberanikan diri menghisapnya.
“Ahhh Yoona unnie…” desah Seohyun ketika titik sensitifnya itu tersentuh.
Yoona berusaha mendorong dirinya sendiri walau hatinya berdebar karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Pengetahuannya benar-benar minim. Akhirnya dia memutuskan hanya mengikuti naluri.
Yoona tidak ingin hanya mencium titik sensitifnya. Yoona juga ingin mencium daerah-daerah lain untuk menunjukkan perasaan sayangnya.
Bibir Yoona turun ke perutnya kemudian terus turun.
Yoona merasakan tubuh Seohyun menjadi kaku saat Yoona hendak menurunkan celananya.
Ketika Seohyun hampir membuka mulutnya untuk berkata sesuatu, Yoona sudah keburu bilang. “Kita hentikan saja sampai disini.”
“Eh?” Seohyun syok seolah baru saja ditolak. “Unnie, kamu tidak suka ini…?”
“Bukan itu, justru aku ingin sekali menyentuhmu tapi… kamu sangat murni dan inosen. Aku jadi takut akan merusakmu…”
“Tapi… aku ingin lebih dekat dengan Yoona unnie.”
“Hyunnie…”
“Bila ini yang harus dilakukan untuk mendekatkan, maka aku rela. Ah bukan, bukan itu kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Sebenarnya aku memang ingin melakukannya dengan Yoona unnie.”
“Kamu yakin dengan ini?”
Yoona memandang wajahnya. Kini mereka dapat saling melihat lebih baik daripada tadi.
“Ne, karena aku sayang Yoona unnie.”
Jantung Yoona melambung bahagia mendengarnya. Lalu Yoona memberi kecupan lembut di bibirnya setelah Seohyun menyelesaikan kalimat itu.
“Aku juga menyayangimu Hyunnie. Walau aku belum berpengalaman tapi aku akan berusaha melakukannya dengan lembut.”
Tangan Yoona membelai pinggang dan perut Seohyun.
“Tubuhmu agak kaku Hyunnie.”
“Maafkan aku unnie… aku hanya sedikit gugup. Dan perasaan ini masih asing bagiku. Tapi bukan berarti aku terpaksa melakukannya dengan unnie…”
“Aku mengerti, Hyunnie. Aku akan berusaha membuat kamu rileks.”
“Yoona unnie, maukah kamu juga melepas atasanmu? Aku malu kalau hanya aku sendiri…”
“Baiklah.”
Yoona menuruti permintaan Seohyun dengan melepas atasan berikut bra yang dipakainya.
“Kalau kamu ingin menyentuhku, jangan ragu untuk menyentuhnya, Hyunnie. Karena aku akan sangat senang kalau kamu juga mau menyentuhku.”
Dengan agak kikuk Seohyun mengangkat tangannya untuk menyentuh dada Yoona.
“Tubuhmu hangat sekali Yoona unnie.”
“Ne, dan apakah kamu bisa merasakannya? Sekarang aku sedang berdebar-debar karenamu.”
Yoona meraih tangan Seohyun di dadanya dan memberi kecupan hangat di tangannya sambil memandang ke mata Seohyun dengan tatapan mesra.
“Hyunnie…”
Yoona menyelipkan jemarinya ke sela-sela jemari Seohyun.
Kemudian menunduk untuk memberikan kiss mark di dadanya.
“Emm… Yoona unnie…”
Sebelah tangannya membelai dada dan perutnya. Ketika sekali lagi tangannya hendak meluncur turun.
“Yoona unnie, a-aku… sebenarnya aku sedang datang bulan…”
“Eh?” Yoona menghentikan belaiannya.
“Mianhae… aku tidak mengatakannya sedari tadi, tapi aku malah setuju kita melakukannya…”
Apa karena itu tubuhnya menjadi tegang setiap kali aku hendak menyentuh tubuh bagian bawahnya? Batin Yoona.
“Yoona unnie tidak marah kan dengan aku yang seperti ini…?”
“Mana mungkin aku marah, Hyunnie,” bisik Yoona lembut. “Dengan begini saja malam ini sudah cukup bagiku.”

**

“Fa-Fany, aku malu…”
“Pejamkan saja matamu kalau malu Taeyeon ah.”
“Wa-walau kupejamkan pun tetap…”
Taeyeon disuruh menungging sambil melebarkan kakinya dalam keadaan telanjang. Sekarang Tiffany sedang menikmati memandang butt-nya yang polos sepuasnya. Dia melihat ada kilauan cairan cinta di antara selangkangannya.
“Ah Taeyeon, hanya dari menyentuhku saja kamu sudah basah begini.”
“Karena aku menyentuh orang yang kucintai…”
DEG!
Taeyeon merasa kaget ketika dia merasakan sentuhan yang nikmat dan bikin geli di area pribadinya. Dan nafasnya…
Taeyeon cepat-cepat menjauhkan diri.
“Ah Taeyeon… baru saja mau kumulai juga.” Tiffany cemberut.
“Ha-habis hidungmu menyentuh butt-ku. Aku kan malu, Fany ah!”
Tiffany memperhatikan wajah kekasihnya telah berubah merah padam.
“Baiklah kalau Taeyeon memang belum siap. Sebagai gantinya aku ingin kita melakukan dengan posisi gunting.”
“Hah? Posisi seperti apa itu?”
“Hihihi, kamu tahu atau pura-pura tidak tahu, ByunTaeng?^^”
Taeyeon merasa terangsang melihat tatapan menggoda Tiffany
“Berbaringlah, akan kuajarkan padamu seperti apa posisi gunting itu.”
Tiffany mengangkat sebelah kakinya dan menghubungkan milik mereka.
“Dengan cara begini, kita bisa sama-sama merasakan kenikmatan.”
Gairah Taeyeon semakin meluap ketika melihat Tiffany mendominasi dirinya dalam permainan gunting. Dan kemudian dia diantar menuju puncak klimaks dengan Tiffany yang berada di atasnya.

**

Sunny mengangkat tubuhnya setelah menindih Sooyoung. Dia memajukan duduknya hingga berada di atas dada Sooyoung.
“Sunny, kamu mau apa?”
Jantungnya berdebar-debar memandang tubuh seksi Sunny dari bawah.
“Aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Percayalah, kamu akan merasa enak, Sooyoungie.”
Sunny menggunakan jarinya, membuka celah vertikal bawahnya. Sooyoung sampai menahan nafas melihat pemandangan itu.
Kemudian Sunny menurunkan tubuhnya hingga sebelah puting Sooyoung terbenam dalam celah hangatnya itu.
“Haahh…!” Desahan keluar dari bibir Sooyoung. Tubuhnya sedikit bergetar merasakan sensasi baru itu.
“Gimana Sooyoungie?”
“A-ahhh… rasanya luar biasa…! Rasanya putingku seperti dijepit oleh sesuatu yang hangat, sempit, dan basah…”
“Kalau begini gimana?”
Sunny sengaja menggerakkan dinding-dinding dalamnya untuk meremas-remas putingnya.
“A-akh Sunny!” desah Sooyoung sambil meremas paha Sunny.
“Kamu manis sekali kalau begini Sooyoungie…” Sunny merasakan kenikmatan seksual hanya dengan melihat Sooyoung di bawahnya tak berdaya. “Aku jadi ingin melihat kamu klimaks.”
Sunny mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya maju mundur.
“Ahhh… ahhh…! Sooyoung! Mainkan dadaku juga!”
Sooyoung mengangkat tangannya dan meremas-remas dada sambil mengelus puting Sunny yang mengeras.
“Ahh! Ya begitu…!”
Gerakan pinggul Sunny semakin liar. Peluh semakin membanjiri tubuhnya. Sooyoung mencubit pelan putingnya.
“Ahhh! Sooyoung! Aku sebentar lagi klimaks!”
Sunny seakan lupa diri kalau dia menumpukan berat badannya di dada Sooyoung. Dia terus fokus untuk merengkuh kenikmatan itu.
“Ngghh!” gerakan pinggul Sunny terhenti saat klimaks.
Sooyoung memejamkan matanya rapat-rapat, merasa putingnya dipijat oleh kedutan-kedutan dari klimaks Sunny, sekaligus disiram cairan hangat.
“Haaa…. haaa…. Sooyoung…”
“Uhhh Sunny… tak kusangka nikmat sekali barusan…”
Sunny membelai lembut pipi Sooyoung.
“Saranghae Sooyoung, terima kasih telah memberiku kenikmatan ini…”
“Nado saranghae Sunny…”

**

Yuri dan Jessica memutuskan untuk menyudahinya di kamar mandi, karena kalau kelamaan Jessica bisa pening. Kemudian mereka kembali ke kamar tidur setelah mengeringkan badan. Tapi Jessica tidak ingin mereka segera berpakaian. Yuri mengira Jessica menginginkan ronde kedua.
“ByunYul, aku cuma ingin malam ini kita tidur seperti ini,” kata Jessica sambil merapatkan kepalanya di dada Yuri.
“Selamat tidur, sayang…”
“Ya, mimpi indah, sayang…”

Malam itu mereka bersembilan bermimpi indah.

_________________________________________________________________________

Keesokan harinya, mereka harus melakukan pengambilan gambar untuk commercial film sebuah kasur. Pagi ini mereka semua jadi tampak lebih bersemangat dan bersinar. Kecantikan mereka pun tampak semakin menyilaukan setelah diberi polesan make up . Setelah pengambilan shoot pertama yang memakai baju biasa, kemudian istirahat sebentar. Pada kesempatan itu mereka harus mengganti dengan gaun yang mirip seperti gaun pengantin. Sementara para staff sedang sibuk memilah-milah foto pada pengambilan untuk di edit dan mempersiapkan setting untuk pemotretan sesi berikutnya.

Taeyeon tidak bisa melepaskan pandangannya sekejap pun dari sosok Tiffany. Terlihat sangat putih, bersih, dan cantik. Tapi terlebih dari itu, yang membuatnya terus berdebar-debar adalah kesan yang dipancarkan oleh gaun itu.
“Kenapa? Apa aku terlihat seperti pengantin?^^”
“Iya…”
“Cantik kah?” Tiffany memutar tubuhnya sekali di hadapan Taeyeon.
“Sangat, Tiffany,” jawab Taeyeon sambil tersenyum lembut.
“Ehehe^^”
“Aku jadi ingin menikahimu…”
“Eh? Apa katamu barusan?”
“Ah, aku ingin me-menikahimu, Fany ah,” ucap Taeyeon malu-malu.
“Ulang lagi!”
“Aku malu kalau sampai kedengaran yang lain Fany ah…”
Mata Taeyeon mencuri-curi pandang ke sekelilingnya. Memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang mendengarnya selain mereka barusan.
“Taeyeon ah.” Tiffany mendekat ke sisinya, kemudian berbisik di telinganya. “Dengan senang hati^^”

**

“Ikut aku Sica,” kata Yuri sambil menggandeng tangan Jessica.
“Eh? Mau kemana? Kamu mau minta ditemani ke toilet?”
“Ikut saja.”
“?”
Setelah beberapa langkah, melihat staff-staff di sekitar mereka. Yuri berhenti lalu membantu memegangkan bagian belakang gaun Jessica seperti seorang suami yang pengertian.
“Ah terima kasih Yuri, aku agak susah berjalan dengan gaun panjang ini.”
Yuri membawa Jessica masuk ke dalam ruang yang tidak ada staff disana.
Kemudian setelah menutup pintu, Yuri langsung memeluk dan mencium Jessica tepat di bibir. Ciuman yang lama dan dalam.
“Mianhae, karena aku sudah tidak tahan untuk tidak mencium pengantinku yang cantik paling cantik sedunia ini.” Yuri tersenyum puas.
“Ahhh~ Yuri ini!” Jessica memukul lengan Yuri dengan gemas, tapi sebenarnya dia merasa tersanjung disebut pengantinnya.

**

“Enak ya, yang lain semua gaunnya berwarna putih. Cuma aku sendiri yang beda.”
“Memang kenapa?”
“Karena mereka lebih mirip pengantin dibandingkan aku…”
Sooyoung memandangi kekasihnya yang tampak berkecil hati. Walau di luar suka menjahilinya, tapi Sunny selalu menempati tempat yang paling spesial di hati Sooyoung.
“Tidak masalah apa pandangan orang lain, menurutku kamu pengantin paling cantik sedunia.”
Pipi Sunny memerah. “Jinjja?”
Sooyoung mengambil buket bunga plastik yang akan digunakan dalam pengambilan gambar nanti dan mengangkatnya ke depan Sunny.
“Lee Soon Kyu, maukah kamu menikahi Choi Sooyoung ini?”
“Dan andai aku tidak mau?^^”
“Maka akan kubuat tubuhmu jadi lebih pendek. Kubuat perbedaan tinggi di antara kita menjadi dua kali lipat, yaitu 24 cm.”
“Buh… hahaha! Mana mungkin bisa. Ngasal sekali kamu Sooyoung.”
Sunny menerima buket bunga plastik itu, kemudian mendekatkan wajahnya sambil berjinjit.
“Jawabanku adalah…”
Bunga plastik itu diangkat ke sebelah wajah mereka untuk menutupi pandangan orang-orang. Dan Sunny mencium bibir Sooyoung.

**

Yoona sedang melamun memperhatikan unnie-unnienya yang berada di ruangan itu ketika tiba-tiba sebuket bunga plastik disodorkan ke depan wajahnya.
“Silakan bunganya!”
“Hem, gomawo.” Yoona balas tersenyum begitu melihat senyum siapa yang berada di balik buket bunga itu. Pujaan hatinya.
Lalu Yoona pura-pura mencium wangi bunga itu.
“Unnie, unnie tahu kan kalau bunga itu cuma plastik?”
“Tahu, tapi ada wanginya kok. Mereka menyemprotkan parfum ke bunga ini.”
Yoona berdiri dan berjalan ke dekat jendela dengan langkah anggun, masih membawa bunga itu di tangannya. Kemudian melihat ke luar jendela. Seohyun berdiri di sebelahnya. Masih terus memperhatikan Yoona sedari tadi sambil tersenyum.
“Kenapa?”
“Karena cantik sekali dengan gaun panjang itu. Aku jadi ingin terus melihat unnie.”
“Gomawo, tapi kalau aku jadi kamu, aku akan lebih memilih melihat kamu Hyunnie. Karena kamu lebih cantik.”
“Ah Yoona unnie ini, kalau begitu namanya terlalu narsis.”
“Kekeke.”
Saat itu cahaya mentari pagi membiaskan cahayanya ke jendela yang hanya berbingkai satu garis horizontal dan satu garis vertikal. Sehingga menciptakan bayangan berbentuk seperti tanda salib di atas bayangan Yoona dan Seohyun yang saling berhadapan.
Yoona mengangkat bunga itu ke hadapan Seohyun.
“Hyunnie, maukah kamu menikah denganku?”
Pandangan mata Seohyun beralih dari bunga lalu ke mata Yoona. Hatinya seakan luluh. Setetes air mata haru mengalir di pipi Seohyun.
“Ah… aduh, nanti make upnya rusak.” Seohyun cepat-cepat menyekanya.
“Hyunnie…”
“Tentu saja aku mau, Yoona unnie.”

**

“Hem, mereka semua tampak bahagia.”
Kebahagiaan mereka juga merupakan kebahagiaanku, batin Hyoyeon.
“Kalau begitu aku juga.”
Tepat pada saat itu ponsel di tasnya berbunyi. Nada yang khas, lagu Forever, khusus dari seseorang.
“Was kebetulan sekali, aku juga mau menelponnya.”
Hyoyeon mengeluarkan Hpnya dan tersenyum memandang layarnya.
Future Wife calling…

*~The End~*

A/N : Akhirnya ending. Sesuai dengan rencana semula. Mudah-mudahan suka NCnya, karena tiap pairing kutulis melakukannya dengan berbeda. Biar ada ciri khasnya tersendiri dan nggak bosan 😀

Hitung-hitung juga untuk penghabisan setelah chapter-chapter yang panjang, fufufu 😀

sekarang aku mau survey, kira-kira paling suka gaya pairing yang mana? XD #plaaaaaaakkkkkkk
lalu ada juga beberapa NC disini terinspirasi dari pengalaman seseorang, tapi tidak usah disebutkan wkwkwk (bukan pengalaman aku sendiri lho ya, aku masih jom to the blo 😛 )

waktu nulis yang bagian Hyoyeon, aku paling malu, sedangkan yang lain malah enggak~ XD
karena itu maaf kalau bagian Hyo paling sedikit, entar terlalu yadong #plak

Lalu ini video yang kudengarkan waktu bayangin Yoona mainin gitar Complete, tanpa lagu latar belakang. Kalau mau dengar. (Bukan punyaku)

jangan lupa tinggalkan komentar
karena membuat NC ini cukup lama.

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 25 – End)" (60)

  1. Gimana nih psanan NC YoonHyun-ku? XD
    Baca dulu baru commnt. XD

    • YoonHyun terus aja 😛

    • Sbnarnya bingung mau commnt apa karna isinya 80% NC.
      Masa aku komntarin NC-nya? 😛
      Jadi yah yang scene trakhir aja. XD
      Itu yang dari iklan Ace Bed kan? Bagus kok epilog-nya.
      Trutama yang bagian TaeNy romantis skali. YulSic agak komedi sdikit atpi ttap romantis. Karna ada bagian Yul yang bantuin angkat gaun Sica. JAdinya brasa gentle skali Yul-nya.^^
      Sampai nyari tmpat buat brciuman sgala saking gak tahannya. XD
      Trus SooSun ttap konyol walau akhirnya romantis. Brarti aslinya prbdaan tinggi badan SooSun 12 cm aja? KAu kira lbih banyak.
      Dan yang YoonHyun. Aku suka skali part yang ini. Malu2 bgitu. Apalagi pakai ada bayangan trpantul membentuk salib sgala. Jadinya brasa kayak nikah bnaran n lagi pemberkatan di Gereja aja. XD
      HyoNic? Juga bagus. Sudah panggil2 future wife sgala. XD

      Yang NC buat TaeNy luar biasa byun itu.
      Yang NC YulSic romantis plus ada sensasi di bawah pancuran air hangat sgala.
      Yang NC SooSun n HyoNic no commnt deh.
      Yang NC YoonHyun ttap pada rncana smula yah? Gak jadi NC karna Hyunnie sdang ;dapet’? Ahhh sayang skali. XD

      • Iya Ace Bed (ahhh coret ganti Royal Bed saja XD )

        Ya kalau menurut dulu sih memang 12 cm. Karena Sunny 158. Gak tau kalau skrng dah nambah atau kurang 1 cm. Yg jelas Soo gak pernah berhenti ngejek tinggi Sunny terus

        Ah kebetulan kepikiran yg gitu YoonHyun, ternyata jdnya gak kalah romantis

        Ahh curang nih yg SooSun dan HyoNic gak di komentarin mentang2 dah tau aja 😛

        NC kok, tp cuma petting di dada itu fufufu

      • Apanya yang mentang2 dah tahu? :p
        Aku gak tahu apa2 kok. :p
        Jangan me-reply dngan kaliamat ambigu yang bisa membuat orang lain salah paham. :p

      • dah tau dr ceritaku tentang si C
        😛
        yg SooSun dan HyoNic kan ada bagian yg mirip

      • Gak apa2 tuh nybut inisial?
        Klo orangnya baca bisa gawat lho.
        Trus gak ada S lagi. XD
        #Aku gak ikut campur.

  2. kyril fadillah said:

    daebakkkkkkk NCnya suka yulsic moment
    taeny punya gaya gunting yulsic cuma 1 ronde
    soosun punya gaya baru hyo by phone with cole
    yoonhyun masih malu2
    ditunggu NC terbarunya

  3. Finally !!!
    Paling suka bagian NC taeny , rasa nya gi mana gitu ,
    soosun juga xD

  4. Miss New New said:

    haissh padahal aku komen panjang lebar saking terpesona sma ensih yg meleber ini
    trus aku lanjutkan dengan tambahan beberapa ide ensih lainnya
    tapi ternyata gak masuk yaaak
    *gigit2 guling

    aduduh thor
    bravo bravoo
    aku bayangin kamu mimisan brapa kali pas nyelesain chapt ini *reader minta dicekek

    eh serius ini dapat inspirasi dari kisah nyata #apadah

    tq ya atas jerih payah author bikin ai deg2an gak jelas n nyengir bloon sendirian *bow

    • kalau gitu mestinya lain kali komentarnya dibagi dua kali buat jaga2
      atau komentarnya dicopy dulu sebelum klik beri komentar

      aku gak ada mimisan sama sekali (dah lumayan expert bikin NC #plak)

      memang inspirasi dr nyata hohoho

      syukur kalau suka XD

  5. prillyties said:

    nc nya g baca tapi baca endingnya keren >.< good job

  6. choding said:

    huuu knapa tiba2 jadi kepanasan gini ya gara2 abis baca nih ff hahaha *sambilkipas2
    ahhh taetae pura2 gatau n pura2 malu sgala sama bini sendiri hahaha
    yah yoonhyun ga jadi NC-an…

  7. Wahh yulsic hot bnget di kamar mandi apalagi disiram shower mantep dah haaahaha

  8. Park MinnieSicaJung said:

    nii ending ff nya bkin nahan nafas bacanya,,,ckckck suka adegannya taeny sma soosun…hehee

  9. Antika Nabila said:

    TaeNy nya hot. Basah kan jadinya. XD *apaini

  10. OMG IS SO HOT, haah kipas kipas, authornya bnr bnr byun, hehe, krna aku yoonadict, aku suka yoonhyun aja meski malu malu.

  11. Taeny jjjang! Yoonhyun hahahaha batal batal

  12. wink(s) said:

    Kebiasaan atau memang aku nya suka scene TaeNy hehe

  13. Ending nya sangat bagus.
    Dari awal sampe akhir keren bgt 😉
    Trus semangat bikin ff nya :);)

  14. hot bgt sih thor..
    tpi keren sih.. tiap pairing nc-nya beda2..
    hehe…
    knp hyo sendirian lg sih??
    ksian tau thor..

  15. fiuhhh pnas dingin thor hhuuuu

  16. beninsooyoungsters said:

    Aduh alih profesi aja dah gue jadi komentator NC kan belom ada tuh, hahaha
    Haaaa akhirnya end dengan sangat menakjubkan dan membuat panas seketika *kipas kipas*

  17. sialan hidungku gak bs hentikan pendarahan… kuakui nc yang kau tuliskan benar2 wow dan daebak….
    sy paling suka ama nc taeny. maklum sy taeny shipper…
    lega krn udah end dg super happy.

  18. sesek npas bca nya huuuufffttt…
    gudJob tor~

  19. g4rt2_TaeNy said:

    annyeong…
    chapter yg melelahkan and fantastic..
    we love TaeNy

  20. Oh goshhhh so damn it!! NC ny bikin gw ga karuan hahaa apa lg NC yulsic dikmr mandi so hot. Kyaa author hrs tanggung jwb,byun gw kumat #evil smirk

  21. Uuwwaaahhh sweet banget ending nya suka banget ff nya bagus semua nya bahagia #nangisterharu 😥

    Author daebak bikin ff nya baca nya sampe mau nangis saking terharu dikalimat terakhir nya 😦

  22. asdfghjkl..
    NC-nya meracuni pikiranku acidakk /readergila
    paling suka pas YulSic sama SooSun, demi apapun juga… wkwkwk

    baca FF ini jadi histeris(?) sendiri, ngakak gaje, sambil senyum ala orang gila. /hah
    Epilog nya sweet banget, dohh hahaha.

    Author Jjang lahh!! *emot lope*

  23. Annyeong…. Akhirny kelar jg ni FF… Dan akhirny kesampean jg keinginan author unk buat phone sex hahahaha….

    Oh y unk FF Horor party, sory gue gk baca coz gue gk suka cerita horor..

    Thanks for update

  24. blue ocean said:

    gilaaaaaa!!!!!! full nc !!!! aq smpe ga kuat bacany untung bukan bulan puasa.. paling suka adegan yulsic sm taeny. wwwuuuaaaa fany kau sungguh agresif. author gaya bercintany baruuuu semua di sini. jyyyaannn authorrrr byuunnn!!!! kyyaaaaa suka sukasuka!!!

  25. ncnya ku skip thor 😛

  26. aduh…. serangan nc 5 kali…
    dan ditutup dengan romace yg sangat menyentuh…
    yah cukup lah cerita cinta segi sembilan….

  27. KwonRull said:

    Waaahh akhirnya happy ending.. Paling suka bagian yulsic dong, tp gatau kenapa pas hyonic rada bingung gitu emang bisa yah phone sex??! Huaaaahh yadong mode on x_x

  28. MIMISAN -,,-
    penuh nc suka nc taeny ma yulsic soal.x bisa kbayang hahahay #otak yadong

    jadi inget mv snsd yg mr mr menit 3.11 tiffany + jessica sexy bngt trtama tiffany hahahahay

  29. akhirnya update jg,,
    q suka taeny yg selalu hotttt,,,#Sinyalyadongpenuh
    i love u myfate,lanjutkan,,,

  30. aigo…malam2 baca ginian mimisan dah w
    bener2 full nc
    soosun mendingan kamu patenin ciptaan kamu deh, bair klo ada yang make gaya itu dapet royati hehehe…

    • wkwkwk ini aja gaya SooSun aku dpt dr seseorang XD
      memang pasti baru pertama kali tau gayanya, fufufu #nyengir mesum

  31. akhirnya selesai baca juga
    *tertawa dgn wajah berseri*
    akhirnya tamat juga.
    udh gtu chapter pemungkas kali ini panjang dan ada ‘ehem’ nya..
    WAKAKAKAKAK

    klo taeny dan yulsic mah no comment.
    mrk sudah pakar dan ahli menemukan pose dan setting yg ‘menarik’.

    yang paling menarik adl hyonic.
    hahaha tyt krn LDR mereka Pe eS yaa??
    *pasang wajah polos*
    agak2 kasihan juga membayangkan couple ini, hrus ‘single fighter’ dgn stimulus suara pasangan.

    dan yoonhyun?
    ckck sudah kuduga bakal ‘kentang’ mcm ini.
    monik yaaa~ dirimu membuat duo maknae ‘berbuat’ hingga selesai bisa diitung jari.
    dan kali ini lagi2 hhhhh berhenti ditgh jln, gara2 hyunnie yang ‘lagi dapet’.
    kasihan yoong nya.
    *lempar author pake kkuma

    di akhir cerita sgt ‘cakep’.
    shoting CF dgn suasana merried. ^^

  32. Reader coyy said:

    semua couple jjang !!!

  33. taetaelovers said:

    hahaha, kirain taeny aja yg NC ternyata semua couple wkwkwkwk, ga nyangka hyunnie agresif ya

  34. Febylia Lie said:

    thor aku mau pingsan boleh?? ggilllakk full nc… huhh hahh huhh hahh *atur nafas.. hyo kasian cuma bisa phone sex gakk bisa merrrasakan kkkkenikmatan yg di dapatkan oleh unniie unnienya yg lain.. kekeke

  35. Reader kwon said:

    dae to the bakk !!! asli gila Ncnya ahaha good job thor
    moga ff selanjut makin daebakk !!

  36. Daebak banget. Full banget hoooootttt nyaaaa.
    Ending yang keceh ^^

    Paling suka sih sama taeny, tapi soosun juga keren, awwww bahkan yoonhyun juga gemesin banget.

  37. hahahaha, kasian yoona ternyata hyunnie lg dapet, poor yoona, tp tetep romantis,
    ehh soosun aneh2 aja, akibat ntn yadong nih pasti, makannya ada aja gayanyaa, wkwkwk.
    yulsic kagak masuk anginn tuh,
    taenyy kayanya yg normal dan romantis, tapi semuanyaaa hooott kebangetan, ampe hyo yg phonsex aja hot, hahaha

  38. eonii….
    .
    diantara smw FF.. aku rasa ini FF yg paling yadong

  39. Vivi Munjia said:

    Author jujur aja aku prnah nge bayangin yulsic mndi smbil ciuman di bwah pncura air. Sumpaahh demi apa mirip bnget sama pmikiran aku thor 😁😁✌👍 👌 Ajaib memang

  40. nindz84 said:

    doble combo nc..hehehehehe
    hot hot..
    woaaaa happy ending yg manis….
    will you marry me… 😀

  41. Kim Byunhwang said:

    Panaaaaassss bangeeettt baca NC nya Taeny.. Dooohhhh xD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: